Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Peningkatkan Ketrampilan Mitra dalam Internet Marketing Melalui Penerapan Internet of Things pada Industri Kopi Tanjung Java

    Get PDF
    The Tanjung Village of  Jepara Regency is located on the slopes of Muria Mountain. Most of the livelihood of the villagers is farming. one of the plants that are suitable to be planted in this area besides rice is coffee. Most of the residents grow coffee only for personal consumption and not for sale. This is because the selling price is cheaper. The partner we invite to cooperate in this service activity is Tanjung Java Coffee. It was initiated by Mr. Nor Rokhim in 2018 with 5 employees. Previously in Tanjung Village, there was no coffee business so Tanjung Java coffee was a pioneer who started a coffee business there. The Partners Had problems are 1) at the roasting steps still using the 2nd party so that the roasting cost is expensive, 2) Marketing is still manual with a consignment system and offers to coffee shops in Jepara. Solutions to overcome these problems are through socialization methods, IoT and internet marketing training, application of roasting equipment and training on layout, mentoring, evaluation and monitoring. The results of this activity benefit partners by increasing the production capacity 33%, assets 60%, benefits 2%, and skills partners.Desa Tanjung kecamatan Pakis Aji kabupaten Jepara terletak di lereng Gurung Muria. Sebagian besar mata pencaharian penduduk desa adalah bertani. Salah satu tanaman yang cocok ditanam di daerah ini selain padi adalah kopi. Sebagian besar warganya menanam kopi hanya sebagai konsumsi pribadi dan tidak untuk dijual. Hal ini dikarenakan harga jual yang murah. Mitra yang diajak kerja sama oleh tim pengabdi dalam kegiatan pengabdian ini adalah Kopi Tanjung Java, yang dirintis oleh bapak Nor Rokhim pada tahun 2018 dengan jumlah karyawan 5 orang. Sebelumnya di desa tanjung belum ada usaha kopi sehingga Tanjung Java kopi ini merupakan pionir yang memulai usaha kopi disana. Permasalahan yang ada pada mitra yaitu 1) pada tahap roasting masih menggunakan pihak kedua sehingga biaya roasting mahal, 2) Pemasaran yang masih manual dengan sistem konsinyasi dan menawarkan ke kedai-kedai yang ada di Jepara. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan metode sosialisasi, pelatihan IoT dan internet marketing, penerapan alat roasting dan pelatihan tata lay out, pendampingan, evaluasi, dan monitoring. Hasil dari kegiatan ini yaitu manfaat yang diperoleh mitra berupa peningkatan kapasitas produksi 33%, peningkatan aset 60%, omset 2%, dan keterampilan mitra

    Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Redesain Tempat Sampah Sesuai Klasifikasinya

    Get PDF
    The volume of waste in Balikpapan City is estimated to reach 380 to 420tons per day. Currently, A Landfill Site in Manggar District area is approaching overcapacity. The government estimates that landfill area will only last until 2026. To help reduce waste, residents RT 50 PJHI – Batakan has several useful activities. One of the useful activities is the activities of the waste, used goods and coin donation movement (GADIS JELITAKU). This activity utilizes plastic waste, paper, organic waste, leftover cooking oil and coins to be recycled into goods that have a price or economics value. However, the provision of public facilities both in terms of cleanliness, health and safety is still lacking. Cleaning facilities or trash cans that are no longer suitable for use in the area will be replaced with trash bins with the addition of 3 categories of waste segregation. With the reconditioning or redesign of this new trash can, it hoped that it can increase residents awareness of the importance of maintaining a clean and healthy environment and increase the level of creativity and innovation in utilizing waste.Volume sampah di kota Balikpapan diperkirakan mencapai 380 hingga 420ton per hari. Pada saat ini, Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) yang berada di wilayah kelurahan Manggar mendekati kapasitas yang berlebih. Pemerintah memperkirakan kawasan TPA hanya akan bertahan hingga tahun 2026 yang akan mendatang. Untuk membantu mengurangi sampah yang terbuang secara percuma, warga RT 50 PJHI – Batakan memiliki beberapa kegiatan yang sangat bermanfaat. Salah satu contohnya adalah kegiatan Gerakan Donasi Sampah, Jelantah dan Koin Ku (GADIS JELITAKU). Gerakan donasi sampah memanfaatkan hasil limbah plastik, kertas, limbah organik, limbah minyak jelantah, dan koin untuk didaur ulang kembali menjadi barang yang memilki harga atau bernilai ekonomis. Namun pengadaan fasilitas umum baik dari segi kebersihan, Kesehatan, dan keselamatan masih sangat kurang. Fasilitas prasarana kebersihan atau tempat sampah yang sudah tidak layak pakai pada kawasan tersebut akan digantikan tempat sampah dengan penambahan 3 kategori pemilahan sampah. Dengan adanya rekondisi atau redesain tempat sampah yang baru diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga fasilitas kebersihan dan kebersihan lingkungan itu sendiri serta menambah tingkat kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan limbah sampah

    Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Penjualan Menggunakan Barcode

    Get PDF
    Along with the development of technology, many activities in the trade sector have used sales applications using barcodes. It aims to streamline time and be able to control data on sales and purchases of goods in a type of business. The purpose of this community service activity is to develop a sales information system application using a barcode so that users can easily input sales and purchase data for medicines, easily record stock cards and make reports on goods data as desired by the Baubau City Health Office and BPOM. The subject of this service activity is the owner of the Mentari Medika Pharmacy located in Lowu-Lowu Village, Lea-Lea District, Baubau City. This service activity systematically starts from needs analysis, application design, testing/implementation 1, testing/implementation 2, application \ to users and evaluation of activities and follow-up plans. The results of the activity indicate that after testing the application/implementation 1, it is necessary to add a menu to the application that is made so that application/implementation testing is necessary. In addition, this application is also equipped with a user manual, so that users are helped to operate this application.Seiring pengambangan teknologi, banyak sekali kegiatan di bidang perdagangan telah menggunakan aplikasi penjualan menggunakan barcode. Hal ini bertujuan untuk mengefisiensikan waktu dan mampu mengontrol data penjualan dan pembelian barang  pada suatu jenis usaha. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pengembangan aplikasi sistem informasi penjualan menggunakan barcode agar pengguna dengan mudah menginput data penjualan dan pembelian obat-obatan, merekapitulasi kartu stok barang dengan mudah, serta membuat laporan data barang sesuai yang diinginkan oleh Dinas Kesehatan Kota Baubau dan BPOM. Subjek kegiatan pengabdian ini adalah pemilik Apotek Mentari Medika yang berlokasi di Desa Lowu-Lowu Kecamatan Lea-Lea Kota Baubau. Kegiatan pengabdian ini secara sistematis dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan aplikasi, pengujian/implementasi 1, pengujian/implementasi 2, penerapan aplikasi pada pengguna, dan evaluasi kegiatan serta rencana tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pengujian aplikasi/implementasi 1 perlu penambahan menu pada aplikasi yang dibuat sehingga perlu diadakan pengujian aplikasi/implementasi 2. Dari hasil pelaksanaan dan evaluasi kegiatan diperoleh informasi bahwa pengguna aplikasi barcode mampu mengoperasikan aplikasi yang dibuat oleh tim pengembang aplikasi. Selain itu aplikasi ini juga dilengkapi dengan buku petunjuk penggunaan agar pengguna terbantu untuk mengoperasikan aplikasi ini

    Pelatihan Pembuatan Nugget Kelor sebagai Alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Anak Balita

    Get PDF
    Moringa leaf processing has not been widely carried out in Indonesia. This is due to the lack of public knowledge in utilizing Moringa leaves and the community does not know Moringa leaves as a source of food. Moringa leaves are a natural ingredient with a high nutritional content is also an option to provide additional food for toddlers. This service activity is carried out to increase public knowledge about the importance of nutritious food for children and provide training on making naget from Moringa leaves as an additional food for toddlers. This method of activity is through counseling and training in making Moringa nuggets. This community service provides a change in perspective and increases mothers' knowledge in making supplementary food for toddlers sourced from local food. One of this series of devotions is to train mothers to make breast milk complementary foods and healthy snacks easily and simply but with high nutritional value and hygienic. This service activity has a positive impact on the community, where mothers can do it independently at home about how to make complementary foods and healthy snacks for their children.Pengolahan daun kelor secara luas belum banyak dilakukan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam melakukan pemanfaatan daun kelor dan masyarakat belum mengenal daun kelor sebagai sumber pangan. Daun kelor merupakan bahan alami dengan kandungan gizi yang tinggi juga menjadi pilihan untuk memberikan makanan tambahan bagi balita. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masayarakat tentang pentingnya makanan bergizi bagi anak dan memberikan pelatihan membuat nugget dari daun kelor sebagai makanan tambahan bagi balita. Metode kegiatan ini melalui penyuluhan dan pelatihan membuat nugget kelor. Pengabdian masyarakat ini memberikan perubahan mengenai cara pandang dan menambah pengetahuan ibu dalam membuat makanan tambahan bagi balita yang bersumber dari pangan lokal. Salah satu rangkaian pengabdian ini adalah melatih para ibu untuk membuat makanan pendamping ASI dan jajanan sehat secara mudah dan sederhana namun bernilai gizi tinggi dan higienis. Kegiatan pengabdian ini membawa dampak positif bagi masyarakat, dimana ibu dapat melalukan secara mandiri di rumah tentang cara membuat makanan pendamping dan jajanan sehat bagi anaknya

    A Literasi dan Numerasi dengan Media Kreatif 3 Dimensi (3D) di Yayasan Uswatun Hasanah Bontang

    No full text
    Yayasan Uswatun Hasanah Bontang as a partner in Community Service Program strives to implement literacy and numeracy programs. These efforts are not optimal because practically literacy and numeracy are measured by giving students assignments to read and count. Limited media to carry out good practices regarding literacy and numeracy influences its implementation. As an effort to provide the solution toward the problems, the implementor team of community service carried out: synchronizing the problems and the solutions, promoting the good literacy and numeracy practices, presenting workshop and training in making and using media of literacy and numeracy, and assisting in making creative media for literacy and numeracy, while the needed data is questionnaire of satisfaction level of the partners regarding this implementation of the program. The results of the program are the partner get deeper knowledge in designing and using literacy and numeracy media, the partners are happy for having literacy and numeracy media, and they hope that there will be follow-up program or cooperation in communicating the implementation of school literacy and numeracy.Yayasan Uswatun Hasanah Bontang sebagai mitra pada kegiatan pengabdian mengupayakan untuk mengimplementasikan program literasi dan numerasi. Upaya tersebut belum maksimal karena praktik literasi dan numerasi diukur dengan cara memberikan tugas kepada siswa untuk membaca dan menghitung. Keterbatasan media untuk melakukan praktik baik terhadap literasi dan numerasi mempengaruhi dalam implementasinya. Sebagai upaya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan mitra ini, maka tim pengabdian melakukan sinkronisasi antara permasalahan dan solusi penyelesaiannya, sosialisasi praktik literasi dan numerasi secara baik, workshop dan pelatihan pembuatan dan penggunaan media literasi dan numerasi, serta pendampingan dalam pembuatan media kreatif untuk literasi dan numerasi, data lainnya yang diperlukan adalah kuesioner tingkat kepuasan mitra terhadap pelaksanaan pengabdian ini. Hasil pengabdian yang dilaksanakan meliputi mitra memiliki pengetahuan dan wawasan dalam merancang dan menggunakan media literasi dan numerasi dengan baik, mitra senang dan terbantu dalam melengkapi media literasi dan numerasi yang dapat digunakan, dan mitra berharap akan ada tindak lanjut atau kerja sama dalam mengomunikasikan implementasi literasi dan numerasi sekolah

    Pelatihan Pengendalian Risiko pada Keselamatan Kerja di Jasa Binatu

    Get PDF
    Laundry services are essential to support other industries, such as tourism and health. Hospitals, hotels, and restaurants are customers of the laundry industry. Occupational health and safety risks in the laundry sector have become a government concern through the Ministry of Health of the Republic of Indonesia issuing the Hospital Laundry Ergonomics Guide. This activity aims to provide knowledge regarding occupational safety risk control for the laundry service industry. Workers in this sector face risks of ergonomics and chemical hazards. Ergonomics risk comes from lifting and transporting linen material in sorting, washing, and drying activities up to the final process. Workers need to be given the insight to care about safety and how to control the hazards they face. By carrying out this activity, it is hoped that participants will become more aware of occupational safety risk control to improve their quality of life.Layanan binatu sangat penting sebagai penunjang industri lain seperti industri pariwisata dan kesehatan. Rumah sakit, hotel, dan restoran adalah pelanggan dari industri binatu. Risiko kesehatan dan keselamatan kerja di bidang binatu menjadi perhatian pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan diterbitkannya Panduan Ergonomi Laundry Rumah Sakit. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada pengelola dan pekerja jasa binatu mengenai pengendalian risiko keselamatan kerja. Pekerja di sektor ini menghadapi risiko bahaya ergonomi dan kimia. Risiko ergonomi berasal dari kegiatan angkat dan angkut material linen pada aktivitas sortir, pencucian, pengeringan sampai dengan proses akhirnya. Pekerja perlu diberikan wawasan untuk peduli pada keselamatan dan bagaimana mengendalikan bahaya yang dihadapinya. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diperoleh hasil pengabdian bahwa peserta menjadi lebih memahami pengendalian risiko keselamatan kerja, sehingga kualias hidup mereka dapat meningkat

    F, UML Pelatihan Analisis dan Desain Sistem Informasi Menggunakan Unified Modeling Language (UML) di SMK Pelita Madani Kabupaten Pringsewu

    No full text
    Information system design is a stage of creating an information system. Based on the SDLC stages globally, the design is at stage 5. In the development of object-oriented programming techniques, a standardized modeling language for the development of software/information systems built using object-oriented programming techniques. the Unified Modeling Language (UML) emerged because of the need for visual modeling to specify, describe, build, and documentation of software systems/information systems. The Unified Modeling Language (UML) performs modeling in designing software systems/information systems. The purpose of this training is to implement the knowledge of lecturers to the community (students) by providing training in analyzing UML-based information systems in SMK Pelita Madani Pringsewu, with supporting tools using Star Uml. In the PKM was attended by 27 students of class XII, the participants get information system analysis and design materials, such as: Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram and class Diagram. The implementation of this training provide results: increasing the ability of participants to create business processes using Star Uml tools in the process of making applications / information systems.Desain sistem informasi merupakan tahapan dari pembuatan sistem informasi. Berdasarkan tahapan SDLC secara global, desain berada pada tahapan ke-5. Pada perkembangan teknik pemograman berorientasi objek, muncul sebuah standarisasi bahasa pemodelan untuk pembangunan perangkat lunak/Sistem Informasi yang dibangun dengan menggunakan teknik pemograman berorientasi objek. Unified Modeling Language (UML) muncul karena adanya kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasikan, menGgambarkan, membangun, dan dokumentasi dari sistem perangkat lunak/sistem informasi. Unified Modeling Language (UML) berfungsi untuk melakukan pemodelan dalam merancang sistem perangkat lunak/sistem informasi. Tujuan dari pelatihan ini adalah mengimplementasikan keilmuan yang dimiliki dosen terhadap masayarakat (peserta didik) dengan cara memberikan pelatihan dalam melakukan analisa sistem informasi berbasis UML di SMK Pelita Madani Pringsewu, dengan tools pendukung menggunakan Star Uml. Dalam PKM ini dihadiri oleh 27 siswa kelas XII, para peserta mendapatkan materi analisis dan desain sistem informasi, seperti: Use Case Diagram, Diagram Activity, Sequence Diagram, dan Class Diagram. Pelaksanaan dari pelatihan ini memberikan hasil meningkatnya kemampuan peserta dalam membuat proses bisnis menggunakan tools Star Uml dalam proses pembuatan aplikasi/sistem informasi

    Peningkatan Kesejahteraan Kelompok Pembuat Dodol Melalui Kegiatan Kampung Bangkit di Desa Bojonggede Bogor

    Get PDF
    The existence of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) is an economic pillar both on a family scale and on a national scale. Even so, there are many problems faced by MSMEs in maintaining and at the same time advancing the business they are engaged in as is the case with the MSME Dodol Making Group in Bojonggede Village, Bojonggede District, Bogor Regency. The problem faced by partners is difficulties during the dodol rolling process, especially when orders are overflowing. Because the rolling process still uses human power, it causes fatigue for workers and has an impact on non-standard products. The second problem is related to the unhealthy condition of the production process room (kitchen) and display area. The Kampung Bangkit Program for Welfare Improvement for the Dodol Group in Bojonggede Village, Bojonggede District, Bogor Regency, aims to increase production as well as improve production facilities and infrastructure that guarantee the health of its workers. The method used is to conduct training on the process of rolling dodol with a simple rolling machine, counseling on Good Manufacturing Practice (GMP) management, and piloting production process infrastructure and facilities through kitchen arrangement. The result of this community service activity is the efficiency and effectiveness of the production process from the processing, packaging, and product display stages. This has a direct impact on increasing production and increasing dodol orders which are felt directly by partners.Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar ekonomi baik pada skala keluarga maupun skala nasional. Meskipun demikian, terdapat banyak permasalahan yang dihadapi UMKM dalam mempertahankan sekaligus memajukan usaha yang ditekuninya, seperti halnya yang terjadi pada UMKM Kelompok Pembuat Dodol di desa Bojonggede Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor. Permasalahan yang dihadapi adalah kesulitan saat proses pelintingan dodol terutama pada saat pesanan melimpah. Dikarenakan proses pelintingan masih menggunakan tenaga manusia, mengakibatkan pekerja kelelahan dan berdampak pada produk menjadi tidak standar. Permasalahan kedua adalah terkait dengan kondisi ruangan proses produksi (dapur) dan tempat pajang yang tidak sehat. Program Kampung Bangkit Peningkatan Kesejahteraan pada Kelompok Dodol di desa Bojonggede Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor ini bertujuan untuk meningkatkan produksi sekaligus meningkatkan sarana dan prasarana produksi yang menjamin kesehatan pekerjanya. Metode yang dipakai adalah dengan melakukan pelatihan proses melinting dodol dengan mesin pelinting sederhana, penyuluhan manajemen Good Manufacturing Practice (GMP), dan percontohan sarana dan prasarana proses produksi melalui penataan dapur. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadinya efisiensi dan efektifitas proses produksi dari tahap pengolahan, pengemasan, dan display produk. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan produksi dan peningkatan pemesanan dodol yang dirasakan langsung oleh mitra

    Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi EMKM pada UMKM Sepaku

    Get PDF
    Currently, MSME players are increasing in number, but in their application they do not have adequate financial statements. This service was carried out in collaboration with  Balikpapan University, Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Sepaku District. The purpose of holding community service in Sepaku District is to increase insight, expertise, and knowledge to MSME actors regarding procedures for preparing financial statements based on financial standards that can be implemented in their business operations so that MSME actors can know their financial condition and can manage and plan their finances in a more structured manner by making financial statements. The method carried out is by conducting observations, interviews with several MSMEs and providing guidebooks to MSMEs. The number of MSME participants who attended this activity amounted to 60 people. The results obtained from this activity are getting a good response, participants are expected to be able to compile and have the ability to make financial statements well.Saat ini para pelaku UMKM semakin banyak jumlahnya, namun dalam penerapannya belum memiliki laporan keuangan yang memadai. Pengabdian ini dilakukan atas kerja sama antara Universitas Balikpapan dengan para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Sepaku. Tujuan diadakannya pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Sepaku ini adalah untuk meningkatkan wawasan, keahlian, dan ilmu pengetahuan kepada para pelaku UMKM mengenai tata cara penyusunan laporan keuangan berdasarkan standar keuangan yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan operasional usahanya sehingga para pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi keuangannya serta dapat mengelola dan merencanakan keuangannya secara lebih terstruktur dengan dibuatkannya laporan keuangan. Metode yang dilakukan yaitu dengan melakukan observasi, wawancara kepada beberapa UMKM, serta memberikan pendampingan berupa pemberian buku pedoman kepada para UMKM. Peserta UMKM yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 60 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu mendapatkan respon yang baik, peserta diharapkan mampu menyusun dan memliki kemampuan untuk membuat laporan keuangan dengan baik

    Peran UMKM dalam Penerapan SDGs (Sustainable Development Goals) di Yayasan Bina Umat Kelapa Dua

    Get PDF
    The Sustainable Development Goals (SDGs) are targets agreed upon by members of the United Nations in 2015. Indonesia is a member of the United Nations committed to making SDGs a priority in National Development. Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia are one of the economic heroes which are the government's priority in national economic development. The government is making various efforts to develop MSMEs because technology and capital support are one of the keys to the success of MSMEs. The Bina Umat Kelapa Dua Foundation (YBUK) Association is a collection of several MSMEs in the Kelapa Dua area who want to continue developing MSMEs in their area. However, they experienced several obstacles, including the problem of limited knowledge of technology and business capital. The Master of Industrial Engineering at Trisakati University and the management of the YBUK Association jointly held SDGs socialization activities in Community Service (PKM) activities as the first step in helping MSMEs develop their businesses. The theme taken is socio-economic, business and energy in MSME scale sdgs. The enthusiasm of the PKM participants was quite high, and they hoped that similar activities would be held with wider participants.Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan target yang telah disepakati anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 2015. Indonesia merupakan salah satu anggota PBB yang berkomitmen untuk menjadikan SDGs sebagai salah satu prioritas dalam Pembangunan Nasional. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu pahlawan ekonomi yang menjadi prioritas pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam mengembangkan UMKM sebab dukungan teknologi dan modal merupakan salah satu kunci keberhasilan UMKM. Paguyuban Yayasan Bina Umat Kelapa Dua (YBUK) merupakan kumpulan beberapa UMKM di daerah Kelapa Dua yang bersama-sama ingin terus mengembangkan UMKM di daerahnya. Namun beberapa kendala dialami oleh mereka, diantaranya adalah masalah keterbatasan pengetahuan teknologi dan modal usaha. Magister Teknik Industri Universitas Trisakati dengan pengurus Paguyuban YBUK bersama-sama mengadakan kegiatan sosialisasi SDGs dalam bentuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai langkah awal membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya. Tema yang diambil adalah sosial ekonomi, bisnis, dan energi dalam SDGs skala UMKM. Antusiasme peserta PKM cukup tinggi dan mengharapkan adanya kegiatan serupa dengan peserta lebih luas

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇