Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Not a member yet
    387 research outputs found

    Teologi kerja sebagai solusi stres, kesejahteraan sekolah, dan performa kerja guru Kristen pendidikan anak usia dini

    No full text
    Christian Early Childhood Education teachers have a dual role that not only provides academic education but also moral and spiritual education in accordance with Christian teachings. This study examines the correlation between school well-being and work stress and their effects on the work performance of Christian PAUD/kindergarten teachers in North Tapanuli, North Sumatra. The results of quantitative research involving 106 Christian PAUD/kindergarten teachers were then examined through a theology-of-work perspective that positions work as integral to divine calling, rather than merely an economic activity or a worldly obligation. Improving work performance based on a theology of work perspective can be realized by prioritizing: 1) loving, having, being, and health to improve teachers\u27 school well-being; 2) good stress management through rest, prayer and reflection, and accepting help from counselors; 3) diligence and patience in work; 4) resilience in workplace suffering; 5) compassion and honesty in relationships with others in the workplace. The practical implications of these findings include policy recommendations to improve school well-being and effective stress-management strategies for Christian PAUD/kindergarten teachers, or the acceptance of professional help, such as counseling services.   Abstrak Guru Kristen anak usia dini memiliki peran ganda yang tidak ha-nya memberikan pendidikan akademik tetapi juga pendidikan moral dan spiritual sesuai dengan ajaran Kristen. Penelitian ini mengeksplorasi ko-relasi kesejahteraan sekolah dan stres kerja terhadap performa kerja guru Kristen tingkat PAUD/TK di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Hasil pene-litian kuantitatif dengan melibatkan 106 guru Kristen PAUD/TK kemudi-an dikaji menggunakan perspektif teologi kerja yang menempatkan kerja sebagai bagian integral dari panggilan ilahi, bukan sekadar aktivitas eko-nomi atau kewajiban duniawi. Meningkatkan performa kerja berdasarkan perspektif teologi kerja dapat diwujudkan dengan mengutamakan: 1) loving, having, being, dan health untuk meningkatkan kesejahteraan sekolah guru; 2) pengelolaan stres yang baik melalui istirahat, doa dan refleksi, serta menerima bantuan konselor; 3) ketekunan dan kesabaran dalam pe-kerjaan; 4) ketahanan dalam penderitaan di tempat kerja; 5) kasih sayang dan kejujuran dalam relasi dengan orang lain di tempat kerja. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup rekomendasi kebijakan untuk mening-katkan kesejahteraan sekolah dan strategi mengatasi stres yang efektif bagi guru PAUD/TK Kristen, atau menerima bantuan professional seperti konselor

    Geografi perjanjian: Tanah sebagai topos relasional dalam teologi naratif Alkitab

    Get PDF
    This research examines the theology of the Promised Land by framing it as a relational theological concern rather than merely a geographical, historical, or symbolic theme. Departing from the predominance of descriptive and inductive approaches in biblical land studies, this research raises a theological question: for what purpose is the Promised Land theologized within the narrative of redemption? Employing a narrative-theological approach, the article traces the function of land within the redemptive structure of Scripture, from the call of Abraham, through its realization and disciplinary role in Israel’s history, to its transformation in light of New Testament eschatological fulfillment. The analysis indicates that land functions as a relational topos, a theological space in which the relationship between God, the covenant community, and creation is formed and held accountable. Accordingly, the Promised Land is not interpreted as a legitimation of exclusive possession, but as a medium of covenantal participation that entails obedience, ethical responsibility, and ecological awareness within the redemptive narrative.   Abstrak Penelitian ini mengkaji teologi Tanah Perjanjian dengan menempatkannya sebagai persoalan teologis relasional, bukan semata tema geografis, historis, atau simbolik. Bertolak dari kritik terhadap kecenderungan studi biblika yang bersifat deskriptif-induktif dalam membaca tema tanah, penelitian ini mengajukan pertanyaan teologis: untuk apa Tanah Perjanjian diteologikan dalam narasi penebusan. Dengan pendekatan naratif-teologis, artikel ini menelusuri fungsi tanah dalam struktur penebusan Alkitab, mulai dari panggilan Abraham, realisasi dan disiplin dalam sejarah Israel, hingga transformasi maknanya dalam terang penggenapan eskatologis Perjanjian Baru. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanah berfungsi sebagai topos relasional, yakni ruang teologis tempat relasi antara Allah, umat perjanjian, dan ciptaan dibentuk serta dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, Tanah Perjanjian tidak dipahami sebagai legitimasi kepemilikan eksklusif, melainkan sebagai sarana partisipasi perjanjian yang menuntut ketaatan, tanggung jawab etis, dan kesadaran ekologis dalam narasi penebusan

    Keluarga sebagai ecclesia domestica: Fondasi teologis-biblis pengembangan kecerdasan emosional anak dalam pengasuhan kristiani

    No full text
    The crisis of emotional regulation in the contemporary generation demands a reconceptualization of the Christian parenting paradigm. This research examines the concept of ecclesia domestica as a theological foundation for the development of children\u27s emotional intelligence. Through a practical and constructive theological approach, this study synthesizes patristic thought on the family as a "little church" with contemporary emotional intelligence theory. Analysis focuses on four dimensions: the sacramentality of domestic space, koinonia as a matrix for emotional formation, family liturgy in affective regulation, and the missio Dei in transformative parenting. Findings indicate that the ecclesia domestica conception provides a robust theological framework for integrating spirituality and emotional development. Practical implications include reorienting parenting from an instructive to a formative-relational model, where the family functions as a hermeneutical community, facilitating children\u27s encounter with God\u27s love through secure attachment experiences. This research contributes to the development of holistic and contextual family theology for the digital era.   Abstrak Krisis regulasi emosional pada generasi kontemporer menuntut rekonseptualisasi paradigma pengasuhan Kristiani. Penelitian ini mengeksplorasi konsep ecclesia domestica sebagai fondasi teologis untuk pengembangan kecerdasan emosional anak. Melalui pendekatan teologi praktis-konstruktif, studi ini mensintesiskan pemikiran patristik tentang keluarga sebagai "gereja kecil" dengan teori kontemporer emotional intelligence. Analisis difokuskan pada empat dimensi: sakramentalitas ruang domestik, koinoniasebagai matriks pembentukan emosi, liturgi keluarga dalam regulasi afektif, dan missio Dei dalam pengasuhan transformatif. Temuan menunjukkan bahwa konsepsi ecclesia domestica menyediakan kerangka teologis yang robust untuk mengintegrasikan spiritualitas dan perkembangan emosional. Implikasi praktis mencakup reorientasi pengasuhan dari model instruktif menuju formatif-relasional, di mana keluarga berfungsi sebagai komunitas hermeneutis yang memfasilitasi perjumpaan anak dengan kasih Allah melalui pengalaman kelekatan yang aman. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teologi keluarga yang holistik dan kontekstual untuk era digital

    Dari absolutisme menuju dialog: Transformasi pedagogis etika Kristen dalam konteks postmodernitas dan multikulturalisme

    No full text
    This article examines the pedagogical transformation in Christian ethics education that occurred due to the paradigm shift from absolutism to a dialogical approach in the context of postmodernity and multiculturalism. This study uses a critical analysis method of contemporary educational theology literature and case studies of pedagogical implementation in various Christian educational institutions. The findings indicate that this pedagogical transformation necessitates an epistemological reconstruction that does not compromise theological authority but instead opens up space for critical engagement with a plurality of perspectives. The practical implication is the development of a more inclusive, contextual, and dialogical pedagogical model in Christian ethics education.   Abstrak Artikel ini mengkaji transformasi pedagogis dalam pendidikan etika Kristen yang terjadi akibat pergeseran paradigma dari absolutisme menuju pendekatan dialogis dalam konteks postmodernitas dan multikulturalisme. Penelitian ini menggunakan metode analisis kritis terhadap literatur teologi pendidikan kontemporer dan studi kasus implementasi pedagogis di berbagai institusi pendidikan Kristen. Temuan menunjukkan bahwa transformasi pedagogis ini memerlukan rekonstruksi epistemologis yang tidak mengorbankan otoritas teologis namun membuka ruang untuk keterlibatan kritis dengan perspektif pluralitas. Implikasi praktisnya adalah pengembangan model pedagogi yang lebih inklusif, kontekstual, dan dialogis dalam pendidikan etika Kristen

    Teologi relasional 4.0: Membangun kesehatan mental melalui komunitas digital kristiani di era post-truth

    No full text
    This research examines the development of a relational theology model that addresses mental health challenges in the digital and post-truth era. Through a practical theology approach and phenomenological analysis, this article argues that Christian digital communities can serve as effective therapeutic spaces for building mental wholeness. Research findings suggest that Trinity-centered relational theology 4.0 can offer a robust epistemological foundation to counteract mental fragmentation resulting from disinformation and digital isolation. The proposed model integrates principles of digital pastoral care, virtual ecclesiology, and contextual hermeneutics to create communities that support their members\u27 mental health. This research contributes to the development of contemporary practical theology relevant to digital reality, providing constructive alternatives to destructive post-truth narratives.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan model teologi relasional yang responsif terhadap tantangan kesehatan mental di era digital dan post-truth. Melalui pendekatan teologi praktis dan analisis fenomenologis, artikel ini mengargumentasikan bahwa komunitas digital Kristiani dapat menjadi ruang terapeutik yang efektif untuk membangun keutuhan mental. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teologi relasional 4.0 yang berpusat pada Trinitas dapat memberikan fondasi epistemologis yang kokoh untuk melawan fragmentasi mental akibat disinformasi dan isolasi digital. Model yang diusulkan mengintegrasikan prinsip-prinsip pastoral care digital, eklesiologi virtual, dan hermeneutika kontekstual untuk menciptakan komunitas yang mampu menopang kesehatan mental anggotanya. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teologi praktis kontemporer yang relevan dengan realitas digital dan memberikan alternatif konstruktif terhadap narasi post-truth yang destruktif

    Integrasi sejarah dan hermeneutika dalam pembentukan literasi teologis: Analisis dampaknya terhadap resiliensi eklesiologis dan transformasi kualitas gereja di era kontemporer

    No full text
    This study examines the integration of historical and hermeneutical approaches in developing theological literacy and its impact on ecclesiological resilience and church quality transformation in the contemporary era. Through qualitative analysis of theological education practices and church transformation patterns, this research reveals that the synergistic integration of historical consciousness and hermeneutical competence significantly enhances theological literacy levels. The findings demonstrate that churches with robust theological literacy exhibit stronger resilience in facing contemporary challenges and undergo more meaningful qualitative transformation. This study contributes to understanding how methodological integration in theological education can strengthen the adaptive capacity of ecclesial communities while maintaining theological integrity in rapidly changing contexts. Abstrak Penelitian ini mengkaji integrasi pendekatan historis dan hermeneutis dalam pengembangan literasi teologis serta dampaknya terhadap resiliensi eklesiologis dan transformasi kualitas gereja di era kontemporer. Melalui analisis kualitatif terhadap praktik pendidikan teologis dan pola transformasi gereja, riset ini mengungkapkan bahwa integrasi sinergis antara kesadaran historis dan kompetensi hermeneutis secara signifikan meningkatkan tingkat literasi teologis. Temuan menunjukkan bahwa gereja-gereja dengan literasi teologis yang kuat menunjukkan resiliensi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan kontemporer dan mengalami transformasi kualitatif yang lebih bermakna. Studi ini berkontribusi pada pemahaman bagaimana integrasi metodologis dalam pendidikan teologis dapat memperkuat kapasitas adaptif komunitas gerejawi sambil mempertahankan integritas teologis dalam konteks yang berubah cepat

    Edukasi sebagai evangelisasi: Reformulasi teologis pendidikan kristiani dalam lanskap misi poskolonial

    Get PDF
    This study explores the theological reformulation of Christian education as an evangelization strategy in the context of post-colonial mission. Through a critical analysis of traditional missiological paradigms, the study identifies the epistemological transformations necessary to contextualize Christian education in the contemporary global landscape. Using a critical hermeneutical approach and theological-practical analysis, the study produces a new conceptual framework that positions education as an emancipatory and dialogical modus operandi of evangelization. The findings suggest that post-colonial Christian education requires the deconstruction of hegemonic paradigms and the reconstruction of pedagogical praxis centered on holistic transformation. The theoretical and practical implications of this reformulation contribute to the development of a more inclusive and contextual contemporary missiology.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi reformulasi teologis pendidikan Kristiani sebagai strategi evangelisasi dalam konteks misi post-kolonial. Melalui analisis kritis terhadap paradigma misiologi tradisional, studi ini mengidentifikasi transformasi epistemologis yang diperlukan untuk mengkontekstualisasikan pendidikan Kristiani dalam lanskap global kontemporer. Menggunakan pendekatan hermeneutika kritis dan analisis teologis-praktis, penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual baru yang memposisikan edukasi sebagai modus operandi evangelisasi yang emansipatif dan dialogis. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan Kristiani post-kolonial memerlukan dekonstruksi paradigma hegemonik dan rekonstruksi praksis pedagogis yang berpusat pada transformasi holistik. Implikasi teoretis dan praktis dari reformulasi ini berkontribusi pada pengembangan misiologi kontemporer yang lebih inklusif dan kontekstual

    Prinsip kepala keluarga sebagai imam dalam pendidikan agama Kristen: Sebuah fondasi dan implikasi teologis pendidikan iman dalam keluarga

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk memperlihatkan sebuah prinsip teologis tentang kepala keluarga sebagai imam yang berimplikasi pada tanggung jawab pendidikan iman di dalam keluarga. 

    Pengembangan model bimbingan karier berbasis nilai-nilai kepemimpinan Kristen bagi mahasiswa perguruan tinggi

    Get PDF
    This study aims to implement Christian leadership values through a career guidance guidebook for university students. This guidebook is designed to help students integrate biblical principles such as integrity, service, humility, commitment, and justice into their career preparation. The research method uses a Research and Development (R&D) approach, adapting the Courseware Development Process (CDP) model and Gall & Borg to produce a valid and effective guidebook. The results show that this guidebook is practical in enhancing students\u27 understanding of career as a life calling and shaping their character in accordance with leadership values, in addition to guiding students towards a deeper spiritual experience. This approach not only helps students prepare themselves technically but also fosters strong character and a work ethic grounded in biblical principles. This research contributes to preparing students to become competent and service-oriented leaders, addressing the needs of Christian higher education in response to the challenges of the modern workplace.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan Kristen melalui buku pedoman bimbingan karier bagi mahasiswa. Pedoman ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengintegrasikan prinsip-prinsip alkitabiah seperti integritas, pelayanan, kerendahan hati, komitmen, dan keadilan ke dalam persiapan karier mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D), mengadaptasi model Courseware Development Process (CDP) dan Gall & Borg untuk menghasilkan pedoman yang valid dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku pedoman ini efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai karier sebagai panggilan hidup dan membentuk karakter mereka sesuai dengan nilai-nilai kepemimpinan, selain mengarahkan mahasiswa pada pemahaman spiritual yang lebih dalam. Pendekatan ini tidak hanya membantu mahasiswa mempersiapkan diri secara teknis tetapi juga membangun karakter yang kuat dan etika kerja yang sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab. Penelitian ini berkontribusi mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin yang kompeten dan berorientasi pada pelayanan, menjawab kebutuhan pendidikan tinggi Kristen dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern

    Pendidikan kristiani yang adaptif dan responsif: Formasi pendidikan spiritual remaja dalam bingkai beragama di ruang digital

    Get PDF
    This article maps a challenge for Christian teenagers living their calling in the digital space. Existence in the digital world that is vulnerable to disruption demands a spiritual formation for teenagers to actualize themselves without reducing natural things. This study offers a construction of Christian education that can shape a religious spirit in the digital space. By using various kinds of literature that map the formation of spiritual education in the digital world through descriptive Christian education, the results obtained show the need for digital church spirituality for Christian teenagers. In conclusion, the formation of spiritual education for teenagers in the frame of churching in the digital space can be built through adaptive and responsive Christian education.   Abstrak Artikel ini memetakan sebuah tantangan bagi remaja Kristen dalam menghidupi panggilannya di ruang digital. Keberadaan di dunia digital yang rentan dengan disrupsi menuntut sebuah formasi spiritual remaja untuk mengaktualisasi dirinya tanpa harus mereduksi hal-hal yang natural. Tujuan penelitian ini adalah menawarkan sebuah konstruksi pendidikan kristiani yang dapat membentuk spirit beragama di ruang digital. Dengan mempergunakan berbagai literatur yang memetakan formasi pendidikan spiritual di dunia digital melalui pendidikan kristiani secara deskriptif, maka diperoleh hasil yang memperlihatkan kebutuhan spiritualitas menggereja secara digital bagi para remaja Kristen. Simpulannya, formasi pendidikan spiritual remaja dalam bingkai menggereja di ruang digital dapat dibangun melalui pendidikan kristiani yang adaptif dan responsif

    319

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇