Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Not a member yet
    387 research outputs found

    Politik Identitas Etnis Toraja sebagai Masalah Teologis: Kasus di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara

    Get PDF
    The issue to be examined is identity politics by Torajanese in Kolaka Regency and how to highlight it in terms of Christian political theology. To obtain the data, the writer uses a grounded theory type of qualitative research method. From the results of the research, it appears that identity politics is used to: First, to cultivate compassion or solidarity. Second, realizing the interests of certain elements in the realm of practical politics, especially related to the position in the system of government. Those research show that there is a gap in vision among the community, this situation also triggered internal conflicts between them. The problem needs to be addressed immediately, specifically the author highlights it from the perspective of political theology. Conflict can be overcome if the conflicting parties hold a dialogue to prioritize life values such as love, justice and peace. Abstrak Masalah yang hendak dikaji dalam artikel ini ialah politik identitas orang Toraja di Kabupaten Kolaka dan bagaimana menyorotinya dari segi teologi politik Kristen. Untuk memeroleh data, maka penulis menggunakan metode penelitian kualitatif jenis grounded theory. Dari hasil penelitian, tampak bahwa politik identitas digunakan untuk: Pertama, membudayakan belarasa atau solidaritas. Kedua, mewujudkan kepentingan oknum tertentu pada ranah politik praktis terutama terkait dengan kedudukan dalam sistem pemerintahan. Kedua temuan memperlihatkan adanya kesenjangan visi dalam komunitas, situasi itu turut memicu konflik internal di antara mereka. Masalah tersebut perlu segera diatasi, secara khusus penulis menyorotinya dari perspektif teologi politik. Konflik dapat diatasi jika pihak-pihak yang bertikai mengadakan dialog mengutamakan nilai-nilai kehidupan seperti kasih, keadilan, dan damai sejahtera

    Pengudusan Progresif Orang Percaya Menurut 1 Yohanes 1:9

    Get PDF
    One of God\u27s will in human life is to live in holiness, even though it is not an easy thing to maintain a holy life perfectly. However, holiness can be progressive. This study aims to show the importance of progressive sanctification of believers. By using a descriptive method of analysis of the biblical text, especially 1 John 1: 9, it can be concluded that believers must progressively sanctify. Sanctification is progressively a reflection of the growth of the Christian faith toward maturity.AbstrakSalah satu kehendak Tuhan dalam hidup manusia adalah hidup di dalam kekudusan, sekalipun? bukanlah hal yang mudah mempertahankan hidup yang kudus secara sempurna. Namun demikian, kekudusan itu dapat bersifat progresif. Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya pengudusan secara progresif orang percaya. Dengan menggunakan metode deskriptif analisis terhadap teks Alkitab, khususnya 1 Yohanes 1:9, maka dapat disimpulkan bahwa orang percaya harus mengalami pengudusan secara progresif. Pengudusan secara progresif merupakan refleksi pertumbuhan iman Kristen menuju kedewasaan

    Fungsi Gereja Sebagai Entrepreneurship Sosial dalam Masyarakat Majemuk

    Get PDF
    There is a tendency that the church has not been maximal in carrying out its social functions when viewed from the issue of a pluralistic community context. The church must actively transform the deacon, specifically alleviating the social problems surrounded. This study aimed to describe the model of transformation deaconal mission into the form of Christian entrepreneurs. By using literature review and descriptive methods, the conclusions obtained is: The church must be able to foster a sense of solidarity starting from inside the church to outside through the economic empowerment of her people.?AbstrakAda kecenderungan bahwa gereja belum maksimal dalam menjalankan fungsi sosialnya ketika ditinjau dari persoalan konteks masyarakat majemuk. Gereja harus giat bertransformasi diakonia, secara khusus pengentasan masalah sosial yang berada disekitarnya. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model transformasi misiologis diakonial dalam bentuk entrepreneur kristiani. Dengan menggunakan kajian literatur dan metode deskriptif, maka kesimpulan yang diperoleh adalah: Gereja harus dapat menumbuhkan rasa solidaritas dimulai dari jemaat hingga ke luar gereja melalui pemberdayaan ekonomi um

    Pendidikan Anak dalam Keluarga Berdasarkan Kolose 3:21

    Get PDF
    This article aimed to describe the education of children in the family based on Colossians 3:21. This study used a sociological criticism approach by conducting a study of the text of Colossians 3:21 to analyze the Bible\u27s view of children\u27s education in the family. The conclusion of this textual study is educating children without violence. Paul reminded fathers in educating children to prioritize love as the basis for education in the family. The love of a father will be reflected in the lives of every child through communication and imprinted in an attitude of obedience and respect for parents. ?AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendreskripsikan pendidikan anak dalam keluarga berdasarkan Kolose 3:21. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kritik sosiologis dengan melakukan kajian terhadap teks Kolose 3:21untuk meng-analisis pandangan Alkitab tentang pendidikan anak dalam keluarga. Kesimpulan dalam kajian terhadap teks tersebut adalah mendidik anak tanpa adanya kekerasan. Paulus mengingatkan para ayah dalam mendidik anak-anak lebih mengutamakan kasih sayang sebagai dasar pendidikan dalam keluarga. Kasih sayang seorang ayah akan tercermin dalam kehidupan setiap anak melalui komunikasi dan terpatri dalam sikap taat dan menghormati orang tua

    Evaluasi terhadap Tata Ibadah Kontekstual Gereja Kristen Jawa

    Get PDF
    The worship of the people of the Javanese Christian Church cannot be separated from the liturgy. The liturgy gives an introduction, views, and attitudes of the Christian faith to the Javanese Christian Church amid its existence. Throughout the history of the MPD liturgies, the I, II, III, and lectionary variations of the I and II liturgical models have been developed. The process of birth and development of the GKJ liturgy are important elements of research to find an explanation, why GKJ people still have a distance from the realities of life that exist in society. The results found in this study indicate that the GKJ liturgy that has been built has not been placed on the reality of the struggle and hopes of the people amid community and cultural life. The current GKJ\u27s view of the liturgy has a similar meaning to the religious rituals of the people that shape the identity of the people, but there is no critical step capability to build up their worship with praxis so that it can be lived in and have an impact on the lives of the people and the community. Abstrak Peribadahan umat Gereja Kristen Jawa tidak bisa dilepaskan dari liturgi. Liturgi memberikan pengenalan, pandangan, serta sikap iman Kristen kepada umat Gereja Kristen Jawa di tengah keberadaannya. Sepanjang sejarah liturgi GKJ telah dikembangkan model liturgi GKJ formula I, II, III, dan leksionari variasi I dan II. Proses kelahiran dan pengembangan liturgi GKJ merupakan unsur-unsur penting penelitian dalam rangka mencari penjelasan, mengapa umat GKJ masih memiliki jarak dengan kenyataan kehidupan yang ada di tengah masyarakat. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa liturgi GKJ yang telah dibangun belum diletakkan pada kenyataan pergumulan dan harapan umat di tengah kehidupan masyarakat dan budayanya. Pandangan GKJ masa kini tentang liturgi memiliki persamaan makna dengan ritual keagamaan masyarakat yang membentuk jatidiri umat, tetapi belum ada kemampuan langkah kritis konkrit untuk membangun tata peribadahannya dengan praksis sehigga dapat dihayati dan memberikan dampak bagi kehidupan umat maupun masyarakatnya

    Implikasi Penggunaan El dan YHWH dalam Kekristenan Masa Kini

    Get PDF
    The use of the terms El and YHWH relating to the name of God or God in the Bible produces a lot of discussion, in which groups eventually tend to maintain YHWH or Yahweh as names that cannot be replaced. The group is usually called Yahweism, or the admirers of the name Yahweh. This article provides a literature review with a qualitative approach to the texts of the Scriptures concerning the use of the term name. With descriptive and analytical methods, the conclusion is that the use of El and YHWH in the Old Testament refers to the same person so that it is not necessary to debate its use. El refers to revelation in general, while YHWH shows special revelation in the context of the election and salvation of a nation or people. ?AbstrakPenggunaan istilah El dan YHWH berkaitan dengan nama Allah atau Tuhan dalam Alkitab menghasilkan banyak diskusi, di mana pada akhirnya muncul kelompok yang cenderung mempertahankan YHWH atau Yahweh sebagai nama diri yang tidak boleh diganti. Kelompok tersebut biasa disebut Yahweisme, atau para pengagum nama Yahweh. Artikel ini memberikan kajian literature dengan pendekatan kualitatif pada teks-teks Kitab Suci berkenaan dengan penggunaan istilah nama tersebut. Dengan metode deskriptif dan analisis, maka diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan El dan YHWH dalam Perjanjian Lama merujuk pada satu pribadi yang sama sehingga tidak perlu diperdebatkan penggunaannya. El menunjuk pada pewahyuan secara umum, sementara YHWH menunjukkan pewahyuan khusus dalam konteks pemilihan dan keselamatan sebuah bangsa atau umat.

    Menerapkan Model Penginjilan pada Masa Kini

    Get PDF
    Evangelism has many obstacles, it cannot be done optimally, the challenges faced cannot weaken the spirit of winning souls for Jesus Christ. That is why it is necessary to try to develop the right evangelistic model. This study found 6 (six) evangelistic models, namely: interpersonal, personal, mass, media services, social services and friendship. The research method used is qualitative with the approach phenomenology. In conclusion, the preaching of the gospel can still be done by developing suitable models according to the needs of each person receiving Jesus Christ as Lord or Savior. Abstrak Penginjilan mengalami banyak kendala, sehingga kurang bisa dilakukan dengan maksimal, berbagai tantangan yang dihadapi tidak dapat melemahkan semangat memenangkan jiwa bagi Yesus Kristus. Itulah sebabnya perlu upaya mengembangkan model penginjilan yang tepat. Penelitian ini menemukan 6 (enam) model penginjilan, yakni: interpersonal, pribadi, massal, pelayanan media, pelayanan sosial dan persahabatan. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan ilmu fenomenologi. Kesimpulannya, pekabaran Injil tetap dapat dilakukan dengan mengembangkan model yang cocok sesuai kebutuhan dengan tujuan setiap orang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan atau Juruselamat

    Memahami Penyembuhan Orang Buta dalam Yohanes 9:1-40 dengan Pendekatan Poskolonial

    Get PDF
    One of the important efforts in the postcolonial approach to biblical interpretation of the Bible is the emergence of other voices which so far have been marginalized due to the dominance of the structure or, and of a nation. The study is used in biblical texts, to see how domination takes place in text and interpretation, by seeing hegemonic power in a structure of society. The other voices to be raised in this article are the voices of persons with disabilities, especially in the text of John 9: 1-40. The text describes a long narrative about the miracle of healing a child who was born blind, who at the same time became a figure, who dared to voice his existence and identity, in the midst of fierce dialogue with Jews and Pharisees. In this narrative there is an attempt to read and interpret the text of John 9: 1-40 using the postcolonial approach. Abstrak Salah satu upaya penting dalam pendekatan postkolonial pada penafsiran Alkitab adalah memunculkan suara liyan yang selama ini termarjinalisasi akibat dominasi struktur atau, dan dari suatu bangsa. Studi tersebut digunakan ke dalam teks-teks Alkitab, untuk melihat bagaimana dominasi itu terjadi di dalam teks dan penafsiran, dengan cara melihat kuasa yang hegemonik dalam suatu struktur masyarakat tersebut. Suara liyan yang hendak dimunculkan di dalam artikel ini adalah suara dari para penyandang disabilitas terutama di dalam teks Yohanes 9:1-40. Teks tersebut mendeskripsikan narasi panjang tentang mukjizat penyembuhan anak yang terlahir buta, yang sekaligus menjadi tokoh, yang berani menyuarakan keberadaan dan identitasnya, di tengah dialog yang sengit dengan orang Yahudi dan Farisi. Dalam narasi inilah ada upaya untuk membaca dan menafsirkan teks Yohanes 9:1-40 dengan menggunakan pendekatan postkolonial

    Diam atau Bersuara: Tafsir terhadap Kisah Safira dan Izebel dari Perspektif Feminis

    Get PDF
    Women are always placed as second class under their husbands in the patriarchal culture. The wife belongs to the husband who must obey her husband, no matter what, whether it is good or bad. This makes women unable to show a critical manner and attitude for fear of the risks they will face. Such attitude has also happened since the time of the Bible, which could be unconsciously imitated by the wives today. Thus, a reinterpretation from a feminist perspective will be made to contribute ideas and insight for women or wives nowadays and to see how the roles of wives towards their husbands. The two biblical narratives to be raised are Interpretations of Acts 5: 1-11 and 1 Kings 21: 1-29. Abstrak Dalam budaya Patriarkhi, perempuan selalu ditempatkan pada posisi nomor dua di bawah suaminya. Istri adalah milik suami yang harus patuh pada suaminya, entah itu perbuatan yang baik atau yang tidak baik. Kondisi ini membuat kaum perempuan atau istri tidak mampu menunjukkan sikap kritis karena takut pada resiko yang akan dihadapi. Sikap istri yang seperti ini ternyata juga sudah terjadi sejak jaman Alkitab, yang bisa secara tidak sadar ditiru oleh para istri saat ini. Sehubungan dengan hal ini, maka akan dilakukan tafsir ulang dari perspektif feminis untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi para perempuan atau istri bagaimana peran istri yang seharusnya terhadap suaminya. Kedua kisah istri dalam Alkitab yang akan diangkat adalah Tafsiran Terhadap Kis. 5:1-11 dan 1 Raj. 21:1-2

    Pelestarian Alam sebagai Perwujudan Mandat Pembangunan: Suatu Kajian Etis-Teologis

    Get PDF
    Lately, the attention and awareness of humankind to protect and maintain environmental sustainability are increasing. Environmental damage today is a big problem and is global, which is now an increasingly critical problem. The world is experiencing the danger of an ecological crisis. This article is intended to describe the Church\u27s ethical-theological attitude in addressing environ-mental issues today is a very crucial issue to consider. Using research that uses qualitative research using descriptive methods based on the Bible and also using library research by analyzing literature both books and journals that discuss environmental issues. Based on ethical-theological studies, it can be concluded that humans are the managers of nature, and preservation of nature is as an implementation of love for others. By understanding this, it is hoped that the Environment, which has been entrusted to humans, needs to be managed wisely, responsibly and productively as possible for the needs and progress of future generations. Abstrak Akhir-akhir ini perhatian dan kesadaran umat manusia untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidupnya semakin meningkat. Kerusakan lingkungan hidup dewasa ini merupakan isu besar dan bersifat global (mendunia), yang kini menjadi masalah yang semakin genting. Dunia sedang menghadapi bahaya krisis ekologis. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan sikap etis-teologis Gereja dalam menyikapi isu tentang lingkungan hidup dewasa ini menjadi isu yang sangat krusial untuk diperhatikan. Adapun pende-katan penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif berdasarkan Alkitab dan juga menggunakan penelitian kepustakaan dengan cara menganalis literatur baik buku maupun jurnal yang membahas permasalahan lingkungan hidup. Berdasarkan kajian etis-teologis diperoleh kesimpulan bahwa, manusia adalah pengelola alam, dan pelestarian alam adalah sebagai implementasi kasih kepada sesama. Dengan pemahaman ini, diharapkan lingkungan hidup yang telah dipercayakan kepada manusia, perlu dikelola secara bijak, bertanggungjawab dan seproduktif mungkin untuk kepentingan dan kelangsungan generasi mendatang

    319

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇