Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Not a member yet
    387 research outputs found

    Kurikulum Pendidikan Kristen bagi Orang Dewasa di Gereja

    Get PDF
    Christian educators have got the important task to teach adults in the church, especially how to design and develop the Christian education curriculum creatively. Christian education curriculum has its function as a guide to help Christian educators to teach adults in the church so that they might be able to comprehend their self-image or self-concept, their role and task as adults distinctively and significantly in their daily life and their relation amid society. The curriculum is anticipatory essentially. Therefore Christian educator is enhanced to reduce failure and to enlarge achievement in teaching adults in the church.  Abstrak Dalam membelajarkan orang dewasa di gereja, pendidik Kristen memiliki tugas penting, khususnya mendesain dan mengembangkan kurikulum pembelajaran pendidikan Kristen secara kreatif. Kurikulum pembelajaran pendidikan Kristen berfungsi sebagai pedoman untuk menolong pendidik Kristen dalam membelajarkan orang-orang dewasa dalam gereja sehingga dengan demikian mereka semakin memahami gambar atau konsep diri, peran dan tanggung jawabnya sebagai orang dewasa secara lebih jelas dan mantap dalam kehidupan sehari-hari dan dalam relasinya dengan masyarakat sekitar. Kurikulum bersifat antisipatori, oleh karenanya pendidik Kristen dimampukan untuk meminimalisir kegagalan dan memperbesar keberhasilan dalam tugas pengajarannya bagi warga jemaat dewasa di gereja. Artikel ini menguraikan pemahaman dan praktik pembelajaran pendidikan Kristen orang dewasa di gereja, serta bagaimana gereja mendesain dan mengembangkan kurikulum pembelajaran bagi orang dewasa

    Memahami Konstruksi Teologi Keindahan

    Get PDF
    True beauty brings our joy in knowing and loving everything. God is perfect, while humans are limited. True love and joy breeds love for everything as they are. True happiness is always related to our true knowledge and love of true beauty and goodness. Based on this condition, this article tries to trace the source of that true beauty to God. The conceptual frame offered in this article is looking at God in the theology of beauty. This frame is obtained through library research methods on various relevant books and journals. This study concludes that if we do not love God as God exists or loves anything above all things, we do not have true joy in loving God. Abstrak Keindahan sejati mendatangkan kegembiraan kita dalam mengetahui dan mencintai segala sesuatu. Allah itu sempurna, sedangkan manusia itu terbatas. Cinta dan kegembiraan sejati melahirkan cinta terhadap segala sesuatu sebagaimana mereka ada. Kebahagiaan sejati selalu berhubungan dengan pengetahuan dan cinta kita yang sejati terhadap keindahan dan kebaikan sejati. Berpijak pada kondisi ini, artikel ini mencoba menelusuri sumber keindahan sejati tersebut pada Allah. Bingkai konseptual yang ditawarkan pada artikel ini yaitu memandang Allah dalam teologi keindahan. Bingkai ini diperoleh melalui metode penelitian pustaka terhadap berbagai buku dan jurnal yang relevan. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa jika kita tidak mencintai Allah sebagaimana Allah ada atau mencintai apapun di atas segala sesuatu, kita tidak memiliki kegembiraan sejati dalam mencintai Allah

    Misi Gereja dalam Mewujudkan Keadilan Sosial: Sebuah Perspektif dari Sila Kelima Pancasila

    Get PDF
    This article aims to see the mission of the Gereja Kristen Indonesia (GKI Peterongan) in the perspective of the fifth principle of Pancasila namely social justice for all Indonesian people. Social justice in the perspective of the fifth principle of Pancasila is political justice and economic justice. Equally the same is based on the constitution and the same sense in the economic field. The meaning of social justice is built on the basis of kinship and mutual cooperation and all for all. The method used in this study uses qualitative methods through the study of documents, interviews and observations. In this study it was found that GKI Peterongan aspires to realize social justice for all people but has not been reflected and implemented in existing programs. In reality the implementation of the GKI Peterongan mission has not yet led to the realization of social justice for all Indonesian people. The mission of the GKI Peterongan is still exclusive and qualitative and has not given much thought to the community outside the church. Abstrak Artikel ini bertujuan melihat misi Gereja Kristen Indonesia Peterongan (GKI Peterongan) dalam perspektif Sila Kelima Pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan Sosial dalam perspektif Sila Kelima Pancasila adalah keadilan politik dan keadilan ekonomi. Sama ?? sama rata sama rasa berdasarkan konstitusi dan sama rata ?? sama rasa dalam lapangan ekonomi. Artinya keadilan sosial yang dibangun atas dasar kekeluargaan dan gotong royong serta semua untuk semua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi dokumen, wawancara dan observasi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa GKI Peterongan bercita ?? cita mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat namun belum tercermin dan terimplementasi dalam program ?? program. Kenyataannya pelaksanaan misi GKI Peterongan belum mengarah pada perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Misi GKI Peterongan masih bersifat ekslusif dan karitatif serta belum banyak memikirkan masyarakat di luar gereja

    Teori Psikologi Perkembangan Erik H. Erikson dan Manfaatnya Bagi Tugas Pendidikan Kristen Dewasa Ini

    Get PDF
    Perilaku seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh dorongan dari dalam dirinya Perkembangan tersebut ditentukan juga oleh kompleksitas faktor eksternal. Interaksi dengan orang-orang atau kelompok disekitarnya merupakan salah satu faktor ekternal? yang mempengaruhi proses pembentukan perilaku. Interaksi tersebut bahkan menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia mengingat bahwa seseorang tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain (Maslow). John Bowlby juga menjelaskan kebergantungan terhadap orang lain sudah dirasakan seseorang sejak masih bayi sebagai perilaku penyesuaian sosial paling awal melalui? kelekatannya dengan orangtua. Penyesuaian sosial akan terus berlangsung hingga usia dewasa yang terbentuk melalui proses belajar dari sesamanya (Albert Bandura)

    An Understanding the Pauline Christology Significance of Firstborn (Prototokos) In The Light of Paschal Theology: Critical Evaluation on Colossian 1: 15-20

    No full text
    Paul was claimed as the most controversial person in his theology. Many scholars said that he was influenced by Hellenistic Judaism in his theology; while others claimed it was affected by Jewish thinking. The concept of prototokos (firstborn) was stated being influenced by Hellenistic Judaism and did not imply the rest of New Testament Theology. Some said that firstborn in Colossian 1: 1520 was a hymn in praise of Christ, while others would say that firstborn in the Hymn Christology is congenial, but not identical with Pauls theology. This research aimed to show the concept of firstborn as the main window showed Pauline Christology significance in the light of Paschal theology. The methods used in this research were descriptive and biblical text analysis. The conclusion of this research is that the death of Christ is the main point to see how firstborn of all creation not counted as ontological in meaning, but it has the power to show the readers about Pauline Christology. The firstborn of all creation is seen in the context of redemptive history and bring the audience to see how powerful the title to see Pauline Christology

    Yesus Kristus Juru Ruwat Manusia: Sebuah Pendekatan Semiotika dalam Gereja Kristen Jawa

    Get PDF
    Ruwatan is a form of ceremony in Javanese society that aims to free man from bad luck or the calamity that would befall him. The term "ruwatan" also appears in the discourse of church life amid the Javanese Christian Church (GKJ) as it is written in the Javanese Bible, the Christian Song of Song (the official book song of worship) and the liturgy. This article aimed to find the understanding of the citizens of the Javanese church about ruwatan and develop it in the concept of thinking and devoting of the people church about Jesus Christ is the Man of Ruwat. The method used is a descriptive sociology of religion and culture. In conclusion, the church is expected to acknowledge, accept and respect the existence of Javanese ruwatan, to keep the existence of ruwatan as part and identity of Javanese society activity including church service.AbstrakRuwatan merupakan suatu bentuk upacara di masyarakat Jawa yang bertujuan untuk membebaskan manusia dari nasib buruk maupun malapetaka yang akan menimpa dirinya. Istilah ruwatan juga muncul dalam wacana kehidupan bergereja di kalangan Gereja Kristen Jawa (GKJ) sebagaimana tersurat pada Alkitab berbahasa Jawa, Kidung Pasamuwan Kristen (buku nyanyian resmi ibadah) dan liturgi. Artikel ini bertujuan untuk menemukan pemahaman warga gereja tentang ruwatan serta mengembangkannya dalam konsep berpikir dan beriman warga gereja tentang Yesus Kristus adalah Juru Ruwat manusia. Metode yang digunakan adalah deskriptif sosiologi religi dan budaya. Kesimpulannya, gereja bersikap mau mengakui, menerima dan menghormati keberadaan ruwatan Jawa, ikut menjaga keberadaan ruwatan sebagai bagian dari aktivitas dan identitas masyarakat Jawa termasuk dalam pelayanan gereja

    Membentuk Karakter Kristen Pada Anak Keluarga Kristen

    Get PDF
    Membentuk karakter kristen pada anak? keluarga kristen kedengarannya tidaklah luar biasa karena tidak mungkin orang tua kristen akan membentuk karakter yang tidak sesuai dengan identitas orang tua. Karakter berguna dalam segala aspek kehidupan karena? menjadikan orang berintegritas, berpengaruh dan menjadi saksi Kristus yang efektif. Namun kenyataannya begitu banyak anak-anak kristen yang memiliki karakter tidak baik, banyak orang kristen yang di penjara, bahkan anak pendeta yang menjadi batu sandungan dimana-mana

    Analisis Kisah Para Rasul 15 Tentang Konflik Paulus dan Barnabas serta Kaitannya dengan Perpecahan Gereja

    Get PDF
    AbstractThe separation of Paul and Barnabas in Acts 15 is often used as a ground of foundation for the occurrence of separation or precisely, division, in the church and ministry. This article attempts to review the root causes of the conflict between Paul and Barnabas as a reflection for the church in dealing with and managing conflict. The separation of Paul and Barnabas as a biblical foundation for supporting church division/service for the noble purpose of evangelism is not right and out of biblical paradigm. The ongoing conflict between Paul and Barnabas was not a conflict that gave rise to hostility, rivalry or an attitude of attack as the phenomenon commonly encountered in church or ministry. The separation of Paul and Barnabas is a strategic decision that results in expanding the range of the spread of the gospel of Christ.AbstrakPerpisahan Paulus dan Barnabas di dalam Kisah Para Rasul 15 sering menjadi alasan bagi terjadinya permisahan, atau tepatnya perpecahan, di dalam gereja dan pelayanan. Artikel ini mengulas akar masalah konflik Paulus dan Barnabas sebagai refleksi bagi gereja dalam menghadapi dan mengelola konflik yang mengarah pada perpecahan. Menggunakan perpisahan Paulus dan Barnabas sebagai patron alkitabiah untuk mendukung perpecahan gereja atau pelayanan dengan alasan demi pekabaran Injil, rasanya kuranglah tepat. Konflik yang berlangsung antara Paulus dan Barnabas bukanlah konflik yang melahirkan sikap permusuhan, persaingan atau sikap saling serang sebagaimana fenomena yang umum ditemui di dalam perpecahan gereja/pelayanan. Perpisahan Paulus dan Barnabas adalah sebuah keputusan strategis yang menghasilkan perluasan jangkauan penyebaran Injil Kristus

    Keunikan Kekristenan Berakar di Dalam Kesatuannya Dengan Kristus

    Get PDF
    Keunikan tidak berarti menunjuk kepada sesuatu yang aneh (eksentrik). Keunikan kekristenan menunjuk kepada pengajaran finalitas bahwa kekristenan adalah sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dengan agama lain. Keunikan dari kekristenan bukan dilihat dari kitabnya, cara ibadah dan penampilan artifisialnya melainkan karena agama ini sebagai hasil dari Wahyu Khusus Allah. Kekristenan bukan berakar dari hasil budaya manusia melainkan berakar di dalam Yesus Kristus, yang adalah Tuhan, yang telah mengalami kesatuan dengan umat-Nya. Konsep keunikan kekristenan ini sangat penting diketahui oleh seluruh orang percaya agar tidak salah mengenal dirinya dalam masyarakat yang majemuk saat ini dan juga tidak menyalahgunakan pengertian keunikan ini

    Presuposisi Kitab Kisah Para Rasul dalam Rancang Bangun Teologi Pentakosta

    Get PDF
    The construction of the theology of Pentecost is very important in modern Pentecostalism movement, in order, at least, could reflecting this movement as a continuity of the prior one and giving responsible of a biblical foundation. This article purposed to show a logical foundation for using The Book of The Acts as biblically based on Pentecostalism movement. The author used a method of analyzing of the historical and philosophical essence of The Acts itself. And the conclusion is, that The Book of Acts has a theological presupposition, so that could be mostly used as a base for the theology of Pentecost. Abstrak Rancang bangun teologi Pentakosta merupakan hal yang sangat penting dalam gerakan Pentakostalisme modern, agar, setidaknya, dapat merefleksikan kegerakan ini sebagai sebuah kontinuitas dari yang telah ada jauh sebelumnya dan memiliki landasan biblikal yang dapat dipertanggungjawabkan. Artikel ini https://publisher.yayasanyutapendidikancerdas.com/ bertujuan untuk menunjukkan landasan yang logis penggunaan Kisah Para Rasul sebagai dasar kegerakan Pentakostalisme. Penulis menggunakan metode analisis historis-filosofis tentang esensi kitab Kisah Para Rasul itu sendiri. Kesimpulan yang didapatkan adalah, bahwa kitab Kisah Para Rasul memiliki presuposisi teologis, sehingga sangat fondasional jika menggunakannya sebagai dasar teologi Pentakosta.

    319

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇