Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
Persoalan Corpus Delicti dalam Teologi Kristen tentang Persidangan Ilahi
This study aims to examine and examine the concept of the divine trial regarding every human act at the end of time by using the Corpus Delicti perspective that was initiated by Erastus Sabdono regarding the fall of Lucifer. Corpus Delicti is a principle that emphasizes that a person cannot be punished unless proven guilty. It is concluded that in the concept of Christian theology, all people will actually stand before God, the Judge and all their deeds in the world are evidence for God to give rewards. The Corpus Delicti conception cannot be fully applied in Christian theology except definitively about its meaning. Because this term only and always refers to evil, whereas in Christian theology, divine commerce also includes good works. The analysis was carried out using the technique of fits biblical expectations, which is based on commentaries, conceptions, and views of theologians in books and journal papers.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menelaah dan meneliti konsepsi persidangan ilahi menyangkut setiap perbuatan manusia di akhir zaman dengan mengguna-kan cara pandang Corpus Delicti yang digagas oleh Erastus Sabdono mengenai kejatuhan Lucifer. Corpus Delicti adalah prinsip yang menekankan bahwa sese-orang tidak dapat dihukum kecuali dibuktikan bersalah. Disimpulkan bahwa di dalam konsep teologi Kristen, semua orang justru akan berdiri di hadapan Tuhan, Sang Hakim, dan semua perbuatannya di dunia adalah alat bukti bagi Tuhan untuk memberikan ganjaran. Konsepsi Corpus Delicti tidak dapat dipa-kai sepenuhnya di dalam teologi Kristen kecuali secara definitif tentang penger-tiannya. Sebab, istilah ini hanya dan selalu merujuk pada kejahatan sedangkan di dalam teologi Kristen, persidagangan ilahi juga mencakup perbuatan baik. Analisis dilakukan dengan teknik fits biblical expectations yang berpijak pada commentary, konsepsi dan padangan teolog di dalam buku dan paper jurnal
Pengembangan Website ??SSayang Anak Indonesia? Gabungan Gereja Baptis Indonesia
Children??"s character education becomes the most important part of the Indonesian education system. The church as part of the community has a moral responsibility to take part in it. Union of Indonesian Baptist Churches (UIBC/GGBI) launched Sayang Anak Indonesia (SAIN) movement and start the socialization 2017 to all church member bodies. This movement is a biblical based holistic children??"s character education to children aged 0-15year old which promotes the local cultural wisdom the cultivate nationalism. The method used in this research is research and development. The subjects were pastors, parents, mentors, and children. The data analysis technique used is descriptive qualitative. The results obtained in this study are (1) the implementation of SAIN movement in the regions has not fully met expectations due to the lack of information and communication between mentor and the national team; (2) mentor needs a practical manual to implement SAIN movement; (3) the result of this research is developing SAIN website as the communication, information and curriculum discussion media for a mentor.
Abstrak
Pendidikan karakter anak menjadi perhatian penting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Gereja sebagai bagian komunitas masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berperan serta. Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) meluncurkan gerakan Sayang Anak Indonesia (SAIN) yang mulai disosialisasikan pada tahun 2017 kepada gereja-gereja anggota. Gerakan ini adalah pola pendidikan karakter kristiani kepada anak usia 0-15 tahun secara holistik dengan menggunakam kearifan budaya lokal sebagai bagian penanaman rasa kebangsaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Subyek dalam penelitian ini adalah pendeta, orang tua, pamong, dan anak. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah (1) pelaksanaan kegiatan gerakan Sayang Anak Indonesia di daerah belum sepenuhnya memenuhi harapan karena kurangnya informasi dan komunikasi antar pamong maupun dengan tim nasional sebagai penggerak; (2) perlunya panduan praktis pelaksanaan kegiatan gerakan Sayang Anak Indonesia; (3) penelitian menghasilkan pengembangan website Sayang Anak Indonesia sebagai media komunikasi dan informasi serta diskusi kurikulum bagi para pamong
Perempuan dan Kepemimpinan Gereja: Suatu Dialog Perspektif Hermeneutika Feminis
The feminist movement became a movement that moved and challenged the church from the comfort of male domination. The role of women is increasingly strengthened and developed in various aspects of life, including aspects of church leadership. This resulted in debates among male-dominated church leaders; whether women\u27s leadership roles can be accepted or rejected. This article is presented to add to the theological study of women and their leadership in the church through the perspective of feminist hermeneutics while upholding respect and authority for the Bible. The method used is grammar-accommodative, which is a combination of grammatical understanding of the text and translatively translated. Finally, the involvement of women in the formation of Christian social ethics in the future will broaden the horizon of understanding the interaction of women and men in social structures and ecclesiastics.
Abstrak
Gerakan feminis menjadi sebuah gerakan yang menggugah dan meng-gugat gereja dari kenyamanannya dominasi laki-laki. Peranan perempuan semakin diperkuat dan dikembangkan di pelbagai aspek kehidupan, termasuk aspek kepemimpinan gereja. Hal ini ini berdampak perdebatan di kalangan pimpinan gereja yang didominasi laki-laki; apakah peranan kepemimpinan perempuan bisa diterima atau ditolak. Artikel ini disajikan untuk menambah kajian teologis mengenai perempuan dan kepemimpinannya di gereja melalui perspektif hermeneutika feminis, dengan tetap menjunjung tinggi penghargaan dan otoritas terhadap Alkitab. Metode yang digunakan adalah grammar-akomodatif, yang merupakan perpaduan pengertian teks secara gramatikal dan diterjemahkan secara akomo-datif. Akhirnya, keterlibatan perempuan ke dalam pembentukan etika sosial Kristen di masa depan akan memperluas cakrawala pemahaman tentang interaksi perempuan dan laki-laki dalam struktur sosial dan kegerejawian
Allah yang Kreatif dan Dinamis dalam Ayub 42:7-17: Sebuah Perlawanan terhadap Teologi Retribusi
Theology often places the discourse on suffering in the concept of retribution, in the sense that suffering can occur because humans oppose God. Therefore, the way of deliverance or solution to suffering is through repentance, steadfastness, and persistence in suffering. This theological model of retribution is very contradictory to the message conveyed in the book of Job. By using the method of narrative interpretation, which tries to divide Job\u27s story into several episodes and draws a "bridge" as a link between these various episodes, this paper intends to describe how God restored Job from all the suffering he had experienced. The conclusion of this research states that the God who is represented in the story of Job is a creative and dynamic God, and this would like to oppose the image of God in the view of retribution - orthodox, who will act based on human actions. The creative and dynamic image of God wants to open the eyes of everyone to believe that God is always involved in human life, not based on what humans do but based on God\u27s free and independent will.
Abstrak
Teologi seringkali menempatkan diskursus tentang penderitaan dalam konsep retribusi, dalam pengertian penderitaan bisa terjadi karena manusia melawan Allah. Karena itu jalan kelepasan atau penyelesaian terhadap penderi-taan adalah melalui pertobatan, ketabahan dan kesebaran dalam penderitaan. Model teologi retribusi ini sangat berlawanan dengan berita yang disampaikan dalam kitab Ayub. Dengan menggunakan metode tafsir narasi, yang mencoba membagi kisah Ayub dalam beberap episode dan menarik ???benang merah??" sebagai penghubung dari berbagai episode tersebut, tulisan ini hendak meng-gambarkan bagaimana Allah memulihkan Ayub dari segala penderitaan yang telah dialami. Akhir dari penelitian ini menyatakan bahwa Allah yang diha-dirkan dalam kisah Ayub adalah Allah yang kreatif dan dinamis, dan hal ini hendak menentang gambaran tentang Allah dalam pandangan retribusi-ortho-dox, yang akan bertindak berdasarkan tindakan-tindakan manusia. Gambaran Allah yang kreatif dan dinamis hendak membuka mata setiap orang percaya bahwa Allah senantiasa terlibat dalam kehidupan manusia, bukan didasarkan apa yang dilakukan oleh manusia melainkan berdasarkan kehendak Allah yang bebas dan tidak terikat
Tuhan Ada di Mana-mana: Mencari Makna bagi Korban Bencana di Indonesia
The phenomenon of natural disasters has been felt in recent years and has become a global concern. This concern occurs because, the intensity of natural disasters that are increasingly frequent in various parts of the world lately, taking many victims both human, property, and other lives. Religions (including the church), however, have an essential calling and responsibility in dealing with the problem of the victims of the disaster. However, today\u27s reality shows that religions (as well as internal church) are still involved and struggling in classical debates about teachings (dogma) about who God is: about his name, which God or religion is true, or what God teaches in which religion or church which is considered correct.
Abstrak
Fenomena bencana alam sangat terasa dalam beberapa tahun terakhir sampai-sampai menjadi perhatian dunia. Hal ini terjadi karena, intensitas benca-na alam yang semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia akhir-akhir ini, bahkan mengakibatkan banyak korban yang berja-tuhan, selain kehilangan harta benda. Melihat fenomena ini gereja memiliki panggilan dan tanggung jawab yang hakiki dalam dalam menangani korban bencana tersebut. Namun, realitas yang terjadi adalah Agama-agama lain bahkan gereja masih saja terlibat dalam berbagai perdebatan mengenai siapa Tuhan itu, mengenai nama-Nya, Agama mana yang benar, ataupun ajaran Tuhan dari agama atau gereja mana yang dianggap benar
Reinterpretasi Mazmur 23 sebagai Teks Quantum Affirmasi Healing
This article aims to reinterpret the text of Psalm 23 through the lens of the human energy center (chakra) healing therapy. The text of Psalm 23 is studied using the text analysis method. The findings are formulated using the lens of the quantum affirmation theory. The results showed that the text of Psalms 23 is a prayer Psalms that become affirmative sentences, which are able to renew the negative energy in the human chakra and restore the normal colors of the body chakra aura so that humans can think, work optimally and achieve life success. Psalm 23 as a quantum affirmation of David in achieving success can be used as a form of therapy to cleanse the aura of everyone, especially for church leaders to always emit a positive aura and reach a successful ministry.
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mereinterpretasi teks Mazmur 23 dalam lensa terapi penyembuhan pusat energi (cakra) manusia. Teks Mazmur 23 dikaji menggunakan metode analisis teks. Temuan dirumuskan dengan menggunakan lensa teori Quantum affirmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Maz-mur 23 merupakan Mazmur doa yang menjadi kalimat-kalimat afirmasi, yang mampu membaharui energi negatif dalam cakra manusia dan memulihkan war-na normal aura cakra tubuh, sehingga manusia dapat berpikir, berkarya dengan maksimal dan mencapai kesuksesan hidup. Mazmur 23 sebagai quantum affir-masi Daud dalam meraih sukses dapat digunakan sebagai bentuk terapi mem-bersihkan aura setiap orang khususnya bagi pemimpin gereja agar selalu memancarkan aura positif dan menggapai pelayanan yang sukse
Upaya Mereduksi Masalah Psikologis dan Akademis Korban Bullying melalui Implementasi Hidden Curriculum Gambar Diri Allah
One of the centers in developing Indonesia\u27s human resources is teenagers in junior high school. Adolescents who are used as the center of human resource development are constrained by bullying, as one example of the bullying cases experienced by students of SMP Persada Bekasi, West Java, which is in the quite high category, namely 79.6%. In this study, the research instrument was used to test and non-test instruments. Non-test instruments with observation, interview, and document techniques. As a result, adolescents who are victims of bullying will experience psychological and academic problems. The psychological impact is a decrease in social competence, an attitude of preferring to be alone or to withdraw from social relationships, feelings of sadness, an attitude of condemning their birth, and a desire to end their life. The impact of academics is feeling less comfortable studying and decreasing academic achievement. Victims of bullying and cyberbullying can be overcome by learning the hidden curriculum image of God.
Abstrak
Salah satu sentral dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia adalah remaja yang saat ini duduk di bangku SMP. Remaja yang dijadikan sentral pembangunan sumber daya manusia mendapat kendala oleh karena adanya perilaku bullying. Sebagai salah satu contoh kasus bullying yang dialami oleh siswa SMP Persada Bekasi, Jawa Barat yang tergolong dalam kategori cukup tinggi yakni 79,6%. Dalam penelitian ini, Instrumen penelitian menggunakan instrumen tes dan non tes. Instrumen non tes dengan teknik observasi, wawancara dan dokumen. Hasilnya, remaja yang menjadi korban bullying akan mengalami masalah psikologis dan akademis. Dampak psikologis adalah berkurangnya kompetensi sosial, sikap lebih memilih menyendiri atau menarik diri dari hubungan sosialnya, perasaan sedih, sikap mengutuk kelahirannya, dan keinginan mengakhiri hidupnya. Dampak akademis merasakan kurang nyamannya belajar dan menurunnya prestasi akademik. Korban bullying dan cyberbullying dapat ditanggulangi melalui pembelajaran hidden curriculum gambar diri Allah
Kawruh Pamomong: Pendidikan Karakter Kristiani Berbasis Kearifan Lokal
This article reviews character education that uses local wisdom as a bridge. Through a qualitative approach with a descriptive method, Kawruh Pamomong is peeled to find concepts, which are then analyzed and presented descriptively, thus forming a conceptual framework as forming Christian characters that remain wise with Javanese culture. The results were found that the values of pinter, wasis, sregep, asih, and ngraosaken raosipun tiyang sanes have compatibility with the character of a Christian. Kawruh Pamomong can be a stimulant in developing Christian character education based on local wisdom.
Abstrak
Artikel ini mengulas tentang pendidikan karakter yang memakai kearifan lokal sebagai jembatannya. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, Kawruh Pamomong dikupas untuk menemukan konsep, yang kemudian dilakukan analisis dan disajikan secara deskriptif, sehingga mem-bentuk kerangka konseptual sebagai pembentuk karakter Kristen yang tetap arif dengan budaya Jawa. Hasilnya didapati bahwa nilai??nilai pinter, wasis, sregep, asih, dan ngraosaken raosipun tiyang sanes mempunyai kesesuaian dengan karakter seorang Kristen. Kawruh Pamomong dapat menjadi sebuah stimulan dalam mengembangkan pendidikan karakter Kristen yang berbasis pada kearifan lokal
Keluarga dan Pendidikan Karakter: Menggali Implikasi Nilai-nilai Hausetafel dalam Efesus 6:1-9
The moral crisis in Christian families due to globalization has resulted in the loss of the function of the Christian family in society. This results in the shift in family values to be replaced by individualist, consumerist, and hedonistic values. This article describes the concept of family (hausetafel) in the letters of Ephesians and Colossians. The author uses a historical socio interpretation, to search for and find the meaning of the two epistles. The results of the interpretation show that the two epistles are very rich related to family and moral values (character). The meaning cannot be separated from its socio-historical and cultural context. Some of the values contained include the revelation of Christ in and through the family, love as the basis for binding family members, the family as a basis for character education, equality relations. The family image becomes a model for church life.
Abstrak
Krisis moral yang terjadi di tengah keluarga Kristen akibat globalisasi, mengakibatkan hilangnya fungsi keluarga Kristen di tengah masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan bergesernya nilai-nilai keluarga digantikan dengan nilai-nilai individualis, konsumerisme, hedonistik. Artikel ini memuat tentang konsep keluarga (hausetafel) dalam surat Efesus 6:1-9. Penulis menggunakan penafsiran sosio historis, untuk mencari dan menemukan makna atau nilai kekeluargaan menurut pemikiran Paulus. Hasil penafsiran menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai keluarga tidak lepas dari konteks sosio-historis dan kulturalnya yang yang didominasi oleh pola-pola relasi kekuasaan yakni patron-klien yang ber-dampak pada kehidupan persekutuan umat. Sehingga perlu adanya penguatan moral dan karakter yang berdasar pada nilai-nilai kekeluargaan. Beberapa nilai haustafel yang menonjol dalam perikop ini yakni nilai kebenaran, kasih dan ketaatan, penghormatan, nilai persaudaraan, bersikap adil dan hidup setara yang selanjutnya menjadi model bagi kehidupan gereja maupun kekristenan
Nalar dan Iman dalam Kehidupan Beragama: Dikotomi atau Harmoni
Reason is the nature of human beings and those who are religious also have faith. Therefore, believers have two fundamental basics in their life: reason and faith. In the reality, some people believe that reason and faith are two separate contradictory entities that form dichotomy or dualism. This article discusses the existence of reason in human being and its relationship with faith in religious people in accordance with the ancient and modern writings. The method used in this research is source methodology which is combined with a literature study to achieve the purpose of the research which is to show how reason deepens and enlightens the faith. The result of this research shows that reason and faith are harmonious and supportive of each other in the practice of religious life; they do not create dichotomy or dualism but harmony.
Abstrak
Nalar adalah salah satu kodrat manusia dan mereka yang beragama juga memiliki iman. Oleh sebab itu umat beriman memiliki dua hal mendasar di dalam dirinya, yaitu nalar dan iman. Dalam kenyataan tidak jarang dalam kehidupan beragama seakan memiliki dualisme antara nalar dan iman, seakan yang satu mengganggu yang lain, dan menjadikan keduanya dikotomi atau dualisme. Tulisan ini akan membahas keberadaan nalar di dalam manusia dan kemudian nalar dan iman di dalam diri umat beragama yang didasarkan pada tulisan penulis kuno dan modern. Untuk penelitian seperti ini metode yang paling baik diaplikasikan adalah metodologi sumber yang dikombinasikan dengan pustaka untuk mencapai tujuan penelitian yaitu penentuan sikap dalam kehidupan beragama melalui nalar yang memberikan pendalaman dan pencerahan pada iman. Penelitian ini akan menyimpulkan keharmonisan dan saling mendukung antara nalar dan iman di dalam hidup beragama, bukan suatu dikotomi atau dualism