Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
Not a member yet
    387 research outputs found

    Manajemen pastoral yang inovatif berbasis kecerdasan kultural

    Get PDF
    Globalization in this communication and information technology era has brought many challenges and new needs, including in the field of church pastoral care. Church leaders must deal with a congregation that is highly diverse and comes from various cultural backgrounds. This means that models of service and pastoral care must be designed so that the proclamation of the Good News can effectively reach the people of God. In the past decade, one attribute variable that has been proven effective as a medium for enhancing service performance is cultural intelligence. This study aims to examine the contribution of cultural intelligence to pastoral management in the context of a multicultural world. The method used is a systematic literature review of various literature on cultural intelligence. The results of the study show that cultural intelligence has a significant contribution to pastoral care. Innovative and practical pastoral design should consider the multicultural aspects of the people of God by utilizing specific theological models/paradigms. Effective pastoral strategies include management, organization, and delivery strategies. AbstrakGlobalisasi di era teknologi komunikasi dan informasi abad ini telah membawa banyak tantangan dan kebutuhan baru termasuk dalam bidang pastoral atau penggembalaan gereja. Para pemimpin jemaat harus berurusan dengan umat yang sudah sangat terbuka dan berasal dari berbagai latar belakang budaya. Ini berarti model pelayanan dan penggembalaan harus dirancang sedemikian rupa sehingga pewartaan Kabar Baik dapat menjangkau umat Allah secara efektif. Dalam satu dasawarsa terakhir, salah satu variabel atribut yang terbukti efektif dalam sebagai medium untuk meningkatkan kinerja layanan adalah kecerdasan kultural. Penelitan ini bertujuan untuk mengkaji sumbangan kecerdasan kultural terhadap manajemen pastoral dalam konteks dunia yang multikultur. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematik terhadap berbagai literatur tentang kecerdasan kultural. Hasil kajian memperlihatkan bahwa kecerdasan kultural memiliki kontribusi yang penting bagi pelayanan pastoral. Desain pastoral yang inovatif dan berdaya guna hendaknya mempertimbangkan aspek-aspek umat Allah yang multikultur dengan memanfaatkan model/paradigma teologis tertentu. Strategi pastoral yang efektif mencakup strategi pengelolaan, pengorganisasian dan penyampaian

    Digital-based family pastoral: Sebuah tawaran model pastoral dalam merespons fenomena pemurtadan di era disrupsi digital

    No full text
    The phenomenon of apostasy in the digital disruption era presents unprecedented challenges for pastoral ministry, particularly within family contexts. This research proposes a digital-based family pastoral model as an innovative response to contemporary apostasy phenomena. Through qualitative theological research methodology, this study examines the intersection between digital technology and pastoral care in strengthening family faith resilience. The proposed model integrates traditional pastoral principles with digital platforms, creating accessible and relevant ministry approaches. Key findings suggest that digital-based family pastoral care can effectively address apostasy risks through enhanced communication, continuous spiritual guidance, and community building. This model offers theological institutions and churches a practical framework for implementing technology-enhanced pastoral care. The research contributes to contemporary pastoral theology by demonstrating how digital tools can revitalize traditional ministry practices while maintaining theological integrity and effectiveness in addressing modern faith challenges.   Abstrak Fenomena pemurtadan di era disrupsi digital menghadirkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi pelayanan pastoral, khususnya dalam konteks keluarga. Penelitian ini mengusulkan model pastoral keluarga berbasis digital sebagai respons inovatif terhadap fenomena pemurtadan kontemporer. Melalui metodologi penelitian teologis kualitatif, studi ini mengkaji persinggungan antara teknologi digital dan perawatan pastoral dalam memperkuat ketahanan iman keluarga. Model yang diusulkan mengintegrasikan prinsip-prinsip pastoral tradisional dengan platform digital, menciptakan pendekatan pelayanan yang aksesibel dan relevan. Temuan utama menunjukkan bahwa pastoral keluarga berbasis digital dapat secara efektif mengatasi risiko pemurtadan melalui peningkatan komunikasi, bimbingan spiritual berkelanjutan, dan pembangunan komunitas. Model ini menawarkan kerangka praktis bagi institusi teologis dan gereja untuk mengimplementasikan perawatan pastoral yang ditingkatkan teknologi. Penelitian ini berkontribusi pada teologi pastoral kontemporer dengan mendemonstrasikan bagaimana alat digital dapat merevitalisasi praktik pelayanan tradisional sambil mempertahankan integritas dan efektivitas teologis dalam mengatasi tantangan iman modern

    Theology of Christian education on leading toward spiritual transformation in the frame of religious moderation in digital society context

    Get PDF
    Christian education is being challenged by the transformation of culture in a digital society and some problems that still occur due to religious diversity in Indonesia, such as intolerance, discrimination, and radicalism. Religious moderation is one of the priority programs of The Ministry of Religion Republic of Indonesia to achieve harmony and peace in society. Therefore, this research aims to explore the Theological study of Christian education in leading toward spiritual transformation based on religious moderation in a digital society. Using a qualitative research methodology with a Library-research approach, this study explored studies and literature reviews on the Theology of Christian education, spiritual transformation, and religious moderation. Based on the results of the data analysis in the literature review, This research formulates spiritual transformation in the frame of Religious moderation, such as transforming into a righteous life, loving life, and good citizenship

    The impact of identity politics on democracy and religious system in Indonesia

    Get PDF
    Political identity in Indonesia has become an increasingly important issue in recent years. Ethnic, religious, and regional identities are often important factors in influencing people\u27s political preferences. However, the impact of this political identity on Indonesia\u27s democratic and religious system is debatable. The impact of political identity in Indonesia\u27s democratic and religious system remains a complex and ever-changing issue. While some negative effects need to be addressed, political identity can also strengthen society and political participation. Therefore, continuous efforts are required to enhance the democratic and religious system in Indonesia and overcome conflicts arising from political identity.  The purpose of this study is to clarify and analyze the impact of political identity on the democratic and religious system in Indonesia. This study aims to provide a better understanding of issues related to political identity and how these issues affect the political system and Indonesian society as a whole. Thus, this research is expected to contribute to the development of thoughts and policies related to the democratic and religious system in Indonesia

    Spiritualitas dan musikalitas Daud sebagai model musikus gerejawi: Membangun kemampuan membaca notasi dan karakter mahasiswa Pendidikan Musik Gereja, IAKN Tarutung

    Get PDF
    Artikel ini merupakan sebuah kajian terkait hasil observasi yang memperlihatkan kekurangmampuan mahasiswa Pendidikan Musik Gereja dalam membaca notasi musik yang dipengaruhi oleh karakter belajarnya. Kemampuan membaca notasi memang tidak dipengaruhi secara langsung oleh kerohanian seseorang, namun tingkat kedewasaan dan kematangan spiritual akan membentuk nilai-nilai positif dan konstruktif yang berimplikasi pada kemauan meningkatkan kualitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan sebuah model musikus gerejawi melalui refleksi teologis dari kehidupan Daud. Dengan menggunakan metode analisis-deskriptif interpretatif, maka diperoleh korelasi antara spiritualitas dan musikalitas Daud. Kemampuan bermusik Daud yang mampu menghasilkan mazmur dan nyanyian pengagungan bagi Allah sekaligus memperlihatkan karakter yang dipengaruhi oleh spiritualitasnyaÂ

    Spiritualitas inkarnatif sebagai fondasi pendidikan kristiani yang inklusif

    Get PDF
    Inclusive education is proclaimed as an innovative solution to expanding access to education for children with special needs or persons with disabilities. Christian education also has the same responsibility to fulfill the needs of persons with disabilities, especially in spirituality, but this has not been consistently actualized. This study aims to explain the narrative of the incarnation of Jesus as spirituality to build inclusive Christian education. The method used is descriptive qualitative. The findings obtained from this research are that there are spiritual values in the narrative of the incarnation of the Lord Jesus, which can become the foundation for implementing inclusive Christian education. This foundation is needed as God\u27s way of embracing the integrity of creation without distinction through His incarnation. AbstrakPendidikan inklusi dicanangkan sebagai solusi inovatif perluasan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.  Pendidikan Kristiani juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas terutama pada aspek spiritualitas, namun saat ini hal tersebut belum teraktualisasikan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang narasi inkarnasi Yesus sebagai spiritualitas untuk membangun pendidikan Kristiani yang inklusif. Metode yang dipergunakan adalah kualitatif deskriptif. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat nilai-nilai spiritual dalam narasi inkarnasi Tuhan Yesus yang dapat menjadi fondasi dalam penyelenggaraan pendidikan Kristiani yang bersifat inklusif. Fondasi tersebut dibutuhkan, sebagaimana cara Allah merengkuh keutuhan ciptaan tanpa pembedaan melalui inkarnasi-Ny

    Spiritualitas Misi Ingwer Ludwig Nommensen: Sebuah Refleksi Perkembangan Misi di HKBP Dame Saitnihuta, Tapanuli Utara

    No full text
     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik misi Ingwer Ludwig Nommensen meliputi bidang penginjilan, kesehatan dan pendidikan serta pelaksanaannya di HKBP Dame Saitnihuta, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Jumlah jemaat di gereja HKBP Dame Saitnihuta sebanyak 81 kepala keluarga dan jumlah keseluruhan jemaat sebanyak 218 orang. Data dasar diperoleh dari Pimpinan Jemaat (full timer), Guru Jemaat, Penatua dan seluruh jemaat HKBP Dame Saitnihuta Penelitian ini menggunakan metode Snowball (pemilihan) untuk menjadi informan dalam penelitian ini. Hasil analisis data dan dokumen observasi HKBP Dame Saitnihuta yang dulu ditetapkan oleh Nommensen mengalami sedikit pergeseran. HKBP Dame Saitnihuta masih tetap menjalankan misi Nommensen. Namun sedikit berbeda dengan misi Nommensen pada masa awal. Program-program ataupun kegiatan yang dilakukan oleh Nommensen sedikit dimodifikasi oleh HKBP Dame Saitnihuta pada masa sekarang ini. Nommensen yang dahulunya hanya melakukan penginjilan di tanah Batak, maka HKBP sekarang ini melakukan penginjilan kepada orang-orang yang belum mengenal kekristenan. Beberapa hal yang telah Nommensen ajarkan, pada masa awal penginjilan yang dilakukannya tetap berjalan dan menjadi tolak ukur bagi HKBP Dame Saitnihuta untuk semakin mengembangkan jenis pelayanannya. Dengan ajaran Nommensen HKBP tetap maju dan menjadi suatu gereja yang besar, yang tetap setia mengabarkan Injil keselamatan sampai ke ujung dunia.Â

    Penguatan karakter moderasi beragama melalui literasi keagamaan dalam pendidikan kristiani

    Get PDF
    Religious moderation is one of the themes that has been frequently researched in recent years. This topic is examined from various perspectives, including a Christian perspective. In the context of Christian education, studies on this topic generally focus on efforts to build a biblical foundation for moderate religious perspectives, attitudes, and practices. These studies are essential as a form of religious literacy. But so far, there has yet to be research on strengthening the character of religious moderation through the religious literacy movement in Christian education so that the values of religious moderation are internalized into the nature of students. This research aims to fill this gap. The method used is a descriptive qualitative method with a literature study approach. The results show that strengthening the character of religious moderation will be effective if religious literacy is carried out as a participatory movement through learning activities, developing school culture, extracurricular activities, and activities at home/church/community. The results of this study enrich the literature on moderation and religious literacy. They are helpful as an essential input for educators committed to forming the character of religious moderation in students. AbstrakModerasi beragama merupakan salah satu tema yang sering diteliti selama beberapa tahun terakhir ini. Topik ini dikaji dari berbagai cara pandang termasuk cara pandang kristiani. Dalam konteks pendidikan kristiani, studi tentang topik ini umumnya berfokus pada upaya membangun landasan biblis cara pandang, sikap dan praktik hidup beragama yang moderat. Berbagai kajian ini penting sebagai bentuk literasi agama. Namun sejauh ini, belum ada penelitian tentang model penguatan karakter moderasi beragama melalui gerakan literasi agama dalam pendidikan kristiani agar nilai-nilai moderasi beragama terinternalisasi menjadi karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengisi gap ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasilnya menunjukkan bahwa penguatan karakter moderasi beragama akan efektif jika literasi keagamaan dilakukan sebagai gerakan partisipatif melalui kegiatan pembelajaran, pengembangan budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan di rumah/gereja/masyarakat. Hasil penelitian ini memperkaya literatur moderasi dan literasi keagamaan serta berguna sebagai input yang penting bagi para pendidik yang berkomitmen untuk membentuk karakter moderasi beragama dalam diri peserta didik

    Dialektika kekristenan dengan ritus kematian Aluk Todolo: Sebuah kajian antropo-teologis dengan pendekatan model mutualitas Paul F. Knitter dan korelasi Paul Tillich

    Get PDF
    The existence of death rites in the Nosu area, Mamasa, is often stigmatized as pagan worship amidst Christianity because it is a tribal religious ritual, Alu\u27 Todolo, which, according to evangelists and local church institutions, is considered to be contrary to Christian teachings. There is no effort on the part of the church to dialogue and reconcile these rituals with Christian teachings. This research uses qualitative methods to search for the meaning or value of death rites using theological-anthropological studies, hoping that through this approach, the context can speak based on its own reality and perspective. These local policies will then be dialogued with understanding Christianity using Paul F. Knitter\u27s Mutuality and Paul Tillich\u27s Correlation models. It was found that death rites were a place of intense encounter and encounter between Christianity and Aluk Todolo in Mamasa. These encounters allow basic principles to be used as a common basis for interreligious dialogue. which can enrich the understanding of faith. AbstrakKeberadaan ritus kematian di wilayah Nosu, Mamasa, seringkali mendapat stigma penyembahan pagan di tengah Kekristenan karena merupakan ritual agama suku, Aluk Todolo, yang bagi penginjil dan juga pihak lembaga gereja setempat dinilai bertentangan dengan ajaran Kristen. Tidak ada upaya dari pihak gereja mendialogkan dan memperjumpakan ritual tersebut dengan ajaran Kristen. Riset ini menggunakan metode kualitatif untuk mencari makna atau value ritus kematian tersebut dengan kajian teologis-antropologis, dengan harapan melalui pendekatan tersebut maka konteks dapat berbicara berdasarkan realitas dan perspektifnya sendiri. Kebijakan lokal tersebut kemudian akan didialogkan dengan pemahaman Kekristenan dengan model Mutualitas Paul F. Knitter dan Korelasi Paul Tillich. Ditemukan bahwa ritus kematian merupakan tempat perjumpaan dan pertemuan secara intens antara agama Kristen dengan Aluk Todolo di Mamasa. Melalui perjumpaan tersebut maka ditemukan dasar-dasar yang dapat digunakan sebagai landasan bersama dalam dialog antaragama.  yang darinya dapat memperkaya pemahaman iman. Â

    Mencahayai the dark night of the soul dan signifikansi teologi estetika dalam ziarah pemulihan trauma

    Get PDF
    Traumatic experiences, either experienced personally or communally due to unforeseeable events, can lead to prolonged suffering. Therefore, resources for trauma healing are essential. Trauma healing may undergo a process called the dark night of the soul, a historical event with potentially painful and destructive processes, yet leading to liberation from the trauma\u27s grip. This paper aims to elaborate on the dark night of the soul based on the experiences of Teresa of Avila using an Aesthetic Theology perspective. I employ a qualitative research method utilizing literature reviews and interviews. The beginning of this article emphasizes trauma as a theological issue, indicating a need to provide answers that lead to hope. I also interpret trauma as a condition closely related to the concept of the dark night of the soul. The experiences of Teresa of Avila are discussed in detail. My findings are that the idea of the dark night of the soul, from an Aesthetic Theology perspective, can serve as a theological resource for the pilgrimage of trauma recovery. AbstrakPengalaman traumatik yang dialami secara personal maupun komunal oleh karena peristiwa yang tak tertanggungkan dapat membawa pada penderitaan yang berkepanjangan. Oleh karena itu, sumber-sumber pemulihan trauma dibutuhkan. Pemulihan trauma dapat melewati proses yang disebut dengan the dark night of the soul, yakni peristiwa historis dengan proses yang dapat saja menyakitkan dan menghancurkan namun membawa pada pembebasan dari keterikatan pada trauma tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi the dark night of the soul berdasarkan pengalaman Teresa dari Avila dengan menggunakan perspektif Teologi Estetika. Saya menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan dan wawancara. Bagian awal artikel ini menekankan trauma sebagai persoalan teologis sehingga ada kebutuhan untuk memberi jawaban yang menuntun pada pengharapan. Saya juga memaknai trauma sebagai kondisi yang dekat dengan konsep the dark night of the soul. Pengalaman Teresa dari Avila dibahas secara khusus. Temuan saya adalah konsep the dark night of the soul berdasarkan perspektif Teologi Estetika dapat menjadi sumber teologi bagi ziarah pemulihan trauma

    319

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kurios (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇