Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
3954 research outputs found
Sort by
Honour Atau Horor: Representasi Tubuh Perempuan Dalam Sinema Indonesia
Artikel ini mengkaji representasi tubuh perempuan dalam tiga sinema horor Indonesia karya Joko Anwar, yaitu Pengabdi Setan (2017), Perempuan Tanah Jahanam (2019), dan Ratu Ilmu Hitam (2019) yang menempatkan tubuh perempuan dalam dimensi honour (pesona) dan horor (teror). Dalam perspektif fenomenologi agama (Eliade, Otto), teori monstrous feminine (Creed), dan maternal horror (Winda), artikel ini mendeskripsikan bagaimana tubuh perempuan berperan sebagai hierofani yang memunculkan mysterium tremendum et fascinans, simbol pengorbanan, manifestasi kekuatan gaib, dan representasi ambivalensi dalam kosmologi Jawa. Kajian tekstual dan sinematografi mengungkapkan dialektika antara patriarki, trauma kolektif, dan resistensi. Relevansi kajian ini terletak pada kontribusinya pada studi gender dan kultur di Indonesia, di mana narasi horor dalam sinema Indonesia merefleksikan dan membentuk persepsi publik mengenai jati diri perempuan. Tubuh perempuan ditarik dalam dua kutub paradoksal, antara yang sakral dan profan; antara honour dan horor
PARAMETRIC STUDY OF WARREN STEEL TRUSS BRIDGE USING ARTIFICIAL NEURAL NETWORKS
Abstract
Steel truss bridges are a popular type of amongst several other standard bridges in Indonesia due to their lightweight yet robust and strong structure. In this study Artificial Neural Networks is used to optimize the dimensions of the steel truss bridge. The Artificial Neural Network method was chosen as it can handle complex and nonlinear problems, as well as its potential to generate accurate prediction models. Data of 319 existing constructed steel truss bridges in Indonesia were used to train the Artificial Neural Network model. The results show that the Artificial Neural Network model can predict the stress ratio of the structural elements of steel truss bridges with high accuracy (R2 > 0.99). The trained ANN model was then used to optimize the dimensions of the steel truss bridges with spans range from 40 meters to 60 meters with interval of 5 meters. The optimization results showed a 5.60% weight reduction compared to previous research results and a 20% less compared to the average weight of the existing bridge. This study contributes to improving the efficiency of development steel truss bridge in Indonesia.
Keywords: truss bridge; optimization; Artificial Neural Network; design efficiency
Abstrak
Jembatan rangka baja merupakan jenis jembatan standar yang populer di Indonesia karena struktur yang ringan namun kuat dan kokoh. Pada penelitian ini, Artificial Neural Network digunakan untuk mengoptimalkan dimensi jembatan rangka baja. Metode ini dipilih karena kemampuannya menangani masalah kompleks dan nonlinier, serta potensinya untuk menghasilkan model prediksi yang akurat. Data 319 jembatan rangka baja yang ada di Indonesia digunakan untuk melatih model Artificial Neural Network. Hasilnya menunjukkan bahwa model Artificial Neural Network dapat memprediksi rasio tegangan pada elemen struktural jembatan rangka baja dengan akurasi yang tinggi. Model Artificial Neural Network yang terlatih kemudian digunakan untuk mengoptimalkan dimensi jembatan rangka baja dengan rentang bentang 40 meter hingga 60 meter dengan interval 5 meter. Hasil optimasi menunjukkan efisiensi berat sebesar 5,60% dibandingkan dengan penelitian sebelumnya dan 20% lebih efisien dibandingkan dengan jembatan yang sudah ada. Penelitian ini berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi pengembangan jembatan rangka baja di Indonesia.
Kata-kata kunci: jembatan rangka baja; optimasi; Artificial Neural Network; efisiensi desai
EARMARKING TAX: A SOLUTION FOR NEGLECTED PROVINCIAL ROAD MAINTENANCE
Abstract
The West Java Provincial Government cannot fund the entire provincial road maintenance program due to budget constraints. Therefore, it is necessary to find revenue sources that can be used to fill the funding gap. This study examines the potential revenue from earmarking taxes that can be used to finance provincial road maintenance. The study results indicate that the potential revenue generated from earmarking taxes cannot fund the entire road maintenance program, but is only sufficient to cover 100% of the routine maintenance program and 40% of the periodic maintenance program.
Keywords: road maintenance; provincial roads; earmarking tax; routine maintenance; periodic maintenance
Abstrak
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak dapat membiayai seluruh program pemeliharaan jalan provinsi karena keterbatasan anggaran. Karena itu, perlu dicari sumber-sumber pemasukan yang dapat digunakan untuk mengisi kekurangan dana yang dibutuhkan. Pada studi ini dikaji potensi penerimaan yang berasal dari pajak earmarking yang dapat digunakan untuk membiayai pemeliharaan jalan provinsi. Hasil yang diperoleh dari studi menunjukkan bahwa potensi pendapatan yang diperoleh dari pajak earmarking tidak dapat membiayai seluruh program pemeliharaan jalan, tetapi hanya cukup untuk 100% program pemeliharaan rutin dan 40% program pemeliharaan periodik.
Kata-kata kunci: pemeliharaan jalan; jalan provinsi; pajak earmarking; pemeliharaan rutin; pemeliharaan periodi
Dinamika Extraordinary Measures: Pengaruh Narcoterrorist terhadap Kekuasaan Pemerintah dalam Mengendalikan Keamanan Ekuador 2024: Extraordinary Measures Dynamics: The Influence of Narcoterrorism on Government Power in Controlling Ecuadorian Security 2024
ABSTRACT
The escalating actions of narcoterrorist groups have triggered a security crisis in Ecuador. As the highest authority, the government has employed all possible measures to curb the influence of narcoterrorist groups and restore stability. These efforts have been carried out through extraordinary measures as a form of securitization, including military operations aimed at addressing existential threats. However, despite the implementation of such extraordinary measures, the security crisis remains unresolved and persists as a tangible reality. This situation places Ecuador in a position where the dominance of narcoterrorist groups significantly affects the country\u27s dynamics. Based on this phenomenon, this study examines how extraordinary measures in Ecuador have influenced the state’s power dynamics and the narcoterrorist groups\u27 control over security in 2024. The research adopts a qualitative approach, utilizing secondary data such as literature, official websites, and reports. The analysis is grounded in securitization theory, focusing on how the state employs extraordinary measures to confront existential threats. The study aims to provide an understanding of the interaction dynamics between the government and narcoterrorist groups and how securitization is implemented to stabilize Ecuador\u27s security conditions. The findings reveal that the government employs extraordinary measures as a tool of securitization to reclaim its authority from the influence and dominance of narcoterrorist groups.
Keywords: Ecuador, Securitization, Extraordinary Measures, Government Authority, Narcoterrorist.ABSTRAK
Aksi narcoterrorist yang terus meningkat memunculkan krisis keamanan di Ekuador. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, pemerintah mengupayakan segala cara dalam rangka menekan pengaruh kelompok narcoterrorist demi kestabilan keamanan. Hal ini dilakukan melalui extraordinary measures sebagai bentuk sekuritisasi berupa operasi militer terhadap ancaman eksistensial. Namun, setelah segala upaya extraordinary measures dilakukan, krisis keamanan masih ada dan nyata. Situasi ini membuat Ekuador berada dalam posisi dimana dominasi kelompok narcoterrorist secara signifikan memengaruhi dinamika negara. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian akan mengkaji bagaimana extraordinary measures di Ekuador memengaruhi dinamika kekuasaan negara dan pengaruh narcoterrorist dalam mengendalikan keamanan tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan menitikberatkan pada pendekatan kualitatif melalui data sekunder seperti literatur, situs resmi, dan laporan. Analisis dilakukan menggunakan teori sekuritisasi dengan melihat upaya extraordinary measures yang digunakan negara untuk menghadapi ancaman eksistensial. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai dinamika interaksi antara pemerintah dan kelompok narcoterrorist serta bagaimana sekuritisasi diimplementasikan dalam upaya menstabilkan kondisi di Ekuador. Penelitian ini menemukan bahwa pemerintah menggunakan extraordinary measures berupa langkah sekuritisasi sebagai alat untuk memulihkan kekuasaannya dari pengaruh maupun dominasi kelompok narcoterrorist.
Kata kunci : Ekuador, Sekuritisasi, Tindakan Luar Biasa, Otoritas Pemerintah, Teroris Narkotika
Paradigm Menemukan Kekatolikan Baru: Telaah Pemikiran Ilia Delio tentang Teologi, Sains, dan Teknologi: Discovering a New Catholicism: A Study of Ilia Delio’s Thought on Theology, Science, and Technology
This study explores Ilia Delio’s thought on a new paradigm of “catholicity” within the context of dialogue between faith and science. This topic is significant because the Catholic Church is frequently challenged to reassess the relevance of its teachings amid the rapid advancement of scientific knowledge and the global ecological crisis. The research employs a qualitative method with a hermeneutic approach and literature review of Delio’s works. The main findings indicate that “catholicity” should not be understood merely as an institution or doctrinal system, but as a spiritual consciousness that unites all of creation in the love of God. The holistic dimension highlighted includes the interconnectedness of the universe, humanity, Christ, and the Church as part of a cosmic evolutionary process directed toward unity. The implications of this thought are relevant for the development of contextual theology, especially in addressing technological and ecological challenges in a more inclusive and sustainable way. This study offers added value through a systematic synthesis of Delio’s ideas and their potential application in renewing theological understandings of the identity and mission of the Catholic Church in the contemporary era.Studi ini membahas pemikiran Ilia Delio mengenai paradigma baru “kekatolikan” dalam konteks dialog antara iman Katolik dan sains modern. Di tengah perkembangan sains modern yang mengubah paradigma manusia terhadap realitas, Delio berpendapat bahwa umat Kristiani, terutama Gereja Katolik, perlu memaknai kembali identitas “kekatolikan” mereka secara baru dan kreatif. Baginya, “kekatolikan” tidak dapat direduksi pada aspek legalistik dan institusional, melainkan perlu mencerminkan prinsip-prinsip yang dinamis, terbuka, dan relasional, agar maknanya tetap relevan dengan konteks zaman. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang berdasar pada teknik telaah dokumen dan pendekatan hermeneutik, hasil studi ini menyajikan pandangan Delio terhadap konsep “kekatolikan” dalam kerangka berpikir yang lebih holistik dan kosmologis. Delio menegaskan bahwa konsep “kekatolikan” tidak terbatas pada aspek institusional agama, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan. Melalui wawasan dari sains modern, Delio menemukan prinsip “kekatolikan” sebagai keutuhan dalam empat dimensi, yaitu alam semesta, pribadi manusia, Yesus Kristus, dan Gereja Katolik. Atas dasar ini, Delio mengusulkan suatu makna “kekatolikan” baru (new catholicity), yaitu kualitas “kekatolikan” yang tidak lagi bersifat institusional, melainkan sebagai suatu kesadaran untuk membangun keutuhan dan kesatuan kehidupan di dalam kasih Allah. Delio terinspirasi oleh pemikiran beberapa tokoh yang ia sebut sebagai model “kekatolikan”, seperti Fransiskus Assisi, Bonaventura, Teilhard de Chardin, dan Paus Fransiskus. Pemikiran Delio memiliki implikasi penting bagi umat beriman dan Gereja dalam menghadapi tantangan zaman, terutama dalam menanggapi perkembangan teknologi dan krisis ekologi dengan pendekatan yang lebih holistik
Reflexive Fieldwork Practices in a Sacred Context: Researching the Baduy Religious Landscape
The growing academic interest in Indigenous communities has led to a surge of studies on the Baduy people in Indonesia. However, many of these studies have been criticized for relying on Western paradigms that misalign with the Baduy’s cosmological, ethical, and relational worldview. This research aims to critically re-examine fieldwork practices in the sacred Baduy context by adopting a decolonial and relational approach that foregrounds methodological sensitivity and epistemic justice. Employing an autoethnographic method, the author reflects on personal experiences conducting collaborative fieldwork with the Baduy community. The study highlights essential elements of Baduy lifeways—including pikukuh, buyut, and principles of asceticism—alongside formal and informal rules that shape engagements with outsiders. The findings underscore the necessity of conducting research that is reflexive and respectful, rooted in the Baduy’s spiritual-relational epistemology. The discussion calls for a rearticulation of research ethics within sacred and Indigenous settings and advocates for pluriversality as a framework to honor diverse ontologies and knowledge systems. This study offers an original contribution by centering Indigenous epistemologies in research methodology and advancing a collaborative model for ethical engagement in sacred landscapes
Polarisasi Politik dalam Pemilu 2024: Pro dan Kontra Prabowo sebagai Presiden dalam bayang-bayang 1997/1998
Indonesia’s 2024 presidential election marks a critical juncture in the country’s democratic development, characterized by increasing political polarization. Prabowo Subianto’s renewed candidacy has triggered intense public debate between supporters and critics. This polarization stems not only from ideological and political identity differences but is also reinforced by social media dynamics and lingering public memory of the 1997/1998 reform era, where Prabowo remains a controversial figure. This paper aims to analyze the causes of political polarization in the context of Prabowo’s candidacy, evaluate the arguments for and against him, and examine how historical narratives shape public perception. Employing a qualitative-descriptive method through literature review, the study finds that issues of human rights, militaristic leadership style, and political communication strategies significantly shape public opinion. While some reject Prabowo due to unresolved historical trauma, others see his transformation and leadership experience as valuable assets. This study concludes that political education and neutral media play a vital role in mitigating polarization and reinforcing the foundations of democracy.Pemilu 2024 di Indonesia menjadi titik krusial dalam perjalanan demokrasi, ditandai oleh meningkatnya polarisasi politik. Prabowo Subianto kembali mencalonkan diri sebagai presiden, yang memicu perdebatan publik antara pendukung dan penentang. Polarisasi ini tidak hanya disebabkan oleh perbedaan ideologi dan identitas politik, tetapi juga diperkuat oleh peran media sosial dan memori kolektif masyarakat terhadap peristiwa 1997/1998 yang masih membayangi figur Prabowo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab polarisasi dalam konteks pencalonan Prabowo, mengevaluasi argumen pro dan kontra, serta menelaah dampak masa lalu terhadap persepsi publik. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, hasil kajian menunjukkan bahwa isu pelanggaran HAM, gaya kepemimpinan militeristik, serta strategi komunikasi politik sangat memengaruhi pembentukan opini publik. Sebagian masyarakat menolak Prabowo karena trauma sejarah, sementara yang lain menilai perubahan sikap dan pengalamannya sebagai potensi positif untuk masa depan. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan politik dan media yang netral sangat dibutuhkan untuk meredam polarisasi dan memperkuat demokrasi
Apologiae Sacerdotis dalam Ordo Missae: Studi Liturgi tentang Asal-Usul dan Evolusinya
The purpose of this study is to investigate the origins of the personal prayers of the priest (apologiae sacerdotis) in the book of the Order of Mass (Ordo Missae) and how they have evolved to the present day. This study highlights two key aspects: first, the apologiae sacerdotis, and second, the Ordo Missae. The apologiae sacerdotis refers to certain prayers in the Mass that are recited only by the celebrant (priest or bishop), either silently or in a low voice. The Ordo Missae is a small section of the liturgical texts of the Roman Catholic Church found in the Missale Romanum. It contains the structure of the celebration, prayers, and rubrics used to celebrate Mass. This article analyzes the texts of the apologiae sacerdotis in several Ordines Missae that have developed from the 9th century to the present day. The research method employed is a literature study focusing on historical and comparative analysis. This study demonstrates that the apologiae sacerdotis influenced the formation of the structure of the Ordo Missae and that the current Ordo Missae is not purely Roman but rather a mixture of Roman rites and French-German adaptations. The inclusion of the apologiae sacerdotis in the Ordo Missae shows that the formulation and composition of liturgical books cannot be separated from cultural influences and the needs of the times
TRANSFORMASI SOSIAL DAN EKOLOGIS PEREMPUAN PASCA PELATIHAN ECOPRENEURSHIP: STUDI KASUS SUSTAINABILITY SCOOL
This study explores the social and ecological transformation of women after participating in the ecopreneurship training program at Sustainability School (SScool), an educational community focused on environmental sustainability and women\u27s economic empowerment. Using a qualitative phenomenological approach, this research examines alumni experiences in changing consumption patterns, increasing environmental awareness, developing sustainable businesses, and contributing to social empowerment within their communities. The findings reveal that SScool\u27s training fosters more sustainable consumption habits, such as selecting natural materials for production, waste management, and reducing synthetic product usage. Environmental awareness has increased, reflected in the adoption of waste reduction principles and the growth of a circular economy mindset. Alumni have successfully developed sustainability-driven businesses, although challenges remain, such as high production costs and low consumer awareness of eco-friendly products. Socially, alumni act as change agents by sharing knowledge through training, business collaborations, and environmental education. Integrating critical pedagogy and constructivist theory, this study highlights the importance of experiential learning and social interaction in driving social change and supporting the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia. The study recommends strengthening support for women ecopreneurs through more inclusive policies and strategic partnerships to expand the impact of sustainable business ecosystems.Penelitian ini mengeksplorasi transformasi sosial dan ekologis perempuan pasca pelatihan ecopreneurship di Sustainability Scool (SScool), sebuah komunitas pendidikan yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman subjektif alumni dalam perubahan pola konsumsi, peningkatan kesadaran lingkungan, pengembangan bisnis berbasis keberlanjutan, serta peran mereka dalam pemberdayaan sosial di komunitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan di SScool mendorong perubahan pola konsumsi yang lebih berkelanjutan, seperti pemilihan bahan alami dalam produksi, pengelolaan limbah, dan pengurangan konsumsi produk sintetis. Kesadaran ekologis meningkat, ditandai dengan penerapan prinsip pengurangan sampah dan terbangunnya ekonomi sirkular. Alumni pelatihan mampu mengembangkan bisnis berbasis keberlanjutan, meskipun masih menghadapi tantangan seperti biaya produksi yang tinggi dan rendahnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan. Secara sosial, alumni berperan sebagai agen perubahan dengan membagikan ilmu kepada komunitas melalui pelatihan, kolaborasi bisnis, dan edukasi lingkungan. Dengan mengintegrasikan teori pedagogi kritis dan konstruktivisme, penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan berbasis pengalaman dan interaksi sosial dalam menciptakan perubahan sosial serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Hasil studi ini merekomendasikan penguatan dukungan bagi pelaku ecopreneurship perempuan melalui kebijakan yang lebih inklusif serta kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas dampak ekosistem bisnis berkelanjutan
EKSPLORASI PREFERENSI PENUMPANG: PERBANDINGAN LIMA BUS ANTAR KOTA DENGAN PENUMPANG TERBANYAK DI BALI
Penelitian bertujuan menganalisis preferensi penumpang terhadap lima Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan jumlah penumpang terbanyak di Provinsi Bali. Data dikumpulkan melalui survei langsung dengan penumpang di Terminal Tipe A Mengwi. Faktor-faktor yang diteliti adalah keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, keteraturan dan protokol kesehatan. Metode analisis data preferensi menggunakan analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI), serta analisis Korelasi-Regresi untuk mengetahui hubungan jumlah layanan unggulan dan perbaikan terhadap jumlah penumpang. Hasil analisis IPA diketahui PO Bus Sehati dengan penumpang terbanyak memiliki layanan unggulan paling banyak dan layanan perbaikan paling sedikit. Hal ini juga sesuai dengan nilai CSI, dimana PO Bus Sehati memiliki nilai tertinggi. Hasil Analisis Korelasi-Regresi menunjukkan terdapat pengaruh antara jumlah layanan unggulan dan perbaikan terhadap jumlah penumpang. Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi perusahaan transportasi dalam meningkatkan layanan mereka dan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan transportasi yang lebih efektif