Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
    3954 research outputs found

    TINJAUAN PRINSIP DESAIN BIOKLIMATIK PADA APARTEMEN GALERI CIUMBULEUIT BANDUNG

    No full text
    Abstract                Bioclimatic design is expected to be able to create a high rise building which is not only functional, integrated with the site, but also concerns the climate, which is using the principles of building physical optimally so that it can produce saving-energy high rise building. Bioclimatic high rise building is a step forward to sustainable architecture. This paper discusses the seven principles of bioclimatic design and how to apply it on the Galeri Apartment Ciumbuleuit, Bandung. Key words: saving energy, bioclimatic design, apartment, Galeri Ciumbuleuit Bandung Abstrak                Desain bioklimatik merupakan desain yang diharapkan mampu menciptakan bangunan tinggi yang tidak hanya fungsional, selaras dengan tapaknya, namun juga memperhatikan kondisi iklim lingkungannya, dengan cara mengoptimalkan penerapan kaidah-kaidah fisika bangunan, sehingga dihasilkan bangunan tinggi hemat energi. Bangunan tinggi bioklimatik merupakan salah satu langkah menuju ke arah sustanable architecture. Tulisan ini bertujuan memaparkan tujuh kunci desain bioklimatik serta mengevaluasi penerapannya pada salah satu bangunan tinggi di Bandung yakni Apartemen Galeri Ciumbuleuit. Kata kunci: hemat energi, desain bioklimatik, apartemen, Galeri Ciumbuleuit Bandun

    PENGARUH PEMILIHAN MATERIAL DINDING BANGUNAN HUNIAN ANTARA KAYU DAN TEMBOK SECARA EKOLOGIS

    No full text
    Abstract                  In this development era, the housing prosperity is growing fast referring to resident prosperity that growing fast too. The more fast and advanced development, made the peoples need fulfilled fast. It can end in nature exploitation and nature ecosistem structure/progress is starting to move and change. Nature in the beginning can help human life, will be the human enemy because it human careless                  In this case, the holistic thought is begin to need, or in other word it can be said there was a relationship between nature as a place that human can live in and human made environment. This relationship is ecology.                  The ecological consideration for a built environment plan and design must be comprehensive. One of the ecological aspects is suitable material choosing for housing. Particularly in order to the material life-cycle and the material suitability with the local climate to fulfill the physical comfortness of housing. One of the aspect that caught in ecology is suitable material choosing for housing. The ecology is particularly caught with material holdness and material suitable against the local climate as a physical fitness for housing.                  To get a complete comprehension of the housing ecology, this study takes an object a house with brick material an a rarely house with wooden material almost as traditional house to compare.                  From the study result, we can said that the wooden house is ecologicaly better than the brick house, because the wood material is a regenerating material, different from the anorganic brick material. A wood house also can give us a physical comfortness for the human that lives in order to humidity, and also of solar radiation.  Keywords: building material, ecology, Bandung  Abstrak                  Pada masa pembangunan saat ini, pertumbuhan perumahan sangat pesat sejalan dengan semakin pesatnya populasi penduduk. Semakin cepat dan canggih pembangunan maka semakin cepat terpenuhi kebutuhan orang banyak. Hal ini dapat mengakibatkan pengeksploitasian alam dan bahkan struktur/proses ekosistem alam mulai bergeser dan berubah. Alam yang pada awalnya dapat menunjang kehidupan manusia bisa menjadi musuh manusia akibat keteledoran manusia sendiri.                 Dalam hal ini, mulai dibutuhkan pernikiran dengan penuh pertimbangan yang menyeluruh, atau dengan kata lain adanya hubungan timbal balik antara alam sebagai tempat hidup dan berkembangnya manusia dengan lingkungan buatan manusia. Hubungan inilah yang disebut dengan ekologi.                 Pertimbangan ekologis dalam suatu perencanaan lingkungan binaan haruslah bersifat menyeluruh. Dalam tulisan ini, salah satu aspek yang terkait dengan ekologi adalah pemilihan material yang layak untuk hunian. Segi ekologi yang dimaksud khususnya berkaitan dengan siklus hidup bahan dan kecocokan bahan terhadap iklim lokal dan kaitannya dengan pemenuhan kenyamanan fisik suatu hunian.                 Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang hunian ekologis, maka studi banding yang diambil adalah hunian tembok yang lazim digunakan dengan hunian kayu yang jarang dijumpai dan lebih mendekati hunian tradisional.                 Dari hasil studi, ternyata hunian kayu lebih mendekati pertimbangan ekologi dikarenakan siklus bahannya yang tertutup dan dapat dikembalikan serta diperbarui kembali oleh alam, berbeda dengan bahan anorganik hunian tembok. Hunian kayu juga dapat memenuhi tuntutan kenyamanan fisik baik terhadap kelembaban yang tinggi dan radiasi panas matahari yang tinggi. Kata Kunci: bahan bangunan, ekologis, Bandung

    EVALUASI RUMAH SUSUN SARIJADI BANDUNG TINJAUAN TERHADAP KRITERIA KEBUTUHAN PENGHUNI DAN RANCANGAN TAPAK DAN BANGUNAN

    No full text
     Abstract                The increasing of affordable housing need encourages the government to build the vertical housing, unfortunately the low cost public housing that is provided for the low income group, especially flats, on its growth has became a slum area. It is caused by the utilization of space that is not fit with the use of it should be. Therefore, it needs a post occupancy evaluation about the flasts, in order to utilization of space by the dwellers. This writing shows the comparison between design criteria based on the dwellers need; and design criteria on site and building context to the factual condition of space utilization after the occupancy. Keywords: design criteria, mass public housing, Sarijadi Bandung Abstrak                Adanya peningkatan kebutuhan rumah yang terjangkau, mendorong pemerintah membangun rumah susun. Namun perumahan murah yang disediakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terlebih rumah susun, dalam perkembangannya menjadi permukiman kumuh. Penyebabnya adalah karena terjadi pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Untuk itu, dibutuhkan evaluasi pasca huni tentang rumah susun, dalam hal pemanfaatan ruang oleh penghuninya. Tulisan ini memaparkan perbandingan antara kriteria rancangan dalam konteks tapak dan bangunan, dengan kondisi faktual pemanfaatan ruang setelah rumah susun tersebut dihuni. Kata Kunci: kriteria rancangan, rumah susun, Sarijadi Bandun

    KONFIGURASI UNIT HUNIAN DAN TINGKAT PRIVASI VISUAL PADA LIMA APARTEMEN DI JAKARTA

    No full text
    Abstract                  Balancing between the privacy needs and the public interests became an important thing on a vertical housing. Privacy is correlated with the articulation of dwelling units configuration on the Apartment.                  In this study, there are five Apartments in Jakarta, chosen as the research objects, those are Metro Sunter Apartment, Bumi Mas-Hilltop Apartment, Pavillion Apartment, Parkview Apartrænt, and Semanggi Apartment.                  The variables in this study include: free distance between buildings; visual distance; height-depth ratio of space between buildings; building orientation and facade opening; and visual interaction in building.                  The finding of this study is about correlation between dwelling units configuration with the level of visual privacy at those five apartments.  Keywords: dwelling units configuration, level of privacy, apartment, Jakarta  Abstrak                 Keseimbangan antara kebutuhan privasi dan kepentingan publik menjadi sesuatu yang penting dalam perumahan vertikal. Privasi berkaitan dengan artikulasi konfigurasi unit-unit hunian pada apartemen.                 Pada studi ini ada lima apartemen di Jakarta yang dipilih sebagai obyek penelitian yaitu Apartemen Metro Sunter, Apartemen Bumi Mas-Hilltop, Apartemen Pavilion, Apartemen Parkview, dan Apartemen Semanggi.                 Variabel pada studi ini mencakup: jarak bebas antar bangunan; jarak jangkauan visual; perbandingan tinggi dan jarak pada ruang antara bangunan; orientasi bangunan dan arah bukaan pada fasad; serta interaksi visual di dalam bangunan.                 Temuan studi ini adalah tentang hubungan antara konfigurasi unit-unit hunian dengan peringkat privasi visual pada lima apartemen tersebut. Kata Kunci: konfigurasi unit hunian, tingkat privasi, apartemen, Jakart

    0

    full texts

    3,954

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇