Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
    3954 research outputs found

    Kajian Penerapan Kerja Sama Pemanfaatan Bandara Radin Inten II Lampung Dengan Pendekatan Manajemen Aset

    No full text
    Dalam optimalisasi pengelolaan infrastruktur transportasi udara di Indonesia, pemerintah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) berupa Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara pada Unit Penyelenggara Bandar Udara Radin Inten II Lampung. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan pelayanan Bandara Radin Inten II dalam mendukung tumbuhnya sektor perekonomian, industri, dan pariwisata, serta menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara. Penelitian ini bertujuan mengetahui mekanisme penerapan kebijakan Pemerintah atas KSP pengelolaan bandara dan manajemen pengelolaan aset atas KSP ditinjau dari aspek manajemen investasi aset. Desain penelitian secara deskriptif dengan menggunakan teknik kualitatif berupa kajian literatur atas administrasi dan mekanisme penerapan kebijakan pemerintah atas KSP, serta teknik kuantitatif berupa kajian manajemen investasi aset/tekno ekonomi dilihat dari indikator kelayakan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Dari hasil penelitian diketahui bentuk kerja sama atas pengelolaan Bandara adalah berupa KSP selama 30 tahun. Dari KSP ini pemerintah mendapatkan penerimaan negara berupa kontribusi tetap per tahun selama masa KSP dan pembagian keuntungan dari hasil pendapatan. Hasil analisis kelayakan indikator keuangan menghasilkan NPV positif sebesar 177,8 miliar, BCR sebesar 1,284(≥1), dan IRR sebesar 14,97% (di atas discount rate 10,97%), serta PP selama 15 tahun.Dalam optimalisasi pengelolaan infrastruktur transportasi udara di Indonesia, Pemerintah melakukan perjanjian kerjasama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) berupa Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara (BMN) pada UPBU Bandara Radin Inten II Lampung. Kerjasama ini bertujuan meningkatkan pelayanan Bandara Radin Inten II dalam mendukung tumbuhnya sektor perekonomian, industri, dan pariwisata di Lampung, dan serta menghemat APBN. Penelitian ini bertujuan mengetahui mekanisme penerapan kebijakan Pemerintah atas KSP pengelolaan Bandara Radin Inten II dan manajemen pengelolaan aset atas KSP ditinjau dari aspek manajemen investasi aset. Desain pada penelitian ini berupa penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif berupa kajian literatur atas administrasi dan mekanisme penerapan kebijakan Pemerintah atas KSP, dan kuantitatif berupa kajian manajemen investasi aset/tekno ekonomi dilihat dari indikator kelayakan yaitu NPV, BCR, IRR, dan PP. Dari hasil penelitian diketahui bentuk kerjasama pengelolaan Bandara Radin Inten II berupa Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) selama 30 tahun. Dari KSP ini Pemerintah mendapatkan penerimaan negara berupa kontribusi tetap per tahun selama masa KSP dan pembagian keuntungan dari hasil pendapatan. Hasil analisis kelayakan indikator keuangan atas kerjasama menghasilkan NPV positif sebesar 177,8 miliar rupiah, BCR sebesar 1,284 (≥1), dan IRR sebesar 14,97% (di atas discount rate 10,97%), serta PP selama 15 tahun

    Kinerja Dinas Pemberdayaan Kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tangerang dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Tangerang

    No full text
    The problem of violence against children in Indonesia has been recognized as a serious problem and is therefore regulated by law regarding child protection and services that handle cases of violence. Banten occupies the last position of reported child violence on the island of Java with a quite drastic increase in the number of cases every year with Tangerang City as the most reported region in Banten of violence against child. Therefore, this research makes the performance of the Women\u27s Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning Department of Tangerang City in handling cases of violence against children in Tangerang City as the focus of research using descriptive research methods with a qualitative approach. The results of the research show that the performance of the Department of Women\u27s Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning in Tangerang City in handling cases of violence against children in Tangerang City has been implemented quite well, although not yet optimal. Judging from the aspects of Productivity, Service Quality, Responsiveness in handling cases of violence against children in Tangerang City, the performance of the Women\u27s Empowerment Service for Child Protection, Population Control and Family Planning in Tangerang City is still not being implemented optimally. Despite this, the Tangerang City Department of Women\u27s Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning continues to evaluate and receive aspirations directly or online as well as holding regular meetings and continues to improve its performance in handling cases of violence against children in Tangerang City in the future.Masalah kekerasan terhadap anak di Indonesia telah diakui sebagai permasalahan yang serius dan yang karenanya diatur undang-undang terkait perlindungan anak dan dinas yang menangani kasus kekerasan. Banten menempati posisi terakhir jumlah kekerasan di Pulau Jawa dengan jumlah peningkatan kasus yang cukup drastis setiap tahunnya dengan posisi jumlah kekerasan terbanyak nomor 1 ditempati oleh Kota Tangerang . Karenanya, penelitian ini menjadikan kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tangerang dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Kota Tangerang sebagai  fokus dari penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tangerang dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Kota Tangerang telah dilaksanakan dengan cukup baik, meskipun belum optimal. Ditinjau dari aspek Produktivitas, Kualitas Pelayanan, Responsivitas dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Kota tangerang, kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tangerang masih belum dijalankan secara optimal. Meskipun begitu, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tangerang terus melakukan evaluasi dan menerima aspirasi secara langsung ataupun daring serta rapat rutin yang dilaksanakan dan terus memperbaiki kinerjanya dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Kota Tangerang kedepannya

    Analisis Peran Ekonomi Kreatif: Subsektor Kriya, Kuliner, Fesyen, Penerbitan, dan Seni Rupa Terhadap Ekspor di Indonesia Tahun 2011-2021

    No full text
    The creative economy has been recognized as a sector with great potential as it has contributed 7.8% for economic growth. In this study, the role of creative economy development on exports in Indonesia is identified through the Gross Domestic Product variable and the average wage per creative economy subsector. The data for this study were obtained from the Ministry of Tourism and Creative Economy and the Central Bureau of Statistics for the period 2011-2021. This study uses panel data and the GLS (Generalized Least Square) method. The results show that in this study wages significantly negatively affect exports, but GDP does not significantly affect exports.Ekonomi kreatif telah diakui sebagai sektor yang memiliki potensi besar karena telah meningkatkan sebesar 7,8% pertumbuhan ekonomi. Dalam penelitian ini, dilakukan identifikasi untuk melihat peran perkembangan ekonomi kreatif terhadap ekspor di Indonesia melalui variabel Produk Domestik Bruto dan rata-rata upah per subsektor ekonomi kreatif. Data penelitian ini didapatkan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Badan Pusat Statistik untuk periode tahun 2011-2021. Penelitian ini menggunakan data panel dan metode GLS (Generalized Least Square). Hasil menunjukkan bahwa dalam penelitian ini upah signifikan secara negatif memengaruhi ekspor, namun PDB tidak signifikan memeengaruhi ekspor. &nbsp

    Estimasi Biaya Ekonomi Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Provinsi Jawa Barat

    No full text
    Ketersediaan energi listrik merupakan keunggulan dalam pembangunan berkelanjutan. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Provinsi Jawa Barat merupakan upaya alternatif penyediaan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam mengatasi keterbatasan distribusi energi listrik oleh PLN. Pembangunan PLTMH di Jawa Barat ditujukan untuk daerah pedesaan yang belum memiliki jaringan distribusi atau mengalami masalah distribusi listrik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai dampak yang ditimbulkan dari pembangunan PLTMH dan menghitung biaya ekonomi dari berbagai biaya yang timbul dari PLTMH. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah valuasi ekonomi. Perhitungan penelitian menunjukkan bahwa total biaya pribadi adalah Rp. 66.819.047.098 biaya terdiri dari biaya konstruksi sebesar Rp. 60.298.187.145, dan biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp. 6.520.859.953, sedangkan biaya sosial sebesar Rp. 626.400.000

    ANALISIS TERHADAP KUALITAS INFORMASI DAN KINERJA 15 SITUS MEREK MOBIL DENGAN PENJUALAN TERTINGGI DI INDONESIA

    No full text
    The company as a profit-oriented organization needs to produce information that is useful for decision making for the company itself and related parties concerned in order to achieve its goals. The high need for quality information in this digitalization era encourages companies to put more efforts in producing good quality information. The sole distributors as a main business players in the automotive industry, can use the website as a means of their goals, especially in this era. From the results of the analysis and assessment that has been carried out, there are seven factors each that affect the quality of information and performance of a website where for the quality of information the factors are relevant, reliable, complete, timely, understandable, verifiable, and accessible, while for performance the factors are accessibility, customization & personalization, download speed, security, errors, navigation, and perceivable. Then, for the results of the information quality assessment, Hyundai’s website is ranked at the top, as well as for the results of the performance assessment, and for the results of information quality and overall performance (combined). It was also found that sales of a car brand are not directly proportional to the quality of information and the performance of the website, although on the quality of information aspects, the quality of the information generated by the website increases as the more luxurious the brand is

    Pemikiran Kuki Shuzo Mengenai Konsep Iki dan Relevansinya Pada Estetika Modern

    No full text
    This article intends to explore the concept of iki aesthetics and investigate its relevance to modern aesthetics. The method used in this article is qualitative, a literature study that specifically focuses on using the thoughts of the philosopher Kuki Shuzo in the book The Structure of Iki. The results show that iki consists of bitai, ikiji, and akirame and that iki is also still relevant for modern aesthetics. In conclusion, iki evokes a certain kind of sensibility through the tension that emerges through dualistic relationships. And this unique form of sensibility proves to still be very relevant in modern aesthetics. This is proven by the fact that Japanese aesthetics are also in demand by people outside of Japan and that there are still various inquiries into modern aesthetics whilst takin into account the role of iki.Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep estetika iki dan menyelidiki relevansinya pada estetika modern. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif, studi kepustakaan yang khususnya berfokus menggunakan pemikiran filsuf Kuki Shuzo dalam buku The Structure of Iki. Hasilnya menunjukkan bahwa iki terdiri atas bitai, ikiji, dan akirame dan bahwa iki juga masih relevan bagi estetika modern. Kesimpulannya, iki menggugah jenis sensibilitas tertentu melalui ketegangan yang keluar melalui hubungan dualistik. Dan bentuk sensibilitas yang unik ini terbukti masih sangat relevan pada estetika modern. Hal ini terbuktikan fakta bahwa estetika Jepang ternyata diminati juga oleh bangsa di luar Jepang dan bahwa masih ada juga berbagai penyelidikan mengenai estetika modern yang mempertimbangkan juga peran iki

    Climate Resilience in Nigerian Construction: A Systematic Review of Strategies and Outcomes

    No full text
    Climate resilience in the construction sector is critical for ensuring the durability and sustainability of infrastructure amidst the increasing impacts of climate change. This study systematically reviews climate resilience strategies in the Nigerian construction sector, evaluating their effectiveness and outcomes. A comprehensive literature search yielded 50 peer-reviewed journal articles, conference papers, and official reports, focusing on design innovations, material selection, policy frameworks, and case studies across Nigeria\u27s diverse climatic zones. Key findings indicate that strategies such as flood barriers, green roofs, and sustainable materials are effective in mitigating climate risks, although challenges such as financial constraints, regulatory gaps, and lack of awareness persist. The study highlights the importance of community involvement, government support, and technological innovation in successfully implementing resilience measures. Comparative analysis with global best practices underscores the need for integrated approaches tailored to Nigeria\u27s unique context. The study concludes with recommendations for future research, emphasizing the need for longitudinal studies, cross-regional comparisons, and the integration of traditional knowledge. Policy implications include the development of comprehensive regulatory frameworks and public-private partnerships to enhance the sector\u27s adaptive capacity. This research provides valuable insights and practical recommendations for enhancing climate resilience in Nigeria\u27s construction industry, contributing to broader goals of sustainable development and climate adaptation

    Nilai Ekonomi Daur Ulang Sampah TPA Benowo

    No full text
    TPA Benowo is the final waste processing site for the City of Surabaya. The process economic value related to the landfill gas power plant system is 314 billion. This study aims to determine the economic value of the waste recycling process through a landfill gas power plant system and the feasibility of investing in a Landfill Gas Power Plant by PT. Sumber Organik with the Surabaya City government. This study uses the cost benefit analysis method to determine whether the investment is feasible or not. The results of the study showed that the NVP value was RP. 184,230,806,134.32, the IRR value is 21.61%, the BCR value is 2.88, and PP is 2 years 7 months. It can be said, the investment made by PT. Organic Source meets eligibility to implement.TPA Benowo merupakan tempat pemrosesan akhir sampah Kota Surabaya. Nilai ekonomi proses terkait dengan sistem landfill gas power plant sebesar 314 miliar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi dari proses daur ulang sampah melalui sistem landfill gas power plant dan kelayakan investasi Landfill Gas Power Plant yang dilakukan PT. Sumber Organik dengan pemerintah Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode cost benefit analysis untuk mengetahui investasi layak atau tidak. Hasil penelitian didapatkan nilai NVP sebesar RP. 184.230.806.134,32, nilai IRR sebesar 21,61%, nilai BCR sebesar 2.88, dan PP yaitu 2 tahun 7 bulan. Dapat dikatakan, investasi yang dilakukan PT. Sumber Organik memenuhi kelayakan untuk dilaksanakan

    Pengaruh Employee Engagement Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Moderasi Karakteristik Generasi Karyawan Pada Instansi Swasta

    No full text
    Employee engagement is an important issue that is the main concern of the organization\u27s leaders in managing its employees. The changing characteristics of the employee generation are becoming a specific challenge for human resource management. Employees who are engaged with their work will exert all their abilities, efforts, and thoughts and significantly contribute, where the engagement and personal characteristics possessed by employees in carrying out their work can directly impact their performance. This study aimed to analyze employee engagement\u27s effect on employee performance by moderating the generational characteristics of private agency employees in the City of Padang, West Sumatra. Data was collected through questionnaires distributed to 100 employee respondents working in private institutions in the city of Padang, with purposive sampling technique. Then, the data is processed using the Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The results of this study indicate that employee engagement generational characteristics (Y and Z generation) have a positive and significant effect on employee performance. Generational characteristics (Y and Z generation) also positively and significantly impact employee engagement. Generational characteristics do not moderate the relationship between employee involvement and employee performance, but directly employee engagement and employee performance can be improved with generational characteristic variables. Organizational leaders should pay attention to employee engagement and the characteristics of the generation of employees and can make it a potential to improve employee performance.Keterlibatan karyawan menjadi isu penting yang menjadi perhatian utama pimpinan organisasi dalam mengelola karyawannya. Adanya perubahan karakteristik generasi karyawan semakin menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi terutama bagi manajemen sumber daya manusia. Karyawan yang terlibat dengan pekerjaannya akan mengerahkan segala kemampuan, usaha, pemikiran dan sangat berkontribusi, dimana keterlibatan dan karakteristik pribadi yang dimiliki karyawan dalam melakukan pekerjaannya dapat memberikan dampak langsung pada kinerjanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh keterlibatan karyawan terhadap kinerja karyawan dengan moderasi karakteristik generasi pada karyawan instansi swasta di Kota Padang, Sumatera Barat. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden karyawan yang bekerja pada instansi swasta di Kota Padang, dengan teknik purposive sampling. Kemudian, data diolah menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, karakteristik generasi (generasi Y dan generasi Z) menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keterlibatan karyawan, Karakteristik generasi (generasi Y dan generasi Z) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Karakteristik generasi tidak memoderasi hubungan keterlibatan karyawan dengan kinerja karyawan, namun secara langsung keterlibatan karyawan dan kinerja karyawan dapat ditingkatkan dengan variable karakteristik generasi. Pimpinan organisasi sebaiknya memperhatikan keterlibatan karyawan dan karakteristik generasi karyawan dan dapat menjadikannya sebagai potensi dalam meningkatkan kinerja karyawan

    Analisis Beban Kerja Mental pada Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk Mesin Pertanian Menggunakan Parameter Variabilitas Denyut Jantung (HRV)

    No full text
    Appropriate Technology (AT) is designed to substitute manual work and to increase productivity for small-medium businesses. Due to its low-cost technology that affects its design quality, the acceptance of AT appears to be low. A guideline has yet to be available to determine AT\u27s design quality. The purpose of this study was to explore the efficacy of physiological measures collected from a Heart Rate Monitor (HRM) in differentiating mental workload in using AT. If applicable, these measures can provide objective data for AT evaluation. Several parameters were collected from HRM, including frequency domain and time domain. Two ATs were used for evaluation that represented “good” and “poor” agricultural processing machines. Eleven participants were involved in this study in which they used both ATs. The result of this studyis the ratio of Low Frequency and High Frequency (LF/HF) parameter detects differences perceived by the participants. The increase in the LF/HF value from the Commercial Extruder to the Customized Extruder is directly proportional to the increase in mental workload, where the Commercial Extruder is defined as a “good” AT design, and the Customized Extruder as a “poor” AT design. Therefore, it can be concluded that designs with specific guidelines can reduce the mental workload perceived by operators.Teknologi Tepat Guna (TTG) dirancang untuk dapat menggantikan pekerjaan manual dan meningkatkan produktivitas dari usaha kecil menengah. Akan tetapi, teknologi yang berkembang karena keterbatasan biaya berdampak pada kualitas desain dan penerimaannya yang cenderung rendah. Belum ada panduan desain yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas dari desain TTG. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi efektivitas alat ukur fisiologis yang memanfaatkan pemantauan pada detak jantung untuk dapat mendeteksi beban kerja mental ketika mengoperasikan TTG. Kedepannya, hasil penelitian ini dapat memberikan data objektif dalam mengevaluasi TTG. Beberapa parameter didapatkan dari pemantauan detak jantung, baik pada domain waktu maupun pada domain frekuensi. Dua mesin TTG digunakan pada penelitian yang merepresentasikan mesin agrikultural yang “telah mendekati kriteria ergonomis” dan “belum memenuhi kriteria ergonomis”. Sebelas partisipan terlibat dalam penelitian ini dimana mereka mengoperasikan kedua mesin. Hasil dari penelitian ini yaitu parameter rasio antara frekuensi rendan frekuensi tinggi (LF/HF) sensitif dalam mendeteksi perbedaan yang dirasakan oleh partisipan. Terdapat hubungan langsung antara peningkatan nilai LF/HF ketika beralih dari ekstruder komersial ke ekstruder yang disesuaikan dengan peningkatan beban kerja mental. Dalam konteks ini, ekstruder komersial dianggap sebagai TTG yang dirancang “mendekati kriteria ergonomis”, sedangkan ekstruder yang disesuaikan dianggap sebagai TTG yang “belum memenuhi kriteria ergonomis”. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa desain yang mengikuti panduan-panduan tertentu dapat secara efektif mengurangi beban kerja mental yang dirasakan oleh operator

    0

    full texts

    3,954

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇