Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
    3954 research outputs found

    STUDI KARAKTERISTIK ARSITEKTUR PERCANDIAN ERA SINGOSARI-MAJAPAHIT (DITINJAU DARI SINKRETISME ARSITEKTURAL SECARA SOSOK, TATA RUANG, DAN TEKTONIKA)

    No full text
    Abstract - Hinduism and Buddhism were introduced to Nusantara society in the 5th century, when maritime trading routes that connected India in the west and China in the east thrived in the region. In its development, Hinduism and  Buddhism experienced significant progress in the Island of Java which one of them marked by the construction of Hindu and Buddhist temples that now Indonesians call as Candi at the beginning of the 8th century in the era of Ancient Mataram Kingdom. Candi itself are ancient temple buildings that has religious functions and originated from the Hindu-Buddha era in Nusantara. As time goes by, the glory of Ancient Mataram Kingdom started to fade, along with the move of the government to the east. The fading Ancient Mataram Kingdom gave birth to newly established kingdoms, from Kediri Kingdom, which followed by Tumapel Kingdom or popularly known as Singosari and up to Majapahit Empire. In this period of time, a form of syncretism arose from Hindu-Buddhist beliefs that had existed into a concept calls Shiva-Buddhism, with influences from Tantrism, and the revival of native Nusantara beliefs. The syncretism that happened gave influence to architectural composition of Cnadi  that was built in this period with its own characteristics that is distinct form its predecessors. Study about Singosari-Majapahit era Temples that have existed have not fathomed about syncretism from its architectural side, therefore it needs further studies through this research. This research is conducted using a qualitative approach with the aim of understanding the characteristics of Singosari-Majapahit era temples, also to find out the similarities and differences of Singosari-Majapahit era temples with Hindu temples and Buddhist temples through analysis in forms, spatial orders, and tectonics. After being analyzed, it is found that the syncretism that occurs in the temples did not have  a default pattern, which the syncretism itself is only accepted conceptually whereas practically it is in the form of hybrid. Moreover, it is also found that the arrangements of temple complex had drifted into elongated and linear order as an embodiment of egalitariansm which was also mentioned in Panji tales, with the main temple is at the rearest part of the complex. This kind of arrangement will later influence and still can be seen by us now in the religious complexes of Bali. Keywords: candi, characteristics, syncretism, Singosari-Majapahit  Abstrak - Agama Hindu dan Buddha diperkenalkan kepada masyarakat Nusantara pada abad ke-5 Masehi, ketika rute perdagangan maritim yang menghubungkan India di barat dan Tiongkok di timur berkembang di kawasan tersebut. Dalam perkembangannya, Agama Hindu dan Buddha mengalami kemajuan yang signifikan di Pulau Jawa, salah satunya ditandai dengan berdirinya Candi-candi Hindu dan Buddha di awal abad ke-8 pada era Mataram Kuno. Candi sendiri merupakan bangunan kuno yang memiliki fungsi keagamaan dan berasal zaman Hindu-Buddha di Nusantara. Seiring berjalannya waktu, Kejayaan Mataram Kuno mulai meredup seiring dengan bergeraknya pemerintahan ke timur. Mataram Kuno yang meredup tersebut melahirkan Kerajaan-Kerajaan baru, dari Kerajaan Kediri, yang diikuti oleh Kerajaan Tumapel atau yang lebih dikenal dengan Singosari hingga Kerajaan Majapahit. Di zaman ini, tumbuh sebuah sinkretisme dari kepercayaan Hindu-Buddha yang telah ada yang berupa konsep Siwa-Buddha, dengan dipengaruhi oleh aliran Tantra, dan adanya kebangkitan dari kepercayaan asli nusantara. Sinkretisme yang terjadi memiliki pengaruh terhadap gubahan arsitektur candi yang dibangun pada periode ini dengan karakteristiknya yang memiliki kekhasan tersendiri dari candi-candi pendahulunya. Kajian mengenai Percandian era Singosari-Majapahit yang ada belum mendalami mengenai sinkretisme dari sisi arsitektural, maka dari itu diperlukan studi lebih lanjut melalui penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami karakteristik Percandian era Singosari-Majapahit serta mengetahui persamaan dan perbedaan Candi-candi Era Singosari-Majapahit, dengan Candi Hindu dan Candi Buddha melalui analisis secara sosok, tata ruang, dan tektonika. Setelah dianalisis, ditemukan bahwa sinkretisme yang terjadi pada Candi-candi tersebut tidak memiliki pola baku, di mana sinkretisme itu sendiri diterima sebatas secara konsep sedangkan secara prakteknya berwujud hibrida. Selain itu, ditemukan juga penyusunan kompleks percandian yang bergeser menjadi linear memanjang sebagai wujud egalitarianisme, seperti yang diceritakan dalam Kisah Panji dengan candi utamanya berada di paling belakang lahan. Penataan yang demikianlah yang nantinya mempengaruhi dan masih dapat kita lihat sekarang pada kompleks keagamaan di Bali. Kata-kata kunci: candi, karakteristik, sinkretisme, Singosari-Majapahi

    Peluang Indonesia sebagai Ketua ASEAN Tahun 2023 dalam Mempromosikan Penggunaan Local Currency Settlement dan QR Code Lintas Batas terkait Transaksi Perdagangan di Asia Tenggara

    No full text
    This research aims to explain that Indonesia plays an important role in promoting the use of Local Currency Settlement and Cross-Border QR Code while holding the ASEAN chairmanship position in 2023. Local Currency Settlement functions to settle bilateral transactions between countries in one Southeast Asian region using the currencies of each of these countries. The presence of the LCS was motivated by high global inflation due to geopolitical tensions and rising US Dollar interest rates, so that this situation became an opportunity for ASEAN member countries to use local currencies. The purpose of this research is to analyze the efficiency of the LCS as a method of trade transactions in the Southeast Asia region in strengthening economic integration and reducing dependence on the US Dollar. Even the LCS is the main instrument that has the impact of strengthening currency stability in the Southeast Asian countries themselves, making export-import activities easier for each other, and creating ease in the process of foreign capital inflows into the region. In addition, Indonesia also bears more responsibility in dealing with obstacles to the promotion and use of the Cross-border QR Code as a technology that will facilitate local currency transactions for ASEAN, which is expected to be carried out properly through the systems and strategies that have been designed. In this research using qualitative analysis methods, as well as the theory of integration of economic areas according to Van Niekerk related to Indonesia\u27s role in promoting the efficiency of LCS and Cross-border QR Code in ASEAN. This research concludes that Indonesia invites every ASEAN member to use this LCS, because it will create conditions in accordance with the theme of the 2023 ASEAN Summit, where Southeast Asia has the potential to become the epicentrum of regional economic growth from now on into the future. Keywords: ASEAN; digital economy; Indonesia; Local Currency Settlement; cross-border QR CodePenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa Indonesia berperan penting dalam mempromosikan penggunaan Local Currency Settlement dan QR Code Lintas Batas selama memegang posisi keketuaan ASEAN tahun 2023. Local Currency Settlement berfungsi untuk melakukan penyelesaian transaksi bilateral antara negara dalam satu kawasan Asia Tenggara dengan menggunakan mata uang masing-masing negara tersebut. Kehadiran LCS dilatarbelakangi oleh inflasi global yang begitu tinggi akibat tensi geopolitik dan naiknya suku bunga dolar AS, sehingga situasi tersebut menjadi kesempatan bagi negara-negara anggota ASEAN untuk menggunakan mata uang lokal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efisiensi LCS sebagai metode transaksi perdagangan kawasan Asia Tenggara dalam memperkuat integrasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS. Bahkan LCS ini sebagai instrumen utama yang berdampak untuk memperkuat stabilitas mata uang di negara-negara Asia Tenggara itu sendiri, semakin mempermudah kegiatan ekspor-impor satu sama lain, dan terciptanya kemudahan pada proses masuknya arus modal asing di kawasan tersebut. Disamping itu, Indonesia juga memegang tanggung jawab lebih dalam menangani kendala promosi maupun penggunaan QR Code Lintas Batas sebagai teknologi yang akan mempermudah transaksi mata uang lokal bagi ASEAN, yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik melalui sistem dan strategi yang telah dirancang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis, serta teori integrasi ekonomi kawasan menurut Van Niekerk terkait peranan Indonesia dalam mempromosikan efisiensi LCS dan QR Code Lintas Batas di ASEAN. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia mengajak setiap anggota ASEAN untuk penggunaan LCS ini, karena akan menciptakan kondisi yang sesuai dengan tema KTT ASEAN tahun 2023, dimana Asia Tenggara berpotensi menjadi area episentrum pertumbuhan ekonomi kawasan sejak saat ini hingga masa mendatang. Kata Kunci: ASEAN, ekonomi digital, Indonesia, Local Currency Settlement, QR Code lintas bata

    Jalan Raya Pos dan Jalan Daendels: Infrastruktur Kolonial dalam Perspektif Pacem in Terris

    No full text
    The digital era triggers an anthropology crisis of the body. This is marked by the emergence of views on the objectification of the body and the commodification of sexuality, where the human body is reduced to an object of consumption and exploitation. Phenomena such as pornography, body image culture, and unrealistic beauty standards obscure the spiritual meaning of the body as a divine creation. These issues lead to a degradation of understanding regarding the values of marriage, sexuality, and human relationships. This study aims to examine the relevance of John Paul II’s Theology of the Body as a solution to these phenomena. John Paul II\u27s teachings, rooted in a profound reflection on the Scriptures, position the body as a medium for revealing love and self-giving. The body is not merely understood as a biological reality but also as a spiritual and transcendent dimension that reflects God\u27s love. Through concepts such as the spousal meaning of the body and humanity’s call to live in purity of heart, the Theology of the Body offers a holistic and profound perspective on the body, sexuality, and human relationships. This study employs a literature review method, analyzing 129 catecheses of John Paul II alongside various modern social phenomena. The findings demonstrate that the Theology of the Body restores the dignity of the human body by opposing objectification and exploitation while promoting loving relationships that are dignified and sacred. By understanding the body as a sacrament of love that reflects the human identity as God’s image, John Paul II’s Theology of the Body serves not only as a theological solution but also as a practical response to social, cultural, and moral challenges in the modern era.Penjajahan merupakan tindakan yang identik dengan pelanggaran norma-norma kemanusiaan. Bangsa Indonesia sendiri pernah berada dalam posisi dijajah oleh Negara lain. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya data dan fakta yang membuktikan kasus tersebut. Kisah pembangunan Jalan Raya Anyer sampai Panarukan adalah bukti nyata dari penjajahan. Walaupun pembangunan tersebut memberikan hasil yang baik dalam mengembangkan perekonomian. Namun imbasnya harus dibayar dengan darah dan nyawa yang tidak ternilai harganya. Adapun hasil penelitian merupakan gambaran dari pedihnya keadaan Bangsa Indonesia di masa penjajahan yang dilakukan oleh Kolonial Belanda. Selain itu disinggung juga kasus Genosida yang berada di seluruh Tanah Indonesia. Dikisahkan pula tentang sejarah terjadinya sistem tanam paksa (Cuulturstelsel) yang semakin merugikan rakyat Indonesia pada saat itu. Lebih spesifiknya adalah tentang peristiwa di balik pembangunan Jalan Raya Pos Anyer sampai Panarukan. Tercatat bahwa pembangunan ini melewati 39 kota, baik kota kecil seperti Juwana, Bangil, dan Porong. Sedangkan kota besarnya meliputi Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Serta masih banyak kota-kota yang dilewati oleh jalur pembangunan ini. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif. Mengembangkannya dengan melakukan analisis deskriptif terhadap buku hasil karya Pramoedya Ananta Toer. Metode kualitatif merupakan langkah yang membantu dalam menyusun data yang tercantum

    Value Engineering Pekerjaan Arsitektur pada Proyek Rumah Sakit X

    No full text
    Value engineering merupakan salah satu bentuk pendekatan design-to-cost. Value engineering merupakan suatu cara pendekatan kreatif dan terencana dengan tujuan mengidentifikasi dan mengoptimasikan biaya-biaya tanpa mengubah fungsi dan standar yang ditetapkan dalam perencanaan. Penelitian menggunakan studi kasus sebuah bangunan rumah sakit empat lantai terkait dengan komponen pekerjaan dalam biaya anggaran yang dinilai dapat diidentifikasi lebih detail dan dioptimalkan menggunakan value analysis tanpa mengubah fungsi dan menurunkan standar spesifikasi. Metodologi penelitian menggunakan job plan value engineering yang terdiri tahapan pengumpulan informasi, analisis fungsi, kreatif, evaluasi, dan rekomendasi. Analisis dan pembahasan menghasilkan simpulan alternatif kreatif material pengganti untuk pekerjaan dinding yang memiliki biaya konstruksi sebesar Rp 11.775.628.931 dan pekerjaan lantai sebesar Rp 4.806.411.840 terjadi penghematan pada biaya konstruksi dinding sebesar 42,74% dan penghematan pada biaya konstruksi lantai sebesar 56,93%. Dan ditinjau dari usia pakai 20 tahun didapat penghematan biaya siklus pekerjaan dinding sebesar 42,74% dan penghematan biaya siklus pekerjaan lantai sebesar 39,47%.Dalam suatu proyek konstruksi gedung, umumnya paket kerja arsitektur memiliki biaya lebih besar dibandingkan paket pekerjaan yang lain, sehingga berpeluang untuk dapat dilakukan rekayasa nilai. Rekayasa nilai seringkali disebut juga value engineering merupakan suatu cara pendekatan kreatif dan terencana dengan tujuan mengidentifikasi dan mengefisienkan biaya-biaya. Value engineering digunakan untuk mencari alternatif yang bertujuan menghasilkan biaya yang lebih rendah dari harga yang direncanakan sebelumnya dengan tetap mengacu pada standar yang ditentukan. Pada proyek pembangunan rumah sakit X, paket kerja arsitektur memiliki biaya yang paling besar. Dengan demikian rekayasa nilai paket kerja arsitektur diterapkan dengan menggunakan metode value engineering job plan yang terdiri tahapan berikut: pengumpulan informasi, analisis fungsi, kreatif, evaluasi, dan rekomendasi. Analisis pekerjaan dinding dan pekerjaan lantai pada pekerjaan arsitektur memiliki biaya konstruksi pada pekerjaan dinding sebesar Rp 11.775.628.931,32 dan pada pekerjaan lantai sebesar Rp 4.806.411.839,30. Diperoleh simpulan penelitian pada pekerjaan dinding terjadi penghematan pada biaya konstruksi sebesar Rp 5.033.001.503,48 atau sebesar 42,74%. Dan pada pekerjaan lantai terjadi penghematan biaya konstruksi sebesar Rp 2.736.509.616,48 atau sebesar 56,93%. Kata kunci: job plan, paket kerja arsitektur, penghematan biaya, value engineerin

    An Investigation of Renewable Energy Solutions for Off-Grid Sustainable Housing in Rural Nigeria

    No full text
    This study examines the adoption of renewable energy solutions for off-grid sustainable housing in rural Nigeria, focusing on the types of technologies implemented, their impact on living standards, and the factors influencing adoption. A mixed-methods approach, combining quantitative survey data from 340 households with qualitative interviews and case studies, reveals that solar photovoltaic (PV) systems are the most widely adopted renewable energy technology, significantly enhancing health outcomes, economic activities, and educational opportunities. Multivariate regression analysis identifies income, education level, and awareness as key predictors of renewable energy adoption, with coefficients of 0.345, 0.267, and 0.453, respectively, suggesting that higher income, education levels, and awareness substantially increase the likelihood of adopting renewable energy solutions. Structural Equation Modeling (SEM) illustrates that awareness mediates the impact of income and education on adoption, which, in turn, contributes to improved living standards. The study underscores the need for comprehensive policies, community engagement, capacity building, financial support, and effective monitoring and evaluation frameworks to encourage renewable energy adoption in rural Nigeria. These findings highlight the multifaceted benefits of renewable energy, including improved health, economic growth, and educational outcomes, while suggesting that addressing identified barriers can enhance the effectiveness and scalability of renewable energy initiatives

    Mengangkat Pewacanaan Nasionalisme, Pancasila, dan Seni

    No full text
    Pengabdian yang menyasar para seniman muda ini dimaksudkan untuk memperkuat landasan ideologis mereka dengan cara menanamkan Pancasila sebagai sebuah ideologi yang kokoh dalam bernegara. Penanaman ideologi ini dilakukan dengan tiga tema yang semuanya membentuk satu kesatuan: bagaimana prinsip Pancasila berperan dalam mengobati luka sejarah, bagaimana menerapkan gagasan besar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari lewat aktivitas yang berdampak pada masyarakat luas, dan terakhir bagaimana Pancasila dapat kita pergunakan untuk menafsirkan ulang makna kepahlawanan. Ketiga tema tersebut diberikan lewat seminar daring (webinar) yang dilakukan dengan cara mengundang ketua-ketua komunitas seniman muda atau perwakilannya. Kegiatan yang berlangsung dari bulan September hingga November 2020 ini melibatkan lima orang pakar, tiga orang dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD-ITB), satu orang dari galeri seni WOT BATU, dan satu orang dari Institut Seni Indonesia Padangpanjang (ISI Padangpanjang). Dari pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa para seniman yang aktif di dunia seni di Indonesia memiliki kepedulian yang mendalam tentang urgensi Pancasila dalam kaitannya dengan rasa nasionalisme bangsa ini. Dengan kata lain, integrasi Pancasila bukan hanya sebuah kewajaran, melainkan sebuah keharusan

    REVITALISASI ARSITEKTUR PADA KAWASAN PANJUNAN SEBAGAI KAMPUNG WISATA WARISAN BUDAYA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PARIWISATA DI KOTA CIREBON

    No full text
    Kota Cirebon, di Jawa Barat, kaya akan sejarah dan budaya namun belum memiliki perkembangan yang pesat dalam aspek pariwisatanya. Kampung Panjunan potensial untuk dikembangkan, dengan kolaborasi antara Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon (STT Cirebon) dan Jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pengembangan pariwisata berbasis arsitektur dan budaya di Jawa Barat. Melibatkan Dinas Pariwisata Kota Cirebon dan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Cirebon. Panjunan memiliki Masjid Merah yang kaya budaya, dibangun tahun 1480, salah satu masjid tertua di Cirebon, memiliki potensi pariwisata religi dan budaya. Pemerintah kota mendukung pengembangan pariwisata dan wisata lokal. Keterlibatan masyarakat dimulai dengan mempelajari aspek sosial-budaya Panjunan, memetakan budayanya, mengidentifikasi karakteristik fisik dan spasial untuk menjaga akar sejarahnya, termasuk pembentukan desa wisata. Hasilnya termasuk rencana konseptual untuk pengembangan pariwisata Panjunan dan dokumen pendukung untuk revitalisasi daerah tersebut, berdampak pada aspek fisik, ekonomi, dan sosial-budaya kawasan Panjunan

    Optimasi Berbasis GIS untuk Perancangan Rute Distribusi Gas Bumi: Studi Kasus PT Gagas Energi Indonesia

    No full text
    PT Gagas Energi Indonesia is a company engaged in the trading and natural gas business, one of which is Gaslink C-Cyl. Route determination for Gaslink C-Cyl distribution is carried out subjectively based on the proximity of locations between customers, thus creating inefficient routes, affecting the number of vehicles needed, and causing high transportation costs. Based on this problem, this study aims to minimize transportation costs by determining the optimal route and number of vehicles needed using the Multi-Trip Vehicle Routing Problem Time Windows Simultaneous Pickup and Delivery (MTVRPTW-SPD). This problem is solved using Geographic Information System (GIS) based optimization. To evaluate GIS-based optimization performance, comparison between existing condition and optimization are done for 50 demand points. Then, two scenario was developed, 100 and 200 demand points to explain the decision implication related to demand uncertainty. Based on the optimization process for 50 demand points gives better solution than existing condition in term of number of fleets needed, total distance travelled, and total transportation cost which result 3 units, 46,5%, and 43,5% respectively.PT Gagas Energi Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha niaga dan gas bumi, salah satunya adalah Gaslink C-Cyl. Penentuan rute untuk distribusi Gaslink C-Cyl dilakukan secara subyektif yang didasarkan pada kedekatan lokasi antar pelanggan, sehingga menciptakan rute yang tidak optimal, mempengaruhi jumlah kendaraan yang dibutuhkan, dan menyebabkan tingginya biaya transportasi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meminimasi biaya transportasi dengan menetapkan rute dan jumlah kendaraan yang optimal menggunakan Multi Trip Vehicle Routing Problem Time Windows Simultaneous Pickup and Delivery (MTVRPTW-SPD). Permasalahan ini diselesaikan menggunakan optimasi berbasis Geographic Information System (GIS). Untuk menunjukkan kinerja hasil optimasi berbasis GIS, dilakukan perbandingan antara kondisi eksiting dan hasil optimasi untuk 50 titik permintaan. Kemudian dikembangkan dua skenario, yakni dengan 100 dan 200 titik permintaan untuk menunjukkan implikasi keputusan terhadap ketidakpastian permintaan. Berdasarkan hasil optimasi untuk 50 titik permintaan didapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan kondisi eksisting ditinjau dari sisi jumlah kendaraan yang dibutuhkan, total jarak tempuh, dan total biaya transportasi, dimana masing-masing mengalamani penurunan sebesar 3 unit, 46,5%, dan 43,5% secara berturut-turut

    Evaluasi Life Cycle Cost Produksi Campuran Aspal Modifikasi Skala Laboratorium

    No full text
    This paper compares the life cycle costs (LCC) of various asphalt mixture technologies added with polymeric substances that modify either the binder or the whole mix and evaluates the hotspot of each mix type with the scope of cradle-to-gate from the raw materials purchase to the production of 7 kg samples. The polymer-modified binder yields the largest total cost of IDR 12,197, followed by the polymer-modified warm and hot asphalt mixture with a difference of up to 3% and 14.5%, and the standard hot mix gives the lowest result (IDR 9,344) of 23.4% smaller than the largest. Raw material price holds the major contribution with approximately 82.7%, while electricity consumption accounts for 30%. Oven heating contributes the most to the calculated impact from the lab production by 40 to 60%, followed by the mixing activity by a 10 – 30% difference. Conclusively, the LCC of bituminous mixture production is heavily influenced by raw materials price and electricity consumption, and the standard hot mix asphalt generates the lowest total cost, despite having a higher cost than the warm mix in the production stage.Riset ini membandingkan life cycle cost (LCC) dari beberapa jenis teknologi campuran aspal yang ditambahkan dengan bahan polimer yang digunakan untuk memodifikasi bitumen dengan campuran aspal serta mengevaluasi tinjauan kritis dari tiap jenis campuran dengan lingkup berupa cradle-to-gate dari tahap akuisisi bahan baku hingga produksi 7 kg sampel untuk masing-masing tipe. Penggunaan bitumen modifikasi polimer menghasilkan harga terbesar yakni IDR 12,197, diikuti oleh aspal campuran hangat dan panas modifikasi polimer dengan perbedaan hingga 3% dan 14.5%, serta metode produksi campuran aspal panas standar menghasilkan nilai terkecil (IDR 9,344) sebesar 23.4% dibandingkan nilai terbesar. Harga bahan baku memberi kontribusi terbesar hingga mencapai 82.7% sementara konsumsi listrik berkontribusi sebanyak 30%. Tahap pemanasan dalam oven memberi kontribusi terbesar untuk dampak dari proses produksi di lab mencapai 40 hingga 60%, diikuti oleh kegiatan pencampuran dengan selisih 10 - 30%. Dapat disimpulkan bahwa LCC dari campuran aspal sangat terpengaruh oleh harga bahan baku serta konsumsi energi listrik, serta campuran aspal panas standar menghasilkan LCC terendah, walaupun menghasilkan nilai yang lebih tinggi pada tahap produksi sampel dibandingkan campuran aspal hangat

    MODEL HUBUNGAN ANTARA KERUSAKAN JALAN DAN KECEPATAN KENDARAAN DI JALAN PERKOTAAN

    No full text
    Abstract   Roads are designed with a design speed according to their function and level of service. Along with increasing age of the pavement, the road will experience damage which will have an impact on reducing the level of service. The purpose of this study is to determine the model of the relationship between the level of damage and vehicle speed. The research location is Jalan I Gusti Ngurah Rai, Palu City, Central Sulawesi Province. The method used to measure the level of damage is the Pavement Condition Index (PCI) and vehicle speed is measured using the Speed View GPS Pro Android application. The results of the level of damage associated with changes in vehicle speed of motorcycles, light vehicle and heavy vehicles. The resulting model shows that the relationship between value of IKP and vehicle speed is linear. The model that can be used to determine vehicle speed (V) for motorcycles (MC) and light vehicles (LV) with a VCR limit of 0.80 and road type 2/2 undivided.   Keywords: road pavement; Pavement Condition Index; vehicle speed; road damage     Abstrak   Jalan dirancang dengan kecepatan desain sesuai dengan fungsi dan tingkat pelayanan. Seiring dengan bertam-bahnya umur perkerasan, jalan akan mengalami kerusakan yang memberi dampak penurunan tingkat pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan model hubungan antara tingkat kerusakan dan kecepatan kendaraan. Lokasi penelitian adalah Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat kerusakan adalah Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) dan kecepatan kendaraan diukur dengan aplikasi Android Speed View GPS Pro. Hasil tingkat kerusakan dihubungkan dengan perubahan kece-patan sepeda motor, kendaraan ringan dan kendaraan berat. Model yang dihasilkan menunjukkan bahwa hu-bungan Indeks Kondisi Perkerasan dan kecepatan kendaraan adalah linier. Model-model yang dihasilkan dapat digunakan untuk menentukan kecepatan kendaraan (V) pada jenis kendaraan sepeda motor (MC) dan kenda-raan ringan (LV), dengan batasan VCR sebesar 0,80 dan tipe jalan adalah 2/2 tidak terbagi.   Kata-kata kunci: perkerasan jalan; Indeks Kondisi Perkerasan; kecepatan kendaraan; kerusakan jala

    0

    full texts

    3,954

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇