Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
3954 research outputs found
Sort by
Pengaruh Inklusi Keuangan terhadap Kemiskinan di 33 Provinsi di Indonesia
Financial inclusion is believed to be one way to reduce poverty. Financial inclusion can provide opportunities for poor or marginal social groups in order to improve their lives with the availability and ease to be able to use the formal financial services are affordable and low cost. This study uses the ratio of the number of banking offices per 100 thousand of the adult population, the ratio of the number of credits per the GRDP, and the ratio of the number of third-party funds per GRDP to describe financial inclusion in terms of access and use of financial services. The data used is panel data of 33 provinces annually for the period 2011 to 2019 processed with static panel data regression. The results show that financial inclusion by increasing the use of banking products such as savings, current accounts and time deposits can reduce poverty in Indonesia.Inklusi keuangan dipercaya dapat menjadi salah satu cara untuk dapat menurunkan kemiskinan. Inklusi keuangan dapat memberikan kesempatan bagi golongan masyarakat miskin atau marginal memperbaiki kehidupannya dengan ketersediaan serta kemudahan untuk dapat menggunakan layanan keuangan formal yang terjangkau dan rendah biaya. Penelitian ini menggunakan rasio jumlah kantor perbankan per 100 ribu penduduk dewasa, rasio jumlah kredit per PDRB, serta rasio jumlah DPK per PDRB untuk menggambarkan inklusi keuangan dari sisi akses dan penggunaan layanan keuangan. Data yang digunakan merupakan data panel 33 Provinsi tahunan periode 2011 hingga 2019 diolah dengan regresi panel data statis. Hasil menunjukkan bahwa inklusi keuangan dengan meningkatkan penggunaan produk perbankan seperti tabungan, giro dan deposito dapat menurunkan kemiskinan di Indonesia
Pengaruh Volatilitas Nilai Tukar terhadap Ekspor Indonesia ke 5 Negara ASEAN
Perdagangan internasional merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. Salah satu faktor yang juga berpengaruh terhadap berjalannya kegiatan perdagangan internasional adalah perubahan nilai tukar. Naik turunnya nilai tukar suatu negara menunjukkan besarnya volatilitas yang terjadi pada mata uang negara tertentu terhadap mata uang negara lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh volatilitas nilai tukar terhadap ekspor Indonesia dengan 5 negara anggota ASEAN. Data yang digunakan terdiri dari data ekspor, volatilitas nilai tukar, nilai tukar, GDP dan jarak yang menggunakan estimasi regresi data panel pendekatan common effect model. Dari hasil estimasi yang dilakukan didapatkan hasil bahwa variabel volatilitas nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor Indonesia terhadap 5 negara anggota ASEAN.
 
Praktik Perdagangan Karbon Dalam Perspektif Ekonomo Institusi Studi Kasus: Proyek Katingan Mentaya
Cita-cita penurunan emisi GRK dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya lewat skema perdagangan karbon. Indonesia sudah ikut berpartisipasi dalam perdagangan karbon khususnya di sektor kehutanan lewat proyek konservasi seperti yang dilakukan PT RMU melalui proyek Katingan Mentaya. Namun dalam praktiknya, perdagangan karbon yang dilaksanakan belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perdagangan karbon di Indonesia, khususnya yang dilakukan melalui proyek Katingan Mentaya dan bagaimana peran unsur kelembagaan didalamnya. Dari analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu (1) skema perdagangan karbon yang dilakukan Indonesia saat ini masih bersifat sukarela (2) peran PT RMU dan Pemerintah sebagai institusi yang terlibat langsung dalam proyek Katingan Mentaya perlu dikaji ulang untuk meminimalisir masalah yang ada
ANALISIS PERBANDINGAN PENERAPAN KONSEP UNIVERSITAS BERKELANJUTAN (STUDI KASUS PADA TIGA UNIVERSITAS TERBAIK DI DUNIA)
Indonesia officialy becomes chair of the G20 for 2022 with the aim of accelerating sustainable development in economic, environmental and social aspects. This goal is set with examples of reasons for climate change that require real action to reduce the resulting impacts. Another reason for this goal is the worldwide pandemic causing an economic downturn. With these goals, it is hoped that the target of the Sustainable Development Goals (SDGs) can be achieved by 2030. This target requires the contribution of all parties, especially universities, to become a sustainable university. Sustainable practices carried out have criteria and weights assessed by an intitution, namely the Times Higher Education (THE) Impacts Ranking. This research will compare the implementation of a sustainable university in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) descriptively. The subjects in this study were the University of Auckland, University of Sydney, and Western Sydney University. The three universities are called the best in the world according to THE Impacts Ranking 2020 and all three of them apply a triple bottom line. Research data will be processed and classified based on the triple bottom line and SDGs which will later be compared between the three. The social aspect is the aspect that mostly carried out by the three universities with different and sustainable activities to achieve the Sustainable Development Goals (SDGs)
ANALISIS PERBANDINGAN PENGUNGKAPAN SDGS NOMOR TIGA BERDASARKAN GRI STANDARDS DALAM SEKTOR PELAYANAN KESEHATAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2020 (MAKSIMAL 14 KATA, KAPITAL)
Corporate social responsibility relates to sustainable development and not only makes decisions based on economic impacts, but also considers social and environmental impacts. In the implementation of corporate social responsibility, Sustainable Development Goals three, good health and well-being, are the most important things to be fulfilled at this time. Based on the results of the study, only a few companies in the health care sector disclosed the number three SDGs based on the GRI Standards. 33 GRI Standards were used. In total, the companies that disclosed the most were the Sido Herbal and Pharmaceutical Industry and those that disclosed the least were Diagnostic Laboratory Utama Tbk, Itama Ranoraya Tbk, and Pyridam Farma Tbk. In conducting a comparative analysis, the GRI Standards were separated based on 2016, 2018, and 2020. The company that disclosed the number three SDGs based on the 2016 GRI Standards the most was Phapros Tbk and the one that did not disclose was Metro Healthcare Indonesia Tbk. The companies that mostly disclose SDGs number 3 based on GRI Standards 2018 are Kalbe Farma Tbk, Sido Herbal and Pharmaceutical Industry, Siloam International Hospitals and those that do not disclose at all are Diagnostic Laboratory Utama Tbk, Indofarma Tbk, Itama Ranoraya Tbk, Kimia Farma Tbk, Phapros Tbk, Prodia Widyahusada Tbk, Royal Prima Tbk, Pyridam Farma Tbk, and Sarana Meditama Metropolitan T. The company that mostly disclosed SDGs number 3 based on the GRI Standards 2020 was Mitra Keluarga Karyasehat Tbk and the one that did not disclose at all was Diagnostic Laboratory Utama Tbk, Indofarma Tbk, Itama Ranoraya Tbk, Kimia Farma Tbk, Kalbe Farma Tbk, Merck Tbk, Phapros Tbk, Pyridam Farma Tbk, Siloam International Hospitals
Pendampingan Pembelajaran Matematika Siswa SMA Santa Angela Bandung
Kebanyakan siswa ingin hidup mereka bermakna, yakni dengan mengetahui tujuan hidup serta cara untuk mencapai tujuan tersebut dengan mengembangkan minat dan bakat mereka dalam suatu bidang. Untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki, para siswa memerlukan pembelajaran wawasan sejak dini. Salah satu cara yang telah dilakukan pihak sekolah ialah melalui tes minat dan bakat. Tes yang diberikan saat bangku kelas X atau XI tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan mereka. Luaran dari hasil tes minat dan bakat mungkin membantu, namun belum tentu cocok ketika mereka sudah menempuh pembelajaran di bangku kuliah atau ketika mereka sudah bekerja nantinya. Hal ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19 yang memaksa semua proses belajar dan mengajar diselenggarakan secara daring. Minimnya interaksi antara siswa dan guru menyebabkan guru kurang dapat mengenal potensi yang sudah ada dalam diri setiap siswanya, sehingga para guru susah untuk memberikan saran dan masukan yang berguna untuk mengembangkan minat dan bakat anak tersebut. Kegiatan pendampingan pembelajaran matematika yang dikembangkan oleh beberapa dosen Program Studi Sarjana Matematika UNPAR mencoba membantu para siswa yang memiliki minat akan pelajaran matematika untuk mengenali potensi diri. Kegiatan ini diselenggarakan dengan memperkenalkan ilmu-ilmu dasar yang berhubungan dengan matematika. Tujuannya yakni untuk menarik minat para siswa dalam berkarir di bidang yang berhubungan dengan matematika
Literasi Aktuaria di SMA Kristen Trimulia Bandung
Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui Mendikbudristek pada tahun 2022 memberikan kebebasan pada sekolah dalam mengatur alokasi waktu dan materi pelajaran. Sementara itu siswa juga diberikan kebebasan memilih pelajaran yang sesuai dengan bakat dan minat, serta rencana karir yang akan dipilih. Kebebasan yang diberikan ini juga memberikan permasalahan bagi sekolah, guru dan siswa. Permasalahan tersebut antara lain terkait dengan kurangnya wawasan para siswa tentang berbagai profesi yang dapat ditekuni, lingkup pekerjaan, prospek karir, serta kaitannya dengan mata pelajaran yang harus dipilih untuk menunjang profesi tersebut. SMA Kristen Trimulia sebagai salah satu sekolah yang akan melaksanakan kurikulum Merdeka, menghadapi permasalahan yang sama. Salah satu upaya sekolah untuk mengatasi hal tersebut adalah mengundang berbagai mitra perguruan tinggi untuk memberi wawasan pada siswa tentang bidang studi yang ditawarkan. Kegiatan literasi aktuaria ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat beberapa dosen Program Studi Sarjana Matematika UNPAR. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan matematika dan statistika yang terkait dengan aktuaria, sesuai dengan tingkat pengetahuan mereka sebagai siswa SMA. Melalui kegiatan ini siswa diharapkan memperoleh wawasan terkait aktuaria dan profesi aktuaris, yang dapat membantu siswa untuk memutuskan apakah profesi aktuaris merupakan pilihan karir yang cocok untuk mereka
Anak Belajar Fisika (ABF) 2023: Incredible Physics
Anak Belajar Fisika (ABF) 2023 mengangkat tema “Incredible Physics” yang disingkat INDY dengan tema workshop secara garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu Fisika Terapan dan Fisika Teori. Topik ABF/INDY 2023 untuk masing-masing tema tersebut adalah: (1) Deep Learning dan Implemetasinya pada Hardware, dan (2) Quantum Computing. Salah satu dampak dari kegiatan pengabdian ini khususnya bagi para peserta adalah semakin bertambahnya wawasan ilmu fisika sesuai dengan bidang ilmu yang diminati, yang sebelumnya belum pernah atau belum secara mendalam dipelajari di sekolah. Berdasarkan angket sebelum kegiatan, terdapat 42% peserta yang sama sekali belum pernah mempelajari materi INDY 2023. Setelah mengikuti workshop, sebanyak 50% peserta menyatakan bahwa dapat memahami materi yang diberikan. Berdasarkan masukan peserta, seluruh peserta menginginkan untuk dapat diadakan lagi kegiatan ini, baik secara daring maupun luring. Dari angket tersebut muncul usulan tema yang cukup beragam, yang akan menjadi bahan pertimbangan penyelenggaraan kegiatan selanjutnya
Analisa Beban Kerja Mental Operator Dengan Metode NASA TLX Di PT XYZ
PT XYZ is a fermentation industry that uses Human Machine Interfaces (HMI) in the production process. With high mental workload of operators, it can disrupt company productivity. In 2021, the achievement of the percentage of production failure targets at PT XYZ has not reached the set target. The purpose of this study is to measure and make improvements to the mental workload at PT XYZ. The research method is to measure mental workload using the NASA TLX questionnaire, conduct data analysis using descriptive statistics, and conduct a paired t-test to compare the results of mental workload before and after improvement.. From the research results, the mental workload score was 72.64 in the high category. Of the six NASA TLX dimensions, operators experienced time demands of 24.1%, effort 23.1%, mental demands 22.3%, performance 20.2%, physical demands 9.3% and frustration 1.0%. The improvement results can reduce the high mental workload of operator from 82 to 74 with a significant level of 0.004, and increase the low mental workload of operators from 53 to 66 with a significant level of 0.129.PT XYZ merupakan industri fermentasi yang menggunakan Human Machine Interfaces(HMI) dalam proses produksi. Dengan beban kerja mental operator yang tinggi dapat menggangu produktivitas perusahaan. Pada tahun 2021 pencapain prosentase target kegagalan produksi di PT XYZ belum mencapai target yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur dan melakukan perbaikan terhadap beban kerja mental di PT XYZ . Metode penelitian yaitu mengukur beban kerja mental menggunakan kuesioner NASA TLX, melakukan analisis data dengan descriptive statistic, serta melakukan uji t berpasangan untuk membandingkan hasil beban kerja mental sebelum dan sesudah perbaikan. Dari hasil penelitian diperoleh skor beban kerja mental yaitu 72,64 dengan kategori tinggi. Dari enam dimensi NASA TLX operator mengalami tuntutan waktu sebesar 24,1%, usaha 23,1%, tuntutan mental 22,3%, performansi 20,2%, tuntutan fisik 9,3% dan frustasi 1,0%. Hasil perbaikan dapat mengurangi beban kerja mental operator yang tinggi dari 82 ke 74 dengan significant level 0,004, dan meningkatkan beban kerja mental operator yang rendah dari 53 ke 66 dengan significant level 0,129
Efisiensi Sistem Pelaporan Pajak sebagai Variabel Moderasi untuk Digitalisasi Kepatuhan Pajak
The goal of this research is to examine the impact of tax digitalization, such as e-filling, and e-billing, on the efficiency of individual taxpayer reporting and tax compliance in the 4.0 era. The presence of tax digitalization as a type of tax administration modernization makes it easier for the general public, particularly taxpayers, to carry out their obligation. This study is a quantitative research. This study\u27s variables include one dependent variable, two independent variables and one variabel moderating. The dependent variable is the tax compliance, while the independent variables are the use e-filling, and e-billing and the moderating variables is efficiency of taxpayer reporting. The population in this study is Individual taxpayers in Kuningan Regency, West Java. The samples in this research are 50 respondents that take the questionnaire with Likert scale as the measurement. This study used incidental sampling, with the research instrument being an online questionnaire distributed via social media. The data analysis method in this study uses Moderated Regression Analysis (MRA). According to the findings of this study efficiency tax system has not been proven to moderate the relationship between e-filling and e-billing with the tax compliance.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak digitalisasi pajak, seperti e-filling, dan e-billing, terhadap efisiensi pelaporan wajib pajak orang pribadi dan kepatuhan pajak di era 4.0. Hadirnya digitalisasi pajak sebagai salah satu jenis modernisasi administrasi perpajakan memudahkan masyarakat umum, khususnya wajib pajak, dalam menjalankan kewajibannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Variabel penelitian ini meliputi satu variabel dependen, dua variabel independen dan satu variabel moderasi. Variabel dependen adalah kepatuhan pajak, sedangkan variabel independen adalah penggunaan e-filling, dan e-billing dan variabel moderasi adalah efisiensi pelaporan wajib pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 responden yang mengambil kuesioner dengan skala Likert sebagai pengukuran. Penelitian ini menggunakan sampel insidental, dengan instrumen penelitiannya adalah kuesioner online yang didistribusikan melalui media sosial. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Menurut temuan penelitian ini, efisiensi sistem perpajakan tidak dapat memoderasi hubungan antara e-filling dan e-billing dengan kepatuhan pajak