Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
3954 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI DOUBLE SKIN FACADE TERHADAP KENYAMAN TERMAL PADA BANGUNAN PANJANG
Abstract - The issue of limited urban land in Indonesia is increasing day by day, with the problem of high population growth and increasing housing needs, creating a lot of slum housing which does not pay attention to comfort and health. With this problem, the city also produces many smaller building widths and land compared to the previous one, especially in the city center and its surroundings. Nowadays buildings around urban areas in Jakarta are smaller but elongated on the sides , which uses a flat roof to add to the city view, with an elongated shape of the building that does not have openings on the right and left sides, this raises questions about the system and the building\u27s performance on thermal comfort.
This study uses a software simulation method, where the 3d model is made on Autodesk Revit, while the simulation is carried out to analyze the model thermal comfort and wind speed, using Autodesk CFD software. For the assessment of wind speed ,it is verified with the Lippsmeier 20017 standard and the thermal comfort standard through the Indonesian thermal comfort standard in (SNI) 03-6572-2001 and the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia NO. 1077/MENKES/PER/V/2011.
The results of this study are an optimization model and a simulation of the application of effective shading and stack effects in buildings, especially in the main room in the long building, in this study the object used is 3500mm house by Ago Architects on Jl.Haji Nawi, South Jakarta. The optimization simulation of the facade components and the stack effect in the building was carried out 4 times with the parameters of the shading angle (A and B) and the height of the stack effect (A and B), followed by concluding that from the 4 simulations the greatest effect for achieving thermal comfort is optimization of the stack effect which can reduce the comfort temperature by 1.56°C. The conclusion in this study is that optimization of the Stack effect can make the thermal comfort of the building better.
Keywords: Long building, thermal comfort, wind speed, DSF,Stack Effect , Autodesk CFD , JakartaAbstrak - Isu masalah terbatasnya lahan kota di Indonesia kian hari kian meningkat , dengan permasalahan pertumbuhan penduduk yang tinggi dan kebutuhan rumah semakin meningkat tercipta banyak perumahan kumuh juga yang dimana tidak memperhatikan kenyamanan dan kesehatan. Dengan adanya permasalahan ini lahan lahan di kota juga menghasilkan banyak bangunan dengan lebar bangunan dan tanah yang kecil dibandingkan dengan yang dulu , terutama pada bagian pusat kota dan sekitarnya.Sekarang ini bangunan sekitar area perkotaan di Jakarta menjadi lebih kecil tetapi memanjang pada bagian sisinya (bangunan Panjang) yang menggunakan atap datar untuk menambah pemandangan kota , dengan bentuk bangunan yang memanjang dan tidak memiliki bukaan pada sisi kanan dan kirinya ,ini menimbulkan pertanyaan mengenai sistem dan kinerja bangunan terhadap kenyamanan termal.
Penelitian ini menggunakan metode simulasi software,dimana pembuatan model 3d dibuat pada software Autodesk Revit sedangkan ,Simulasi model 3d yang dilakukan untuk menganalisis model dan kenyamanan termal serta kecepatan angin pada kawasan penelitian, menggunakan software CFD. Untuk penilaian terhadap kenyamanan kecepatan angin diverifikasi dengan standar dan standar kenyamanan termal melalui standar kenyamanan termal Indonesia dalam (SNI) 03-6572-2001 dan Peraturan Menteri Kesehatan RI NO. 1077/MENKES/PER/V/2011.
Hasil dari penelitian ini merupakan model optimalisasi dan simulasi penerapan pembayangan serta stack effect yang efektif di bangunan terutama pada ruang utama pada bangunan Panjang,dalam penelitian kali ini objek yang digunakan adalah 3500mm house oleh Ago Architects di Jl.Haji Nawi ,Jakarta Selatan. Simulasi optimalisasi terhadap komponen fasad dan stack effect pada bangunan dilakukan sebanyak 4 kali percobaan dengan parameter sudut shading (A dan B) dan tinggi stack effect (A dan B),dilanjutkan dengan mengambil kesimpulan dari 4 simulasi tersebut efek paling besar untuk mencapai kenyamanan termal adalah optimalisasi stack effect dimana dapat menurunkan comfort temperature sebanyak 1.56°C .Konklusi pada penelitian kali ini adalah optimalisasi pada Stack effect bisa membuat kenyamanan termal pada bangunan menjadi lebih baik.
Kata Kunci: Bangunan Anjang, kenyamanan termal, kecepatan angin, DSF,Stack Effect , Autodesk CFD , Jakart
KAJIAN PENDINGINAN PASIF UNTUK MENGOPTIMASI KENYAMANAN TERMAL SEKOLAH PADA IKLIM TROPIS LEMBAP (STUDI KASUS: KB-TK PAHOA TANGERANG)
Abstract - The comfort of a building is a supporting role for the user’s activities. Student activities at school, especially kindergarten students, have activities that tend to use more of a higher metabolism, so a comfortable space is an important aspect of user activity in a room for a learning environment. The object used as a study is KB-TK Pahoa Tangerang as a school where the building maximizes passive design to support teaching and learning activities. Thermal discomfort caused by high temperatures can be a distraction and have a negative impact on the teaching and learning process. This study aims to look at thermal comfort in kindergartens located in tropical environments and activities that use a lot of physical activity for learning at the kindergarten level.
In this research an experimental method will be carried out using CFD (computational fluid dynamics) simulations and including activities in kindergarten to address the problem of thermal comfort, especially for children aged 4-6 years. The analysis was carried out using the PMV (predicted mean vote) which in this process included activity variables, clothing, and building physical data to determine user satisfaction and classroom thermal comfort. Direct observation of the location of the study object was carried out to obtain existing data and literature studies for reference regarding thermal comfort and passive cooling strategies.
The results obtained from this study indicate that the conditions of thermal comfort in the kindergarten from morning to noon, students using the classroom show slightly warm thermal sensation. Based on the results of the existing simulation, it is continued with efforts to optimize the design to achieve thermal comfort by optimizing it through modification of the classroom model using sun protection (shading) & ventilation. The optimization percentage reached the maximum value of PMV reduction by 12,68% in ventilation optimization, and 6,55% in shading optimization.
Keywords: Passive Cooling, Thermal Comfort, School, Humid Tropical Climate, Pahoa Kindergarten TangerangAbstrak - Kenyamanan suatu bangunan merupakan hal penunjang aktivitas. Aktivitas siswa di sekolah khususnya peserta didik Taman Kanak-Kanak mempunyai aktivitas yang cenderung lebih banyak menggunakan metabolisme yang lebih tinggi, sehingga ruang yang nyaman adalah aspek penting bagi aktivitas pengguna di dalam ruang untuk lingkungan belajar. Objek yang digunakan sebagai studi adalah KB-TK Pahoa Tangerang sebagai sekolah dimana bangunan memaksimalkan desain pasif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Ketidaknyamanan termal yang disebabkan oleh temperatur yang tinggi dapat menjadi distraksi dan memberikan dampak negatif dalam proses belajar-mengajar. Penelitian ini bertujuan melihat kenyamanan termal di sekolah Taman Kanak-Kanak yang berada di lingkungan tropis dan aktivitas yang banyak menggunakan fisik untuk aktivitas belajar di tingkat taman kanak kanak.
Pada penelitian ini akan dilakukan metode eksperimental dengan menggunakan simulasi CFD (computational fluid dynamics) dan memasukkan aktivitas di Taman Kanak-Kanak untuk menyikapi permasalahan kenyamanan termal terutama bagi pengguna anak-anak usia 4-6 tahun. Analisis dilakukan dengan menggunakan PMV (predicted mean vote) dimana dalam proses ini dapat memasukkan variabel aktivitas, pakaian, dan data fisik bangunan untuk mengetahui kepuasan pengguna dan kenyamanan termal ruang kelas. Observasi langsung ke lokasi objek studi dilakukan untuk mendapatkan data eksisting dan studi literatur untuk acuan terkait kenyamanan termal dan strategi pendinginan pasif.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kenyamanan termal di TK pada saat pagi sampai siang hari, peserta didik pengguna ruang kelas menunjukkan sensasi termal sedikit hangat (slightly warm). Berdasarkan hasil eksisting simulasi dilanjutkan kembali pada upaya optimalisasi desain untuk mencapai kenyamanan termal dengan optimalisasi melalui modifikasi model ruangan kelas menggunakan penangkal sinar matahari (shading) & ventilasi. Persentase optimalisasi mencapai nilai maksimum penurunan nilai PMV sebesar 12,68% pada optimalisasi ventilasi, dan 6,55% pada optimalisasi shading.
Kata Kunci: Pendinginan Pasif, Kenyamanan Termal, Sekolah, Iklim Tropis Lembap, KB-TK Pahoa Tangeran
STUDI PENJAJARAN ARSITEKTUR CANDI BUDDHA DI SUMATERA DAN JAWA DALAM KONTEKS MAHAYANA VAJRAYANA DITINJAU DARI TATA MASSA, TATA RUANG, SOSOK, DAN ORNAMENTASI
Abstract - Buddhist architecture in Sumatra and Java still needs to be studied further in relation to the study of relations because Buddhist architecture does not have books or buildings that serve as guidelines for Buddhist architecture in Indonesia. The Buddhist schools that have spread in Indonesia, namely Mahayana and Vajrayana, have long ago had roots in Hindu teachings which can be seen again from the spread of architecture that occurred in Indonesia. This research was conducted to determine the relationship between Buddhist temples in Sumatra and Buddhist temples in Java. Analysis regarding the similarities and differences between several temples in Sumatra and Java can produce influencing factors. Comparative qualitative research was conducted to find out the differences and similarities between Buddhist temples in Sumatra and Java by conducting a juxtaposition study, after which the analysis was given what factors were thought to influence the similarities and differences obtained. It was concluded that there are similarities and differences between the two architectures of Sumatran Buddhist temples and Ancient Mataram Buddhists, similarities are possible because Sumatran temples have a closeness or resemblance to the architectural style of Central Javanese temples which can be seen in the application of different temple architectural elements. adapted to the Sumatran temples. The difference also explains that there is a closeness of the architectural style that is implemented according to local wisdom or based on local genius which influences the differences. So based on the descriptive qualitative analysis, it is evident that there are similarities and differences in the juxtaposition study that connects the architectural elements of the temples that are the object of research.
Keywords: candi architecture, Buddha, Sumatra, architectural elements Abstrak - Arsitektur Buddha di Sumatra dan di Jawa masih perlu dikaji lebih lanjut hubungannya dalam studi penjajaran karena arsitektur Buddha tidak memiliki kitab ataupun bangunan yang dijadikan pedoman arsitektur Buddha di Indonesia. Aliran Buddha yang mengalami penyebaran di Indonesia, yaitu Mahayana dan Vajrayana, sejak dahulu memiliki akar dari ajaran Hindu yang dapat dilihat kembali dari penyebaran arsitektur yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan Candi Buddha Sumatera dengan Candi Buddha yang ada di Jawa. Analisis terkait persamaan dan perbedaan antara beberapa candi di Sumatra dan Jawa dapat menghasilkan faktor-faktor yang mempengaruhi. Penelitian kualitatif komparatif dilakukan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan candi-candi Buddha yang berada di Sumatra dan Jawa dengan melakukan studi penjajaran, setelah analisis tersebut diberikan faktor-faktor apa yang diduga mempengaruhi persamaan dan perbedaan yang didapatkan. Diperoleh kesimpulan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan yang ada diantara kedua arsitektur candi-candi Buddha Sumatra dan Buddha Mataram Kuno,
persamaan dimungkinkan karena candi-candi Sumatra memiliki kedekatan atau kemiripan dengan gaya arsitektur candi Jawa Tengah yang dapat dilihat pada penerapan unsur-unsur arsitektur candi yang mengalami adaptasi pada candi-andi Sumatra. Perbedaan juga menjelaskan bahwa terdapat kedekatan dari gaya arsitektur yang diimplementasi sesuai dengan kearifan lokal atau berdasarkan local genius yang mempengaruhi terdapat perbedaan. Jadi berdasarkan analisis kualitatif deskriptif, terbukti bahwa adanya persamaan dan perbedaan dari studi penjajaran yang menghubungkan unsur arsitektur candi-candi yang menjadi objek penelitian.
Kata-kata kunci: arsitektur candi, Buddha, Sumatra, unsur arsitektur 
Transformasi Pengelolaan Nilai Budaya dan Nilai Religi Tari Piring (Sebuah Komoditi?): Dari Ekspresi Religius ke Komoditas Ekonomi
Tari Piring, seni tari tradisional dari Minangkabau, Sumatera Barat, awalnya adalah bagian dari ritus kesuburan agraris yang sarat dengan nilai-nilai religius dan spiritual. Seiring dengan masuknya pengaruh Islam pada abad ke-16 dan perubahan sosial-budaya dalam beberapa dekade terakhir, Tari Piring mengalami perubahan signifikan menjadi komoditas dalam industri pariwisata dan hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi Tari Piring dari ekspresi religius ke komoditas ekonomi, serta dampak proses komodifikasi ini terhadap nilai-nilai tradisional dan religius tari tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Sementara, analisis data dilakukan dengan menelaah perubahan dalam bentuk pertunjukan, pemasaran, dan persepsi masyarakat terhadap Tari Piring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi Tari Piring menyebabkan pergeseran dari nilai-nilai religius dan budaya ke nilai-nilai ekonomis. Tari Piring kini lebih sering ditampilkan sebagai atraksi pariwisata dan hiburan daripada sebagai bagian dari upacara adat. Meskipun ini meningkatkan visibilitas dan eksistensi Tari Piring di era modern, perubahan ini juga mengancam keberlanjutan nilai-nilai tradisional dan spiritualnya. Elemen asli dari tari ini mengalami perubahan untuk memenuhi selera pasar, mengorbankan makna spiritual yang dulunya sangat kental.Sebagai produk budaya, Tari Piring mengalami pergeseran peran atas dampak dari perubahan manajemen kebudayaan yang dialaminya. Menurunnya peran surau dalam kebudayaan Minangkabau serta dengan datangnya peristiwa dekonstruksi kebudayaan Minangkabau, membawa perubahan dalam kebudayaan Minangkabau dan Tari Piring. Tari Piring yang tadinya dianggap sakral dalam konteks kebudayaan berubah menjadi semacam produk peresmian acara kebudayaan dan kemudian menjadi sebatas tarian untuk menghibur. Adaptasi Tari Piring dalam tulisan ini menjadi sebuah representasi atas kemungkinan pengelolaan produk budaya tradisi untuk tetap relevan dari satu era ke era lainnya. Diperlukan perhatian khusus dalam mengelola produk budaya Tari Piring agar tidak kehilangan jati diri kulturalnya dan tidak salah mengaplikasikan nilai-nilai simbolik yang kemudian akan terintegrasikan kedalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan-tindakan pelestarian dan pengembangan kesenian lokal melalui penelitian dan kajian dalam mengintegrasikan seni tradisi ke dalam kurikulum pendidikan
The Strategy of Unpar Student in Using Social Media as Part of Critical Digital Citizenship
Media literacy in modern times has become a fundamental need required to be owned by the community, especially students. Through the application of good and wise media literacy, readers can avoid bad influences due to inaccurate information. In its application, media literacy has a lot of contact with social media (a digital platform that is often used for social interaction as well as a reference for exchanging information). Many cases and violations have occurred as a result of misuse of information and the spread of fake news in the digital world, for this reason, high awareness is needed for social media users to apply ethics and morals as formed in the concept of Digital Citizenship. Through globalization theory which can provide direction regarding the relationship of the three important points (media literacy, social media and digital citizenship), it is hoped that this research report can add new insights and points of view for readers. In an effort to get mature conclusions, accurate data is needed, where in this research report the related group has approached students majoring in International Relations at Parahyangan University as the target respondents to fill in the questions given through a questionnaire form. Furthermore, the analysis is created in accordance with existing data and is not contrivedLiterasi Media pada zaman modern menjadi sebuah kebutuhan mendasar yang perlu dimiliki oleh masyarakat,khususnya mahasiswa. Melalui penerapan literasi media yang baik dan bijak, pembaca dapat terhindar dari pengaruhburuk akibat informasi yang tidak akurat. Dalam penerapannya, literasi media banyak bersinggungan dengan mediasosial (sebuah wadah digital yang sering digunakan untuk melakukan interaksi sosial maupun acuan dalam bertukarinformasi). Banyak kasus dan pelanggaran yang terjadi akibat penyalahgunaan informasi maupun penyebaran beritapalsu dalam dunia digital, untuk itu diperlukan kesadaran yang tinggi bagi para pengguna media sosial untukmenerapkan etika dan moral sebagaimana telah terbentuk dalam konsep Digital Citizenship. Melalui teoriglobalisasi yang dapat memberikan arahan terkait hubungan ketiga poin penting (literasi media, media sosial dandigital citizenship) maka harapannya laporan penelitian ini dapat menambah wawasan dan sudut pandang yang barubagi pembaca. Dalam upaya mendapatkan hasil kesimpulan yang matang maka dibutuhkan data yang akurat, dimanapada laporan penelitian ini kelompok terkait telah melakukan pendekatan kepada mahasiswa jurusan HubunganInternasional Universitas Parahyangan sebagai target responden untuk mengisi pertanyaan yang diberikan melaluibentuk kuesioner. Selanjutnya analisa diciptakan sesuai dengan data yang ada dan tidak dibuat-buat
Modernity, Globalization, and Human Civilization
The study of modernity reveals significant transformations in both space and time, accompanied by a shift from traditional to digital modes of thinking. Anthony Giddens, a prominent scholar in the discourse of modernity, emphasizes the interconnectedness of capitalism, industrialism, surveillance, and military power, highlighting their inseparability. Capitalism operates as a system of commodity production, centered on the relationship between private capital rights and labor devoid of ownership rights. Industrialism involves the efficient utilization of material resources for production purposes. Surveillance encompasses the collection, control, and supervision of information and individual activities, particularly in political domains. Meanwhile, military power characterizes a modern state\u27s ability to monopolize the use of mobilizing forces. The main issue to be researched is how the interconnectedness of capitalism, industrialism, surveillance, and military power in the context of modernity influences the social dynamics of society. This research is significant in understanding the complex network of modern society and addressing the challenges faced, particularly regarding rapid social changes and the complexity of relationships between economic, political, and military forces.The study of modernity reveals significant transformations in both space and time, accompanied by a shift from traditional to digital modes of thinking. Anthony Giddens, a prominent scholar in the discourse of modernity, emphasizes the interconnectedness of capitalism, industrialism, surveillance, and military power, highlighting their inseparability. Capitalism operates as a system of commodity production, centered on the relationship between private capital rights and labor devoid of ownership rights. Industrialism involves the efficient utilization of material resources for production purposes. Surveillance encompasses the collection, control, and supervision of information and individual activities, particularly in political domains. Meanwhile, military power characterizes a modern state\u27s ability to monopolize the use of mobilizing forces. The main issue to be researched is how the interconnectedness of capitalism, industrialism, surveillance, and military power in the context of modernity influences the social dynamics of society. This research is significant in understanding the complex network of modern society and addressing the challenges faced, particularly regarding rapid social changes and the complexity of relationships between economic, political, and military forces
Analisis Pengendalian Mutu Beton pada Proyek Rumah Susun PIK Pulo Gadung dengan Metode Statistical Quality Control
Pertumbuhan penduduk terjadi begitu pesat sehingga menyebabkan permasalahan lahan perumahan. Rumah susun menjadi solusi hunian vertikal dengan memanfaatkan lahan secara efektif dan efisien, sesuai dengan SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 11 yaitu menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, berketahanan dan berkelanjutan. Sehingga diperlukan pengawasan agar kualitasnya terjaga. Tujuan penelitian adalah mengetahui kesesuaian mutu beton dari pelat, balok, kolom menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) serta faktor yang menyebabkan mutu beton sesuai/tidak dengan rencana. Pengendalian mutu dilakukan dengan pengujian kuat tekan. Hasil pengujian dianalisis dengan SQC. Dari analisis diperoleh hasil mutu beton dari pelat, balok, kolom memenuhi mutu rencana. Berdasarkan X-chart untuk pelat dan balok sesuai target 43,75%, dibawah target 25%%, keluar UCL 18,75%, keluar LCL 12,5%. Kolom fc’ 40 MPa sesuai target 63,64%, dibawah target 9,09%, keluar UCL 9,09%, keluar LCL 18,18%. Kolom Fc’ 30 MPa sesuai target 40%, dibawah target 20%, keluar UCL 20%, keluar LCL 20%. Berdasarkan R-chart untuk pelat dan balok sesuai target 43,75%, dibawah target 56,25%. Kolom fc’ 40 MPa sesuai target 45,45%, dibawah target 54,55%. Kesimpulannya berdasarkan X-chart memenuhi rencana, tetapi prosesnya tidak stabil. Berdasarkan R-chart prosesnya stabil dan terkendali. Besarnya variabilitas beton diindikasikan karena faktor air semen, curing dan kualitas pelaksanaan kurang sempurna
Analisis Biaya terhadap Pengaruh Penggunaan Limbah Marmer dan Abu Sekam Padi pada Beton Geopolimer
Mortar geopolimer merupakan alternatif mortar konvensional yang mengandalkan reaksi pengikatan terhadap senyawa silikat alumina anorganik dengan material fly ash. Harga dan komposisi material fly ash sangat mempengaruhi nilai biaya produksi serta kualitas mortar geopolimer di Indonesia. Oleh karena itu, komposisi material fly ash pada campuran mortar geopolimer perlu dikembangkan dengan teknologi substitusi material pozzolan hasil limbah lainnya untuk mengurangi biaya produksi yang masif. Penelitian secara eksperimental di laboratorium ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi per m3 mortar geopolimer dengan subsitusi limbah marmer (LM) dan abu sekam padi (ASP) terhadap fly ash (FA) sebagai binder yang mencapai kekuatan tekan mortar konvensional tipe M sekitar 17 MPa. Variasi substitusi parsial LM dan ASP terhadap FA yaitu 0%:0%:100%; 5%:5%:90%; 10%:10%:80% dan 15%:15%:70%. Pengujian kekuatan tekan mortar dilakukan pada usia 28 hari, dengan benda uji berukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kadar substitusi parsial LM dan ASP terhadap FA ternyata kekuatan tekan mortar geopolimer mengalami penurunan tetapi masih melebihi kekuatan tekan mortar konvensional tipe M. Dari segi biaya produksi, semakin besar kadar substitusi parsial LM dan ASP terhadap FA ternyata mampu mengurangi total biaya produksi mortar geopolimer konvensional. Maka, LM dan ASP dapat direkomendasikan sebagai material alternatif substitusi FA dalam komposisi campuran mortar geopolimer dan diaplikasikan pada proyek infrastuktur di Indonesia.Pengaplikasian beton geopolimer di Indonesia masih terbatas karena biaya produksinya yang cukup tinggi dipengaruhi oleh harga satuan material fly ash. Maka perlu dikembangkan inovasi beton geopolimer dengan teknologi material pozzolan daur ulang hasil limbah sebagai substitusi fly ash baik parsial maupun keseluruhan. Penelitian secara eksperimental di laboratorium ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi per m3 beton geopolimer dengan subsitusi limbah marmer (LM) dan abu sekam padi (ASP) terhadap fly ash (FA) sebagai binder yang mencapai kekuatan tekan struktural 21 MPa. Variasi substitusi parsial LM dan ASP terhadap FA yaitu 0%:0%:100%; 5%:5%:90%; 10%:10%:80% dan 15%:15%:70%. Pengujian kekuatan tekan dilakukan pada usia 28 hari, dengan benda uji berukuran 5x5x5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kadar substitusi parsial LM dan ASP terhadap FA ternyata kekuatan tekan mortar mengalami penurunan tetapi masih melebihi kekuatan tekan struktural di atas 21 MPa. Dari segi biaya produksi, semakin besar kadar substitusi parsial LM dan ASP terhadap FA ternyata mampu mengurangi total biaya produksi mortar geopolimer normal. Maka, LM dan ASP dapat direkomendasikan sebagai material alternatif substitusi FA dalam komposisi campuran beton geopolimer dan diaplikasikan pada infrastuktur bangunan
Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sukapakir Kota Bandung Menggunakan Perspektif Model CIPP
This study aims to evaluate the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir Bandung City through the perspective of the CIPP model by analyzing the context, input, process, and output of the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir Bandung City. This research was conducted using qualitative research methods with descriptive research type. This research was conducted with primary data sources obtained by interviewing the person in charge of the Youth Care Health Service Program at the Sukapakir Health Center in Bandung City and secondary data obtained from journals and previous research on the evaluation of the Youth Care Health Service Program at the Sukapakir Health Center in Bandung City. Data collection techniques used by observation, interviews, and documentation. In analyzing the data, it was analyzed using content analysis. Based on the results of the discussion, it was found that in the context evaluation which discussed whether the program was held following the needs, the author found the suitability between the needs of adolescents and the objectives of the Adolescent Care Health Service Program at the Sukapakir Health Center in Bandung City, then the input evaluation analyzed the parties who played a role, the source of funds and infrastructure. The results showed that there were adequate human resources according to their fields, as well as the provision of financial resources and the availability of facilities and infrastructure. In the process evaluation, it was found that in its implementation there was a clear time every quarter and it was held effectively by combining the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir with other programs. In the product evaluation, the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir Bandung City is said to be quite successful even though there are sectors that have not significantly developed.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sukapakir Kota Bandung melalui perspektif model CIPP dengan menganalisis konteks, input, proses dan output dari Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sukapakir Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan sumber data primer yang diperoleh dengan wawancara kepada Penanggungjawab Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sukapakir Kota Bandung dan data sekunder yang diperoleh dari jurnal serta penelitian terdahulu mengenai evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sukapakir Kota Bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi, wawancara serta dokumentasi. Dalam menganalisis data, dianalisis dengan menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil pembahasan ditemukan pada evaluasi konteks yang membahas apakah program diadakan sesuai dengan kebutuhan, penulis menemukan kesesuaian antara kebutuhan remaja dengan tujuan dari program Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sukapakir Kota Bandung, lalu pada evaluasi masukan dianalisis pihak-pihak yang berperan, sumber dana maupun sarana prasarananya. Hasil penelitian menunjukan sudah ada SDM yang memadai sesuai pada bidangnya, begitu pula dengan diberikannya sumber dana dan ketersediaan sarana serta prasarana. Pada evaluasi proses, ditemukan bahwa dalam pelaksanaannya sudah ada waktu yang jelas tiap triwulan dan diadakan dengan efektif dengan menggabungkan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sukapakir dengan program lainnya. Pada evaluasi produk, Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sukapakir Kota Bandung dikatakan cukup berhasil meskipun ada sektor yang belum signifikan perkembangannya
Participatory Action Research Strategy: The Role of Culture in the Transformation of Religious Development
This paper aims to explain the effective cultural approach strategies in the development of the Catholic religion in St. Herman Yoseph Riangkemie, Larantuka Diocese. The approach begins with studying the cultural values of the local community and integrating them with Catholic religious values to be applied in the community\u27s life, with the goal of changing the local community\u27s perception of the religion. The research method used in this study is qualitative with a participatory action research approach. The results of religious development using this cultural approach have shown success in increasing the community\u27s awareness to engage in religious activities and enhancing their sense of responsibility in religious development. This approach has significantly helped increase the number of Catholic Church members in the area