Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
    3954 research outputs found

    Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada UKM Produksi Kerupuk Udang

    No full text
    Food quality is very important so that food processing must be done properly to ensure food safety, namely by implementing the HACCP system. HACCP is often considered a complex system so that not many companies use it. This study aims to prevent hazards that may arise using the HACCP system and evaluate the quality control of shrimp crackers to reduce defective products.. This study uses a case study approach to a small and medium-sized company that produces raw shrimp crackers. Data were collected through literature reviews, interviews, and observations. The techniques used are quality control, Good Manufacturing Practices – GMP, Sanitation Standard Operating Procedure – SSOP, and Hazard Analysis Critical Control Point – HACCP. The results of the quality control analysis show that products that are included in the Not Good category have the characteristics of being incomplete, untidy, clean, not uniform, and of uneven thickness. The GMP & SSOP analysis results show that this company is at level IV, and is included in the "Unfit" category and HACCP analysis show that there are three processes included in the Critical Control Point (CCP), namely storage of raw and packaging materials, drying, and storage of finished materials. Suggestions for improvement are this company needs to pay more attention to quality control, improves the implementation of GMP and SSOP so that they can reach Level I in GMP and the "Meet" category in SSOP, and only then can implement the HACCP plan.Kualitas pangan sangat penting sehingga pengolahan pangan harus dilakukan secara tepat untuk menjamin keamanan pangan, yaitu dengan menerapkan sistem HACCP. HACCP sering dianggap sebagai sistem yang rumit sehingga belum banyak perusahaan yang menggunakannya. Studi ini bertujuan untuk mencegah bahaya yang mungkin timbul menggunakan sistem HACCP serta mengevaluasi pengendalian mutu kerupuk udang untuk mengurangi produk cacat. Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus pada sebuah perusahan kecil menengah yang memproduksi kerupuk udang mentah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Teknik yang digunakan adalah pengendalian mutu, Good Manufacturing Practices (GMP), Sanitation Standard Operating Procedure, dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Hasil analisis pengendalian mutu yaitu produk yang termasuk dalam kategori Not Good memiliki ciri kenampakkannya tidak utuh, tidak rapi, bersih, tidak seragam, dan ketebalannya tidak rata. Hasil analisis GMP dan SSOP menunjukkan bahwa perusahaan berada pada level IV, dan masuk dalam kategori “Kurang Memenuhi”, serta analisis HACCP menunjukkan terdapat tiga proses yang termasuk dalam CCP yaitu penyimpanan bahan baku dan bahan pengemas, penjemuran, dan penyimpanan bahan jadi. Saran perbaikan adalah perusahaan ini perlu lebih memperhatikan pengendalian mutu, memperbaiki penerapan GMP dan SSOP sehingga dapat mencapai Level I pada GMP serta kategori “Memenuhi” pada SSOP, dan baru kemudian dapat menerapkan rencana HACCP

    Analisis Serbuk Cangkang Kerang Sebagai Subtitusi Binder Terhadap Campuran Mortar Geopolimer

    No full text
    Serbuk cangkang kerang dapat dijadikan material substitusi binder dalam campuran mortar geopolimer karena memiliki kandungan senyawa kimia pozzolan yaitu kapur (CaO), alumunium oksida (Al) dan silika (Si). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serbuk cangkang kerang sebagai substitusi binder terhadap kuat tekan mortar geopolimer. Persentase substitusi serbuk cangkang kerang terhadap fly ash sebesar 0%, 20%, 40% dan 60%. Sampel uji mortar geopolimer berbentuk kubus 5 cm x 5 cm x 5 cm. Uji kuat tekan mortar geopolimer dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil uji kuat tekan rata-rata mortar geopolimer diperoleh nilai maksimal sebesar 30,86 MPa pada subsitusi serbuk cangkang kerang dengan persentase 20% pada umur 28 hari. Semakin tinggi persentase substitusi cangkang kerang dalam campuran mortar geopolimer, maka kuat tekan rata-rata mortar geopolimer akan mengalami penurunan. Akan tetapi kuat tekan rata-rata seluruh variasi masih mencapai kuat tekan mortar tipe M di atas 17,16 MPa sesuai ASTM C270, sehingga serbuk cangkang kerang dapat direkomendasikan sebagai alternatif material konstruksi ramah lingkungan dan berkelanjutan serta diaplikasikan pada bangunan sebagai elemen dinding bata bertulang. Serbuk cangkang kerang (SCK) dapat dijadikan material substitusi binder dalam campuran mortar geopolimer karena memiliki kandungan senyawa kimia pozzolan yaitu kapur (CaO), alumunium oksida (Al) dan silika (Si). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh SCK sebagai substitusi binder terhadap kuat tekan mortar geopolimer. Kadar substitusi SCK terhadap fly ash (FA) sebesar 0%, 20%, 40% dan 60%. Sampel uji mortar geopolimer berbentuk kubus 5 cm x 5 cm x 5 cm. Uji kuat tekan mortar geopolimer dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil uji kuat tekan rata-rata mortar geopolimer diperoleh nilai maksimal sebesar 30,86 MPa pada subsitusi SCK dengan kadar 20% pada umur 28 hari. Semakin tinggi persentase substitusi cangkang kerang dalam campuran mortar geopolimer, ternyata kuat tekan rata-ratanya mengalami penurunan. Akan tetapi kuat tekan rata-rata mortar geopolimer masih mencapai kuat tekan karakteristik minimum di atas 21 MPa sesuai SNI 2874:201, sehinggga SCK dapat direkomendasikan sebagai alternatif material konstruksi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    The Interaction Between Monetary and Macroprudential Policy to Achieve Price and Financial Stability: An Evidence from Indonesia

    No full text
    The 1998 Asian Financial Crisis was a milestone in the existence of structural policy reforms in the Indonesian financial sector. Most of the empirical results show that the financial crisis was caused by the lack of soundness and instability of the financial sector. This problem changed the perspective of Bank Indonesia, the central bank in Indonesia, that financial stability is as important as price stability. This highlights the need for the central bank to also ensure financial stability, while monetary policy focuses on price stability and economic growth. However, achieving these goals does not always ensure financial stability. To address systemic risk, Indonesia has begun adopting macroprudential policies. Thus, monetary policy cannot secure both price and financial stability, and a policy mix with macroprudential measures is needed to achieve both price and financial stability. This research examines the relationship between monetary and macroprudential policies and their effects on stability. Monetary policy was measured by the BI Rate and macroprudential policy was measured by Loan to Value (LTV). Price stability was proxied by inflation, and financial stability by credit growth. We analyzed the causality between the variables using the Vector Autoregression Model (VAR) and Granger Causality Test, using quarterly time series data from 2005:Q1 to 2018:Q3. The findings indicate that monetary and macroprudential policies significantly affect price and financial stability. Empirical findings show that tightening the BI rate and LTV significantly reduces inflation and credit growth. This paper highlights the need for a policy mix to ensure price and financial stability

    Pemberdayaan Pemuda Melalui BIMTEK & Sertifikasi Digital Marketing Berbasis BNSP Untuk Meningkatkan Daya Saing di Era Digital

    No full text
    Pelatihan dan sertifikasi digital marketing merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pemuda dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital. Kegiatan PKM Pemberdayaan Pemuda Melalui Bimbingan Teknis (BIMTEK) & Sertifikasi BNSP Digital Marketing yang diselenggarakan oleh Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bekerja sama dengan I CAN Foundations bertujuan untuk membekali pemuda usia 16–30 tahun dengan keterampilan digital marketing yang terstandarisasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup sesi pelatihan berbasis teori dan praktik, simulasi strategi pemasaran digital, serta uji kompetensi sertifikasi BNSP. Evaluasi hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman digital marketing. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi UMKM, di mana peserta yang merupakan pelaku usaha melaporkan peningkatan visibilitas dan penjualan produk setelah menerapkan strategi digital marketing yang dipelajari

    Training Negosiasi dan Komunikasi bagi Aparatur Pemerintah Daerah

    No full text
    Teknik negosiasi dan public speaking merupakan soft skills esensial yang dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan, termasuk dalam lingkungan pemerintahan yang menuntut kemampuan komunikasi strategis dan diplomasi yang baik. Menyadari pentingnya keterampilan ini dalam menunjang efektivitas kerja birokrasi, Tim Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (HI Unpar) menginisiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada pelatihan negosiasi dan public speaking bagi staf Bapperida Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pemerintahan, dengan landasan awal berupa needs assessment yang mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kapasitas di kedua aspek tersebut. Program dirancang secara komprehensif, menggabungkan pemahaman teoretis, simulasi praktik, serta pendekatan partisipatif untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Hasil evaluasi setelah kegiatan (post-assessment) menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan negosiasi dan public speaking para peserta dibandingkan dengan sebelum pelatihan

    MODEL INTEGRASI SISTEM QR CODE PERIZINAN KENDARAAN TRAVEL SEBAGAI UPAYA MITIGASI PENERTIBAN KENDARAAN TRAVEL ILEGAL

    No full text
    Penertiban kendaraan travel ilegal adalah tantangan utama dalam transportasi umum, karena sering mengabaikan standar keselamatan berkendaran, khususnya bagi korban apabila terjadi kecelakaan dikarenakan penggunaannya akan menjadikan asuransi kecelakaan menjadi tidak aktif sehingga akan sangat merugikan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Penelitian ini mengembangkan model integrasi sistem QR Code sebagai solusi untuk memitigasi kendaraan travel illegal. Sistem ini dirancang untuk memfasilitasi proses perizinan yang efisien dan transparan oleh pihak berwenang. Melalui sistem ini, kendaraan travel yang telah mendapatkan izin resmi akan diberikan QR Code yang mengandung informasi izin operasional. QR Code dapat dengan mudah diverifikasi melalui perangkat seluler, sehingga memungkinkan penegakan hukum yang efektif. Hasilnya, sistem QR Code dapat meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, mengurangi jumlah travel ilegal, memberikan kepastian hukum bagi operator resmi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan layanan. Dengan demikian, model integrasi sistem QR Code perizinan ini diharapkan menjadi langkah inovatif dalam upaya mitigasi penertiban travel ilegal

    ANALISIS KINERJA LALU LINTAS SIMPANG TIGA BERSINYAL BERDASARKAN METODE PKJI 2023(STUDI KASUS: SIMPANG TOBEK GODANG, KOTA PEKANBARU)

    No full text
    Simpang Tobek Godang di Kota Pekanbaru merupakan simpang tiga bersinyal yang berada di kawasan komersial dengan intensitas lalu lintas tinggi, khususnya pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja simpang berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, khususnya terhadap nilai derajat kejenuhan dan tundaan. Data volume lalu lintas, kecepatan, dan geometri dikumpulkan melalui survei lapangan. Hasil menunjukkan nilai derajat kejenuhan melampaui ambang batas PKJI (Dj ≤ 0,85), yaitu 1,04 untuk pendekat utara, 1,22 untuk timur, dan 1,28 untuk barat. Kondisi ini menunjukkan simpang berada dalam keadaan jenuh, yang berkontribusi terhadap tundaan lalu lintas signifikan. Hasil penelitian merekomendasikan perlunya perbaikan tata guna simpang melalui rekayasa geometri atau pengaturan waktu sinyal guna mengurangi kemacetan. Kajian ini memberikan dasar empiris bagi pengambilan kebijakan manajemen lalu lintas perkotaan

    PELUANG PENGGUNAAN KONSTRUKSI BAJA UNTUK JEMBATAN BENTANG PANJANG DAN TEROWONGAN BAWAH LAUT

    No full text
    Abstract   Steel material has an important role in the development of construction technology. High tensile strength, durable, and lighter than concrete, makes steel structures widely used in the construction of transportation infrastructure, especially for long-span bridges and underwater tunnels. In this study, the opportunities for using steel construction for use in the construction of long-span bridges, namely cable stayed bridges or cable suspension bridges, and in underwater tunnels are examined. This study shows that the choice of long-span bridge type or technology is largely determined by local conditions and the planned bridge span length. The use of steel tubes for underwater tunnel construction can be an alternative for use in the construction of underwater tunnels to be built in the new capital city of Indonesia.   Keywords: steel; long span bridges; cable stayed bridge; cable suspension bridge; underwater tunnel     Abstrak   Material baja memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi konstruksi. Kuat tarik tinggi, tahan lama, dan lebih ringan dibandingkan dengan beton, membuat struktur baja digunakan secara luas dalam pembangunan infrastruktur transportasi, khususnya untuk jembatan bentang panjang dan terowongan bawah laut. Pada studi ini dikaji peluang penggunaan konstruksi baja untuk digunakan pada konstruksi jembatan bentang panjang, yaitu jembatan pancang atau jembatan gantung, dan pada terowongan bawah laut. Studi ini menunjukkan bahwa pemilihan tipe atau teknologi jembatan bentang panjang sangat ditentukan oleh kondisi setempat dan panjang bentang jembatan yang direncanakan. Penggunaan tabung baja untuk konstruksi terowongan bawah laut dapat menjadi salah satu alternatif untuk digunakan dalam pembangunan terowongan bawah laut yang akan dibangun di Ibu Kota Nusantara.   Kata-kata kunci: baja; jembatan bentang panjang; jembatan pancang; jembatan gantung; saluran bawah lau

    KOMPARASI EFISIENSI METODE PERAKITAN JEMBATAN PANEL RANGKA BAJA PADA PRESERVASI JEMBATAN

    No full text
    Abstract   Deterioration of bridge conditions can be caused by material durability, traffic volume and load, environmental conditions, or natural disasters. For this reason, bridge rehabilitation activities are needed. The bridge rehabili-tation process often results in road access being cut off and the handling process takes quite a long time. To prevent isolated areas to happen, it is necessary to build emergency bridges, which are usually called steel frame panel bridges or also known as Bailey Bridges. The construction of steel frame panel bridges can use several installation methods, namely full-span, shoring, balanced cantilever, and semi-balanced cantilever. This research aims to compare the effectiveness and efficiency of steel frame panel bridge erection methods. For this reason, field observations and interviews were carried out related to the assembly of steel frame panel bridges. Data analysis was carried out quantitatively and qualitatively by comparing the cost, time and level of ease of installing steel frame panel bridges. This study shows that the installation of a steel frame panel bridge using the semi balanced cantilever method is the easiest installation, requiring installation time of only 13 days for a span of 30 m, and with the lowest cost.     Keywords: bridge; steel frame panel bridges; bridge assembly; semi balanced cantilever     Abstrak   Penurunan kondisi jembatan dapat disebabkan oleh durabilitas material, volume lalu lintas dan beban, kondisi lingkungan, atau adanya bencana alam. Untuk itu diperlukan kegiatan rehabilitasi jembatan. Proses rehabilitasi jembatan seringkali membuat akses jalan terputus dan proses penanganannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk mencegah adanya daerah yang terisolir, diperlukan pembangunan jembatan darurat, yang biasa disebut dengan jembatan panel rangka baja atau biasa disebut juga sebagai jembatan Bailey. Pembangunan jembatan panel rangka baja dapat menggunakan beberapa metode pemasangan, yaitu full-span, shoring, balanced cantilever, dan semi balanced cantilever. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan efisiensi metode erection jembatan panel rangka baja. Untuk itu, dilakukan observasi lapangan dan wawan-cara yang terkait dengan perakitan jembatan panel rangka baja. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan secara kualitatif dengan membandingkan biaya, waktu, dan tingkat kemudahan pemasangan jembatan panel rangka baja. Studi ini menunjukkan bahwa pemasangan jembatan panel rangka baja yang menggunakan metode semi balanced cantilever merupakan pemasangan yang paling mudah, membutuhkan waktu pemasangan hanya 13 hari untuk bentang 30 m, dan dengan biaya yang paling murah.      Kata-kata kunci: jembatan; jembatan panel rangka baja; perakitan jembatan; semi balanced cantileve

    Inkarnasi dan Ekskarnasi

    No full text
    Book & Film Reviews is a column in "MELINTAS" containing reviews of books and films published recently that bring different interpretation and inspiration to the fields of philosophy and religion

    0

    full texts

    3,954

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇