Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
    3954 research outputs found

    Pendekatan Kolaboratif dalam Pencegahan Calon Pekerja Migran Non-Prosedural Indonesia

    No full text
    Pekerja Migran Indonesia (PMI) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun pengelolaan yang tidak optimal menimbulkan masalah serius. Menurut BP2MI, sebagian besar masalah PMI disebabkan oleh migrasi non-prosedural. Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu wilayah dengan masalah PMI non-prosedural tinggi. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di empat desa di Kecamatan Jampang Kulon, Sukabumi, untuk meningkatkan kesadaran tentang migrasi aman. Kegiatan mencakup sosialisasi dan diskusi interaktif dengan calon PMI, keluarga, dan tokoh masyarakat. Program ini menargetkan kelompok berpendapatan menengah ke bawah dan melibatkan perempuan serta laki-laki yang berpotensi menjadi PMI non-prosedural. Tema yang dibahas meliputi informasi PMI, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), perekrut bertanggung jawab, SBMI, dan pelaporan masalah PMI. Hasilnya termasuk peningkatan kesadaran masyarakat, partisipasi aktif, dukungan aparat desa, serta penerapan model kerja sama antar lembaga untuk keberlanjutan program. Mitra utama, yaitu Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kab. Sukabumi, Yayasan AKATIGA, dan International Organization for Migration (IOM) Indonesia. SBMI akan berkolaborasi dengan tim pelaksana untuk memfasilitasi para peserta, yaitu calon PMI, pasangan/keluarga calon PMI, aparat desa, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama; serta berkoordinasi dengan tim pelaksana untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan lokal. Yayasan AKATIGA akan berkolaborasi dengan tim pelaksana  dalam hal riset, identifikasi dan pemetaan isu, serta membantu pendalaman materi sosialisasi. Terakhir, IOM Indonesia akan  berkolaborasi dengan tim pelaksana untuk pendalaman materi sosialisasi yang mengacu pada pedoman (modul) terkait migrasi aman serta berkoordinasi dengan tim pelaksana untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan terkait

    Pengembangan Kreativitas Pemuda dalam Penyusunan Script Animasi dan Gim Berbasis Kearifan Lokal untuk Promosi Wisata Daerah

    No full text
    Kegiatan Workshop Ekonomi Kreatif Sub Sektor Film, Animasi dan Gim dengan fokus pada strategi penyusunan script berbasis kearifan lokal dan permainan tradisional dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan pemuda usia 16–30 tahun di Kalimantan Timur khususnya di Kota Balikpapan. Workshop ini bertujuan untuk memberikan wawasan, keterampilan, dan motivasi dalam mengembangkan ide cerita untuk film, animasi, maupun gim yang berpotensi menjadi produk wisata. Metode yang digunakan meliputi diskusi interaktif, praktik penyusunan script, serta perancangan storyboard sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam menggali nilai budaya lokal sebagai inspirasi kreatif. Produk awal berupa draft script dan storyboard mencerminkan potensi besar pemanfaatan kearifan lokal dalam konten kreatif. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya di daerah, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan animasi dan game sebagai media promosi wisata

    Analisis Faktor Safety Climate untuk Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerjaan Konstruksi di PT XYZ Bunyu Field

    No full text
    The industry of oil and gas is a something complex, there are many potential hazards and risks that cause quite high work accidents, for example, the dangers of toxic gases, explosion hazards, fire hazards, electrical hazards, moving equipment hazards, and gravity hazards caused by lifting operations. Based on the observations in the field, many jobs were found to be stopped because to finding related to unsafe actions and unsafe conditions in the location that could be exposed to equipment and workers, so that they could cause material losses and fatalities. Action that can be taken to improve the occupational health and safety are by making a good safety climate in the work location. The research is to improve the occupational health and safety provide the improvement solutions based on safety climate factors that the most role in improving occupational health and safety in construction work activity. Explpratory Factor Analysis used to describe data structure and interconnected structure analyze in a number of variables by making a factor. The factor analysis results show a total variance of 86.538%. The most dominant factor in the safety climate regarding occupational health and safety in construction work is the training and compliance factor, while the factor that is not dominant is the occupational health and safety promotion factor which is based on the magnitude of the eigenvalue.Industri di sektor minyak dan gas merupakan sesuatu yang kompleks, hal ini dikarenakan terdapat banyaknya potensi bahaya serta resiko yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja yang cukup tinggi, contohnya seperti bahaya gas beracun, bahaya ledakan, bahaya kebakaran, bahaya listrik, bahaya peralatan bergerak, dan bahaya gravitasi yang disebabkan dari operasi pengangkatan. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, sering ditemukan pekerjaan harus dihentikan karena kondisi berbahaya ataupun tidak aman dan perilaku berisiko ataupun tindakan tidak aman, hal ini dapat memberikan dampak yang buruk kepada peralatan maupun pekerja di lokasi kerja, kerugian dapat berupa materi dan korban jiwa. Upaya untuk dapat melindungi dan meningkatkan K3 adalah dengan menciptakan iklim keselamatan di lokasi tempat bekerja yang baik. Penelitian memiliki tujuan menciptakan peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja serta memberikan saran perbaikan berdasarkan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan K3 pada pekerjaan konstruksi. Penelitian yang dilakukan menggunakan Exploratory Factor Analysis untuk mendeskripsikan struktur susunan data serta melakukan analisis daya yang saling berhubungan antara beberapa variabel untuk menjadi suatu faktor. Hasil dari analisis faktor safety climate mendapatkan presentasi total varian sebanyak 86,538%. Faktor yang paling dominan yaitu faktor pelatihan dan kepatuhan terhadap K3, sedangkan faktor yang tidak dominan yaitu pada faktor promosi K3 yang didasarkan pada besarnya nilai eigenvalue

    Usulan Rute Pendistribusian Gas LPG Menggunakan Algoritma Dijkstra dan Algoritma Genetika Pada  Model CGVRP

    No full text
    Determining the route of distribution of goods for companies is an important aspect to consider. The distribution of 3 kg LPG gas at one of the companies in Bandung City does not yet have an optimal route. However, in previous research, a shorter route has been obtained with the Sweep algorithm, which is 118.85 km. The research continued using the Cluster Generalized Vehicle Routing Problem (CGVRP) model with the Dijkstra and Genetics algorithms. CGVRP is the determination of the shortest route using customer clusters. Dijkstra\u27s algorithm is the determination of the route between 2 points from the starting point to the destination point. The result of the distance calculation with the Djkstraa algoritma is 114.779 km. Genetic Algorithm is the determination of the shortest route by reducing the attributes that are less dominant. The result of the distance calculating with Genetic Algorithm is 112 km. This shows a reduction in the total distribution mileage of 6.85 km compared to the completion of the Sweep algorithm in previous studies. The amount of this reduction is large enough to save the company\u27s costs by 5.76%.Penentuan rute pendistribusian barang bagi perusahaan merupakan aspek penting untuk diperhatikan. Pendistribusian gas LPG 3 kg pada salah satu perusahaan di Kota Bandung belum memiliki rute optimal. Namun pada penelitian terdahulu, telah diperoleh rute yang lebih pendek dengan algoritma Sweep yaitu sebesar 118,85 km. Penelitian dilanjutkan menggunakan model Cluster Generalized Vehicle Routing Problem (CGVRP) dengan algoritma Dijkstra dan Genetika. CGVRP merupakan penentuan rute terpendek menggunakan kluster pelanggan. Algoritma Dijkstra merupakan penentuan rute antara 2 titik dari titik awal ke titik tujuan. Hasil perhitungan jarak dengan algoritma Djkstraa sebesar 114,779 km. Algoritma Genetika merupakan penentuan rute terpendek dengan mereduksi atribut-atribut yang kurang dominan. Hasil perhitungan jarak dengan algoritma Genetika sebesar 112 km. Hal tersebut memperlihatkan adanya pengurangan total jarak tempuh pendistribusian sebesar 6,85 km dibandingkan penyelesaian algoritma Sweep pada penelitian sebelumnya. Jumlah pengurangan ini cukup besar sehingga dapat menghemat pengeluaran biaya perusahaan sebesar 5,76%

    Memahami Diplomasi Aktor Non-Negara Warisan Konferensi Bandung

    No full text
    ABSTRAK Konferensi Bandung menandai perubahan penting dalam praktik diplomasi global. Meskipun berdampak besar dalam politik antarnegara, tulisan ini menyoroti elemen lain dari penyelenggaraan Konferensi Bandung, yakni pentingnya pengakuan terhadap inisiatif diplomasi yang dilakukan oleh aktor non-negara melalui pendekatan “diplomasi baru” (new diplomacy). Berbasis studi literatur dan process tracing, tulisan ini secara khusus mengkaji dan membandingkan strategi dua organisasi yang terkait erat dengan Konferensi Bandung, yaitu Afro-Asian People\u27s Solidarity Organization (AAPSO) dan Afro-Asian Journalists Association (AAJA). Artikel ini menunjukkan bagaimana aktivisme transnasional dari aktor non-negara terutama dalam memanfaatkan kesempatan politik, membangun institusi, dan mensosialisasikan agendanya berkontribusi dalam menciptakan praktik diplomasi alternatif di ranah internasional. Kata Kunci: Konferensi Bandung, diplomasi, aktor non-negara, aktivisme transnasional   ABSTRACT The Bandung Conference marked a significant transformation in the practice of global diplomacy. While it had a major impact on interstate politics, this paper highlights another important element of the Bandung Conference, namely the recognition of diplomatic initiatives conducted by non-state actors through the approach of “new diplomacy.” Based on literature study and process tracing, this paper specifically examines and compares the strategies of the Afro-Asian People\u27s Solidarity Organization (AAPSO) and the Afro-Asian Journalists Association (AAJA)as two organizations closely linked to the Bandung Conference. The article demonstrates how the transnational activism of non-state actors, particularly in seizing political opportunities, institutionalization, and socializing their agendas, contributed to the creation of alternative diplomatic practices in the international sphere.   Keywords: Bandung Conference, diplomacy, non-state actors, transnational activis

    TINJAUAN HUKUM PERDATA INTERNASIONAL ATAS PERKAWINAN PENGUNGSI ROHINGYA DI INDONESIA

    No full text
    This research explores the Private International Law (PIL) dimensions of marriages involving Rohingya refugees in Indonesia. As a transit country that has not ratified the 1951 Refugee Convention or its 1967 Protocol, Indonesia faces legal and administrative challenges in registering marriages of Rohingya refugees, either with Indonesian nationals or among themselves. Despite having the right to marry and establish families, as recognized by Article 16 of the Universal Declaration of Human Rights and Indonesia’s 1945 Constitution, they encounter significant barriers. Using a doctrinal approach, the study analyzes these issues through the lens of PIL principles and Indonesia’s existing legal framework, including the Marriage Law, Population Administration Law, Citizenship Law, Presidential Regulation Number 9 of 1975, and the 2023 Draft Bill on Indonesian PIL. The stateless status of Rohingya refugees complicates the registration of their marriages, often resulting in invalid or unregistered unions. The research focuses on determining the applicable law regarding the formal and material requirements for marriage in these cases and argues that adopting the lex loci celebrationis principle could provide a viable legal solution. It concludes by recommending the issuance of official recognition certificates for unregistered refugee marriages and the provision of citizenship for Rohingya individuals who marry Indonesian citizens, in order to uphold their fundamental human rights

    STUDI PERBANDINGAN KARAKTERISIK MARSHALL ASPAL PG70 DAN PEN 60/70 CAMPUR SERBUK BAN KARET PADA CAMPURAN BETON ASPAL

    No full text
    Seiring pertumbuhan lalu lintas yang semakin tinggi, maka dibutuhkan lapis perkerasan yang handal. Disisi lain limbah karet bekas ban mobil juga mengalami kenaikan seiring pertumbuhan kebutuhan untuk mobilitas. Salah satu upaya untuk memanfaatkan limbah dan mengembangkan kualitas campuran beraspal, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan aspal modifikasi polimer dari pada menggunakan aspal minyak. Tujuan penelitian ini mengetahui perbandingan campuran beraspal yang menggunakan aspal PG70 dengan aspal PEN 60/70 dan penambahan serbuk ban karet berdasarkan karakteristik Marshall. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, penggunaan bahan tambah serbuk ban karet dalam campuran AC-WC pada aspal PG dan aspal PEN 60/70 akan meningkatkan nilai stabilitas namun mengurangi nilai flow. Nilai stabilitas dan flow akan menurun jika kadar serbuk ban karet terus ditambahkan. Nilai maksimum stabilitas berada pada penambahan serbuk ban karet sebesar 4% untuk masing-masing jenis aspal, yaitu sebesar 923,11 kg pada aspal PG dan 903,09 kg pada aspal PEN 60/70. Jadi dapat disimpulkan bahwa penambahan serbuk ban karet memberikan dampak kenaikan pada nilai stabilitas

    PERENCANAAN APLIKASI BERBASIS WEB (DEWITRA) PADA TRANSPORTASI UMUM PROVINSI BALI DAERAH SARBAGITA

    No full text
    Pada umumnya masyarakat yang ingin mencari informasi mengenai transportasi Trans Metro Dewata cenderung memilih website sebagai media informasi online, karena lebih fleksibel dan efisien dibandingkan aplikasi yang harus diunduh langsung pada gawai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang produk website yang memberikan informasi seputar Trans Metro Dewata, sehingga dapat dijadikan sumber informasi bagi masyarakat umum dan wisatawan dalam meningkatkan optimalisasi penggunaan jasa layanan Trans Metro Dewata. Dengan menggunakan metode Research and Development (RND) dilakukan analisis hambatan atau kekurangan dari produk yang sudah ada sehingga menghasilkan produk baru yang lebih memberikan solusi dan efisien. Website DEWITRA merupakan website yang memberikan informasi bagi masyarakat dan wisatawan mengenai jadwal, tarif dan rute perjalanan Trans Metro Dewata di daerah SARBAGITA dengan akses yang lebih fleksibel, sehingga dapat meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan Trans Metro Dewata untuk mengurangi kemacetan serta meningkatkan perkembangan mobilitas di Kawasan SARBAGITA

    ANALISIS PERMINTAAN PENGIRIMAN BARANG DI BANDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI (STUDI KASUS: PERUSAHAAN ANGKASA PURA LOGISTIK SEMARANG)

    No full text
    Permintaan barang yang tidak stabil berpengaruh pada pengiriman barang khususnya jalur udara. Ketidakstabilan ini menjadi perhatian oleh perusahaan yang memberikan jasa layanan pengiriman barang. PT. Angkasa Pura Logistik Semarang melalui Ekspedisi Muatan Pesawat Udara melayani pengiriman barang melalui udara harus mewaspadai terkait ketidakpastian pengiriman barang. Untuk menghindari kerugian perusahaan, pimpinan harus melakukan pengambilan keputusan yang tepat guna mengantisipasi dan menyesuaikan ketidakpastian permintaan barang yang akan terjadi pada periode berikutnya. Tujuan dari penelitian ini untuk memprediksi permintaan barang outgoing yang terjadi pada periode berikutnya menggunakan metode peramalan. Peramalan yang akurat dilakukan dengan membandingkan metode Single Moving Average dan Single Exponential Smoothing menggunakan aplikasi Minitab 21. Metode yang tepat adalah metode Single Exponential Smoothing karena nilai error yang dimiliki rendah dengan hasil peramalan pengiriman barang outgoing sebanyak 24,457,3 kg periode berikutnya dengan nilai error peramalan MAD sebesar 13.292,024 nilai MSE sebesar 383.702,349 dan nilai MAPE sebesar 44,13%

    ANALISIS SEKTOR UNGGULAN KABUPATEN PANGANDARAN

    No full text
    The Local Government needs to carry out economic development appropriately, to achieve this goal the local government needs to accelerate the process of improving the regional economy by considering the potential of the region. This research was conducted with the aim of identifying the economic sectors of new autonomous regions such as Pangandaran Regency. The research method used in this research is descriptive quantitative, using the Location Quotient typology class and Shift-share analysis. The results of the study found that the Location Quotient Typology Analysis shows that the leading and potential sectors in Pangandaran Regency are the wholesale and retail trade sector; the car and motorcycle repair sector, the transportation and warehousing sector, the accommodation sector and the provision of food and beverages, the real estate sector, the corporate services sector, the government administration sector, defence, and the mandatory social security and education services sector. Based on the results of the shift-share analysis, it is known that the water supply, waste management, waste and recycling sector, transport and warehousing sector, accommodation and food supply sector, real estate sector, corporate services sector, and other services sector, are sectors that are growing rapidly and have competitiveness in Pangandaran Regency

    0

    full texts

    3,954

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇