Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
    3954 research outputs found

    Studi Awal Pengembangan Instrumen Pengukuran Keberlanjutan Perguruan Tinggi di Indonesia

    No full text
    As a way to achieve sustainable development, it is important to develop a tool for assessing sustainability of Indonesian universities. There is one tool created by an Indonesian university, which have been utilized by 1,183 universities worldwide. However, the participation of Indonesian universities in sustainability assessment using this tool is considered very low, only 3.12% or about 145 universities in Indonesia. This statistic calls for an effort to develop a new assessment tool that accommodates the context of Indonesian universities. The objective of this research is to develop a sustainability assessment tool that is effective, relevant with the context of Indonesian universities and includes a data input system that is simple to use. The research involves identifying relevant sustainability dimensions, determining indicator criteria suitable for Indonesian context, designing easy data input, and evaluating the validity and reliability of the tool. This study uses a literature review of 29 current measuring tools used globally, which revealed four primary areas (i.e. environment, economics, education, and social). According to this preliminary study, the typical measurement tool averagely has forty indicators. Moreover, it is observed that current tools have some unsuitable indicators to Indonesian context (i.e. infrastructure, environment, and information). This study has streamlined the tool to three primary areas (i.e. environment, social, and education) and 18 assessment indicators. As a follow up study, expert talks, pairwise comparison analysis, and the design and testing of the sustainability assessment tool will be carried out.Saat ini, terdapat 1 instrumen pengukuran yang dikembangkan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Instrumen pengukuran tersebut telah digunakan 1.183 perguruan tinggi di seluruh dunia. Namun, partisipasi perguruan tinggi di Indonesia dalam instrumen tersebut hanya 3,12%. Rendahnya tingkat partisipasi akan mendorong upaya mengembangkan instrumen pengukuran baru yang mengakomodasi kondisi perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini mengembangkan instrumen pengukuran keberlanjutan yang dapat digunakan secara efektif, relevan sesuai dengan konteks perguruan tinggi di Indonesia dan mengakomodasi sistem pengisian data yang mudah. Penelitian ini menggunakan analisis literatur 29 instrumen pengukuran yang digunakan seluruh dunia. Hasil analisis menunjukkan instrumen pengukuran memiliki 4 bidang (lingkungan, ekonomi, pendidikan, sosial) sebagai indikator utama. Temuan awal penelitian ini menunjukkan rata-rata instrumen pengukuran memiliki 40 indikator. Namun, instrumen pengukuran saat ini memiliki indikator pengukuran yang kurang sesuai (infrastruktur, lingkungan, informasi) dengan kondisi perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian awal ini menyederhanakan instrumen pengukuran dengan hasil 3 bidang (lingkungan, sosial, pendidikan) sebagai indikator utama serta 18 indikator pengukuran. Penelitian ini dilanjutkan dengan melakukan diskusi dengan expert, analisis menggunakan pairwise comparison, dan melakukan perancangan pengujian instrumen pengukuran

    Peningkatan Efisiensi Layanan di Industri Kreatif Melalui Integrasi Lean Six Sigma dan SERVQUAL: Studi Kasus pada Agensi Kreatif XYZ

    No full text
    This study discusses the urgency of improving operational efficiency and service quality in the creative industry by addressing theoretical gaps in the application of Lean Six Sigma (LSS) and SERVQUAL methodologies. XYZ Creative Agency, a provider of social media management services, was selected as a case study to emphasize the practical contributions of the research. The main challenges include service delivery delays and insufficient service assurance. The Lean Six Sigma and SERVQUAL methods were applied to analyze and resolve these issues. The SERVQUAL analysis results revealed positive gaps in the assurance dimension (+0.0615) and the reliability dimension (+0.0154), indicating the need to enhance information clarity, client trust, and service timeliness. Value Stream Mapping (VSM) identified that delays primarily occurred during the content approval stage, while Fishbone Diagram analysis uncovered root causes such as inadequate team coordination, ineffective communication, and underutilized technology. Implemented solutions included the use of a digital project management platform to improve process transparency and efficiency, regular employee training to enhance competencies, and the development of a client feedback system. The DMAIC approach employed in Lean Six Sigma proved effective in designing data-driven solutions to improve operational efficiency and service quality. The implementation of these solutions is expected to reduce delays, enhance client satisfaction, and strengthen XYZ’s competitiveness in the creative industry.Penelitian ini membahas urgensi peningkatan efisiensi operasional dan kualitas layanan di industri kreatif, dengan mengisi celah teoretis pada penerapan metodologi Lean Six Sigma (LSS) dan SERVQUAL. Agensi Kreatif XYZ, penyedia jasa manajemen media sosial, dipilih sebagai studi kasus untuk menekankan kontribusi praktis penelitian. Tantangan utama meliputi keterlambatan layanan dan kurangnya jaminan kualitas. Metode Lean Six Sigma dan SERVQUAL diterapkan untuk menganalisis dan menyelesaikan permasalahan. Hasil analisis SERVQUAL menunjukkan adanya gap positif pada dimensi assurance sebesar 0,0615 dan reliability sebesar 0,0154, yang mencerminkan kebutuhan untuk meningkatkan kejelasan informasi, rasa percaya klien, dan ketepatan waktu layanan. Value Stream Mapping (VSM) mengidentifikasi bahwa keterlambatan terutama terjadi pada tahap persetujuan konten, sementara analisis Fishbone Diagram mengungkap akar masalah seperti kurangnya koordinasi antar tim, komu-nikasi yang tidak efektif, dan minimnya pemanfaatan teknologi. Solusi yang diterapkan meliputi penggunaan platform manajemen proyek digital untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi proses, pelatihan rutin karyawan untuk meningkatkan kompetensi, serta pengembangan sistem umpan balik klien. Pendekatan DMAIC yang digunakan dalam Lean Six Sigma terbukti efektif dalam merancang solusi berbasis data untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Implementasi solusi ini diharapkan mampu mengurangi keterlambatan, meningkatkan kepuasan klien, dan memperkuat daya saing XYZ di industri kreatif

    The Central Role of In-Formation in the Age of Artificial Intelligence and its Significance to Legal Personhood

    No full text
    Artificial intelligence (AI) can be understood from an epistemological standpoint, specifically in relation to the concept of legal personhood. It has evolved into a stronger version with broader capabilities, surpassing its predecessors, particularly Artificial Narrow Intelligence (ANI). This rapid advancement has significant consequences, not to mention its increasing problem-solving ability–an essential characteristic of intelligence. To determine its legal status, AI must meet specific criteria. Generative AI, such as large language models (LLMs), serves as a warning sign, as Yuval Noah Harari argues, radically altering how humans cooperate. Harari maintains that social constructs have historically relied on human-to-document intersubjective interaction, mediated by bureaucracies. The latest developments, however, shift this relationship toward document-to-document interaction, transforming the nature of information. Instead of being merely a collection of data (‘inform-ation’), information now serves as the fundamental backbone of social institutions (‘in-formation’). From a periscopic perspective, as discussed by the authors, the discrepancy between the real and the metaversal expands AI’s role in everyday human activities. The authors propose a special legal personhood status for AI, considering its emerging analytic a priori capabilities. However, while AI remains in the later stages of its development, this possibility introduces mitigated risks that require further analyses

    RE-DESIGN SISTEM ANTRIAN UNTUK MENGOPTIMALKAN WAKTU ANTRIAN: STUDI KASUS JNE CABANG KOTA MAKASAR

    No full text
    This research is a case study on a shipping company in Indonesia. Queue service is one of the determinants of the success of the shipping company. This research is aimed at optimizing the waiting time of the queuing system at JNE Mataram City branch. The data used in this study is the result of direct observation of the object of research and interviews with the company. The model used in this research is the M/M/S Model (Multiple Channel Query System), and data processing using POM-QM software for Windows. The data used in this study are categorized into two categories, namely service data during peak and off-peak hours. The results showed that the service counter in the rush hour service category at JNE Mataram City Branch was not optimal because the standard target set by the company was still far from being achieved. The customer queue service target of six minutes is still far from the current practice of service time which takes an average of 15 minutes. The suggestion of this research is to redesign the service system of JNE counter service at the Mataram City branch by adding three counters to produce more optimal customer queue time.Penelitian ini ialah studi kasus yang dilaksanakan di suatu korporasi ekspedisi di Indonesia. Layanan antrian menjadi salah satu penentu keberhasilan perusahaan ekspedisi. Penelitian ini ditujukan untuk mengoptimalkan waktu tunggu sistem antrian di JNE Cabang Kota Mataram. Data yang dipakai pada penelitian ini merupakan hasil observasi langsung pada objek penelitian serta melakukan wawancara kepada pihak perusahaan. Model yang dipakai pada penelitian ini ialah Model M/M/S (Multiple Channel Query System), dan pengolahan data memakai software POM-QM for Windows. Data yang dipergunakan dalam kegiatan penelitian ini dikategorikan menjadi dua, yaitu data layanan pada jam sibuk dan jam tidak sibuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan loket pada kategori layanan jam sibuk di JNE Cabang Kota Mataram belum optimal dikarenakan target standar yang ditetapkan oleh perusahaan masih jauh untuk dicapai. Target layanan antrian pelanggan selama enam menit masih jauh dari praktik waktu layanan saat ini yang rata-rata memakan waktu selama 15 menit. Saran penelitian ini adalah melakukan proses redesign terhadap sistem layanan loket JNE cabang Kota Mataram dengan cara penambahan loket menjadi tiga loket sehingga dihasilkan waktu antrian pelanggan yang lebih optimal

    PENGARUH ADVERTISING, SALES PROMOTION, DAN PUBLIC RELATIONS TERHADAP CONSUMER LOYALTY DIERA DIGITALISASI

    No full text
    This study aims to determine how much influence advertising, sales promotion and public relations on consumer loyalty in purchasing products at CV. Jaya Bakery in Bandar Lampung. The independent variables used in this study are Advertising (X1), Sales Promotion (X2), Public Relations (X3) as well as Consumer Loyalty as the dependent variable. This type of research explanatory research with a quantitative paradigm. The population in this study are consumers who are followers Instagram CV. Jaya Bakery, the data was obtained from a questionnaire using a scale likert which is spread through google form to instagram social media via direct message. The sample in this study amounted to 391 respondents who were taken using the technique incidental sampling. The data in this study were analyzed using multiple linear regression analysis with the SPSS 29.0 tool. The results of this study indicate that variable advertising partially no significant effect on consumer loyalty, variable sales promotion partially significant effect on consumer loyalty, variable public relations partially significant effect on consumer loyalty. While the results are simultaneously variable advertising, sales promotion and public relations significant effect on consumer loyalty with value R Square of 52.7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh advertising, sales promotion dan public relations terhadap loyalitas konsumen dalam melakukan pembelian produk pada CV. Jaya Bakery di Bandar Lampung. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini yaitu Advertising (X1), Sales Promotion (X2), Public Relations (X3) serta Consumer Loyalty sebagai variabel terikat. Jenis penelitian ini explanatory research dengan paradigma kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang merupakan followers instagram CV. Jaya Bakery, data tersebut diperoleh dari kuesioner dengan menggunakan skala likert yang disebarkan melalui google form ke media sosial instagram melalui direct message. Sampel pada penelitian ini berjumlah 391 responden yang diambil dengan menggunakan teknik insidental sampling. Data pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS 29.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel advertising secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap consumer loyalty, variabel sales promotion secara parsial berpengaruh signifikan terhadap consumer loyalty, variabel public relations secara parsial berpengaruh signifikan terhadap consumer loyalty. Sedangkan hasil secara simultan variabel advertising, sales promotion dan public relations berpengaruh signifikan terhadap consumer loyalty dengan nilai R Square sebesar 52,7%

    PERANCANGAN SISTEM INSENTIF DOKTER SPESIALIS BERBASIS KINERJA PELAYANAN BPJS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT CAHYA KAWALUYAN

    No full text
    Hospitals in the National Health Insurance (JKN) era face challenges due to the shift in payment methods from retrospective (Fee for Services) to prospective (case-based payment). This change drives efficiency improvements without compromising service quality.This study formulates a performance-based incentive system for specialist doctors to enhance the efficiency and quality of BPJS Kesehatan patient services at RS Cahya Kawaluyan. Using a case study approach and both quantitative and qualitative analysis methods, the incentive system is designed with the Ongoing Professional Practice Evaluation (OPPE) as a performance measurement tool.The study results propose an incentive system based on individual performance, measurable indicator-based evaluations, periodic payments, and collaboration between the Medical Committee and the Human Resources Department. Doctors\u27 performance is assessed using nine key indicators, with patient satisfaction and regulatory compliance being the most crucial indicators.To enhance the effectiveness of the incentive system, regular patient satisfaction surveys, regulatory compliance monitoring, and improved time management for doctors are recommended. System optimization can be achieved through integration with the hospital information system, strengthening interdepartmental collaboration, and conducting socialization and training programs. System implementation is expected to drive efficiency, motivation, and improved service quality among specialist doctors at RS Cahya KawaluyanRumah sakit di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menghadapi tantangan akibat perubahan metode pembayaran dari retrospektif (Fee for Services) menjadi prospektif (case-based payment). Hal ini mendorong peningkatan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan.Penelitian ini merumuskan sistem insentif berbasis kinerja bagi dokter spesialis guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan pasien BPJS Kesehatan di RS Cahya Kawaluyan. Dengan pendekatan studi kasus serta metode analisis kuantitatif dan kualitatif,sistem insentif dirancang menggunakan Ongoing Professional Practice Evaluation(OPPE) sebagai alat ukur kinerja.Hasil penelitian menghasilkan sistem insentif yang berprinsip pada kinerja individual, evaluasi berbasis indikator terukur, pembayaran berkala, serta kolaborasi antara Komite Medis dan Bagian SDM. Kinerja dokter dinilai berdasarkan sembilan indikator utama, yang mana kepuasan pasien serta kepatuhan terhadap regulasi merupakan indikator paling penting. Untuk meningkatkan efektivitas sistem insentif, disarankan survei kepuasan pasien secara berkala, pemantauan kepatuhan regulasi, dan peningkatan manajemen waktu bagi dokter. Optimalisasi sistem dapat dicapai melalui integrasi dengan sistem informasi rumah sakit, penguatan kolaborasi antar departemen, dan pelaksanaan program sosialisasi dan pelatihan. Implementasi sistem ini diharapkan dapat mendorong efisiensi, motivasi, dan peningkatan kualitas layanan di antara dokter spesialis di RS Cahya Kawaluyan

    PENGARUH DIGITAL LITERACY TERHADAP KNOWLEDGE SHARING INTENTION KARYAWAN DI SEKTOR MANUFAKTUR DAN SEKTOR RETAIL

    No full text
    Munculnya internet dan perkembangan teknologi digital yang semakin beragam mengharuskan karyawan untuk meningkatkan literasi digital mereka. Literasi digital yang baik akan membantu memudahkan karyawan untuk menggunakan teknologi dalam aktivitas pekerjaan mereka sehari-hari. Niat berbagi pengetahuan karyawan menjadi hal yang penting agar perusahaan dapat berkembang lebih baik lagi. Penelitian ini akan menguji apakah literasi digital karyawan berpengaruh terhadap niat berbagi karyawan di perusahaan sektor manufaktur dan sektor retail. Jenis penelitian yang dilakukan adalah mixed methods. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu kuesioner dan wawancara. Kuesioner disebarkan kepada orang-orang yang memenuhi kriteria yaitu karyawan yang bekerja di sektor manufaktur dan sektor retail serta terkumpul sebanyak 60 responden. Sedangkan wawancara dilakukan dengan 5 orang responden untuk melengkapi data kuantitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan SPSS 29 yaitu melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji heteroskedasitas, uji linearitas, regresi linear sederhana, uji hipotesis dan uji koefisien determinasi. Sedangkan data hasil wawancara dianalisis menggunakan analisis tematik.  Dari hasil pengujian yang sudah dilakukan ditemukan bahwa Digital Literacy memiliki kontribusi nilai terhadap Knowledge Sharing Intention sebesar 43,4% dan dapat disimpulkan bahwa Digital Literacy berpengaruh terhadap Knowledge Sharing Intention karyawan di sektor manufaktur dan sektor retail

    PERAN LEVERAGE DALAM HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS MODAL, INTENSITAS PERSEDIAAN DAN PENGHINDARAN PAJAK

    No full text
    Tax revenues represent the primary source of government income in Indonesia, with corporate income tax contributing significantly to the State Budget (APBN). However, the increase in tax realization often does not correspond to the nation’s tax potential, partly due to corporate tax avoidance practices. This study aims to analyze the effect of capital and inventory intensity on tax avoidance, with leverage as a moderating variable, in non-cyclical consumer sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020-2023 period. This sector was selected due to its relatively stable characteristics against changes in economic cycles and its capital-intensive nature in supporting operational activities. This study uses 132 firm-year observations obtained from the companies\u27 annual financial reports. The analysis was conducted using a panel data regression method and a fixed-effects model. The results show that capital intensity positively affects tax avoidance, meaning that the higher the proportion of fixed assets in a company\u27s asset structure, the greater the opportunity for management to engage in tax planning through depreciation policies and operational cost classification. Conversely, inventory intensity does not significantly influence tax avoidance, as inventory value better represents supply chain efficiency and production stability than fiscal strategy. Furthermore, leverage is not proven to moderate the relationship between capital intensity and inventory intensity with tax avoidance, indicating that debt-based funding structures do not influence tax avoidance behavior in stable sector companies such as non-cyclical consumer sectors. These findings strengthen empirical evidence that fixed asset structure is a key determinant of corporate tax planning practices. At the same time, debt use plays a greater role in supporting long-term productive investments. The policy implications of this study emphasize the importance of fiscal oversight of asset-intensive companies by the Directorate General of Taxes (DGT), as well as the need for the Financial Services Authority (OJK) to promote greater transparency in tax policy disclosures in annual reports and corporate sustainability reports

    Nilai dari Laut Cina Selatan untuk Tiongkok: Suatu Analisis Geopolitik Marxis

    No full text
    ABSTRACT China’s assertiveness in the South China Sea has often been interpreted as a manifestation of maritime imperial ambitions, a balancing act, or a response to historical grievances. However, such arguments largely overlook the deeper question of why territorial expansion, a rare phenomenon in global politics, occurs in China’s case. This research addresses the issue through a Marxist geopolitical lens, framing territorial expansion as a consequence of capitalism’s inherent logic of spatial expansion. Using the concept of spatial fixes, it links China’s domestic capitalist crises—characterized by overaccumulation and overcapacity—to territorial expansion in Southeast Asia and assertiveness in the South China Sea. Strategies such as the Going Global policy and the Belt and Road Initiative (BRI) have turned Southeast Asia, including the South China Sea, into critical territories for China’s capitalist accumulation. However, the historical transformation of China’s state structure, coupled with incoherent and fragmented behavior among its internal agents, has led to contradictory yet increasingly assertive actions in the region. This study concludes that China’s behaviour in the South China Sea is driven not only by external pressures, such as US involvement, but also by internal capitalist imperatives and state dynamics, offering a nuanced understanding of territorial disputes and state behaviour under capitalism.   Keywords: South China Sea; China Capitalism; Marxist Geopolitics; State Transformation    ABSTRAK Asertivitas Tiongkok di Laut Cina Selatan seringkali ditafsirkan sebagai manifestasi dari ambisi imperial maritim, upaya penyeimbangan kekuasaan, atau respons terhadap luka sejarahnya. Namun, argumen-argumen tersebut cenderung mengabaikan pertanyaan mendasar tentang mengapa ekspansi teritorial—fenomena yang jarang terjadi dalam politik global—dapat terjadi dalam kasus Tiongkok. Penelitian ini membahas isu tersebut melalui kerangka geopolitik Marxis yang memandang ekspansi teritorial sebagai konsekuensi dari logika kapitalisme yang secara inheren mendorong ekspansi teritori. Dengan menggunakan konsep solusi spasial (spatial fix), penelitian ini menghubungkan krisis kapitalisme domestik Tiongkok—yang ditandai oleh over akumulasi dan overkapasitas—dengan ekspansi teritorial di Asia Tenggara dan asertivitasnya di Laut Cina Selatan. Strategi seperti kebijakan Going Global dan Belt and Road Initiative (BRI) telah menjadikan Asia Tenggara, termasuk Laut Cina Selatan, sebagai wilayah penting bagi akumulasi kapital Tiongkok. Namun, transformasi historis struktur negara Tiongkok, ditambah dengan perilaku yang tidak koheren dan terfragmentasi di antara agen-agennya, telah menyebabkan tindakan yang kontradiktif namun semakin asertif di kawasan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku Tiongkok di Laut Cina Selatan tidak hanya didorong oleh tekanan eksternal seperti keterlibatan Amerika Serikat, tetapi juga oleh imperatif kapitalisme domestik dan dinamika transformasi negara, menawarkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sengketa teritorial dan perilaku negara dalam konteks kapitalisme. Kata Kunci: Laut Cina Selatan; Kapitalisme Tiongkok; Geopolitik Marxis; Transformasi NegaraAsertivitas Tiongkok di Laut Cina Selatan sering kali ditafsirkan sebagai manifestasi dari ambisi imperial maritim, upaya penyeimbangan kekuasaan, atau respons terhadap luka sejarahnya. Namun, argumen-argumen tersebut cenderung mengabaikan pertanyaan mendasar tentang mengapa ekspansi teritorial—fenomena yang jarang terjadi dalam politik global—dapat terjadi dalam kasus Tiongkok. Penelitian ini membahas isu tersebut melalui kerangka geopolitik Marxis yang memandang ekspansi teritorial sebagai konsekuensi dari logika kapitalisme yang secara inheren mendorong ekspansi teritori. Dengan menggunakan konsep solusi spasial (spatial fix), penelitian ini menghubungkan krisis kapitalisme domestik Tiongkok—yang ditandai oleh overakumulasi dan overkapasitas—dengan ekspansi teritorial di Asia Tenggara dan asertivitasnya di Laut Cina Selatan. Strategi seperti kebijakan Going Global dan Belt and Road Initiative (BRI) telah menjadikan Asia Tenggara, termasuk Laut Cina Selatan, sebagai wilayah penting bagi akumulasi kapital Tiongkok. Namun, transformasi historis struktur negara Tiongkok, ditambah dengan perilaku yang tidak koheren dan terfragmentasi di antara agen-agennya, telah menyebabkan tindakan yang kontradiktif namun semakin asertif di kawasan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku Tiongkok di Laut Cina Selatan tidak hanya didorong oleh tekanan eksternal seperti keterlibatan Amerika Serikat, tetapi juga oleh imperatif kapitalisme domestik dan dinamika transformasi negara, menawarkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sengketa teritorial dan perilaku negara dalam konteks kapitalisme

    STUDI RELASI ARSITEKTUR CANDI MAJAPAHIT PADA BANGUNAN PURA DI BALI SELATAN

    No full text
    Abstrak - Candi dan pura adalah bangunan yang difungsikan sebagai tempat bersembahyang, perbedaan kedua bangunan ini terletak pada penggunaannya pada saat ini. Candi identik dengan tempat pemujaan bagi leluhur dan menjadi tempat penyimpanan abu bangsawan namun saat ini tidak aktif digunakan, Pura di Bali menjadi tempat yang masih aktif digunakan masyarakat untuk bersembahyang. Melihat kesetaraan fungsi antara candi dan pura, lebih jauh lagi dapat ditinjau dari konteks historis terhadap perkembangan keduanya. Berdasarkan konteks sejarah, Bali dikuasai oleh kerajaan Majapahit danAbstrak - Candi dan pura adalah bangunan yang difungsikan sebagai tempat bersembahyang, perbedaan kedua bangunan ini terletak pada penggunaannya pada saat ini. Candi identik dengan tempat pemujaan bagi leluhur dan menjadi tempat penyimpanan abu bangsawan namun saat ini tidak aktif digunakan, Pura di Bali menjadi tempat yang masih aktif digunakan masyarakat untuk bersembahyang. Melihat kesetaraan fungsi antara candi dan pura, lebih jauh lagi dapat ditinjau dari konteks historis terhadap perkembangan keduanya. Berdasarkan konteks sejarah, Bali dikuasai oleh kerajaan Majapahit dan mempengaruhi perkembangan pembentukan arsitektur pura di Bali. Pengaruh ini dituangkan dalam kitab Negarakertagama pupuh 79 yang menyatakan Bali tunduk terhadap pembentukan candi dan berbagai bangunan lainnya. Penelitian sejauh mana arsitektur candi Majapahit terhadap arsitektur pura menjadi menarik akibat bentuk arsitektur dan bukti kearifan lokal hadir dan berkembang di Indonesia membuat pengaruh arsitektur yang datang ke suatu kawasan tidak langsung diserap namun diolah dan dikembangkan sesuai dengan konteks lokasi. Tujuan penelitian ini untuk memahami korelasi antara arsitektur candi Majapahit dan pura di Bali dan melihat sejauh mana pengaruh arsitektur candi Majapahit terhadap arsitektur pura di Bali. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan metode kualitatif dengan cara mendeskripsikan keadaan eksisting dan membandingkan dengan teori sosok, wujud, tata massa dan ruang, tektonika dan ornamentasi. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan didukung dengan kajian literatur. Data yang dikumpulkan berkaitan dengan wujud, sosok, tata ruang dan massa, tektonika dan ornamentasi pada candi Majapahit dan pura kemudian dianalisis dengan teori terkait. Hasil penelitian berupa relasi arsitektur candi Majapahit pada bangunan pura di Bali yang ditampilkan dalam wujud komparasi terkait wujud, tata massa dan ruang, tektonika dan ornamentasi pada kedua objek.   Kata Kunci: arsitektur candi majapahit, arsitektur pur

    0

    full texts

    3,954

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇