Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
Not a member yet
    3954 research outputs found

    ANALISIS KENYAMANAN DAN EFEKTIVITAS FASILITAS KHUSUS PEREMPUAN PADA ANGKUTAN PUBLIK

    No full text
    Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan mobilitas, penggunaan angkutan publik juga mengalami peningkatan. Penelitian ini menganalisis kenyamanan dan efektivitas fasilitas khusus perempuan di angkutan publik untuk menilai tingkat layanan yang ada. Menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner yang disebar di media sosiasl, didapatkan 100 responden perempuan yang di antaranya merupakan pengguna Kereta Rel Listrik Commuter Line (KRL), Mass Rapid Transit (MRT), dan Bus Transjakarta di wilayah Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan penumpang perempuan umumnya merasa aman dan nyaman, namun fasilitas khusus perempuan belum efektif karena ketidakcocokan antara ketersediaan armada dan fasilitas tersebut. Dibutuhkan penambahan gerbong atau armada khusus perempuan agar fasilitas dapat memenuhi kebutuhan dengan lebih baik

    ANALISIS FASILITAS KONEKTIVITAS ANTARMODA DI DALAM BANDARA DHOHO KEDIRI

    No full text
    Kemudahan pergerakan dalam perencanaan transportasi dinilai menggunakan indikator seperti aksesibilitas,waktu perjalanan, dan biaya. Konektivitas sangat penting bagi jaringan transportasi, terutama di simpul-simpulseperti terminal di mana pergantian moda terjadi. Makalah ini menganalisis konektivitas di terminalpenumpang Bandara Internasional Dhoho Kediri, yang direncanakan sebagai simpul yang melayani wilayahbarat daya Jawa Timur. Sebagai pusat transportasi, bandara ini harus memfasilitasi pergerakan masyarakat danmemberikan kenyamanan bagi penumpang. Oleh karena itu, analisis difokuskan pada konektivitas antarmodadari perspektif pejalan kaki di dalam terminal. Metode yang digunakan adalah model mikrosimulasi pergerakanpenumpang untuk meminimalkan waktu tunggu dan kepadatan antrean, sehingga meningkatkan kenyamananpenumpang saat berganti moda. Meningkatkan konektivitas antar moda di bandara ini dapat mengoptimalkanfungsinya sebagai simpul jaringan transportasi

    EVALUASI KINERJA PELAYANAN DAN KEPUASAN PENGGUNA TERMINAL TIPE C DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS: TERMINAL CANGKIRAN)

    No full text
    Terminal Cangkiran memiliki kontribusi yang signifikan dalam pelayanan angkutan umum kepada masyarakat sekitar kawasan kelurahan Cangkiran. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja pelayanan dan kepuasan penguna Terminal Cangkiran yang merupakan terminal Tipe C di Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah analisis inventarisasi kondisi eksisting fasilitas terminal yang IPA (Importance Performance Analysis) lalu dianalisis dengan gap untuk mengetahui kinerja dan kepentingan suatu variabel. Terakhir menggunakan metode IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat). Hasil data analisis inventarisasi fasilitas Terminal Cangkiran yaitu untuk fasilitas-fasilitas maupun loket penjualan tiket sudah ada, kondisinya pun baik, tetapi pemanfaatan dan letak kondisinya masih belum sesuai. Hasil ini sesuai dengan gap yang terjadi bernilai negatif yaitu sehingga memang belum sesuai dengan harapan pengguna. Namun dalam indeks kepuasan masyarakat loket penjualan tiket bisa memberikan kepuasan. Oleh karenanya, untuk fasilitas yang lainnya perlu dilakukan perbaikan dari segi pemanfaatan dan fasilitas agar indeks kepuasan masyarakat bisa meningkat

    ANALISIS TINGKAT PELAYANAN KARGO TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA JASA EMPU PT ANGKASA PURA LOGISTIK DI BANDAR UDARA JENDRAL AHMAD YANI MENGGUNAKAN METODE CSI

    No full text
    Layanan kargo yang disediakan oleh PT Angkasa Pura Logistik di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani merupakan fasilitas penting untuk pengiriman dan penerimaan barang. Mengingat PT Angkasa Pura Logistik adalah anak perusahaan PT Angkasa Pura I, kinerja layanannya akan diawasi secara ketat. Pelayanan kargo pada EMPU (Ekspedisi Muatan Pesawat Udara) dinilai penting untuk dievaluasi karena memenuhi harapan konsumen dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat daya saing perusahaan dalam industri jasa yang berkembang pesat. Penelitian menggunakan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dengan lima dimensi yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible untuk mengukur kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap layanan kargo yang diberikan mencapai 92,8%, masuk dalam kategori "sangat puas" (rentang 0,81-1,00). Dapat disimpulkan bahwa pelanggan EMPU PT Angkasa Pura Logistik sangat puas dengan layanan yang diterima.

    PRIORITISASI PENANGANAN PERLINTASAN SEBIDANG PADA KRL COMMUTER LINTAS BOGOR MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITIGASI RISIKO BERBASIS EXPOSURE DAN VULNERABILITY

    No full text
    Perlintasan sebidang pada jalur KRL Commuter Lintas Bogor menimbulkan risiko keselamatan tinggi akibat interaksi antara moda rel dan jalan. Penelitian ini bertujuan menyusun prioritas penanganan perlintasan sebidang berbasis mitigasi risiko dengan indikator exposure dan vulnerability menggunakan data sekunder yang mudah diakses. Studi ini meneliti perlintasan sebanyak 57 melalui metode skoring ordinal terhadap tujuh indikator. Hasilnya menyatakan perlintasan tergolong berisiko sedang sebesar 87,72% dan berisiko rendah sebesar 12,28%. Validasi oleh lima evaluator independen menunjukkan hasil konsisten dengan percentage agreement 93,33% dan ICC 0,828. Temuan dalam studi ini menunjukkan bahwa pendekatan sederhana berbasis data sekunder dapat menghasilkan penilaian risiko yang reliabel dan berguna bagi pengambilan keputusan dalam perencanaan infrastruktur transportasi perkotaan serta mendukung pengelolaan mobilitas yang lebih aman dan efisien

    STUDI EKSPERIMENTAL TERHADAP DAMPAK METODE PENCAMPURAN DALAM MENGOPTIMALKAN PERFORMA PERKERASAN BERGRADASI SUPERPAVE

    No full text
    Kinerja perkerasan jalan sangat dipengaruhi oleh kualitas campuran aspal dan metode pencampurannya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh tiga metode pencampuran konvensional, dua tahap, dan tiga tahap terhadap performa campuran bergradasi Superpave. Evaluasi menggunakan parameter Marshall serta uji Indirect Tensile Strength (ITS), Index of Retained Strength (IRS), dan Cantabro Loss (CL) untuk menilai ketahanan terhadap kelembapan dan keausan. Hasil menunjukkan bahwa metode tiga tahap menghasilkan nilai ITS sebesar 21,49 (unggul 16,25%), IRS 93,94 (unggul 3,89%), dan CL 4,92 (lebih baik dibanding metode konvensional). Pendekatan pencampuran bertahap, terutama tiga tahap, terbukti meningkatkan stabilitas, kepadatan, serta ketahanan terhadap kelembapan dan keausan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pencampuran tiga tahap berpotensi menjadi strategi efektif dalam mengoptimalkan kinerja campuran bergradasi Superpave di lapangan

    Perancangan Alat Penentu Ukuran Pakaian Berbasis Arduino untuk UMKM pada Industri Fashion Indonesia

    No full text
    The Fashion industry in Indonesia is one of the attractive industrial sectors for the creative economy sub-sector. Based on Statistics Indonesia, the GDP at constant prices of the textile and apparel industry amounted to 34.58 Trillion in the second quarter of 2023. However, clothing sales in physical stores have decreased due to online sales. Furthermore, in physical store sales, the dressing room is limited, the clothes being tried on are unhygienic and there are restrictions on the number of trying on clothes. So, it is necessary to design a clothing sizing tool that can determine the size of clothes, maintain hygiene and reduce queuing time when trying on clothes. The design of this tool begins with conducting interviews and identifying the necessary needs. After identifying the necessary needs, proceed with designing an affinity diagram to group needs that have similarities and determine the level of importance. The results of this determination will be designed into tool specifications using the Need-metric matrix and become the basis for developing tool concepts. From these results, a prototype was designed using Arduino, ultrasonic sensor and LCD display. Testing for the tool will pay attention to the performance results of measurement accuracy and usability testing. For the usability testing method, the SUS (System Usability Scale) method is used. From the results of the study, it was found that the performance value of measurement accuracy was 75.76% and the usability testing score was obtained 68. The performance value of measurement accuracy and usability testing still needs to be improved with proposals in the form of clothing requirements during measurement and the use of more automated tools to make it easier to use.Industri Fashion di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang menarik bagi sub-sektor ekonomi kreatif. Menurut Badan Pusat Statistik, PDB atas dasar harga konstan dari industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 34,58 Triliun pada kuartal II/2023. Namun, penjualan pakaian pada toko-toko fisik mengalami penurunan karena penjualan daring. Selain itu, pada penjualan toko fisik, ruang ganti pakaian terbatas, pakaian yang dicoba menjadi tidak higienis serta ada pembatasan jumlah mencoba pakaian. Dengan begitu, diperlukan perancangan alat penentu ukuran pakaian yang dapat menentukan ukuran pakaian, menjaga kehigienisan serta mengurangi waktu mengantre saat mencoba pakaian. Perancangan alat ini dimulai dengan melakukan wawancara dan mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan. Setelah teridentifikasi kebutuhan yang diperlukan, dilanjutkan dengan merancang diagram afinitas untuk mengelompokkan kebutuhan yang memiliki kesamaan serta menentukan tingkat kepentingan. Hasil penentuan tersebut akan dirancang  menjadi spesifikasi alat menggunakan Need-metric matrix serta menjadi dasar pengembangan konsep alat. Dari hasil tersebut, dirancang sebuah purwarupa dengan menggunakan Arduino, sensor ultrasonik dan LCD display. Pengujian untuk alat tersebut akan memperhatikan hasil kinerja ketepatan pengukuran dan usability testing. Untuk metode usability testing digunakan metode SUS (System Usability Scale). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai kinerja ketepatan pengukuran sebesar 75,76 % dan skor usability testing didapatkan 68. Nilai kinerja ketepatan pengukuran dan usability testing masih perlu diperbaiki dengan usulan berupa syarat pakaian pada saat pengukuran serta penggunaan alat yang lebih terotomasi sehingga lebih memudahkan dalam penggunaan

    Vietnam in the China Plus One Strategy: Geoeconomic Hedging and Middle-Power Agency in Indo-Pacific Supply Chains

    No full text
    This article analyzes Vietnam’s strategic repositioning in global supply chains in the context of intensifying U.S.–China rivalry. As multinational corporations implement “China Plus One” strategies to mitigate geopolitical risk and supply chain concentration, Vietnam has emerged as a key destination, benefitting from its geographic proximity to China, cost-effective labor, expanding trade architecture, and proactive regulatory reforms. Yet this shift is not solely driven by firm-level dynamics; it is also the result of Vietnam’s deliberate geoeconomic strategy. Drawing on hedging theory, the article contends that Vietnam employs a calibrated mix of economic diversification, institutional flexibility, and strategic ambiguity to maximize autonomy while avoiding overdependence on any major power. Through empirical examination of foreign direct investment trends, trade commitments, technological upgrading, and participation in both U.S.- and China-led regional initiatives, the paper conceptualizes Vietnam’s approach as “geoeconomic hedging.” It introduces the term “Vietnam Plus One” to describe the country’s emerging role not only as a relocation site but also as a catalyst for broader regional diversification. By extending the logic of hedging beyond the security domain into economic statecraft, this study contributes to ongoing debates on middle-power agency, regional order, and the restructuring of global production networks in the Indo-Pacific.   Key words: China Plus One strategy, Vietnam Plus One strategy, geoeconomics hedging, global supply chains, middle power diplomac

    DAMPAK AKSESI ICCPR TERHADAP PENCEGAHAN PRAKTIK PEMBUNUHAN DI LUAR HUKUM DALAM PERSPEKTIF INDONESIA

    No full text
    Indonesia has made notable progress in institutionalizing human rights norms through the ratification and accession of various international treaties. Despite these advancements, violations of the right to life, particularly in the form of extrajudicial killings, continue to occur. This study investigates the extent to which Indonesia’s accession to the International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) has influenced the protection of individuals from such violations. Employing a socio-legal approach, the research assesses institutional reforms following the ICCPR accession and analyzes specific cases, including the 2020 extrajudicial killings of Pastor Yeremia Zanambani and members of the Islamic Defenders Front (FPI). Findings reveal that, although legislative and policy reforms have been introduced to strengthen the right to life, their implementation remains inadequate. The persistence of extrajudicial killings is primarily attributed to the incomplete Security Sector Reform (RSK) process and the deeply rooted culture of impunity, which often results in lenient sentences or acquittals for alleged perpetrators. This study emphasizes the urgent need to advance the RSK agenda and address impunity through concerted efforts by key institutions, including the judiciary

    EVALUASI PELESTARIAN ARSITEKTUR POS BLOC JAKARTA

    No full text
    Abstract -Jakarta has many historical buildings that become cultural heritage, one of them is the Jakarta Bloc Post Building.The Post Bloc Jakarta Building as a class A cultural heritage building is currently experiencing a significant change in function , therefore it needs to be further investigated how the impact of the current transition of function on the preservation of its architecture in terms of aspects of form and construction. This study utilizes a descriptive analysis - evaluative methodology. The construction aspect of the Pos Bloc Jakarta building involving alterations in its present function has maintained its authenticity, whereas the form aspect has undergone several modifications. Through the replacement of doors and windows on the facade and the addition of extensions to the right wing mass, significant changes have been made to the building\u27s mass and facade. As an adaptation to present functions, the building\u27s form has also changed significantly, with retail space added to the main hall, the layout of the right and left wing masses changed, as well as various door and window features. According to the findings of these adjustments, which were analyzed using the conservatory guidelines, some significant changes to the architectural components of doors, windows on the facade, and internal space were not permitted under the preservation law. The evaluation results have suggested preservation actions on aspects of shape and construction that still retain their original characteristics.Reconstruction actions of doors and windows on the facade to restore the original character and characteristics of the building facade. Adaptation action on building interior as a form of adjustment to its current function. Keywords : Conservation , Form , Function , Construction , Pos bloc JakartaKota Jakarta memiliki banyak bangunan sejarah yang menjadi cagar budaya , salah satunya adalah Gedung Pos Bloc Jakarta. Gedung Pos Bloc Jakarta sebagai gedung cagar budaya kelas A saat ini mengalami perubahan fungsi signifikan  , sehingga perlu diteliti  lebih lanjut bagaimana dampak peralihan fungsi masa kini terhadap pelestarian arsitekturnya dari segi aspek bentuk dan konstruksi.Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui dampak perubahan fungsi masa kini pos bloc jakarta terhadap aspek bentuk dan konstruksinya serta tindakan pelestariannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis - evaluatif.Aspek konstruksi pada gedung pos bloc jakarta berkaitan dengan perubahan fungsi masa kini masih terjaga keasliannya , sedangkan pada aspek bentuk mengalami beberapa perubahan. Aspek bentuk fasad dan massa bangunan cukup mengalami perubahan dengan adanya pergantian pintu dan jendela pada bagian fasad dan penambahan ekstensi pada massa sayap kanan. Pada bentuk ruang dalam cukup mengalami perubahan sebagai adaptasi terhadap fungsi masa kini dengan penambahan ruang retail pada hall utama , pengubahan layout pada massa sayap kanan dan kiri , serta beberapa perubahan elemen pintu dan jendela.  Dari hasil temuan perubahan tersebut dievaluasi mengacu kepada pedoman undang-undang , didapat hasil beberapa perubahan elemen arsitektur pintu , jendela yang signifikan pada fasad dan ruang dalam tidak diperkenankan  berdasarkan undang-undang pelestarian. Arahan tindakan pelestarian yang disarankan adalah , tindakan preservasi pada aspek bentuk dan konstruksi yang masih dipertahankan keasliannya. Tindakan rekonstruksi pada pintu dan jendela pada bagian fasad untuk mengembalikan karakter dan ciri asli fasad bangunan.Tindakan adaptasi pada ruang dalam bangunan sebagai bentuk penyesuaian dengan fungsinya sekarang Kata-kata kunci : Pelestarian , Bentuk , Fungsi , Konstruksi , Pos bloc Jakart

    0

    full texts

    3,954

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Katolik Parahyangan / Parahyangan Catholic University Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇