Jurnal Online Universitas Islam Sumatera Utara
Not a member yet
6835 research outputs found
Sort by
Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan (Studi Putusan Nomor : 899/Pid.B/2024/PN Dps)
Abstrak Tindak pidana pencurian dengan pemberatan memiliki beberapa ketentuan unsur-unsur yang melekat padanya yaitu unsur umum pencurian dan beberapa unsur tambahan. Bagaimana pengaturan hukum tindak pidana pencurian dengan pemberatan, bagaimana pertanggungjawaban pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam Putusan Nomor 899/Pid.B/2024/PN Dps, dan bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam Putusan Nomor : 899/Pid.B/PN Dps. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan mengumpulkan data sekunder seperti peraturan perundangan-undangan serta bahan kepustakaan. Kemudian sumber data yang digunakan adalah sumber data dengan jenis data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara dan kepustakaan. Hasil daripada penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa pengaturan hukum tindak pidana pencurian dengan pemberatan diatur dalam Pasal 363 KUHP dan tindak pidana pencurian diatur dalam Pasal 362 KUHP. Pertanggungjawaban pidana terhadap seseorang yang melakukan tindak pidana disesuaikan dengan unsur-unsur yang melekat pada perbuatan tersebut. Pemeriksaan unsur-unsur suatu tindak pidana dilakukan guna untuk menentukan ketentuan hukum yang berlaku terhadap suatu tindak pidana tersebut. Pertimbangan hakim dilakukan berdasarkan ketentuan pembuktian dan fakta-fakta yang muncul dalam pemeriksaan sidang. Pertimbangan hukum yang dilakukan hakim bertujuan untuk memberikan putusan yang memiliki nilai keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi para pihak yang berperkara. Seharusnya hakim mempertimbangkan segala hal yang muncul dalam persidangan seperti waktu dan tempat tindak pidana dilakukan, sebab beberapa ketentuan pasal menerapkan bahwa waktu dan tempat terjadi tindak pidana merupakan bagian dari unsur tindak pidana yang dapat memperberat suatu hukuman pidana. Putusan hakim dalam perkara ini berdasarkan ketentuan Pasal 362 KUHP. Penentuan putusan hakim dilakukan berdasarkan ketentuan pembuktian dan fakta-fakta persidangan yang ditemukan. Namun, putusan hakim dapat dikatakan belum tepat, sebab ada beberapa fakta persidangan yang tidak digunakan hakim dalam pertimbangannya untuk memberikan putusan. Sehingga menurut penulis pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tidak sesuai dengan unsur-unsur yang terpenuhi atas perbuatannya. Kata Kunci : Pertanggungjawaban Pidana, Tindak Pidana, Pencurian Dengan Pemberatan, Pelaku Abstract The crime of theft with aggravation has several provisions of elements attached to it, namely the general elements of theft and several additional elements. How is the legal arrangement of the crime of theft with aggravation, how is the liability of the perpetrators of the crime of theft with the burden in Decision Number 899/Pid.B/2024/PN Dps, and how is the judge's legal consideration in imposing a prison sentence on the perpetrator of the crime of theft with aggravation in Decision Number: 899/Pid.B/PN Dps. The approach method used is normative juridical by collecting secondary data such as the provisions of the laws and regulations as well as literature materials. Then the data sources used are data sources with secondary data types collected through interviews and literature. The results of the research and discussion show that the legal regulation of the crime of theft with aggravation is regulated in Article 363 of the Criminal Code and the crime of theft is regulated in Article 362 of the Criminal Code. Criminal liability for a person who commits a criminal act is adjusted to the elements inherent in the act. The examination of the elements of a criminal act is carried out in order to determine the legal provisions that apply to a criminal act. The judge's consideration is carried out based on the provisions of the evidence and the facts that appear in the examination of the siding. The legal considerations carried out by the judge aim to provide a verdict that has the value of justice, legal certainty, and benefits for the parties to the case. The judge should consider everything that arises in the trial such as the time and place where the crime was committed, because several provisions of the article apply that the time and place of the crime is part of the elements of a criminal act that can aggravate a criminal penalty. The judge's decision in this case is based on the provisions of Article 362 of the Criminal Code. The determination of the judge's decision is carried out based on the provisions of the evidence and thefacts of the trial found. However, the judge's decision can be said to be inappropriate, because there are some facts of the trial that the judge did not use in his consideration to give a verdict. So according to the author, criminal liability for the perpetrator is not in accordance with the elements that are fulfilled for his actions. Keyword : Criminal Liability, Criminal Acts, Theft with Aggravation, Perpetrators
DINAMIKA GURU DAN SISWA DALAM MEMBANGUN KARAKTER: STUDI LITERATUR
Pendidikan karakter merupakan pilar fundamental dalam sistem pendidikan nasional yang bertujuan membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga berakhlak mulia. Proses pembentukan karakter ini melibatkan interaksi kompleks antara berbagai elemen, terutama dinamika hubungan antara guru dan siswa. Artikel ini menyajikan sebuah studi literatur yang mengkaji dinamika interaksi guru dan siswa dalam konteks implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Indonesia, berdasarkan tinjauan terhadap sejumlah penelitian relevan. Melalui metode studi literatur dengan pendekatan analisis tematik terhadap artikel-artikel penelitian yang tersedia, artikel ini mengidentifikasi peran sentral guru sebagai perencana, model, fasilitator, dan evaluator dalam pembentukan karakter. Berbagai strategi implementasi, seperti integrasi dalam pembelajaran tematik, metode pembiasaan, dan pemanfaatan media pembelajaran, dianalisis efektivitasnya. Respon dan keterlibatan siswa, termasuk peningkatan motivasi dan perubahan perilaku positif, juga menjadi fokus kajian. Selain itu, artikel ini membahas tantangan yang dihadapi dalam dinamika guru-siswa, seperti keterbatasan sarana, faktor eksternal (keluarga dan lingkungan), serta kompleksitas penilaian karakter. Konsistensi temuan antarstudi menunjukkan urgensi peran guru dan efektivitas pendekatan terintegrasi, namun juga menyoroti perlunya solusi adaptif terhadap kendala yang ada. Kesimpulan menekankan bahwa dinamika positif dan kolaboratif antara guru dan siswa, yang didukung oleh strategi pembelajaran yang tepat dan lingkungan yang kondusif, adalah kunci keberhasilan pendidikan karakter. Implikasi praktis dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya turut disertakan
Efektivitas Lembaga Zakat dalam Pengentasan Kemiskinan: Studi Pustaka pada Pengelolaan Zakat di Indonesia
Penelitian ini mengkaji efektivitas lembaga zakat dalam pengentasan kemiskinan melalui tinjauan literatur yang berfokus pada pengelolaan zakat di Indonesia. Dengan menggunakan metode evaluatif kualitatif, penelitian ini menganalisis berbagai sumber, antara lain jurnal ilmiah, laporan tahunan lembaga zakat, dan dokumen kebijakan terkait. Fokus utama kajian ini adalah pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel, serta program pemberdayaan yang dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi para mustahik (penerima zakat). Temuan dari literatur menunjukkan bahwa tata kelola zakat yang efektif dan kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta mempunyai potensi besar untuk mengurangi tingkat kemiskinan secara berkelanjutan. Selain itu, peran digitalisasi dan inovasi dalam pengelolaan zakat ditonjolkan sebagai faktor penting dalam meningkatkan partisipasi muzakki (pemberi zakat) dan memperluas jangkauan program pemberdayaan. Kajian ini memberikan rekomendasi bagi lembaga zakat untuk terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan inovasi dalam pengelolaan zakat untuk mendukung tujuan pengentasan kemiskinan di Indonesia
Pengaruh Konsentrasi Peg Dan Oleokimia Sebagai Stimulan Alternatif Terhadap Produksi Dan Histologi Lateks Tanaman Karet Klon Slow Stater
Indonesia merupakan salah satu produsen karet alam utama di dunia, dengan luas lahan terluas 3,6 juta hektar, terdiri dari perkebunan rakyat seluas 3,1 juta hektar (85%), perusahaan swasta sebesar 8% dan Perusahaan milik sendiri sebesar 7%. Nilai ekspor karet lima tahun terakhir mencapai USD 3,24 miliar. Permasalahan utama yang dihadapi petani karet yaitu terbatasnya penggunaan bahan tanam klonal, minimnya perawatan, dan tanaman karet yang sebagian besar sudah tua atau rusak sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas. Optimalisasi sistem sadap merupakan cara yang sedang dikembangkan salah satunya yaitu dengan penggunaan stimulan untuk meningkatkan produktivitas tanaman karet sekaligus efisiensi usaha. Salah satu bahan yang berpotensi digunakan sebagai stimulan yaitu Polyethylene glycol (PEG) dan oleokimia. Formula stimulan yang ideal diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan tidak berpengaruh buruk terhadap tanamn sehingga produktivitas dapat berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perlaakuan PEG dan Oleokimia pada tanaman karet klon PB 330. Penelitian ini telah dilaksanakan di PT. Perkebunan Nusantara III Sungai Putih, lokasi berada di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Ketinggian tempat 25 m diatas permukaan laut. Penelitian dimulai pada bulan Maret 2023 sampai dengan juni 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan. Dimana faktor pertama yaitu perlakuan pemberian PEG dengan dua taraf yaitu P0 (kontrol) dan P1 (PEG 3%). Dan faktor kedua yaitu perlakuan dengan pemberian Oleokimia dengan tiga taraf yaitu A0 (kontrol), A1 ( 3g Asam salisilat + 3g Asam palmitat), dan A2 ( 6 g Asam salisilat + 3g Asam palmitat). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian PEG 6000 tidak berpengaruh nyata terhadap produksi, kadar karet kering, lilit batang, tebal kulit, diameter pembuluh lateks serta jumlah pembuluh lateks, namun terdapat peningkatan produksi pada tanaman di setiap bulan nya
Perilaku Penjamah Makanan Dalam Penerapan Personal Hygiene di Fakultas Pertanian Uisu Medan Tahun 2024
Kesehatan individu dipengaruhi beberapa aspek kehidupan seperti aspek nutrisi, aspek gaya hidup dan lingkungan. yang sehat. Higiene sanitasi makanan dipengaruhi oleh aspek nutrisi dan kesehatan lingkungan yang dapat mencegah penyakit yang ditimbulkan akibat kontaminasi makanan oleh mikroorganisme. Kantin merupakan tempat memberikan pelayanan kepada mahasiswa dalam menjajakan makanan jajanan yang mendukung kegiatan pembelajaran di kampus. Makanan jajanan dapat terkontaminasi oleh patogen melalui penjamah makanan yang kurang memperhatikan hygiene sanitasi. Sanitasi makanan lebih ditekankan pada pengawasan terhadap pembuatan dan penyediaan bahan makanan agar tidak membahayakan kesehatan. Dalam sanitasi makanan, permasalahan yang menyangkut nilai gizi ataupun mengenai komposisi bahan makanan yang sesuai dengan tubuh jurang diperhatikan. Pada dasarnya kebanyakan orang tidak begitu menganggap penting hygiene dari makanan dan sanitasi tempat makanan yang mereka gunakan. Mereka hanya memandang atas harga makanan dan rasanya saja. Kantin kampus adalah tempat utama yang dikunjungi mahasiswa ketika waktu istirahat tiba. Kantin merupakan tempat mahasiswa membeli dan mengonsumsi makanan-makanan sehari-hari pada waktu di kampus. Mahasiswa tidak akan terlepas dari kantin dalam hal penyediaan makanan.Sehingga penting rasanya untuk memperhatikan hygiene dan sanitasi kantin kampus agar sehat. Karena kesehatan mahasiswa sangat dipengaruhi oleh kantin kampus sebagaimana pengaruh makanan terhadap tubuh kita. Oleh karena itu kami melakukan observasi langsung ke kantin kampus. Kantin yang selalu dikunjungi mahasiswa, dengan mengamati tempat/bangunan kantin, peralatan dan bahan makanan yang digunakan, penjamah makanannya serta proses pengolahan dan penyajiannya terkait hygiene dan sanitasi kantin (tempat makan). Kondisi kantin sebuah kampus mencerminkan bagaimana status kesehatan civitas akademika di dalamnya. Kantin harus memenuhi pesyaratan kebersihan, kesehatan, dan lingkungan atau sering disebut higiene dan sanitasi secara efektif. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui Higiene dan Sanitasi di Kantin Kampus Universitas Islam Sumatera Utara
ANALISIS KEBUTUHAN TULANGAN & BIAYA KOLOM DAN BALOK PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) DI KECAMATAN BANDAR PERDAGANGAN KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA
Balok dan kolom merupakan komponen struktur utama yang berperan menopang beban-beban yanga da pada suatu struktur gedung. Balok berfungsi sebagai rangka penguat horizontal bangunan, sedangkan Kolom berfungsi menyangga beban aksial tekan vertikal. Analisis kebutuhan tulangan untuk kolom dan balok penting dilaksanakan untuk mengantisipasi kelebihan dan kekurangan tulangan yang direncanakan. Analisis kebutuhan tulangan dilakukan pada Pembangunan Gedung Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di Kecamatan Perdagangan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara . Perhitungan kebutuhan tulangan dengan Bar Bending Schedule (BBS) yaitu suatu metode yang memuat daftar pola-pola pemotongan besi tulangan yang berfungsi untuk mengontrol pemakaian besi tulangan dan meminimalkan sisa material dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Hasil dari analisis volume kebutuhan tulangan pada kolom dan balok menggunakan sambungan konvensional adalah 51.830,89 kg, sedangkan hasil dari analisis volume kebutuhan tulangan pada kolom dan balok menggunakan sambungan kopler adalah 50.800,55 kg. Hasil perbandingan antara volume kebutuhan tulangan pada kolom dan balok menggunakan sambungan konvensional dan sambungan kolper adalah 2,02%. Hasil perhitungan kebutuhan biaya penulangan kolom dan balok menggunakan sambungan konvensional adalah Rp.896.674.397 sedangkan jika menggunakan sambungan kopler adalah Rp.878.853.486 Oleh karena itu dapat disimpulkan sambungan kopler lebih efisien untuk digunakan dibandingkan sambungan konvensional dari segi biaya
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA PEKERJAAN REKONSTRUKSI JALAN HUTAGINJANG SITANGGOR DI KECAMATAN MUARA
Sebuah prediksi atau perkiraan akan pengeluaran biaya yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu proyek atau pembangunan konstruksi disebut RAB (RencanaAnggaran Biaya). RAB dijadikan dasar dan pedoman utama dalam pembuatan kerangka estimasi pengeluaran atau sistem pembiayaan sebelum memulai sebuah pekerjaan. Pada penelitian ini analisa rencana anggaran biaya dilakukan pada pekerjaan rekonstruksi jalan Hutaginjang-Sitanggor di Kecamatan Muara. Metodeyang digunakan dalam perhitungan RAB ini adalah metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2022.Harga bahan, alat, dan upah menggunakan harga dari hasil survey lapangan di beberapa panglong disekitar lokasi pekerjaan. Hasil perhitungan RAB dari perhitungan sendiri sebesarRp. 1.149.141.639,36, sedangkan RAB dari proyek diperoleh hasil sebesar Rp.1.545.390.000,00. Sehingga diperoleh selisih perhitungan sebesar Rp.396.248.360,64. Terjadinya selisih perhitungan diakibatkan oleh harga satuan bahan, alat, dan upah menggunakan harga yang lebih rendah sesuai hasil survey dilapangan. Oleh karena itu, RAB hasil perhitungan sendiri lebih kecil daripadaRAB proyek
EVALUASI STRUKTUR BALOK, KOLOM, DAN PELAT LANTAI MENARA LONCAT INDAH KOLAM RENANG SELAYANG MEDAN
Pengetahuan tentang keamanan struktur dimasa sekarang ini sangat diperlukan guna mengikuti perkembangan teknologi dibidang struktur bangunan. Penulisan bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang struktur bangunan gedung yang aman terhadap gempa dan bagaimana proses perencanaan dan evaluasi struktur yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Struktur yang dibahas fokus pada balok, kolom, dan pelat lantai. Evaluasi desain struktur balok, kolom, dan pelat lantai ini bertujuan mengetahui kelayakan struktur apakah mampu menahan gaya-gaya yang terjadi akibat perubahan beban hidup yang bekerja pada gedung. Skripsi ini menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB) dengan software ETABS, hasil desain ETABS akan dikontrol dengan perhitungan secara matematis berdasarkan SNI 2847-2019 dan 1726-2019. Dari hasil evaluasi struktur yang telah dilakukan diperoleh dimensi struktur balok ukuran 250 x 450 mm (tulangan atas utama 7D12, tulangan torsi 4D13, tulangan bawah 4D16), balok 350 x 800 mm (tulangan atas utama 6D22 & 3D16, tulangan torsi 4D13, tulangan bawah 2D22 & 2D16), balok 350 x 950 mm (tulangan atas utama 6D22 & 3D16, tulangan torsi 4D13, tulangan bawah 2D22 & 2D16), balok 450 x 950 mm (tulangan atas utama 8D22 & 3D16, tulangan torsi 4D13, tulangan bawah 3D22 & 2D16), kolom 350 x 600 mm (tulangan utama 16D22), dan pelat lantai dengan ketebalan 12 cm. Setelah memperoleh hasil evaluasi struktur dapat dibuat gambar DED
KUALITAS PELAYANAN APARATUR DESA DALAM PENERBITAN SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU (SKTM) DI DESA SIDODADI KECAMATAN BIRU-BIRU KABUPATEN DELI SERDANG
Surat keterangan tidak mampu (SKTM) merupakan jenis administrasi yang sering disebut oleh masyarakat umum. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa banyak orang yang tidak memiliki pilihan lain dan seringkali membutuhkan bantuan untuk berbagai administrasi, seperti program penguatan kelompok masyarakat dari pemerintah pusat dan kabupaten serta program Raskin, seperti yang terjadi di Desa Sidodadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kualitas Pelayanan Aparatur Desa Dalam Penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu Di Desa Sidodadi Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Zeithaml (2000). Teori Zeithaml digunakan dalam penelitian ini untuk menilai kualitas pelayanan publik dalam 5 dimensi yaitu Dimensi Tangible atau Bukti Fisik, Dimensi Reliability atau Kehandalan, Dimensi Responsiveness atau Daya Tanggap, Dimensi Assurance atau Jaminan, dan Dimensi Emphaty atau Empati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan Aparatur Desa dalam Penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu di Desa Sidodadi Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang sudah berjalan dengan baik dikarenakan terdapat 4 dimensi kualitas pelayanan yang sudah dilaksanakan dengan baik yaitu Dimensi Tangible (Bukti Fisik), Dimensi Responsiveness (Daya Tanggap), Dimensi Assurance (Jaminan), dan Dimensi Emphaty (Empati), namun tetap harus ditingkatkan guna menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan dari aparatur desa. Dimensi yang belum berjalan dengan baik yaitu Dimensi Reliability (Kehandalan) dikarenakan kemampuan SDM dari aparatur dalam menggunakan alat bantu pelayanan yang masih terbatas serta tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang pasti
Pengaruh Keadilan Distributif, Keadilan Prosedural dan Keadilan Interaksi dalam Penanganan Komplain Pelanggan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Toko Online Shopee di Kota Medan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh penanganan komplain dengan menggunakan dimensi keadilan distributif, keadilan prosedural dan keadilan interaksi terhadap kepasan pelanggan Shopee di Kota Medan. Ukuran Sampel diambil berdasarkan banyaknya jumlah dimensi/subvariabel yaitu 200 responden pelanggan Shopee Kota Medan sebab dalam pengukuran pengaruh antar dimensi/subvariabel eksogen dan endogen dalam penelitian ini dengan menggunakan partial least square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan komplain dengan dimensi/subvariabel keadilan distributif dan keadilan prosedur berpengaruh positif (rendah) tetapi tidak signifikan (tidak berarti) terhadap kepuasan pelanggan Shopee di Kota Medan. Penanganan komplain melalui dimensi keadilan interaksi berpengaruh positif (tinggi) dan signfikan terhadap kepuasan pelanggan Shopee di Kota Medan, namun demikian berdasarkan nilai R Square penanganan komplain yang terdiri dari keadilan distributif, keadilan prosedural dan keadilan interaksi cukup mampu memberikan penjelasan atau dapat juga sebagai variabel penentu kepuasan pelanggan Shopee dalam penanganan komplain selain faktor-faktor penentu kepuasan pelanggan lainnya selain penanganan komplain