Jurnal Online Universitas Islam Sumatera Utara
Not a member yet
6835 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI IKATAN KIMIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan metode ceramah tanya jawab pada materi ikatan kimia. Penelitian ini juga menguji korelasi antara aktivitas siswa dengan peningkatan hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen, dengan dua kelas sampel yaitu kelas eksperimen dengan model pembelajaran TAI dan kelas kontrol dengan metode ceramah. Analisis data menunjukkan bahwa siswa dengan model pembelajaran TAI memiliki hasil belajar yang lebih tinggi. Pengujian hipotesis dengan uji-t (α = 0,05) menunjukkan (6,69 1,994) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menegaskan bahwa TAI menghasilkan hasil belajar yang lebih baik. Uji korelasi juga menunjukkan (0,758 0,329) yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas siswa dengan peningkatan hasil belajar pada pembelajaran berbasis TAI pada materi ikatan kimia
PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING; TAHAP DEVELOPMENT MODEL ADDIE
Kurangnya fasilitas laboratorium yang memadai dan panduan praktikum berkualitas rendah di banyak sekolah menengah atas menghambat pembelajaran praktikum kimia yang efektif. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi panduan praktikum kimia berbasis penyelidikan terbimbing yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip kimia hijau, menggunakan model ADDIE (berfokus pada tahap pengembangan). Validasi dilakukan oleh enam guru kimia dan dua dosen, menilai aspek-aspek seperti konten, bahasa, penyajian, dan desain. Metode kuantitatif deskriptif dalam kerangka RD digunakan untuk analisis. Panduan tersebut menerima skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,78 dari 5, yang menunjukkan bahwa panduan tersebut "sangat layak." Secara khusus, skor untuk konten, bahasa, penyajian, dan desain masing-masing adalah 4,78, 4,82, 4,78, dan 4,75. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa panduan tersebut sesuai untuk meningkatkan pembelajaran kimia praktis dan menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui kimia hijau di sekolah menengah atas
ANALISA KANDUNGAN KIMIA DAN PENENTUAN KADAR FLAVANOID ASAP CAIR KAYU PELAWAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kandungan kimia yang terjadi selama proses pemurnian asap cair dan untuk mengetahui total kandungan flavonoid dalam asap cair murni. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu analisis kandungan lignoselulosa sampel kayu Pelawan, produksi asap cair (termasuk pemurnian), karakterisasi sampel asap cair menggunakan GC-MS, dan penentuan kadar flavonoid dalam asap cair menggunakan UV-Vis. Hasil analisis lignoselulosa menunjukkan bahwa kayu Pelawan mengandung persentase selulosa yang tinggi (65,69%) dibandingkan dengan lignin dan hemiselulosa. Komposisi kimia (eter, keton, aldehida, fenol) asap cair kayu Pelawan menunjukkan perubahan ketika dilakukan perlakuan distilasi, dengan fenol terdeteksi dalam jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya. Total kandungan flavonoid dalam asap cair murni sebesar 59,647 mg/L
Inventarisasi Tanaman Hias Famili Araceae Di Kawasan Taman Madirsan Desa Bangun Sari Baru Dalam Pengembangan Bahan Ajar Monograf
Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasikan karakteristik morfologi tanaman, dan jumlah jenis tanaman hias famili Araceae (Talas) yang terdapat di Kawasan Taman Madirsan, khususnya dusun XI dan XII Desa Bangun Sari Baru, dimana hasil inventarisasi ini dapat dijadikan pengembangan bahan ajar Biologi. Penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung dan pencatatan spesies tanaman Araceae di Kawasan Taman Madirsan, khususnya pada dusun XI dan XII Desa Bangun Sari Baru dibulan Juni-Agustus 2024 dengan metode deskriptif eksploratif dan teknik purposive sampling. Dari hasil penelitian ini ditemukan 12 genus dengan jumlah spesies 20 jenis tanaman hias Famili Araceae, yaitu: Aglaonema commuttatum (Aglaonema), Alocasia longiloba (Alocasia), Alocasia machorrhizos (Alocasia), Alocasia micholitziana sander (Alocasia), Anthurium andreanum linden (Anthurium), Anthurium scherzerianum (Anthurium), Caladium biscolor (Caladium), Colocasia esculenta (Colocasia), Dieffenbachia seguine (Dieffenbachia), Epipremnum aureum (Epipremnum), Epipremnum pinnatum (Epipremnum), Monstera deliciosa (Monstera), Philodendron erubencens (Philodendron), Philodendron hederaceum (Philodendron), Philodendron martianum (Philodendron), Philodendron xanadu (Philodendron), Spathiphyllum cannifolium (Spathiphyllum), Syngonium podophyllum (Syngonium), Syngonium wendlandii (Syngonium), dan Thaumatophyllum xanadu (Thaumatophyllum
Pengaruh Senam PROLANIS Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Singosari Pematangsiantar
Latar belakang: World Health Organization American Heart Assocition tahun 2015 menyatakan saat ini penderita hipertensi di dunia mencapai sekitar 970 juta penderita, sekitar 330 juta terdapat di negara maju dan 640 di negara berkembang. Tujuan Penelitian: ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Senam PROLANIS Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Singosari Pematangsiantar. Metode Penelitian: ini menggunakan metode kuantitatif. Desain Penelitian: ini menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan penelitian “Rancangan One group pretest dan posttest”. Sampel: dalam penelitian ini adalah lansia sebanyak 47 responden Analisis data dilakukan secara analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan wilcoxon. Hasil: hasil penelitian dianalisis dengan uji tdependent menunjukkan ada pengaruh senam PROLANIS terhadap penurunan tekanan darah pada penderita penyakit hipertensi dengan pvalue = 0,000. Penelitian ini diharapkan dapat memaksimalkan pelaksanaan program PROLANIS sehingga tujuan kegiatan ini dapat tercapai secara optimal. Kesimpulan: pelaksanaan senam lansia dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran Dapat Dijadikan suatu tolak ukur untuk menyusun intervensi keperawatan pada pengaruh senam PROLANIS terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di puskesmas singosari Pematang siantar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehata
Systematic Literature Review Pada Potensi Antidiabetes Rhodomyrtus Tomentosa
Rhodomyrtus tomentosa, yang dikenal sebagai karamunting, menarik perhatian karena potensi perannya dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2 (DMT2), yaitu gangguan metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Studi ini mengkaji potensi antidiabetes dari R. tomentosa melalui tinjauan pustaka sistematis terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2013 hingga 2023. Data dikumpulkan dari berbagai basis data terpercaya seperti Google Scholar, PubMed, NCBI, Scopus, dan Elsevier, dengan total 11 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai ekstrak daun R. tomentosa—etanol, air, infusa, dan mikroemulsi—efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah, meningkatkan sekresi insulin, serta memperbaiki jaringan pankreas pada model hewan. Senyawa bioaktif yang berperan antara lain flavonoid, saponin, tanin, fenol, tectoridin, dan engeletin. Mekanisme kerjanya meliputi aktivitas antioksidan, penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase, serta stimulasi produksi insulin. Meskipun hasil praklinis menjanjikan, diperlukan penelitian klinis lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapeutiknya pada manusi
Hubungan Lama Hemodialisa Dengan Fungsi Kognitif Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di RSU Sembiring Deli Tua
Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi nefron ginjal yang lambat, progresif, samar (insidious) dan irreversible yang terjadi lebih dari 3 bulan, berapa kelainan struktural atau fungsional, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Saat terjadi penurunan jumlah nefron dan massa ginjal yang disertai dengan penurunan filtrasi glomerulus, sekresi tubulus, dan reabsorpsi secara bertahap, kondisi ini dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Akhirnya, gagal ginjal mencapai tahap akhir, di mana ginjal tidak lagi mampu membuang sisa metabolik dan mengatur keseimbangan cairan elektrolit dengan baik. Ada hubungan antara gangguan kognitif yang disebabkan oleh gagal ginjal dan ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan metabolit beracun dari dalam tubuh melalui saluran kemih. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampling purposive sample yang berjumlah 51 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur fungsi kognitif adalah MMSE,yang merupakan instrument yang umum digunakan untuk menilai fungsi kognitif.Hasil penelitian berdasarkan hasil analsis statistik menggunakan Spearman Rank dengan nilai signifikasi p value 0,001 0,05 dengan kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara Lama Hemodialisa Dengan Fungsi Kognitif Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meneliti lebih lanjut terkait dengan faktor yang mempengaruhi gangguan kognitif pada pasien hemodialisa dan diharapkan kepada perawat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan fungsi kognitif pada pasien hemodialisa yang beresiko gangguan kogniti
Analisis Pendidikan Antikorupsi di Sekolah Dasar Negeri 101765 Bandar Setia dalam Perspektif Kohlberg
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai antikorupsi di Sekolah Dasar Negeri 101765 Bandar Setia dalam perspektif teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta observasi dan Focus Group Discussion (FGD). Subjek dalam penelitian ini merupakan para guru, kepala sekolah dan siswa sebanyak 12 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan pendidikan anti korupsi masih dilakukan melalui pendidikan karakter, bukan melalui kurikulum (2) mayoritas siswa masih berada pada tahap pra konvensional, yaitu tahap perkembangan moral yang didasarkan pada kepatuhan terhadap aturan untuk menghindari hukuman atau memperoleh imbalan (3) adanya keterkaitan antara penerapan pendidikan anti korupsi dan perkembangan moral siswa (4) terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat pendidikan anti korupsi. Temuan ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai antikorupsi masih terbatas dan belum mencapai tahap kesadaran moral yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan pendidikan karakter antikorupsi melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyaraka
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Komik Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Ekosistem Di Kelas VII SMP Negeri 8 Medan TP.2024-2025
Dari hasil penelusuran peneliti terhadap sejumlah artikel jurnal diketahui bahwa pembelajaran penggunaan model PBL berbantuan komik terdapat adanya peningkatkan. Model yang diterapkan dapat memengaruhi hasil pada siswa. Penelitian Wardhania (2024) menunjukkan bahwa penggunaan model PBL bersama media komik hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian Mustika (2024) bahwa model pembelajaran PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan kognitif siswa berbantuan komik. Penelitian ini akan dilaksanakan di Smp Negeri 8 Medan beralamat di Jl. Turi Ujung No. 96, Sudirejo I, Kec. Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, dengan kode pos 20218.Penelitian ini akan dilaksanakan di Smp Negeri 8 Medan beralamat di Jl. Turi Ujung No. 96, Sudirejo I, Kec. Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, dengan kode pos 20218. Jenis ini merpakan Quasi-eksperimen. Penelitian eksperimental bertujuan untuk mengetahui dampak suatu perlakuan (treatment) terhadap variabel tertentu, sekaligus untuk mengungkapkan hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih variabel yang diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Quasi Eksperimental Design. Desain penelitian ini adalah Nonequivalent control group desain. Dua kelompok terlibat dalam penelitian ini: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN KRIM BODY LOTION YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL AMPAS KOPI (Coffea arabica L.)
Background: The phenomenon of beauty as part of a woman's lifestyle, its existence has been felt since centuries ago. Body lotion is a cosmetic preparation in the form of a liquid emulsion that is used on the hands and body with the aim of moisturizing and softening the skin. Coffee grounds are a by-product of coffee processing. Coffee grounds contain a number of fatty acids, amino acids, polyphenols, minerals, polysaccharides and flavonoid compounds that function as a source of natural antioxidants. Purpose: to formulate and evaluate body lotion preparations of Coffea arabica L extract and to determine its effectiveness on dry skin. Methods: coffee grounds were extracted by maceration using 96% ethanol as solvent and concentrated with a rotary evaporator. Arabica L coffee extract was formulated with concentrations of 5%, 10%, and 15% using a body lotion base consisting of stearic acid, triethanolamine, mineral oil and aquadest. Evaluation of the quality of the preparations included homogeneity, viscosity, stability and pH during 4 weeks of storage. Examination of moisture content, number of pores and blemishes on the skin of volunteers was carried out every week for 4 weeks. Results: All body lotion preparations were homogeneous, stable during storage for 4 weeks, viscosity 3105-5180 cp, pH 6.9-7.3, and not irritating. Increased skin moisture, decreased pores and blemishes using a body lotion preparation with a concentration of 15% was the same as the positive control. All body lotion preparations with Coffea arabica L extract can increase skin moisture. Conclusion: The most effective body lotion formula that is treat dry skin namely the preparation with 15% Coffea arabica L concentration and not significantly different from the positive contro