Jurnal Online Universitas Islam Sumatera Utara
Not a member yet
6835 research outputs found
Sort by
Implementasi PSAK 116 Terkait Sewa Pada PT. ABC
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasi PSAK 116 terkait sewa terhadap laporan keuangan tahun 2019 hingga 2022 pada PT. ABC. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang dihimpun secara langsung melalui wawancara dengan pihak internal PT ABC, serta dokumen internal perusahaan seperti laporan keuangan, rekening koran, dan transaksi sewa. Data sekunder diperoleh melalui sumber tidak langsung, antara lain buku, jurnal ilmiah, serta artikel relevan dari internet, yang dimanfaatkan guna memperkuat kerangka teori dan menunjang proses analisis. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa penyusunan laporan keuangan sebelumnya belum sejalan dengan ketentuan PSAK 116 mengenai sewa, sehingga PT ABC perlu melakukan penyesuaian dalam pengklasifikasian , pencatatan, dan pelaporan atas transaksi sewanya agar sesuai dengan standar yang berlaku
ANALISIS TINGKAT KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA ANGGOTA DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN KOPERASI PEMASARAN SEMBILAN DUA ENAM (STUDI KASUS: DESA SAENTIS, KEC. PERCUT SEI TUAN, KAB. DELI SERDANG, SUMATERA UTARA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Keberhasilan Koperasi Pemasaran Sembilan Dua Enam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS) melalui software SmartPLS. Data diperoleh dari 72 responden yang merupakan anggota koperasi, melalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja SDM memiliki rata-rata skor sebesar 78,56%, sedangkan Keberhasilan Koperasi memiliki rata-rata skor sebesar 81,19%. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh indikator dan konstruk penelitian telah memenuhi syarat validitas (convergent dan discriminant validity) serta reliabilitas (Composite Reliability dan Cronbach’s Alpha). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa seluruh dimensi dalam Kinerja SDM, yaitu Pengetahuan, Keahlian, Karakteristik, Kualitas dan Kuantitas Kerja, serta Hubungan Sesama Anggota Koperasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Koperasi. Secara keseluruhan, Kinerja SDM berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Koperasi dengan nilai koefisien sebesar 0,772 dan nilai t-statistik sebesar 5,856 (p value = 0,000), yang berarti Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan Kinerja SDM secara signifikan dapat mendorong keberhasilan Koperasi Pemasaran Sembilan Dua Enam
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.)
Perubahan iklim global, khususnya kenaikan suhu dan cuaca ekstrem, mengancam produktivitas padi gogo (Oryza sativa L.) di lahan kering, terutama melalui gangguan fisiologis pada fase reproduksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh peningkatan suhu, pemberian kompos daun karet, dan kerapatan tanam terhadap produktivitas padi gogo melalui systematic literature review. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi terkait, kemudian disintesis untuk memperoleh temuan komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu >35°C selama fase berbunga mengurangi pembentukan malai dan pengisian gabah. Di sisi lain, kompos daun karet meningkatkan ketersediaan hara, retensi air tanah, dan aktivitas mikroba, sehingga memperkuat ketahanan tanaman terhadap stres suhu. Kerapatan tanam optimal (20–30 tanaman/m²) dapat memaksimalkan penyerapan cahaya dan efisiensi penggunaan sumber daya tanpa kompetisi berlebihan. Interaksi ketiga faktor ini menentukan respons fisiologis dan agronomis tanaman. Simpulan studi mengindikasikan bahwa strategi adaptasi terintegrasi meliputi ameliorasi tanah berbahan organik, penyesuaian kerapatan tanam, dan penggunaan varietas toleran panas diperlukan untuk memitigasi dampak perubahan iklim sekaligus mempertahankan produktivitas padi gogo. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi sinergi antar-faktor pada kondisi lapangan yang spesifik
Telaah Kurikulum Merdeka Berdasarkan Kesesuaian dengan Tujuan Pendidikan Nasional
This study aims to analyze the alignment between the Merdeka Curriculum and the National Education Goals as stipulated in Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System. A qualitative descriptive approach was applied through document analysis techniques, focusing on official sources such as the Merdeka Curriculum framework, the Pancasila Student Profile, and the formulation of national education objectives. The findings indicate that, conceptually, the Merdeka Curriculum has successfully integrated the core values of national education, including fostering students’ faith, independence, creativity, and their role as responsible and democratic citizens. The curriculum emphasizes student-centered learning with contextual and adaptive approaches to meet diverse educational needs. However, the achievement of these objectives largely depends on the effectiveness of implementation, particularly in relation to teacher preparedness, educational infrastructure, and consistent policy support. This study concludes that the Merdeka Curriculum holds great potential to realize Indonesia’s national education goals, yet its success requires sustainable collaboration among all educational stakeholders
Pemanfaatan Cerita Rakyat Berbasis Antroekologi Sastra dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas: Menanamkan Nilai-nilai Budaya dan Lingkungan
This study examines the use of folklore based on literary anthroecology in high school learning as a means to instill cultural values and environmental awareness among students. Literature serves not only as a source of reading but also as a medium to understand the interrelationship between humans, nature, and culture. Folklore from North Sumatra, such as the legends of Lake Toba, Sampuraga, and Batu Gantung, is closely connected to ecological aspects and local wisdom that can be applied in literature-based anthroecological learning. Employing a library research method with a descriptive approach, this study analyzes the interconnections between literature, culture, and ecology within folklore. The findings reveal that folklore holds not only aesthetic literary value but also reflects human interaction with nature while embodying social and cultural values that enrich students’ perspectives. Literature learning through an anthroecological approach can be implemented through critical discussions, contextual analyses, and ecology-based literacy projects. Nevertheless, challenges remain, particularly teachers’ limited capacity to apply anthroecological methods and the scarcity of appropriate learning resources. Hence, effective strategies such as the development of teaching modules, teacher training, and the integration of technology are required to optimize the implementation of this approach in high school literature education
Kurangnya Minat Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Panti Pasaman dan Peran Guru dalam Mengatasinya
This study aims to analyze the lack of interest in literary learning, which significantly affects students’ writing skills. The research involved eleventh-grade students (Phase F) at Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Panti Pasaman. Employing a qualitative descriptive method, the study presents data and findings in the form of narrative descriptions rather than numerical analysis. Literature reviews were conducted through relevant scholarly journals, proceedings, and reference books to establish a comprehensive foundation for the investigation. The research question focuses on identifying the underlying causes of low interest in literary learning and examining how teachers play a role in addressing these issues. The findings reveal that internal factors, such as intelligence, interest, talent, and personality, as well as external factors, including family, school, and community, contribute to students’ limited engagement with literary studies. Additionally, students with learning difficulties face further challenges that hinder their participation and performance. The study concludes that both internal and external dimensions must be addressed systematically, with teachers serving as key agents in fostering students’ interest and motivation in literary learning. These insights highlight the need for strategic pedagogical interventions to enhance the effectiveness of literature education and improve students’ writing competencies
Indomie sebagai Simbol Kosmolokalisme: Studi Kualitatif tentang Integrasi Budaya Global-Lokal di Nigeria
In today’s globalized world, food serves not only as a basic necessity but also as a medium for uniting cultures and reinforcing local identity. This qualitative study explores how Indomie, a popular Indonesian instant noodle brand, fosters cosmolocalism in Nigeria by functioning as both a consumer product and a cultural integrator. Through a thematic analysis of secondary sources—including scholarly literature, reports, and media—this research examines how Indomie is localized within Nigerian culinary practices without diminishing cultural uniqueness. The findings reveal that Indomie operates as a symbol of intercultural exchange, reflecting how global products can be adopted and transformed within local contexts. Moreover, the study highlights the role of gastro-diplomacy and cross-national economic cooperation in strengthening bilateral cultural ties. These insights offer new perspectives on the intersection of food, identity, and global-local dynamics.In today’s globalized world, food serves not only as a basic necessity but also as a medium for uniting cultures and reinforcing local identity. This qualitative study explores how Indomie, a popular Indonesian instant noodle brand, fosters cosmolocalism in Nigeria by functioning as both a consumer product and a cultural integrator. Through a thematic analysis of secondary sources—including scholarly literature, reports, and media—this research examines how Indomie is localized within Nigerian culinary practices without diminishing cultural uniqueness. The findings reveal that Indomie operates as a symbol of intercultural exchange, reflecting how global products can be adopted and transformed within local contexts. Moreover, the study highlights the role of gastro-diplomacy and cross-national economic cooperation in strengthening bilateral cultural ties. These insights offer new perspectives on the intersection of food, identity, and global-local dynamics
International Regimes in Sister City Partnerships: An Analysis of Sustainable Development Goals (SDGs) Adoption in Bandung-Kawasaki Collaboration
This study examines the Sustainable Development Goals (SDGs) as an international regime, focusing on their role in shaping the Bandung–Kawasaki sister city partnership. The collaboration emphasizes joint efforts in waste management, water resource management, and air quality improvement. This research raises this question: “How do the SDGs influence the formation of the sister city partnership between the two cities?” Using a qualitative method and drawing on Martha Finnemore and Kathryn Sikkink’s Norm Life Cycle theory, the study finds that the rules, norms, and principles embedded in SDG Goals 11 and 12 prompted the city government to collaborate with Kawasaki in adopting this regime to address Bandung’s environmental challenges, particularly severe trash management issues. Through this partnership, Bandung seeks to leverage Kawasaki’s expertise and technology to advance its sustainable development agenda. Using the Bandung–Kawasaki partnership as a case study, this research contributes to shedding light on the role of SDGs as an international regime.This study examines the Sustainable Development Goals (SDGs) as an international regime, focusing on their role in shaping the Bandung–Kawasaki sister city partnership. The collaboration emphasizes joint efforts in waste management, water resource management, and air quality improvement. This research raises this question: “How do the SDGs influence the formation of the sister city partnership between the two cities?” Using a qualitative method and drawing on Martha Finnemore and Kathryn Sikkink’s Norm Life Cycle theory, the study finds that the rules, norms, and principles embedded in SDG Goals 11 and 12 prompted the city government to collaborate with Kawasaki in adopting this regime to address Bandung’s environmental challenges, particularly severe trash management issues. Through this partnership, Bandung seeks to leverage Kawasaki’s expertise and technology to advance its sustainable development agenda. Using the Bandung–Kawasaki partnership as a case study, this research contributes to shedding light on the role of SDGs as an international regime.
Pembuatan Media Tanam Dari Limbah Triplemix (Sapi , Sawit, Jagung) Dalam Penyediaan Pakan Ternak Bagi Masyarakat Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai
Perluasan pertanian berkelanjutan di dalam negeri dapat ditempuh melalui pembukaan lahan baru dengan maksud peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi pertanian, pengembangan infrastruktur, dan pengaturan tata niaga serta insentif usaha. Salah satu faktor keberhasilan pertanian berkelanjutan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan lahan pertanian. Sampai saat ini, sebagian besar masih menggunakan lahan pertanian, padahal selain ketersediaannya terus berkurang, penggunaan yang tidak bijaksana dan pengalihan fungsi lahan juga berdampak terhadap keseimbangan ekologis sehingga daya dukung lingkungan terus menurun dan produktivitas usaha pertanian semakin rendah. Solusi penanggulangannya adalah menciptakan media tanam baru melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah kelapa sawit, limbah ternak sapi dan limbah jagung (triplemix). Dimana jumlah limbah tersebut cukup banyak dan akan menjadi sangat potensial jika dapat dimanfaatkan secara tepat dan optimal. Solusi penanggulangannya adalah menciptakan media tanam baru melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah triplemix. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan dan mengimplementasikan hasil penelitian media tanam yang berkualitas, ramah lingkungan dan meningkatkan pertanian berkelanjutan melalui pelatihan membuat media tanam dari limbah triplemix pada program Pengabdian kepada Masyarakat desa Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Dari hasil pelatihan memberikan keterampilan/pengetahuan tambahan masyarakat desa dan prototif media tanam digunakan untuk menyediakan pakan ternak dan tanaman pangan di pekarangan rumah serta memberikan kesempatan atau peluang usaha baru untuk menambah pendapatan petani/masyarakat des
Tumbuhan Obat di Desa Baumata: Kajian Etnofarmakognosi sebagai Materi Pembelajaran Biologi
Masalah utama dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat Desa Baumata tentang pemanfaatan tumbuhan obat serta kurangnya dokumentasi yang ilmiah tentang tumbuhan yang berkhasiat obat. Dikarenakan, belum adanya penelitian mendalam yang mengkaji tentang jenis-jenis tumbuhan tersebut secara ilmiah. Tanpa adanya dokumentasi ilmiah banyak spesies tumbuhan obat yang beresiko hilang sebelum potensinya terungkap. Selain itu, keterbatasan media pembelajaran yang kontekstual menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan khususnya pada pembelajaran biologi sehingga peserta didik kurang mengenal kekayaan kearifan lokal yang ada di sekitar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat yang digunakan oleh masyarakat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat, jenis penyakit yang diobati, serta kelayakan media booklet. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan pengembangan (RD), dengan berfokus pada pendeskripsian tumbuhan berkhasiat obat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat, jenis penyakit yang diobati, di Desa Baumataa, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, serta pengembangan media booklet yang divalidasi oleh ahli media dan ahli materi.Hasil penelitian ditemukan 14 jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Desa Baumata untuk mengobati penyakit yaitu, kunyit, jeruk nipis, sereh, jambu biji, kumis kucing, kemiri, cocor bebek, sirsak, kemangi, balakacida, sirih, faloak, dan binahong. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah bagian rimpang, buah, daun, batang, dan kulit kayu. Cara pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat yaitu direbus, dibakar, ditumbuk, diperas, ditempelkan, diseduh, dan dihaluskan atau diparut. Jenis penyakit yang diobati yaitu nyeri haid, batuk, asam urat, diare, batu ginjal, bisul, kanker, kolesterol dan hepatitis, bau badan, luka ringan, keputihan, pemulihan pasca lahiran, lambung, dan tumor. Hasil analisis angket validasi ahli media diperoleh persentasi kelayakan sebesar 80 % dan persentasi kelayakan ahli materi 82, 35% dengan nilai rata-rata 81, 175% berada pada kategori valid