Jurnal Online Universitas Islam Sumatera Utara
Not a member yet
6835 research outputs found
Sort by
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik, Disiplin dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Asuransi Bangun Askrida Cabang Medan
The aim of this research is to determine the influence of the Physical Work Environment, Discipline and Motivation on Employee Performance at PT Asuransi Bangun Askrida Medan Branch. The research methods in this research are quantitative and qualitative methods, the data collection methods used are questionnaires, documentation studies and observation. The population and sample in the study amounted to 39 respondents, data processing used SPSS 20 software, while the data analysis technique used was multiple linear regression, coefficient of determination test (R2), partial test (t test), simultaneous test (f test). The results of this research conclude that partially the physical work environment has no effect on performance, while discipline and motivation have a significant effect on performance. Meanwhile, simultaneously the physical work environment, discipline and motivation have a significant effect on performanc
Pengaruh Kemampuan Manajerial Dan Efikasi Diri Terhadap Komitmen Afektif Yang Dimoderasi Oleh Motivasi Kerja Guru UPTD SD Negeri Di Kecamatan Pulau Rakyat
Untuk meningkatkan komitmen para guru terhadap organisasi yang memicu peningkatan kualitas pada pekerjaannya, salah satunya dengan berusaha mencari faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi terbentuknya komitmen terhadap organisasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Jenis penelitian adalah asosiatif, yaitu dengan mengumpulkan data atas kejadian yang menjadi permasalahan, kemudian menganalisis data untuk menelusuri penyebab terjadinya masalah. Penelitian di lakukan pada UPTD SD Negeri Se Kecamatan Pulau Rakyat dan dijadwalkan pada bulan Maret 2024 s/d Juni 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh kemampuan manajerial dan efikasi diri terhadap komitmen afektif yang dimoderasi oleh motivasi kerja guru UPTD SD Negeri Se Kecamatan Pulau Rakyat. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru yang berjumlah 128 guru, sehingga sampel yang diambil menggunakan rumus Slovin sehingga sampel sebanyak 34 guru. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket yang diisi oleh responden yang berasal dari guru, selanjutnya data diolah dengan menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) kemampuan manajerial berpengaruh langsung positif terhadap motivasi kerja (2) efikasi diri berpengaruh langsung positif terhadap motivasi (3) kemampuan manajerial berpengaruh langsung positif terhadap komitmen afektif (4) efikasi diri berpengaruh langsung positif terhadap komitmen afektif (5) motivasi kerja berpengaruh langsung positif terhadap komitmen afektif (6) kemampuan manajerial terhadap komitmen afektif dan (7) efikasi diri terhadap komitmen afektif melalui motivas
Perbandingan Deteksi Proliferasi Sel Dengan Imunohistokimia BrdU dan PCNA Pada Ovarium Tikus
Deteksi sel yang mengalami proliferasi dapat digunakan untuk mengetahui efek inhibisi atau aktivasi suatu agent atau growth factor, dilakukan dengan melakukan identifikasi diferensiasi dan migrasi sel yang membelah pada satu waktu tertentu. Deteksi sintesis DNA menggunakan 5-Bromo-2'-deoxyuridine (BrdU) dan deteksi Proliferating Cell Nuclear Antigen (PCNA) merupakan metode yang rutin digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengamati struktur ovarium pada tikus dengan pewarnaan hematoksilin eosin dan membandingkan deteksi sel yang berproliferasi pada ovarium tikus dengan metode imunohistokimia BrdU dan PCNA. Pengamatan dilakukan pada irisan jaringan yang dianalisis secara kualitatif meliputi struktur mikroskopis ovarium tikus dan distribusi sel yang berproliferasi pada ovarium tikus dengan antibodi primer anti PCNA dan anti BrdU. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa imunohistokimia BrdU memberikan gambaran yang lebih spesifik pada sel yang berada pada fase S siklus sel
Pemikiran Al-Ghazali dan Al-Qardhawi tentang Etika Bisnis dalam Islam
Artikel ini bertujuan untuk memahami prinsip-prinsip etika bisnis Islam, serta bagaimana pemikiran para ulama seperti Al-Ghazali dan Al-Qardhawi membentuk dasar perilaku bisnis yang sesuai dengan ajaran Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai sumber primer, seperti Al-Qur'an, Hadis, dan karya-karya klasik ulama, serta studi pustaka tentang pemikiran etika bisnis Islam. Pembahasan dimulai dengan menjelaskan pengertian etika bisnis Islam yang berlandaskan pada nilai-nilai moral yang diajarkan dalam Islam, termasuk prinsip kesatuan, keseimbangan, kebebasan berkehendak, tanggung jawab, dan kebenaran. Selanjutnya, penelitian ini mengulas pemikiran Al-Ghazali mengenai pentingnya niat yang baik dalam berbisnis dan menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Pemikiran Al-Qardhawi juga dianalisis, yang menekankan prinsip kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam kegiatan bisnis. Hasil dari pembahasan ini menunjukkan bahwa etika bisnis Islam mengarahkan pelaku bisnis untuk menjaga integritas, menghindari praktik-praktik yang merugikan pihak lain, dan berorientasi pada kesejahteraan sosial. Etika ini tidak hanya bertujuan mencapai keuntungan material, tetapi juga mendatangkan keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhira
PENGELOLAAN DANA ZAKAT DOMPET DHUAFA (KANTIN KONTAINER) UNTUK PEMBANGUNAN PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan zakat produktif dalam bentuk program kantin kontainer oleh Dompet Dhuafa untuk pembangunan di Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan mekanisme pengumpulan data melalui wawancara dan literatur review guna mendukung analisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian bahwa zakat produktif yang dilakukan oleh dompet dhuafa Lampung dalam program “kantin kontainer” menekankan pada pendidikan, berupa beasiswa dan sarana yang dibutuhkan mahasiswa serta memberikan pelatihan untuk menciptakan pola pikir yang baik dengan adanya pengetahuan dan ilmu yang diterima. Penyaluran zakat ini telah sesuai dengna hukum ekonomi Syariah. Pengelolaan zakat produktif yang telah diuraikan dapat ditarik benang merah bahwa zakat produktif mampu memberikan berbagai bentuk positif dalam mencapai pembangunan berkelanjutann, yaitu bentuk zakat dengan pengelolaan usaha. Mekanisme tersebut sejalan dengan tujuan dari adanya zakat produktif yang mampu memeberikan perubahan dimasa yang akan datang
EKSISTENSI DAKWAH BIL-HAL PERANGKAT DESA DALAM MEMBENTUK KARAKTER REMAJA DI BANJAR MALAYU KECAMATAN BATANG NATAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program/bentuk dakwah bilhal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja di desa Banjar Malayu, peran perangkat desa dalam membentuk karakter remaja serta faktor pendukung dan pengahambat dakwah bil-hal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja di desa Banjar Malayu. Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian kualitatif, dimana dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif serta pengumpulan data yang dilakukan dengan beberapa cara yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik tringulasi sumber, tringulasi teknik serta tringulasi waktu. kemudian dalam menganalisis data peneliti melakukan langkah-langkah berupa pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan.. Adapun hasil dari temuan penelitian eksistensi dakwah bil-hal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja di desa Banjar Malayu ialah sudah membaik dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya, dilihat dari kegiatan-kegiatan dan program kerjasama antara perangkat desa seperti menyediakan fasilitas dalam pengembangan kegiatan, menyantuni anak yatim/piatu serta yang kurang mampu, Peran perangkat desa dalam membentuk karakter remaja melalui dakwah bil-hal yaitu berperan dalam memberikan nasehat, sebagai pembimbing dengan mengadakan pengajian, yasinan serta latihan kegiatan lainnya berperan sebagai teladan yang baik bagi remaja. Faktor pendukung dan penghambat dakwah bil-hal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja faktor pendukung, antusias masyarakat yang tinggi dalam memotivasi anak remajanya utuk mengikuti kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial yang dilaksanakan pada program kegiatan NNB (Naposo Nauli Bulung), motivasi dari orang tua/orang terdekat. Faktor penghambat, pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma islam, kurangnya dana untuk melengkapi fasilitas hambatan dari dalam diri remaja
MANAJEMEN RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI
Risiko konstruksi secara umum adalah peristiwa yang mempengaruhi tujuan proyek biaya, waktu dan kualitas. Yang bertujuan melakukan identifikasi risiko-risiko pada proyek konstruksi, untuk menganalisis risiko yang dihadapi oleh perusahaan jasa konstruksi, dan menanggapi setiap risiko yang menghambat kinerja pekerjaan kontraktor. Permasalahan yang menjadi dasar penelitian ini yaitu, faktor-faktor apa sajakah yang menjadi sumber risiko. Metode penelitian ini yaitu analisis, statistik dan skala likert. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dengan cara survei terhadap responden yang sesuai data yang diperoleh. Kesimpulan dari hasil melakukan identifikasi resiko-resiko pada proyek konstruksi dengan pengumpulan data persentase rata-rata untuk poin A terkait dengan tingkat kemungkinan risiko kerja adalah 33% dan poin B terkait tingkatan keparahan dampak risiko kerja adalah 32%. Sedangkan hasil untuk menganalisis risiko-risiko yang dihadapi oleh perusahaan jasa konstruksi, persentasi risiko yang rendah yaitu 82% dan persentasi risiko sedang sebesar 18%
Students’ Difficulties in Mastering Vocabulary in Eighth Graders at SMPN 06 Kaur
This study investigates the challenges faced by eighth-grade students at SMPN 06 Kaur in mastering English vocabulary, with a particular focus on identifying underlying factors that contribute to their difficulties. Employing a quantitative descriptive method, the research involved distributing a 25-item questionnaire to one class. Responses were analyzed using SPSS 26 to assess the students’ vocabulary comprehension. The findings reveal that, among 30 respondents, only a few achieved a score of 84—classified as “very good”—while the majority scored between 70 and 74, indicating a generally “good” level of vocabulary mastery. Despite this, the average frequency score across categories remained low, with only 1% of students reaching the maximum score. The data suggest that while most students possess a satisfactory understanding of English vocabulary, a subset continues to struggle, particularly with grammar and pronunciation. These challenges underscore the need for targeted pedagogical strategies that address specific linguistic weaknesses to enhance overall language proficiency
Penggambaran Eksploitasi Hewan dan Lingkungan dalam Novel “O” Karya Eka Kurniawan
This study investigates the representations of animal and environmental exploitation in the Indonesian novel O by Eka Kurniawan (2016) through the lens of ecocritical theory. The research is motivated by the increasing concern over human domination of nature, often expressed through acts of exploitation that disregard ecological balance. The central research question explores how characters within the novel engage with animals and their surroundings and how these interactions reflect broader environmental issues. Employing a qualitative descriptive method, this study collects data from narrative elements—words, phrases, clauses, and sentences—found in the novel using close reading and note-taking techniques. The findings reveal multiple instances of anthropocentric behavior, in which animals are commodified and the environment is degraded to fulfill human desires. These acts not only highlight a lack of environmental consciousness but also reinforce a power hierarchy between humans and nature. The study concludes that the novel offers a critical reflection on the ethical dimensions of human–nature relationships, urging readers to reconsider their role in the ecological crisis
Relasi Kuasa dan Ketimpangan Gender: Diskriminasi terhadap Narapidana Perempuan di Lapas Kelas IIA Bojonegoro
This study aims to discover the power relations in the correctional system and the manifestation of gender discrimination against female prisoners at the Bojonegoro Class IIA Correctional Institutions, focusing on access to reproductive health facilities, empowerment programs, and legal rights, including remission and parole. Although previous studies have examined the conditions of female prisoners in Indonesia, they have not specifically explored how gender dynamics operate in correctional institutions where women are a highly marginalized minority. This study fills that gap by analyzing how prison policies and institutional structures reinforce gender disparities. Data shows that female prisoners often face gender-based discrimination, particularly in accessing reproductive health services, which are severely limited due to the lack of specialized facilities, insufficient female medical staff, and budget constraints. Similarly, empowerment programs are often designed from a male-centric perspective, offering limited relevant options for women, with restricted access to training spaces, fewer female instructors, and inadequate resources. Furthermore, female prisoners receive remission and parole less frequently than their male counterparts, even when convicted of lesser offenses. Overcrowding further exacerbates these issues, restricting privacy, increasing reproductive health risks, limiting participation in empowerment programs, and straining already limited resources. The social and cultural stigma attached to female prisoners—who are often judged more harshly than men—adds another layer of discrimination, making it even harder for them to access their basic rights. Using Michel Foucault’s theory of power/knowledge and panopticism, this study discovers how prison policies and surveillance mechanisms reflect patriarchal power structures that place female prisoners in a subordinate position. The research findings highlight the urgent need for gender-responsive prison reforms, including improving reproductive health facilities, developing empowerment programs tailored to women's needs, and ensuring fairer legal treatment for female inmates. Additionally, regular policy monitoring is essential to creating a more equitable prison environment.This study aims to discover the power relations in the correctional system and the manifestation of gender discrimination against female prisoners at the Bojonegoro Class IIA Correctional Institutions, focusing on access to reproductive health facilities, empowerment programs, and legal rights, including remission and parole. Although previous studies have examined the conditions of female prisoners in Indonesia, they have not specifically explored how gender dynamics operate in correctional institutions where women are a highly marginalized minority. This study fills that gap by analyzing how prison policies and institutional structures reinforce gender disparities. Data shows that female prisoners often face gender-based discrimination, particularly in accessing reproductive health services, which are severely limited due to the lack of specialized facilities, insufficient female medical staff, and budget constraints. Similarly, empowerment programs are often designed from a male-centric perspective, offering limited relevant options for women, with restricted access to training spaces, fewer female instructors, and inadequate resources. Furthermore, female prisoners receive remission and parole less frequently than their male counterparts, even when convicted of lesser offenses. Overcrowding further exacerbates these issues, restricting privacy, increasing reproductive health risks, limiting participation in empowerment programs, and straining already limited resources. The social and cultural stigma attached to female prisoners—who are often judged more harshly than men—adds another layer of discrimination, making it even harder for them to access their basic rights. Using Michel Foucault’s theory of power/knowledge and panopticism, this study discovers how prison policies and surveillance mechanisms reflect patriarchal power structures that place female prisoners in a subordinate position. The research findings highlight the urgent need for gender-responsive prison reforms, including improving reproductive health facilities, developing empowerment programs tailored to women's needs, and ensuring fairer legal treatment for female inmates. Additionally, regular policy monitoring is essential to creating a more equitable prison environment