Jurnal Online Universitas Islam Sumatera Utara
Not a member yet
    6835 research outputs found

    Pengaruh Kombinasi Mindfulnes Breathing And Guided Imagery Terhadap Penurunan Kecemasan Emosi Negatif Pada Ibu Post Sectio Caesarea

    Get PDF
    Abstrak- Sectio caesarea merupakan prosedur bedah mayor yang sering menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan dan emosi negatif pada ibu postpartum. Kondisi ini dapat mengganggu pemulihan, menghambat ikatan ibu dan bayi, serta meningkatkan risiko depresi postpartum. Intervensi non-farmakologis seperti mindfulness breathing dan guided imagery dipandang efektif dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan regulasi emosi, namun penelitian mengenai kombinasi keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi mindfulness breathing dan guided imagery terhadap penurunan kecemasan dan emosi negatif pada ibu post-sectio caesarea. Penelitian menggunakan desain pre–post test without control group dengan jumlah responden sebanyak 49 orang ibu post-sectio caesarea yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale-Anxiety (HADS-A) untuk mengukur kecemasan dan Positive and Negative Affect Schedule-Negative Affect (PANAS-NA) untuk mengukur emosi negatif. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji paired t-test.Rata-rata skor kecemasan menurun dari 11,18 (SD = 3,68) menjadi 6,90 (SD = 4,34), sedangkan rata-rata skor emosi negatif menurun dari 29,96 (SD = 5,55) menjadi 23,73 (SD = 5,88). Uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kecemasan (t(48) = 7,95; p < 0,001) dan emosi negatif (t(48) = 8,42; p < 0,001). Kombinasi mindfulness breathing dan guided imagery terbukti efektif menurunkan kecemasan dan emosi negatif pada ibu post-sectio caesarea. Intervensi ini sederhana, mudah diterapkan, minim efek samping, dan dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan maternitas sebagai upaya mendukung pemulihan psikologis ibu postpartu

    EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TENTANG PENCEGAHAN ASAM URAT DI POSYANDU LANSIA DESA KUTAGUGUNG KECAMATAN NAMAN TERAN KABUPATEN KARO

    Get PDF
    Asam urat merupakn hasil metabolisme di dalam tubuh, yang kadarnya tidak boleh berlebihan. Penyebab utamanya adalah tingginya kadar asam urat dalam darah yang bisa dipicuh oleh bermacam faktor. Lansia adalah seseorang yang barusia 60 tahun keatas dan merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lanjut Usia adalah suatu wadah pelayanan kepada lanjut usia di masyarakat, yang proses pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM), lintas sektor pemerintah dan non-pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitik beratkan pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan preventif. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap lansia dalam pencegahan asam urat di Posyandu Lansia Desa Kutagugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Desain penelitian ini adalah desain pre-experimental dengan metode Pre-test dan Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang menderita Asam Urat yang di Desa Kutagugung, kec.naman teran, kab.karo sebanyak 50 orang. Sampel yang diambil 50 responden yang diperoleh dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Adanya hubungan antara peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap lansia setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan asam urat di pencegahan asam urat sesudah dilakukan penyuluhan di Posyandu Lansia Desa Kutagugung Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo hal ini dapat ditunjukkan dengan hasil yang didapat Dengan nilai p-value sebesar 0,00

    Efektifitas Membaca Al–Qur’an Siswa Melalui Pembelajaran Metode Ummi Di SD IT Permata Kota Proboliggo

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penerapan Metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur'an di SD IT Permata Kota Probolinggo. Metode Ummi merupakan sistem pembelajaran Al-Qur'an yang holistik, menekankan pada kualitas bacaan guru melalui sistem sertifikasi, kurikulum bertahap, dan pendekatan yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Ummi diterapkan melalui tiga pilar utama: (1) buku panduan praktis dengan gradasi materi dari jilid dasar hingga lanjutan (tajwid dan tahsin), (2) sistem manajemen mutu, dan (3) guru-guru yang telah tersertifikasi. Pembelajaran dikemas secara dinamis dengan berbagai strategi seperti klasikal individual dan klasikal baca simak, serta diintegrasikan dengan penanaman nilai spiritual dan akhlak melalui pendekatan kasih sayang dan disiplin. Simpulan penelitian ini adalah bahwa Metode Ummi efektif tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara tartil dan lancar tetapi juga dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan akhlak mulia siswa, sehingga menciptakan sebuah proses pembelajaran yang menyeluruh dan menyentuh hati

    Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usaha Penjualan Ayam Ras Pedaging Di Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan

    Get PDF
    Ayam ras pedaging sebagai salah satu ternak penghasil daging yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Pedagang di Kota Padangsidimpuan menggunakan pasar untuk memasarkan ayam ras pedaging. Salah satu pasar yang jumlah pedagang ayam ras pedaging paling banyak di Kota Padangsidimpuan adalah Pasar Sangkumpal Bonang, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh dan untuk mengetahui kelayakan usaha penjualan ayam ras pedaging di Pasar Sangkumpal Bonang. Penelitian ini telah dilaksanakan di Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan dari bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2025. Responden adalah seluruh pedagang ayam ras pedaging yang berjualan di Pasar Sangkumpal Bonang. Metode pengumpulan data dilakukan secara wawancara dan observasi langsung dilapangan, jumlah responden 20 pedagang ayam ras pedaging. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Analisis Pendapatan dan Analisis Kelayakan Usaha. Hasil analisis menunjukkan jumlah pendapatan yang diperoleh pedagang sebesar Rp.16.933.000/bulan. Analisis kelayakan usaha diperoleh Revenue of Cost usaha penjualanayam ras pedaging adalah 2,0. usaha penjualanayam ras pedaging di Pasar Sangkumpal Bonang layak untuk diusahakan karena R/C

    Falsafah Dalam Budaya Minang Dan Implementasinya Terhadap Kepemimpinan Di Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini menelusuri makna falsafah kepemimpinan dalam budaya Minangkabau dan relevansinya bagi praktik kepemimpinan di Indonesia masa kini. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan dukungan kuantitatif korelasional, melalui wawancara mendalam dan penyebaran angket kepada informan terpilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara tingkat pemahaman terhadap nilai-nilai kepemimpinan adat dan sikap penerapannya dalam konteks nasional. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemahaman responden terhadap nilai-nilai kepemimpinan Minangkabau tergolong sangat tinggi (rata-rata skor 4,87 dari 5), sedangkan nilai korelasi r = 0,97 menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel tersebut. Temuan ini membuktikan bahwa semakin mendalam pemahaman seseorang terhadap nilai-nilai seperti adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, bajanjang naik batanggo turun, serta duduak samo randah tagak samo tinggi, semakin bijak pula sikap kepemimpinannya. Nilai-nilai falsafah Minangkabau ini terbukti tetap relevan sebagai pedoman moral dan etis untuk membentuk karakter pemimpin yang adil, berintegritas, serta demokratis di Indonesi

    Profil Penggunaan Obat Antidepresan Pada Pasien Depresi Di RSUD Dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar

    Get PDF
    Gangguan depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang umum terjadi dialami masyarakat dan memberikan dampak yang cukup besar terhadap kualitas hidup manusia. Penanganan depresi umumnya dilakukan melalui pemberian obat antidepresan yang perlu disesuaikan dengan kondisi klinis pasien agar hasil terapi yang diperoleh efektif serta aman. Desain penelitian yang menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan pendekatan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 80 pasien yang menerima terapi antidepresan golongan SSRI seperti Fluoxetin dan Sertralin. Variabel yang diamati meliputi dengan rentang usia 50-60 tahun sebanyak 31 pasien (38,8%), jenis kelamin perempuan sebanyak 48 pasien (60%), pekerjaan wiraswasta sebanyak 28 pasien (35%), Pendidikan terakhir SMA sebanyak 52 pasien (65%). Antidepresan SSRI yang sering diresepkan yaitu sertraline 43 pasien (21%), kombinasi terapi antidepresan fluoxetine dan alprazolam 10 pasien (12,5%), golongan obat yang diresepkan SSRI 80 resep pasien (39%) dan benzodiazepine 52 resep pasien (25,4%), diagnosa depresi tunggal tanpa komorbiditas 65 pasien (81,3%). Pola terapi yang ditemukan menunjukkan adanya penggunaan kombinasi terapi farmakologi yang disesuaikan dengan kondisi klinis pasien. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal terkait profil penggunaan obat antidepresan dan menjadi dasar bagi Rumah Sakit dalam menyusun pedoman terapi yang lebih tepat dengan sesuai kebutuhan pasien terapi di rumah sakit. Hasil ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan pengembangan pelayanan kesehatan jiwa di RSUD Dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsianta

    Hubungan Jumlah Item Obat Dengan Potensi Kejadian Interaksi Obat Di Intensive Care Unit Rumah Sakit Efarina Pematangsiantar

    Get PDF
    Pasien yang dirawat di ruang ICU umumnya memiliki kondisi medis yang kompleks dan kritis, sehingga memerlukan berbagai jenis obat dalam satu waktu. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi antar obat yang berisiko mengganggu efektivitas terapi dan membahayakan keselamatan pasien. Polifarmasi menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan deskriptif analitik. Data diperoleh dari 78 rekam medis pasien ICU Rumah Sakit Efarina Pematang Siantar selama Januari–Desember 2024. Penilaian interaksi obat dilakukan menggunakan basis data Micromedex dan Medscape, sedangkan analisis statistik dilakukan dengan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara jumlah item obat dan potensi kejadian interaksi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 97,4% pasien mengalami potensi interaksi obat, dengan total 579 kasus yang teridentifikasi. Jenis interaksi paling umum adalah interaksi farmakodinamik (61,5%), dan mayoritas dikategorikan sebagai interaksi dengan tingkat keparahan berat (62,4%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah obat yang diberikan dan potensi interaksi obat (p = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa jumlah obat yang tinggi pada pasien ICU secara signifikan berkorelasi dengan meningkatnya risiko interaksi obat. Oleh karena itu, pemantauan dan evaluasi terapi obat secara komprehensif sangat penting untuk mengurangi risiko efek samping yang merugika

    Tinjauan Hukum Terhadap Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Atas Pelanggaran Hak Cipta Lagu Obuk Celleng (Studi Putusan Nomor 464K/Pdt.Sus-HKI/2024)

    Get PDF
    ABSTRAKPerlindungan hak cipta merupakan aspek penting dalam sistem hukum kekayaan intelektual. Dalam era digital, pelanggaran terhadap karya musik semakin marak, termasuk terhadap karya tradisional yang telah terdaftar secara resmi. Penelitian ini mengkaji pelanggaran hak cipta lagu "Obuk Celleng" yang diciptakan oleh Rahman Efendi dan telah terdaftar di DJKI, namun digunakan secara tidak sah oleh pihak lain tanpa izin. Pendekatan penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan analisis putusan Mahkamah Agung Nomor 464K/Pdt.Sus-HKI/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan tersebut memenuhi unsur perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan peran DJKI, pembaruan regulasi, dan edukasi publik mengenai perlindungan karya tradisional. Kata Kunci: Hak Cipta, Perbuatan Melawan Hukum, Lagu Tradisional, DJKI, Perlindungan Hukum AbstractCopyright protection is a vital component of the intellectual property law system, especially in the digital era where infringements on musical works are increasingly prevalent—even involving traditional compositions that have been officially registered. This study examines the copyright infringement of the traditional song "Obuk Celleng", composed by Rahman Efendi and registered with the Directorate General of Intellectual Property (DJKI), yet unlawfully used by another party without authorization. The research adopts a normative juridical approach, focusing on the analysis of the Supreme Court Decision No. 464K/Pdt.Sus-HKI/2024. The findings indicate that the unauthorized use of the song fulfills the elements of an unlawful act as stipulated in Article 1365 of the Indonesian Civil Code (KUHPerdata). This study highlights the urgency of strengthening the institutional role of DJKI, reforming regulations to adapt to digital developments, and enhancing public legal awareness regarding the protection of traditional works as part of national cultural heritage. Keywords: Copyright, Unlawful Act, Traditional Song, DJKI, Legal Protection

    Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan (Studi Putusan Nomor 62/Pid.Sus-Anak/2023/PN Mdn)

    Get PDF
    AbstrakAnak dapat saja melakukan suatu tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Bagaimana pengaturan hukum mengenai tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh anak, Bagaimana penerapan sanksi pidana, dan Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan hukuman pidana dalam Putusan Nomor : 62/Pid.Sus-Anak/2023/PN Mdn. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang mengumpulkan data sekunder seperti peraturan perundang-undangan serta bahan kepustakaan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data dengan jenis data sekunder. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kepustakaan dan wawancara. Hasil daripada penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pengaturan hukum terkait pada tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh anak diatur dalam Pasal 363 KUHP. Penerapan sanksi dan beracara diatur dalam UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Penerapan sanksi pidana terhadap anak yang berhadapan dengan hukum disesuaikan dengan ketentuan Pasal 71 dan sesuai dengan ketentuan Pasal 81 ayat (5) UU SPPA. Sanksi pidana diterapkan atas perbuatan anak yang telah berulang kali dilakukan dan perbuatan tersebut dilakukan secara sadar oleh anak. Pemberian sanksi dilakukan atas dasar kepentingan terbaik bagi anak. Pertimbangan hakim dalam memutuskan hukuman pidana penjara dilakukan berdasarkan pembuktian dan fakta-fakta persidangan. Pertimbangan hukum dilakukan guna untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya baik terhadap anak ataupun korban. Seharusnya, hakim menjatuhkan hukuman pidana dengan mempertimbangkan hal-hal yang sudah dipertimbangkannya secara penuh serta memperhatikan hal-hal yang memberatkan ataupun meringankan hukuman pidana terhadap anak. Putusan hakim dalam perkara  ini berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Pasal 363 KUHP jo. UU No. 11 Tahun 2012 tentang SPPA. Penentuan putusan hakim didasarkan pada pembuktian dan fakta-fakta persidangan yang ditemukan. Putsan hakim sekiranya dapat dikatakan belum tepat, karena ada beberapa hal pada fakta hukum yang terungkap dalam persidangan tidak dijadikan sebagai pertimbangan hukum oleh hakim. Sehingga menurut penulis pemberian hukuman pidana tersebut tidak sesuai dengan perbuatan anak. Kata Kunci       :           Sanksi Pidana, Anak, Tindak Pidana, Pencurian Dengan Pemberatan AbstractChildren can commit a criminal act of theft with aggravation. How is the legal arrangement regarding the crime of theft with aggravation committed by children, how is criminal sanctions applied, and how are the judges' legal considerations in imposing criminal penalties in Decision Number: 62/Pid.Sus-Anak/2023/PN Mdn. The approach method used is normative juridical, namely research that collects secondary data such as laws and regulations and literature materials. The data source used is a data source with a secondary data type. The data collection tools used are through literature and interviews. The results of the research and discussion show that the legal arrangements related to the crime of theft with aggravation committed by children are regulated in Article 363 of the Criminal Code. The application of sanctions and proceedings is regulated in Law No. 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System (SPPA). The application of criminal sanctions against children who are in conflict with the law is adjusted to the provisions of Article 71 and in accordance with the provisions of Article 81 paragraph (5) of the SPPA Law. Criminal sanctions are applied to the actions of children that have been repeatedly committed and the act is carried out consciously by the child. Sanctions are given on the basis of the best interests of the child. The judge's consideration in deciding the prison sentence is based on the evidence and facts of the trial. Legal considerations are carried out in order to give the fairest verdict for both the child and the victim. The judge should impose a criminal sentence by considering the matters that he has fully considered and paying attention to the aggravating matters or mitigating the criminal sentence against the child. The judge's decision in this case is based on the provisions stipulated in Article 363 of the Criminal Code jo. Law No. 11 of 2012 concerning SPPA. The determination of the judge's decision is based on the evidence and facts of the trial found. The judge's putsan can be said to be inappropriate, because there are several things in the legal facts revealed in the trial that are not used as legal considerations by the judge. So according to the author, the provision of the criminal punishment is not in accordance with the child's actions. Keywords         :           Criminal Sanctions, Children, Criminal Offenses, Theft with Aggravatio

    Analisis Yuridis Terhadap Perlindungan Bagi Konsumen Atas Sengketa Perjanjian Pembiayaan Kredit Mobil (Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 911/Pdt.Sus-BSPK/2023/PN.Mdn)

    Get PDF
    Abstrak Perlindungan konsumen merupakan upaya untuk menjamin kepastian hukum dan memberikan perlindungan kepada konsumen yang meliputi segala aspek yang berkaitan dengan hak, kewajiban, dan tanggung jawab konsumen serta pelaku usaha dalam transaksi komersial. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaturan terhadap perlindungan konsumen atas sengketa perjanjian pembiayaan kredit mobil, bagaimana penyelesaian hukum terhadap kerugian konsumen atas sengketa perjanjian pembiayaan kredit, bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam putusan Nomor : 911/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN Mdn. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian normatif, yaitu penelitian yang menggunakan peraturan perundang-undangan sebagai dasar pemecahan permasalahan yang dikemukakan. Data yang dipergunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah data kualitatif. Perlindungan konsumen dalam sengketa perjanjian pembiayaan kredit mobil mencakup tiga hal utama: perlindungan hukum dari segi perundang-undangan, perlindungan hukum dari segi kontrak, dan perlindungan hukum dari segi pengadilan. Konsumen berhak mendapatkan advokasi, perlindungan, dan penyelesaian sengketa secara patut, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.  Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengaturan terhadap perlindungan konsumen atas sengketa perjanjian pembiayaan kredit mobil diatur di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2023. Penyelesaian hukum terhadap kerugian konsumen atas sengketa perjanjian pembiayaan kredit dapat dilakukan melalui jalur litigasi (pengadilan) dan non-litigasi (di luar pengadilan). Pertimbangan hukum hakim dalam putusan Nomor : 911/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN Mdn adalah Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen tidak berwenang untuk menyelesaikan sengketa/perkara dalam bidang hukum perdata. Kata Kunci: Perlindungan, Konsumen, Perjanjian, Pembiayaan Kredit.  Abstract Consumer protection is an effort to ensure legal certainty and provide protection to consumers covering all aspects related to the rights, obligations, and responsibilities of consumers and business actors in commercial transactions. The problems in this thesis are how to regulate consumer protection for car credit financing agreement disputes, how to resolve legal issues regarding consumer losses due to credit financing agreement disputes, and how the judge's legal considerations in decision Number: 911/Pdt. Sus-BPSK/2023/PN Mdn. The research conducted is normative research, namely research that uses laws and regulations as the basis for solving the problems presented. The data used is secondary data and the data collection method used in this study is Library research. The data analysis used is qualitative data. Consumer protection in disputes over car credit financing agreements includes three main things: legal protection in terms of legislation, legal protection in terms of contracts, and legal protection in terms of the courts. Consumers have the right to receive advocacy, protection, and dispute resolution properly, as regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Based on the research results, it is known that the regulation of consumer protection for car credit financing agreement disputes is regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and OJK Regulation Number 22 of 2023. Legal settlement of consumer losses due to credit financing agreement disputes can be carried out through litigation (court) and non-litigation (outside the court). The judge's legal consideration in decision Number: 911/Pdt. Sus-BPSK/2023/PN Mdn is that the Consumer Dispute Resolution Agency is not authorized to resolve disputes/cases in the field of civil law. Keywords : Protection, Consumers, Agreements, Credit Financin

    5,451

    full texts

    6,835

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Islam Sumatera Utara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇