Jurnal Online Universitas Islam Sumatera Utara
Not a member yet
6835 research outputs found
Sort by
Pengaruh Live Streaming Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Skintific Pada Aplikasi Tiktok Shop Di Kota Medan
This study aims to analyze the influence of live streaming and product quality on purchasing decisions for Skintific products at TikTokShop Medan. Using a quantitative approach, a survey was conducted on 200 respondents who had purchased Skintific products through TikTokShop. Data were collected through an online questionnaire covering the variables of live streaming, product quality, and purchasing decisions. Data analysis used the Partial Least Square (PLS) method to evaluate the relationship between variables and test the research model. The results showed that both live streaming and product quality had a positive and significant influence on purchasing decisions. Live streaming was found to have a stronger impact, indicating the importance of real-time interaction and product demonstration in influencing consumer decisions. Product quality was also shown to be an important factor, emphasizing that consumers still consider the intrinsic aspects of the product even in the context of online shoppin
KARAKTERISASI TINTA SPIDOL WHITEBOARD BERBAHAN KARBON BIJI SALAK DENGAN VARIASI GOM ARABIC
Penelitian ini mengkaji sifat tinta spidol whiteboard yang diformulasikan dari karbon biji salak, dengan variasi jumlah Gom Arabic yang digunakan sebagai bahan pengental. Karbon biji salak yang diperoleh melalui proses karbonisasi pada suhu 400°C selama dua jam, diteliti sebagai alternatif bahan pengganti bahan kimia sintetis seperti xylene yang berisiko membahayakan kesehatan dan lingkungan. Karbon yang telah digiling halus dicampur dengan Gom Arabic, PEG, alkohol, dan air dalam berbagai formulasi. Tiga formulasi dibuat dengan perbandingan karbon dan Gom Arabic yang berbeda (3, 5, dan 7 gram), dan diuji dalam larutan 100 ml untuk sampel A, B, dan C. Pengujian sifat fisik yang dilakukan meliputi densitas, viskositas, pH, dan kualitas pigmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas tinta meningkat dari 0,87 g/cm³ pada sampel A menjadi 0,94 g/cm³ pada sampel C, yang memenuhi standar SNI 06-1567-1999. Viskositas tinta juga berada dalam rentang standar SNI, antara 1,370 cP hingga 2,190 cP, dan pH berkisar antara 7,78 hingga 7,96, yang dianggap aman untuk digunakan. Uji kualitas pigmen menunjukkan bahwa penambahan Gom Arabic meningkatkan kecerahan dan konsistensi warna tinta pada whiteboard. Secara keseluruhan, formulasi C (7 gram karbon biji salak dan 7 gram Gom Arabic) memberikan karakteristik terbaik, dengan densitas, viskositas, dan kualitas pigmen yang optimal. Penelitian ini menyoroti potensi karbon biji salak sebagai alternatif ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan dalam pembuatan tint
LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM) BERBASIS EDUCATION SUSTAINABLE DEVELOPMENT (ESD) PADA MATERI BIOPOLIMER
Penelitian ini bertujuan untuk merancang lembar kerja mahasiswa (LKM) berbasis Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan (ESD) pada bahan biopolimer. Lembar kerja ini diharapkan dapat digunakan dalam penelitian lebih lanjut dan membantu mahasiswa memahami pentingnya pembangunan berkelanjutan melalui topik biopolimer sebagai solusi permasalahan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD). FGD dilakukan pada tahap pra-penelitian untuk mendapatkan masukan awal dan menyiapkan desain LKM yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja yang dikembangkan dinilai layak setelah mengalami revisi berdasarkan masukan dari para ahli di bidang material, desain, dan pedagogi. Oleh karena itu, produk akhir dinyatakan valid dan direkomendasikan untuk diuji dalam pembelajaran biopolimer di tingkat universitas
PREPARASI DAN IDENTIFIKASI GARAM TEMBAGA(II): SINTESIS [Cu(NH₃)₄]SO₄·H₂O SEBAGAI GARAM KOMPLEKS DAN [CuNH₄)₂(SO₄)₂·6H₂O SEBAGAI GARAM RANGKAP
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sintesis dan karakterisasi garam kompleks tetra amina tembaga(II) sulfat monohidrat ([Cu(NH₃)₄]SO₄·H₂O) dengan garam rangkap kupri amonium sulfat heksahidrat ([Cu(NH₄)₂(SO₄)₂·6H₂O]). Metode sintesis melibatkan kristalisasi dari larutan tembaga(II) sulfat pentahidrat (CuSO₄·5H₂O) dengan amonia berlebih untuk garam kompleks, dan pencampuran stoikiometris dengan amonium sulfat ((NH₄)₂SO₄) untuk garam rangkap. Hasil sintesis menunjukkan bahwa garam kompleks berwarna biru tua karena transisi elektronik d-d pada ion [Cu(NH₃)₄]²⁺ dengan geometri bidang persegi, sedangkan garam ganda berwarna biru muda karena lingkungan oktahedral [Cu(H₂O)₆]²⁺. Uji kelarutan dan stabilitas terhadap air suling dan NH₃ pekat mengungkapkan bahwa garam kompleks lebih rentan terhadap perubahan pH, menghasilkan endapan coklat tua (Cu⁰) saat dipanaskan, sedangkan garam ganda tetap stabil dengan warna biru muda yang persisten. Hasil sintesis garam ganda mencapai 91,765%, lebih tinggi daripada garam kompleks (75,804%), karena stabilitas termodinamika dan ketahanan terhadap disosiasi. Studi ini menyoroti perbedaan mendasar dalam sifat fisikokimia kedua senyawa, yang relevan untuk aplikasi bahan berbasis tembaga dalam industri dan kimia koordinasi
Evaluasi Performa Dan Aspek Kualitas Daging Ayam Broiler Daud Farm Yang Diberi Tetes Molases Suplementasi Ekstrak Moringa oleifera
Penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh pemberian molases dan ekstrak daun kelor dalam air minum terhadap peningkatan performans dan aspek kualitas daging ayam broiler. Penelitian dilaksanakan di kandang Daud Farm, Desa Panompuan Jae, Kabupaten Tapanuli Selatan. Ternak yang digunakan pada penelitian ini ayam broiler Strain cobb umur 30 hari sebanyak 108 ekor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) factorial dengan 2 faktor. Faktor ke-1 dari tetes molases dalam air minum ada 3 taraf berupa R0 (Ransum komersial 100%+air minum biasa adlibitum), R1 (Ransum komersial 95%+tetes molases 5%), R2 (Ransum komersial 90%+tetes molases 10%). Faktor ke-2 pemberian ekstrak daun kelor 3 taraf berupa T0 (Ransum komersial 100% tanpa penambahan ekstrak daun kelor), T1 (Ransum komersial 70%+30% ekstrak daun kelor),T2 (Ransum komersial 60%+40% ekstrak daun kelor). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi air minum, konsumsi ransum, PBB, konversi ransum, bobot karkas, dan persentasi karkas. Hasil penelitian menunjukan pemberian tetes molases suplementasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh nyata (P0.05) terhadap konsumsi air ransum sebesar 770.82 ml, konsumsi ransum 331.46 gr, PBB 580.16 gr, konversi ransum 0.58, bobot karkas 622.22 gr, dan persentasi karkas 70.86% dengan level taraf tetes molases suplementasi ekstrak Moringa oleifera dapat digunakan dalam peningkatan performans dan aspek kualitas daging ayam broiler bertekstur juicy. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan pemberian tetes molases 10% suplemetasi ekstrak Moringa oleifera 40% dapat dipertimbangkan untuk tujuan optimalisasi dalam pasokan nutrisi terbaik ternak ayam broile
Pengaruh Model Problem Based Learning Dengan Pendekatan Science, Technology, Engineering, And Matematics Terhadap Literasi Sains Dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics terhadap Literasi Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Ekskresi Manusia. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen tes literasi sains yang berbentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal dan instrumen tes kemampuan berpikir keitis berbentuk essay berjumlah 6 soal. Sebelum diberi perlakuan berbeda terlebih dahulu dilakukan pretest pada kedua sampel, kemudian dilanjutkan pembelajaran menggunakan model PBL dengan pendekatan STEM di kelas eksperimen dan pembelajaran menggunakan model PBL di kelas kontrol pada materi sistem ekskresi manusia, kemudian dilakukan posttest pada kedua sampel. Data penelitian dianalisis dengan uji manova dan N-gain. Setelah dilakukan pengujian hipotesis terhadap data posttest kedua kelas diperoleh nilai siginifikan 0,000 0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh model PBL dengan pendekatan STEM terhadap literasi sains dan kemampuan berpikir kritis siswa. Peningkatan literasi sains siswa didapat 68% pada kategori sedang dan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 69% pada kategori sedang
Analisis Vegetasi Gulma Pada Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Di Kelurahan Lambanapu
Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan tanaman pangan serelia yang sangat mudah beradaptasi. Tanaman ini lebih tahan kekeringan bila dibandingkan dengan tanaman serelia lainnya serta dapat tumbuh hampir disemua jenis tanah dan relatif tahan terhadap hama dan penyakit. Oleh karena itu, sorgum memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu tanaman alternatif guna memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan produk industri. Gulma merupakan salah satu OPT (organisme pengganggu tanaman) yang sering ditemui di lapangan yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis vegetasi pada tanaman sorgum di Kelurahan Lambanapu. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling sebanyak 15 titik dengan ukuran plot 1x1 meter. Hasil penelitian diperoleh 30 jenis gulma dengan vegetasi gulma yang dinilai berdasarkan nilai penting yaitu gulma dengan nilai tertinggi adalah Digera Muricata L dengan nilai 40,86 dan gulma dengan nilai terendah adalah gulma Plumbago Zeylanica, Manihot Esculenta dan Jatropha Gossypifolia dengan nilai 1,75 sedangkan gulma dengan nilai SDR tertinggi adalah gulma Digera Muricata L dengan nilai 13,62 dan gulma yang paling rendah adalah Plumbago Zeylanica, Manihot Esculenta dan Jatropha Gossypifolia dengan nilai 0,58%
Health Risk Analysis For Rubber Plantation Workers With Complaints Carpal Tunnel Syndrome (CTS) In Gunung Manaon I Village, Portibi District
Perkebunan karet merupakan salah satu sektor perkebunan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Pada tahun 2021, luas areal perkebunan karet Indonesia menduduki peringkat pertama dunia dengan luas areal mencapai 3.776.485 hektare. Salah satu kondisi kesehatan yang sering terjadi pada pekerja pertanian khususnya petani karet adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko, kondisi ergonomi, pengetahuan, dan gejala awal CTS pada pekerja petani karet di Desa Gunung Manaon 1 Kecamatan Portibi. Desain penelitian ini menggunakan jenis analisis observasional dengan pendekatan cross sectional. Cross sectional merupakan penelitian yang variabel bebas dan variabel terikatnya dinilai hanya satu kali dalam satu waktu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh petani karet di Desa Gunung Manaon 1 Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Berdasarkan data yang diperoleh, maka jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 150 orang petani karet. Dari hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,005 (p0,05) dan nilai OR (95% CI) sebesar 12,513 (1,506-103,969). Oleh karena itu dari hasil uji tersebut dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan potensi kejadian carpal tunnel syndrome pada pekerjaan petani karet di Desa Gunung Manaon 1 Kecamatan Portibi. Diharapkan kepada petani agar melakukan olahraga tangan pada pagi hari dengan cara meregangkan pergelangan tangan dengan cara mengepalkan tangan, menekuk pergelangan tangan ke bawah dan ke atas. Serta disarankan kepada petani yang memiliki keluhan CTS pada malam hari pada tangan berupa nyeri, kesemutan, dan kebas dapat meluruskan pergelangan tangan agar saat tidur pergelangan tangan tidak terteku
Transformasi Pembelajaran Melalui Coaching
Paradigma pembelajaran tradisional yang hanya berfokus pada pembelajaran satu arah mulai dianggap kurang efektif dalam memenuhi kebutuhan peserta didik yang beragam. Salah satu pendekatan yang semakin mendapatkan perhatian adalah coaching, yang diharapkan dapat berkontribusi pada transformasi pembelajaran di berbagai tingkat pendidikan. Artikel ini bertujuan menyajikan analisis literatur mengenai peran coaching dalam transformasi pembelajaran, serta memberikan rekomendasi praktis untuk implementasi teknik coaching di dalam kelas. Dari analisis literatur, peran coaching dalam transformasi dapat meningkatkan keterampilan belajar peserta didik, mendorong peserta didik agar lebih mandiri dan bertanggung jawab atas proses belajar mereka, meningkatkan keterlibatan dan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran, mengembangkan keterampilan sosial dan emosional peserta didik, dan meningkatkan kinerja akademik peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa Coaching dapat secara signifikan meningkatkan hasil pembelajaran peserta didik dan kinerja akademik. Pendekatan yang paling efektif adalah model dan teknik coaching yang dapat beradaptasi dengan kebutuhan individual, mendorong refleksi kritis, mengintegrasikan teknologi, serta memperhatikan konteks budaya dan sosial. Pendidik diharapkan dapat mengoptimalkan penerapan model-model dan teknik coaching dalam pembelajaran, sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berkelanjutan, serta meningkatkan hasil belajar peserta didi
Analisis Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Waktu Tertentu (PKWT) Di PDAM Tirta Bertuah Kabupaten Banyuasin (Studi Putusan Makamah Agung Nomor 873 K/Pdt.Sus-PHI/2024)
AbstrakAnalisis Hukum Tentang Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) Secara Lisan Dalam Perspektif UU cipta kerja mengetahui perjanjian kerja dibuat secara lisan atau tertulis, harus dilihat apakah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), karena terhadap dua Perjanjian Kerja tersebut mempunyai spesifikasi hak dan kewajiban yang berbeda sebagaimana disebutkan dalam Pasal 57 ayat (1) dan (2) Udang-Undang Ketenagakerjaan, yang mensyaratkan untuk pembuatan secara tertulis terhadap PKWT, apabila ternyata PKWT tersebut tidak dibuat secara tertulis, maka otomatis perjanjian kerja tersebut menjadi PKWTT. Metode penelitian hukum normatif yakni penelitian yang dilakukan dengan cara mengacu pada norma-norma hukum yaitu meneliti terhadap bahan pustaka atau bahan sekunder. Data sekunder dengan mengolah data dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 873 K/Pdt.Sus-Phi/2024 hasil penelitian didalam kasus ini mengkaji perubahan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja, dan Waktu Istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan status PKWT menjadi PKWTT dapat terjadi karena beberapa alasan, di antaranya: (1) kesepakatan kedua belah pihak, (2) adanya alasan demi hukum seperti perpanjangan PKWT tanpa jeda waktu atau melebihi batas waktu yang ditentukan, serta (3) ketentuan undang-undang yang menganggap PKWT secara otomatis menjadi PKWTT jika tidak memenuhi syarat tertentu. Proses perubahan status ini menimbulkan konsekuensi hukum baru, khususnya terkait hak dan kewajiban pekerja serta pengusaha sesuai ketentuan PP No. 35 Tahun 2021. Penelitian ini juga membahas implikasi hukum dari perubahan status tersebut terhadap kepastian hukum dan perlindungan pekerja. Kata kunci : Perlindungan Hukum, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, UU Ketenagakerjaan ABSTRACT Legal Analysis of Oral Indefinite-Term Employment Agreements (PKWTT) from the Perspective of the Job Creation Law To determine whether an employment agreement is made orally or in writing, it must first be identified whether it is a Fixed-Term Employment Agreement (PKWT) or an Indefinite-Term Employment Agreement (PKWTT), as these two types of agreements have different specifications regarding the rights and obligations of the parties involved. According to Article 57 paragraphs (1) and (2) of the Manpower Law, a PKWT must be made in writing. If it is not made in writing, the agreement automatically becomes a PKWTT. This research uses normative legal research methods, which refer to legal norms and are conducted through literature or secondary source analysis. Secondary data were obtained from primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Based on Supreme Court Decision Number 873 K/Pdt.Sus-Phi/2024, this study examines the change in status from a PKWT to a PKWTT in accordance with Government Regulation Number 35 of 2021 concerning Fixed-Term Employment Agreements, Outsourcing, Working Time, and Rest Time. The research findings show that a change in status from PKWT to PKWTT may occur for several reasons, including: (1) mutual agreement between the parties, (2) legal grounds such as the extension of a PKWT without a break period or beyond the permitted time limit, and (3) statutory provisions that automatically convert a PKWT into a PKWTT if certain conditions are not met. This change in status leads to new legal consequences, particularly concerning the rights and obligations of both workers and employers under Government Regulation No. 35 of 2021. The study also discusses the legal implications of this status change in terms of legal certainty and worker protection. Keywords: Legal Protection, Fixed-Term Employment Agreement, Labor La