INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Not a member yet
232 research outputs found
Sort by
Media Pembelajaran Interaktif Perangkat Keras Komputer
Tujuan penelitian melakukan pengembangan media pembelajaran yang interaktif berbasis desktop. Jenis penelitian yaitu penelitian dan pengembangan ADDIE. Subjek penelitian siswa kelas XA Jurusan TKJ. Teknik pengumpul data dengan wanwancara, angket, observasi, serta dokumentasi. Statistik deskriptif digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian yaitu: Analysis, meliputi Analisis Mata Pelajaran; Analisis Pengguna; Analisis Materi dan Media; serta Analisis Sarana dan Prasarana. Design, meliputi Desain Materi; Desain GBIM; Storyboard; dan Flowchart. Develop, media yang dikembangkan berisi gambar, suara, dan teks. Implement, media diterapkan ke subjek penelitian. Evaluate, media divalidasi ahli materi dan media masuk kategori “Sangat Baik” serta respons subjek penelitian terhadap media tersebut masuk kategori “Sangat Baik.” Berdasarkan hasil validasi dan respons subjek penelitian, maka kesimpulannya adalah media yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan.Tujuan penelitian melakukan pengembangan media pembelajaran yang interaktif berbasis desktop. Jenis penelitian yaitu penelitian dan pengembangan ADDIE. Subjek penelitian siswa kelas XA Jurusan TKJ. Teknik pengumpul data dengan wanwancara, angket, observasi, serta dokumentasi. Statistik deskriptif digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian yaitu: Analysis, meliputi Analisis Mata Pelajaran; Analisis Pengguna; Analisis Materi dan Media; serta Analisis Sarana dan Prasarana. Design, meliputi Desain Materi; Desain GBIM; Storyboard; dan Flowchart. Develop, media yang dikembangkan berisi gambar, suara, dan teks. Implement, media diterapkan ke subjek penelitian. Evaluate, media divalidasi ahli materi dan media masuk kategori “Sangat Baik” serta respons subjek penelitian terhadap media tersebut masuk kategori “Sangat Baik.” Berdasarkan hasil validasi dan respons subjek penelitian, maka kesimpulannya adalah media yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan
Analisis Numerik Pengaruh Sudut Sudu Pengarah Difuser Jet Swirling dan Grille Terhadap Distribusi Sifat-Sifat Termodinamika Udara dalam Ruang Terkondisi
Sistem pendistribusian udara mempunyai tugas utama yaitu mengalirkan udara dingin dan bersih dalam jumlah yang tepat ke dalam ruangan yang dikondisikan. Salah satu alat dari sistem pendistribusian udara adalah difuser. Difuser yang banyak digunakan dalam sistem pengkondisian udara adalah jet swirling dan grille. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sudut sudu difuser terhadap distribusi temperatur dan kecepatan udara dalam ruang yang dikondisikan. Metode pada penelitian ini adalah melakukan proses simulasi numerik dengan bantuan software Computational Fluid Dynamic Fluent Release 4.2 terhadap distribusi temperatur dan kecepatan udara keluar dari difuser jet swirling dan difuser grille dengan kecepatan keluar difuser diasumsikan sama. Sudut sudu pengarah dari kedua difuser ditetapkan 45o dan 60o dengan pemodelan turbulensi k-e standard. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa untuk difuser jet swirling sudut sudu 45o, distribusi temperatur yang dihasilkan lebih rendah dan dan kecepatan udara lebih tinggi jika dibanding sudut sudu 60o. Untuk difuser grille terjadi sebaliknya dimana untuk sudut sudu 60o distribusi temperatur yang dihasilkan juga lebih lebih rendah dan kecepatan udara lebih lebih besar jika dibandingkan dengan sudut sudu 60o. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa difuser jet swirling dengan sudut sudu 45o dapat menghasil distribusi temperatur lebih rendah dibanding dengan sudut sudu 60o. Untuk difuser grille sudut sudu 60o dapat menghasil distribusi temperatur lebih rendah dibanding dengan sudut sudu 45oSistem pendistribusian udara mempunyai tugas utama yaitu mengalirkan udara dingin dan bersih dalam jumlah yang tepat ke dalam ruangan yang dikondisikan. Salah satu alat dari sistem pendistribusian udara adalah difuser. Difuser yang banyak digunakan dalam sistem pengkondisian udara adalah jet swirling dan grille. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sudut sudu difuser terhadap distribusi temperatur dan kecepatan udara dalam ruang yang dikondisikan. Metode pada penelitian ini adalah melakukan proses simulasi numerik dengan bantuan software Computational Fluid Dynamic Fluent Release 4.2 terhadap distribusi temperatur dan kecepatan udara keluar dari difuser jet swirling dan difuser grille dengan kecepatan keluar difuser diasumsikan sama. Sudut sudu pengarah dari kedua difuser ditetapkan 45o dan 60o dengan pemodelan turbulensi k-e standard. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa untuk difuser jet swirling sudut sudu 45o, distribusi temperatur yang dihasilkan lebih rendah dan dan kecepatan udara lebih tinggi jika dibanding sudut sudu 60o. Untuk difuser grille terjadi sebaliknya dimana untuk sudut sudu 60o distribusi temperatur yang dihasilkan juga lebih lebih rendah dan kecepatan udara lebih lebih besar jika dibandingkan dengan sudut sudu 60o. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa difuser jet swirling dengan sudut sudu 45o dapat menghasil distribusi temperatur lebih rendah dibanding dengan sudut sudu 60o. Untuk difuser grille sudut sudu 60o dapat menghasil distribusi temperatur lebih rendah dibanding dengan sudut sudu 45
Karakteristik Nilai Kalor Briket Campuran Tebu Tibarau dan Kulit Durian
Increased energy needs in the community can have an impact on the scarcity of fuel oil so that it becomes a dependence on energy as a main requirement. The development of product diversification in the form of mixed sugar cane and durian skin briquettes in an effort to obtain alternative fuels. Renewable energy sources that have the potential to be used as fuel for briquettes made from raw sugar cane and durian skin. Efforts and innovations of mixed sugar cane and durian skin briquettes are produced as alternative fuels so that they have characteristics of quality and performance, namely the calorific value. The stages of testing and evaluation of mix sugar cane and durian skin briquettes are needed before being developed and recommended as alternative fuels. Through the technology of the process of making briquette products with compacting and optimizing the content composition and use of adhesive types to obtain the heating value. From this study can be produced mixed sugar cane and durian skin briquettes which are recommended as alternative fuels. The highest characteristics of the heating value of mixed of sugar cane and durian skin briquettes with gambir adhesive were obtained at 16967.91 kJ/Kg and density of 682.23 Kg/m3. Briquettes (biomass) that have a high density have a high calorific value. Comparison of the composition of the mixture in making briquettes is 40%: 40%: 20%. The composition of the mixture between the raw material and the adhesive, the amount of grain, the force of compacting greatly affects the characteristics of the calorific value and density of the briquettes.Kebutuhan energi yang meningkat di masyarakat, dapat berdampak terhadap kelangkaan bahan bakar minyak sehingga menjadi ketergantungan terhadap energi sebagai kebutuhan utama. Pengembangan diversifikasi produk berupa briket campuran tebu tibarau dan kulit durian sebagai upaya dalam mendapatkan bahan bakar alternatif. Sumber energi terbarukan yang berpotensi dijadikan bahan bakar briket berbahan baku tebu tibarau dan kulit durian. Upaya dan inovasi briket campuran tebu tibarau dan kulit durian yang dihasilkan sebagai bahan bakar alternatif sehingga mempunyai karakteristik terhadap kualitas dan performa yaitu nilai kalornya. Tahapan ujicoba dan evaluasi terhadap briket campuran tebu tibarau dan kulit durian diperlukan sebelum dikembangkan dan direkomendasi sebagai bahan bakar alternatif. Melalui teknologi proses pembuatan produk briket dengan kompaksi dan optimalisasi kandungan komposisi dan penggunaan jenis perekat sehingga diperoleh nilai kalornya. Dari penelitian ini diperoleh briket campuran tebu tibarau dan kulit durian yang direkomendasikan sebagai bahan bakar alternatif. Karakteristik nilai kalor briket campuran tebu tibarau dan kulit durian yang tertinggi dengan perekat gambir diperoleh sebesar 16967,91 kJ/Kg dan massa jenis 682,23 Kg/m3. Briket (biomassa) yang memiliki massa jenis (densitas) yang tinggi memiliki nilai kalor yang tinggi pula. Perbandingan komposisi campuran pada pembuatan briket yaitu 40% : 40% : 20%. Komposisi campuran antara bahan baku dengan perekat, besaran butir, gaya penekanan (kompaksi) sangat mempengaruhi karakteristik nilai kalor dan massa jenis briket tersebut
STEM Based Learning to Create Joyful Investigating Pumpkins for Mathematical Learning on Primary School
This article was based on the results of classroom action research of STEM approach in investigating pumpkins at first grade of SDN 02 Aur Kuning Kota Bukittinggi. The students learn to know deeply about pumpkins that easily found in their sorrounding by investigating and combining science, mathematic, enggineering, drawing, and art in their learning process. The subject of this project was the first grader of 02 Aur Kuning elementary school students in Kota Bukittinggi. The methode used classroom action research methode in two cycles with two meeting per each cylce. Indikator of critical thinking that used in this study were basic operations of reasoning and metacognitive knowledge. The results of this research showed that by applying STEM approach in investigating pumpkin improved the learning outcome and students creative thinking in learning science and mathematic at elementary school in Bukittinggi.This article was based on the results of classroom action research of STEM approach in investigating pumpkins at first grade of SDN 02 Aur Kuning Kota Bukittinggi. The students learn to know deeply about pumpkins that easily found in their sorrounding by investigating and combining science, mathematic, enggineering, drawing, and art in their learning process. The subject of this project was the first grader of 02 Aur Kuning elementary school students in Kota Bukittinggi. The methode used classroom action research methode in two cycles with two meeting per each cylce. Indikator of critical thinking that used in this study were basic operations of reasoning and metacognitive knowledge. The results of this research showed that by applying STEM approach in investigating pumpkin improved the learning outcome and students creative thinking in learning science and mathematic at elementary school in Bukittinggi
Analisis Kestabilan Lereng di Bukit Tui Section S0° 28’ 50.23” E100° 24’ 16.89”- S0° 28’ 49.19” E100° 24’ 17.07” Kecamatan Padang Panjang Barat Kota Padang Panjang
Tui Hill is a limestone hill lined south of Padang Panjang, located between Rao-Rao Village to Tanah Hitam. The results of research at Tui Hill at the location S0° 28’ 50.23” E100° 24’ 16.89”- S0° 28’ 49.19” E100° 24’ 17.07” located in Tanah Hitam Village has a covered dolomite rock slope. Based on the Indonesian earthquake zoning map, the city of Padang Panjang is classified as a high earthquake vibration zone, ranging from 0.8-0.9 g. The potential for landslides on the slopes of the study can lead to the closure of the access road to dolomite mining so that it can hamper road user traffic and disrupt mining production as well as potential material losses and fatalities This study aims to determine the Safety Factors on earthquake slope research and recommendations to increase the value of Safety Factors (FK). Based on the results of the analysis by simulating earthquake vibration values the maximum earthquake vibration values that can be held by slopes in a safe condition is 0.2 g or equivalent to 6.4-6.6 on the Richter Scale, namely with FK of 1,281. Then, the author issued for the slope by changing the slope of the slope from 53˚ to 25˚ increases can obtain a slope FK value of 1.438, according to Joseph E. Bowles (1984) the slope is in accordance with the safe conditions.Bukit Tui adalah bukit kapur yang berjajar di selatan Kota Padang Panjang, letaknya berada antara Kelurahan Rao-Rao hingga Tanah Hitam. Hasil investigasi peneliti pada lereng Bukit Tui di Section S0° 28’ 50.23” E100° 24’ 16.89”- S0° 28’ 49.19” E100° 24’ 17.07" yang berada di Kelurahan Tanah Hitam terdapat lereng batuan dolomit tertutup tanah. Berdasarkan peta zonasi gempa Indonesia, kota Padang Panjang tergolong pada zona getaran gempa yang tinggi, berkisar 0,8-0,9 g. Potensi akan terjadinya longsoran pada lereng penelitian dapat menyebabkan tertutupnya ruas jalan akses masyarakat menuju penambangan dolomit sehingga dapat menghambat lalu lintas pengguna jalan dan mengganggu produksi penambangan serta berpotensi kerugian materi dan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Keamanan pada lereng penelitian terhadap gempa dan rekomendasi meningkatkan nilai Faktor Keamanannya. Dari hasil analisis dengan simulasi nilai getaran gempa diperoleh nilai getaran gempa maksimal yang dapat ditahan lereng berada dalam kondisi aman adalah sebesar 0,2 g atau setara dengan 6,4-6,6 Skala Richter yaitu dengan FK sebesar 1,281. Kemudian, penulis merekomendasikan untuk lereng dengan mengubah kemiringan lereng dari 53˚ menjadi 25˚ dapat menaikkan nilai FK lereng nilainya yaitu 1.438, dimana menurut Joseph E. Bowles (1984) lereng tersebut sudah pada kondisi aman
Masalah dan Solusi Alternatif Pembelajaran Perancangan Elemen Mesin
The purpose of this article is to identify problems and alternative solutions in design of machine elements learning, in order to be used as a guide to development of learning model in the future. This literature review is conducted through searching journal within the scope of machine design learning with google scholar, www.springer.com, www.elsevier.com, www.sagepub.com and international conference proceedings resources. By searching keywords: machine design, machine design learning, teaching and learning of machine design, mechanical design, machine elements, obtained 100 journals and related proceedings, which selected into 79 journals and proceedings that describe the problems and alternative solutions according to the topic of this article. The results of the study shown the main problems in design of machine elements learning is: the learning still apply the traditional method, the sudject materials is not relevant to the field needs, the students do not have sufficient initial knowledge and experience, the lecturers lack experience guiding students to practice, lack of student English skills, the lack of practical exposure of students, and no validated framework for designing instructional development in changing traditional models of instructional design. Furthermore the alternative solutions offered are: make students learn actively and advance the concrete working mode, the course material is directed to design complex system through project engineering program, develop the model of 'joint experiment' study which discuss field problem, design activities done in the laboratory to apply classroom learning into a real world or apply the virtual laboratory modules or interactive laboratory simulations, and learning is done with a team-based hands-on approach, which provides students with practical experience in designing, fabricating and testing the strength and efficient mechanical systems.Tujuan penulisan artikel ini adalah menemukenali permasalahan dan solusi alternatif dalam perkuliahan Perancangan Elemen Mesin, sehingga dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan model pembelajaran selanjutnya. Kajian literatur ini dilakukan melalui penelusuran jurnal dalam lingkup pembelajaran machine design dengan sumber informasi google scholar, www.springer.com, www.elsevier.com, www.sagepub.com dan prosiding konferensi internasional. Dengan kata kunci pencarian: machine design, machine design learning, teaching and learning of machine design, mechanical design, machine elements, diperoleh 100 jurnal dan prosiding terkait, yang diseleksi menjadi 79 jurnal dan prosiding yang memaparkan masalah dan alternatif solusi sesuai materi artikel ini. Hasil kajian memperlihatkan masalah utama dalam pembelajaran Perancangan Elemen Mesin adalah: pembelajaran masih menerapkan metode tradisional, materi kuliah sudah tidak relevan dengan kebutuhan di lapangan, mahasiswa tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman awal yang memadai, dosen kurang pengalaman membimbing mahasiswa melaksanakan praktek, rendahnya kemampuan mahasiswa berbahasa Inggris, kurangnya paparan praktis mahasiswa, dan belum ada kerangka yang divalidasi untuk merancang pengembangan instruksional dalam merubah model tradisional desain pembelajaran. Selanjutnya solusi alternatif yang ditawarkan adalah: membuat mahasiswa belajar aktif dan bergeser kemode kerja konkret, materi kuliah diarahkan merancang sistem yang kompleks melalui program rekayasa proyek, mengembangkan model pembelajaran ‘eksperimen bersama’ yang membahas masalah lapangan, kegiatan perancangan dilakukan di laboratorium untuk menerapkan pembelajaran kelas ke lingkungan yang nyata atau dengan modul laboratorium virtual atau simulasi laboratorium interaktif, serta pembelajaran dilakukan dengan pendekatan teknik hands-on berbasis tim, yang memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam perancangan, fabrikasi, dan pengujian sistem mekanis yang kuat dan efisien
Identifikasi Manifestasi Panas bumi Berdasar Interpretasi Citra di Daerah Manokwari, Provinsi Papua Barat
Remote sensing is a science or arts to acquired information on object, area, as well
as certain phenomenon without direct contact with the object, area or the phenomenon. Thus
for geothermal manifestation phenomenon, ones could obtain the data by means of remote
sensing using satellite; the data would be satellite image. The study was conducted on area of
Kebar District, Manokwari Kabupaten, Papua Barat Province to obtain new possible
geothermal manifestation on the area. The data used where ASTER L1B, SRTM image, and
RBI map. The data were processed as follow: Delineation evaluation, NDVI Analysis, Surface
temperature spreading analysis, and classification. from the data processing, the study found
several new geothermal manifestations at Kebar Dsitrict, Manokwari Kabupaten, Papua Barat
Province.Penginderaan Jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah maupun fenomena melalui analisa data yang diperoleh dengan suatu wahana tanpa kontak langsung dengan objek, daerah maupun fenomena tersebut. Dengan demikian untuk fenomena seperti manifestasi panasbumi dapat memanfaatkan kemampaun penginderaan jauh menggunakan satelit yang datanya berupa citra satelit. Penelitian dilakukan di daerah Kebar, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Pada penelitian ini citra satelit digunakan untuk menemukan potensi panasbumi baru berupa manifestasi panasbumi di sekitar Distrik Kebar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Citra ASTER L1B, Citra SRTM dan Peta RBI. Pengolahan data diawali dengan proses deliniasi, analisa NDVI, analisa pelamparan temperatur permukaan dan proses klasifikasi. Dari hasil pengolahan data ditemukan bahwa terdapat beberapa kemungkinan manifestasi panasbumi baru di Distrik Kebar, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat
Peningkatan Kompetensi Guru Dan Siswa SMK Melalui Pelatihan Kompetensi Kejuruan Teknologi Otomotif
Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan untuk mampu menyiapkan peserta didik yang kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Kualitas lulusan SMK tidak hanya ditentukan oleh faktor individu dari siswa itu sendiri, akan tetapi juga sangat ditentukan oleh faktor dari luar, salah satunya komptensi pendidikan yang bisa menyiapkan lulusan sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) bertujuan untuk memberikan pelatihan Kompetensi Kejuruan Teknologi Otomotif bagi guru dan siswa SMK di kabupaten Solok, kegiatan IbM dengan tema Peningkatan Kompetensi Kejuruan Teknologi Otomotif bagi Guru dan Siswa SMK, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan sebesar 13,16 % dibidang kompetensi kejuran Teknologi Otomotif.Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan untuk mampu menyiapkan peserta didik yang kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Kualitas lulusan SMK tidak hanya ditentukan oleh faktor individu dari siswa itu sendiri, akan tetapi juga sangat ditentukan oleh faktor dari luar, salah satunya komptensi pendidikan yang bisa menyiapkan lulusan sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) bertujuan untuk memberikan pelatihan Kompetensi Kejuruan Teknologi Otomotif bagi guru dan siswa SMK di kabupaten Solok, kegiatan IbM dengan tema Peningkatan Kompetensi Kejuruan Teknologi Otomotif bagi Guru dan Siswa SMK, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan sebesar 13,16 % dibidang kompetensi kejuran Teknologi Otomotif
Pengaruh Sudut Potong dan Kecepatan Putaran Spindel Terhadap Kekasaran Permukaan pada Proses Bubut Mild Steel ST 37
The surface quality of turning can be influenced by several factors such as determining the spindle rotation speed, determining cutting speed (cutting speed), cut angle. the purpose of this study was to compare the level of surface roughness in the mild steel ST 37 on lathe process. Every surface of the workpiece that undergoes a machining process will experience varying degrees of roughness. This research is an experimental study that compares the level of surface roughness of material material Mild Steel ST 37. Material that is done with a length of 70 mm, and turned into a diameter of 20 mm using 3 kinds of cutting angles and 3 kinds of spindle rotation speed. Measuring the surface roughness of the workpiece, namely surface tester mitutoyo SJ-201P. The results of this study can be concluded that the spindle rotation speed of 740 rpm with 80˚ cutting angle produces a smoother surface that is (∑Rap) = 5.76 μm or in the roughness class N9 while the spindle rotation speed is 440 rpm with 80 potong cutting angle produces a surface coarse (∑Rap) = 11.47 μm with N10 surface roughness class.Kualitas permukaan hasil pembubutan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti menentukan kecepatan putaran spindel, menentukan kecepatan potong (cutting speed), sudut potong. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan tingkat kekasaran permukaan pada proses bubut Mild Steel ST 37. Setiap permukaan dari benda kerja yang telah mengalami proses permesinan akan mengalami tingkat kekasaran yang berbeda-beda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang membandingkan tingkat kekasaran permukaan benda Mild Steel ST 37. Bahan yang dikerjakan dengan panjang 70 mm, dan dibubut menjadi diameter 20 mm dengan menggunakan 3 macam sudut potong dan 3 macam kecepatan putaran spindel. Alat ukur uji kekasaran permukaan benda kerja yaitu surface tester mitutoyo SJ-201P. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kecepatan putaran spindel 740 rpm dengan sudut potong 80˚ menghasilkan permukaan yang lebih halus yaitu (∑Rap) = 5,76 μm atau pada kelas kekasaran N9 sedangkan kecepatan putaran spindel 440 rpm dengan sudut potong 80˚ menghasilkan permukaan yang kasar (∑Rap) = 11,47 μm dengan kelas kekasaran permukaan N10
Peningkatan Kompetensi Psikomotor Siswa Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di SMKN 5 Padang
PDS adalah kegiatan Revitalisasi LPTK yang mengharuskan dosen mengalami langsung bagaimana menjadi guru. SMKN 5 Padang merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan bidang teknologi yang memiliki bidang keahlian teknologi Teknik Instlasi Tenaga Listrik, tujuan program keahlian ini adalah menghasilkan lulusan yang berkompeten secara teoritis dan praktis dalam bidang Instalasi Tenaga Listrik. Untuk mencapai hal tersebut proses pembelajaran Instalasi Motor Listrik tidak bisa dilakukan hanya dengan model pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah dan tanya jawab untuk penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan siswa melaksanakan praktikum berdasarkan gambar dan petunjuk yang diberikan oleh guru selama penyampaian materi pembelajaran. Untuk itu dilakukan penelitian tindakan kelas (action research) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi psikomotor siswa dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada proses pembelajaran Instalasi Motor Listrik di kelas XI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada ranah psikomotor siklus 1 telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan hasil belajar dengan model pembelajaran yang sebelumnya. Kemudian peningkatan hasil belajar siswa semakin membaik pada siklus 2 setelah dilakukan beberapa penyempurnaan dalam pelaksanaanya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kompetensi psikomotor siswa pada proses pembelajaran Instalasi Motor Listrik.PDS adalah kegiatan Revitalisasi LPTK yang mengharuskan dosen mengalami langsung bagaimana menjadi guru. SMKN 5 Padang merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan bidang teknologi yang memiliki bidang keahlian teknologi Teknik Instlasi Tenaga Listrik, tujuan program keahlian ini adalah menghasilkan lulusan yang berkompeten secara teoritis dan praktis dalam bidang Instalasi Tenaga Listrik. Untuk mencapai hal tersebut proses pembelajaran Instalasi Motor Listrik tidak bisa dilakukan hanya dengan model pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah dan tanya jawab untuk penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan siswa melaksanakan praktikum berdasarkan gambar dan petunjuk yang diberikan oleh guru selama penyampaian materi pembelajaran. Untuk itu dilakukan penelitian tindakan kelas (action research) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi psikomotor siswa dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada proses pembelajaran Instalasi Motor Listrik di kelas XI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada ranah psikomotor siklus 1 telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan hasil belajar dengan model pembelajaran yang sebelumnya. Kemudian peningkatan hasil belajar siswa semakin membaik pada siklus 2 setelah dilakukan beberapa penyempurnaan dalam pelaksanaanya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kompetensi psikomotor siswa pada proses pembelajaran Instalasi Motor Listrik