INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Not a member yet
232 research outputs found
Sort by
Validitas Modul Tutorial Gambar Teknik dan Listrik dengan Autocad
Gambar Teknik dan Listrik merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus dipelajari oleh mahasiswa . Dalam pelaksanaan pembelajaran mata kuliah ini masih dilakukan secara manual yaitu menggunakan pensil dan kertas gambar. Namun era komputerisasi sekarang pembelajaran Gambar Teknik dan Listrik perlu diimbangi dengan kemajuan zaman. Salah satunya menggunakan software AutoCAD dalam menyelesaikan materi gambar yang ada. Oleh karena itu, butuh pengembangan bahan ajar modul dengan tutorial bisa membantu untuk memahami penggunaan software dalam menyelesaikan materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas modul tutorial Gambar dan Teknik dengan AutoCAD yang telah dikembangkan. Data penelitian diperoleh dari analisis angket uji validitas oleh validator yang terdiri 2 orang ahli materi dan media. Hasil uji validitas modul tutorial AutoCAD yang dinilai validator memperoleh nilai rata –rata 111 untuk ahli materi pada kategori valid sedangkan untuk ahli media mencapai nilai rata rata skor 120 dengan kategori sangat valid.Gambar Teknik dan Listrik merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus dipelajari oleh mahasiswa . Dalam pelaksanaan pembelajaran mata kuliah ini masih dilakukan secara manual yaitu menggunakan pensil dan kertas gambar. Namun era komputerisasi sekarang pembelajaran Gambar Teknik dan Listrik perlu diimbangi dengan kemajuan zaman. Salah satunya menggunakan software AutoCAD dalam menyelesaikan materi gambar yang ada. Oleh karena itu, butuh pengembangan bahan ajar modul dengan tutorial bisa membantu untuk memahami penggunaan software dalam menyelesaikan materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas modul tutorial Gambar dan Teknik dengan AutoCAD yang telah dikembangkan. Data penelitian diperoleh dari analisis angket uji validitas oleh validator yang terdiri 2 orang ahli materi dan media. Hasil uji validitas modul tutorial AutoCAD yang dinilai validator memperoleh nilai rata –rata 111 untuk ahli materi pada kategori valid sedangkan untuk ahli media mencapai nilai rata rata skor 120 dengan kategori sangat valid
Evaluasi Model Perencanaan Persediaan Obat dengan Pendekatan Simulasi
Permasalahan yang dihadapi apotek saat ini yaitu masalah persediaan obat dimana terdapat beberapa obat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumen dan terkadang persediaan obat mengalami kelebihan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode terbaik dalam menentukan kuantitas persediaan obat dengan kriteria service level tertinggi dan total cost terendah. Pengklasifikasian obat berdasarkan analisis ABC. Obat yang dipilih hanya obat yang masuk ke dalam kategori A dan 10 jenis obat termahal. Setelah itu dilakukan perhitungan nilai persediaan dengan menggunakan tiga metode yaitu EOQ, Joint Replenishment, dan Sistem (Q,r). Evaluasi untuk ketiga metode tersebut menggunakan pendekatan simulasi. Model simulasi ini dibangun dengan cara memasukkan pola-pola permintaan untuk masing-masing obat serta memasukkan nilai persediaan untuk masing-masing metode yang telah dihitung sebelumnya. Dari hasil perhitungan dengan pendekatan simulasi untuk masing-masing metode didapatkan perbandingan nilai total cost dan service level. Nilai service level tertinggi dan total cost terendah untuk hasil perhitungan dan hasil simulasi memiliki hasil yang sama yaitu metode Joint Replenishment.Permasalahan yang dihadapi apotek saat ini yaitu masalah persediaan obat dimana terdapat beberapa obat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumen dan terkadang persediaan obat mengalami kelebihan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode terbaik dalam menentukan kuantitas persediaan obat dengan kriteria service level tertinggi dan total cost terendah. Pengklasifikasian obat berdasarkan analisis ABC. Obat yang dipilih hanya obat yang masuk ke dalam kategori A dan 10 jenis obat termahal. Setelah itu dilakukan perhitungan nilai persediaan dengan menggunakan tiga metode yaitu EOQ, Joint Replenishment, dan Sistem (Q,r). Evaluasi untuk ketiga metode tersebut menggunakan pendekatan simulasi. Model simulasi ini dibangun dengan cara memasukkan pola-pola permintaan untuk masing-masing obat serta memasukkan nilai persediaan untuk masing-masing metode yang telah dihitung sebelumnya. Dari hasil perhitungan dengan pendekatan simulasi untuk masing-masing metode didapatkan perbandingan nilai total cost dan service level. Nilai service level tertinggi dan total cost terendah untuk hasil perhitungan dan hasil simulasi memiliki hasil yang sama yaitu metode Joint Replenishment
Karakteristik Batu Bata Campuran Hasil Sedimentasi Penambangan Batu Gamping Area 412,3 Ha Bukit Tajarang
Rumah dengan kategori non-engineering houses saat terjadinya gempa banyak mengalami kerusakan, hal ini disebabkan dinding rumah dengan bahan batu bata yang tidak memenuhi persyaratan mutu yang ada. Pemerintah telah mengupayakan dengan menetapkan petunjuk teknis untuk rumah aman gempa (key requirement for safer houses), namun demikian batu bata yang telah dan sedang digunakan masyarakat sampai saat ini masih belum dapat dijamin kualitasnya. Solusi untuk meningkatkan mutu yang dihasilkan, salah satunya dengan membuat batu bata yang bermutu dan aman terhadap gempa dengan bahan baku campuran hasil sedimentasi dari erosi daerah penambangan batu gamping (limestone). Pemanfaatan hasil sedimentasi ini sekaligus sebagai upaya mengurangi dampak laju sedimentasi pada sungai Batang Arau kota Padang. Pembuatan batu bata dengan proporsi campuran tanah hasil sedimentasi 50%, 45%, 40%, 35%, 30%, 25%, 20%, 15%, 10%, 5%, selanjutnya pengujian mutu batu bata mengacu SNI 15-2094-2000. Hasil pengujian diperoleh, penyerapan air batu bata campuran bahan sedimentasi l4,16% (<20%:memenuhi standart SNI), kuat tekan rata-rata batu bata campuran bahan sedimentasi sebesar 32,56 kg/cm2 (≥30 kg/cm2:memenuhi persyaratan kuat tekan minimum membangun rumah aman gempa) serta didapatkan komposisi tanah lempung 70% dan bahan sedimentasi 30% memberikan mutu bata tertinggiRumah dengan kategori non-engineering houses saat terjadinya gempa banyak mengalami kerusakan, hal ini disebabkan dinding rumah dengan bahan batu bata yang tidak memenuhi persyaratan mutu yang ada. Pemerintah telah mengupayakan dengan menetapkan petunjuk teknis untuk rumah aman gempa (key requirement for safer houses), namun demikian batu bata yang telah dan sedang digunakan masyarakat sampai saat ini masih belum dapat dijamin kualitasnya. Solusi untuk meningkatkan mutu yang dihasilkan, salah satunya dengan membuat batu bata yang bermutu dan aman terhadap gempa dengan bahan baku campuran hasil sedimentasi dari erosi daerah penambangan batu gamping (limestone). Pemanfaatan hasil sedimentasi ini sekaligus sebagai upaya mengurangi dampak laju sedimentasi pada sungai Batang Arau kota Padang. Pembuatan batu bata dengan proporsi campuran tanah hasil sedimentasi 50%, 45%, 40%, 35%, 30%, 25%, 20%, 15%, 10%, 5%, selanjutnya pengujian mutu batu bata mengacu SNI 15-2094-2000. Hasil pengujian diperoleh, penyerapan air batu bata campuran bahan sedimentasi l4,16% (<20%:memenuhi standart SNI), kuat tekan rata-rata batu bata campuran bahan sedimentasi sebesar 32,56 kg/cm2 (≥30 kg/cm2:memenuhi persyaratan kuat tekan minimum membangun rumah aman gempa) serta didapatkan komposisi tanah lempung 70% dan bahan sedimentasi 30% memberikan mutu bata tertingg
Pengaruh Status Sosial Ekonomi dan Lingkungan Kampus Terhadap IPK Mahasiswa
Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh lingkungan kampus terhadap IPK, pengaruh status sosial ekonomi terhadap IPK serta pengaruh lingkungan kampus dan status sosial ekonomi terhadap IPK . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif assosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 dan D3 Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang tahun masuk 2016. Total populasi sebanyak 137 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak 103 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) status sosial ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap IPK mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik UNP, 2) lingkungan kampus tidak berpengaruh signifikan terhadap IPK mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik UNP dan 3) status sosial ekonomi dan lingkungan kampus tidak berpengaruh signifikan terhadap IPK mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik UNP.Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh lingkungan kampus terhadap IPK, pengaruh status sosial ekonomi terhadap IPK serta pengaruh lingkungan kampus dan status sosial ekonomi terhadap IPK . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif assosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 dan D3 Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang tahun masuk 2016. Total populasi sebanyak 137 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak 103 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) status sosial ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap IPK mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik UNP, 2) lingkungan kampus tidak berpengaruh signifikan terhadap IPK mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik UNP dan 3) status sosial ekonomi dan lingkungan kampus tidak berpengaruh signifikan terhadap IPK mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik UNP
Perbandingan Kemampuan Pelepasan Panas Pada Alat Penukar Panas Radiator Straight Fin Jenis Circular Cylinder Tube Dengan Flat Tube
Mesin mobil pasti menghasilkan panas akibat pembakaran dari bahan bakar. Disatu sisi panas ini menguntungkan jika dikendalikan dengan baik yaitu antara 700C- 900C namun sebaliknya jika panas ini tidak terkendali maka akan menimbulkan masalah. Apabila temperatur ini dibiarkan maka akan menyebabkan mesin menjadi overheating sehingga bisa membuat kerusakan pada komponen-komponen mesin. Dalam hal ini perlu solusi untuk menjaga mesin tetap dalam tempertur kerja dengan cara melengkapi mesin dengan sistem pendingin. Disamping itu perkembangan dalam teknologi desain radiator saat ini sudah menciptakan radiator memiliki banya varian dan bentuk, dan yang paling umum berkembang adalah model straight fin dengan flat tube dan circular cylinder tube. Kondisi ini membuat peneliti tertarik desain yang mana yang paling bagus dalam pelepasan panas untuk mendinginkan air pendingin. Untuk itu perlu upaya untuk mengetahui kemampuan radiator secara jelas agar ini dapat membantu dalam pemilihan komponen pada sebuah mobil sehingga mesin tidak mengalami overheating atau mesin tetap menjaga temperatur kerjanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode eksperimental yaitu dengan menvariasikan tipe radiator dan putaran mesin serta memberikan perlakuan yang sama terhadap benda uji. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari semua variasi kecepatan jenis radiator yang memiliki kemampuan pelepasan panas yang baik adalah tipe flat tube dengan nilai efektifitas 0.593 dengan variasi kecepatan aliran 3.52 m/s dan 120 s. Dapat disimpulkan dari penelitian adalah radiator tipe flat tube memiliki pelepasan panas lebih baik dari tipe circular cylinder tube.Mesin mobil pasti menghasilkan panas akibat pembakaran dari bahan bakar. Disatu sisi panas ini menguntungkan jika dikendalikan dengan baik yaitu antara 700C- 900C namun sebaliknya jika panas ini tidak terkendali maka akan menimbulkan masalah. Apabila temperatur ini dibiarkan maka akan menyebabkan mesin menjadi overheating sehingga bisa membuat kerusakan pada komponen-komponen mesin. Dalam hal ini perlu solusi untuk menjaga mesin tetap dalam tempertur kerja dengan cara melengkapi mesin dengan sistem pendingin. Disamping itu perkembangan dalam teknologi desain radiator saat ini sudah menciptakan radiator memiliki banya varian dan bentuk, dan yang paling umum berkembang adalah model straight fin dengan flat tube dan circular cylinder tube. Kondisi ini membuat peneliti tertarik desain yang mana yang paling bagus dalam pelepasan panas untuk mendinginkan air pendingin. Untuk itu perlu upaya untuk mengetahui kemampuan radiator secara jelas agar ini dapat membantu dalam pemilihan komponen pada sebuah mobil sehingga mesin tidak mengalami overheating atau mesin tetap menjaga temperatur kerjanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode eksperimental yaitu dengan menvariasikan tipe radiator dan putaran mesin serta memberikan perlakuan yang sama terhadap benda uji. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari semua variasi kecepatan jenis radiator yang memiliki kemampuan pelepasan panas yang baik adalah tipe flat tube dengan nilai efektifitas 0.593 dengan variasi kecepatan aliran 3.52 m/s dan 120 s. Dapat disimpulkan dari penelitian adalah radiator tipe flat tube memiliki pelepasan panas lebih baik dari tipe circular cylinder tube
Analisis Konsumsi Bahan Bakar Dump Truck Nissan UD CWM 330 Pada Penambangan Batubara di PT. Nan Riang
Aktifitas penambangan batubara di PT. Nan Riang menggunakan sistem tambang terbuka yang menargetkan produksi sebesar 1000 ton/hari. Penggunaan bahan bakar solar merupakan salah satu penyumbang biaya operasional yang cukup besar. Unit yang beroperasi untuk pengangkutan produksi yaitu lima unit dump truck Nissan UD CWM 330. Evaluasi yang ditargetkan yaitu mengetahui rasio penggunaan bahan bakar (liter) dengan produksi batubara (tonase). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Beberapa diantaranya yaitu kemiringan jalan angkut, RPM alat angkut, kecepatan alat angkut, rimpull alat angkut, jarak tempuh alat angkut, dan waktu tempuh alat angkut. Metode ini memanfaatkan analisis multivariat yang bertujuan untuk mendapatkan pengaruh dan mengukur intensitas hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. 3. Bahan bakar aktual yang dihabiskan oleh keseluruhan alat angkut dump truck UD CWM 330 sebesar 1.589,52 liter/hari (5 dump truck). Bahan bakar yang dihabiskan oleh keseluruhan alat angkut dump truck UD CWM 330 setelah dilakukan perbaikan sebesar 1.206,27 liter/hari (6 dump truck).Aktifitas penambangan batubara di PT. Nan Riang menggunakan sistem tambang terbuka yang menargetkan produksi sebesar 1000 ton/hari. Penggunaan bahan bakar solar merupakan salah satu penyumbang biaya operasional yang cukup besar. Unit yang beroperasi untuk pengangkutan produksi yaitu lima unit dump truck Nissan UD CWM 330. Evaluasi yang ditargetkan yaitu mengetahui rasio penggunaan bahan bakar (liter) dengan produksi batubara (tonase). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Beberapa diantaranya yaitu kemiringan jalan angkut, RPM alat angkut, kecepatan alat angkut, rimpull alat angkut, jarak tempuh alat angkut, dan waktu tempuh alat angkut. Metode ini memanfaatkan analisis multivariat yang bertujuan untuk mendapatkan pengaruh dan mengukur intensitas hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. 3. Bahan bakar aktual yang dihabiskan oleh keseluruhan alat angkut dump truck UD CWM 330 sebesar 1.589,52 liter/hari (5 dump truck). Bahan bakar yang dihabiskan oleh keseluruhan alat angkut dump truck UD CWM 330 setelah dilakukan perbaikan sebesar 1.206,27 liter/hari (6 dump truck)
Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan untuk Mengendalikan Lampu Sein Sepeda Motor
Pada umumnya lampu sein pada sepeda motor dikendalikan secara manual. Dan tidak seperti pada mobil yang secara mekanis dapat mematikan lampu sein setelah mobil berbelok, lampu sein sepeda motor sering terlihat masih hidup meskipun sepeda motor sudah berbelok. Hal ini biasanya disebabkan oleh kelalaian pengendara. Pada artikel kali ini dijelaskan bagaimana mendesain sebuah logika kendali dengan menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan yang akan mematikan lampu sein secara otomatis melalui beberapa kondisi tertentu. Metode kontrol jaringan syaraf tiruan yang digunakan adalah Backpropagation yang dikembangakan dan diuji simulasi dengan MATLAB 2017a. Pembelajaran pada jaringan Backpropagation dilakukan untuk mendapatkan bobot jaringan yang sesuai kemudian bobot tersebut digunakan untuk logika kontrol. Dari pengujian terbukti bahwa Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dengan 2 neuron hidden layer dapat digunakan untuk logika kontrol dalam mengendalikan lampu sein sesuai dengan kondisi yang diinginkan dengan tingkat akurasi 100%.Pada umumnya lampu sein pada sepeda motor dikendalikan secara manual. Dan tidak seperti pada mobil yang secara mekanis dapat mematikan lampu sein setelah mobil berbelok, lampu sein sepeda motor sering terlihat masih hidup meskipun sepeda motor sudah berbelok. Hal ini biasanya disebabkan oleh kelalaian pengendara. Pada artikel kali ini dijelaskan bagaimana mendesain sebuah logika kendali dengan menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan yang akan mematikan lampu sein secara otomatis melalui beberapa kondisi tertentu. Metode kontrol jaringan syaraf tiruan yang digunakan adalah Backpropagation yang dikembangakan dan diuji simulasi dengan MATLAB 2017a. Pembelajaran pada jaringan Backpropagation dilakukan untuk mendapatkan bobot jaringan yang sesuai kemudian bobot tersebut digunakan untuk logika kontrol. Dari pengujian terbukti bahwa Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dengan 2 neuron hidden layer dapat digunakan untuk logika kontrol dalam mengendalikan lampu sein sesuai dengan kondisi yang diinginkan dengan tingkat akurasi 100%
Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Mahasiswa Melalui Lesson Study Matakuliah Dasar Teknik Digital
This study aims to describe the learning activities of students in Digital Engineering Basic Subjects through lesson study. This research is an action research study. The research method follows the Plan, Do and See stages in the lesson study which is conducted in two cycles. The reflection made by the model lecturer in collaboration with the observer as a reference for learning improvement. The implementation of lesson studies can have a positive impact on student activities in the learning process including thinking together, asking questions, answering, collaborating, actively discussing, making decisions, applying and analyzing equations and circuits in learning Digital Techniques.
Keywords : Lesson Study, Student Activities and Basic Digital EngineeringPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar mahasiswa dalam Mata Kuliah Dasar Teknik Digital melalui lesson study. Penelitian ini merupakan penelitian action research. Metode penelitian mengikuti tahap Plan, Do dan See pada lesson study yang dilakukan sebanyak dua siklus. Refleksi yang dilakukan dosen model secara kolaborasi dengan observer sebagai acuan untuk perbaikan pembelajaran. Pelaksanaan lesson study dapat memberikan dampak positif bagi aktivitas mahasiswa pada proses pembelajaran diantaranya berpikir bersama, bertanya, menjawab, kerjasama, aktif berdiskusi, pengambilan keputusan, menerapkan dan menganalisis persamaan maupun rangkaian dalam pembelajaran Dasar Teknik Digital.
Kata Kunci : Lesson Study, Aktivitas Mahasiswa, dan Dasar Teknik Digita
Komparasi Penggunaan Modul Cetak dengan Multimedia Interaktif Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Kreativitas Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) siswa kelas XI yang menggunakan multimedia interaktif dengan yang menggunakan modul cetak ditinjau dari kreativitas di SMK N 2 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan sampel satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol yang dipilih dengan teknik cluster porpusive sampling. Data kreativitas siswa diperoleh dengan menggunakan Torrance Tests of Creative Thinking (TTCT). Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis varian dua arah dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia interaktif lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan modul cetak, 2) hasil belajar siswa berkreativitas tinggi yang menggunakan multimedia interaktif lebih baik dibandingkan siswa berkreativitas tinggi yang menggunakan modul 3) hasil belajar siswa berkreativitas rendah yang menggunakan multimedia interaktif juga lebih baik dibandingkan siswa berkreativitas rendah yang menggunakan modul cetak, dan 4) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran yang menggunakan multimedia interaktif atau modul cetak dengan kreativitas siswa dalam mempengaruhi hasil belajar KKPI siswa kelas XI di SMK N 2 BukittinggiPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) siswa kelas XI yang menggunakan multimedia interaktif dengan yang menggunakan modul cetak ditinjau dari kreativitas di SMK N 2 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan sampel satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol yang dipilih dengan teknik cluster porpusive sampling. Data kreativitas siswa diperoleh dengan menggunakan Torrance Tests of Creative Thinking (TTCT). Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis varian dua arah dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia interaktif lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan modul cetak, 2) hasil belajar siswa berkreativitas tinggi yang menggunakan multimedia interaktif lebih baik dibandingkan siswa berkreativitas tinggi yang menggunakan modul 3) hasil belajar siswa berkreativitas rendah yang menggunakan multimedia interaktif juga lebih baik dibandingkan siswa berkreativitas rendah yang menggunakan modul cetak, dan 4) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran yang menggunakan multimedia interaktif atau modul cetak dengan kreativitas siswa dalam mempengaruhi hasil belajar KKPI siswa kelas XI di SMK N 2 Bukittingg
Pengaruh Kualitas Website BPS Kab. Siak Terhadap Kepuasan Pengguna Website Menggunakan Metode Webqual 4.0
This study aims to determine the influence of website quality of BPS Kab. Siak to the satisfaction of website users. In this study the quality of the website is measured by using webqual method. Webqual variables are independent variables consisting of ease of use, quality of information and quality of service interaction. The dependent variable is user satisfaction. The research method used in this research is quantitative correlation method. Sample selected from population of website user of BPS Kab. Siak, calculated using Slovin formula with 10% significance. To test the effect of the independent variable on the dependent variable using multiple linear regression analysis. This research resulted in a positive and significant influence of the three independent variables on user satisfaction, either partially or simultaneously.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas website BPS Kab. Siak terhadap kepuasan pengguna website. Pada penelitian ini kualitas website diukur dengan menggunakan metode webqual. Variabel webqual merupakan variabel bebas yang terdiri dari kemudahan penggunaan, kualitas informasi dan kualitas interaksi layanan. Sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan pengguna. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Sampel dipilih dari populasi pengguna website BPS Kab. Siak, yang dihitung dengan menggunakan rumus Slovin dengan signifikansi 10%. Untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat menggunakan analisis regresi linier berganda. Penelitian ini menghasilkan pengaruh yang positif dan signifikan dari ketiga variabel bebas terhadap kepuasan pengguna, baik secara parsial maupun secara simultan