INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Not a member yet
232 research outputs found
Sort by
Mengembangkan Ketrampilan Berpikir Kritis Melalui Kolaborasi Model Jigsaw dengan Model Problem-Based Learning
This study aims to support Jigsaw learning and problem based learning models (PBL) in the development of students' thinking skills. This study used an experimental design using a pretest-posttest group pre-experimental design. The collaboration model implementation was carried out at Pelita Indonesia Computer Science College, Pekanbaru involving 17 semester III students majoring in Informatics Engineering. Before and after the implementation of collaboration 2 models, students were given a test of critical thinking skills that arranged in the same composition. The research data in the form of pretest and posttest scores conducted by t-test and the calculated gain scores are supported by the SPSS 25 program. These scores indicate the difference between the pretest score and posttest score with a significance result of 0,000 <0.05. The average pretest and posttest scores were respectively called 46.06 and 70.59. Thus, the implementation of the Jigsaw collaboration model and problem-based learning (PBL) is effective for developing students' critical thinking skills. From the findings of this study, there are obstacles that limit time in implementing the collaboration of the two models. This obstacle occurs when presenting the results of group discussions.Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kolaborasi Jigsaw dan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental menggunakan desain pra-eksperimental kelompok pretest-posttest. Implementasi kolaborasi model tersebut adalah dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Pelita Indonesia, Pekanbaru dengan melibatkan 17 mahasiswa semester III jurusan Teknik Informatika. Sebelum dan sesudah implementasi kolaborasi 2 model, para mahasiswa diberi tes keterampilan berpikir kritis yang diatur dalam komposisi yang sama. Data penelitian berupa skor pretest dan posttest yang dianalisis dengan memeriksa t-test dan gain skor yang perhitungannya dibantu oleh program SPSS 25. Hasilnya menunjukkan itu ada perbedaan antara skor pretest dan skor posttest dengan tingkat signifikansi 0,000 <0,05. Rata-rata skor pretest dan posttest masing-masing disebut 46,06 dan 70,59. Dengan demikian, implementasi kolaborasi model Jigsaw dan pembelajaran berbasis masalah (PBL) efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis mahsiswa. Dari temuan penelitian ini, ada halangan keterbatasan waktu dalam memberlakukan kolaborasi kedua model. Kendala ini terjadi saat mempresentasikan hasil diskusi kelompok
Implementasi Model STEMPROCSI Studi Kasus Pada Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer
This study is an implementation of the STEMProcsi model that aims to 1) Knowing the students ' understanding of learning Science, Technology, Engineering, and Mathemetic, Projects and Simulation (STEMProcSi). 2) to measure student skills in using the STEMProcsi components that produce a project, and 3) Assessing students' attitudes towards the STEMProcSi learning model. This research used 15 students as sample of Computer and Informatics Engineering Education (PTIK) in the odd semester of the academic year 2019/2020. The research procedure was carried out in trhee steps; 1) provides problems that are solved by concept maps using the XMIND application, 2) Complete calculations using the Microsoft Excel application, and 3) Create interactive products with the Scatch application. The research instrument uses a questionnaire with 5 liker scale. Based on data analysis, the results of this study indicate that the application of the STEMProcSi model can generate interest and enthusiasm of students in understanding the material, practice critical thinking, creative, communicative and collaborative and can produce an interactive product. Therefore it can be concluded that the STEMProcsi model is good to be used in the learning process for exact subject courses in tertiary institutions.Penelitian ini menyajikan implementasi model STEMProcsi yang bertujuan untuk 1) mengetahui pemahaman mahasiswa tentang pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathemetic, Projek dan Simulasi (STEMProcSi). 2) untuk mengukur keterampilan mahasiswa dalam menggunakan komponen-komponen STEMProcsi yang menghasilkan sebuah proyek, dan 3) Menilai sikap mahasiswa terhadap model pembelajaran STEMProcSi. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 15 orang mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) pada semester ganjil tahun akademik 2019/2020. Prosedur penelitian dilaksanakan dengan langkah; 1) memberikan permasalahan yang diselesaikan dengan peta konsep menggunakan aplikasi XMIND, 2) Penyelesaian perhitungan menggunakan aplikasi misrosoft Excel, dan 3) Membuat produk yang interaktif dengan aplikasi Scatch. Instrumen penelitain berupa kusioner menggunakan skala liker. Berdasarkan analisa data maka hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan penerapan model STEMProcSi ini dapat menumbuhkan minat dan antusias mahasiswa dalam memahami materi, melatih berpikir krititis, kratif, komunikatif dan kolaboratif serta dapat menghasilkan sebuah produk interaktif. Hal ini terbukti dari perolehan nilai median untuk semua pertanyaan dengan nilai 4 yang nilainya lebih tinggi dari skor rata-rata skala liker yaitu 3. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model STEMProcsi ini baik digunakan dalam proses pembelajaran untuk mata kuliah eksakta di perguruan tinggi
Perbaikan Postur Kerja Proses Muat Kelapa Sawit Berdasarkan Metode Selang Alami Gerak (SAG)
Abstract— The harvesting of palm oil in Indonesia, is still done manually. This research analyzed the movement of the palm oil loading process manually, which risks of Musculoskeletal Disorders (MSDs) to workers. The methods used in this study include observation, interviews, the Nordic Body Map (NBM) Questionnaire, the Natural Range of Motion (ROM), and biomechanical load calculations. NBM is used to identify complaints of the worker’s body parts. The ROM method is used to analyze the risk of body movements when carrying out palm oil loading activities, and the calculation of biomechanical loads is to determine the burden on the worker's body parts. The results showed that there are three parts of the body involved in the process of loading palm oil so that workers often complain of pain, namely the shoulders, neck, and back. The biomechanical load that occurs on the back of the worker is 4866.36 N. This value exceeds the safety limit recommended by the National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) which is as high as 3400 N. Analysis using ROM found that the existing loading process of oil palm causes shoulders, neck, and back to form angles of 120°, 31° and 12°, respectively. This angle is in the danger zone based on ROM. Improvements are made by changing the work posture in the loading process of oil palm and giving changes to the body angle to 90° on the shoulder, 14° on the neck, and 2° on the back, which are already in the safe zone. The biomechanical load on the back after the improvement also decreased to 3287.38 NAbstrak-- Proses panen kelapa sawit di Indonesia secara umum masih dilakukan secara manual. Penelitian ini difokuskan pada kegiatan muat kelapa sawit dengan tujuan untuk menganalisis gerakan proses muat kelapa sawit secara manual yang berisiko menyebabkan Musculoskeletal Disorders (MSDs) terhadap pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain observasi, wawancara, pengisian Kuesioner Nordic Body Map (NBM), metode Selang Alami Gerak (SAG), serta perhitungan biomekanika. NBM digunakan untuk mengidentifikasi keluhan pada tubuh pekerja. Metode SAG digunakan untuk menganalisis risiko gerakan tubuh ketika melakukan kegiatan muat kelapa sawit, dan perhitungan beban biomekanika dilakukan untuk mengetahui besar beban terhadap bagian tubuh pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bagian tubuh yang terlibat pada proses muat kelapa sawit sehingga para pekerja sering mengeluhkan rasa nyeri, yaitu bahu, leher, serta punggung. Besar beban biomekanika yang terjadi pada punggung pekerja adalah sebesar 4866,36 N. Nilai ini melebihi batas aman yang direkomendasikan oleh National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) yaitu sebesat 3400 N. Analisis menggunakan SAG menemukan bahwa proses muat kelapa sawit yang dilakukan saat ini menyebabkan anggota tubuh seperti bahu, leher, dan punggung berturut-turut membentuk sudut sebesar 120°, 31°, dan 12°. Sudut ini berada pada zona bahaya berdasarkan SAG. Perbaikan dilakukan dengan mengubah postur kerja pada proses muat kelapa sawit dan memberikan perubahan terhadap sudut tubuh menjadi sebesar 90° pada bahu, 14° pada leher, dan 2° pada punggung, yang sudah berada pada zona aman. Besar beban biomekanika pada punggung setelah perbaikan juga mengalami penurunan menjadi 3287,38
Konsep Penginjeksian Mata Kuliah Baru Pada Program Studi Pendidikan Teknik Elektro
Higher education must adapt to the advencement of Science and Technology, one of the ways that Universities can do by implementing curriculum enhancement. Curriculum enhancement can be done by adding new courses. Subjects that are in line with current developments are Image Processing courses. Image Processing is a course in Electrical Engineering that discusses data processing and analyzing data in the form of images to be used as important information as referred. The usage of Image Processing courses is found in daily life, for example on smartphones, parking systems, medical, television and many others that utilize image processing subjects. The characteristics of this study compare two different groups, namely comparing the curriculum of the University of LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) and the curriculum of the University of Non-LPTK to look for curriculum characteristics in covering different subjects with the characteristics of vocational education, but in accordance with the characteristics of vocational education in considering eye input lectures that are aligned with digital characteristics in the field of vocational education studies. The suitability of the characteristics of the Image Processing course with the characteristics of the LPTK curriculum results in a Semester Learning Plan for Image Processing courses to be applied to the Electrical Engineering Vocational Education study program at State University Of Padang.Higher education must adapt to the advencement of Science and Technology, one of the ways that Universities can do by implementing curriculum enhancement. Curriculum enhancement can be done by adding new courses. This article aims to find the concept of injecting new subjects, especially in the Electrical Engineering Education study program, State University of Padang. The method in this study uses a qualitative research ex post facto comparative approach. The characteristics of this study compare two different groups, namely comparing the curriculum of the University of LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) and the curriculum of the University of Non-LPTK to look for curriculum characteristics in covering different subjects with the characteristics of vocational education, but in accordance with the characteristics of vocational education in considering eye input lectures that are aligned with digital characteristics in the field of vocational education studies. The suitability of the characteristics of the Image Processing course with the characteristics of the LPTK curriculum results in a Semester Learning Plan for the Image Processing course to be applied to the Electrical Engineering Education study program in State University of Padang
Identifikasi Kompetensi Pemrograman Komputer pada Lulusan Pendidikan Komputer untuk Pekerjaan Berkelanjutan
Studi ini mengidentifikasi kompetensi pemrograman komputer yang diperlukan lulusan pendidikan komputer untuk pekerjaan berkelanjutan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei deskriptif. Kuesioner terstruktur digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen ini telah divalidasi oleh tiga ahli dalam pemrograman komputer. Cronbach Alpha statistik digunakan untuk menentukan konsistensi internal instrumen, menghasilkan kehandalan co-efisien 0,83. Mean dan standar deviasi digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian sementara ANOVA statistik digunakan untuk menguji hipotesis. Studi ini menemukan bahwa 25 kompetensi keterampilan, 18 kompetensi bisnis, dan 19 kompetensi sikap yang diperlukan oleh lulusan pendidikan komputer untuk pekerjaan berkelanjutan dalam pemrograman. Kompetensi ini diidentifikasi antara lain, kemampuan merangkai kode program, menguji dan debug dengan cepat dan efisien; mengeksplorasi dan mengevaluasi desain aplikasi, menganalisa kebutuhan dan spesifikasi kemudian desain, tes, dan mengembangkan perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tersebut, merekomendasikan upgrade perangkat lunak untuk klien pengguna program yang ada dan sistem, kemahiran dalam data mining, kepercayaan diri tetapi terbuka untuk masukan, beradaptasi dengan perubahan sementara tetap fokus pada pekerjaan menjadi prioritas paling utama.Studi ini mengidentifikasi kompetensi pemrograman komputer yang diperlukan lulusan pendidikan komputer untuk pekerjaan berkelanjutan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei deskriptif. Kuesioner terstruktur digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen ini telah divalidasi oleh tiga ahli dalam pemrograman komputer. Cronbach Alpha statistik digunakan untuk menentukan konsistensi internal instrumen, menghasilkan kehandalan co-efisien 0,83. Mean dan standar deviasi digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian sementara ANOVA statistik digunakan untuk menguji hipotesis. Studi ini menemukan bahwa 25 kompetensi keterampilan, 18 kompetensi bisnis, dan 19 kompetensi sikap yang diperlukan oleh lulusan pendidikan komputer untuk pekerjaan berkelanjutan dalam pemrograman. Kompetensi ini diidentifikasi antara lain, kemampuan merangkai kode program, menguji dan debug dengan cepat dan efisien; mengeksplorasi dan mengevaluasi desain aplikasi, menganalisa kebutuhan dan spesifikasi kemudian desain, tes, dan mengembangkan perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tersebut, merekomendasikan upgrade perangkat lunak untuk klien pengguna program yang ada dan sistem, kemahiran dalam data mining, kepercayaan diri tetapi terbuka untuk masukan, beradaptasi dengan perubahan sementara tetap fokus pada pekerjaan menjadi prioritas paling utama
Penerapan Algoritma ORB SLAM-2 Pada Sistem Pemetaan Lingkungan Multi Robot
Sistem multi-robot telah diterapkan pada tugas-tugas kompleks yang biasanya dilakukan oleh manusia. Untuk dapat menjalankan tugasnya, robot perlu bernavigasi ke dari suatu posisi ke posisi lain. Agar dapat bernavigasi dengan baik, robot memerlukan peta sebagai acuannya dalam bernavigasi. Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) merupakan sebuah metode bagi robot untuk dapat membuat peta dan melakukan lokalisasi. ORB SLAM-2 merupakan sebuah metode SLAM berbasis sensor visual yang kompatibel terhadap kamera monokular, stereo, maupun RGBD. Dengan menggunakan kamera monokular, penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan sistem pemetaan lingkungan multi-robot dengan menggunakan algoritma ORB SLAM-2. Tugas akhir ini merancang sistem desentralisasi sehingga algoritma dijalankan pada kedua robot. Kemudian setiap robot melakukan pemetaan lingkungannya dan mengirimkannya ke komputer agar dapat divisualisasi. Pada percobaannya, rancangan ini berhasil membuat sistem melaksanakan tugasnya dengan baik. Peta yang dihasilkan oleh sistem ini memiliki skala sekitar 1 : 5,81. Sistem juga dapat memvisualisasikan peta yang dihasilkan oleh masing-masing robot pada sebuah komputer server. Berdasarkan hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa sistem pemetaan lingkungan multi-robot menggunakan ORB SLAM-2 dapat dilakukan dengan mendesentralisasi sistem. Dengan ini, beban kerja sistem terbagi menjadi dua, pertama pemrosesan gambar dilakukan oleh masing-masing robot hingga menghasilkan titik-titik peta dan kedua komputer server bertugas untuk memvisualisasikan titik-titik peta yang dihasilkan robot pada antarmuka pengguna.Sistem multi-robot telah diterapkan pada tugas-tugas kompleks yang biasanya dilakukan oleh manusia. Untuk dapat menjalankan tugasnya, robot perlu bernavigasi ke dari suatu posisi ke posisi lain. Agar dapat bernavigasi dengan baik, robot memerlukan peta sebagai acuannya dalam bernavigasi. Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) merupakan sebuah metode bagi robot untuk dapat membuat peta dan melakukan lokalisasi. ORB SLAM-2 merupakan sebuah metode SLAM berbasis sensor visual yang kompatibel terhadap kamera monokular, stereo, maupun RGBD. Dengan menggunakan kamera monokular, penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan sistem pemetaan lingkungan multi-robot dengan menggunakan algoritma ORB SLAM-2. Tugas akhir ini merancang sistem desentralisasi sehingga algoritma dijalankan pada kedua robot. Kemudian setiap robot melakukan pemetaan lingkungannya dan mengirimkannya ke komputer agar dapat divisualisasi. Pada percobaannya, rancangan ini berhasil membuat sistem melaksanakan tugasnya dengan baik. Peta yang dihasilkan oleh sistem ini memiliki skala sekitar 1 : 5,81. Sistem juga dapat memvisualisasikan peta yang dihasilkan oleh masing-masing robot pada sebuah komputer server. Berdasarkan hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa sistem pemetaan lingkungan multi-robot menggunakan ORB SLAM-2 dapat dilakukan dengan mendesentralisasi sistem. Dengan ini, beban kerja sistem terbagi menjadi dua, pertama pemrosesan gambar dilakukan oleh masing-masing robot hingga menghasilkan titik-titik peta dan kedua komputer server bertugas untuk memvisualisasikan titik-titik peta yang dihasilkan robot pada antarmuka pengguna
Analisis Kemampuan Pedagogi Guru SMK yang sedang Mengambil Pendidikan Profesi Guru dengan Metode Deskriptif Kuantatif dan Metode Kualitatif
Abstract— This research aims to analyze the mastery level of pedagogical competence of PPG teachers of SMK, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang. The research method used was quantitative descriptive and qualitative methods. The data collection techniques were by using a questionnaire, interviews, observation, and documentation. The results of this research showed that the pedagogical competence of PPG teachers of SMK was still low as seen from the average score of each indicator categorized in the less powerful category. The results of this study can be used as an illustration for the future of the learning of PPG teachers of SMK by lecturers in improving the mastery of pedagogical competence.
Keywords : Pedagogical Competence, PPG, Teachers of SMKAbstrak- Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penguasaan kompetensi pedagogi guru PPG SMK Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kompetensi pedagogi guru PPG SMK masih rendah yang terlihat dari skor rata-rata setiap indikator yang dikategorikan dalam kategori kurang menguasai. Penelitian ini dapat dijadikan gambaran untuk kedepanya terhadap pembelajaran guru PPG SMK oleh dosen dalam memperbaiki penguasaaan kompetensi pedagogi
Kata Kunci : Kompetensi Pedagogi, PPG, Guru SMK
 
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Mobile Learning Pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Dan Elektronika Sekolah Menengah Kejuruan
In the learning process Basic Electricity and Electronics material, students are constrained in understanding the subject matter, because it uses formulas that are difficult to understand without adequate supporting learning media. Besides the learning time Basic Electricity and Electronics material which is only available 4 hours per week, so that not all materials can be delivered optimally to students. Therefore learning needs to be supported by suitable and adequate media. The purpose of this research is to produce a learning media based on mobile learning that is valid, practical and effective for Basic Electricity and Electronics subjects.
The method used in this research is Research and Development (R&D). The development model used follows the Borg & Gall model which is arranged in several research steps. The instrument used in the form of a validation questionnaire was given to material experts and media experts. Questionnaire to measure practicality is given to students and teachers of the subject matter. To measure the effectiveness of the Quasi experiment research design used by comparing student learning outcomes of the experimental class and the control class.
The results showed that the learning media based on mobile learning was declared valid, practical and effective for use in the Basic Electricity and Electronics subjects.
Pada proses pembelajaran materi Dasar Listrik dan Elektronika, siswa terkendala dalam memahami materi pelajaran, karena menggunakan rumus yang sulit dipahami tanpa adanya media pendukung pembelajaran yang memadai. Disamping waktu pembelajaran materi Dasar Listrik dan Elektronika yang hanya tersedia 4 jam pelajaran tiap minggunya, sehingga tidak semua materi dapat disampaikan secara optimal kepada siswa. Oleh karena itu pembelajaran perlu didukung oleh media yang cocok dan memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran berbasis mobile learning yang valid, praktis dan efektif untuk mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengikut model Borg & Gall yang tersusun dalam beberapa langkah penelitian. Instrumen yang digunakan berupa angket validasi diberikan kepada ahli materi dan ahli media. Angket untuk mengukur praktikalitas diberikan kepada siswa dan guru mata pelajaran yang bersangkutan. Uuntuk mengukur efektivitas digunakan desain penelitian Quasi ekperiment dengan cara membandingkant hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis mobile learning dinyatakan valid, praktis dan efektif untuk digunakan pada mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika.
 
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Tutorial untuk Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran pada Mata Kuliah Tata Rias Pengantin Indonesia
Indonesian Bridal is a practical learning method at Cosmetology education that difficult to understand by student because learning media that used by lecturer not giving the explanation of theory.Based of observation students in Makeup and Beauty Education for Indonesian Bridal that difficult to understand because a learning media not been effected. Based on that problem, the purpose of this research were developing learning mediaof tutorial video that effective on Indonesian Bridal learning. This research used Research and Development (R&D) method, and model that was used is 4D model. There was four steps in 4D model, there were define, design, develop, and disseminate. Edmodo applicationappliedto developing learning media. The result concluded that learning media were effective by effectiveness result was have a significant difference between the control class and experimental class. This learning media can be used as a learning media at Indonesian Bridal.Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa praktek perkuliahan Tata Rias Pengantin Indonesia sulit dipahami karena media pembelajaran belum efektif. Berdasarkan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang efektif pada mata kuliah Tata Rias Pengantin Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan modelpengembangan 4-D (Four-D). tahapan model 4D yaitu define, design, develop, dan disseminate. Media pembelajaran ini akan diterapkan menggunakan aplikasi edmodo. Simpulan hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran yang dihailkan efektif yang ditunjukkan dengan perbedaan nilai hasil belajar mahasiswa antara kelas control dan kelas eksperimen. Media ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran mata kuliah Tata Rias Pengantin Indonesia
Karakteristik Bahan Bakar Padat Produk Torefaksi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Reaktor Torefaksi Kontinu Tipe Tubular
Cadangan minyak bumi semakin menipis, hal ini disebabkan meningkatnya ekonomi dan pertumbuhan penduduk sejalan dengan menigkatnya komsumsi energi. Selain itu juga disebabkan oleh meningkatnya jumlah kendaraan transportasi. Ketergantungan energi listrik dengan bahan bakar fosil, khususnya batubara di provinsi Lampung, dinilai masih cukup besar. Batubara sendiri diperkirakan dapat bertahan hingga 70 tahun mendatang, sementara cadangan batubara global diperkirakan akan habis sekitar 109 tahun kedepan dengan demikian diupayakan lebih intensif ke arah diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dan biomassa yang paling banyak dan berpotensi di Indonesia adalah kelapa sawit. Pada penelitian ini, kegiatan eksperimen melakukan pengujian produk limbah tandan kosong kelapa sawit yang dihasilkan oleh reaktor torefaksi kontinu tipe tubular menggunakan sistem pemanas oil jacket sebagai media torefaksi. Pengujian proksimat menunjukan bahwa semakin tinggi kandungan fixed carbon akan meningkatkan nilai kalor dari produk padatan hasil torefaksi, semakin meningkatnya temperatur pada proses torefaksi maka produk tandan kosong kelapa sawit semakin mempunyai emisi dan mempunyai sifat hydrophobic yang baik, nilai kalor produk padatan hasil torefaksi tandan kosong kelapa sawit berkisar antara 16357.23 – 21083.98 kJ, setara dengan batubara subbituminous C yang memiliki nilai kalor sebesar 19300 – 2100 kJ.Cadangan minyak bumi semakin menipis, hal ini disebabkan meningkatnya ekonomi dan pertumbuhan penduduk sejalan dengan menigkatnya komsumsi energi. Selain itu juga disebabkan oleh meningkatnya jumlah kendaraan transportasi. Ketergantungan energi listrik dengan bahan bakar fosil, khususnya batubara di provinsi Lampung, dinilai masih cukup besar. Batubara sendiri diperkirakan dapat bertahan hingga 70 tahun mendatang, sementara cadangan batubara global diperkirakan akan habis sekitar 109 tahun kedepan dengan demikian diupayakan lebih intensif ke arah diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dan biomassa yang paling banyak dan berpotensi di Indonesia adalah kelapa sawit. Pada penelitian ini, kegiatan eksperimen melakukan pengujian produk limbah tandan kosong kelapa sawit yang dihasilkan oleh reaktor torefaksi kontinu tipe tubular menggunakan sistem pemanas oil jacket sebagai media torefaksi. Pengujian proksimat menunjukan bahwa semakin tinggi kandungan fixed carbon akan meningkatkan nilai kalor dari produk padatan hasil torefaksi, semakin meningkatnya temperatur pada proses torefaksi maka produk tandan kosong kelapa sawit semakin mempunyai emisi dan mempunyai sifat hydrophobic yang baik, nilai kalor produk padatan hasil torefaksi tandan kosong kelapa sawit berkisar antara 16357.23 – 21083.98 kJ, setara dengan batubara subbituminous C yang memiliki nilai kalor sebesar 19300 – 2100 kJ