Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
Not a member yet
    277 research outputs found

    Preface

    No full text

    Preface

    No full text

    Back Cover

    No full text

    SITUS BACUKIKI DI KOTA PARE-PARE: PELUANG PEMANFAATAN SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA

    No full text
    The history revealed that The Kingdom of Bacukiki, Parepare (now is a part of South Sulawesi was visited by Portuguese ships around XVI century in the same period with Suppa, Alitta, Sidenreng and Siang Kingdom. Nowadays, the ex-river harbour called "Soreang padangkange" not far from the ex-market "lontange" still can be seen. According to locale's information, the "Lontange" market was the place to manages goods from abroad. Based on the research conducted by Balai Arkeologi Makassar, the maket site "Lontange" had been used as a trading activities and a number of ancient coin from XVI till XVIII century also found there. Another archaeological remains found are the Bacukiki Kingdom Burial Site and also an ancient mosque. Besides, there also found a sacred ceremonial place where "Tolotang" beliefers celebrate an annual ceremony which located at Buluroang, the top of mount Bacukiki. The precence of Bacukiki site, hoped can be developed as one of the cultural tourism object.Sejarah mengungkapkan bahwa Kerajaan Bacukiki, Parepare dikunjungi oleh kapal-kapal Portugis sekitar abad XVI pada periode yang sama dengan Kerajaan Suppa, Alitta, Sidenreng dan Siang). Saat ini, pelabuhan bekas sungai bernama "Soreang padangkange "tidak jauh dari bekas pasar" lontange "masih dapat dilihat. Menurut informasi lokal, pasar" Lontange "adalah tempat untuk mengelola barang dari luar negeri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Makassar, situs pembuat" Lontange "telah digunakan sebagai kegiatan perdagangan dan sejumlah koin kuno dari abad XVI hingga XVIII juga ditemukan di sana. Sisa-sisa arkeologis lain yang ditemukan adalah Situs Pemakaman Kerajaan Bacukiki dan juga sebuah masjid kuno. Selain itu, juga terdapat tempat upacara sakral di mana Para penganut agama "Tolotang" merayakan upacara tahunan yang berlokasi di Buluroang, puncak gunung Bacukiki, yang menjadi lokasi sebelum situs Bacukiki, diharapkan dapat dikembangkan sebagai salah satu objek wisata budaya

    Bedah Disertasi

    No full text

    LUKISAN DINDING GUA DI PULAU MUNA, SULAWESI TENGGARA : IDENTIFIKASI JENIS HEWAN

    No full text
    Penelitian ini memberikan gambaran tentang lukisan yang ada di dinding Gua Pulau Muna. Berdasarkan hasil observasi, penelitian data pustaka serta analisis kualitatif, kuantitatif dan analogi. Diketahui bahwa terdapat beberapa jenis hewan yang di lukis di dinding gua-gua Pulau Muna, seperti musang, rusa, anjing, kuda, kucing, ular, lipan, buaya, babi. Kemudian berdasarkan kajian yang dilakukan dengan terhadap data sejarah diperkirakan bahwa usia relatif lukisan dinding gua di Pulau Muna di buat sekitar abad XIII M dan mungkin lebih muda lagi

    TIPE BUDAYA MESOLITIK DI SULAWESI SELATAN

    No full text
    Tulisan ini merupakan sebuah sumbangan konseptual untuk memahami tipe budaya mesolitik yang ada di Sulawesi Selatan. Beberapa penjelasan tentang tipe budaya mesolitik di Indonesia yang sebelumnya dikemukakan oleh para ahli, cenderung berfokus pada kajian teknologis artefak litik yang dihasilkan dari periode tersebut. Tulisan ini menawarkan sebuah perspektif yang berbeda, dalam melihat tipe-tipe budaya mesolitik yang ada di Sulawesi Selatan. Dengan bertitik tolak dari kondisi ekologi situs-situs mesolitik di sulawesi selatan. Maka penulis menyimpulakan bahwa terdapat tiga tipe budaya mesolitik yang berkembang di sulawesi selatan yaitu tipe Sungai, tipe Padang dan tipe Gua

    PERSPEKTIF ARKEO-HISTORIS MIGRASI BUGIS DAN MAKASSAR: KUASI JARINGAN NASIONALITAS NUSANTARA

    No full text
    Arus migrasi orang Bugis dan Makassar tampaknya lebih di dorong oleh mentalitas budaya dan konflik lokal. Dalam tulisan ini, akan di uraikan bagaimana arus migrasi orang-orang Bugis dan Makssar secara tidak sadar menggantikan posisi majapahit dalam proyek nasionalitas yang lebih permanen. Disini dapat dilihat bahwa, keberhasilan orang bugis dan makassara dalam menguasai jaringan nasional nusantara terletak pada interaksi sosial, ekonomi, politik dan agama bersifat non formal yang sangat bertolak belakang dengan upaya-upaya politik formal yang dilakukan oleh kerajaan Majapahit sebelumnya

    SITUS MAKAM KUNA ISLAM JERA’ LOMPOE DAN STRATIFIKASI SOSIAL DI SOPPENG

    No full text
    Soppeng is one of the kingdoms that related with Suppaq, Luwu, Bone, Tanete, and Wajo kingdoms. The relationship was proved by the existence of Soppeng outsiders tombs, on ancient Islamic tombs of Jera' Lompoe. It was acknowledge from tombs size, types or its gravestone that they came from "the upper" class, or anakarung, Topanrita, Tosugi. There were four size and types which discovered around Islamic cemetery Jera' Lompoe: stone tombs with monolith gravestone; tomb with dome and pile orders technique and menhir type gravestone; pile orders tombs with rectangular gravestone; and large, wide tombs with cylindrical grave­stone. Tombs shape and its gravestone types described the strong pre-Istam influence in Islamic periods in Soppeng

    POLA PEMUKIMAN DALAM ARKEOLOGI: REKONSTRUKSI EKOLOGI, KEBUDAYAAN, DAN STRUKTUR MASYARAKAT

    No full text
    Settlement pattern concept appears in 1940s in America, and in these last few years has already been implemented in many researches in Indonesia. What is the real settlement pattern in archaeology and how does it scope? Willey, Vogt, Rouse and Mundardjito's concepts which are emphasizing in pattern, distribution, and its relations are interesting to be attended to understand and to reconstruct the past ecology, culture and social structure

    36

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇