Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Analisis Profitabilitas dan Tingkat Kesejahteraan Petani Bawang Merah di Kecamatan Mijen Kabupaten Demak
The shallot commodity has a high economic value and is widely used as the main ingredient for basic cooking ingredients in Indonesia, besides that it is also used as a medicinal ingredient. Demak Regency is one of the shallot production centers in Central Java. The contribution of red onion production in Demak Regency to provincial production is 13%. Shallot farming in Indonesia still faces many obstacles, including in Demak Regency. These farming constraints include the threat of land conversion, the price of high-quality seeds and the not optimal use of production inputs. The purpose of this study was to analyze the income and profitability of shallot farming, household expenses of shallot farmers in Mijen District, Demak Regency and the level of welfare of shallot farming households in Mijen District, Demak Regency. The samples taken in this study were shallot farmers as many as 96 respondents who were determined using the slovin formula with an error rate of 10%. Based on the results of the analysis, the income of shallot farmers in Mijen District, Demak Regency was Rp. 119,188,411.00 with an average farmer's land area of 7600 m2. The profitability value is 169.67% where the BRI Bank deposit interest rate at the time of this study was 3.75%, meaning that the shallot farming in Mijen District is feasible to run. The total household expenditure of shallot farmers in the District is IDR 88,039,262/MT. This expenditure consisted of farming expenses of IDR 70,117,256 and non-farming expenses of IDR 17,922,006. The exchange rate for the household income of shallot farmers is 1.48, which is greater than 1, meaning that the welfare level of the farmers has entered the prosperous group.Komoditas bawang merah memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak digunakan sebagai bahan utama bumbu dasar masakan di Indonesia, selain itu dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Kabupaten Demak merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Jawa Tengah. Kontribusi produksi bawang merah Kabupaten Demak terhadap produksi provinsi sebesar 13 %. Usaha tani bawang merah di Indonesia masih menghadapi banyak kendala, tidak terkecuali di Kabupaten Demak. Kendala usahatani tersebut di antaranya ancaman konversi lahan, harga bibit berkualitas mahal dan belum optimalnya penggunaan input produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendapatan dan profitabilitas usahatani bawang merah, pengeluaran rumah tangga petani bawang merah di Kecamatan Mijen Kabupaten Demak dan Tingkat kesejahteraan rumah tangga petani bawang merah di Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah petani bawang merah sebanyak 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus slovin dengan tingkat eror 10%. Berdasarkan hasil analisis didapat pendapatan petani bawang merah di Kecamatan Mijen Kabupaten Demak sebesar Rp 119.188.411,00 dengan rata – rata luas lahan petani 7600 m2. Nilai profitabilitas sebesar sebesar 169,67% dimana tingkat bunga deposito Bank BRI saat penelitian ini berlangsung yaitu 3,75% artinya usahatani bawang merah di Kecamatan Mijen layak untuk dijalankan. Total pengeluaran rumah tangga petani bawang merah di Kecamatan yaitu Rp 88.039.262/MT. Pengeluaran tersebut terdiri atas pengeluaran usahatani sebesar Rp 70.117.256 dan pengeluaran non usahatani Rp 17.922.006. Nilai tukar pendapatan rumah tangga petani bawang merah yaitu sebesar 1,48 yang mana nilai tersebut lebih besar dari 1 artinya tingkat kesejahteraan petani sudah masuk kedalam golongan sejahtera
Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Kain Tenun Timor Setelah Mordanting dengan Biomordan Tanin Kulit Biji Asam
The use of natural dyes in the textile industry, especially in dyeing Timorese woven fabrics, is increasingly in demand, however, the resulting colors tend not to fade easily against washing, so mordant is needed as a binder for colors and fabric fibers. Dyes and mordant derived from natural materials, apart from functioning as coloring agent and color enhancer, also have functional activities such as antibacterial and antioxidant. This study was conducted to examine the antioxidant and antibacterial activity of Timorese weaving using curcumin and biomordan tannin dyes against the growth of Escherichia Coli and Staphylococcus Aureus bacteria. Prior to the antioxidant activity test using the DPPH method and the antibacterial test using the difussion method, a mordanting process was carried out with variations of mordant and coloring of woven fabrics. The results of the inhibition zone measurements showed that woven fabrics dyed without the application of biomordan tannins had strong antibacterial activity with an inhibition zone diameter of 2.0 mm. Meanwhile, the highest antioxidant activity was found in fabrics colored with curcumin and fixed with biomordan, which was 58.11 ppm.Penggunaan pewarna alami dalam industri tekstil khususnya dalam pewarnaan kain tenun Timor semakin diminati, namun warna yang dihasilkan cenderung tidak tahan luntur terhadap pencucian sehingga dibutuhkan mordan sebagai pengikat warna dan serat kain. Pewarna dan mordan yang berasal dari bahan alami, selain berfungsi sebagai pemberi warna dan penguat warna, juga memiliki aktivitas fungsional seperti antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan dan antibakteri dari tenun Timor menggunakan pewarna kurkumin dan biomordan tannin terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus. Sebelum uji aktivitas antioksidan melalui metode DPPH dan uji antibakteri melalui metode difusi, dilakukan proses mordanting dengan variasi mordan dan pewarnaan terhadap kain tenun. Hasil pengukuran zona hambat menunjukkan bahwa kain tenun yang diwarnai tanpa penerapan biomordan tannin memiliki aktivitas antibakteri yang kuat dengan diameter zona hambat 2,0 mm. Sedangkan aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada kain yang diwarnai dengan kurkumin dan difiksasi dengan biomordan yaitu sebesar 58,11 ppm
Diversitas Serangga Permukaan Tanah Pada Pertanian Hortikultura Di Kelurahan Maubeli Kecamatan Kota Kefamenanu
Soil insects play an important role in the ecosystem, namely in the process of weathering organic matter and their presence and activities have a positive effect on the physical and chemical properties of the soil. Soil insects will break down organic matter and then release it back into the soil in the form of organic matter which is available to green plants and can be an indicator of soil fertility. This study aims to determine the diversity of ground-surface insects in horticultural farming in Maubeli Village, Kota Kefamenanu District, North Central Timor Regency. The research was conducted from January to March 2021. Samples were taken using the Pitfall Trap. Data analysis was carried out using a quantitative method, namely conducting data collection activities, analyzing the data and then identifying it down to the species level. The results showed that there were 633 individual insects belonging to 7 genera, 6 families and 4 orders. The entire insect order found was Hymenoptera, Coleoptera, Orthoptera, and Blattaria. The highest insect diversity was found at night, namely at station I with a Diversity Index value (H') = 5.7204 and at station II with a Diversity Index value (H') = 5.5555. While the Diversity Index value is highest during the day, namely at station II with the Diversity Index (H') = 3.0852.Serangga tanah berperan penting dalam ekosistem yaitu dalam proses pelapukan bahan organik dan keberadaan serta aktivitasnya berpengaruh positif terhadap sifat kimia fisik tanah. Serangga tanah akan merombak bahan organik kemudian melepaskan kembali ke tanah dalam bentuk bahan organik yang tersedia bagi tumbuh-tumbuhan hijau dan dapat sebagai indikator terhadap kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas serangga permukaan tanah pada pertanian hortikultura di Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari - Maret 2021. Sampel diambil menggunakan Pitfall Trap. Analisa data dilakukan dengan metode kuanitatif yaitu mengadakan kegiatan pengumpulan data, menganalisis data dan kemudian diidentifikasi sampai ke tingkat Spesies. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 633 individu serangga yang termasuk ke dalam 7 genus, 6 famili dan 4 ordo. Keseluruhan Ordo serangga yang ditemukan adalah Hymenoptera, Coleoptera, Orthoptera, dan Blattaria. Diversitas serangga tertinggi ditemukan pada malam hari yaitu pada stasiun I dengan nilai Indeks Diversitas (H') = 5,7204 dan pada stasiun II dengan nilai Indeks Diversitas (H') = 5,5555. Sedangkan nilai Indeks Diversitas paling tinggi di siang hari yaitu pada stasiun II dengan Indeks Diversitas (H') = 3,0852
Efek Pengasapan Menggunakan Bahan Nabati terhadap Viabilitas dan Pertumbuhan Awal Benih Jagung (Zea Mays L) Lokal Timor
Corn is a food that is easily accepted, people, because it is a tradisional food in NTT and also as a staple food. Thys study aimed to determine the germination and early growth of local Timor cornseeds that were smoked using vegetable materials. This research was carried out in December 2021 at the Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Timor, Kefamenanu. This research uses Completely Randomized Design (CRD) single factor : smoking from vegetable ingredients Kusambi (Ku), krinyu leaf (Kr), Gringsingan (Gr) the results of this study show the highest value namely the parameter germination capacity (96,67%), maximum growt potential (86,36%), growt speed (15,94%), vigor index (10,67%), and dry weight of sprouts were normal (8,29 gram). Initial growth parameters with the value height (39,13cm), number of leaves (4), stem diameter (0,55 mm).Jagung merupakan bahan pangan yang mudah diterima masyarakat, karena merupakan pangan tradisional di NTT dan juga sebagai bahan makanan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya kecambah dan pertumbuhan awal benih jagung lokal Timor hasil pengasapan menggunakan bahan nabati. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2021 di Laboratorium Fakultas Pertanian, Universitas Timor, Kefamenanu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktok tunggal : pengasapan dari jenis bahan nabati Daun Kusambi (Ku), Daun Krinyu (Kr), Daun Gringsingan (Gr). Hasil penelitian menunjukan nilai tertinggi yaitu pada parameter Daya Berkecambah (98,67%), Potensi Tumbuh Maksimum (86,36%), Kecepatan Tumbuh (15,94%/etmal), Indeks Vigor (10,67%) dan Berat kering kecambah normal (8,29 gram). Parameter pertumbuhan awal dengan nilai tinggi tanaman (39,13 cm), jumlah daun 4 (helai), diameter batang (0,5 mm)
Analisis Fitokimia Ekstrak Pelarut Kulit Akar Tumbuhan “At Anonse†(Annona reticulata L.)
Medicinal plants are plants that can be used as medicine or medicinal ingredients to treat various diseases. One of the plants used as a medicinal plant is Annona reticulata L. This study aims to determine the content of secondary metabolites in the solvent extract of the root bark of the plant “At Anonse†(Annona reticulata L.). The stages of this research were sample preparation, extraction, and phytochemical analysis. Extraction was carried out by maceration using n-hexane, ethyl acetate, and methanol as solvents. Phytochemical analysis was carried out qualitatively based on changes in color, precipitate and foam. The results of the phytochemical analysis test showed that the groups of compounds contained in the root bark of the plant “At Anonse†were triterpenoids, tannins, flavonoids, phenolics, alkaloids and saponins.Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat atau bahan obat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai tumbuhan obat adalah Annona reticulata L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak pelarut kulit akar tumbuhan “At Anonse†(Annona reticulata L.). Tahapan penelitian ini yakni preparasi sampel, ekstraksi dan analisis fitokimia. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan metanol. Analisis fitokimia dillakukan secara kualitatif berdasarkan adanya perubahan warna, endapan dan busa. Hasil uji analisis fitokimia menunjukkan golongan senyawa yang terkandung dalam kulit akar tumbuhan “At Anonse†adalah golongan triterpenoid, tannin, flavonoid, fenolik, alkaloid dan saponin
Pemanfaatan Tanaman Lokal Biji Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Biokoagulan pada Proses Penjernihan Mata Air di Desa Maurisu Kabupaten Timor Tengah Utara
This study aims to determine the activity and ability of Moringa oleifera seeds as biocoagulants in reduncing the levels of each water parameters in the drinking water purification process and to determine the optimum concentration od effective biocoagulants to reduce each water parameters in drinking water purification. This research was conducted in the Laboratory of F aperta University Timor Kefamenanu, then further analyzed at the UPTD Health Laboratory of North Central Timor and UPTD Environment Services of Kupang. This study uses coagulation and flocculation methods with 1 treatment and 3 variations in concentration, namely 25 mg/L, 50 mg/L and 100 mg/L. The research material used was Moringa oleifera seed powder and the sample used was water from river springs. Tested parameters, physical parameters include turbidity, pH, temperature, total dissolved solids, total suspended solids. Chemical parameters include hardness, nitrate, nitrite, chlorine and parameters include E.coli and Coliform. The result showed that there was a decrease in each water parameters when Moringa oleifera seed powder was added to the watter sample. The highest percentage value of each water parameter is a decrease of turbidity 70,70%, pH 5,19%, temperatur 3,75%, hardness 37,50%, total dissolved solids 88,40%, total suspended solids 88,40%, chlorine 28%, nitrate 87,27%, nitrite 95%, E.coli 97,99% and Coliform 76,92%. Based on the results and discussion of this study, it can be concluded that biokoagulants of Moringa oleifera seed powder effective in reducing levels of parameters contained in water, both physical parameters, chemical parameter and biological parametersPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan konsentrasi optimum biji kelor sebagai biokoagulan pada proses penjernihan mata air Desa Maurisu. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Timor Kefamenanu, kemudian dianalisis lebih lanjut di UPTD Laboratorium Kesehatan Timor Tengah Utara dan UPTD Dinas Lingkungan Hidup Kupang. Penelitian ini menggunakan metode koagulasi dan flokulasi dengan 1 perlakuan dan 3 variasi konsentrasi yaitu 25 mg/L, 50 mg/L dan 100 mg/L. Bahan penelitian yang digunakan adalah serbuk biji kelor dan sampel yang digunakan adalah air yang berasal dari mata air sungai. Parameter yang diuji berupa, parameter fisika meliputi Kekeruhan, pH, suhu, total disolve solid (TDS), total suspended solid (TSS). Parameter kimia meliputi kesadahan, nitrat, nitrit, klorin dan parameter biologi meliputi E.coli. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penurunan pada setiap parameter air ketika ditambahkan serbuk biji kelor kedalam sampel air. Konsentrasi biokoagulan serbuk biji kelor 25 mg/l efektif untuk menurunkan TDS dengan persen penyisihan 99,32%, konsentrasi biokoagulan serbuk biji kelor 50 mg/L efektif untuk menurunkan kekeruhan dengan persen penyisihan 70,70%, pH dengan persen penyisihan 5,19%, suhu dengan persen penyisihan 3,75%, TSS dengan persen penyisihan 42,93%, nitrit dengan persen penyisihan 95%, sedangkan konsentrasi serbuk biji kelor 100 mg/L efektif untuk menurunkan kesadahan dengan persen penyisihan 37,50%, klorin dengan persen penyisihan 28%, nitrat dengan persen penyisihan 87,27%, dan E.coli dengan persen penyisihan 99,63%
Peningkatan Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy dengan AB Mix dan Zat Pengatur Tumbuh pada Hidroponik Sistem Sumbu
The purpose of this study was to determine how to increase the production of mustard pakchoy on the provision of AB mix nutrition and growth regulators in the hydroponic system of the axis. This study was conducted from January to March 2022. This study used a factorial randomized block design (RAK), namely the first factor was the dose of AB mix nutrition which consisted of three levels, namely 25%; 50%; 75% and 100%. The second factor is the concentration of growth regulators consisting of three levels, namely 1cc, 2cc and 3cc. The total treatment combination resulted in 12 treatment combinations. Each treatment was repeated 3 times to produce 36 experimental units. Observation variables include plant height, stem diameter, number of leaves, wet weight and dry weight of the plant. The results showed that there was a significant interaction on the observed variables of wet weight, dry weight and number of leaves at the age of observation 7 and 21 days after planting and stem diameter at the age of 7 days after planting. The observation of plant height did not provide a significant interaction but each treatment gave a significant response at the age of 21 and 35 days after planting. The dose of ZPT 2cc gave the highest value for the variable plant height at the age of observation 21 and 35 days after planting.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peningkatan produksi tanaman Sawi Pakchoy pada pemberian nutrisi AB mix dan Zat Pengatur tumbuh pada hidroponik sistem sumbuh. Penelitian ini dilakukan pada Januari sampai Maret 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial yaitu faktor pertama dosis pemberian konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh yang terdiri dari tiga taraf yaitu 1cc, 2 cc dan 3 cc. Faktor kedua adalah pemberian nutrisi AB mix yang terdiri dari empat taraf konsentrasi yaitu 25 %; 50 %; 75 % dan 100 %. Total kombinasi perlakuan menghasilkan 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 36 satuan percobaan. Variabel pengamatan diantaranya ialah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata pada variabel pengamatan bobot basah, bobot kering dan jumlah daun pada umur pengamtan 7 dan 21 hst serta pada diameter batang pada umur 7 hst. Pada pengamatan tinggi tanaman tidak memberikan interaksi yang nyata namun masing-masing perlakuan memberikan respon yang nyata pada umur 21 dan 35 hst. Pada pemberian dosis ZPT 2 cc memberikan nilai tertinggi pada variabel tinggi tanaman pada umur pengamatan 21 dan 35 hst
Faktor Yang Mempengaruhi Diversifikasi Mata Pencaharian Rumah Tangga Petani Kopi Arabika Di Kecamatan Lintong Nihuta, Provinsi Sumatera Utara
Petani kopi arabika di Kecamatan Lintong Nihuta seharusnya sejahtera karena menghasilkan salah satu kopi yang terkenal di Sumatera Utara. Faktanya pendapatan petani kopi arabika rendah. Kejadian pandemi Covid 19 membuat tekanan ekonomi yang lebih berat pada petani kopi arabika. Setiap rumah tangga petani pasti memiliki strategi untuk menghadapi tekanan ekonomi. Rumah tangga petani kopi arabika kemungkinan melakukan diversifikasi mata pencaharian pada masa pandemi Covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sumber mata pencaharian, mengukur tingkat diversifikasi dan faktor yang mempengaruhi diversifikasi mata pencaharian rumah tangga petani kopi arabika. Hasil penelitian menunjukkan mata pencaharian rumah tangga petani kopi arabika bersumber dari kegiatan pertanian, non pertanian, dan luar pertanian. Berdasarkan indeks diversifikasi, kajian kami menemukan diversifikasi mata pencaharian tingkat menengah yang dilakukan oleh rumah tangga petani. Berdasarkan model regresi tobit, rumah tangga petani kopi arabika yang memiliki jumlah anggota keluarga relatif banyak berpotensi meningkatkan diversifikasi mata pencaharian, sedangkan rumah tangga petani yang memiliki pendidikan yang tinggi, pengalaman bertani yang relatif lama, dan jarak ke pasar yang relatif jauh berpotensi menurunkan diversifikasi mata pencaharian
Penggunaan Minyak Biji Feun Kase (Thevetia Peruviana) Sebagai Inhibitor Korosi Logam Seng Dalam Media Asam
Research on using Feun Kase (Thevetia Peruviana) seed oil as a corrosion inhibitor for zinc metal has been done. This study aims to determine the optimum conditions of immersion time, inhibitor concentration, and temperature in the corrosion inhibition process. Fun Kase seed oil was obtained by maceration extraction for five days using methanol solvent. The inhibition test using the weight reduction method was carried out with variations in immersion time, inhibitor concentration, and temperature to determine the inhibition efficiency and corrosion rate per year in the corrosion test process. From the research results, the optimum immersion time and inhibitor concentration were obtained at 3 hours of immersion time, and a concentration of 1000 ppm with an inhibition efficiency of 43.16% and a corrosion rate of 13.48 mph, and the optimum temperature was obtained at 30ºC with an inhibition efficiency value of 21.33 %
Pemetaan Hasil Prediksi Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pendekatan Spasial Panel Dinamis
The Province of East Nusa Tenggara (NTT) is categorized as a lagging region based on the value of Gross Regional Domestic Product (GRDP) and belongs to the lowest group at the national level. This underdevelopment has become a special concern for the government in every work program. This condition is an appropriate reference for periodic analysis in a certain time series. The analysis is carried out in various aspects that are dynamic by paying attention to spatial conditions, because each region has different characteristics. One of the main concerns is the value of GRDP, which is a measure of the welfare of a region. The estimation of the regency / city GRDP value model in NTT Province has been carried out, so the existing model is then used for prediction analysis based on updated real time data which is then mapped to see the distribution of GRDP values as a description of actual conditions. The prediction process is carried out using a method that is able to accommodate the characteristics of spatial data and a combination of time series and cross section data, so the appropriate method is dynamic panel spatial. The prediction results obtained the accuracy value of the Mean Absolute Percentage Error (MAPE) criterion of 7.47%, which means less than 20%, so it can be concluded that the dynamic panel spatial models is the right method to be used to forecasting the value of district/city GRDP in NTT Province for the next period of time. The prediction results obtained by the distribution of GRDP values are divided into four categories, namely low, medium, high and very high, which are marked by different colors on the mapping.Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam kategori daerah tertinggal berdasarkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan tergolong dalam kelompok terendah pada tingkatan nasional. Ketertinggalan ini menjadi perhatian khusus pemerintah dalam setiap program kerja. Kondisi ini menjadi acuan yang tepat untuk dilakukan analisis secara berkala dalam runtun waktu tertentu. Analisis dilakukan diberbagai aspek yang bersifat dinamis dengan memperhatikan kondisi spasial, dikarena setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Salah satunya yang menjadi perhatian utama adalah Nilai PDRB yang merupakan ukuran kesejahtraan suatu daerah. Estimasi model nilai PDRB kabupaten/kota di Provinsi NTT telah dilakukan, maka dari model yang sudah ada selanjutnya dipergunakan untuk analisis prediksi berdasarkan data real time terupdate yang kemudian dipetakan untuk melihat sebaran nilai PDRB sebagai gambaran kondisi aktual. Proses prediksi dilakukan dengan menggunakan metode yang mampu mengakomodir karakteristik data spasial serta gabungan data time series dan cross section, sehingga metode yang tepat adalah spasial panel dinamis. Hasil prediksi diperoleh nilai ketepatan kriteria Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 7,47% yang artinya kurang dari 20% sehingga dapat disimpulkan metode spasial panel dinamis merupakan metode yang tepat untuk digunakan memprediksi nilai PDRB kabupaten/kota di Provinsi NTT untuk periode waktu kedepan. Hasil prediksi diperoleh sebaran nilai PDRB dibagi menjadi empat kategori yaitu rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi yang ditandai dengan perbedaan warna pada pemetaan