Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
    604 research outputs found

    Pengembangan Sistem Informasi Pengolahahan Data Guru dan Pegawai pada SMA Negeri 1 Tasifeto Barat Berbasis Website

    Full text link
    Being a formal education institution, a school must have information to be shared to public. Such information could be new school year students enrollment, general situation of the school, school activities, students, teachers and  administration staff's personal data. Up to this moment, school information is still conventionally publicly announced, both from mouth to mouth and by writing it on an announcement board.  Such condition will positively impact in the delay of the information being shared.  This situation still exists at West Tasifeto State Senior High School One which is considered one of the best schools located on the border of  Indonesia – Timor Leste. Apart from the information sharing mentioned above, teachers and administration staff data processing is still manually handled by means of typing it on paper which mostly have bad effects on finding whenever needed. In this research, we developed an information system to share information and the data processing of teachers and administration staff in the form of website, to ease school data management. We believe that the existence of such media is able to process teachers and administration staff data, teachers attendance list management, school scheduling, and other school information. A Prototype Model is utilized in developing this website. The website-based information system at West Tasifeto State Senior High School One is believed to assist with the school information spreading to public, especially to the remote community,  residing the border of Indonesia and Timor Leste. Anybody seeking the school information just easily logging on to the school Website and they can straightly find it without having to come to school.Sebagai lembaga pendidikan formal sekolah tentunya memiliki banyak infomasi yang akan disampaikan kepada masyarakat umum. Seperti pada saat penerimaan peserta didik baru, keadaan sekolah, kegiatan, sampai dengan data guru, pegawai dan siswa. Sampai saat ini penyebaran informasi sekolah masih disampaikan secara konvensional yakni dari mulut ke mulut atau yang tercantum di papan pengumuman sekolah. Hal ini tentunya menyebabkan informasi yang diterima menjadi sangat lama bahkan menjadi mubazir. Hal ini masih dilakukan oleh SMA Negeri 1 Tasifeto Barat yang merupakan salah satu sekolah unggulan di wilayah perbatasan Indonesia – Timor Leste. Selain masalah penyampaian informasi, satu masalah yang ada di SMA N 1 adalah pengolahan data guru dan pegawai yang masih dilakukan secara manual, yaitu pencatatan atau pengarsipan masih dalam bentuk kertas dan tentunya akan sangat repot ketika terjadi perubahan dari data seorang guru atau pegawai. Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah sistem informasi untuk penyampaikan informasi dan pengolahan data guru dan pegawai dalam bentuk website, sehingga mempermudah dalam pembaharuan data sekolah. Media informasi ini mampu mengelola data induk guru dan pegawai, mengelola presensi guru, mengelola roster mengajar, dan informasi sekolah. Model Prototype digunakan untuk pengembangan website ini. Dengan adanya website sistem informasi SMA Negeri 1 Tasifeto Barat, sangat membantu dalam penyampaian informasi terbaru tentang sekolah kepada masyarakat. Terkhususnya masyarakat yang berada di daerah terpencil di sekitar wilayah perbatasan negeri. Pencari informasi cukup mengunjungi webiste sekolah dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa harus datang ke sekolah

    Analisis Sifat Kimia dan Evaluasi Kesuburan Tanah Pada Lahan Kering Di Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng

    Full text link
    This study aims to determine the status of soil fertility on dry land, soil fertility parameters which are the limiting factors on dry land and make a map of soil fertility status in Eremerasa District, Bantaeng Regency. This research was conducted in Eremerasa Subdistrict, Bantaeng Regency, South Sulawesi and the Laboratory of Soil Science and Environmental Conservation, Faculty of Agriculture, Muslim University of Indonesia, and Soil Laboratory of the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, in February–August 2022. Data from the land use maps, soil type maps, slope maps, and soil fertility maps were collected using the PPT 1995 research technique. The two maps are juxtaposed. The soil response (pH), soil CEC, base saturation, phosphorus content, potassium content, and C-Organic are among the soil characteristics assessed in the laboratory and are all adjusted to the information provided. It is necessary to do a 1995 PPT method soil fertility evaluation. The data were gathered using both primary and secondary sources, and they were then modified to meet the 1995 PPT's recommendations for soil fertility. The results showed that the status of soil fertility in Eremerasa District, Bantaeng Regency was in the status of low to very low criteria. Soil fertility parameters that became obstacles in soil fertility status were cation exchange capacity, base saturation dominated by low criteria, and Phosphorus content which also had criteria. low, C-organic and Potassium with very low criteria and pH dominated by slightly acidic criteria. The research area with low soil fertility status is 2,611.92 ha, while the research area with very low soil fertility status is 72.96 ha.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada lahan kering, parameter kesuburan tanah yang menjadi faktor pembatas pada lahan kering dan membuat peta status kesuburan tanah di Kecamatan Ererasa, Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ererasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dan Laboratorium Ilmu Tanah dan Konservasi Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia dan Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin pada Februari–Agustus 2022. Data dari peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, peta lereng, dan peta kesuburan tanah dikumpulkan dengan menggunakan teknik penelitian Pusat Penelitian Tanah (PPT) 1995. Kedua peta tersebut disandingkan. Respon tanah (pH), Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, kejenuhan basa (KB), kandungan fosfor (P), kandungan kalium (K), dan karbon organic (C-Organik) adalah beberapa karakteristik tanah yang dinilai di laboratorium dan semuanya disesuaikan dengan informasi yang diberikan terkait evaluasi kesuburan tanah metode PPT 1995. Data dikumpulkan menggunakan sumber primer dan sekunder, dan kemudian dimodifikasi untuk memenuhi rekomendasi PPT 1995 untuk kesuburan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah di Kecamatan Ererasa, Kabupaten Bantaeng berada pada status kriteria rendah hingga sangat rendah. Parameter kesuburan tanah yang menjadi kendala status kesuburan tanah adalah KTK, KB yang didominasi kriteria rendah, dan kandungan P yang juga memiliki kriteria rendah, C-organik dan K dengan kriteria sangat rendah dan pH didominasi oleh kriteria sedikit asam. Daerah penelitian dengan status kesuburan tanah rendah adalah 2.611,92 ha, sedangkan daerah penelitian dengan status kesuburan tanah sangat rendah adalah 72,96 ha

    Evaluasi Kinerja Rantai Pasok Petani Berdasarkan Jumlah Komoditas yang Dipasok ke PT SFO Di Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur

    No full text
    The large number of types of products to be shipped will have an impact on handling activities that affect supply chain performance. Post-harvest handling of organic vegetables at the farmer level still encounters many obstacles causing delivery delays. This study aims to describe the results of measuring the performance of the supply chain of organic vegetable farmers based on the number of commodities distributed to the company. The analytical method used is the Supply Chain Operational Reference (SCOR)—selecting respondents by purposive sampling of as many as 16 farmers. The results showed that the supply chain performance of farmers with one commodity required improvement in order fulfilment activities (horns farmers) and supply chain cost management (carrot farmers). Meanwhile, for vegetable farmers with two types of commodities, the performance that still shows low value and needs improvement is on timely order fulfilment activities (spinach & carrot farmers), adjusting products to consumer needs or qualifications (broccoli - horns intercropping farmers and broccoli - carrot intercropping farmers),  as well as using supply chain costs to make it more efficient (all farmers). Furthermore, for vegetable farmers with three and four types of commodities, the performance still shows (low) parity values. It needs to be improved, namely in sending orders on time according to consumer demand (spinach, broccoli, carrots and horns) and in supply chain cost management. Thus the part of the supply chain management that most need improvement is the attribute reliability and Total Supply Chain Management Cost (TSCMC).Banyaknya jenis produk yang hendak didistribusikan akan berdampak pada aktivitas-aktivitas penanganan yang mempengaruhi kinerja rantai pasok. Penanganan pasca panen sayuran organic di tingkat petani masih menemukan banyak kendala sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pengukuran kinerja rantai pasok petani sayuran organic berdasarkan jumlah komoditas yang disalurkan ke perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah Supply Chain Operational Reference (SCOR). Pemilihan responden secara purposive sampling sebanyak 16 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja rantai pasok petani dengan satu komoditas memerlukan perbaikan pada aktivitas pemenuhan pesanan (pada petani horenso) dan pengelolaan biaya rantai pasok (pada petani wortel). Sementara itu pada petani sayur dengan dua jenis komoditas, kinerja yang masih menunjukkan nilai rendah dan membutuhkan perbaikan adalah pada aktivitas pemenuhan pesanan secara tepat waktu (pada petani bayam & wortel), menyesuaikan produk dengan kebutuhan atau kualifikasi konsumen (pada petani tumpangsari brokoli - horenso dan petani tumpangsari brokoli - wortel), serta penggunaan biaya rantai pasok agar lebih efisien (pada semua petani). Selanjutnya pada petani sayur dengan tiga dan empat jenis komoditas, kinerja yang masih menunjukkan nilai parity (rendah) dan perlu diperbaiki yaitu dalam proses pengiriman pesanan agar tepat waktu sesuai permintaan konsumen (bayam, brokoli, wortel, dan horenso), serta pada pengelolaan biaya rantai pasok. Dengan demikian bagian manajemen rantai pasok yang paling membutuhkan perbaikan adalah pada atribut reliability dan Total Supply Chain Management Cost (TSCMC)

    Dampak Sosial dan Ekonomi dari Pengembangan Kawasan Agrowisata: Studi di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga

    Full text link
    Currently, agrotourism is growing rapidly in Central Java, one of which is Serang Village Agrotourism. The development of agrotourism is considered to have an impact on the community, both in terms of the economy and social life. The purpose of this research is to describe the various impact that arise, both from economic and social aspects, from the development of the agrotourism area of Serang Village in Purbalingga Regency. The research method used is a qualitative-descriptive research method, with a case study approach. The data collected included the results of interviews with predetermined informants (purposive sampling) as well as from observation. In addition, data from official websites, news articles, and related institutional documents are also used. The results of this study show that there are positive and negative impacts arising from the development of agrotourism areas in Serang Village, both from economic and social aspects. The positive impact of the development of agrotourism is an increase in income and the development of open and creative mindset in the community. A better understanding of education, a thriving lifestyle, and increased business opportunities have also had a positive impact on society. The negative impacts that arise include the presence of sufficiently increased noise and the emergence of air pollution. Apart from that, there was another negative impact, namely the large amount of land owned by local people was sold to people outside Serang Village.Saat ini, agrowisata berkembang pesat di Jawa Tengah, salah satunya Agrowisata Desa Serang. Pengembangan agrowisata dinilai dapat memberikan dampak pada masyarakatnya, baik dari sisi perekonomian maupun kehidupan sosialnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai dampak yang muncul, baik dari aspek ekonomi maupun aspek sosial, dari pengembangan kawasan agrowisata Desa Serang di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode penelitian kualitatif-deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Data yang dikumpulkan antara lain hasil dari wawancara terhadap informan yang sudah ditentukan sebelumnya (purposive sampling) serta dari observasi. Selain itu, digunakan pula data dari website resmi, artikel berita, serta dokumen lembaga terkait. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat dampak positif serta negatif yang timbul dari pengembangan kawasan agrowisata di Desa Serang, baik dari aspek ekonomi maupun sosial. Dampak positif dari adanya pengembangan agrowisata adalah adanya peningkatan pendapatan serta perkembangan pola pikir masyarakat yang semakin terbuka dan kreatif. Pemahaman pendidikan yang lebih baik, gaya hidup yang berkembang, dan peluang usaha yang meningkat juga menjadi dampak positif di masyarakat. Dampak negatif yang timbul antara lain adanya kebisingan yang cukup meningkat serta mulai timbulnya polusi udara. Selain itu, terdapat dampak negatif lain, yaitu banyaknya lahan yang dimiliki masyarakat lokal dijual ke orang di luar Desa Serang

    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penundaan Proses Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan Cabang Belu Dengan Menggunakan Regresi Linear Berganda

    Full text link
    In serving BPJS Ketenagakerjaan participants who make claims for Old Age Benefits (JHT), delays in the claim process often occur. This is due to the fact that the file for submitting a claim is not complete, the officer is overwhelmed because the accumulation of files is increasing and they have to divide their time to do other tasks outside the office. This study aims to see which variables between data completeness and working hours fullness have a more significant effect on delays in claims for Old Age Security (JHT) at the Belu Branch of the Employment Social Security Administration Agency (BPJSTK) and find out the multiple linear regression model. Based on the results of data processing, it can be concluded that the data completeness variable has a more significant effect than the fullness of working hours on delays in JHT claims. The regression model obtained is Y^ = 144.458 – 118.141 + 66.814 .Dalam melayani peserta BPJS Ketenagakerjaan yang melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sering terjadi penundaan proses klaim. Hal ini diakibatkan karena berkas pengajuan klaim yang diberikan belum lengkap, petugas kewalahan karena penumpukan berkas semakin banyak dan harus membagi waktu untuk melakukan tugas yang lain di luar kantor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat variabel mana antara kelengkapan data dan kepenuhan jam kerja yang lebih berpengaruh signifikan terhadap penundaan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Belu dan mengetahui model regresi linear berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa variabel kelengkapan data lebih berpengaruh signifikan dibandingkan dengan kepenuhan jam kerja terhadap penundaan klaim JHT. Model regresi yang diperoleh yaitu Y^ = 144.458 – 118.141 + 66.814 

    Pengaruh Ketinggian Genangan dan Jenis Pupuk Teh Kompos terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brasicca rapa L.) Secara Hidroponik

    Full text link
    Pakcoy (Brassica rapa L.) is a type of vegetable plant that belongs to the Brassicaceae family. The pakcoy plant originates from China and has been widely cultivated after the 5th century in China. Besides being a natural fertilizer, compost tea can also function as a natural pesticide, because it can restore soil fertility naturally and increase plant resistance to pests and diseases. The application of compost tea in addition to increasing the nutrient content of the soil can also increase the population of beneficial microorganisms to increase soil fertility. Application on leaves, can suppress the development of pathogens that cause leaf diseases. Research has been carried out in the faculty’s garden. Timor University Agriculture, Sasi Village, Kefamenanu City District, TTU Regency. The time needed to complete the research from April to May 2018. The materials to be used in this study are as follows; pakcoy seeds, husk charcoal, dulang, AB MIX nutrition, 8.5 cm diameter bucket, guano fertilizer, talirafia, the tools to be used in the research are as follows; machete, crowbar, scissors, cutter, hammer, nails, saw, ruler, book/pen. This study will use a factorial completely randomized design (CRD) (3 x 3) repeated 3 times. The first factor is the height of the puddle (A) which consists of 3 levels, namely: 3 cm (A1) Gamal tea compost, 6 cm (A2) Guano tea and 9 cm. The second factor is the type of organic liquid fertilizer, namely: AB Mix (J1), guano (J2), and Gamal Leaf Compost (J3). The treatment combinations were A1J1, A2J1, A3J1, A1J2, A2J2, A3J3, A1J3, A2J3, and A3J3. The results showed that there was an interaction of the effect of inundation height and the type of compost tea fertilizer on the parameters of leaf number and leaf area, but there was no interaction on crop yields. The data showed the highest moisture content and neutral soil pH, Husk Hydrogen Potential, highest growth, plant height, number of leaves, fresh weight of the heaviest plant, total fresh weight, fresh weight of husk, obtained from a water height of 3 cm and the addition of guano compost tea.Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) adalah jenis tanaman sayur-sayuran yang termasuk keluarga Brassicaceae. Tumbuhan pakhcoi berasal dari China dan telah dibudidayakan setelah abad ke-5 secara luas di China. Disamping sebagai pupuk alami teh kompos juga dapat berfungsi sebagai pestisida alami, karena mampu mengembalikan kesuburan tanah secara alami serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit. Aplikasi teh kompos selain dapat meningkatkan kandungan nutrisi tanah juga dapat meningkatkan populasi mikroorganisme yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Aplikasi pada daun, dapat menekan perkembangan patogen penyebab penyakit daun. Penelitian telah dilaksanakan dikebun Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU. Waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan penelitian bulan April sampai bulan Mei 2018. Bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut; benih pakcoy, arang sekam, dulang, nutrisi AB MIX, ember berdiameter 8,5 cm, pupuk guano, talirafia, alat yang akan digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut; parang, linggis, gunting, cutter, palu, paku, gergaji, penggaris, buku/bulpen. Penelitian ini akan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial (3 x 3) diulang 3 kali. Faktor pertama adalah tinggi genangan air (A) yang terdiri dari 3 aras, yaitu: 3 cm (A1) kompos teh gamal, 6 cm (A2) Teh guano dan 9 cm. Faktor kedua adalah jenis pupuk cair organik, yaitu: AB Mix (J1), guano (J2), dan kompos daun gamal (J3). Kombinasi perlakuannya adalah A1J1, A2J1, A3J1, A1J2, A2J2, A3J3, A1J3, A2J3, dan A3J3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi pengaruh ketinggian genangan dan jenis pupuk teh kompos terhadap parameter jumlah daun dan luas daun, namun tidak terjadi interaksi pada hasil tanaman. Data menunjukan kadar lengas tertinggi dan pH tanah netral, Potensi Hidrogen Sekam, pertumbuhan tertinggi, Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Berat Segar tanaman terberat, berat segar total, Berat segar berangkasan, diperoleh dari ketinggian air 3 cm dan pemberian jenis teh kompos guano

    Pengaruh Media Tanam terhadap Laju Pertumbuhan Bibit Kopi (Coffea sp)

    No full text
    Coffee is a superior commodity that has a high selling value. Good coffee seedlings can produce high quality coffee. The use of planting media in coffee seedling is expected to have a positive impact on coffee growth. This research used a completely randomized design (CRD) with a single factor pattern consisting of 4 treatments, each treatment repeated 3 times. The media used are soil as control media (T0) = (100%), soil and sand (T1) in a ratio of (1:1), soil, sand, compost (T2) in a ratio of (1:1:1), soil, biocar compost sand (T3) in the ratio (1:1:1). here were 4 treatment combinations and were repeated 3 times so that there were 12 experimental units. The results of the research showed that (i) The treatment of soil: sand: biochar compost had a significant effect on the growth of coffee plants. This can be seen from the real influence on the parameters of number of leaves and stem diameter. (ii) Soil planting media treatment: sand: biochar compost is the best planting media treatment in increasing the growth of coffee plants. This can be seen from the highest values in the parameters of plant height, number of leaves, and stem diameter. The treatment of soil: sand: biochar compost had a significant effect on the growth of the number of leaves and stem diameter.Kopi merupakan komoditi unggulan yang memiliki nilai jual yang tinggi. pembibitan kopi yang baik dapat menghasilkan kopi yang berkualitas tinggi. Penggunaan media tanam dalam pembibitan kopi diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan kopi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Media yang digunakan yaitu Tanah sebagai media control (T0) = (100%), tanah dan pasir (T1) dengan perbandingan (1:1), tanah, pasir, kompos (T2) dengan perbandingan (1:1:1),, tanah, pasir kompos biocar (T3) dengan perbandingan (1:1:1). yang terdapat 4 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (i) Perlakuan media tanam tanah : pasir : kompos biochar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kopi. Hal ini terlihat dengan adanya pengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, diameter batang. (ii) Perlakuan media tanam tanah : pasir : kompos biochar merupakan perlakuan media tanam terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kopi. Hal ini terlihat nilai tertinggi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang Perlakuan media tanam tanah : pasir : kompos biochar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun dan diameter batang

    Pengaruh Konsentrasi Auksin pada Pertumbuhan Bibit Vanili (Vanilla planifolia A.)

    Full text link
    Indonesia is one of the world's most enormous vanilla (Vanilla planifolia A.) producing countries. Propagation of vanilla plants by vegetative means using cuttings consisting of 1-3 segments, each node of vanilla has the potential to remove roots and shoots so that with this potential, it is possible for vanilla to be propagated by cuttings. Still, the growing ability is meagre, so special treatment is needed by giving plant growth regulators (PGR). Information regarding using NAA on the growth of vanilla cuttings has not been found. Therefore, this study was conducted to obtain the best NAA concentration for the growth of vanilla seedlings. This research was carried out from July - November 2021 in the experimental garden of the Politeknik Negeri Lampung. The method used was a single factor Randomized Block Design (RBD) with five treatments and five replications, so there were 25 experimental units. The treatment consisted of five levels, namely 0 ppm (R0), 100 ppm (R1), 200 ppm (R2), 300 ppm (R3), and 400 ppm (R4). The data was analysed using the F test. If there is a difference, proceed with the HSD test at the 5% level. The results showed that the 200 ppm (R2) NAA concentration gave the highest average value for several variables, namely, shoot height (16.86 cm), number of leaves (4.68), number of internodes (4.84), and root length (57.05 cm) at the age of 30 DAP to 120 DAP.Indonesia merupakan salah satu negara penghasil vanili (Vanilla planifolia A.) terbesar di dunia. Perbanyakan tanaman vanili dengan cara vegetatif yang menggunakan bahan setek yang terdiri dari 1-3 ruas, setiap buku dari vanili mempunyai potensi mengeluarkan akar dan tunas sehingga dengan potensi tersebut memunginkan vanili dapat diperbanyak dengen setek, namun kemampuan untuk tumbuh sangat rendah, maka diperlukan perlakuan khusus dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT). Informasi mengenai peranan penggunaan ZPT NAA pada pertumbuhan setek tanaman vanili belum banyak ditemui. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan konsentrasi NAA terbaik pada pertumbuhan bibit vanili. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari Juli - November 2021 di kebun percobaan Politeknik Negeri Lampung. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan lima perlakuan dan lima ulangan, sehingga terdapat 25 satuan percobaan. Perlakuan terdiri atas lima taraf, yaitu 0 ppm (R0), 100 ppm (R1), 200 ppm (R2), 300 ppm (R3), dan 400 ppm (R4). Analisis data penelitian menggunakan uji F, jika terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi NAA 200 ppm (R2) memberikan nilai rerata tertinggi pada beberapa variabel yaitu tinggi tunas (16,86 cm), jumlah daun (4,68 helai), jumlah ruas (4,84), dan panjang akar (57.05 cm) pada umur 30 HST sampai dengan 120 HST

    Orientasi Kewirausahaan dan Pasar Serta Efeknya terhadap Kinerja Bisnis (Studi Kasus Pada Pelaku UMKM Olahan Pangan di Kabupaten Bone Bolango)

    Full text link
    This research is expected to be able to determine the impact of entrepreneurial orientation and market orientation on business performance (Case Study on food processing MSME actors in Bone Bolango Regency) to a certain extent and at the same time. The data in this study were collected based on opinion polls or questionnaires. The number of respondents was 43 people.The research data was analyzed using multiple quantitative inferential regression.The results showed that (1) Enterprising direction significantly influences business implementation in food processing MSME actors in Bone Bolango Regency with a partial determination coefficient value of 22,30 %, (2) Market Orientation has an effect positive and significant impact on business implementation in food processing SMEs in Bone Bolango Regency with a partial determination coefficient of 35,10 % (3) Enterprising market and market orientation together have a positive and significant influence on business performance s in food processing SMEs in Bone Bolango Regency. The coefficient of determination is 57,40 % and the difference is 42,60 % which can be explained by other factors not analyzed in this review, such as management skills, business strategy, social capital, local wisdom and marketing mix effectiveness.Penelitian ini diharapkan dapat menentukan dampak orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar terhadap kinerja bisnis (Studi Kasus pada Pelaku UMKM olahan pangan di Kabupaten Bone Bolango) sampai batas tertentu dan pada waktu yang bersamaan. data dalam penelitian ini dikumpulkan berdasarkan jejak pendapat atau angket. Dengan banyaknya responden adalah 43 orang. Data penelitian dianalisis dengan inferensial kuantitatif regresi berganda. Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Enterprising direction secara signifikan mempengaruhi pelaksanaan bisnis pada Pelaku UMKM olahan pangan di Kabupaten Bone Bolango dengan nilai koefisien Determinasi parsial adalah 22,30%. (2) Market Orientation berpengaruh positif dan signifikan terhadap pelaksanaan bisnis pada Pelaku UMKM olahan pangan di Kabupaten Bone Bolango dengan nilai koefisien determinasi parsial sebesar 35,10%. (3) Enterprising market and market orientation secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis pada Pelaku UMKM olahan pangan di Kabupaten Bone Bolango. Nilai koefisien determinasi 57,40% dan selisih sebesar 42,60% dapat dijelaskan oleh oleh faktor-faktor lain yang tidak dianalisis dalam ulasan ini, seperti seperti kualitas produk, promosi yang agresif, pengembangan kapasitas pelaku UMKM, komitmen pelaku UMKM dan kerja sama pelaku UMKM

    Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Podsolik Merah Kuning dengan Pemberian Kompos serta Pengaruhnya terhadap Produksi Tanaman Caisim (Brassica juncea L.)

    Full text link
    The main problem faced in the utilization of Red Yellow Podsolic soil (RYP) is the low nutrient content and poor physical and chemical properties of the soil. Problems with the chemical properties of RYP soil include acidic soil pH, low organic C content, low available P, low CEC and low interchangeable bases (K, Ca, Mg, Na). This study aims to improve some of the chemical properties of PMK soil with the application of compost as an ameliorant and its effect on the growth and yield of caisim (Brassica juncea L.) as an indicator plant. The study used a single factor Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments consisting of no compost (K0), compost 5 tons/ha (K5), compost 10 tons/ha (K10), compost 15 tons/ha (K15) and compost 20 tons/ha (K20). The results showed that the application of compost at a dose of 20 tons/ha (K20) was able to increase the pH, C-Organic, CEC, available of P and exch-Ca, exch-Mg, exch-K and exch-Na of RYP soil and increase the production of caisim.asalah utama yang dihadapi dalam pemanfaatan tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) adalah rendahnya kandungan hara serta buruknya sifat fisika dan kimia tanahanya. Sifat kimia tanah PMK yang bermasalah diantaranya yaitu pH tanah masam, kandungan C-organik rendah, P tersedia rendah, KTK dan basa-basa dapat dipertukarkan (K, Ca, Mg, Na) yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki beberapa sifat kimia tanah PMK dengan aplikasi kompos sebagai bahan amelioran serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim (Brassica juncea L.) sebagai tanaman indikator. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 perlakuan yang terdiri dari tanpa kompos (K0), kompos 5 ton/ha (K5), kompos 10 ton/ha (K10), kompos 15 ton/ha (K15) dan kompos 20 ton/ha (K20). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos dengan dosis 20 ton/ha (K20) mampu memperbaiki pH, C-Organik, KTK, P-tersedia dan Cadd, Mgdd, Kdd dan Nadd tanah PMK serta meningkatkan produksi tanaman caisim

    564

    full texts

    604

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇