Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Pengaruh Dosis Pupuk Mitra Flora dan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)
This study aims to determine the effect of liquid fertilizer Mitra Flora and moringa leaf extract on the growth and yield of mustard and to know the dose of liquid fertilizer Mitra Flora and moringa leaf extract that is appropriate for the growth and yield of mustard greens. The design used was factorial randomized block design with 3 replications. The first factor is Mitra Flora fertilizer dosage consists of three levels ie without liquid fertilizer Mitra Flora, 60 ml/plant, 120 ml/plant. The second factor is Moringa leaf extract consists of three levels, without extract of Moringa leaves, 75 ml/plant, 150 ml/plant. The result showed that there was no influence of interaction between Mitra Flora fertilizer and moringa leaf extract on all parameters observed, as well as the main influence of each factor of treatment either Mitra Flora fertilizer dosage or moringa leaf extract also did not occur on all parameters observed. Fertilizer dosage of Mitra Flora 60 ml per plant is the optimum dosage that gives the yield of mustard weighs 149.1 g per plant. The dose of moringa leaf extract of 150 ml per plant gives the best weave yield weighing 153 g per plant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk cair Mitra Flora dan ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan dan hasil sawi serta mengetahui dosis pupuk cair Mitra Flora dan ekstrak daun kelor yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil sawi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk Mitra Flora terdiri dari tiga aras yaitu tanpa pupuk cair Mitra Flora, 60 ml/tanaman, 120 ml/tanaman. Faktor kedua adalah ekstrak daun kelor terdiri dari tiga aras yaitu tanpa ekstrak daun kelor, 75 ml/tanaman, 150 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi pengaruh interaksi antara pupuk Mitra Flora dan ekstrak daun kelor terhadap semua parameter yang diamati, demikian juga pengaruh utama masing-masing faktor perlakuan baik dosis pupuk Mitra Flora maupun ekstrak daun kelor juga tidak terjadi terhadap semua parameter yang diamati. Dosis pupuk Mitra Flora 60 ml per tanaman merupakan dosis yang optimum yang memberikan hasil sawi seberat 149,1 g per tanaman. Dosis ektrak daun kelor 150 ml per tanaman memberikan hasil sawi terbaik seberat 153 g per tanaman. 
Pengaruh Pemberian Arang Sekam Padi dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopercicom esculentum Mill)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian arang sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang optimal serta memperoleh frekuensi penyiraman dalam memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Percobaan lapangan dilakukan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor pada bulan Agustus sampai Oktober 2015, mengunakan rancangan petak berjalur (strip plot design). Faktor pertama adalah takaran arang sekam, terdiri dari 3 level yaitu tanpa arang sekam padi, 0,5 kg/lubang dan 1 kg/lubang. Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman yang terdiri dari 3 level, yakni 1 hari sekali (pada sore hari), 3 hari sekali (pada sore hari) dan 5 hari sekali (pada sore hari). Parameter yang diamati meliputi: suhu tanah, kadar lengas tanah, tinggi tanaman, diameter batang,diameter buah, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat segar berangkasan, berat kering berangkasan dan indeks panen. Data dianalisis menggunakan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran arang sekam padi 0,5 kg memberikan hasil total panen per tanaman tertinggi yakni 646g (1,9 t/ha). Frekuensi penyiraman tiga hari sekali dengan taraf air selama 90 hari adalah 120 liter/tanaman memberikan hasil total panen per tanaman tertinggi yakni 705,7g (2,075 t/ha). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian arang sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang optimal serta memperoleh frekuensi penyiraman dalam memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Percobaan lapangan dilakukan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor pada bulan Agustus sampai Oktober 2015, mengunakan rancangan petak berjalur (strip plot design). Faktor pertama adalah takaran arang sekam, terdiri dari 3 level yaitu tanpa arang sekam padi, 0,5 kg/lubang dan 1 kg/lubang. Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman yang terdiri dari 3 level, yakni 1 hari sekali (pada sore hari), 3 hari sekali (pada sore hari) dan 5 hari sekali (pada sore hari). Parameter yang diamati meliputi: suhu tanah, kadar lengas tanah, tinggi tanaman, diameter batang,diameter buah, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat segar berangkasan, berat kering berangkasan dan indeks panen. Data dianalisis menggunakan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran arang sekam padi 0,5 kg memberikan hasil total panen per tanaman tertinggi yakni 646g (1,9 t/ha). Frekuensi penyiraman tiga hari sekali dengan taraf air selama 90 hari adalah 120 liter/tanaman memberikan hasil total panen per tanaman tertinggi yakni 705,7g (2,075 t/ha). 
Pengaruh Biochar Sekam Padi yang Diperkaya Hara dan Ketebalan Mulsa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Darat (Lactuca sativa L.)
Sebuah percobaan pot telah dilakukan untuk menguji efek biochar sekam padi yang diperkaya hara dan ketebalan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa, L.) varietas Grand Rapids. Biochar sekam padi yang diperkaya (direndam dalam pupuk organik cair) diaplikasikan dalam 3 aras yakni 0, 2,4 dan 0,4% dikombinasikan dengan mulsa alang-alang 0, 2 dan 4 cm. Biochar dicampur merata dengan tanah Vertisol dimasukan ke dalam pot-pot percobaan, disusun dalam sebuah rancangan acak lengkap faktorial dengan 3 ulangan, diinkubasikan pada kadar lengas 70% selama 2 minggu dan ditanami bibit selada, dipelihara dan diamati hingga pertumbuhan vegatatif maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar sekam padi dan mulsa berinteraksi positif (P≤0.01) dalam pengaruhi pertumbuhan selada (tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tajuk, dan berat segar tanaman) dan meningkat hasil 3-7 kali lipat dibandingkan dengan kontrol. Hasil tertinggi (berat segar tajuk) sebesar 37,2 g/tanaman diperoleh dari kombinasi biochar sekam padi 2% dan mulsa 2 cm. Sebuah percobaan pot telah dilakukan untuk menguji efek biochar sekam padi yang diperkaya hara dan ketebalan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa, L.) varietas Grand Rapids. Biochar sekam padi yang diperkaya (direndam dalam pupuk organik cair) diaplikasikan dalam 3 aras yakni 0, 2,4 dan 0,4% dikombinasikan dengan mulsa alang-alang 0, 2 dan 4 cm. Biochar dicampur merata dengan tanah Vertisol dimasukan ke dalam pot-pot percobaan, disusun dalam sebuah rancangan acak lengkap faktorial dengan 3 ulangan, diinkubasikan pada kadar lengas 70% selama 2 minggu dan ditanami bibit selada, dipelihara dan diamati hingga pertumbuhan vegatatif maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar sekam padi dan mulsa berinteraksi positif (P≤0.01) dalam pengaruhi pertumbuhan selada (tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tajuk, dan berat segar tanaman) dan meningkat hasil 3-7 kali lipat dibandingkan dengan kontrol. Hasil tertinggi (berat segar tajuk) sebesar 37,2 g/tanaman diperoleh dari kombinasi biochar sekam padi 2% dan mulsa 2 cm. 
Analisis Finansial Usaha Abon Ikan pada Kelompok Pengolahan Ikan Pantura di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Abon ikan dengan menggunakan NPV, IRR, Net B/C, ROI, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok pengolahan ikan Pantura merupakan salah satu kelompok yang dibentuk pada tahun 2012 yang terletak di Kelurahan Humusu C Kecamatan Insana Utara. Kelompok ini terkenal dengan ciri khas usahanya berbahan baku ikan yakni Abon Ikan. Kelompok Pengolahan ikan Pantura menjadi wadah berkumpulnya beberapa Ibu Rumah Tangga yang berusaha untuk membantu dan menambah pendapatan yang belum maksimal memenuhi dan membiayai kebutuhan dalam rumah tangga mereka sehingga 100 % tenaga kerja berasal dari dalam kelompok. Pada tingkat suku bunga 12% usaha Abon ikan Pantura merk Anggrek layak untuk dikembangkan dengan nilai NPV Rp. 3.700.383; IRR 29,61% (lebih besar dari nilai suku bunga pinjaman yang digunakan 12 %); Net B/C 1,02; ROI 20,79% dan nilai Break Event Point (BEP) sebesar 435 unit/tahun atau usaha abon ikan di Kelurahan Humusu C akan mencapai titik impas jika mereka memproduksi abon ikan sebanyak 435 unit per tahun, dan sampai saat ini produksi abon ikan dari pusat usaha abon ikan di Kelurahan Humusu C rata-rata bisa mencapai produksi 480 unit per tahun. Hal ini menandakan bahwa usaha abon ikan ini bisa dikembangkan karena memberikan keuntungan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Abon ikan dengan menggunakan NPV, IRR, Net B/C, ROI, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok pengolahan ikan Pantura merupakan salah satu kelompok yang dibentuk pada tahun 2012 yang terletak di Kelurahan Humusu C Kecamatan Insana Utara. Kelompok ini terkenal dengan ciri khas usahanya berbahan baku ikan yakni Abon Ikan. Kelompok Pengolahan ikan Pantura menjadi wadah berkumpulnya beberapa Ibu Rumah Tangga yang berusaha untuk membantu dan menambah pendapatan yang belum maksimal memenuhi dan membiayai kebutuhan dalam rumah tangga mereka sehingga 100 % tenaga kerja berasal dari dalam kelompok. Pada tingkat suku bunga 12% usaha Abon ikan Pantura merk Anggrek layak untuk dikembangkan dengan nilai NPV Rp. 3.700.383; IRR 29,61% (lebih besar dari nilai suku bunga pinjaman yang digunakan 12 %); Net B/C 1,02; ROI 20,79% dan nilai Break Event Point (BEP) sebesar 435 unit/tahun atau usaha abon ikan di Kelurahan Humusu C akan mencapai titik impas jika mereka memproduksi abon ikan sebanyak 435 unit per tahun, dan sampai saat ini produksi abon ikan dari pusat usaha abon ikan di Kelurahan Humusu C rata-rata bisa mencapai produksi 480 unit per tahun. Hal ini menandakan bahwa usaha abon ikan ini bisa dikembangkan karena memberikan keuntungan yang besar.