Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
    604 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Kombinasi Rumput Alam, Lamtoro dan Daun Turi terhadap Konsumsi Ransum, PBBH dan Konversi Pakan pada Ternak Kambing Kacang Betina Lokal

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kombinasi hijauan rumput alam, lamtoro dan daun turi terhadap pertubuhan ternak kambing kacang betina lokal, dimana ternak kambing yang digunakan adalah sebanyak 16 ekor yang berumur antara 6–9 bulan dengan kisaran berat badan awal antara ± 10–21 kg. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang diuji terdiri dari r0 (100% rumput alam), r1 (40% rumput alam,  30% Lamtoro, 30% daun turi), r2 (30% rumput alam, 35% Lamtoro, 35% daun turi), r3 (20% rumput alam, 40% Lamtoro, 40% daun turi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsumsi ransum rumput alam, lamtoro dan daun turi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai konsumsi ransum percobaan (r3 : 8021,83 g/ekor/minggu), pada variabel pertambahan bobot badan (r3 : 241,17 g/ekor/minggu) dan pada variabel konversi pakan (r3 : 7,33%). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian 20% rumput alam,  40% lamtoro, 40% daun turi memberikan hasil terbaik terhadap semua variabel yang diuji cobakan. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kombinasi hijauan rumput alam, lamtoro dan daun turi terhadap pertubuhan ternak kambing kacang betina lokal, dimana ternak kambing yang digunakan adalah sebanyak 16 ekor yang berumur antara 6–9 bulan dengan kisaran berat badan awal antara ± 10–21 kg. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang diuji terdiri dari r0 (100% rumput alam), r1 (40% rumput alam,  30% Lamtoro, 30% daun turi), r2 (30% rumput alam, 35% Lamtoro, 35% daun turi), r3 (20% rumput alam, 40% Lamtoro, 40% daun turi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsumsi ransum rumput alam, lamtoro dan daun turi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai konsumsi ransum percobaan (r3 : 8021,83 g/ekor/minggu), pada variabel pertambahan bobot badan (r3 : 241,17 g/ekor/minggu) dan pada variabel konversi pakan (r3 : 7,33%). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian 20% rumput alam,  40% lamtoro, 40% daun turi memberikan hasil terbaik terhadap semua variabel yang diuji cobakan. ©2016 dipublikasikan oleh JAS

    Pengaruh Pemberian Tepung Biji Gamal (Gliricidia sepium) sebagai Pengganti Bungkil Kedelai dalam Ransum terhadap Kadar Hemoglobin dan Nilai Hematokrit Anak Babi Lepas Sapih

    Get PDF
    Upaya meningkatkan produktivitas ternak babi bisa melalui aspek pakan, karena pakan ternak babi merupakan salah satu faktor penting dalam usaha ternak babi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung biji gamal (Gliricidia sepium) sebagai pengganti bungkil kedelai dalam ransum terhadap kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit anak babi lepas sapih. Penelitian ini menggunakan dua belas ekor babi jantan peranakan VDL. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan. Ketiga perlakuan ransum yang dicobakan adalah: R0: Ransum tanpa campuran tepung biji gamal; R1: Ransum dengan tingkat pergantian tepung biji gamal terhadap bungkil kedelai sebesar 2,5 %.; dan R2: Ransum dengan tingkat pergantian tepung biji gamal terhadap bungkil kedelai sebesar 5 %.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung biji gamal (Glicidia sepium) dalam pakan babi lepas sapih sebagai pengganti bungkil kedelai sampai dengan 2,5 % masih dapat ditolerir oleh anak babi, dengan kadar Hb dan nilai Hematokrit masih dalam kisaran normal, walaupun pada ternak babi tersebut menampakkan penampilan yang tidak baik. Lama perlakuan sangrai 15 menit diduga masih menunjukkan adanya aktivitas anti nutrisi pada ransum yang ditambahkan 2,5 % dan 5 % tepung biji gamal. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.Upaya meningkatkan produktivitas ternak babi bisa melalui aspek pakan, karena pakan ternak babi merupakan salah satu faktor penting dalam usaha ternak babi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung biji gamal (Gliricidia sepium) sebagai pengganti bungkil kedelai dalam ransum terhadap kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit anak babi lepas sapih. Penelitian ini menggunakan dua belas ekor babi jantan peranakan VDL. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan. Ketiga perlakuan ransum yang dicobakan adalah: R0: Ransum tanpa campuran tepung biji gamal; R1: Ransum dengan tingkat pergantian tepung biji gamal terhadap bungkil kedelai sebesar 2,5 %.; dan R2: Ransum dengan tingkat pergantian tepung biji gamal terhadap bungkil kedelai sebesar 5 %.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung biji gamal (Glicidia sepium) dalam pakan babi lepas sapih sebagai pengganti bungkil kedelai sampai dengan 2,5 % masih dapat ditolerir oleh anak babi, dengan kadar Hb dan nilai Hematokrit masih dalam kisaran normal, walaupun pada ternak babi tersebut menampakkan penampilan yang tidak baik. Lama perlakuan sangrai 15 menit diduga masih menunjukkan adanya aktivitas anti nutrisi pada ransum yang ditambahkan 2,5 % dan 5 % tepung biji gamal. ©2016 dipublikasikan oleh JAS

    Pengaruh Takaran Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) yang Ditumpangsarikan dengan Kedelai (Glysine max (L.) Merril)

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of cow manure dosage on growth and yield of maize that intercropped with several varieties of soybeans. The experiment was conducted in the garden of Agriculture Faculty, Timor University using Factorial Random Block Design with three replications. The first factor is the dosage of cow manure which consists of three levels ie without fertilizer, 30 t / ha, and 40 t / ha. The second factor is soybean varieties consisting of three levels namely Davros, Willis and local. The results showed no interaction effect between dosage of cow manure and soybean varieties to all parameters observed. The dose of cow manure significantly influences the soil temperature of 75 days after planting (DAP), a moisture content of 50 DAP, stem diameter 25 DAP, number of seeds per line, dry weight of 100 seeds, dry weight of seed per plot and harvest index. Soybean varieties significantly affect the number of rows per corncob, the number of seeds per line and the dry weight of seeds per plot. Cow manure 40 t / ha is better dosage and Local varietal soybean is more suitable for intercropping with maize that yields 1.0 t / ha and 0.7 t / ha soybeans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung yang ditumpangsarikan dengan beberapa varietas kedelai. Percobaan lapangan telah dilakukan di Kebun Fakultas Pertanian Universitas Timordengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 × 3 diulang dalam 3 blok. Faktor yang diteliti adalah takaran pupuk kandang sapi yang terdiri dari tiga aras yaitu tanpa pupuk, 30 t/ha dan 40 t/ha. Faktor kedua adalah varietas kedelai yang terdiri dari tiga aras yaitu Davros, Willis dan Lokal. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi pengaruh interaksi antara takaran pupuk kandang sapi dan varietas kedelai terhadap semua parameter yang diamati.Takaran pupuk kandang sapi berpengaruh secara nyata terhadap suhu tanah 75 HST, kadar lengas 50 HST, diameter batang 25 HST, jumlah biji per baris, berat kering 100 biji, berat kering biji per petak dan indeks panen. Varietas kedelai berpengaruh secara nyata terhadap jumlah baris per bulir, jumlah biji per baris dan berat kering biji per petak.Pupuk kandang sapi 40 t/ha merupakan takaran yang lebih baik dan kedelai varietas Lokal lebih cocok untuk ditumpangsarikan dengan jagungpulut dengan hasil jagung 1,0 t/ha dan kedelai 0,7 t/ha.&nbsp

    Pemanfaatan Bakteri Probiotik untuk Menekan Infeksi Colletotrichum acutatum dan Meningkatkan Mutu Benih Cabai (Capsicum annuum L.) Selama Penyimpanan

    Get PDF
    This study aimed to obtain probiotic bacteria  that are antagonistic bacteria to Colletotrichum acutatum and to improve chilli seeds quality. The purpose of this study was to obtain probiotic bacteria antagonistic to C. acutatum and prevent seed-borne diseases. The layout of the experiment arranged in completely randomized design factorial design with two factors. The first factor is the seed coating that consists of 6 levels i.e control / without coating (c0), coating without bacteria (c1), coating Bacillus sp. (c2), coating Pseudomonas sp. (c3), coating Actinomycetes sp. (c4) and fungicidal coating (c5). The second factor is the storage period is 0, 1, 2, 3, 4 and 5 months. The results showed that three bacteria that are antagonistic to C. acutatum, i.e.Actinomycetes sp. (ATS6) having inhibition percentage of56, 8%, Bacillus sp. (B48) having inhibition percentage 56,7% and Pseudomonas sp. (P12) having inhibition percentage 46,7%. Application of probiotic bacteria increased viability and the health of chilli seed for storage period of 5 months, seen from maximum growth potential 80-84%, germination capacity 76-78,7%, infected seeds in coating of Actinomycetes sp., 2,6% and Bacillus sp., 6,7%.Bacillus sp. contained 91,8 ppm indole acetic acid (IAA) and 103,2 ppm giberelins (GA3), Actinomycetes sp. contained 89,6 ppm IAA and 92,5 ppm giberelin and Pseudomonas sp. contained 68,9 ppm IAA and 69,2 ppm giberelin. Studi tentang bakteri probiotik dilakukan untuk mendapatkan jenis bakteri yang mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan Colletotrichum acutatum penyebab penyakit antraknosa pada cabai. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh bakteri probiotik yang bersifat antagonis terhadap C. acutatum serta mencegah penyakit terbawa benih (seedborne diseases). Tata letak percobaan disusun menurut Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah coating benih yang terdiri dari 6 taraf yaitu kontrol /tanpa coating (c0), coating tanpa bakteri (c1), coatingBacillus sp. (c2), coating Pseudomonas sp. (c3), coating Actinomycetes sp. (c4) dan coating fungisida (c5).  Faktor kedua adalah periode simpan yaitu 0, 1 , 2, 3, 4 dan 5 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 bakteri yang bersifat antagonis terhadap C. acutatum yaitu Actinomycetes sp. (ATS6) dengan persentase hambatan 56,8%, Bacillus sp. (B48) 56,7% dan Pseudomonas sp. (P12) 46,7%. Aplikasi bakteri probiotik meningkatkan viabilitas dan kesehatan benih cabai pada periode simpan 5 bulan, pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum 80-84%, daya berkecambah 76-78,7%, benih terinfeksi pada coating Actinomycetes sp., 2,67% dan Bacillus sp., 6,7%.Bacillus sp. mengandung indole acetic acid (IAA) 91,8 ppm dan giberelin (GA3) 103,2 ppm. Actinomycetes sp. mengandung 89,6 ppm IAA dan GA3 92,5 ppm, dan Pseudomonas sp. mengandung 68,9 ppm IAA dan GA3 69,2 ppm.&nbsp

    Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Harian Pedagang Ikan di Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pendapatan harian pedagang ikan di Kefamenanu dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan  pada bulan Juli 2015 dengan fokus penelitian dilakukan kepada pedagang ikan yang berjualan di Terminal, Pasar Lama, Pasar Baru dan pedagang ikan keliling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan harian pedagang ikan di Kefamenanu bervariatif dan fluktuatif. Harga ikan yang dijual oleh para pedagang ikan bervariasi tergantung jenis ikan, yaitu antara Rp. 10.000 - Rp. 50.000/kumpul dengan rata-rata pendapatan berkisar antara Rp. 50.000 - Rp. 300.000. Berdasarkan hasil uji hipotesis ternyata modal dan jumlah jam kerja berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan harian pedagang ikan, sedangkan variabel harga ikan dan biaya operasional tidak berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan harian pedagang ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pendapatan harian pedagang ikan di Kefamenanu dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan  pada bulan Juli 2015 dengan fokus penelitian dilakukan kepada pedagang ikan yang berjualan di Terminal, Pasar Lama, Pasar Baru dan pedagang ikan keliling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan harian pedagang ikan di Kefamenanu bervariatif dan fluktuatif. Harga ikan yang dijual oleh para pedagang ikan bervariasi tergantung jenis ikan, yaitu antara Rp. 10.000 - Rp. 50.000/kumpul dengan rata-rata pendapatan berkisar antara Rp. 50.000 - Rp. 300.000. Berdasarkan hasil uji hipotesis ternyata modal dan jumlah jam kerja berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan harian pedagang ikan, sedangkan variabel harga ikan dan biaya operasional tidak berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan harian pedagang ikan.&nbsp

    Prospek Pengembangan Usaha Abon Ikan di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara

    Get PDF
    Kelompok Pantura Wini merupakan salah satu kelompok pengolahan ikan yang berada di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara dengan produk unggulan abon ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pembuatan abon dan prospek pengembangan usaha abon dengan menggunakan  metode analisis deskriptif kualitatif dan Analisis SWOT. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses produksi abon ikan dimulai dari pengadaan bahan baku, pembersihan ikan, perebusan, pengepresan I, pencabilan I, persiapan bumbu, penggorengan, pengepresan II, pencabilan II, sampai Pengemasan, hasil analisis SWOT diperoleh titik koordinat 0,44:0,66 berada pada kuadran II Agresif artinya usaha abon ikan pada kelompok Pantura mempunyai kekuatan dan peluang yang sama-sama besar. Berdasarkan matriks QSPM strategi utama yang dilakukan adalah memanfaatkan teknologi untuk diversifikasi produk sehingga dapat disimpulkan bahwa dari berbagai alternatif strategi pengembangan untuk pemanfaatan teknologi merupakan solusi untuk diversifikasi produk sehingga kelompok bisa bertahan menghadapi kompetitor, memenuhi permintaan konsumen dan diharapkan mampu menerapkan strategi berdasarkan skala prioritas sesuai kebutuhan, perkembangan,  persaingan dan mempunyai target secara terukur dalam mengembangan usaha pengolahan abon ikan. Kelompok Pantura Wini merupakan salah satu kelompok pengolahan ikan yang berada di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara dengan produk unggulan abon ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pembuatan abon dan prospek pengembangan usaha abon dengan menggunakan  metode analisis deskriptif kualitatif dan Analisis SWOT. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses produksi abon ikan dimulai dari pengadaan bahan baku, pembersihan ikan, perebusan, pengepresan I, pencabilan I, persiapan bumbu, penggorengan, pengepresan II, pencabilan II, sampai Pengemasan, hasil analisis SWOT diperoleh titik koordinat 0,44:0,66 berada pada kuadran II Agresif artinya usaha abon ikan pada kelompok Pantura mempunyai kekuatan dan peluang yang sama-sama besar. Berdasarkan matriks QSPM strategi utama yang dilakukan adalah memanfaatkan teknologi untuk diversifikasi produk sehingga dapat disimpulkan bahwa dari berbagai alternatif strategi pengembangan untuk pemanfaatan teknologi merupakan solusi untuk diversifikasi produk sehingga kelompok bisa bertahan menghadapi kompetitor, memenuhi permintaan konsumen dan diharapkan mampu menerapkan strategi berdasarkan skala prioritas sesuai kebutuhan, perkembangan,  persaingan dan mempunyai target secara terukur dalam mengembangan usaha pengolahan abon ikan.&nbsp

    Efektivitas Kelompok Wanita Tani Lestari di Desa Subun Tua’lele Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara

    Get PDF
    Pemberdayaan kelompok tani merupakan upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kelompok tani tersebut yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat atau anggota kelompok tani tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Kelompok Wanita Tani Lestari, Desa Subun Tua’lele, Kecamatan Insana Barat dan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan faktor pembentuk efektivitas kelompok tani di Kelompok Wani Tani Lestari, Desa Subun Tua’lele, Kecamatan Insana Barat.Penelitian ini dilaksanakn dari bulan Desember-Januari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik deskriptif. Sedangkan teknik atau cara analisa data yang relevan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rank spearman yang digunakan untuk menganalisa hubungan antara faktor pembentuk efektivitas kelompok tani dengan efektivitas kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tingkat efektivitas wanita tani lestari berada pada kategori sedang. Faktor penyebab umum yang dapat dilihat adalah karena sedikitnya bahan yang digunakan untuk produksi dan rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam pengolahan pasca panen sehingga tidak mendatangkan hasil yang banyak. Oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih maksimal untuk  meningkatkan produktivitas pengolahan pasca panen.Hasil analisis rank spearman juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pembentuk efektivitas kelompok tani dengan efektivitas kelompok tani di desa Subun Tua’lele Kecamatan Insana Barat. Pemberdayaan kelompok tani merupakan upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kelompok tani tersebut yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat atau anggota kelompok tani tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Kelompok Wanita Tani Lestari, Desa Subun Tua’lele, Kecamatan Insana Barat dan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan faktor pembentuk efektivitas kelompok tani di Kelompok Wani Tani Lestari, Desa Subun Tua’lele, Kecamatan Insana Barat.Penelitian ini dilaksanakn dari bulan Desember-Januari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik deskriptif. Sedangkan teknik atau cara analisa data yang relevan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rank spearman yang digunakan untuk menganalisa hubungan antara faktor pembentuk efektivitas kelompok tani dengan efektivitas kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tingkat efektivitas wanita tani lestari berada pada kategori sedang. Faktor penyebab umum yang dapat dilihat adalah karena sedikitnya bahan yang digunakan untuk produksi dan rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam pengolahan pasca panen sehingga tidak mendatangkan hasil yang banyak. Oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih maksimal untuk  meningkatkan produktivitas pengolahan pasca panen.Hasil analisis rank spearman juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pembentuk efektivitas kelompok tani dengan efektivitas kelompok tani di desa Subun Tua’lele Kecamatan Insana Barat.&nbsp

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usaha Tani Sayur Sawi di Kelurahan Bensone Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usahatani sayur sawi dan juga faktor – faktor yang mempengaruhi produksi usahatani sayur sawi. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, dengan jumlah petani sebanyak 50 sampel. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dalam bentuk logaritma dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel bebas secara bersama-sama dapat menunjukkan pengaruhnya terhadap faktor produksi sawi dengan nilai Fhitung sebesar (712.476) ˃ nilai Ftabel (2.32), sedangkan hasl uji T menunjukan bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh secara nyata terhadap produksi sayur sawi di Kelurahan Bansone adalah faktor luas lahan dengan nilai thitung luas lahan (4.090) > ttabel (1,684), faktor benih dengan nilai thitung benih(1.974) ˃ ttabel (1.684), faktor modal dengan nilai thitung modal (2.479) ˃ ttabel (1.684), faktor tenaga kerja dengan nilai thitung tenaga kerja (2.785) > ttabel(1.684) berpengaruh secara nyata terhadap produksi usahatani sayur sawi sedangkan faktor pupuk dengan nilai thitung pupuk (0.164) Ë‚ ttabel (1.684), faktor pengalaman degan nilai thitung pengalaman (1.117) Ë‚ ttabel (1.684) dan faktor pendidikan formal dengan nilai thitung pendidikan (0.321) Ë‚ ttabel (1.684) tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi usahatani sayur sawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usahatani sayur sawi dan juga faktor – faktor yang mempengaruhi produksi usahatani sayur sawi. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, dengan jumlah petani sebanyak 50 sampel. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dalam bentuk logaritma dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel bebas secara bersama-sama dapat menunjukkan pengaruhnya terhadap faktor produksi sawi dengan nilai Fhitung sebesar (712.476) ˃ nilai Ftabel (2.32), sedangkan hasl uji T menunjukan bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh secara nyata terhadap produksi sayur sawi di Kelurahan Bansone adalah faktor luas lahan dengan nilai thitung luas lahan (4.090) > ttabel (1,684), faktor benih dengan nilai thitung benih(1.974) ˃ ttabel (1.684), faktor modal dengan nilai thitung modal (2.479) ˃ ttabel (1.684), faktor tenaga kerja dengan nilai thitung tenaga kerja (2.785) > ttabel(1.684) berpengaruh secara nyata terhadap produksi usahatani sayur sawi sedangkan faktor pupuk dengan nilai thitung pupuk (0.164) Ë‚ ttabel (1.684), faktor pengalaman degan nilai thitung pengalaman (1.117) Ë‚ ttabel (1.684) dan faktor pendidikan formal dengan nilai thitung pendidikan (0.321) Ë‚ ttabel (1.684) tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi usahatani sayur sawi.&nbsp

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Padi Sawah di Desa Haekto, Kecamatan Noemuti Timur

    Get PDF
    Penenitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah yang dilakukan di desa Haekto Kecamatan Noemuti Timur, dengan pertimbangan lokasi ini memiliki produksi tertinggi di Kecamatan Noemuti Timur. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, sampel yang diambil menggunakan metode Slovin sehingga diperoleh responden sebanyak 78 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis fungsi Cobb-Douglass. Faktor-faktor Faktor luas lahan,benih, pupuk,tenaga kerja,pengalaman, pendidikan dan modal secara (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Secara (parsial) faktor pupuk,tenaga kerja dan modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap usahatani padi sawah. Sedangkan faktor luas lahan,benih,pengalaman dan pendidikan berpengaruh tidak nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Penenitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah yang dilakukan di desa Haekto Kecamatan Noemuti Timur, dengan pertimbangan lokasi ini memiliki produksi tertinggi di Kecamatan Noemuti Timur. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, sampel yang diambil menggunakan metode Slovin sehingga diperoleh responden sebanyak 78 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis fungsi Cobb-Douglass. Faktor-faktor Faktor luas lahan,benih, pupuk,tenaga kerja,pengalaman, pendidikan dan modal secara (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Secara (parsial) faktor pupuk,tenaga kerja dan modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap usahatani padi sawah. Sedangkan faktor luas lahan,benih,pengalaman dan pendidikan berpengaruh tidak nyata terhadap produksi usahatani padi sawah.&nbsp

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Putih di Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan keragaan usahatani bawang putih; 2) menganalisis  kandungan unsur metabolid sekunder; 3) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani bawang putih; 4) menganalisis pendapatan yang dipeoleh petani dari usahatani bawang putih, dan; 5) mengetahui startegi pengembangan usahatani bawang putih.  Metode yang dugunakan adalah survei dan eksperimen laboratorium. Analisa data menggunakan analisis FTIR dan GC-MS, Analisis Cobb Douglass, analisis pendapatan dan Analisis SWOT. Hasilnya keragaan usahatani meliputi pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen dan pemasaran. Unsur metabolid sekunder yang terdapat dalam bawang putih adalah adsiri, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi antara lain lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman, dan pendidikan. Pendapatan yang diperoleh sebesar 534.429.503/musim tanam. Strategi pengembangannya adalah 1) strategi SO : kekuatan yang dimiliki adalah letak   lahan  yang strategis, kerjasama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman dan   peluangnya dukungan dari PEMDA,   permintaan pasar yang selalu ada, eban merupakan sentral/pusat produksi bawang putih di wilayah TTU; 2) strategi WO : meningkatkan modal  berusahatani bawang putih, kurang promosi, sistim pemasaran dan penguasaan teknik budidaya yang masih rendah; 3) Strategi ST : kekuatan yang ada  adalah letak lahan memiliki  sendiri, kerja sama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman yang telah dimiliki; 4) Strategi WT : meningkatkan modal yang di miliki petani untuk dapat bersaing deengan usahatani bawang putih sejenis lainnya dari luar daerah Eban dan meningkatkan promosi untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas lagi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan keragaan usahatani bawang putih; 2) menganalisis  kandungan unsur metabolid sekunder; 3) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani bawang putih; 4) menganalisis pendapatan yang dipeoleh petani dari usahatani bawang putih, dan; 5) mengetahui startegi pengembangan usahatani bawang putih.  Metode yang dugunakan adalah survei dan eksperimen laboratorium. Analisa data menggunakan analisis FTIR dan GC-MS, Analisis Cobb Douglass, analisis pendapatan dan Analisis SWOT. Hasilnya keragaan usahatani meliputi pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen dan pemasaran. Unsur metabolid sekunder yang terdapat dalam bawang putih adalah adsiri, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi antara lain lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman, dan pendidikan. Pendapatan yang diperoleh sebesar 534.429.503/musim tanam. Strategi pengembangannya adalah 1) strategi SO : kekuatan yang dimiliki adalah letak   lahan  yang strategis, kerjasama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman dan   peluangnya dukungan dari PEMDA,   permintaan pasar yang selalu ada, eban merupakan sentral/pusat produksi bawang putih di wilayah TTU; 2) strategi WO : meningkatkan modal  berusahatani bawang putih, kurang promosi, sistim pemasaran dan penguasaan teknik budidaya yang masih rendah; 3) Strategi ST : kekuatan yang ada  adalah letak lahan memiliki  sendiri, kerja sama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman yang telah dimiliki; 4) Strategi WT : meningkatkan modal yang di miliki petani untuk dapat bersaing deengan usahatani bawang putih sejenis lainnya dari luar daerah Eban dan meningkatkan promosi untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas lagi.&nbsp

    564

    full texts

    604

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇