Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Analisis Produksi dan Pemasaran Usahatani Padi Sawah di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah dan fungsi-fungsi pemasaran beras yang dilakukan oleh usahatani di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode Random Sampling secara acak sederhana dengan jumlah 15% dari total populasi 219, maka jumlah responden sebanyak 33 orang, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, data yang diambil berupa data primer dan sekunder, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data analisis regresi linier berganda dan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan atau secara bersama-sama faktor luas lahan, bibit, pupuk, curahan tenaga kerja, pengelaman, dan usia berpengaruh sangat nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Sedangkan secara sendiri-sendiri atau parsial faktor yang berpengaruh nyata adalah faktor luas lahan, benih, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah adalah faktor pupuk, tenaga kerja, dan umur. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan petani adalah fungsi fisik dan fungsi pertukaran, fungsi fisik terdiri dari fungsi pengolahan, penyimpanan serta pengangkutan sedangkan fungsi pertukaran terdiri dari satu fungsi yaitu fungsi penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah dan fungsi-fungsi pemasaran beras yang dilakukan oleh usahatani di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode Random Sampling secara acak sederhana dengan jumlah 15% dari total populasi 219, maka jumlah responden sebanyak 33 orang, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, data yang diambil berupa data primer dan sekunder, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data analisis regresi linier berganda dan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan atau secara bersama-sama faktor luas lahan, bibit, pupuk, curahan tenaga kerja, pengelaman, dan usia berpengaruh sangat nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Sedangkan secara sendiri-sendiri atau parsial faktor yang berpengaruh nyata adalah faktor luas lahan, benih, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah adalah faktor pupuk, tenaga kerja, dan umur. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan petani adalah fungsi fisik dan fungsi pertukaran, fungsi fisik terdiri dari fungsi pengolahan, penyimpanan serta pengangkutan sedangkan fungsi pertukaran terdiri dari satu fungsi yaitu fungsi penjualan. 
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode analisis data yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dan analisis margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh petani yakni fungsi penjualan, penyedia fisik dan fungsi informasi pasar. Sedangkan yang dilakukan oleh pedagang pemborong adalah fungsi pembelian, fungsi penjualan, fungsi penyimpanan, fungsi pengangkutan, fungsi pengolahan, fungsi pengadaan fisik, fungsi informasi pasar. Sedangkan fungsi pemasaran yang dilakukan oleh pengecer yaitu fungsi pembelian, fungsi penjualan, fungsi penyimpanan, fungsi pengangkutan, fungsi pengolahan, fungsi pengadaan fisik, fungsi grading, fungsi risiko. Terdapat lima saluran pemasaran yakni 1) Nelayan→Konsumen; 2) Nelayan→Pengecer Wini→Konsumen; 3) Nelayan→Pemborong Wini→Pengecer Kefa→Konsumen; 4) Nelayan→Pemborong Kefa→Pengecer Kefa→Konsumen; dan 5) Nelayan→Pemborong Atambua→Pengecer Atambua→Konsumen. Margin pemasaran yang terjadi berbeda-beda di setiap saluran pemasaran yaitu : (a) margin pemasaran ikan pada saluran II sebagai berikut : ikan Tembang Rp 150.000, ikan Kombong Rp 200.000, ikan Nipi Rp 250.000, ikan Tongkol Rp 300.000. (b) margin pemasaran ikan pada saluran III sebagai berikut: di tingkat pemborong ikan Tembang Rp 150.000, ikan Kombong Rp 200.000, ikan Nipi Rp 200.000, ikan Tongkol Rp 200.000, sedangkan pada tingkat pengecer ikan Tembang Rp 205.000, ikan Kombong Rp 180.000,ikan Nipi Rp 210.000, ikan Tongkol Rp 220.000. (c) Margin pemasaran pada saluran ke IV sebagai berikut: di tingkat pemborong ikan Tembang Rp 200.000, ikan Kombong Rp 250.000, ikan Nipi Rp 250.000, ikan Tongkol Rp 200.000, sedangkan di tingkat pengecer ikan Tembang Rp 150.000, ikan Kombong Rp 110.000, ikan Nipi Rp 150.000 dan ikan Tongkol Rp 180.000. (d) margin pemasaran ikan pada saluran V sebagai berikut: di tingkat pemborong ikan Tembang Rp 200.000, ikan Kombong Rp 250.000, ikan Nipi Rp 250.000 dan ikan Tongkol Rp 250.000, sedangkan di tingkat pengecer ikan Tembang Rp 160.000, ikan Kombong Rp 150.000, ikan Nipi Rp 170.000 dan ikan Tongkol Rp 210.000. Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode analisis data yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dan analisis margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh petani yakni fungsi penjualan, penyedia fisik dan fungsi informasi pasar. Sedangkan yang dilakukan oleh pedagang pemborong adalah fungsi pembelian, fungsi penjualan, fungsi penyimpanan, fungsi pengangkutan, fungsi pengolahan, fungsi pengadaan fisik, fungsi informasi pasar. Sedangkan fungsi pemasaran yang dilakukan oleh pengecer yaitu fungsi pembelian, fungsi penjualan, fungsi penyimpanan, fungsi pengangkutan, fungsi pengolahan, fungsi pengadaan fisik, fungsi grading, fungsi risiko. Terdapat lima saluran pemasaran yakni 1) Nelayan→Konsumen; 2) Nelayan→Pengecer Wini→Konsumen; 3) Nelayan→Pemborong Wini→Pengecer Kefa→Konsumen; 4) Nelayan→Pemborong Kefa→Pengecer Kefa→Konsumen; dan 5) Nelayan→Pemborong Atambua→Pengecer Atambua→Konsumen. Margin pemasaran yang terjadi berbeda-beda di setiap saluran pemasaran yaitu : (a) margin pemasaran ikan pada saluran II sebagai berikut : ikan Tembang Rp 150.000, ikan Kombong Rp 200.000, ikan Nipi Rp 250.000, ikan Tongkol Rp 300.000. (b) margin pemasaran ikan pada saluran III sebagai berikut: di tingkat pemborong ikan Tembang Rp 150.000, ikan Kombong Rp 200.000, ikan Nipi Rp 200.000, ikan Tongkol Rp 200.000, sedangkan pada tingkat pengecer ikan Tembang Rp 205.000, ikan Kombong Rp 180.000,ikan Nipi Rp 210.000, ikan Tongkol Rp 220.000. (c) Margin pemasaran pada saluran ke IV sebagai berikut: di tingkat pemborong ikan Tembang Rp 200.000, ikan Kombong Rp 250.000, ikan Nipi Rp 250.000, ikan Tongkol Rp 200.000, sedangkan di tingkat pengecer ikan Tembang Rp 150.000, ikan Kombong Rp 110.000, ikan Nipi Rp 150.000 dan ikan Tongkol Rp 180.000. (d) margin pemasaran ikan pada saluran V sebagai berikut: di tingkat pemborong ikan Tembang Rp 200.000, ikan Kombong Rp 250.000, ikan Nipi Rp 250.000 dan ikan Tongkol Rp 250.000, sedangkan di tingkat pengecer ikan Tembang Rp 160.000, ikan Kombong Rp 150.000, ikan Nipi Rp 170.000 dan ikan Tongkol Rp 210.000. 
Pengaruh Waktu Aplikasi dan Dosis Pupuk Kandang Babi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max (L.) Merr.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhwaktu aplikasi dan dosis pupuk kandang babi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang kedelai sekaligus mendapatkan waktu aplikasi dan dosis pupuk kandang babi yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil kacang kedelai. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah waktu aplikasi pupuk kandang babi yang terdiri dari tiga aras yaitu -7 HST, -14 HST dan -21 HST. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang babi yang terdiri dari tiga aras yaitu 5 t/ha, 10 t/ha dan 15 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi pengaruh interaksi antara waktu aplikasi dan dosis pupuk kandang babi terhadap terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil kedelai. Waktu aplikasi hanya berpengaruh secara nyata terhadap diameter batang 28 HST, sedangkan dosis pupuk berpengaruh secara nyata terhadap tinggi tanaman 14 HST, diameter batang 42 HST, luas daun, berat kering 100 biji dan berat segar maupun berat kering berangkasan. Pemberian pupuk kandang babi pada -14 HST adalah waktu yang tepat dan memberikan hasil kedelai 1,629 t/ha. Dosis 15 t/ha merupakan dosis yang lebih baik dan memberikan hasil kedelai 1,647 t/ha. Jika pemberian pupuk kandang babi dilakukan pada -14 HST dengan dosis 15 t/ha maka hasil kedelai mencapai 2,090 t/ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhwaktu aplikasi dan dosis pupuk kandang babi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang kedelai sekaligus mendapatkan waktu aplikasi dan dosis pupuk kandang babi yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil kacang kedelai. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah waktu aplikasi pupuk kandang babi yang terdiri dari tiga aras yaitu -7 HST, -14 HST dan -21 HST. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang babi yang terdiri dari tiga aras yaitu 5 t/ha, 10 t/ha dan 15 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi pengaruh interaksi antara waktu aplikasi dan dosis pupuk kandang babi terhadap terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil kedelai. Waktu aplikasi hanya berpengaruh secara nyata terhadap diameter batang 28 HST, sedangkan dosis pupuk berpengaruh secara nyata terhadap tinggi tanaman 14 HST, diameter batang 42 HST, luas daun, berat kering 100 biji dan berat segar maupun berat kering berangkasan. Pemberian pupuk kandang babi pada -14 HST adalah waktu yang tepat dan memberikan hasil kedelai 1,629 t/ha. Dosis 15 t/ha merupakan dosis yang lebih baik dan memberikan hasil kedelai 1,647 t/ha. Jika pemberian pupuk kandang babi dilakukan pada -14 HST dengan dosis 15 t/ha maka hasil kedelai mencapai 2,090 t/ha. 
Analisis Pendapatan Usahatani Sawi di Desa Humusu Oekolo Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian dengan judul “Analisis Pendapatan Usahatani Sawi Di Desa Humusu Oekolo Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara bertujuan untuk: 1) mengetahui besar pendapatan usahatani sawi di Desa Humusu Oekolo Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara, dan 2) mengetahui kelayakan usahatani sawi di Desa Humusu Oekolo Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian dilaksanakan di desa Humusu Oekolo kecamatan Insana Utara kabupaten Timor Tengah Utara, pengambilan data dilakukan pada bulan April 2013. Penentuan sampel menggunakan teknik quota sampling (jatah) sebanyak 30 orang petani sawi. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder kemudian ditabulasi dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yakni untuk mengetahui besarnya pendapatan usahatani sawi menggunakan analisis pendapatan dan untuk mengetahui kelayakan usahatani sawi menggunakan analisis return cost ratio (R/C). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) pendapatan usahatani sawi sebesar Rp. 250.000/responden atau sebesar Rp. 113.636,36,-/are, dan 2) RC ratio sebesar 3,27. Artinya secara ekonomi usahatani sawi di desa Humusu Oekolo secara ekonomi menguntungkan, sehingga layak dilanjutkan. Penelitian dengan judul “Analisis Pendapatan Usahatani Sawi Di Desa Humusu Oekolo Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara bertujuan untuk: 1) mengetahui besar pendapatan usahatani sawi di Desa Humusu Oekolo Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara, dan 2) mengetahui kelayakan usahatani sawi di Desa Humusu Oekolo Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian dilaksanakan di desa Humusu Oekolo kecamatan Insana Utara kabupaten Timor Tengah Utara, pengambilan data dilakukan pada bulan April 2013. Penentuan sampel menggunakan teknik quota sampling (jatah) sebanyak 30 orang petani sawi. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder kemudian ditabulasi dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yakni untuk mengetahui besarnya pendapatan usahatani sawi menggunakan analisis pendapatan dan untuk mengetahui kelayakan usahatani sawi menggunakan analisis return cost ratio (R/C). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) pendapatan usahatani sawi sebesar Rp. 250.000/responden atau sebesar Rp. 113.636,36,-/are, dan 2) RC ratio sebesar 3,27. Artinya secara ekonomi usahatani sawi di desa Humusu Oekolo secara ekonomi menguntungkan, sehingga layak dilanjutkan. 
Pengaruh Celup Puting Menggunakan Ekstrak Buah Mengkudu Matang terhadap Jumlah Sel Somatik Sapi Perah Mastitis Subklinis
Mastitis menjadi masalah utama dalam tata laksana usaha peternakan sapi perah karena dapat menurunkan produksi susu dalam jumlah besar. Celup puting adalah salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran bakteri penyebab mastitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh celup puting menggunakan ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia) matang terhadap jumlah sel somatik sapi perah yang menderita mastitis subklinis. Penelitian ini menggunakan empat ekor sapi Friesian Holstein (FH) yang diketahui menderita mastitis sub klinis. Puting sapi FH dicelup menggunakan ekstrak buah mengkudu matang konsentrasi 30% dan 40% dalam kurun waktu satu bulan. Perhitungan jumlah sel somatik dihitung setelah celup puting dilakukan. Celup puting secara signifikan (P<0,05) dapat mengurangi jumlah sel somatik pada sapi perah yang menderita mastitis sub klinis. Larutan ekstrak buah mengkudu matang konsentrasi 40% lebih baik dalam mengurangi jumlah sel somatik. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.Mastitis menjadi masalah utama dalam tata laksana usaha peternakan sapi perah karena dapat menurunkan produksi susu dalam jumlah besar. Celup puting adalah salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran bakteri penyebab mastitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh celup puting menggunakan ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia) matang terhadap jumlah sel somatik sapi perah yang menderita mastitis subklinis. Penelitian ini menggunakan empat ekor sapi Friesian Holstein (FH) yang diketahui menderita mastitis sub klinis. Puting sapi FH dicelup menggunakan ekstrak buah mengkudu matang konsentrasi 30% dan 40% dalam kurun waktu satu bulan. Perhitungan jumlah sel somatik dihitung setelah celup puting dilakukan. Celup puting secara signifikan (P<0,05) dapat mengurangi jumlah sel somatik pada sapi perah yang menderita mastitis sub klinis. Larutan ekstrak buah mengkudu matang konsentrasi 40% lebih baik dalam mengurangi jumlah sel somatik. ©2016 dipublikasikan oleh JAS
Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Viabilitas dan pH Semen Babi Landrace yang Diencerkan Menggunakan Bahan Pengencer Sitrat Kuning Telur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen babi Landrace pada pengencer sitrat kuning telur yang disimpan selama 24 jam. Semen yang digunakan berupa semen segar dari pejantan babi Landrace berusia 1 tahun 8 bulan. Semen dikoleksi dengan metode manual menggunakan induk buatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperiment menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (60 menit, 120 menit, 180 menit, 240 menit) dan empat ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Semen segar dievaluasi makroskopis dan mikroskopis di laboraturium Faperta Universitas Timor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pengencer sitrat kuning telur dalam semen babi Landrace berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap viabilitas semen babi Landrace dengan presentase R1 60 menit 88.38 %, R2 120 menit 52.63 %, R3 180 menit 43.38 %, dan R4 240 menit 24.00 %. Penambahan pengencer sitrat kuning telur memberikan daya hidup terbaik dengan lama waktu penyimpanan selama 180 menit. Sedangkan untuk derajat keasaman (pH) tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0.005) dimana nilai rataan pHnya R1 60 menit 5.5, R2 120 menit 5.25, R3 180 menit 5.25 dan R4 20 menit 5.0. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen babi Landrace pada pengencer sitrat kuning telur yang disimpan selama 24 jam. Semen yang digunakan berupa semen segar dari pejantan babi Landrace berusia 1 tahun 8 bulan. Semen dikoleksi dengan metode manual menggunakan induk buatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperiment menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (60 menit, 120 menit, 180 menit, 240 menit) dan empat ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Semen segar dievaluasi makroskopis dan mikroskopis di laboraturium Faperta Universitas Timor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pengencer sitrat kuning telur dalam semen babi Landrace berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap viabilitas semen babi Landrace dengan presentase R1 60 menit 88.38 %, R2 120 menit 52.63 %, R3 180 menit 43.38 %, dan R4 240 menit 24.00 %. Penambahan pengencer sitrat kuning telur memberikan daya hidup terbaik dengan lama waktu penyimpanan selama 180 menit. Sedangkan untuk derajat keasaman (pH) tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0.005) dimana nilai rataan pHnya R1 60 menit 5.5, R2 120 menit 5.25, R3 180 menit 5.25 dan R4 20 menit 5.0. ©2016 dipublikasikan oleh JAS
Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Putih dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Petani di Kecamatan Miomaffo Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani bawang putih sebagai upaya peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Miomaffo Barat KabupatenTimor Tengah Utara. Penentuan desa sampel dilakukan secara sengaja (porpusive sampling) yaitu Desa Fatuneno (luas lahan usaha 15 Ha dengan produksi sebanyak 48 Ton) dan Desa Noepesu (luas lahan usaha 10 Ha dengan produksi 32 Ton). Responden diambil secara acak 10 % dari setiap desa. Desa Fatuneno sebanyak 46 KK dari 460 KK dan Desa Noepesu 42 dari 423 KK. Total responden yang diambil yaitu 88 KK. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sistem usahatani bawang putih di Kecamatan Miomaffo Barat belum dikembangkan secara intensif karena petani belum menerapkan sistem panca usahatani, diantaranya bibit yang dipakai adalah bibit lokal yang sudah dipakai oleh petani secara turun-temurun, tidak menggunakan pupuk baik pupuk organik maupun angornik , sehingga produksi yang dihasilkan juga belum optimal. Pendapatan yang diperoleh oleh petani dalam sekali musim tanam dengan luas garapan rata-rata 15 are sebesar Rp 2.472.898,00. Hasil analisis SWOT diperoleh koordinat (-0.08 ; 0.03) yang mana koordinat ini pada kuadran III. Posisi ini menandakan sebuah kegiatan usaha yang lemah namun sangat berpeluang. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Ubah Strategi, artinya disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya. Sebab, strategi yang lama dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap peluang yang ada sekaligus memperbaiki usahatani yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani bawang putih sebagai upaya peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Miomaffo Barat KabupatenTimor Tengah Utara. Penentuan desa sampel dilakukan secara sengaja (porpusive sampling) yaitu Desa Fatuneno (luas lahan usaha 15 Ha dengan produksi sebanyak 48 Ton) dan Desa Noepesu (luas lahan usaha 10 Ha dengan produksi 32 Ton). Responden diambil secara acak 10 % dari setiap desa. Desa Fatuneno sebanyak 46 KK dari 460 KK dan Desa Noepesu 42 dari 423 KK. Total responden yang diambil yaitu 88 KK. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sistem usahatani bawang putih di Kecamatan Miomaffo Barat belum dikembangkan secara intensif karena petani belum menerapkan sistem panca usahatani, diantaranya bibit yang dipakai adalah bibit lokal yang sudah dipakai oleh petani secara turun-temurun, tidak menggunakan pupuk baik pupuk organik maupun angornik , sehingga produksi yang dihasilkan juga belum optimal. Pendapatan yang diperoleh oleh petani dalam sekali musim tanam dengan luas garapan rata-rata 15 are sebesar Rp 2.472.898,00. Hasil analisis SWOT diperoleh koordinat (-0.08 ; 0.03) yang mana koordinat ini pada kuadran III. Posisi ini menandakan sebuah kegiatan usaha yang lemah namun sangat berpeluang. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Ubah Strategi, artinya disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya. Sebab, strategi yang lama dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap peluang yang ada sekaligus memperbaiki usahatani yang tepat. 
Analisis Pendapatan Usahatani Sayur Kangkung di Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran umum usahatani sayur kangkung, pendapatan petani dan keuntungan relatif petani kangkung di Kelurahan Bansone yang diperoleh petani dalam satu kali tanam.Metode pengambilan sampel dilakukan secara sensus sedangkan metode pengambilan data dilakukan secara survey. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskripsi kualitatif, metode analisis pendapatan dan analisis keuntungan relatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tahap kegiatan usahatani sayur kangkung dimulai dari persiapan lahan, pemupukan dasar, penanaman, penyulaman, pemeliharaan seperti (penyiangan, pengendalian hama dan penyakit), panen dan pasca panen. Total biaya yang dikeluarkan dalam berusahatani sayur kangkung sebesar Rp.24.522.250/musim tanam dengan rata- rata biaya sebesar Rp.613.056/musim tanam, total penerimaan dari usahatani sebesar Rp.93.750.000/musim tanam dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp.2.343.750,/musim tanam. Total Pendapatan yang diterima sebesar Rp.69.227.750/musim tanam dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.1.730.694/musim tanam.Sedangkan total RC/Ratio sebesar 152,760 dan rata-rata RC/Ratio sebesar 4,0 sehingga dapat dikatakan bahwa usahatani yang dilakukan dapat menguntungkan secara ekonomis karena nilai RC ratio lebih besar dari 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran umum usahatani sayur kangkung, pendapatan petani dan keuntungan relatif petani kangkung di Kelurahan Bansone yang diperoleh petani dalam satu kali tanam.Metode pengambilan sampel dilakukan secara sensus sedangkan metode pengambilan data dilakukan secara survey. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskripsi kualitatif, metode analisis pendapatan dan analisis keuntungan relatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tahap kegiatan usahatani sayur kangkung dimulai dari persiapan lahan, pemupukan dasar, penanaman, penyulaman, pemeliharaan seperti (penyiangan, pengendalian hama dan penyakit), panen dan pasca panen. Total biaya yang dikeluarkan dalam berusahatani sayur kangkung sebesar Rp.24.522.250/musim tanam dengan rata- rata biaya sebesar Rp.613.056/musim tanam, total penerimaan dari usahatani sebesar Rp.93.750.000/musim tanam dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp.2.343.750,/musim tanam. Total Pendapatan yang diterima sebesar Rp.69.227.750/musim tanam dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.1.730.694/musim tanam.Sedangkan total RC/Ratio sebesar 152,760 dan rata-rata RC/Ratio sebesar 4,0 sehingga dapat dikatakan bahwa usahatani yang dilakukan dapat menguntungkan secara ekonomis karena nilai RC ratio lebih besar dari 1. 
Analisis Efisiensi Teknis Sapi Potong di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur
The purpose of this research is to analysis technical efficiency of beef cattle productivity in Kupang Regency-East Nusa Tenggara. The Method of this research was purposed sampling with 76 respondents for the sample in Nonbes Subdistrict, Ponain Village, Kotabes Village, and Tesbatan Village. The result showed that the productivity of feedlot fattening was affected by initial weight, feed, vitamins, distilled water whereas labor force and medicine was affecting feedlot fattening. The value of Σβi is 0,978 (decreasing return to scale). The value of gamma showed that 40,62 percent feedlot fattening has been affected by internal factor whereas 59,38 percent has been affected by external factors (climate and disease). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efisiensi teknis sapi potong di Kabupaten Kupang-Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian dan metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan mengambil 76 respoden. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Amarasi (Kelurahan Nonbes, Desa Ponain, Desa Kotabes, dan Desa Tesbatan). Faktor-faktor yang berpengaruh pada penggemukan sapi di Kabupaten Kupang yaitu bobot awal, pakan, vitamin dan aquades sedangkan tenaga kerja dan obat-obatan tidak berpengaruh. Usaha penggemukan sapi di Kabupaten Kupang secara teknis menunjukkan efisien dengan nilai rata-rata efisiensi teknis sebesar 0,982 dan skala usaha menunjukkan skala Decreasing return to scale. Nilai gamma (γ) menunjukkan bahwa 44,80 persen error term dari fungsi produksi frontier disebabkan oleh faktor internal seperti umur peternak, pengalaman, tingkat pendidikan dan modal sedangkan 55,20 persen disebabkan oleh noise terhadap cuaca dan penyakit. Faktor-faktor yang dapat menangkap efek inefisensi teknis adalah umur peternak, tingkat pendidikan dan modal sedangkan pengalaman beternak tidak menangkap efek inefisiensi teknis. 
Uji Cold Shock Spermatozoa Babi Landrace terhadap Viabilitas dan pH Semen dengan Lama Waktu Berbeda
Kualitas semen segar yang digunakan dalam inseminasi buatan dipengaruhi proses pembekuan. Problema pembekuan semen segar yaitu adanya pengaruh cold shock. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen. Pada penelitian ini digunakan semen pejantan babi Landrace berusia 1 tahun 8 bulan. Semen dikoleksi dengan metode manual menggunakan induk buatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperiment menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (0 menit, 30 menit, 60 menit, 90 menit) dan empat ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Penelitian ini diawali dengan melakukan penempungan semen segar babi Landrace bertempat di Tunbakun, selanjutnya semen segar langsung dievaluasi makroskopis dan mikroskopis di laboraturium Faperta Universitas Timor. Kemudian dilakukan perlakuan cold shock pada setiap ulangan, setelah itu diamati viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen. Hasil penelitian yang mempunyai persentase terbaik adalah R0 (0 menit) dimana viabilitas spermatozoa 85.00% dan pH 8.00 dan R1 (30 menit) viabilitas spermatozoa 55.38 dan pH 8.00. Sedangkan rataan viabilitas spermatozoa dan pH pada R2 dan R3 mengalami penurunan yaitu 33.63%, 7.75 dan 26,75%, 7.25. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa rataan persentase spermatozoa hidup karena cold shock dengan lama waktu berbeda adalah menunjukkan perlakuan berbeda sangat nyata (P<0.01). Sedangkan derajat keasaman tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0.05). ©2016 dipublikasikan oleh JAS.Kualitas semen segar yang digunakan dalam inseminasi buatan dipengaruhi proses pembekuan. Problema pembekuan semen segar yaitu adanya pengaruh cold shock. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen. Pada penelitian ini digunakan semen pejantan babi Landrace berusia 1 tahun 8 bulan. Semen dikoleksi dengan metode manual menggunakan induk buatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperiment menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (0 menit, 30 menit, 60 menit, 90 menit) dan empat ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Penelitian ini diawali dengan melakukan penempungan semen segar babi Landrace bertempat di Tunbakun, selanjutnya semen segar langsung dievaluasi makroskopis dan mikroskopis di laboraturium Faperta Universitas Timor. Kemudian dilakukan perlakuan cold shock pada setiap ulangan, setelah itu diamati viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen. Hasil penelitian yang mempunyai persentase terbaik adalah R0 (0 menit) dimana viabilitas spermatozoa 85.00% dan pH 8.00 dan R1 (30 menit) viabilitas spermatozoa 55.38 dan pH 8.00. Sedangkan rataan viabilitas spermatozoa dan pH pada R2 dan R3 mengalami penurunan yaitu 33.63%, 7.75 dan 26,75%, 7.25. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa rataan persentase spermatozoa hidup karena cold shock dengan lama waktu berbeda adalah menunjukkan perlakuan berbeda sangat nyata (P<0.01). Sedangkan derajat keasaman tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0.05). ©2016 dipublikasikan oleh JAS