Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kacang Tanah di Desa Sunsea, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran usahatani kacang tanah dan faktor – faktor yang mempengaruhi usahatani kacang tanah. Metode analisis data yang digunakan metode deskriptif kualitatif dan model analisis Cobb-Douglas. Gambaran usahatani kacang tanah di desa penelitian dimulai dari tahap persiapan benih, pembersihan dan pengolahan lahan, penanaman, penyiangan yang dilakukan dengan dua tahap, panen dan pasca panen. Pada uji F, faktor modal, luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman usahatani, pendidikan petani secara bersama-sama (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi kacang tanah. Sedangkan pada uji T, secara sendiri- sendiri (parsial) faktor luas lahan, benih memiiki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produksi usahatani kacang tanah. Sedangkan pngalaman usahatani, pendidikan, modal, tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani kacang tanah. Nilai Kofisien Determinasi (R2) sebesar 0.675 atau mencapai 67,5%, angka tersebut menunjukkan bahwa kemampuan variabel bebas dalam memberikan informasi untuk menjelaskan keragaman variabel terikat relatif tinggi. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel independen memiliki pengaruh sebesar 67,5% terhadap peningkatan maupun penurunan produksi sedangkan sisanya 32,5% dijelaskan oleh faktor lain diluar faktor yang diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran usahatani kacang tanah dan faktor – faktor yang mempengaruhi usahatani kacang tanah. Metode analisis data yang digunakan metode deskriptif kualitatif dan model analisis Cobb-Douglas. Gambaran usahatani kacang tanah di desa penelitian dimulai dari tahap persiapan benih, pembersihan dan pengolahan lahan, penanaman, penyiangan yang dilakukan dengan dua tahap, panen dan pasca panen. Pada uji F, faktor modal, luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman usahatani, pendidikan petani secara bersama-sama (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi kacang tanah. Sedangkan pada uji T, secara sendiri- sendiri (parsial) faktor luas lahan, benih memiiki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produksi usahatani kacang tanah. Sedangkan pngalaman usahatani, pendidikan, modal, tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani kacang tanah. Nilai Kofisien Determinasi (R2) sebesar 0.675 atau mencapai 67,5%, angka tersebut menunjukkan bahwa kemampuan variabel bebas dalam memberikan informasi untuk menjelaskan keragaman variabel terikat relatif tinggi. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel independen memiliki pengaruh sebesar 67,5% terhadap peningkatan maupun penurunan produksi sedangkan sisanya 32,5% dijelaskan oleh faktor lain diluar faktor yang diteliti. 
Strategi Pengembangan Usaha Biskuit Jagung di Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Subun Tua’lele, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usaha biskuit jagung di Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Subun Tualele Kecamatan Insana Barat, dan untuk mengetahui strategi pengembangannya. Metode analisis data yang digunakan adalah 1) Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengetahui gambaran umum strategi pengembangan usaha biskuit jagung; 2) Analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan usaha biskuit jagung. Berdasarkan hasil penelitian dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa kelompok wanita tani lestari merupakan salah satu kelompok tani yang berada di desa subun tualele, kecamatan insana barat, yang di bentuk pada Tahun 2000, dan melakukan usaha biskuit jagung pada Tahun 2012, yang semua anggotanya terdiri dari para wanita dalam melakukan kegiatan usaha melalui pengolahan jagung menjadi biskuit jagung. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis SWOT di peroleh titik koordinat (0,86, 1,02) yang mana koordinat ini berada pada kuadran 1 (agresif), artinya usaha biskuit jagung pada kelompok Wanita Tani Lestari memiliki kekuatan dan peluang yang sangat baik, sehingga Kelompok Wanita Tani Lestari dapat memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada untuk mengembangkan usaha biskuit jagung selanjutnya. Mariks SWOT menghasilkan 4 alternatif strategi yaitu WT1,WT2,WT3,WT4.dan analisis QSPM di gunakan untuk mengevaluasi dan memilih strategi–strategi terbaik yang paling utama di lakukan Kelompok Wanita Tani Lestari dalam mengembangkan usaha biskuit jagung yaitu strategi 1 (WT3). II (WT1), III (WT4), IV (WT2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usaha biskuit jagung di Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Subun Tualele Kecamatan Insana Barat, dan untuk mengetahui strategi pengembangannya. Metode analisis data yang digunakan adalah 1) Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengetahui gambaran umum strategi pengembangan usaha biskuit jagung; 2) Analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan usaha biskuit jagung. Berdasarkan hasil penelitian dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa kelompok wanita tani lestari merupakan salah satu kelompok tani yang berada di desa subun tualele, kecamatan insana barat, yang di bentuk pada Tahun 2000, dan melakukan usaha biskuit jagung pada Tahun 2012, yang semua anggotanya terdiri dari para wanita dalam melakukan kegiatan usaha melalui pengolahan jagung menjadi biskuit jagung. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis SWOT di peroleh titik koordinat (0,86, 1,02) yang mana koordinat ini berada pada kuadran 1 (agresif), artinya usaha biskuit jagung pada kelompok Wanita Tani Lestari memiliki kekuatan dan peluang yang sangat baik, sehingga Kelompok Wanita Tani Lestari dapat memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada untuk mengembangkan usaha biskuit jagung selanjutnya. Mariks SWOT menghasilkan 4 alternatif strategi yaitu WT1,WT2,WT3,WT4.dan analisis QSPM di gunakan untuk mengevaluasi dan memilih strategi–strategi terbaik yang paling utama di lakukan Kelompok Wanita Tani Lestari dalam mengembangkan usaha biskuit jagung yaitu strategi 1 (WT3). II (WT1), III (WT4), IV (WT2). 
Korelasi Bobot Badan dengan Ukuran Linear Tubuh Ternak Babi Jantan Peranakan VDL pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi bobot badan dengan ukuran linear tubuh ternak babi jantan peranakan VDL di Kecamatan Kota Kefamenanu. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik wawancara dan pengukuran langsung di lapangan untuk mendapatkan data primer, sedangkan data sekunder diambil dari instansi terkait. Penentuan desa dilakukan secara (purposive sampling) dari 3 kelurahan yang berada di satu kecamatan dengan pertimbangan memiliki populasi babi terbanyak. Parameter yang diukur yaitu bobot badan untuk setiap kelompok umur ternak (anak, muda, dewasa) dan ukuran linear tubuh (panjang badan, lingkat dada, tinggi pundak). Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara bobot badan dengan panjang badan untuk kelompok umur anak, muda, dewasa adalah, 0,93; 0,97; 0,96. Korelasi antara bobot badan dengan lingkar dada untuk kelompok umur anak, muda, dewasa, adalah 0,92; 0,97; 0,97. Korelasi antara bobot badan dengan tinggi pundak umtuk kelompok umur anak, muda, dewasa, adalah 0,93; 0,97; 0,96. Korelasi bersifat positif antara bobot badan dengan ukuran linear tubuh ternak babi jantan peranakan VDL dari berbagai kelompok umur di Kecamatan Kota Kefamenanu. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi bobot badan dengan ukuran linear tubuh ternak babi jantan peranakan VDL di Kecamatan Kota Kefamenanu. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik wawancara dan pengukuran langsung di lapangan untuk mendapatkan data primer, sedangkan data sekunder diambil dari instansi terkait. Penentuan desa dilakukan secara (purposive sampling) dari 3 kelurahan yang berada di satu kecamatan dengan pertimbangan memiliki populasi babi terbanyak. Parameter yang diukur yaitu bobot badan untuk setiap kelompok umur ternak (anak, muda, dewasa) dan ukuran linear tubuh (panjang badan, lingkat dada, tinggi pundak). Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara bobot badan dengan panjang badan untuk kelompok umur anak, muda, dewasa adalah, 0,93; 0,97; 0,96. Korelasi antara bobot badan dengan lingkar dada untuk kelompok umur anak, muda, dewasa, adalah 0,92; 0,97; 0,97. Korelasi antara bobot badan dengan tinggi pundak umtuk kelompok umur anak, muda, dewasa, adalah 0,93; 0,97; 0,96. Korelasi bersifat positif antara bobot badan dengan ukuran linear tubuh ternak babi jantan peranakan VDL dari berbagai kelompok umur di Kecamatan Kota Kefamenanu. ©2016 dipublikasikan oleh JAS
Profil Darah Sapi Bali yang Mendapat Konsentrat Berbahan Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) dengan Level yang Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil darah ternak sapi penggemukan yang mendapat chromolaena odorata (Co) dalam konsentrat. Materi yang digunakan adalah 4 ekor sapi Bali jantan muda yang berumur 2 tahun dengan rerata berat badan awal 143 kg ((± 7,11 Kg). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan bujur sangkar latin (4 x 4) dipakai untuk menguji 4 jenis ransum perlakuan. Ransum yang diuji adalah mash yang mengandung COM10% (COM 10%), 20% (COM 20%), 30% (COM 30%) dan 40% (COM 40%). Konsentrat diberikan 2% dari berat badan. Parameter yang diamati adalah glukosa darah, urea darah, Hb, eritrosit dan trombosit darah. Hasil menunjukkan bahwa setiap penambahan Co dalam pakan tidak mempengaruhi profil darah ternak percobaan (normal), hal ini menunjukkan bahwa dengan perlakuan fisik akan megurangi bahkan menghilangkan kandungan anti-nutrient yang dikandung Co. Disimpulkan bahwa penggunaan Co dalam kosentrat sampai 40% tidak akan mempengaruhi profil darah ternak sapi penggemukan sehingga Co berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan sumber protein yang murah dan mudah untuk didapatkan. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil darah ternak sapi penggemukan yang mendapat chromolaena odorata (Co) dalam konsentrat. Materi yang digunakan adalah 4 ekor sapi Bali jantan muda yang berumur 2 tahun dengan rerata berat badan awal 143 kg (± 7,11 Kg). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan bujur sangkar latin (4 x 4) dipakai untuk menguji 4 jenis ransum perlakuan. Ransum yang diuji adalah mash yang mengandung COM10% (COM 10%), 20% (COM 20%), 30% (COM 30%) dan 40% (COM 40%). Konsentrat diberikan 2% dari berat badan. Parameter yang diamati adalah glukosa darah, urea darah, Hb, eritrosit dan trombosit darah. Hasil menunjukkan bahwa setiap penambahan Co dalam pakan tidak mempengaruhi profil darah ternak percobaan (normal), hal ini menunjukkan bahwa dengan perlakuan fisik akan megurangi bahkan menghilangkan kandungan anti-nutrient yang dikandung Co. Disimpulkan bahwa penggunaan Co dalam kosentrat sampai 40% tidak akan mempengaruhi profil darah ternak sapi penggemukan sehingga Co berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan sumber protein yang murah dan mudah untuk didapatkan. ©2016 dipublikasikan oleh JAS
Analisis Finansial Sistim Penggemukan Sapi Potong oleh Perusahaan dan Peternakan Rakyat di Kabupaten Kupang
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha penggemukan sapi di perusahaan peternakan dan peternakan rakyat, kelayakan usaha penggemukan sapi potong di perusahaan peternakan dibandingkan dengan usaha penggemukan sapi potong di peternakan rakyat, dan faktor-faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan dari usaha penggemukan sapi potong di perusahaan dan peternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan wilayah sampel ditentukan secara Sampel Acak Klaster (Cluster Random Sampling) dan responden secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 responden. Analisis kelayakan finansial dikaji secara kuantitatif melalui analisis biaya dan manfaat, analisis laba rugi, analisis kriteria investasi, yaitu meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Payback Pariod (PP), dan Analisis Switching Value. Hasil analisis menunjukan bahwa usaha penggemukan di perusahaan peternakan untuk sapi jantan memiliki nilai NPV sebesar Rp. 7.472.015.043; B/C sebesar 3.09; IRR sebesar 30.15%; Usaha penggemukan sapi betina afkir memiliki nilai NPV sebesar Rp. 3.720.704.516,- B/C sebesar 4.87; IRR sebesar 34%; sementara usaha penggemukan sapi jantan di peternakan rakyat memiliki nilai NPV sebesar Rp. 61.825.470; B/C adalah 4.92; IRR sebesar 95%. Faktor-faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan untu usaha penggemukan sapi adalah jumlah ternak, harga bakalan, tenaga kerja dan harga jual, biaya pakan, dan bobot akhir ternak. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Kupang baik yang dilakukan oleh peternak maupun perusahaan peternakan layak dijalankan. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha penggemukan sapi di perusahaan peternakan dan peternakan rakyat, kelayakan usaha penggemukan sapi potong di perusahaan peternakan dibandingkan dengan usaha penggemukan sapi potong di peternakan rakyat, dan faktor-faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan dari usaha penggemukan sapi potong di perusahaan dan peternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan wilayah sampel ditentukan secara Sampel Acak Klaster (Cluster Random Sampling) dan responden secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 responden. Analisis kelayakan finansial dikaji secara kuantitatif melalui analisis biaya dan manfaat, analisis laba rugi, analisis kriteria investasi, yaitu meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Payback Pariod (PP), dan Analisis Switching Value. Hasil analisis menunjukan bahwa usaha penggemukan di perusahaan peternakan untuk sapi jantan memiliki nilai NPV sebesar Rp. 7.472.015.043; B/C sebesar 3.09; IRR sebesar 30.15%; Usaha penggemukan sapi betina afkir memiliki nilai NPV sebesar Rp. 3.720.704.516,- B/C sebesar 4.87; IRR sebesar 34%; sementara usaha penggemukan sapi jantan di peternakan rakyat memiliki nilai NPV sebesar Rp. 61.825.470; B/C adalah 4.92; IRR sebesar 95%. Faktor-faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan untu usaha penggemukan sapi adalah jumlah ternak, harga bakalan, tenaga kerja dan harga jual, biaya pakan, dan bobot akhir ternak. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Kupang baik yang dilakukan oleh peternak maupun perusahaan peternakan layak dijalankan. ©2016 dipublikasikan oleh JAS
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit sengon laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang yang terdiri dari tiga aras yaitu pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah komposisi media tanam berupa campuran pupuk kandang, tanah dan pasir yang terdiri dari tiga aras yaitu 3:2:1 , 2:3:1 dan 1:3:2. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi pengaruh interaksi antara jenis pupuk kandang dan komposisi media tanam terhadap semua parameter. Jenis pupuk kandang berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 60 hari setelah sapih (HSS) dan 90 HSS, diameter batang 30 HSS, berat segar bibit dan berat kering bibit, sedangkan komposisi media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Pupuk kandang sapi merupakan jenis pupuk yang paling baik dan dapat meningkatkan pertumbuhan bibit sengon laut. Komposisi media tanam 1:3:2 berupa campuran pupuk kandang, tanah dan pasir merupakan komposisi yang lebih baik dalam pembibitan segon laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit sengon laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang yang terdiri dari tiga aras yaitu pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah komposisi media tanam berupa campuran pupuk kandang, tanah dan pasir yang terdiri dari tiga aras yaitu 3:2:1 , 2:3:1 dan 1:3:2. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi pengaruh interaksi antara jenis pupuk kandang dan komposisi media tanam terhadap semua parameter. Jenis pupuk kandang berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 60 hari setelah sapih (HSS) dan 90 HSS, diameter batang 30 HSS, berat segar bibit dan berat kering bibit, sedangkan komposisi media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Pupuk kandang sapi merupakan jenis pupuk yang paling baik dan dapat meningkatkan pertumbuhan bibit sengon laut. Komposisi media tanam 1:3:2 berupa campuran pupuk kandang, tanah dan pasir merupakan komposisi yang lebih baik dalam pembibitan segon laut. 
Pengaruh Model Pemeraman dan Kondisi Cahaya terhadap Perkecambahan Benih Pinang (Areca catechu L.)
Salah satu tahap penting dalam budidaya pinang adalah perbanyakannya yang umumnya dilakukan dengan biji. Permasalahan adalah seperti umumnya suku Arecaceae, bijinya lambat berkecambah sebab mengalami dormansi fisik, berupa biji yang keras, karena itu perlu diberikan perlakuan untuk meningkatkan perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pemeraman dan kondisi cahaya terhadap perkecambahan benih pinang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah model pemeraman yang terdiri dari tiga aras yaitu tanpa peram, peram dalam tanah dan peram dalam periuk tanah. Faktor kedua adalah kondisi cahaya yang terdiri dari tiga aras yaitu kondisi gelap, naungan pohon dan terang. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara model pemeraman dan kondisi cahaya. Model pemeraman berpengaruh nyata pada parameter daya kecambah, potensi tumbuh maksimum, panjang plumula, panjang radikula, berat kering kecambah normal dan laju pertumbuhan kecambah, sedangkan kondisi cahaya hanya berpengaruh nyata terhadap parameter panjang plumula. Pemeraman dalam tanah merupakan perlakuan yang paling baik dan dapat meningkatkan perkecambahan benih pinang hingga 72,22%. Salah satu tahap penting dalam budidaya pinang adalah perbanyakannya yang umumnya dilakukan dengan biji. Permasalahan adalah seperti umumnya suku Arecaceae, bijinya lambat berkecambah sebab mengalami dormansi fisik, berupa biji yang keras, karena itu perlu diberikan perlakuan untuk meningkatkan perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pemeraman dan kondisi cahaya terhadap perkecambahan benih pinang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah model pemeraman yang terdiri dari tiga aras yaitu tanpa peram, peram dalam tanah dan peram dalam periuk tanah. Faktor kedua adalah kondisi cahaya yang terdiri dari tiga aras yaitu kondisi gelap, naungan pohon dan terang. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara model pemeraman dan kondisi cahaya. Model pemeraman berpengaruh nyata pada parameter daya kecambah, potensi tumbuh maksimum, panjang plumula, panjang radikula, berat kering kecambah normal dan laju pertumbuhan kecambah, sedangkan kondisi cahaya hanya berpengaruh nyata terhadap parameter panjang plumula. Pemeraman dalam tanah merupakan perlakuan yang paling baik dan dapat meningkatkan perkecambahan benih pinang hingga 72,22%. 
Pengaruh Takaran Arang Sekam dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran arang sekam dan takaran pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Percobaan pot telah dilakukan di Kebun Fakultas Pertanian Universitas Timor dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 3 × 3 yang terdiri dari 3 pot tanaman sampel dan 2 pot tanaman korban. Faktor yang diteliti adalah takaran arang sekam yang terdiri dari 3 aras yaitu kontrol atau 0, 5, dan 10 t/ha. Faktor kedua adalah takaran pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 aras yaitu kontol atau 0, 5, dan 10 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara takaran arang sekam dan pupuk kandang sapi pada parameter pH tanah, daya hantar listrik, tinggi tanaman 14 dan 42 hari, jumlah daun 42 hari setelah tanam, panjang akar, jumlah polong, jumlah biji per tanaman, berat segar biji, berat segar akar, berat kering akar, berat segar berangkasan, berat kering berangkasan, indeks panen. Hasil tertinggi diperoleh dari pemberian arang sekam 5 t/ha dan pupuk kandang sapi 5 t/ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran arang sekam dan takaran pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Percobaan pot telah dilakukan di Kebun Fakultas Pertanian Universitas Timor dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 3 × 3 yang terdiri dari 3 pot tanaman sampel dan 2 pot tanaman korban. Faktor yang diteliti adalah takaran arang sekam yang terdiri dari 3 aras yaitu kontrol atau 0, 5, dan 10 t/ha. Faktor kedua adalah takaran pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 aras yaitu kontol atau 0, 5, dan 10 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara takaran arang sekam dan pupuk kandang sapi pada parameter pH tanah, daya hantar listrik, tinggi tanaman 14 dan 42 hari, jumlah daun 42 hari setelah tanam, panjang akar, jumlah polong, jumlah biji per tanaman, berat segar biji, berat segar akar, berat kering akar, berat segar berangkasan, berat kering berangkasan, indeks panen. Hasil tertinggi diperoleh dari pemberian arang sekam 5 t/ha dan pupuk kandang sapi 5 t/ha.  
Peran Kepemimpinan Ketua Kelompok Tani Oel’nasi, di Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Oel’nasi Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat, dengan tujuan 1) mengetahui gambaran kegiatan kelompok tani Oel’nasi di Desa Sallu, 2) mengetahui persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan ketua kelompok tani Oel’nasi di Desa Sallu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Untuk menjawab tujuan pertama digunakan metode deskriptif dan untuk tujuan kedua digunakan skala pengukuran Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) persepsi anggota kelompok dalam keaktifan di kelompok tani Oel’nasi yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai yaitu sebesar 447,45%, dengan nilai rata-rata 74,58%. Nilai ini menunjukkan bahwa anggota kelompok tani selalu beusaha untuk berpartisipasi dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan kelompok tani Oel’nasi; 2) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam rencana kerja kegiatan yaitu berada pada kategori kurang baik dengan prosentase 67,5%; 3) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam pengorganisasian yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai 307,5% , dengan nilai rata – rata 76,88%; 4) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam aspek pelaksanaan yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai 213,75% , dan total nilai rata – rata yaitu sebesar 71,25%, setiap perencanaan yang telah ditetapkan belum dilaksanakan secara efektif dan efisien, untuk itu perlu adanya penyuluh yang rutin untuk dapat membina dan melatih agar dapat menambah pengetahuan/ sumberdaya petani dalam melakukan suatu kegiatan usahatani agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai; dan 5) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam manajemen yaitu berada pada kategori cukup baik dengan nilai 73,75%. Peran kepemimpinan dalam manajemen masih rendah atau belum optimal. Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Oel’nasi Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat, dengan tujuan 1) mengetahui gambaran kegiatan kelompok tani Oel’nasi di Desa Sallu, 2) mengetahui persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan ketua kelompok tani Oel’nasi di Desa Sallu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Untuk menjawab tujuan pertama digunakan metode deskriptif dan untuk tujuan kedua digunakan skala pengukuran Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) persepsi anggota kelompok dalam keaktifan di kelompok tani Oel’nasi yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai yaitu sebesar 447,45%, dengan nilai rata-rata 74,58%. Nilai ini menunjukkan bahwa anggota kelompok tani selalu beusaha untuk berpartisipasi dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan kelompok tani Oel’nasi; 2) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam rencana kerja kegiatan yaitu berada pada kategori kurang baik dengan prosentase 67,5%; 3) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam pengorganisasian yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai 307,5% , dengan nilai rata – rata 76,88%; 4) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam aspek pelaksanaan yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai 213,75% , dan total nilai rata – rata yaitu sebesar 71,25%, setiap perencanaan yang telah ditetapkan belum dilaksanakan secara efektif dan efisien, untuk itu perlu adanya penyuluh yang rutin untuk dapat membina dan melatih agar dapat menambah pengetahuan/ sumberdaya petani dalam melakukan suatu kegiatan usahatani agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai; dan 5) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam manajemen yaitu berada pada kategori cukup baik dengan nilai 73,75%. Peran kepemimpinan dalam manajemen masih rendah atau belum optimal. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jeruk Keprok di Desa Suanae Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara
Desa Suanae merupakan salah satu desa yang memproduksi usahatani jeruk keprok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usahatani jeruk keprok dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani jeruk keprok di Desa Suanae Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari 51 responden dengan menggunakan kuesioner yang telah disusun. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fungsi Cobb-Douglass dengan menggunakan alat bantuan Software SpSS versi 16.0 dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Berdasarkan hasil analisis nilai signifikan R2 sebesar 96,6% dan 3,4% adalah variabel yang tidak diteliti, uji F (simultan) menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 258.021 > Ftabel 2.42 berpengaruh nyata pada taraf 5%, sehingga H1 diterima dan H0 ditolak sedangkan uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel luas lahan dan tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap produksi jeruk keprok pada taraf 5% sedangkan variabel benih, modal dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi jeruk keprok di desa Suanae. Desa Suanae merupakan salah satu desa yang memproduksi usahatani jeruk keprok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usahatani jeruk keprok dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani jeruk keprok di Desa Suanae Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari 51 responden dengan menggunakan kuesioner yang telah disusun. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fungsi Cobb-Douglass dengan menggunakan alat bantuan Software SpSS versi 16.0 dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Berdasarkan hasil analisis nilai signifikan R2 sebesar 96,6% dan 3,4% adalah variabel yang tidak diteliti, uji F (simultan) menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 258.021 > Ftabel 2.42 berpengaruh nyata pada taraf 5%, sehingga H1 diterima dan H0 ditolak sedangkan uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel luas lahan dan tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap produksi jeruk keprok pada taraf 5% sedangkan variabel benih, modal dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi jeruk keprok di desa Suanae.