Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Analisis Pendapatan Nelayan Perahu Motor Tempel dan Perahu Motor Lampara di Kelurahan Humusu C Kecamatan Insana Utara
Sumberdaya ikan bersifat terbuka untuk dimanfaatkan oleh siapa saja dan dikategorikan sebagai sumberdaya yang dapat pulih. Kelurahan Humusu C, merupakan salah satu kelurahan yang berada di kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara yang wilayahnya berada di pesisir pantai dengan sebagian masyarakat memilih untuk bermata pencaharian sebagai nelayan. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui 1) gambaran umum nelayan perahu motor Tempel dan perahu motor Lampara; dan 2) besar pendapatan yang diperoleh nelayan perahu motor Tempel dan perahu motor Lampara di kelurahan Humusu C kecamatan Insana Utara yang dilakukan pada bulan Desember 2015 sampai Januari 2017. Untuk mengetahui gambaran umum usaha tangkapan ikan maka digunakan analisis deskriptif kualitatif sedangkan untuk mengetahui pendapatan nelayan dilakukan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan dengan menggunakan perahu motor Tempel dan perahu motor Lampara. Perahu motor Tempel menggunakan alat tangkap dengan memakai pukat ¼ Ins, pukat 1 Ins, pukat 2 Ins, dan pancing dengan ukuran yang berbeda-beda antara lain motor kecil 5,5 PK, yang beroperasi di siang hari dan motor besar 9-28 PK. Rata-rata pendapatan perahu motor Tempel adalah Rp. 29.145.845 dengan pendapatan tertinggi Rp. 42.085.455 dan pendapatan terendah Rp. 12.402.455. Sedangkan usaha penangkapan ikan yang menggunakan perahu motor Lampara dengan memakai pukat Lampara dan pancing, yang beroperasi pada malam hari dengan ukuran motor Tempel 17 x 3 m dengan kekuatan 300 PK. Rata-rata pendapatan perahu motor Lampara adalah Rp. 81.061.600 dengan pendapatan tertinggi Rp. 95.402.643 dan pendapatan terendah Rp. 72.213.883. 
Kebijakan Pemerintah Daerah di Bidang Pertanian dalam Hubungan dengan Desentralisasi di Kabupaten Timor Tengah Utara
Research on government policy in the agriculture sector in relation to decentralization in Regency of Timor Tengah Utara is an empirical research. This research aims to improve government policies in relation to decentralization, so that local governments do not abuse their authority in issuing the policy especially in the mining policy. This research uses sociological and ecological approach to assist local governments in issuing the policy so that policies can prosper the people. Results from this research are: To design symmetric decentralization to asymmetric decentralization. The design of asymmetric decentralization is used because a uniform decentralized model ignores the fact that the area has a level of maturity, the coverage area, the potential of the area and population that varies between one and the other. Uniform decentralization model also complicate the region in the developing bureaucratic structures. Make the agricultural sector as a mandatory affair of the government of North Central Timor Regency. Local government policy should be based on the study of sociology ecology. Penelitian mengenai Kebijakan Pemerintah Daerah di Bidang Pertanian dalam Hubungan dengan Desentralisasi di Kabupaten Timor Tengah Utara, merupakan penelitian empiris. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan pemerintah daerah dalam hubungan dengan desentralisasi, sehingga pemerintah daerah tidak menyalahgunakan wewenangnya dalam mengeluarkan kebijakan khususnya dalam kebijakan pertambangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian sosiologi dan ekologi untuk membantu pemerintah daerah dalam mengeluarkan kebijakan, sehingga kebijakan-kebijakan pemerintah daerah mampu menyejahterakan rakyat. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mendesain desentralisasi simetris ke desentralisasi asimetris. Desain desentralisasi asimetris ini dikarenakan model Desentralisasi yang seragam mengabaikan kenyataan bahwa daerah memiliki tingkat kematangan, cakupan wilayah, potensi daerah, dan jumlah penduduk yang berbeda antara satu dengan lainnya. Model desentralisasi seragam yang sekarang berlaku juga mempersulit daerah dalam pengembangan struktur birokrasi yang efisien dan aparatur yang profesional, mengingat kompetensi dan kebutuhan mereka yang berbeda-beda. Menjadikan sektor pertanian sebagai urusan wajib pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara. 
Analisis Pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Petani di Desa Usapinonot
Desa memiliki peran yang sangat penting dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan umum desa serta pelayanan kepada masyarakat secara lebih terarah, terfokus dan lancar terutama program kegiatan pemerintah desa yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat desa dengan dasar pertimbangan bahwa akan memberikan suatu kehidupan yang layak dan makmur bagi masyarakat desa. Desa Usapinonot adalah salah satu desa di kecamatan Insana Barat, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang juga memperoleh ADD sebagaimana desa lainnya di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran pengelolaan ADD dalam peningkatan perekonomian masyarakat petani di desa Usapinonot. Penelitian dilaksanakan di desa Usapinonot, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU pada bulan April sampai Juli 2017. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sampel diambil menggunakan metode purposive, berjumlah 9 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara 1) pengamatan (observation); 2) wawancara (interview); dan 3) studi pustaka (dokumentation study). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ADD di desa Usapinonot telah dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian antara program dengan kebutuhan masyarakat. Untuk terjaminnya seluruh rangkaian program kegiatan masyarakat dalam pengelolaan ADD maka manajemen pengelolaan keuangan yang baik dan tepat sesuai anggaran telah ditetapkan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa dana yang telah disiapkan dalam kaitannya dengan kegiatan yang menjadi urgen dalam kehidupan masyarakat dilaksanakan sesuai dengan mata anggaran yang tersedia dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan menjamin kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Keselarasan program kegiatan dilaksanakan dengan cara keseluruhan kegiatan pembangunan yang ada harus diarahkan pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat agar hasil dari pembangunan yang dilaksanakan tidak mubazir dan pada akhirnya masyarakat memberikan respon yang positif terhadap rangkaian kegiatan pembangunan yang dilaksanakan. Pertanggungjawaban dilakukan secara sistematis berdasarkan keseluruhan program yang ada maka dengan sendirinya membuka nuansa keterbukaan atau transparansi yang bersifat positif. 
Pengaruh Dosis Kompos dan Frekuensi Penyiraman pada Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
This study aims to determine the effect of compost dosage and the frequency of watering on the growth of Sengon Laut seedlings as well as to know compost dose and watering frequency that proper for optimum growth of Sengon Laut seedlings. The study used Randomized Block Design Factorial with three replications. The first factor is a compost dose consisting of three levels of control or 0 g per polybag, 30 g per polybag and 40 g per polybag. The second factor is the frequency of watering which consists of three levels ie twice a day, once a day and once in two days. The results showed no interaction effect between compost dose and frequency of watering on all parameters. The compost dose significantly affected the plant height parameters at each observation time, the diameter of the stem at each observation time, the fresh weight of the seedlings and the dry weight of the seedlings. The watering frequency had a significant effect on soil temperature 60 days after transplanting (DAT) and 90 DAT, plant height 30 DAT, stem diameter 30 DAT and 60 DAT. Compost dose of 30 g per polybag is the optimum dose for the growth of sengon seedlings while watering twice a day is the right watering frequency for the seedlings of sengon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit sengon laut serta mengetahui dosis kompos dan frekuensi penyiraman yang tepat untuk pertumbuhan bibit sengon laut yang optimum. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis kompos yang terdiri dari tiga aras yaitu kontrol atau 0 g per polybag, 30 g per polybag dan 40 g per polybag. Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman yang terdiri dari tiga aras yaitu dua kali sehari, satu kali sehari dan dua hari sekali. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi pengaruh interaksi antara dosis kompos dan frekuensi penyiraman terhadap semua parameter. Dosis kompos berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman setiap waktu pengamatan, diameter batang setiap waktu pengamatan, berat segar bibit dan berat kering bibit. Frekuensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap suhu tanah 60 HSS dan 90 HSS, tinggi tanaman 30 HSS, diameter batang 30 HSS dan 60 HSS. Dosis kompos 30 g per polybag adalah dosis optimum bagi pertumbuhan bibit sengon sedangkan penyiraman dua kali sehari adalah frekuensi penyiraman yang tepat bagi bibit sengon. 
Kajian Pendapatan Agroindustri Tortila di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara
Pemberdayaan kelompok tani merupakan upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kelompok tani tersebut yang Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Basam Tasa Kelurahan Atmen Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara sejak bulan Februari sampai bulan April 2014 dengan tujuan: 1) Untuk mengetahui gambaran proses produksi tortila pada Kelompok Tani Basam Tasa di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara, 2) Untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh dari usaha agroindustri tortila pada Kelompok Tani Basam Tasa di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang digunakan adalah metode survei. Untuk menjawab tujuan pertama dan kedua digunakan metode deskriptif dan pendapatan, Hasil penelitian menunjukkan : 1) Dalam proses pengolahan tortila, tahapannya: a.) Jagung yang digunakan adalah jagung kuning yang sudah dijemur kering. b) Jagung yang telah ditumbuk, dicuci kemudian dimasak. c). Jagung yang telah masak digiling dengan menggunakan blender sampai halus. d. Pencetakan dilakukan saat adonan yang dikukus sudah berubah warna. e) adonan yang telah dicetak dijemur sampai setengah kering, lalu dipotong persegi panjang dan di jemur lagi sampai kering. f). Tortila yang sudah kering dikemas untuk di jual. 2) Berdasarkan analisis pendapatan dapat diketahui bahwa: Produksi tortila adalah jumlah fisik tortila yang dihasilkan mencapai 2790 bungkus dengan rata-rata produksi yang diperoleh mencapai 174,375 bungkus bahan baku yakni jagung sebanyak 557 kg. Rata-rata penerimaan Rp.1.064.250 dengan variasi penerimaan tertinggi adaalah Rp.1.290.000 dan penerimaan terendah Rp. 900.000. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata pendapatan adalah Rp.556.938/responden/bulan dengan variasi pendapatan tertinggi adalah Rp.640.000 dan pendapatan terendah adalah Rp.384.500. Pemberdayaan kelompok tani merupakan upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kelompok tani tersebut yang Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Basam Tasa Kelurahan Atmen Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara sejak bulan Februari sampai bulan April 2014 dengan tujuan: 1) Untuk mengetahui gambaran proses produksi tortila pada Kelompok Tani Basam Tasa di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara, 2) Untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh dari usaha agroindustri tortila pada Kelompok Tani Basam Tasa di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang digunakan adalah metode survei. Untuk menjawab tujuan pertama dan kedua digunakan metode deskriptif dan pendapatan, Hasil penelitian menunjukkan : 1) Dalam proses pengolahan tortila, tahapannya: a.) Jagung yang digunakan adalah jagung kuning yang sudah dijemur kering. b) Jagung yang telah ditumbuk, dicuci kemudian dimasak. c). Jagung yang telah masak digiling dengan menggunakan blender sampai halus. d. Pencetakan dilakukan saat adonan yang dikukus sudah berubah warna. e) adonan yang telah dicetak dijemur sampai setengah kering, lalu dipotong persegi panjang dan di jemur lagi sampai kering. f). Tortila yang sudah kering dikemas untuk di jual. 2) Berdasarkan analisis pendapatan dapat diketahui bahwa: Produksi tortila adalah jumlah fisik tortila yang dihasilkan mencapai 2790 bungkus dengan rata-rata produksi yang diperoleh mencapai 174,375 bungkus bahan baku yakni jagung sebanyak 557 kg. Rata-rata penerimaan Rp.1.064.250 dengan variasi penerimaan tertinggi adaalah Rp.1.290.000 dan penerimaan terendah Rp. 900.000. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata pendapatan adalah Rp.556.938/responden/bulan dengan variasi pendapatan tertinggi adalah Rp.640.000 dan pendapatan terendah adalah Rp.384.500. 
Analisis Implementasi Kebijakan Program Desa Mandiri Cinta Petani di Kabupaten Timor Tengah Utara
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam efektivitas pengelolaan lahan kering melalui program-program pengentasan kemiskinan diantaranya program Sari Tani di Kabupaten TTU. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Mekanisme pelaksanaan yang telah direncanakan oleh BPMPD tidak maksimal diimplementasikan dikarenakan terkendala beberapa hal diantaranya; kurangnya kesadaran penerima manfaat dalam mengembalikan dana Sari Tani untuk digulirkan kembali. Implementor kebijakan Program Desa Mandiri Cinta Petani kurang profesional dalam mengimplementasikan program Sari Tani karena kurang memberikan sosialisasi mengenai Program tersebut sehingga banyak masyarakat takut dalam menggunakan Dana Sari Tani tersebut. Indikator pencapaian yang ditargetkan tidak dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini ditunjukkan dengan penerima manfaat tidak memahami tujuan pengelolaan dana Sari Tani secara baik, dan kelompok penerima sasaran belum maksimal menerapkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai usaha tani yang di kembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam efektivitas pengelolaan lahan kering melalui program-program pengentasan kemiskinan diantaranya program Sari Tani di Kabupaten TTU. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Mekanisme pelaksanaan yang telah direncanakan oleh BPMPD tidak maksimal diimplementasikan dikarenakan terkendala beberapa hal diantaranya; kurangnya kesadaran penerima manfaat dalam mengembalikan dana Sari Tani untuk digulirkan kembali. Implementor kebijakan Program Desa Mandiri Cinta Petani kurang profesional dalam mengimplementasikan program Sari Tani karena kurang memberikan sosialisasi mengenai Program tersebut sehingga banyak masyarakat takut dalam menggunakan Dana Sari Tani tersebut. Indikator pencapaian yang ditargetkan tidak dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini ditunjukkan dengan penerima manfaat tidak memahami tujuan pengelolaan dana Sari Tani secara baik, dan kelompok penerima sasaran belum maksimal menerapkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai usaha tani yang di kembangkan. 
Implementasi Marketing Mix Pada Pemasaran Abon Ikan di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum pemasaran abon ikan dan implementasi marketing mix pada pemasaran abon ikan. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode secara sensus dan sampel sebanyak 5 orang, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, sedangkan metode analisis data yang digunakan metode ananlisis data deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gambaran pemasaran abon ikan dispesifikan kedalam mananjemen pemasaran abon ikan yang dimulai dari perencanaan dengan mengamati suutuasi didasari permintaan dari konsumen, pelaksanaan yang dilakukan oleh anggota kelompok yang langsung menuju pada lokasi konsumen, pengendalian dlakukan untuk mengetahui bila terjadi penyimpangan dan penyebabnya, serta evaluasi mengenai pelaksanaan pemasaran abon ikan, sedangkan implementasi marketing mix, produk diimplementasi berdasarkan pelatihan dan instruksi dari Standar Industri Indonesia, harga diimplementasi dengan menerapkan metode penetapan harga berdasarkan pendekatan biaya dan harga yang ditetapkan Rp. 20.000,- dan 2,5 Centavos, sedangkan tempat diimplementasi pada 2 lokasi yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Timor Tengah Utara dan perbatasan RI-RDTL, promosi diimplementasikan berdasarkan pada frekuensi produksi yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum pemasaran abon ikan dan implementasi marketing mix pada pemasaran abon ikan. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode secara sensus dan sampel sebanyak 5 orang, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, sedangkan metode analisis data yang digunakan metode ananlisis data deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gambaran pemasaran abon ikan dispesifikan kedalam mananjemen pemasaran abon ikan yang dimulai dari perencanaan dengan mengamati suutuasi didasari permintaan dari konsumen, pelaksanaan yang dilakukan oleh anggota kelompok yang langsung menuju pada lokasi konsumen, pengendalian dlakukan untuk mengetahui bila terjadi penyimpangan dan penyebabnya, serta evaluasi mengenai pelaksanaan pemasaran abon ikan, sedangkan implementasi marketing mix, produk diimplementasi berdasarkan pelatihan dan instruksi dari Standar Industri Indonesia, harga diimplementasi dengan menerapkan metode penetapan harga berdasarkan pendekatan biaya dan harga yang ditetapkan Rp. 20.000,- dan 2,5 Centavos, sedangkan tempat diimplementasi pada 2 lokasi yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Timor Tengah Utara dan perbatasan RI-RDTL, promosi diimplementasikan berdasarkan pada frekuensi produksi yang dilakukan. 
Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, dan mengetahui besarnya keuntungan relatif dari usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Dilaksanakan di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dari populasi yang berjumlah 525 kk sehingga total responden 52 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menegetahui tujuan pertama, analisis pendapatan untuk mengetahui tujuan kedua, dan analisis keuntungan relative untuk mengetahui tujuan ketiga. Berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan bahwa tahapan usahatani kacang hijau terdiri dari persiapan lahan, persiapan benih, penanaman, penyiangan, panen dan pasca panen. Besarnya pendapatan usahatani kacang hijau tertinggi sebesar Rp. 2.225.125 dan terendah Rp. (2.482) dengan rata-rata Rp. 1.493.494. Tinggi rendahnya pendapatan tergantung dari biaya yang dikeluarkan, harga jual dan produksi kacang hijau pada musim tanam 2015/2016. Nilai rata-rata R/C ratio dari usahatani kacang hijau sebesar 2,2 maka dapat disimpulkan bahwa usahatani kacang hijau secara ekonomis menguntungkan sehingga usahatani tersebut mempunyai prospek yang lebih baik untuk terus dikembangakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, dan mengetahui besarnya keuntungan relatif dari usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Dilaksanakan di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dari populasi yang berjumlah 525 kk sehingga total responden 52 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menegetahui tujuan pertama, analisis pendapatan untuk mengetahui tujuan kedua, dan analisis keuntungan relative untuk mengetahui tujuan ketiga. Berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan bahwa tahapan usahatani kacang hijau terdiri dari persiapan lahan, persiapan benih, penanaman, penyiangan, panen dan pasca panen. Besarnya pendapatan usahatani kacang hijau tertinggi sebesar Rp. 2.225.125 dan terendah Rp. (2.482) dengan rata-rata Rp. 1.493.494. Tinggi rendahnya pendapatan tergantung dari biaya yang dikeluarkan, harga jual dan produksi kacang hijau pada musim tanam 2015/2016. Nilai rata-rata R/C ratio dari usahatani kacang hijau sebesar 2,2 maka dapat disimpulkan bahwa usahatani kacang hijau secara ekonomis menguntungkan sehingga usahatani tersebut mempunyai prospek yang lebih baik untuk terus dikembangakan. 
Penampilan Produksi Ternak Kambing Kacang Jantan dari Berbagai Kelompok Umur di Kecamatan Insana Utara Kabupataen Timor Tengah Utara
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara sejak bulan Januari sampai Februari 2015 dengan tujuan untuk mengetahui penampilan produksi ternak ternak kambing jantan berbagai kelompok umur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan pengukuran langsung untuk mendapatkan data primer. Sedangkan data sekunder diambil dari instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian penampilan produksi kambing Kacang jantan dari berbagai kelompok umur menunjukkan bobot badan kambing jantan dari berbagai kelompok umur yaitu anak, muda dan dewasa adalah 6,89±2,52; 14,21±2,27 dan 24,31±4,53. Koefisien variasi 36,57%; 15,97%; 10,70%. Tinggi pundak kambing kacang jantan dari berbagai kelompok umur anak, muda dan dewasa adalah 35,36±5,40; 44,95±3,33 dan 52,98±4,32 dengan koefisien variasi 15,27%; 7,40% dan 8,15%. Panjang badan kambing kacang jantan dari berbagai kelompok umur adalah 31,53±6,17; 39,93±2,69 dan 49,02±4,81 dengan koefisien variasi 19,54%; 6,71%; 9,81%. Lingkar dada kambing kacang dari berbagai kelompok umur adalah 41,46±6,64; 53,53±3,28 dan 67,72±6,09 dengan koefisien variasi 16,01%; 6,17% dan 8,99%. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara sejak bulan Januari sampai Februari 2015 dengan tujuan untuk mengetahui penampilan produksi ternak ternak kambing jantan berbagai kelompok umur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan pengukuran langsung untuk mendapatkan data primer. Sedangkan data sekunder diambil dari instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian penampilan produksi kambing Kacang jantan dari berbagai kelompok umur menunjukkan bobot badan kambing jantan dari berbagai kelompok umur yaitu anak, muda dan dewasa adalah 6,89±2,52; 14,21±2,27 dan 24,31±4,53. Koefisien variasi 36,57%; 15,97%; 10,70%. Tinggi pundak kambing kacang jantan dari berbagai kelompok umur anak, muda dan dewasa adalah 35,36±5,40; 44,95±3,33 dan 52,98±4,32 dengan koefisien variasi 15,27%; 7,40% dan 8,15%. Panjang badan kambing kacang jantan dari berbagai kelompok umur adalah 31,53±6,17; 39,93±2,69 dan 49,02±4,81 dengan koefisien variasi 19,54%; 6,71%; 9,81%. Lingkar dada kambing kacang dari berbagai kelompok umur adalah 41,46±6,64; 53,53±3,28 dan 67,72±6,09 dengan koefisien variasi 16,01%; 6,17% dan 8,99%. ©2016 dipublikasikan oleh JAS
Analisis Nutrisi Rumput Alam (Mexicana grass) dan Rumput Raja (King grass) Sebagai Pakan Ternak di Kelompok Tani Nekmese Kecamatan Insana Barat pada Musim Kemarau
Penelitian bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi rumput alam (Mexicuna grass) dan rumput raja (King grass) yang digunakan sebagai pakan ternak sapi pada kelompok Tani Nekmese, Kecamatan Insana Barat. Hasil analisis uji laboratorium menunjukkan bahwa nilai kandungan Protein Kasar Rumput Alam 4,70 %, dan Bahan Organik 89,48%, sedangkan pada Rumput Raja memiliki nilai Protein Kasar 10,71%, Bahan Kering 95,04%, dan Bahan Organik 86,37%. Hasil perhitungan Standar Deviasi dan Koefisien Variasi kandungan Protein Kasar Rumput Alam adalah 1,07%; 22,75% lebih rendah dibandingkan Rumput Raja itu 1,33%; 12,44%; Standar Deviasi dan Koefisien Variasi Bahan Kering yaitu masing-masing 0,44%; 0,46%; lebih tinggi dibandingkan Rumput Raja yaitu 0,35%; 0,36%; Standar Deviasi dan Koefisien Variasi Bahan Organik Rumput Alam masing-masing 0,79%; 0,88%, lebih rendah dibandingkan Rumput Raja yaitu 2,73%; 3,16%. Dapat disimpulkan bahwa kualitas Rumput Alam dan Rumput Raja yang digunakan oleh kelompok Tani Nekmese dalam program penggemukan sudah cukup baik. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.Penelitian bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi rumput alam (Mexicuna grass) dan rumput raja (King grass) yang digunakan sebagai pakan ternak sapi pada kelompok Tani Nekmese, Kecamatan Insana Barat. Hasil analisis uji laboratorium menunjukkan bahwa nilai kandungan Protein Kasar Rumput Alam 4,70 %, dan Bahan Organik 89,48%, sedangkan pada Rumput Raja memiliki nilai Protein Kasar 10,71%, Bahan Kering 95,04%, dan Bahan Organik 86,37%. Hasil perhitungan Standar Deviasi dan Koefisien Variasi kandungan Protein Kasar Rumput Alam adalah 1,07%; 22,75% lebih rendah dibandingkan Rumput Raja itu 1,33%; 12,44%; Standar Deviasi dan Koefisien Variasi Bahan Kering yaitu masing-masing 0,44%; 0,46%; lebih tinggi dibandingkan Rumput Raja yaitu 0,35%; 0,36%; Standar Deviasi dan Koefisien Variasi Bahan Organik Rumput Alam masing-masing 0,79%; 0,88%, lebih rendah dibandingkan Rumput Raja yaitu 2,73%; 3,16%. Dapat disimpulkan bahwa kualitas Rumput Alam dan Rumput Raja yang digunakan oleh kelompok Tani Nekmese dalam program penggemukan sudah cukup baik. ©2016 dipublikasikan oleh JAS