Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kacang Hijau di Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka
Io kufeu adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malaka yang sebagian besar masyarakatnya melakukan usahatani kacang hijau. Salah satu faktor yang menentukan keuntungan ekonomis suatu usahatani adalah jumlah produksi usahatani tersebut, sementara produksi itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sebuah usahatani sangat penting untuk diteliti agar diketahui bagaimana kontribusi setiap faktor terhadap produksi usahatani tersebut, sekaligus menjadi dasar bagi petani agar menjaga efisiensi pemanfaatan dari setiap faktor produksi serta sebagai input pengambilan keputusan dalam pengembangan usahatani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kacang hijau di desa Tunabesi, kecamatan Io kufeu, kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan di desa Tunabesi, Kecamatan Io Kufeu, kabupaten Malaka, pada Bulan Februari sampai Juni 2016. Populasi berjumlah 554 orang dengan sampel sebanyak 51 orang. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 82,3% produksi usahatani kacang hijau dipengaruhi oleh luas lahan, benih, curahan tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan pengalaman secara bersama-sama sedangkan sisanya 17,7% adalah variabel lain. Secara parsial hanya variabel benih dan pengalaman petani yang berpengaruh terhadap produksi kacang hijau sedangkan luas lahan, curahan tenaga kerja dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kacang hijau. 
Analisis Pendapatan Usahatani Cabe Rawit Merah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara
Desa Tapenpah merupakan salah satu desa di kecamatan Insana kabupaten Timor Tengah Utara yang petaninya membudidayakan tanaman cabe rawit merah dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis besarnya pendapatan usahatani cabe rawit merah; 2) mengetahui berapa besar keuntungan relatif berusahatani cabe rawit merah; dan 3) mengetahui strategi pengembangan usahatani cabe rawit merah. Penelitian dilaksanakan di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU pada bulan Februari sampai bulan Agustus 2017. Penelitian menggunakan metode survei. Untuk mengetahui pendapatan petani dilakukan analisis biaya, analisis pendapatan, analisis biaya. Keuntungan relatif dianalisis menggunakan R/C Ratio. Untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani dilakukan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya yang dikeluarkan dalam usahatani cabe rawit merah meliputi biaya tetap dan biaya variabel dengan rata-rata biaya sebesar Rp1.262.645,83 dan total biaya sebesar Rp18.939.688,00. Penerimaan usahatani cabe rawit merah dalam satu kali musim tanam sebesar Rp135.420.000,00 sehingga petani memperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp7.737.354,16 dengan total pendapatan sebesar Rp116.480.312,50. Rata-rata penerimaan sebesar Rp9.000.000,00 dan rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1.176.771,00, sehingga rata-rata nilai R/C Ratio adalah 7,12 yang artinya kegiatan usahatani cabe rawit oleh petani di desa Tapenpah layak untuk dikembangkan karena menguntungkan secara ekonomis. Faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan, faktor eksternal berupa peluang dan ancaman. Skor pembobotan untuk faktor kekuatan 3,2, kelemahan 1,5, peluang 1,95 dan ancaman 1,85. Berada pada kuadran I. 
Pengaruh Pemangkasan Akar dan Waktu Penyapihan terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana Willd) Asal Stum
Penggunaan anakan yang tumbuh liar sebagai bibit (stum) umum dilakukan pada tanaman kemiri oleh masyarakat di pulau Timor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemangkasan akar dan Waktu Penyapihan Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kemiri (Aleurites maluccana, Willd.) Asal Stum dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3 x 3 dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan akar yang terdiri dari 3 aras yaitu, Faktor pertama adalah pemangkasan akar yang terdiri dari 3 aras yaitu, P0: Menyisakan panjang potongan 15 cm, P1: Menyisakan panjang potongan 10 cm, dan P2: Menyisakan panjang potongan 5 cm. Faktor kedua adalah waktu Penyapihan, dengan 3 aras yakni, C1: 8 minggu, C2: 9 minggu, dan C3: 10 minggu. Pengamatn mengikuti : Tinggi Tanaman Jumlah Daun (Helai), Diameter Batang, Luas Daun, Bobot segar Akar, Bobot segar Batang, Bobot kering Akar, Bobot kering Batang. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara panjang sisa potongan akar dengan waktu penyapihan pada semua parameter pengamatan. Pengaruh utama perlakuan sisa potongan akar 5 cm menghasilkan persentase peningkatan bobot kering tanaman terbaik (298,7%). Pengaruh utama perlakuan waktu penyapihan tidak menunjukkan beda nyata pada semua parameter pengamatan. Penggunaan anakan yang tumbuh liar sebagai bibit (stum) umum dilakukan pada tanaman kemiri oleh masyarakat di pulau Timor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemangkasan akar dan Waktu Penyapihan Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kemiri (Aleurites maluccana, Willd.) Asal Stum dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3 x 3 dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan akar yang terdiri dari 3 aras yaitu, Faktor pertama adalah pemangkasan akar yang terdiri dari 3 aras yaitu, P0: Menyisakan panjang potongan 15 cm, P1: Menyisakan panjang potongan 10 cm, dan P2: Menyisakan panjang potongan 5 cm. Faktor kedua adalah waktu Penyapihan, dengan 3 aras yakni, C1: 8 minggu, C2: 9 minggu, dan C3: 10 minggu. Pengamatn mengikuti : Tinggi Tanaman Jumlah Daun (Helai), Diameter Batang, Luas Daun, Bobot segar Akar, Bobot segar Batang, Bobot kering Akar, Bobot kering Batang. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara panjang sisa potongan akar dengan waktu penyapihan pada semua parameter pengamatan. Pengaruh utama perlakuan sisa potongan akar 5 cm menghasilkan persentase peningkatan bobot kering tanaman terbaik (298,7%). Pengaruh utama perlakuan waktu penyapihan tidak menunjukkan beda nyata pada semua parameter pengamatan. 
Pengaruh Jenis Biochar dan Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis biochar dan jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata, L.) serta mengetahui jenis biochar dan jenis pupuk pada pertumbuhan dan hasil kacang hijau, benih yang dipakai berasal dari sarana produksi pertanian terdekat yang bebas dari organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) tiga faktorial yang diulang tiga kali. Faktor yang pertama terdiri dari tiga aras yaitu tanpa biochar, arang sekam padi, arang sebuk gergaji, faktor yang kedua terdiri dari tiga aras yaitu tanpa pupuk organik, pupuk kandang sapi dan pupuk guano. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2016 di kebun percobaan Fakultas pertanian Universitas Timor, TTU, NTT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara jenis biochar dan jenis pupuk organik tidak terjadi interaksi, baik pengaruhnya terhadap parameter pertumbuhan maupun hasil kacang hijau yang diamati. Biochar serbuk gergaji dan pupuk guano memberikan pengaruh paling optimal terhadap hasil tertinggi kacang hijau berupa berat biji, masing-masing seberat 2,60 g/tanaman dan 3,12 g/tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis biochar dan jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata, L.) serta mengetahui jenis biochar dan jenis pupuk pada pertumbuhan dan hasil kacang hijau, benih yang dipakai berasal dari sarana produksi pertanian terdekat yang bebas dari organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) tiga faktorial yang diulang tiga kali. Faktor yang pertama terdiri dari tiga aras yaitu tanpa biochar, arang sekam padi, arang sebuk gergaji, faktor yang kedua terdiri dari tiga aras yaitu tanpa pupuk organik, pupuk kandang sapi dan pupuk guano. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2016 di kebun percobaan Fakultas pertanian Universitas Timor, TTU, NTT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara jenis biochar dan jenis pupuk organik tidak terjadi interaksi, baik pengaruhnya terhadap parameter pertumbuhan maupun hasil kacang hijau yang diamati. Biochar serbuk gergaji dan pupuk guano memberikan pengaruh paling optimal terhadap hasil tertinggi kacang hijau berupa berat biji, masing-masing seberat 2,60 g/tanaman dan 3,12 g/tanaman. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Angkaes Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka
Sebagai bahan makanan pokok atau kebutuhan dasar untuk hidup, permintaan pasar akan beras akan terus sejalan dengan pertambahan penduduk. Angkaes adalah salah satu desa di kecamatan Weliman kabupaten Malaka yang sebagian besar masyarakatnya melakukan usahatani padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani padi sawah; dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani padi sawah di desa Angkaes kecamatan Weliman kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan di desa Angkaes, Kecamatan Weliman, kabupaten Malaka, pada bulan November 2015 sampai Mei 2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Populasi berjumlah 433 KK dan sampel berjumlah 60 petani. Untuk menjawab tujuan pertama maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan menjawab tujuan kedua, digunakan fungsi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan petani di desa Angkaes melakukan usahatani padi sawah dengan tahapan 1) persiapan lahan persemaian; 2) persiapan benih; 3) persemaian benih; 4) pengolahan lahan; 5) penanaman dan pengairan; 6) pemupukan; 7) penyiangan dan pengendalian hama; 8) panen; dan 9) pasca panen. Luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman petani, dan pendidikan petani secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah sebesar 87,374%. Terdapat tiga variabel yang secara mandiri berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah yaitu luas lahan, benih, tenaga kerja, sedangkan pengalaman dan pendidikan petani tidak berpengaruh nyata pada produksi usahatani padi sawah. 
Pengaruh Jenis Sulur dan Jumlah Ruas terhadap Pertumbuhan Sirih Buah Asal Desa Tunmat Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka (Piper betle, L)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis sulur dan jumlah ruas terhadap pertumbuhan sirih buah asal desa Tunmat, kecamatan Io Kufeu, kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan percobaan faktorial. Faktor pertama adalah jenis sulur, yang terdiri dari sulur panjat dan sulur tanah. Faktor kedua adalah jumlah ruas yaitu 3 ruas, 5 ruas, dan 7 ruas yang diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terjadi interaksi antara perlakuan jenis sulur dan jumlah ruas pada parameter pengamatan jumlah tunas cabang 90 HST, dan jumlah daun 90 HST. Jenis sulur tanah yang dikombinasikan dengan jumlah ruas 7 menghasilkan jumlah tunas cabang, tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun paling tinggi. Jenis sulur panjat yang dikombinasikan dengan jumlah ruas 5 tidak terjadi interaksi namun memberikan hasil tanaman sirih buah tertinggi pada parameter luas daun, berat segar daun dan berat segar total. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis sulur dan jumlah ruas terhadap pertumbuhan sirih buah asal desa Tunmat, kecamatan Io Kufeu, kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan percobaan faktorial. Faktor pertama adalah jenis sulur, yang terdiri dari sulur panjat dan sulur tanah. Faktor kedua adalah jumlah ruas yaitu 3 ruas, 5 ruas, dan 7 ruas yang diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terjadi interaksi antara perlakuan jenis sulur dan jumlah ruas pada parameter pengamatan jumlah tunas cabang 90 HST, dan jumlah daun 90 HST. Jenis sulur tanah yang dikombinasikan dengan jumlah ruas 7 menghasilkan jumlah tunas cabang, tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun paling tinggi. Jenis sulur panjat yang dikombinasikan dengan jumlah ruas 5 tidak terjadi interaksi namun memberikan hasil tanaman sirih buah tertinggi pada parameter luas daun, berat segar daun dan berat segar total. 
In Vitro Antibakteri Ekstrak Etanol Puni (Zingiber zerumbet) Asal Pulau Timor
Puni (Zingiber zerumbet) is a wildly grown plant that used by Timorese people to treat ulcerative lesions in Timor Island. This study aims to determine the antibacterial activity of plants extracts and know the content of active compounds on the most active extracts of plants. Extraction of active compounds was carried out using four solvent ie n-hexane, ethyl acetate, ethanol, and aqueous solvent. Antibacterial activity test was done using the diffusion method of the four crude extract and extract with the highest activity was then used to find MIC value. Analyzed the content of the active compounds using LC-MS. It was found that ethanol extract had the highest antibacterial activity compared to other extracts. The MIC value of ethanol extract against S. aureus, B. Subtilis, E. coli, and P. aeruginosa were respectively determined to be 50, 100, 150, 250 mg mL-1. The result of LC-MS analysis showed that the ethanol extract contained zerumbone and gingerglycolipid B. Puni (Zingiber zerumbet) merupakan tanaman yang tumbuh secara liar yang dimanfaatkan oleh penduduk di Pulau Timor dalam mengobati luka borok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri esktrak tanaman dan mengetahui kandungan senyawa aktif pada ekstrak teraktif tanaman. Ekstraksi senyawa-senyawa aktif tanaman dilakukan menggunakan empat pelarut yakni pelarut n-heksan, etil asetat, etanol, dan air. Metode difusi agar digunakan dalam menguji aktivitas antibakteri ekstrak dan pencarian nilai KHTM untuk ekstrak teraktif. Analisis komponen senyawa aktif dilakukan menggunakan LC-MS. Ekstrak etanol diketahui memiliki kemampuan antibakteri terbaik dibanding ketiga ekstrak lainnya. Nilai KHTM ekstrak etanol terhadap bakteri S. aureus, B. subtilis, E. coli, dan P. aeruginosa berturut-turut sebesar 50, 100, 150, 250 mg mL-1. Hasil analisis LC-MS menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung senyawa zerumbon dan gingerglikolipid B. 
Uji Korelasi dan Analisis Lintas terhadap Karakter Komponen Pertumbuhan dan Karakter Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill)
Uji Korelasi dan analisis lintas bertujuan untuk mendapatkan komponen karakter pertumbuhan dan komponen hasil yang dapat digunakan sebagai kriteria seleksi pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari dan Mei 2015. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) pola faktorial 3 ´ 3 yang diulang tiga kali. Faktor utama adalah jenis pupuk (J), yang terdiri dari tiga tingkatan, yaitu kotoran ayam (J1), kotoran sapi (J2) dan kotoran kambing (J3). Faktor kedua adalah aplikasi pupuk (C), yang terdiri tebar (C1), pop-up (C2) dan fertigasi (C3). Petak yang digunakan berukuran 2 mx 1,5 m, jarak tanam 40 cm x 30 cm dan menanam satu biji per lubang. Hasil korelasi dan analisis lintas menunjukkan bahwa karakter yang mempunyai nilai pengaruh langsung yang positif, bertanda sama dengan nilai korelasi serta memiliki selisih yang kecil yaitu jumlah buah per petak dan indeks panen.Uji Korelasi dan analisis lintas bertujuan untuk mendapatkan komponen karakter pertumbuhan dan komponen hasil yang dapat digunakan sebagai kriteria seleksi pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari dan Mei 2015. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) pola faktorial 3 ´ 3 yang diulang tiga kali. Faktor utama adalah jenis pupuk (J), yang terdiri dari tiga tingkatan, yaitu kotoran ayam (J1), kotoran sapi (J2) dan kotoran kambing (J3). Faktor kedua adalah aplikasi pupuk (C), yang terdiri tebar (C1), pop-up (C2) dan fertigasi (C3). Petak yang digunakan berukuran 2 mx 1,5 m, jarak tanam 40 cm x 30 cm dan menanam satu biji per lubang. Hasil korelasi dan analisis lintas menunjukkan bahwa karakter yang mempunyai nilai pengaruh langsung yang positif, bertanda sama dengan nilai korelasi serta memiliki selisih yang kecil yaitu jumlah buah per petak dan indeks panen
Identifikasi Hama dan Aplikasi Bioinsektisida pada Belalang Kembara (Locusta migratoria L) sebagai Model Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Sorgum
Sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan. Tanaman ini memiliki daya adaptasi agroekologi yang luas dan tahan terhadap kekeringan, serta memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai sumber bahan pangan maupun pakan ternak alternatif. Namun pengembangan tanaman ini tidak berjalan dengan baik karena hama belalang kembara menjadi salah satu faktor penghambat dalam produksinya. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam pengendalian hama terpadu maka perlu digunakan Metarizhium anisopliae, L sebagai salah satu upaya pengendalian hama belalang kembara (Locusta migratoria, L) sehingga dapat mengurangi populasinya. Sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan. Tanaman ini memiliki daya adaptasi agroekologi yang luas dan tahan terhadap kekeringan, serta memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai sumber bahan pangan maupun pakan ternak alternatif. Namun pengembangan tanaman ini tidak berjalan dengan baik karena hama belalang kembara menjadi salah satu faktor penghambat dalam produksinya. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam pengendalian hama terpadu maka perlu digunakan Metarizhium anisopliae, L sebagai salah satu upaya pengendalian hama belalang kembara (Locusta migratoria, L) sehingga dapat mengurangi populasinya. 
Analisis Kelayakan Finansial Industri Tempe di Kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan
Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial industri kecil tempe di Kelurahan Oelami Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2015. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dan menggunakan data primer dan data sekunder. berupa modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, produksi, pemasaran dan kelayakan finansial dengan teknik sampling sensus. Analisis kelayakan investasi menggunakan analisis Net Present Value (NPV), dan untuk mengetahui industri kecil tempe layak atau tidak untuk terus dijalankan menggunakan analisis Benefit Cost Ratio (BCR), sedangkan analisis Internal Rate of Return (IRR) untuk mengetahui kelayakan investasi dan operasional industri tempe. Hasil penelitian menunjukkan nilai BCR (1,1) > 1, artinya industri tempe layak dilanjutkan, dan nilai NPV positif (+) menunjukkan industri tempe tersebut layak dilakukan investasi. Sedangkan nilai IRR (30,3519%) > bunga pinjaman (DF=18%) menunjukkan industri tempe di Kelurahan Oelami layak untuk dilakukan investasi dan menjalankan operasional perusahaan dan Break Event Point (BEP) sebesar 180.496 unit/tahun. Dengan demikian industri kecil tempe bisa dikembangkan karena memberikan potensi keuntungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial industri kecil tempe di Kelurahan Oelami Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2015. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dan menggunakan data primer dan data sekunder. berupa modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, produksi, pemasaran dan kelayakan finansial dengan teknik sampling sensus. Analisis kelayakan investasi menggunakan analisis Net Present Value (NPV), dan untuk mengetahui industri kecil tempe layak atau tidak untuk terus dijalankan menggunakan analisis Benefit Cost Ratio (BCR), sedangkan analisis Internal Rate of Return (IRR) untuk mengetahui kelayakan investasi dan operasional industri tempe. Hasil penelitian menunjukkan nilai BCR (1,1) > 1, artinya industri tempe layak dilanjutkan, dan nilai NPV positif (+) menunjukkan industri tempe tersebut layak dilakukan investasi. Sedangkan nilai IRR (30,3519%) > bunga pinjaman (DF=18%) menunjukkan industri tempe di Kelurahan Oelami layak untuk dilakukan investasi dan menjalankan operasional perusahaan dan Break Event Point (BEP) sebesar 180.496 unit/tahun. Dengan demikian industri kecil tempe bisa dikembangkan karena memberikan potensi keuntungan.