Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Peranan Lembaga Keuangan Credit Union Kasih Sejahtera Bagi Petani di Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran Credit Union Kasih Sejahtera Cabang Kefamenanu Kabupaten TTU, 2) mengetahui peranan Credit Union Kasih Sejahtera Cabang Kefamenanu bagi petani di Kabupaten TTU. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode survei. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Credit Union Kasih Sejahtera adalah lembaga keuangan yang menjalankan usaha simpan pinjam serta memiliki 3 ciri utama yang menjadi keunikannya yakni ciri bank, ciri koperasi, serta ciri asuransi. Ada upaya pemberdayaan dari Credit Union bagi petani yang bertujuan untuk mengubah pola pikir petani yang bersifat konsumtif atau boros menjadi petani yang hemat serta mampu mengelola keuangannya secara mandiri dan terarah melalui pendidikan dan pelatihan yang berlangsung secara kontinyu. Produk-produk yang dimiliki oleh Credit Union Kasih Sejahtera bersifat memudahkan serta membantu anggota khususnya petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan serta derajat hidupnya. Peranan nyata Credit Union Kasih Sejahtera bagi petani di antaranya adalah sebagai penyedia dana segar dengan bunga yang rendah sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani untuk dapat membiayai pendidikan anak, membangun rumah yang layak huni, serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya. Credit Union juga berperan merubah pola pikir petani agar hidup hemat dan mulai menabung demi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran Credit Union Kasih Sejahtera Cabang Kefamenanu Kabupaten TTU, 2) mengetahui peranan Credit Union Kasih Sejahtera Cabang Kefamenanu bagi petani di Kabupaten TTU. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode survei. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Credit Union Kasih Sejahtera adalah lembaga keuangan yang menjalankan usaha simpan pinjam serta memiliki 3 ciri utama yang menjadi keunikannya yakni ciri bank, ciri koperasi, serta ciri asuransi. Ada upaya pemberdayaan dari Credit Union bagi petani yang bertujuan untuk mengubah pola pikir petani yang bersifat konsumtif atau boros menjadi petani yang hemat serta mampu mengelola keuangannya secara mandiri dan terarah melalui pendidikan dan pelatihan yang berlangsung secara kontinyu. Produk-produk yang dimiliki oleh Credit Union Kasih Sejahtera bersifat memudahkan serta membantu anggota khususnya petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan serta derajat hidupnya. Peranan nyata Credit Union Kasih Sejahtera bagi petani di antaranya adalah sebagai penyedia dana segar dengan bunga yang rendah sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani untuk dapat membiayai pendidikan anak, membangun rumah yang layak huni, serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya. Credit Union juga berperan merubah pola pikir petani agar hidup hemat dan mulai menabung demi masa depan. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Pinang Kering pada Pedagang Pengecer di Pasar Baru Kefamenanu
Salah satu aspek yang memiliki peranan penting yakni aspek pemasaran. Posisi pedagang pinang sebagai produsen sekaligus sebagai penentu harga, maka pedagang dituntut untuk mengetahui informasi pasar dan memperhatikan faktor-faktor lain sehingga pedagang mampu meningkatkan volume penjualan pinangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran apa saja yang berlaku pada pedagang pinang kering; dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran pinang kering pada pedagang pengecer di pasar Baru Kefamenanu. Penelitian dilaksanakan di Pasar Baru, Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu, mulai dari bulan Juni 2016 sampai Agustus 2016. Hasil penelitian menunjukkan Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan pedagang pengecer pinang kering adalah fungsi pertukaran dan fungsi distribusi fisik, sedangkan fungsi pertukaran terdiri dari fungsi pembelian dan fungsi penjualan sedangkan fungsi distribusi fisik terdiri dari fungsi penyimpanan serta pengangkutan. Secara bersama-sama faktor harga beli, harga jual, biaya penjualan, pendidikan, pengalaman dan pendapatan berpengaruh terhadap penawaran pinang kering. Hal ini terlihat dari nilai Fhitung 63,805 > nilai Ftabel 2,66 atau pada α = 0,05 > probabilitas 0,000. Sedangkan secara sendiri-sendiri atau parsial faktor yang berpengaruh nyata adalah faktor harga beli dengan nilai thitung sebesar 2,842 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor harga jual dengan nilai thitung sebesar 9,066 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor pendidikan dengan nilai thitung sebesar 1,893 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor pendapatan dengan nilai thitung sebesar 2,555 > nilai ttabel sebesar 1,734 sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap penawaran pinang kering adalah faktor biaya penjualan dengan nilai thitung sebesar 1,245 < nilai ttabel sebesar 1,734, faktor yang berpengaruh namun pengaruh negatif adalah faktor pengalaman, dengan nilai thitung sebesar -3,406 < ttabel sebesar 1,734. 
Pengaruh Dosis dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.)
Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah serta Mengetahui dosis dan frekuensi optimum yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2016 di daerah persawahan Motamaro Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis POC (D) terdiri dari tiga aras yaitu dosis 2 L/ ha (D1), 4 L/ha (D2), 6 L/ha (D3). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian (F) terdiri dari tiga aras yaitu 2 kali (F1), 4 kali (F2), 6 kali (F3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair terbaik adalah 6 liter dengan hasil berat kering biji sebesar 8,90 t/ha, sedangkan frekuensi penyemprotan pupuk organik cair tidak berbeda nyata. Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah serta Mengetahui dosis dan frekuensi optimum yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2016 di daerah persawahan Motamaro Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis POC (D) terdiri dari tiga aras yaitu dosis 2 L/ ha (D1), 4 L/ha (D2), 6 L/ha (D3). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian (F) terdiri dari tiga aras yaitu 2 kali (F1), 4 kali (F2), 6 kali (F3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair terbaik adalah 6 liter dengan hasil berat kering biji sebesar 8,90 t/ha, sedangkan frekuensi penyemprotan pupuk organik cair tidak berbeda nyata. 
Pengaruh Lama Perendaman Air Kelapa dan Frekuensi Penyemprotan Urin Sapi terhadap Pertumbuhan Bibit Pinang (Areca catechu L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman air kelapa dan frekuensi penyemprotan urin sapi terhadap pertumbuhan bibit pinang serta mengetahui pengaruh lama perendaman air kelapa dan frekuensi penyemprotan urin sapi yang tepat untuk pertumbuhan bibit pinang yang optimum. Percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah pengaruh lama perendaman air kelapa yang terdiri dari empat aras yaitu tanpa perendaman, 3 jam, 6 jam dan 9 jam. Faktor kedua adalah frekuensi penyemprotan urin sapi yang terdiri dari empat aras yaitu tanpa penyemprotan, satu kali, dua kali dan tiga kali. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi pengaruh interaksi antara lama perendaman dan frekuensi penyemprotan pada semua parameter. Lama perendaman dalam air kelapa tidak berpengaruh nyata pada semua parameter sedangkan frekuensi penyemprotan urin sapi juga hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 30 HST. Perendaman dalam air kelapa selama enam jam lebih baik bagi pertumbuhan bibit pinang, sedangkan penyemprotan urin sapi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan bibit pinang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman air kelapa dan frekuensi penyemprotan urin sapi terhadap pertumbuhan bibit pinang serta mengetahui pengaruh lama perendaman air kelapa dan frekuensi penyemprotan urin sapi yang tepat untuk pertumbuhan bibit pinang yang optimum. Percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah pengaruh lama perendaman air kelapa yang terdiri dari empat aras yaitu tanpa perendaman, 3 jam, 6 jam dan 9 jam. Faktor kedua adalah frekuensi penyemprotan urin sapi yang terdiri dari empat aras yaitu tanpa penyemprotan, satu kali, dua kali dan tiga kali. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi pengaruh interaksi antara lama perendaman dan frekuensi penyemprotan pada semua parameter. Lama perendaman dalam air kelapa tidak berpengaruh nyata pada semua parameter sedangkan frekuensi penyemprotan urin sapi juga hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 30 HST. Perendaman dalam air kelapa selama enam jam lebih baik bagi pertumbuhan bibit pinang, sedangkan penyemprotan urin sapi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan bibit pinang. 
Perbaikan Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah di Tanah Entisol Semiarid melalui Aplikasi Biochar
Produktivitas kacang tanah di tanah Entisol (lithic subgroup) semiarid di wilayah Timor Barat sangat rendah karena solum tanahnya sangat tipis, kandungan bahan organik sangat rendah, retensi air dan haranya pun rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki produktivitas kacang tanah di tanah Entisol melalui aplikasi biochar. Tiga jenis biochar yakni sekam padi, kayu putih dan jerami kirinyu yang diproduksi pada suhu 290-320oC diberikan pada tanah Entisol dengan takaran 0, 5 dan 10 t/ha, diinkubasikan selama 30 hari dan ditanami dengan kacang tanah varietas lokal. Setiap petak percobaan, kecuali kontrol, diberikan 5 t/ha pupuk kandang sebagai sumber unsur hara. Semua kombinasi perlakukan disusun dalam sebuah rancangan acak kelompok faktorial 3 x 3 dan diulang melalui 4 blok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kacang tanah ( berat kering polong) meningkat 50-100% dibandingkan dengan kontrol melalui pemberian biochar 5-10 t/ha. Pemberian biochar juga meningkatkan total polong dan jumlah polong berbiji 2 dan 3, tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, jumlah bintil akar, dan berat kering tanaman. Efek jenis biochar terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah secara berurutan adalah sekam padi > kirinyu > kayu putih, sedangkan dari aspek takaran, secara umum 10 t/ha lebih tinggi dari pada 5 t/ha. Perbaikan produktivitas kacang tanah oleh pemberian biochar tersebut kemungkinan disebabkan oleh efek langsung pada tanaman atau perbaikan produktivitas tanah Entisol. Secara umum, pemberian biochar sekam padi, kirinyu dan kayu putih pada tanah Entisol semiarid dapat memperbaiki produktivitas tanah dan karenanya meningkatkan hasil kacang tanah. Produktivitas kacang tanah di tanah Entisol (lithic subgroup) semiarid di wilayah Timor Barat sangat rendah karena solum tanahnya sangat tipis, kandungan bahan organik sangat rendah, retensi air dan haranya pun rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki produktivitas kacang tanah di tanah Entisol melalui aplikasi biochar. Tiga jenis biochar yakni sekam padi, kayu putih dan jerami kirinyu yang diproduksi pada suhu 290-320oC diberikan pada tanah Entisol dengan takaran 0, 5 dan 10 t/ha, diinkubasikan selama 30 hari dan ditanami dengan kacang tanah varietas lokal. Setiap petak percobaan, kecuali kontrol, diberikan 5 t/ha pupuk kandang sebagai sumber unsur hara. Semua kombinasi perlakukan disusun dalam sebuah rancangan acak kelompok faktorial 3 x 3 dan diulang melalui 4 blok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kacang tanah ( berat kering polong) meningkat 50-100% dibandingkan dengan kontrol melalui pemberian biochar 5-10 t/ha. Pemberian biochar juga meningkatkan total polong dan jumlah polong berbiji 2 dan 3, tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, jumlah bintil akar, dan berat kering tanaman. Efek jenis biochar terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah secara berurutan adalah sekam padi > kirinyu > kayu putih, sedangkan dari aspek takaran, secara umum 10 t/ha lebih tinggi dari pada 5 t/ha. Perbaikan produktivitas kacang tanah oleh pemberian biochar tersebut kemungkinan disebabkan oleh efek langsung pada tanaman atau perbaikan produktivitas tanah Entisol. Secara umum, pemberian biochar sekam padi, kirinyu dan kayu putih pada tanah Entisol semiarid dapat memperbaiki produktivitas tanah dan karenanya meningkatkan hasil kacang tanah. 
Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani melalui Program Padat Karya Pangan di Kecamatan Noemuti
Penanggulangan masalah sosial rawan pangan di kabupaten TTU dilakukan pemerintah lewat berbagai program, salah satunya adalah pemerintah menerapkan program Padat Karya Pangan (PKP). Dalam tataran pelaksanaan, program PKP belum sepenuhnya mencapai target baik mencakup tujuan maupun sasaran yang ingin dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program PKP di kecamatan Noemuti, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2017. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh aparatur pemerintah yang bekerja pada Dinas Pertanian kabupaten TTU dan RTS-PM di kecamatan Noemuti sehingga total populasi berjumlah 192 orang. Responden ditentukan menggunakan metode purposive sampling berjumlah 28 orang. Secara operasional ukuran yang digunakan dalam mengkaji kebijakan pemerintah dalam program PKP di kecamatan Noemuti meliputi perencanaan (pleaning), pelaksanaan atau implementasi, pengawasan, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan (observation), wawancara (interview), dan studi pustaka (dokumentation study). Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan program PKP yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten TTU belum maksimal sebab belum memberikan motivasi dan penyadaran bagi masyarakat akan pentingnya memahami hal-hal yang akan dilakukan berkaitan dengan pengelolaan PKP. Pada tahapan pelaksanaan program PKP telah berjalan namun belum secara efektif dan efisien, sehingga program PKP hingga tahun ketiga tidak memenuhi target luas lahan RTS-PM sebesar 75 are sebagaimana yang dikehendaki oleh ketentuan pelaksanaannya. Tahapan Pengawasan program padat karya pangan telah berjalan, namun hanya dilakukan tiga kali sehingga perlu ditingkatkan agar pelaksanaan program tepat sasaran sesuai dengan target menuju pensiun petani. Evaluasi dari program PKP yang hanya berjalan atau dilaksanakan pada tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat dilakukan pada tingkat kabupaten sehingga dapat merealisasi masukan-masukan yang merupakan tindakan konkret sebagai lanjutan yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan PKP
Uji Kualitas Susu Segar Sapi Friesh Holland yang diproduksi Di Peternakan Claretian Novisiat Benlutu-Kabupaten TTS
Penelitian dilakukan di lokasi peternakan Claretian Novisiat di Desa Benlutu Kecamatan Batu Putih Kabupaten TTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu segar sapi Friesh Holland yang diproduksi di peternakan Claretian Novisiat Benlutu. Susu diambil sebanyak 2 liter dan diuji secara organoleptik (warna, bau, dan rasa) serta uji laboratorium (pH dan protein). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa susu segar sapi Friesh Holland yang diproduksi di peternakan Claretian Novisiat Benlutu secara organoleptik yaitu warna putih susu, bau khas susu, dan rasa tawar. Uji pH susu segar di peternakan Claretian memiliki pH 6,5 dan protein mencapai 3.42%. Hal ini menunjukkan bahwa susu segar di peternakan Claretian sangat baik dan memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang mutu baku susu segar serta layak untuk dikonsumsi
Pengaruh Takaran Pupuk Guano dan Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) di Lahan Kering pada Dataran Menengah
Research carried out to know the effect of dosage of guano and biochar on growth and yield of red bean at middle plain dryland, in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Timor University from February to April 2017, using factorial Randomized Block Design 3 x 3 with 3 replication. The first factor is guano dosage consisting of 3 levels ie without guano, guano 5 t / ha and guano 10 t / ha, while the second factor is biochar dosage consisting of 3 levels ie without biochar, biochar 5 t / ha and biochar 10 t / ha. The results showed no interaction between guano and biochar applications. Guano 10 t / ha significantly increased soil moisture content (17.62%), leaf area (8,595 cm2), number of root nodules (175.11), root dry weight (0.70 g), root-canopy ratio (16.24), number of plant pods (2.86), number of seeds every pod (2.86), dry weight of seed (7.24 g) and seed weight every plot (1.17 t / ha) with yield increase percentage 31.1%. Increased levels of Biochar application did not show significant differences between treatment levels but tended to increase plant growth and yield. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh takaran pupuk guano dan biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang merah pada dataran menengah, di kebun percobaan Faperta Universitas Timor pada bulan Februari – April 2017, menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3 x 3 diulang 3 kali. Faktor pertama takaran guano yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa guano, guano 5 t/ha dan guano 10 t/ha sedangkan faktor kedua takaran biochar yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa biochar, biochar 5 t/ha dan biochar 10 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara aplikasi pupuk guano dengan biochar. Pemberian guano 10 t/ha secara nyata meningkatkan kadar lengas tanah (17,62%), luas daun (8.595 cm2), jumlah bintil akar (175,11), bobot kering akar (0,70 g), rasio tajuk akar (16,24), jumlah polong pertanaman (2,86), jumlah biji per polong (2,86), bobot kering biji (7,24 g) dan bobot biji per petak (1,17 t/ha) dengan presentase peningkatan hasil sebesar 31,1%. Peningkatan level pemberian Biochar tidak menunjukkan beda nyata antar level perlakuan, tetapi cenderung meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. 
Uji Viabilitas dan Vigor Benih Padi (Oryza sativa L.) selama Penyimpanan pada Tingkat Kadar Air yang Berbeda
Padi merupakan tanaman pangan utama bagi sebagian besar penduduk indonesia. Budidaya padi memerlukan benih yang memiliki vigor dan viabilitas tinggi untuk meningkatkan produksi. Kadar air benih selama penyimpanan merupakan salah satu indikator vigor daya simpan yang menggambarkan kemampuan benih untuk dapat disimpan dalam waktu lama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar air benih yang optimum selama penyimpanan yang dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah kadar air benih yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu K0 (20% sebagai kontrol), K1(14%), K2 (12%), K3 (10%). Faktor kedua adalah periode simpan yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu 0, 1, 2, dan 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air benih 14% memberikan viabilitas benih yang tinggi pada penyimpanan 1 bulan pada peubah potensi tumbuh maksimum 100%, daya berkecambah 84% pada periode simpan 3 bulan. Kadar air 14% juga meningkatkan vigor benih pada peubah inkes vigor 0,89% pada periode simpan 3 bulan, kecepatan tumbuh 12,68%/etmal pada periode simpan 3 bulan, keserempakan tumbuh 1,46% dan 1,57% pada periode simpan 2 dan 3 bulan serta berat kering kecambah normal 0,27 g dan 0,24 g pada periode simpan 2 dan 3 bulan. Padi merupakan tanaman pangan utama bagi sebagian besar penduduk indonesia. Budidaya padi memerlukan benih yang memiliki vigor dan viabilitas tinggi untuk meningkatkan produksi. Kadar air benih selama penyimpanan merupakan salah satu indikator vigor daya simpan yang menggambarkan kemampuan benih untuk dapat disimpan dalam waktu lama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar air benih yang optimum selama penyimpanan yang dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah kadar air benih yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu K0 (20% sebagai kontrol), K1(14%), K2 (12%), K3 (10%). Faktor kedua adalah periode simpan yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu 0, 1, 2, dan 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air benih 14% memberikan viabilitas benih yang tinggi pada penyimpanan 1 bulan pada peubah potensi tumbuh maksimum 100%, daya berkecambah 84% pada periode simpan 3 bulan. Kadar air 14% juga meningkatkan vigor benih pada peubah inkes vigor 0,89% pada periode simpan 3 bulan, kecepatan tumbuh 12,68%/etmal pada periode simpan 3 bulan, keserempakan tumbuh 1,46% dan 1,57% pada periode simpan 2 dan 3 bulan serta berat kering kecambah normal 0,27 g dan 0,24 g pada periode simpan 2 dan 3 bulan. 
Analisis Pemasaran Buncis di Desa Oerinbesi Kecamatan Biboki Tanpah Kabupaten Timor Tengah Utara
Buncis merupakan sayuran yang berpotensi ekonomi tinggi karena mempunyai peluang pasar yang cukup luas. Penelitian dan publikasi tentang pemasaran komoditi pertanian, dan perikanan di wilayah kabupaten TTU masih sangat minim, hal ini menyebabkan berbagai pihak terkait sulit untuk mendapatkan informasi yang bisa digunakan sebagai pijakan pengambilan keputusan oleh pemerintah, produsen, pedagang maupun konsumen yang lebih berpihak kepada petani produsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) saluran pemasaran; 2) margin pemasaran; 3) farmer share; dan 4) efisiensi pemasaran buncis di desa Oerinbesi, kecamatan Biboki Tanpah, kabupaten TTU. Penelitian ini dilaksanakan di desa Oerinbesi, kecamatan Biboki Tanpah, kabupaten TTU pada bulan Februari sampai Juli 2017 dengan petani sampel sebanyak 35 petani buncis. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, margin pemasaran, farmer share, efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga level saluran pasar yang terbentuk dalam pemasaran buncis di Desa Oerinbesi yakni saluran I Petani → Konsumen, saluran II Petani → Pengecer → Konsumen (Konsumen Atambua dan Kefamenanu) serta saluran III Petani → Pengumpul → Pengecer → Konsumen (Konsumen Kefamenanu, Atambua dan Kupang). Margin pemasaran terbesar berada pada saluran pemasaran III khusus lokasi konsumen Kupang senilai Rp8.875,00 sedangkan terendah pada saluran I senilai Rp0,00 rata-rata nilai margin untuk tiga saluran pemasaran sebesar Rp3.402,50. farmer share tertinggi berada pada saluran I yakni 100% dan terendah pada saluran III lokasi Kupang yakni 31,06%, rata-rata farmer share untuk tiga saluran pemasaran yakni Rp65.657,00. Pemasaran buncis di desa Oerinbesi berdasarkan pendekatan struktur, perilaku dan tampilan pasar menunjukkan hasil tidak efisien pada struktur dan perilaku pasar, sedangkan keragaman pasar menunjukkan hasil tidak efisien. Buncis merupakan sayuran yang berpotensi ekonomi tinggi karena mempunyai peluang pasar yang cukup luas. Penelitian dan publikasi tentang pemasaran komoditi pertanian, dan perikanan di wilayah kabupaten TTU masih sangat minim, hal ini menyebabkan berbagai pihak terkait sulit untuk mendapatkan informasi yang bisa digunakan sebagai pijakan pengambilan keputusan oleh pemerintah, produsen, pedagang maupun konsumen yang lebih berpihak kepada petani produsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) saluran pemasaran; 2) margin pemasaran; 3) farmer share; dan 4) efisiensi pemasaran buncis di desa Oerinbesi, kecamatan Biboki Tanpah, kabupaten TTU. Penelitian ini dilaksanakan di desa Oerinbesi, kecamatan Biboki Tanpah, kabupaten TTU pada bulan Februari sampai Juli 2017 dengan petani sampel sebanyak 35 petani buncis. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, margin pemasaran, farmer share, efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga level saluran pasar yang terbentuk dalam pemasaran buncis di Desa Oerinbesi yakni saluran I Petani → Konsumen, saluran II Petani → Pengecer → Konsumen (Konsumen Atambua dan Kefamenanu) serta saluran III Petani → Pengumpul → Pengecer → Konsumen (Konsumen Kefamenanu, Atambua dan Kupang). Margin pemasaran terbesar berada pada saluran pemasaran III khusus lokasi konsumen Kupang senilai Rp8.875,00 sedangkan terendah pada saluran I senilai Rp0,00 rata-rata nilai margin untuk tiga saluran pemasaran sebesar Rp3.402,50. farmer share tertinggi berada pada saluran I yakni 100% dan terendah pada saluran III lokasi Kupang yakni 31,06%, rata-rata farmer share untuk tiga saluran pemasaran yakni Rp65.657,00. Pemasaran buncis di desa Oerinbesi berdasarkan pendekatan struktur, perilaku dan tampilan pasar menunjukkan hasil tidak efisien pada struktur dan perilaku pasar, sedangkan keragaman pasar menunjukkan hasil tidak efisien.