Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Penampilan Hasil Gabah dan Karakter Agronomi Padi Hibrida di Bantul, Yogyakarta
Research of Performance of yield and agronomic components for hybrid rice in Bantul, Yogyakarta. for five hybrid rice varieties namely Hipa 8, Hipa 9, Hipa Jatim 2, Hipa 18 and Hipa 19 was conducted at Sonopakis, Bantul, Yogyakarta during the dry season (DS) of 2015. Seedling of 15 days with one seedling per hill was planted using Jajar Legowo 4:1 system, with a plant spacing of 25 x 12,5 x 50 cm. Plot size per variety was 2000 m2. Ciherang and IR64 as a popular variety planted using the same population by farmers were used as checks. Data were analyzed using t-test. Hipa 8 and Hipa 19 gave the highest yield (7.9 and 7.5 t/ha, respectively) compared with check varieties and the other varieties tested. The highest yield on Hipa 8 and Hipa 19 were contributed by the highest of the main components, namely the number of filled grains, total grain number, and the panicle number. All varieties showed early to moderate maturity, except Hipa 9 and Hipa Jatim 2 of 120 and 123 days, respectively.Penelitian tentang penampilan hasil gabah dan karakter agronomi padi hibrida pada lahan sawah berpengairan teknis, di Bantul, Yogyakarta untuk lima varietas padi hibrida yaitu Hipa 8, Hipa 9, Hipa Jatim 2, Hipa 18 dan Hipa 19 dilaksanakan di Sonopakis, Bantul, Yogyakarta selama musim kemarau (MK) 2015. Bibit berumur 15 hari dengan satu bibit per lubang ditanam secara jajar legowo (tajarwo) 4:1, jarak tanam 25 x 12,5 x 50 cm, dengan 256.000 populasi tanaman. Luas plot per varietas adalah 2000 m2. Varietas tersebut digunakan sebagai perlakuan. Ciherang dan IR64 sebagai varietas populer yang ditanam dengan populasi yang sama oleh petani digunakan sebagai pembanding. Data dianalisis dengan uji t. Hipa 8 dan Hipa 19 memberikan hasil tertinggi (7,9 dan 7,5 t/ha) dibandingkan dengan varietas pembanding maupun varietas yang diuji lainnya. Hasil tertinggi pada Hipa 8 dan Hipa 9 tersebut didukung oleh komponen hasil utama yaitu jumlah gabah isi, jumlah gabah total, dan jumlah anakan produktif. Semua varietas yang dikaji berumur genjah sampai sedang, kecuali Hipa 9 dan Hipa Jatim 2 dengan umur tanaman masing-masing 120 dan 123 hari
Pengaruh Fakor Sosial Ekonomi Petani terhadap Produksi Usahatani Jagung di Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani jagung; dan 2) faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi produksi usahatani jagung di Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah Kabupaten TTU pada bulan Oktober sampai bulan November 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dimana data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Populasi adalah semua petani responden yang berusahatani jagung di Desa Lanaus dengan jumlah 207 KK. Responden yang diambil 30 responden dengan pertimbangan responden yang berusahatani jagung lebih dari 10 tahun. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan regresi linear berganda Kelayakan model akan diuji menggunakan uji F, koefisien determinasi (R2), dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan usahatani jagung di lokasi penelitian dilakukan melalui tahapan 1) persiapan lahan dan pengolahan lahan; 2) pemilihan benih; 3) penanaman; 4) penyiangan; 5) panen dan pasca panen. 73,8% produksi usahatani jagung di Desa Lanaus dijelaskan oleh luas lahan, pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, umur, benih dan curahan tenaga kerja, sedangkan 26,2% produksi usahatani jagung dipengaruhi faktor lainnya, walaupun demikian secara simultan variabel-variabel tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung di Desa Lanaus. Demikian juga secara parsial variabel luas lahan, pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, umur, benih dan curahan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung di Desa Lanaus
Pengaruh Level Dosis Prostaglandin (PGF2a) pada Ternak Babi Peranakan yang Diinseminasi Buatan terhadap Persentase Estrus, Persentase Kebuntingan, Litter Size dan Berat Lahir
Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Tapenpah, Kecamatan Insana Induk, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yakni pada akhir bulan September 2017 sampai bulan Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah tingkat level dosis PGF2a yang mempengaruhi persentase kebuntingan, litter size, dan berat lahir. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah R0 : Tanpa penyuntikan (birahi alam) di IB sebanyak 5 ekor, R1 : Penyuntikan PGF2a sebanyak 5 ekor dengan dosis 2 ml, R2: Penyuntikan PGF2a sebanyak 5 ekor dengan dosis 3 ml, R3 : Penyuntikan PGF2a sebanyak 5 ekor dengan dosis 4 ml. Variabel yang diamati terdiri dari Persentase ternak yang estrus pada penggunaan PGF2a dengan dosis yang berbeda berdasarkan pengelompokan ternak babi peranakan yang di IB (%), Litter size adalah jumlah anak per kelahiran. Litter size didapat dengan menghitung jumlah anak yang lahir per kelahiran (ekor/induk), Berat Lahir adalah rerata bobot badan lahir anak babi. Berat lahir anak babi tersebut juga didapat dengan cara menggunakan timbangan (kg/ekor/induk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap variabel persentase litter size ternak induk percobaan R0 rataan 7 ekor/induk, R1 12 ekor/induk, R2 11 ekor/induk, R3 12 ekor/induk dan perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0.05) terhadap variabel persentase berat lahir ternak induk percobaan R0 1.43 kg/ekor/induk, R1 1.35 kg/ekor/induk, R2 1.28 kg/ekor/induk, R3 1.54 kg/ekor/induk. Disimpulkan bahwa sinkronisasi estrus menggunakan hormon prostaglandin PGF2a pada level yang berbeda dapat memberikan respon menggertak birahi ternak babi induk peranakan selama 4 sampai 5 hari dengan perlakuan R2 (dosis 4 ml hormon prostaglandin 100%).Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Tapenpah, Kecamatan Insana Induk, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yakni pada akhir bulan September 2017 sampai bulan Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah tingkat level dosis PGF2a yang mempengaruhi persentase kebuntingan, litter size, dan berat lahir. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah R0 : Tanpa penyuntikan (birahi alam) di IB sebanyak 5 ekor, R1 : Penyuntikan PGF2a sebanyak 5 ekor dengan dosis 2 ml, R2: Penyuntikan PGF2a sebanyak 5 ekor dengan dosis 3 ml, R3 : Penyuntikan PGF2a sebanyak 5 ekor dengan dosis 4 ml. Variabel yang diamati terdiri dari Persentase ternak yang estrus pada penggunaan PGF2a dengan dosis yang berbeda berdasarkan pengelompokan ternak babi peranakan yang di IB (%), Litter size adalah jumlah anak per kelahiran. Litter size didapat dengan menghitung jumlah anak yang lahir per kelahiran (ekor/induk), Berat Lahir adalah rerata bobot badan lahir anak babi. Berat lahir anak babi tersebut juga didapat dengan cara menggunakan timbangan (kg/ekor/induk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap variabel persentase litter size ternak induk percobaan R0 rataan 7 ekor/induk, R1 12 ekor/induk, R2 11 ekor/induk, R3 12 ekor/induk dan perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0.05) terhadap variabel persentase berat lahir ternak induk percobaan R0 1.43 kg/ekor/induk, R1 1.35 kg/ekor/induk, R2 1.28 kg/ekor/induk, R3 1.54 kg/ekor/induk. Disimpulkan bahwa sinkronisasi estrus menggunakan hormon prostaglandin PGF2a pada level yang berbeda dapat memberikan respon menggertak birahi ternak babi induk peranakan selama 4 sampai 5 hari dengan perlakuan R2 (dosis 4 ml hormon prostaglandin 100%)
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP
This study entitled The effect of learning motivation towards Junior high school students' result of learning math. This study aims at finding out the effect of learning motivation towards students' result of learning Math and how significant/big the learning motivation affects the result of learning Math. The population in this study are the entire students of Junior High School 1 North Insana which consists of 219 students. The sample of this study are all students of grade IX of Junior High School 1 North Insana which consists of 58 students. The variables in this study are students' motivation as the unbound/free variable (X) and the result of learning as the bound variable. The technique of data collection used is test of result of learning and learning motivation questionnaire as the primary data. Simple regression analysis is used to test the hypothesis with the equation of regression as Y=39.11 + 0.51x. After testing with simple regression analysis, it is concluded that there is a strong effect between learning motivation towards the result of learning Math which is shown by the result of the counting of coeficient correlation as 0.715 seen from the interpretation table of correlation coeficient of r score/value and the result of the counting of determination coeficient as 71.5% which means the more the learning motivation the better the learning resultPenelitian ini berjudul Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika dan berapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMP Negeri 1 Insana Utara yang berjumlah 219 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IX SMP Negeri 1 Insana Utara yang berjumlah 58 orang. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari motivasi siswa sebagai variabel bebas (X) dan hasil belajar sebagai variabel terikat (Y). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan menggunakan angket motivasi belajar sebagai data primer. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi sederhana dengan persamaan regresinya adalah Ŷ = 39,11 + 0,51x. Setelah dilakukan pengujian dengan analisis regresi sederhana diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika yang dibuktikan dengan hasil perhitungan koefisien korelasinya sebesar 0,715, dilihat dari tabel interpretasi koefisien korelasi nilai r dan hasil parhitungan koefisien determinasinya sebesar 71,5% yang berarti apabila motivasi belajar semakin tinggi maka semakin baik pula hasil belajarnya
Review: Karakterisasi dan Modifikasi Membran Poliamida untuk Aplikasi Pemisahan Zat Warna
Nanofiltration membranes occur due to the process of pressure differentials to separate the solut larger than the solution. This membrane is used in water purification processes, such as water softening, dye removal, and micropolutan removal. Membranes have several important criteria to determine membrane performance as filtration, namely flux (permeability), rejection (permectivity), thickness, morphology and mechanical properties of the membrane. This article is expected to provide ideas and recommendations regarding membrane characterization and the manufacture of nanofiltration membranes using modified polyamide membranes.Membran nanofiltrasiterjadi akibat proses perbedaan tekanan untuk memisahkan solut berukuran lebih besar dari larutan. Membran inidigunakan pada proses pemurnian air, seperti pelunakan air, penghilangan zat warna, dan penghilangan mikropolutan. Membran memiliki beberapa kriteria yang penting untuk menentukan kinerja membran sebagai filtrasi yakni parameter fluks (permeabilitas), rejeksi (permselektivitas), ketebalan, morfologi dan sifat mekanik membran. Artikel ini diharapkan dapat memberikan ide dan rekomendasi mengenai karakterisasi membran serta pembuatan membran nanofiltrasi menggunakan modifikasi membran poliamida
Analisis Pendapatan Usahatani Selada Air di Desa Popnam, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara
Desa Popnam adalah salah satu desa di kecamatan Noemuti, kabupaten TTU yang masyarakatnya mengembangkan usahatani selada air yang berjalan secara turun temurun karena wilayah ini memiliki kondisi alam yang mempunyai potensi sumber air dan lahan pertanian yang cocok untuk membudidayakan selada air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani selada air; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani selada air; dan 3) keuntungan relatif yang diperoleh dari usahatani selada air di desa Popnam, kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Popnam, kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, pada bulan April sampai November 2017. Populasi berjumlah 342 KK dengan sampel berjumlah 50 petani yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Untuk mengetahui gambaran umum usahatani selada maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, untuk mengetahui pendapatan usahatani maka dilakukan analisis pendapatan sedangkan untuk mengetahui keuntungan relatif dari usahatani selada digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan Lahan usahatani yang digarap oleh petani adalah lahan milik sendiri dengan kisaran luas lahan bervariasi antara 3-15 are. Tahapan kegiatan usahatani dimulai dari persiapan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan (penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit), panen dan pasca panen. Pendapatan usahatani selada air di desa Popnam adalah sebesar Rp201.724.000,00 dengan rata-rata pendapatan usahatani selada air sebesar Rp4.034.480,00. Nilai R/C Ratio sebesar 7,103. Artinya kegiatan usahatani selada air di desa Popnam menguntungkan secara ekonomis dan layak untuk dilanjutkan karena setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1,00 akan memberikan penerimaan sebesar Rp7,103,00. 
Pengaruh Model Defoliasi Daun Jagung dan Jumlah Benih terhadap Hasil Jagung dan Kacang Nasi pada Sistem Tumpangsari Salome (Kearifan Lokal Timor)
Salome, a traditional intercropping system that planting several species of crops in the same hole, was established in Timor Island especially in Timor Tengah Utara district for century. To gain the positive interaction among plants and maximize the yields, however, the competition among plants both in vertical and horizontal directions should be reduced. The objectives of this research are to determine the effect of defoliation models and the number of seeds on the yield of maize and rice bean (Vigna umbellata Thunb), and to study Land Equivalent Ratio (LER) in the intercropping system of salome. All treatments of the pot trial were arranged in a Factorial Randomized Completely Block Design 6 x 4 + monoculture with three replicates. The maize leaf defoliation was the first factor consisted of six levels: without defoliation, 50 % leaves defoliation at the upper stem, 100 % leaves defoliation at the upper stem, defoliation of maize leaves leaving only 100% base to flag leaf, leaf blade defoliation from flag leaves to cob, leaf blade defoliation from stem to the cob. The second factor was the comparison of the maize seed numbers to rice bean. It consisted of 4 levels: one of the maize seed to one bean, one seed of local Timor maize to two beans, two seeds of maize to one bean, two seeds of maize to two beans. The results indicated that the maize leaf blade defoliation, maize leaves defoliation from stem to the cob, and the number of seeds increases the maize yield significantly, however, did not significantly affected the yield of rice bean. The LERs intercropping system on Salome models have a total value > 1. Sistem tumpangsari yang dilakukan di pulau Timor khususnya Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) masih sangat tradisional yaitu dengan menanam beberapa jenis tanaman yang berbeda spesies dalam lubang tanam yang sama. Sistem ini biasanya disebut dengan Salome atau satu lubang rame-rame. Sistem tumpangsari salome tentunya memiliki kelemahan yaitu terjadi persaingan secara vertikal maupun secara horizontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model defoliasi dan jumlah benih terhadap hasil jagung dan kacang nasi serta untuk mengetahui Land Equivalend Racio (LER) dalam sistem tumpangsari salome. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial 6 x 4 + monokultur yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah model defoliasi daun jagung, Tanpa defoliasi, defoliasi batang atas 50% dari tongkol, defoliasi batang atas 100% dari tongkol, defoliasi daun jagung dengan hanya meninggalkan tulang daun 100% dari pangkal hingga daun bendera, defoliasi daun jagung dengan hanya meninggalkan tulang daun dari daun bendera hingga tongkol, defoliasi daun jagung dengan hanya meninggalkan tulang daun dari daun pangkal hingga tongkol. Faktor kedua adalah perbandingan jumlah benih jagung umur genjah kultivar lokal timor dan benih kacang nasi tipe tegak, satu jagung satu kacang, satu jagung dua kacang, dua jagung satu kacang, dua jagung dua kacang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model defoliasi daun jagung dan jumlah benih mempengaruhi hasil jagung secara signifikan tetapi tidak berpengaruh terhadap hasil kacang nasi dan tumpangsari salome menghasilkan nilai total LER>1. 
Pengaruh Jenis Biochar dan Takaran Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
The aim of the study was to obtain the type of biochar and doses of cow manure which had an effect on the growth and yield of mung beans. This study used a 3 x 3 factorial randomized block design that was repeated 3 times. The first factor is the type of biochar consisting of 3 levels, namely without biochar, rice husk biochar, sawdust biochar, which is given as much as 1.5%. The second factor is the dose of cow manure consisting of 3 levels, namely without cow manure, 1 t / ha cow manure, 3 t / ha cow manure. This research was carried out from May to November 2017 on farmers' land in Lorotolus Village, Wewiku Subdistrict, Malaka Regency, East Nusa Tenggara. The results showed no interaction between the treatment of biochar types and doses of cow manure on the growth and yield of green beans. Sawdust biochar increased seed weight per plant and seed weight per hectare, doses of cow manure 1 t / ha increased seed weight per hectare and cow manure increased soil moisture content, increased seeded seed weight per plant and seed weight per hectare.Penelitian bertujuan mendapatkan jenis biochar dan takaran pupuk kandang sapi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 3 x 3 yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah jenis biochar yang terdiri dari 3 aras yaitu tanpa biochar, biochar sekam padi, biochar serbuk gergaji, yang diberikan sebanyak 1,5%. Faktor kedua adalah takaran pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 aras yaitu tanpa pupuk kandang sapi, pupuk kandang sapi 1 t/ha, pupuk kandang sapi 3 t/ha. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai November 2017 di lahan petani di Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Hasil menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan jenis biochar dan takaran pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Biochar serbuk gergaji meningkatkan bobot biji per tanaman dan bobot biji per hektar, takaran pupuk kandang sapi 1 t/ha meningkatkan bobot biji per hektar dan pupuk kandang sapi meningkatkan kadar lengas tanah, meningkatkan bobot biji bernas per tanaman maupun bobot biji per hektar
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Terong Ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A Kecamatan Insana
Penelitian ini bertujuan : Untuk mengetahui gambaran usahatani terong ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A Kecamatan Insana , Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani terong ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A Kecamatan Insana. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan September 2017. Teknik penentuan sampel dilakukan mengunakan teknik sampel jenuh/sensus .Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi: metode deskriptif kualitatif dan analisis Cobb-Douglass. Tahapan usahatani terong ungu yang dilakukan di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A meliputi: Persiapan lahan, Pemilihan benih, Persemaian, Penanaman, Pemeliharaan, Panen dan pasca panen. Input yang digunakan yakni: luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman berusahatani, pendidikan dan tanggungan keluarga. Hasil penelitian menyatakan bahwa usahatani terong ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A menggunakan pola tanam tumpang sari. Produksi terong ungu dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu luas lahan dan benih sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani terong ungu yaitu tenaga kerja, pengalaman berusahatani,pendidikan dan tanggungan keluarga
Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa di Bidang Ekonomi Kemasyarakatan
Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu rangkaian tindakan yang sistematis dan melibatkan berbagai komponen organisasi formal dan non formal. Adapun program yang dilakukan di desa Naiola, kecamatan Bikomi Selatan, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bentuk nyata pemberdayaan yang dilakukan selama ini seperti pembinaan dan pelatihan perkoperasian ditingkat namun semuanya ini belum berjalan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat desa dalam bidang ekonomi kemasyarakatan di desa Naiola, kecamatan Bikomi Selatan, kabupaten TTU. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2016 di desa Naiola, kecamatan Bikomi Selatan, kabupaten TTU menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh dengan responden berjumlah 7 (tujuh) orang. Data yang dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan teknik analisa yang bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam rangka peningkatan kesejahteraan hidup masyarakatnya terutama dibidang ekonomi. Untuk itu dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat harus direncanakan secara bersama antara pemerintah desa dengan masyarakat dalam menentukan skala prioritas kebutuhan yang ada di dalam kehidupan masyarakat terutama yang berkaitan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat desa. Masih perlu upaya peningkatan dalam beberapa hal antara lain 1) pembinaan kelompok usaha ekonomi masyarakat agar lebih berusaha secara baik dalam rangka menyejahterakan kehidupan masyarakat; 2) ketrampilan menjahit bagi masyarakat agar mereka dapat memanfaatkan ketrampilan yang dimiliki dalam rangka pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan keluarga oleh masyarakat yang bersangkutan; 3) penyuluhan kepada masyarakat untuk memelihara ternak secara profesional dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat; 4) pemanfaatan teknologi tepat guna oleh masyarakat dalam rangka menunjang aktivitas dalam kehidupan masyarakat seperti hand tractor yang dimanfaatkan untuk membajak sawah masyarakat; dan 5) pengolahan pekarangan masyarakat sebagai dapur hidup bagi masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat