Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur
Usahatani padi sawah yang merupakan sumber utama pendapatan petani di Kecamatan Biboki Moenleu yang masih bersifat semi komersial, produksi padi sawah yang dihasilkan tidak semuanya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga tetapi sebagian untuk di konsumsi. Upaya peningkatan produksi padi sawah dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya faktor produksi, lingkungan, serta faktor sosial ekonomi. Pada kenyataannya petani belum sepenuhnya memanfaatkan lahan secara baik, sehingga masih tersisa lahan tidur padahal air bukanlah menjadi kendala. Dalam setahun petani dapat melakukan dua kali penanaman. Penelitian dilakukan di Kecamatan Biboki Moenleu, Desa Oepuah, Oepuah Utara, dan Oepuah Selatan. Obyek penelitian adalah petani padi sawah sebanyak 200 responden. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara faktor-faktor produksi terhadap produksi padi sawah, untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh secara parsial antara faktor-faktor produksi terhadap produksi padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan menunjukkan bahwa secara bersama-sama faktor produksi utama satu dan faktor produksi utama dua yaitu: luas lahan, bibit, penggunaan tenaga kerja, umur, dan pendidikan sedangkan, faktor produksi pendukung satu, dan faktor produksi pendukung dua yaitu: yaitu penggunaan pupuk, obat-obatan, dan sistem pengelolaan yang berpengaruh terhadap produksi padi sawah adalah sangat nyata. Faktor produksi utama satu yakni luas lahan, bibit, penggunaan tenaga kerja, umur, dan pendidikan sedangkan, faktor produksi pendukung satu yaitu penggunaan pupuk, obat-obatan, dan sistem pengelolaan yang berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah. Sedangkan, yang lainnya tidak berpengaruh
Efektivitas Bokashi Berbahan Dasar Berbeda pada Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Jenis Rumput Potong
Sebagai rumput pertanian maka dalam pengembangan atau budidayanya rumput potong membutuhkan input berupa pupuk untuk menjamin ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pertumbuhan dan produksi beberapa jenis rumput potong yakni rumput potong yang diberi perlakuan pupuk bokashi dengan bahan dasar berbeda. Penelitian dilaksanakan di kebun penelitian Fakultas Pertanian Universitas Timor. Penelitian berlangsung dari Juli sampai Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan model experimen yang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4x3x4. Adapun faktor yang diuji meliputi bahan dasar bokashi yang terdiri dari 4 taraf yakni tanpa bokashi, bokashi berbahan dasar faces sapi, bokashi berbahan dasar faces ayam, dan bokashi berbahan dasar faces kambing. Faktor kedua adalah jenis rumput yang terdiri dari 3 taraf yakni Panicum maximun, Stenotaphrum secundatum, Pennisetum purpuphoides. Parameter yang diamati meliputi suhu tanah, kadar lengas tanah, pH tanah, berat volume tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar daun, berat kering daun, berat segar akar, dan berat kering akar. Data dianalisis dengan anova RAL dan uji lanjut DMRT α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jenis bokashi dan jenis rumput hanya berpengaruh nyata terhadap berat volume tanah sedangkan pada parameter lain yang diamati tidak terjadi pengaruh interaksi. Jenis bokashi berpengaruh nyata terhadap parameter kadar lengas tanah, pH tanah, berat segar daun, berat kering daun, dan berat segar akar, sedangkan jenis rumput tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Pemberian bokashi berbahan dasar faces kambing memberikan produksi rumput berupa daun segar yang paling berat (110,82 g), sedangkan jenis rumput yang memiliki produksi daun segar yang paling berat adalah rumput Stenotaphrum secundatum yakni 78,03 g
Analisis Kestabilan Titik Tetap Model Matematika Penyebaran Penyakit DBD Tipe SEIR
Dengue is one of the infectious diseases transmitted to humans by the bite of Aedes aegypti or Aedes albopictus mosquitoes. Dengue virus infections include dengue fever, dengue hemorrhagic fever and Dengue Shock Syndrome (DSS). The dengue virus has four types of serotypes: DEN_1, DEN_2, DEN_3, DEN_4. In the model, will be studied the dynamics of the spread of dengue hemorrhagic disease type SEIR. From the model then fixed point will be determined, then analyzed the stability of each fixed point by considering the basic reproduction number (R_0 ). The results showed that for fixed point without disease the condition would be stable when R_0<1, while the fixed point of endemic would be stable for condition whenR_0>1.Dengue adalah salah satu penyakit infeksi yang ditularkan ke manusia oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Infeksi virus dengue berupa demam dengue, demam berdarah dengue dan Dengue Shock Syndrome (DSS). Virus dengue mempunyai empat jenis serotipe yaitu: DEN_1, DEN_2, DEN_3, DEN_4. Pada model, akan dipelajari dinamika penyebaran penyakit demam berdarah dengue tipe SEIR. Dari model kemudian akan ditentukan titik tetap, selanjutnya dianalisis kestabilan dari masing-masing titik tetap dengan mempertimbangkan bilangan reproduksi dasar (R_0 ).Hasil penelitian menunjukkan bahwauntuk titik tetap tanpa penyakit kondisi akan stabil ketika R_0<1, sedangkan titik tetap endemik akan stabil untuk kondisi ketika R_0>1
Peningkatan Pertumbuhan dan Sintasan Hidup Ikan Bawal (Colossoma macropumum) dengan Penambahan Ragi Roti dalam Pakan
The conducted of this study was to investigate the effect of yeast on growth and survival rate of freshwater pomfret fish. This research used complete randomized design with five treatments, each with 3 replications. The treatments was given by treament A (0 gr yeast/ kg feed), B ( 5 gr yeast/ kg feed), C (10 gr yeast/kg feed), D (15 gr yeast/ kg feed), E (20 gr yeast/ kg feed). Frequency of feeding was 2 times a day 5%bb. This research showed that the addition of yeast significally influenced growth and survival rate of pomfret fish. The higest yeast dossage in feed causing highest growth of pomfret fish.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ragi roti terhadap pertumbuhan ikan bawal (Colossoma macropomum). Ikan bawal yang digunakan berukuran 5-8 cm dengan berat awal 11,35 gr. Rancangan penelitian berupa rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu, A (0 gr ragi roti/ kg pakan), perlakuan B (5 gr ragi roti/kg pakan), perlakuan C (10 gr ragi roti/kg pakan), perlakuan D (15 gr ragi roti/kg pakan). Perlakuan E (20 gr ragi roti/kg pakan). Frekuensi pemberian pakan dua kali sehari dengan jumlah pakan berdasarkan 5%bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ragi roti berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan sintasan hidup ikan bawal. Semakin tinggi dosis ragi roti dalam pakan, semakin tinggi pertumbuhan ikan bawal
Identifikasi Cendawan Patogen pada Beberapa Varietas Benih Padi Sawah Berdasarkan Model Penyimpanan
Seeds are said to be healthy if the seeds used are free of disease-causing microorganisms one of them is fungi. The purpose of this study was to obtain the type of pathogenic fungi that infect rice seeds. The research was conducted in the laboratory of Agricultural Faculty and Biology laboratory of Timor University since March - May 2017. The research used Completely Randomized Design of factorial pattern with two factors. The first factor consists of three varieties namely Ciherang, IR, and Siputih. The second factor consists of storage model ie storage in plastic sacks, Sokal, and cans. The results showed that the use of three varieties and models of seed packing material did not show any significant difference to germination. Maximum Growth Potential percentage between Siputih variety (97.33) was significantly different from IR varieties (72.00) and in seed model stored in the plastic sack (94.22) was significantly different from the seeds stored in the Sokal (68.88). Identification results found five fungi of the genus Aspergillus sp.1 and sp.2, Altenaria, Curvularia, Fusarium and Rhizopus that infect the seeds thus decreasing the germination power. The degree of fungal attack varies on varieties and storage models. The five fungal pathogens found, two fungi such as Aspergillus and Fusarium infect seeds with different storage areas lower, to reduce the infection rate of Altenaria fungus, Curvularia and Rhizopus can be treated fungicide. Benih dikatakan sehat, apabila benih yang digunakan bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit salah satunya adalah cendawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis cendawan patogen yang menginfeksi benih padi. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian dan laboratorium Biologi Universitas Timor sejak bulan Maret – Mei 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari tiga varietas yakni Ciherang, IR dan Siputih. Faktor kedua terdiri dari model penyimpanan yakni penyimpanan dalam karung plastik, sokal dan kaleng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tiga varietas dan model bahan pengemas benih tidak menunjukkan perbedaan nyata terhadap daya berkecambah. Persentase potensi tumbuh maksimum antara varietas siputih (97,33) berbeda secara nyata dengan varietas IR (72,00) dan pada model benih yang disimpan dalam karung plastik (94,22) berbeda secara nyata dengan benih yang disimpan dalam sokal (68,88). Hasil identifikasi ditemukan lima cendawan dari genus Aspergillus sp.1 dan sp.2, Altenaria, Curvularia, Fusarium dan Rhizopus yang menginfeksi benih sehingga menurunkan daya berkecambah. Tingkat serangan cendawan berbeda-beda pada varietas dan model penyimpanan. Kelima cendawan patogen yang ditemukan, dua cendawan diantaranya yaitu Aspergillus dan Fusarium menginfeksi benih dengan tempat penyimpanan yang berbeda lebih rendah, untuk mengurangi tingkat infeksi cendawan Altenaria, Curvularia dan Rhizopusdapat diberi perlakuan fungisida. 
Cendawan Patogen pada Beberapa Varietas Jagung di Kabupaten Timor Tengah Utara
Corn (Zea mays L.) is an important food because corn is the second source of carbohydrates after rice. Seeds are one of the important components in the successful increase of agricultural production. This study aims to determine the type of fungi associated to corn seed (Zea mays L.) conducted from April to May 2017 at the faculty of agriculture, Timor University. Using Completely Randomized Design (RAL) Factorials and methods used are sampling, observation and pathogen identification performed by morphological characterization, Seedling power testing and maximum growth potential by the UKDdp method. The seeds used are small white local varieties, large white local varieties and hybrids, derived from several localities based on the locality of Eban 1000 meters above sea level, Mamsena 400-800 meters above sea level, Wini 100-200 meters above sea level. The results of identification were obtained by two genera of Aspergillus sp1, Aspergillus sp2, Aspergillus sp3 and Fusarium sp, Aspergillus sp1 highest fungal attack on small local varieties 7.78% and height of place T2 (Wini), Fusarium sp highest on hybrid corn varieties 40.00% and height of the highest place on T1 (Eban) 8.67%. The test of seed germination in the three varieties ranged between 16.44% -26.00%. Jagung merupakan bahan pangan yang penting karena jagung merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Benih salah satu komponen penting dalam keberhasilan peningkatan produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cendawan yang berasosiasi pada benih jagung, dilakukan bulan April sampai bulan Mei 2017 di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Timor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Identifikasi patogen dilakukan dengan karakterisasi morfologi, selain itu dilakukan pengujian daya berkecambah benih dan potensi tumbuh maksimum dengan metode UKDdp. Benih yang digunakan adalah varietas Lokal Putih kecil, varietas lokal putih besar dan hibrida, berasal dari beberapa daerah berdasarkan ketinggian tempat yakni Eban 1000 mdpl, Mamsena 400-800 mdpl, Wini 100-200 mdpl. Hasil identifikasi didapatkan dua genus yaitu Aspergillus sp1, Aspergillus sp2, Aspergillus sp3 dan Fusarium sp, serangan cendawan Aspergillus sp1 tertinggi pada varietas lokal kecil 7,78% dan ketinggian tempat T2 (Wini), Fusarium sp tertinggi pada varietas jagung hibrida 40,00% dan ketinggian tempat tertinggi pada T1 (Eban) 8,67%. Pengujian daya kecambah benih pada ketiga varietas berkisar antara 16,44%-26,00%. 
Pengaruh Jenis Teh Kompos dan Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Mungo (Vigna mungo (L.) Hepper) Var. Lokal Timor
These mungo beans come from India and have been cultivated since ancient times and are one of the most valuable beans in India and Pakistan. Mungo beans in East Nusa Tenggara, especially in South Central Timor District, subdistrict Amanatun Utara known as 'fue metan'. Along with the development era of production fue metan decreased even almost extinct because only a handful of farmers who still maintain save by continuing to cultivate this type of beans. This study aims to determine the effect of compost tea and mulch type on growth and yield of mungo been plant. The design used in this research is Factorial Randomized Block Design, 4 × 3 and repeated 3 times. The first factor is compost tea consisting of four levels namely: without compost tea, compost tea leaf kerinyu, compost tea leaves Gamal, compost tea leaves kerinyu + leaf Gamal and the second factor is the type of organic mulch consists of three levels of control, the organic mulch of grass, mulch organic from sawdust. The results showed that compost tea was able to increase the harvest index by 26-37% from control. Giving mulch on soil increases moisture level indicates better soil binding power so as to increase the weight of crop seeds. Kacang mungo ini berasal dari India dan telah dibudidaya dari zaman kuno serta merupakan salah satu kacang yang sangat berharga di India dan Pakistan. Kacang mungo di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kecamatan Amanatun Utara dikenal dengan nama ‘fue metan’. Seiring dengan perkembangan zaman hasil produksi fue metan semakin menurun bahkan hampir punah karena hanya segelintir petani yang masih menjaga, menyelamatkan dengan terus membudidayakan jenis kacang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis teh kompos dan jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang mungo. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial 4 × 3 dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah jenis teh kompos terdiri dari empat aras yaitu kontrol, teh kompos daun kerinyu, teh kompos daun gamal, teh kompos daun kerinyu + daun gamal dan faktor kedua adalah jenis mulsa organik terdiri dati tiga aras yaitu kontrol, mulsa organik dari rumput, mulsa organik dari serbuk gergaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kompos mampu meningkatkan indeks panen sebesar 26-37% dari kontrol. Pemberian mulsa pada tanah meningkatkan kadar lengas tanah mengindikasikan daya ikat air tanah lebih baik sehingga mampu meningkatkan berat biji per tanaman. 
Pengaruh Jarak Tanam dan Takaran Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L.)
This study aims to determine the effect of spacing and dosage of cow manure on the growth and yield of carrot plants as well as knowing the spacing and dosage of cow manure that is appropriate for optimum growth and yield of carrots. The design used was factorial randomized block design (RBD) 3 x 3 which was repeated three times. The first factor is the spacing consisting of three levels, namely 10 cm x 10 cm, 10 cm x 20 cm and 10 cm x 30 cm. The second factor is cow manure dosage consisting of three levels, namely without fertilizer or 0 t / ha, 10 t / ha, and 15 t / ha. The results showed that the interaction between the spacing and doses of cow manure occurred on parameters of plant height 25 days after planting and tuber length. The spacing has a significant effect on soil temperature 70 days after planting, plant height 50 days after planting, fresh weight of tubers per plant, and fresh weight of stems, while cow manure doses did not significantly affect all observed parameters. Giving 15 t / ha cow manure dosage gave the highest yield of 129.57 t / ha, while the spacing of 10 cm x 30 cm gave the highest carrot yield of 139.66 t / ha.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan takaran pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel serta mengetahui jarak tanam dan takaran pupuk yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil wortel yang optimum. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri atas tiga aras yaitu 10 cm x 10 cm, 10 cm x 20 cm dan 10 cm x 30 cm. Faktor kedua adalah takaran pupuk yang terdiri atas tiga aras yaitu tanpa pupuk atau 0 t/ha, 10 t/ha, dan 15 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan Interaksi antara jarak tanam dan dosis pupuk kandang sapi terjadi terhadap parameter tinggi tanaman 25 HST dan panjang umbi. Jarak tanam berpengaruh nyata terhadap suhu tanah 70 HST, tinggi tanaman 50 HST, berat segar umbi per tanaman, dan berat segar berangkasan, sedangkan dosis pupuk kandang sapi tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Pemberian dosis pupuk 15 t/ha memberikan hasil tertinggi yakni 129,57 t/ha, sedangkan jarak tanam 10 cm x 30 cm memberikan hasil wortel tertinggi yakni 139,66 t/ha
Karakterisasi Fenotip dan Kekerabatan Varietas Jagung Lokal Kabupaten Timor Tengah Utara
Phenotype characters of plant is very important for plant breeding. The aim of this study is characterization phenotype and genetic relationship of local maize in North Central Timor Regency. Local maize varieties that used ini this study namely ‘pena molo’, ‘pena fatu’, ‘pena kikis’, and ‘pena boto’. Phenotype characters to be observed comprise fourteen phenotype characters to evaluate genetic variation. Measuring of phenotype characters based on qualitative and quantitative characteristic. The data of phenotype character obtained analyzed using Multi Variate Statistical Package (MVSP) with UPGMA (Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic Average) and Gower General Macthing Coefficient to dendogram constructive. Result of thi study showing similarity coefficient based on phenotype characters is 0,43% to 1 %.Informasi mengenai karakter fenotip tanaman sangat penting dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi fenotip dan kekerabatan varietas jagung lokal Kabupaten Timor Tengah Utara. Varietas jagung lokal Kabupaten Timor Tengah Utara yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ‘pena molo’, ‘pena fatu’, ‘pena kikis’, dan ‘pena boto’. Sebanyak 14 karakter fenotip diamati untuk menilai variasi genetik berdasarkan karakter fenotip. Pengukuran karakter fenotip didasarkan pada sifat-sifat kualitatif dan kuantitatif. Data fenotip selanjutnya diolah dengan program Multi Variate Statistical Package (MVSP) dengan metode UPGMA (Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic Average) dan Gower General Macthing Coefficient untuk mengkonstruksi dendogram. Hasil penelitian menunjukkan koefisien kemiripan berdasarkan karakter fenotip adalah 0,43% – 1%
Evaluasi Implementasi Kebijakan Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) di Kabupaten Timor Tengah Utara
Pelaksanaan kebijakan Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-September 2017 di kabupaten TTU dengan tujuan melakukan evaluasi implementasi kebijakan Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) di kabupaten TTU. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Fokus penelitian ini adalah mengevaluasi kebijakan program Sari Tani dalam pengelolaan lahan kering yang meliputi mekanisme pelaksanaan, implementor dan indikator pencapaian. Situs penelitiannya adalah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) kabupaten TTU dan semua kelompok tani penerima manfaat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen sedangkan teknik analisa datanya menggunakan teknik analisa data Miles dan Haberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pelaksanaan kebijakan Sari Tani di kabupaten TTU belum berjalan dengan baik, SDM yang dimiliki UPST tidak memadai dan kurangnya sosialisasi program serta pola rekrutmen PKM tidak melihat pada latar belakang pendidikan dan PKM yang dipilih tidak menetap di desa sehingga PKM tidak melaksanakan tugasnya dengan baik dan Pengembalian dana sari tani menjadi terhambat dikarenakan pemahaman dan kesadaran masyarakat belum baik, kesalahan pembentukan kelompok tani menjadikan dana tersebut tidak digulirkan