Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
    604 research outputs found

    Potensi Asam kafeat pada Kopi sebagai Simultan Gen Peroxixme proliferator-activated receptor gamma (PPAR-γ): Studi In silico

    Get PDF
    Coffee plants are one of the cultivated plants of the Sikka Regency community. Coffee contains chemical compounds which is needed by humans. One of them is cafeic acid. Cafeic acid was recognized as having the potential as an anti-inflammatory, antioxidant, and healing type 2 diabetes mellitus (T2DM). The Peroxixme proliferator-activated receptor gamma gene (PPAR-γ) has a role in homeostasis regulation, so it can be used as hyperglycemia. But do not study on the interaction of cafeic acid as anti-diabetes molecularly. The purpose of this study was to analyze and predict the physico-chemical properties and potency of cafeic acid as anti-diabetes through the interaction of cafeic acid with PPAR- γ protein in silico. The method used consisted of downloading PPAR-γ protein through protein bank data (GDP) and cafeic acid through the PubChem database, protein preparation (PPAR-γ) and ligands (cafeic acid) with the PyRx program, protein analysis and ligand using the program using the Hex program 8.0 .0 and Discovery Studio V16.1.0.15360. The results showed that occur between cafeic acid and PPAR-γ show the role of anti-diabetes. This is evidenced by the presence of 11 amino acid residues (ASP441, LYS373, ASP396, LYS438, GLU407, PRO398, GLY399, ARG397, LEU400, GLY395, VAL403) which interacted with the chlorogenic acids and their energies of -168.5cal/mol. This function activates GLUT2 and GLUT4 as transportation routes inside and outside the cell. Caffeic acid is predicted to have potential as a natural ingredient in coffee which can be used for DMT2 therapy with genetic care (Nurtigenetics). We suggest further study is required in vivo experiment. Tanaman kopi merupakan salah satu tanaman budidaya masyarakat Kabupaten Sikka. Kopi memiliki kandungan senayawa yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Salah satunya adalah asam kafeat.  Asam kafeat diketahui memiki potensi sebagai anti inflamasi, antioksidan, dan menyembuhkan penyakit Diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Gen Peroxixme proliferator-activated receptor gamma (PPAR-γ) memiliki peran dalam regulasi homeostasis gula, sehingga dapat mecegah terjadinya kondisi hiperglikemia. Tetapi masih kurang studi molekuler tentang interaksi asam kafeat sebagai anti-diabetes secara molekuler. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan memprediksi sifat fisiko kimia serta potensi asam kafeat sebagai anti-diabetes melalui interaksi asam kafeat dengan protein PPAR-γ secara in silico. Metode yang digunakan terdiri atas pengunduhan protein PPAR-γ melalui protein data bank (PDB) dan asam kafeat melalui database PubChem, persiapan protein (PPAR-γ) dan ligand (asam kafeat) dengan program PyRx, analisis interaksi protein dan ligand menggunakan program Hex 8.0 dan Discovery Studio 4.1. Hasil penelitian menunjukan interaksi yang terjadi antara asam kafeat dan PPAR-γ menunjukan peran sebagai anti-diabetes. Hal ini dibuktikan dengan adanya 11 residu asam amino (ASP441, LYS373, ASP396, LYS438, GLU407, PRO398, GLY399, ARG397, LEU400, GLY395, VAL403) yang mengikat asam klorogenat serta energinya -168,5cal/mol. Fungsi ini mengaktifkan GLUT2 dan GLUT4 sebagai jalur transportasi gula dalam dan di luar sel. Asam kafeat diprediksi memiliki potensi sebagai bahan alam dalam kopi yang dapat digunakan untuk terapi DMT2 dengan perawatan secara genetic (Nurtigenetik). Diperlukan penelitian lanjutan secara in vivo untuk mengetahui pengaruh asam kafeat terhadap penderita diabetes melitus tipe 2

    Pengaruh Pemberian Pakan Sumber Energi terhadap Profil Darah Kambing Kacang Jantan

    Get PDF
    This research was conducted in Nunmafo Village, Insana District, TTU Regency. The purpose of this study was to determine the effect of energy source feeding on the blood profile of male goat cattle. The purpose of this study was to determine the effect of energy source feeding on complete blood profile in male goat cattle. The treatments tested in this study consisted of R0 = 80% natural grass + 20% lamtoro. R1 = 50% natural grass + 20% lamtoro + 30% corn. R2 = 50% natural grass + 20% lamtoro + 30% rice bran. R3 = 50% natural grass + 20% lamtoro + 30% cassava. The results showed that the feeding of energy sources in male goats had no significant effect on blood glucose levels at 0, 4 and 6 hours but had a significant effect (P> 0.05) at 2 hours after being fed, whereas for hemoglobin, hematocrit levels, Plasma Total Protein has no real effect. Based on the results of this study it can be concluded that feeding different energy sources does not affect the blood profile of male goats in general but slightly affects blood glucose levels in taking 2 hours after being fed and total plasma protein 6 hours after being fed. An increase in blood levels from normal blood levels.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nunmafo, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan sumber enegi terhadap profil darah ternak kambing kacang jantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan sumber enegi terhadap profil darah komplit pada ternak kambing kacang jantan. Perlakuan yang diuji dalam penelitian ini terdiri dari R0 = 80% rumput alam + 20% lamtoro. R1 = 50% rumput alam + 20% lamtoro + 30% jagung. R2 = 50% rumput alam + 20% lamtoro + 30% dedak padi. R3 = 50% rumput alam + 20% lamtoro + 30% gaplek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan sumber energi pada kambing kacang jantan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar glukosa darah pada 0, 4 dan 6 jam namun berpengaruh nyata (P>0,05) pada 2 jam setalah diberi pakan, sedangkan untuk kadar Hemoglobin, Hematokrit, Total Protein Plasma tidak berpengaruh nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan sumber energi yang berbeda tidak mempengaruhi profil darah kambing kacang jantan secara umum namun sedikit mempengaruhi kadar glukosa darah pada pengambilan 2 jam setelah diberi pakan dan total protein plasma 6 jam setelah diberi pakan. Terjadi peningkatan kadar darah dari kadar darah normalnya

    Pengaruh Takaran Kompos Biochar Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan Beberapa Kultivar Kacang Hijau (Vigna radiata L.)

    Get PDF
    This study aims to determine the response of green bean cultivars to the application of biochar compost and the effect of biochar compost dosage on the growth and yield of green beans and the best dosage of biochar compost on the growth and yield of green beans, yellow beans and black beans. This study used a 4 × 3 factorial randomized block design that was repeated 3 times. The first factor is the dosage of biochar compost for cow manure which consists of 4 levels, namely control 0 t/ha, 10 t/ha, 15 t/ha, 20 t/ha the second factor is the type of green beans consisting of local green beans Timor Fore Belu, beans Black and yellow beans, which were repeated 3 times so that there were 36 treatment units. The parameters observed in this study are environmental parameters, growth parameters and yield parameters. The results showed that there was no interaction between the biochar compost dosage treatment with the type of bean on all observational parameters except for the observation parameters of plant height 21 days, root length 35 days, total root nodules 50 days, and number of pods per plant. Compost biochar affects the growth and yield of green beans. Types of green beans affect the growth and yield of plants. The best dose for the type of green bean speckle is 20 t/ha, yellow is 15 t/ha, black is 15 t/ha.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon kultivar kacang hijau terhadap aplikasi kompos biochar dan pengaruh takaran kompos biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau serta takaran kompos biochar terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau, kacang kuning dan kacang hitam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 4×3 yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah takaran kompos biochar pupuk kandang sapi yang terdiri dari 4 aras yakni kontrol 0 t/ha, 10 t/ha, 15 t/ha, 20 t/ha. Faktor kedua yaitu jenis kacang hijau lokal Timor terdiri, Fore Belu, kacang hitam dan kacang kuning yang diulang 3 kali sehingga terdapat 36 unit perlakuan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah parameter lingkungan, parameter pertumbuhan dan parameter hasil. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan takaran kompos biochar dengan jenis kacang terhadap semua parameter pengamatan kecuali pada parameter pengamatan tinggi tanaman 21 hst, panjang akar 35 hst, total bintil akar 50 hst, dan jumlah polong per tanaman. Kompos biochar berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Jenis kacang hijau berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Takaran terbaik untuk jenis kacang hijau Fore Belu adalah 20 t/ha, kuning 15 t/ha, hitam 15 t/ha

    Identifikasi Cendawan Patogen pada Tanaman Sorgum di Timor Tengah Utara

    Get PDF
    Sorghum is a local plant in North Central Timor (TTU). The presence of sorghum disease is unknown in this area. This study aimed to identify pathogenic fungi that attack sorghum plants in North Central Timor District, East Nusa Tenggara Province. The experimental study was conducted with a Randomized Block Design (RBD). The treatment consisted of 4 varieties of sorghum namely (V1) local varieties red, (V2) local white, (V3) local black, and (V4) Numbu. of the treatment was repeated 3 times so that there were 12 experimental plots. Observation of disease and pathogen identification using morphological characters. The results showed the diseases that attack the sorghum plants were leaf blight, stem rot, and rust leaf. The intensity of disease incidence is 4.25% - 51.17% and the severity of the disease is 60.68-83.73%. Stem rot disease caused by Rhizoctonia sp. could infect all varieties of Sorghum but not caused disease severity. Rust disease infected Local White and Local Red varieties, with the highest disease severity was found in White Local varieties (83.73%). On the other hand, leaf blight disease caused by Helmithosporium sp was found only in Black and Numbu Local varieties with the highest disease severity in Numbu varieties Lokal Merah  Lokal Merah  Lokal Merah  Lokal Merah  Lokal Merah  Lokal Merah (49.60%).Sorgum adalah tanaman lokal di Timor Tengah Utara (TTU). Keberadaan penyakit tanaman sorgum belum diketahui di daerah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cendawan patogen yang menyerang tanaman sorgum di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas 4 varietas sorgum yakni (V1) varietas Lokal Merah, (V2) Lokal Putih, (V3) Lokal Hitam, dan (V4) Numbu. dari perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 12 petak percobaan. Pengamatan penyakit dan identifikasi patogen menggunakan karakter morfologi. Hasil penelitian menunjukkan penyakit-penyakit yang menyerang tanaman sorgum adalah hawar daun, busuk batang dan karat daun. Penyakit hawar daun, karat daun dan penyakit busuk batang merupakan penyakit terpenting pada tanaman sorgum di TTU. Intensitas kejadian penyakit berkisar 4,25%- 51,17% dan keparahan penyakit berkisar 60,68-83,73%. Penyakit busuk batang yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. dapat menginfeksi semua varietas Sorgum namun tidak menimbulkan keparahan penyakit. Penyakit Karat menginfeksi varietas Lokal Putih dan Lokal Merah, dengan nilai keparahan penyakit tertinggi terdapat pada varietas Lokal Putih yaitu penyakit (83,73%). Sebaliknya penyakit Hawar Daun yang disebabkan Helmithosporium sp, hanya terdapat pada varietas Lokal Hitam dan Numbu dengan nilai keparahan penyakit tertinggi terdapat pada varietas Numbu yaitu 49,60%

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Selada Air di Desa Popnam Kecamatan Noemuti

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani selada air; dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani selada air di Desa Popnam Kecamatan Noemuti. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Popnam Kecamatan Noemuti Kabupaten TTU pada bulan April 2017 sampai bulan Agustus 2017. Penentuan sampel dengan metode simple random sampling dengan cara menggunakan rumus slovin dimana jumlah sampel yang digunakan adalah 51 responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani selada air di Desa Popnam dilakukan secara monokultur dengan luas lahan yang berbeda-beda berkisar antara 3-15 are. Tahapan usahatani yang dilakukan di lokasi penelitian antara lain persiapan  lahan, pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Faktor  modal, luas lahan, bibit, tenaga kerja, pengalaman usahatani dan pendidikan petani secara bersama-sama (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi selada air. Secara parsial faktor tenaga kerja dan pendidikan berpengaruh nyata terhadap produksi selada air, sedangkan variabel modal, luas lahan, bibit, dan pengalaman usahatani tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani selada air.&nbsp

    Pengaruh Variasi Warna Ransum terhadap Konversi Ransum dan Pertambahan Bobot Badan Harian Broiler

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian ransum dengan warna berbeda terhadap nilai konversi ransum dan pertambahan bobot badan harian (PBBH) broiler. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan (eksperimen) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan lingkungannya. Dalam penelitian ini menggunakan 4 perlakuan, dimana setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Setiap ulangan berisi 5 ekor broiler, sehingga total broiler yang digunakan adalah sebanyak 80 ekor. Adapun perlakuan yang akan diuji terdiri dari : (1) R0: Ransum berwarna coklat (2) R1: Ransum berwarna hijau (3) R2: Ransum berwarna merah (4) R3: Ransum berwarna kuning. Variabel pengamatan yang diamati yaitu pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum warna coklat dapat meningkatkan berat badan sebesar (384,00) dan konversi pakan terbaik dengan nilai terendah (0,17) dibandingkan dengan perlakuan ransum berwarna hijau, merah dan kuning. Adanya variasi warna ransum yang ditambahkan dalam pakan tidak untuk menambah nilai nutrisi namun diharapkan dapat memberikan efek baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap sifat khas dari pakan yang diberikan. Pemberian variasi warna (coklat, hijau, merah dan kuning) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan broiler dan nilai konversi ransum

    Pengaruh Variasi Pakan Sumber Energi terhadap PBBH, Konsumsi dan Konversi Ransum Kambing Kacang Jantan

    Get PDF
    Pengembangan usaha peternakan kambing kacang saat ini merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara dalam rangka menopang perekonomian keluarga. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pakan sumber energi terhadap pertambahan bobot badan harian, konsumsi dan konversi ransum, kambing kacang jantan. Penelitian ini menggunakan 12 ekor ternak kambing kacang jantan yang sedang bertumbuh dengan kisaran umur 6 bulan sampai 12 bulan dengan rata-rata berat badan awal adalah 11,77 kg. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari R0=80% rumput alam + 20% lamtoro. R1 = 50% rumput alam + 20% lamtoro + 30% jagung. R2 = 50% rumput alam + 20% lamtoro + 30% dedak padi. R3 = 50% rumput alam + 20% lamtoro + 30% gaplek. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian jagung pakan sumber energi berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap Pertambahan bobot badan harian, konsumsi dan konversi ransum. Dapat disimpulkan bahwa, konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian dan konversi ransum ternak kambing dapat ditingkatkan dengan penambahan jagung sebagai sumber energi

    Analisis Nilai Tambah Singkong Sebagai Bahan Baku Produk Keripik di Kelompok Usaha Bersama Sehati Desa Batnes Kecamatan Musi

    Get PDF
    Indonesia adalah negara agraris sehingga sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi negara dengan agroindustri atau industri yang berbasis pertanian yang menjadi salah satu motor pembangunan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran umum usaha pengolahan singkong menjadi keripik; 2) besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan singkong menjadi keripik; dan 3) besarnya pendapatan dari usaha pengolahan singkong menjadi keripik di Kelompok Usaha Bersama Sehati desa Batnes. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Usaha Bersama Sehati, desa Batnes, kecamatan Musi pada bulan April-Oktober 2017. Pengambilan data menggunakan metode survei. Sampel dilakukan pada unit usaha keripik singkong pada Kelompok Usaha Bersama Sehati dengan menggunakan metode sensus dimana seluruh anggota pada unit usaha menjadi responden yaitu sebanyak 10 orang. Untuk mengetahui gambaran umum usaha keripik singkong maka digunakan analisis deskriptif, untuk mengetahui pendapatan usaha keripik singkong maka digunakan analisis pendapatan, untuk mengetahui keuntungan relatif dari usaha keripik singkong darat digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan Kelompok Usaha Bersama Sehati memproduksi keripik singkong dengan memanfaatkan alat-alat pengolahan hasil pertanian yang sudah bukan manual lagi tetapi mengarah ke teknologi pengolahan yang lebih modern yaitu menggunakan mesin. Bahan-bahan yang digunakan dalam produksi keripik singkong adalah ubi kayu, minyak goreng, gula pasir, garam dapur dan cabe merah. Tahapan produksi keripik singkong dimulai dari penyediaan bahan baku, penyortiran, pengupasan, pencucian, perajangan, pembumbuan, penggorengan, pengurangan kadar minyak, pengemasan dan pemasaran. Nilai tambah produksi keripik singkong pada Kelompok Usaha Bersama Sehati sebesar Rp368.870.000,00. Pendapatan usaha keripik singkong pada kelompok usaha bersama sehati yaitu senilai Rp36.414.166,00 per bulan, sedangkan pendapatan anggota kelompok sebesar Rp3.241.416,00 per bulan. Nilai R/C Ratio sebesar 11,155  sehingga usaha keripik singkong layak untuk diusahakan.&nbsp

    Eksistensi Banul sebagai Kearifan Lokal Pelestarian Lingkungan oleh Lembaga Adat di Desa Tun’noe Kecamatan Miomaffo Timur

    Get PDF
    Banul merupakan salah satu kearifan lokal di desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Banul juga merupakan salah satu tradisi larangan adat yang masih berlaku di desa Tun’noe sampai sekarang dalam era otonomi daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang tingkat keteraturan, tingkat kepatuhan dan tingkat kesesuaian Banul di desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur, kabupaten TTU. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Juli 2017 di desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur, kabupaten TTU, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Pengambilan data dari lapangan digunakan beberapa teknik antara lain pengamatan yang mendalam (observasi), wawancara (interview) dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Banul dari aspek tujuannya sebenarnya cukup membantu masyarakat dalam mengelola lingkungan dan kesejahteraannya, selain itu Banul juga bernilai Sosial. Hal ini disebabkan karena dengan Banul maka kehidupan sosial masyarakat, panen dan keseimbangan lingkungan dapat diatur. Kepatuhan masyarakat terhadap Banul belum maksimal diterapkan karena perbendaan persepsi tentang hak milik terhadap apa yang dilarang. Di satu sisi ada hukum adat yang melarang namun disisi lain apa yang dilarang adalah kepemilikan pribadi atau suku. Seharusnya Banul tidak mengenal kepemilikan pribadi atau suku karena berkaitan dengan keseluruhan lingkungan atau ekosistem dan merupakan kesepakatan seluruh masyarakat. Tradisi Banul belum searah dengan hukum formal, sehingga perlu adanya peraturan daerah dan peraturan desa tentang pelestarian kearifan lokal untuk memperkuat eksistensi Banul

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Beras di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka

    Get PDF
    Desa Babotin Maemina merupakan salah satu desa yang mengalami peralihan pola konsumsi dari pangan non beras ke pangan beras di Kabupaten Malaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi beras dan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi beras di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka. Penelitian dilakukan di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka yang dimulai dari bulan Juni sampai dengan September 2017 dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Desa Babotin Maemina yang berjumlah 228 KK. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus yaitu seluruh populasi diambil sebagai sampel. Untuk mendapatkan gambaran pola konsumsi beras dilakukan analisis deskriptif kualitatif, sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi beras digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2012 masyarakat Desa Babotin Maemina mulai beralih dari pola konsumsi pangan non beras ke beras. Rata-rata konsumsi beras dari 228 KK di Desa Babotin Maemina adalah 24,43 kg/kapita/bulan dengan rata-rata harga beras di tingkat konsumen Rp9.951,00. Harga beras dan jumlah tanggungan keluarga secara nyata berpengaruh terhadap konsumsi beras sedangkan pendapatan konsumen, tingkat pendidikan dan selera tidak berpengaruh terhadap konsumsi beras. Jika harga beras meningkat satu rupiah maka permintaan akan beras akan menurun sebesar 0,512 kg dan setiap penambahan satu orang sebagai tanggungan keluarga maka konsumsi beras akan meningkat 0,749 kg

    564

    full texts

    604

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇