Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Uji Kualitas Briket Bioarang Berbahan Dasar Arang Kotoran Kambing, Arang Kotoran Sapi dan Arang Kotoran Ayam
The purpose of this study was to determine the quality of bioarang briquettes processed using goat manure charcoal, cow manure charcoal and chicken manure charcoal. This research will be carried out in December-February 2019, this research will be conducted in 2 locations, where in the first stage bioarang briquettes are made in the Laboratory of the Faculty of Agriculture Timor of University, while the second phase is tested on the quality of bioarang briquettes conducted at the Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Nutrition and Science Feed Technology IPB. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of three treatments: Goat manure briquette (GMB) : Goat droppings 90% + starch 10%; cow dung briquettes (CDB) : 90% Cow dung + 10% starch and ; chicken manure briquette (CMB): 90% chicken manure + 10% starch and repeated 10 times so that there are 30 units of experimental unit. Anova variance results showed that the parameters of ash content, combustion rate and heating value showed significant differences (P <0.05). It was concluded that the best quality briquettes are briquettes made from basic ingredients of goat manure which produce lower water content (36.12%), ash content (38.62%) and calorific value (3525 cal / g) while the best combustion rate is given by cow dung briquettes (0.29g / sec).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas briket bioarang yang diproses menggunakan arang kotoran kambing, arang kotoran sapi dan arang kotoran ayam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember-Februari 2019, dan dilakukan di 2 lokasi, dimana pada tahap I dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Unimor untuk pembuatan briket bioarang, sedangkan pada tahap II dilakukan pengujian kualitas briket bioarang pada Laboratorium Fakultas Peternakan Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan : Briket kotoran kambing (BKK): kotoran Kambing 90 % + tepung kanji 10 %; briket kotoran sapi (BKS): kotoran Sapi 90 % + tepung kanji 10 % dan; briket kotoran ayam (BKA): kotoran Ayam 90 % + tepung kanji 10 % dan diulang sebanyak 10 kali sehingga terdapat 30 satuan unit percobaan. Hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa parameter kadar abu, laju pembakaran dan nilai kalor menunjukkan beda nyata (P<0,05). Disimpulkan bahwa kualitas briket terbaik adalah briket yang dibuat dari bahan dasar kotoran kambing yang menghasilkan kadar air lebih rendah (36,12 %), kadar abu (38,62 %) dan nilai kalor (3525 kal/g) sedangkan laju pembakaran terbaik diberikan oleh briket kotoran sapi (0,29 g/detik)
Uji Briket Bioarang yang Diproses Menggunakan Arang Kotoran Sapi, Arang Kotoran Kambing dan Arang Kotoran Ayam dengan Penambahan Sekam Padi terhadap Kualitas yang Dihasilkan
This research has been carried out in the Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Timor, East Nusa Tenggara Province which lasted for 2 months from 28 December 2018 to 28 February 2019. The purpose of this study was to determine the quality of bioarang briquettes processed using charcoal, cow dung, goat dung and chicken manure with the addition of rice husk. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and each treatment was repeated 5 times so that there were 15 experimental unit units. The composition of the three briquettes has the same type of mass (300 grams). As for the tested treatments consist of: (P0) = 80% Cow Manure + 10% rice husk + 10% starch, (P1) = 80% Goat Manure + rice husk 10% + 10% starch and (P2) = 80% Chicken Manure + 10% rice husk + 10% starch. Anova variance results showed that the parameters of water content and ash content did not show any significant difference between treatments while the combustion rate and heating value showed significant differences between the directions of treatment (P> 0.05). It was concluded that the best quality briquettes are produced by briquettes made from basic ingredients of cow dung with the addition of rice husk which produces water content (35.69%), ash content (19.72%) and heating value (3379 cal / g) while the rate of combustion the best is a goat manure briquette with a 10% rice husk mixture.Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboraturium Fakultas Pertanian Universitas Timor, Propinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung selama 2 bulan terhitung dari 28 desember 2018 sampai dengan 28 Februari 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas briket bioarang yang diproses menggunakan arang kotoran sapi, kotoran kambing dan kotoran ayam dengan penambahan sekam padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 15 satuan unit percobaan. Komposisi ketiga briket tersebut memiliki masa jenis yang sama (300 gram) adapun perlakuan yang diuji terdiri dari: (P0)= Kotoran Sapi 80 % + sekam padi 10% + tepung kanji 10%, (P1)= Kotoran Kambing 80% + sekam padi 10% + tepung kanji 10% dan (P2)= Kotoran Ayam 80% + sekam padi 10% + tepung kanji 10%. Hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa parameter kadar air dan kadar abu tidak menunjukkan beda yang nyata antar perlakuan sedangkan laju pembakaran dan nilai kalor menunjukkan beda yang nyata antar perlakuan (P<0.05). Disimpulkan bahwa kualitas briket terbaik dihasilkan oleh briket yang dibuat dari bahan dasar kotoran sapi dengan penambahan sekam padi yang menghasilkan kadar air (35,69%), kadar abu (19,72%) dan nilai kalor (3379 kal/g) sedangkan laju pembakaran terbaik adalah briket kotoran kambing dengan campuran sekam padi 10%
Pengaruh Jenis Pupuk Cair dan Diameter Pot pada Budidaya Selada (Lactuca Sativa,L) Secara Hidroponik
Lactuca sativa L., is a vegetable that is short-lived and can be grown in the lowlands or the highlands. Lactuca sativa L. has a green texture. Lactuca sativa L. has a delicious and crunchy taste and can be consumed immediately. The purpose of this study was to determine the effect of liquid fertilizer types and pot diameter on the growth and yield of lettuce in hydroponic cultivation, to obtain the optimal type of liquid fertilizer and pot diameter to increase the growth and yield of Lactuca sativa L. in hydroponic cultivation. The planting media used for hydroponics must meet the requirements, which must be light, porous and clean. Cultivation in hydroponic substrate systems for vegetable plants should use light media, one of which is husk charcoal. A study aimed at obtaining the optimal type of liquid fertilizer and pot diameter to increase the growth and yield of Lactuca sativa L. in hydroponic cultivation was carried out in the garden of the Faculty of Agriculture, University of Timor, TTU Regency using a 3x3 factorial completely randomized design (CRD) repeated 3 times. The first factor is the type of organic liquid fertilizer, namely: AB Mix (J1), guano tea (J2), and Gliricidia sepium leaf compost tea (J3). The second factor is the pot diameter, namely: 8.5 cm (D1), 18 cm (D2) and 23 cm (D3). The results showed that the interaction between the treatment of pot diameter and type of liquid fertilizer did not occur in all observation parameters, but the use of a pot diameter of 18 cm with Gliricidia sepium leaf compost tea increased yields higher in the observation of total plant fresh weight, stew fresh weight and yield fresh weight Lactuca sativa L. plant.Selada (Lactuca sativa L), merupakan sayuran yang berumur pendek dan dapat ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Selada memiliki tekstur warna hijau selada memiliki rasa yang enak dan renyah dan bisa langsung dikomsumsi. Tujuan Penelitian, untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk cair dan diameter pot terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada pada budidaya secara hidroponik, untuk memperoleh jenis pupuk cair dan diameter pot yang optimal meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada pada budidaya secara hidroponik. Media tanam yang digunakan untuk hidroponik harus memenuhi persyaratan yaitu harus ringan, porous dan bersih. Budidaya secara hidroponik sistem subtrat untuk tanaman sayuran sebaiknya menggunakan media yang ringan, salah satunya adalah arang sekam. Suatu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh jenis pupuk cair dan diameter pot yang optimal meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada pada budidaya secara hidroponik telah dilaksanakan dikebun Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kabupaten TTU menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3x3 diulang 3 kali. Faktor pertama adalah jenis pupuk cair organik, yaitu: AB Mix (J1), teh guano (J2), dan teh kompos daun gamal (Gliricidia sepium) (J3). Faktor kedua adalah diameter pot yaitu: 8,5cm (D1), 18 cm (D2) dan 23 cm (D3). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan diameter pot dan jenis pupuk cair tidak terjadi pada semua parameter pengamatan, tetapi penggunaan diameter pot 18 cm dengan jenis teh kompos daun gamal meningkatkan hasil lebih tinggi pada pengamatan bobot segar total tanaman, bobot segar berangkasan, dan bobot segar hasil tanaman selada
Pendugaan Analisis Kemanfaatan Tumpangsari Kacang Nasi (Vigna angularis L.) dan Jagung (Zea mays L.) dalam Sistem Olah Lubang diperkaya Biochar dan Kompos
The Salome intercropping is planting two or more crops at the same time in the same planting hole. The utilization analysis of the intercropping of red mung bean (V. angularis L.) with maize (Z. Mays L.) on biochar and compost-enriched hole tillage method was performed at the Universitas Timor Faculty of Agriculture demo-plot in May 2018. The design of the salome intercropping analysis used a two-factor randomized network design (RBD). The first factor is that the biochar type consists of 3 levels, i.e. biochar rice husk (B1), sawdust biochar (B2), biochar siam weed (B3). The second element is compost (K), which consists of two stages, respectively compost-free (K0), and compost-free (K0) (K1). The variance results (ANOVA) showed that there was no interaction between the treatment factors, but there were interactions between the maize and the red mung bean in the aggressiveness parameter (A). Compared with other treatments, the Land Equivalent Ratio (LER) and Area Time Equivalent Ratio (ATER) parameters have the highest values (10,34 and 6,40) for non-biochar compost combination treatment (B0K1).Tumpang sari salome adalah penanaman dua atau lebih jenis tanaman pada waktu bersamaan di lubang tanam yang sama. Analisis kemanfaatan tumpangsari kacang nasi (Vigna angularis L.) dan jagung (Zea mays L.) dalam sistem olah lubang diperkaya biochar dan kompos telah dilaksanakan pada bulan Mei 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor. Rancangan penelitian tumpang sari salome yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yakni jenis biochar terdiri dari 3 level yakni biochar sekam padi (B1), biochar serbuk gergaji (B2), biochar kirinyuh (B3). Faktor kedua yakni takaran kompos (K) terdiri dari 2 level yaitu tanpa kompos (K0), kompos (K1). Hasil sidik ragam (ANOVA) menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antar faktor perlakuan, namun pada parameter agresivity (A) tanaman jagung dan kacang terjadi interaksi. Parameter Land Equivalent Ratio (LER) dan Area Time Equivalend Ratio (ATER) memberikan nilai yang lebih tinggi (10,34 dan 6,40) pada kombinasi perlakuan kompos dengan tanpa biochar (B0K1) dibandingkan dengan perlakuan lainnya
Dampak Program PUAP terhadap Pendapatan Petani Beras di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Rural Agribusiness Development Program (PUAP) is a breakthrough program from Ministry of Agriculture for poverty reduction and job creation, while reducing the development gap between regions and regional centers and sub-sectors. The purpose of this study is on the impact of the PUAP program on analyze the income of rice farmers direct benefit recipients community (BLM) PUAP. The PUAP Program impact on Farmers income were analyzed using t-test, farm income analysis and linear regression model. The analysis showed PUAP program significantly affect farmer’s income.Program Pengembangan Agribisnis Pedesaan (PUAP) adalah program terobosan dari Kementerian Pertanian untuk pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara daerah dan pusat-pusat daerah dan sub-sektor. Tujuan dari penelitian ini adalah tentang dampak program PUAP pada analisis pendapatan petani penerima manfaat langsung petani (BLM) PUAP. Dampak Program PUAP terhadap pendapatan petani dianalisis menggunakan uji-t, analisis pendapatan pertanian dan model regresi linier. Analisis menunjukkan program PUAP secara signifikan mempengaruhi pendapatan petani
Analisis Saluran Distribusi Sarana Produksi Pertanian (Saprotan) Pupuk di Kabupaten Pamekasan
This research focuses on the distribution or distribution system of fertilizer production facilities (saprotan) in Pamekasan Regency. Agricultural production facilities are a major component that is important in the success of government programs in agriculture. Especially on the availability of fertilizers, both subsidized and non-subsidized fertilizers. This research was conducted in Pamekasan district by conducting enumeration activities on farm stalls and shops throughout Pamekasan Regency. The results of the enumeration activities show that the total number of kiosks, both official and non-official, is 313 kiosks. This amount is certainly very large, especially with the average number of kiosks of 24 kiosks per sub-district. Ironically, the problem of fertilizing fertilizers is still common, especially in terms of fertilizer availability during the growing season. This research is expected to be a basis for evaluation in determining the policy of the availability of fertilizer production facilities at the national level. This certainly has an impact on society, not only in agriculture, but also social, economic and health..Penelitian ini fokus terhadap sistem distribusi atau penyaluran sarana produksi pertanian(saprotan) pupuk di Kabupaten Pamekasan. Sarana produksi pertanian merupakan komponen utama yang penting dalam menyukseskan program pemerintah dalam bidang pertanian. Terlebih pada ketersediaan pupuk, baik pupuk bersubsidi maupun non-subsidi. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Pamekasan dengan cara melakukan kegiatan pencacahan terhadap kios dan toko pertanian yang ada di seluruh Kabupaten Pamekasan. Hasil dari kegiatan pencacahan diperoleh bahwa jumlah kios seluruhnya, baik resmi maupun non-resmi adalah sejumlah 313 kios. Jumlah ini tentu sangat besar, terlebih dengan rata-rata kios sjumlah 24 kios per kecamatan. Ironisnya, permasalahan saprotan pupuk masih saja sering terjadi, khususnya dalam hal ketersediaan pupuk saat musim tanam. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar evaluasi dalam penetuan kebijakan ketersediaan sarana produksi pertanian pupuk di tingkat nasional. Hal ini tentu sangat berdampak kepada masyarakat, tidak hanya dalam bidang pertanian, namun juga sosial, ekonomi, dan kesehatan.
Viabilitas Benih Jagung Lokal yang diberi Tepung Daun Tembelekan (Lantana camara Linn) dalam Pencegahan Serangan Sitophilus zeamais Motsch (Coleoptera:Curculionidae) Selama Penyimpanan
Sitophilus zeamais Motsch (Coleoptera: Curculionidae) commonly attack the maize grains during the storage period so as to reduce the seed viability. The tembelekan plant (Lantana camara linn) produce various secondary metabolites which can be used to protect maize grains from the maize weevil attack.. Investigation was carried out to determine the effect of the tembelekan leaf flour (L. camara Linn) in controlling the maize weevil and to study the effect of tembelekan leaves in maintaining viability of maize grains during storage. This study uses a completely randomized design with factorial design. The first factor is the tembelekan flour dosege which consist of four levels i.e T0: without flour, T1: 10% w/w, T2: 15% w/w, T3: 20% w/w. The second factor is exposure time which consist of three levels i.e M0: 1 week, M1: 2 weeks, dan M2: 3 weeks. The results showed that the interaction of the treatment of tembelakan leaf flour and storage period was able to maintain the maize seed viability and vigor parameters i.e maximum germination potential in the amount of 97.33%, seedling growth rate in the amount of 19.06%etmal, seedling vigor index in the amount of 71% and seedling dry weight in the amount of 5.4 grams.Sitophilus zeamais Motsch (Coleoptera:Curculionidae) sering menyerang benih jagung selama periode penyimpanan sehingga dapat menurunkan viabilitas benih. Tembelekan (Lantana camara linn) memproduksi senyawa metabolit sekunder yang dapat berperan melindungi jagung dari gangguan Sitophilus zeamais. Tujuan penelitian ini adalah mencegah serangan hama Sitophilus zeamais dengan tepung daun tembelekan untuk meningkatkan viabilitas benih jagung selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah takaran tepung tembelekan, yang terdiri dari empat level yakni T0: tanpa tepung, T1: 10% w/w, T2: 15% w/w, T3: 20% w/w. Faktor kedua adalah lama kontak penyimpanan yang terdiri dari 3 level yakni M0: 1 minggu, M1: 2 minggu, dan M2: 3 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interkasi perlakuan tepung daun tembelekan dan periode simpan mampu mempertahankan viabilitas dan vigor benih jagung lokal pada peubah potensi tumbuh maksimum 97,33%, kecepatan tumbuh 19,06%/etmal, indeks vigor 71% dan berat kering kecambah normal 5,4 gram
Analisis Faktor Penawaran Kentang di Provinsi Sumatera Utara (Periode 2003-2012)
The purpose of this study is to analyze the factors that influence the supply of potatoes in North Sumatra Province. The data used is time series data per two months starting from 2003 to 2012. The analytical method used is multiple regression analysis with OLS (Ordinary Least Square) model, analyzed by Eviews 8. The results of statistical estimation and econometric regression results can be used as a model for offering potatoes in North Sumatra Province. The results of the bid analysis that the price of cassava and harvested area had a significant effect on the supply of potatoes in North Sumatra Province.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor yang mempengaruhi penawaran kentang di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data time series per dua bulan dimulai dari tahun 2003 sampai tahun 2012. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan model OLS( Ordinary Least Square), dianalisis dengan Eviews 8. Hasil estimasi penawaran secara statistik dan ekonometrik hasil regresi dapat digunakan sebagai model penawaran kentang di Provinsi Sumatera Utara. Hasil analisis penawaran bahwa harga ubi kayu dan luas panen berpengaruh signifikan terhadap penawaran kentang di Provinsi Sumatra Utara
Desain Jaringan Sensor Nirkabel untuk Pemantauan Suhu Dan Kelembaban Lingkungan Berbasis SMS
Physical variables in everyday life that need to be monitored using a wireless sensor network are temperature and humidity. The advantages of using a wireless sensor network are to improve the resolution of the measurement data, to control remote application, to improve the efficiency, to control something in unreachable area and so on. Therefore, in this study a wireless sensor network were developed to monitor the temperature and humidity in environment based on short message system. The system was designed with a star topology consisted of two major parts, namely transmitter and the receiver. Transmitter consisted of XBee Pro RF module, microcontroller and sensor SHT10. Receiver consisted of XBee Pro RF modules that were connected with GSM module SIM900. Transmitters were placed on 3 points would send the measured data of temperature and humidity to the receiver, and then the data forwarded by short message system to destination phone number. The system has been tested and it works well.Variabel fisis dalam kehidupan sehari-hari yang perlu dipantau menggunakan jaringan sensor nirkabel adalah suhu dan kelembaban. Keuntungan menggunakan jaringan sensor nirkabel adalah meningkatkan resolusi data pengukuran, pengontrolan jarak jauh, peningkatan efisiensi, memudahkan pengukuran pada daerah yang sulit dijangkau oleh manusia dan sebagainya. Oleh karena itu dalam penelitian ini dikembangkan jaringan sensor nirkabel untuk aplikasi pemantauan suhu dan kelembaban lingkungan. Sistem dirancang dengan topologi star yang terdiri dari dua bagian besar yaitu transmitter (pemancar) dan receiver (penerima). Transmitter terdiri dari modul RF Xbee Pro, mikrokontroler dan sensor SHT10 sedangkan receiver terdiri dari modul RF Xbee Pro yang dihubungkan dengan modul GSM SIM900. Transmitter ditempatkan pada tiga titik yang akan mengirimkan data hasil pengukuran suhu dan kelembaban ke receiver, kemudian diteruskan melalui short message system (SMS) ke nomor tujuan. Sistem jaringan sensor nirkabel dapat diatur untuk mengirimkan data sesuai dengan kebutuhan. Sistem telah diuji dan diketahui bekerja dengan baik
Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pada LPPM Universitas Timor
Information technology consists of computers to process data, network systems to connect computers, and communication technology for distribution of data for global access.Now, the University of Timor has no information system to manage the data collection of research reports and lecturers' community service. This situation makes the data collection of reports in the LPPM section not yet effective.Data processing at the University of Timor LPPM is still manual, in the form of recording on paper and files on a computer. Even though the data collection already uses a computer, the data stored is irregular and not centralized.Based on the above problems, we created a system to assist the process of data collection of research reports and community service lecturers at the University of Timor LPPM, we used Adobe Dreamweaver CS5.The test results show that after implementing our system at LPPM, the research and service data becomes well organized in one database, it is more effective and efficient in managing data and information about LPPM activities.Teknologi informasi merupakan perangkat komputer yang digunakan untuk mengolah data, yang menggunakan sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Saat ini Universitas Timor belum mempunyai sebuah sistem informasi untuk mengelola pendataan laporan penelitian dan pengabdian masyarakat dosen. Keadaan ini membuat pendataan laporan pada bagian LPPM belum efektif. Proses pengolahan data pada LPPM Universitas Timor secara umum masih bersifat manual, dalam hal ini masih berupa pencatatan pada kertas dan file-file di komputer. Sekali pun pendataan sudah menggunakan komputer, akan tetapi data yang disimpan belum tersusun secara teratur dan belum terpusat. Hal tersebut yang melatarbelakangi untuk membuat sistem yang dapat membantu proses pendataan laporan penelitian dan pengabdian masyarakat dosen pada LPPM Universitas Timor, yaitu dengan membangun sebuah sistem informasi penelitian dan pengabdian masyarakat pada Universitas Timor berbasis website menggunakan Adobe Dreamweaver CS5.Hasil pengujian menunjukan bahwa setelah mengimplementasikan sistem kami di LPPM, maka data penelitian dan pengabdian menjadi terorganisir pada satu database, sehingga lebih efektif dan efisien dalam pengelolaan data dan informasi tentang kegiatan LPPM