Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Tingkat Kompetensi Teknis Petani dalam Berusahatani Singkong (Kasus Kelompok Mekar Tani Desa Cibanteng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor
Competence is a person's characteristic related to the best performance in a particular job. Farmers' competence is not the same between one farmer and other farmers, this is related to the support characteristics possessed by farmers. The Mekar Tani group in Cibanteng Village still operates cassava in the traditional way. The research aims to analyze the characteristics of cassava farmers, analyze the technical competence of cassava farming, and analyze the relationship between the characteristics of farmers with technical competence. The results showed as many as 63.30 percent of cassava farmers were old, 53.30 percent had low formal education, 60 percent of farmers had low cassava farming experience, 80 percent of farmers had narrow land area, 93.33 percent of farmers had high motivation in farming, and 36.67 percent support for facilities and high production infrastructure. Farmers' technical competency is low in cassava farming. Technical competence of farmers in cassava farming. Farmers' knowledge is high in farming. The attitude of farmers is high in cassava farming. Low skills of farmers in cassava farming. Characteristics of cassava farmers that show a real relationship with technical competence in cassava farming include farming experience, land area and the support of production infrastructure. Thus to develop the technical competence of farmers it is necessary to increase extension services in the field of cassava agriculture.Kompetensi adalah karakteristik seseorang terkait dengan kinerja terbaik dalam pekerjaan tertentu. Kompetensi petani tidak sama antara satu petani dengan petani lainnya, hal ini terkait dukungan karakteristik yang dimiliki oleh petani. Kelompok Mekar Tani Desa Cibanteng masih berusahatani singkong dengan cara tradisional. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani singkong, menganalisis kompetensi teknis usahatani singkong, dan menganalisis hubungan antara karakteristik petani dengan kompetensi teknis. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 63.30 persen petani singkong telah berumur tua, 53.30 persen berpendidikan formal rendah, 60 persen petani memiliki pengalaman berusahatani singkong rendah, 80 persen petani memiliki luas lahan sempit, 93.33 persen petani memiliki motivasi tinggi dalam berusahatani, dan 36.67 persen dukungan sarana dan prasarana produksi tinggi. Kompetensi teknis petani rendah dalam berusahatani singkong. Kompetensi teknis petani dalam berusahatani singkong. Pengetahuan petani tinggi dalam berusahatani. Sikap petani tinggi dalam berusahatani singkong. Keterampilan petani rendah dalam berusahatani singkong. Karakteristik petani singkong yang menunjukkan hubungan nyata dengan kompetensi teknis dalam berusahatani singkong meliputi pengalaman berusahatani, luas lahan dan dukungan sarana prasarana produksi. Dengan demikian untuk mengembangkan kompetensi teknis petani diperlukan peningkatan pelayanan penyuluhan di bidang pertanian singkong
Pengaruh Jarak Tanam dan Takaran Pupuk Kandang Babi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.)
Peanut is one of the legume plants that play an important role for food needs, but it has a high economic value so much that makes peanuts in addition to food as well as industrial materials. This study aims to determine the effect of plant spacing and pig manure dosage on the growth and yield of peanut plants (Arachis hypogaea L.). This research was conducted in December 2016 - March 2017 in experimental farm of Agricultural Faculty of Timor University, using Randomized Block 3 Factor 3 × 3 repeated. The first factor is spacing with three stages: Planting spacing 40 cm × 20 cm, spacing 40cm × 30 cm, and spacing 40 cm × 40 cm; the second factor is the dosage of pig manure with three levels namely: 0 t / ha, 5 t / ha, 10 t / ha. The results showed no interaction between the treatment of pig manure dosage with the treatment of plant spacing on all parameters of observation except on the root length parameter. Provision of pig manure with a dose of 10 t / ha yielded the heaviest dry weight per hectare (1.72 t / ha.) And significantly different from the control. Planting spacing of 40 cm × 40 cm yields the number of plant pods (20.37 pods), dry seeds per heaviest plant (60.97 g), and 100 heaviest seeds (40.93 g.). Keywords: Planting Spacing, Pig Manure, Arachis hypogaea L.Kacang tanah merupakan salah satu tanaman leguminose yang sangat berperan penting bagi kebutuhan pangan, tetapi memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga banyak yang menjadikan kacang tanah selain bahan pangan juga sebagai bahan baku industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan takaran pupuk kandang babi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2016 - Maret 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3 × 3 diulang 3 kali. Faktor pertama adalah jarak tanam dengan tiga taraf yaitu: Jarak tanam 40 cm × 20 cm, Jarak tanam 40cm × 30 cm, dan Jarak tanam 40 cm × 40 cm; faktor kedua adalah dosis pupuk kandang babi dengan tiga taraf yaitu: 0 t/ha, 5 t/ha, 10 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan takaran pupuk kandang babi dengan perlakuan jarak tanam terhadap semua parameter pengamatan kecuali pada parameter panjang akar. Pemberian pupuk kandang babi dengan takaran 10 t/ha menghasilkan biji kering per hektar terberat (1,72 t/ha.) dan berbeda nyata dengan kontrol. Pengaturan jarak tanam 40 cm × 40 cm menghasilkan jumlah polong pertanaman (20,37 polong), biji kering per tanaman terberat (60,97 g), dan 100 biji terberat (40,93 g)
Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jagung di Desa Lorotolus Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka
This study aims to describe maize farming and analyzing the factors that affect maize production in Lorotolus Village, Wewiku District, Malaka Regency. The method used is descriptive qualitative analysis and Cobb-Douglas analysis using multiple linear regression. This research was conducted from February to July 2018 in Lorotolus Village. The results of the analysis showed that the factors significantly affected maize production in Lorotulus were the number of seeds and the number of labors. Other independent variables in this study did not significantly affect maize production in Lorotulus Village.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usahatani dan menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi usahatani jagung di Desa Lorotolus Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis Cobb-Douglas menggunakan regresi linear berganda. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari–Juli 2018 di Desa Lorotolus. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi produksi jagung di Desa Lorotulus secara signifikan adalah jumlah benih dan jumlah tenaga kerja. Variabel bebas yang lainnya pada penelitian ini tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung di Desa Lorotulus
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kacang Tanah di Desa Fafinesu Kecamatan Insana Fafinesu Kabupaten Timor Tengah Utara
This study aims: 1. To find out the description of peanut farming in Fafinesu Village, Insana Fafinesu District; 2. To find out the factors that affect peanut farming in Fafinesu Village, Insana District, Fafinesu. The research was conducted from July to October 2018. The sampling technique was carried out using saturated / census sampling techniques. The sample used in this study was 63 respondents. Data analysis methods in this study include: qualitative descriptive methods and Cobb-Douglass analysis. The stages of peanut farming conducted in Fafinesu Village include: Land preparation, seed preparation, weeding and land processing, planting, maintenance, harvesting and post-harvest. Inputs used are: land area, seeds, labor, education and farming experience. The results of the study stated that peanut farming in Fafinesu Village uses intercropping cropping patterns. Peanut production is influenced by 3 factors, namely land area, seeds and labor while factors that do not significantly affect peanut farming production are education and experience in farming.Penelitian ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui gambaran usahatani kacang tanah di Desa Fafinesu Kecamatan Insana Fafinesu; 2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani kacang tanah di Desa Fafinesu Kecamatan Insana Fafinesu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2018. Teknik penentuan sampel dilakukan mengunakan teknik sampel jenuh/sensus. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 63 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi: metode deskriptif kualitatif dan analisis Cobb-Douglass. Tahapan usahatani kacang tanah yang dilakukan di Desa Fafinesu meliputi: Persiapan lahan,persiapan benih, penyiangan dan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Input yang digunakan yakni: luas lahan, benih, tenaga kerja, pendidikan dan pengalaman Usahatani. Hasil penelitian menyatakan bahwa usahatani kacang tanah di Desa Fafinesu menggunakan pola tanam tumpang sari. Produksi kacang tanah dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu luas lahan, benih dan tenaga kerja sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kacang tanah yaitu pendidikan dan pengalaman berusahatani.  
Analisis Pendapatan Usaha Kudapan di Desa Humusu Wini Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara (Study Kasus Warung Restu Bunda)
Penelitian ini bertujuan untuk : (i) mengetahui besarnya biaya operasional (ii) penerimaan dan (iii) pendapatan usaha gorengan Warung Restu Bunda di Desa Humusu Wini Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Humusu Wini Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan maret 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan usaha kuliner gorengan sebesar Rp 15.780.000 dari total biaya sebesar Rp 11.169.318. Sehingga pendapatan bersih per hari sebesar Rp 4.610.681. dari hasil perhitungan dapat diketahui selisi R/C rasio sebesar (1,41) usaha menguntungkan.Penelitian ini bertujuan untuk : (i) mengetahui besarnya biaya operasional (ii) penerimaan dan (iii) pendapatan usaha gorengan Warung Restu Bunda di Desa Humusu Wini Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Humusu Wini Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan maret 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan usaha kuliner gorengan sebesar Rp 15.780.000 dari total biaya sebesar Rp 11.169.318. Sehingga pendapatan bersih per hari sebesar Rp 4.610.681. dari hasil perhitungan dapat diketahui selisi R/C rasio sebesar (1,41) usaha menguntungkan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengguliran Dana Pinjaman Program Sari Tani di Desa Tuabatan Kecamatan Miomaffo Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara
This study aims to determine the factors that influence the rolling over of the Sari Tani Program loan funds in the Tuabatan Village of Central Miomaffo District. The research method is survey method with the sampling technique used is purposive sampling as many as 40 respondents. The data analysis used was descriptive qualitative analysis and logit analysis. The results showed that there were 5 groups that received initial funding to seek pig fattening and cattle paronization. The results also show that the use of factors that influence the rolling out of Sari Tani funds in the village of Tuabatan is membership status while age, income and communication have no effect on the overthrow of Sari Tani funds in the village of Tuabatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengguliran dana pinjaman Program Sari Tani di Desa Tuabatan Kecamatan Miomaffo Tengah. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode survei dengan teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling sebanyak 40 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis logit. Penelitian ini menemukan terdapat 5 kelompok yang mendapat dana awal untuk mengusahakan penggemukan babi dan paronisasi sapi. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa penggunaan faktor yang mempengaruhi pengguliran Dana Sari Tani di Desa Tuabatan adalah status keanggotaan sedangkan umur, pendapatan dan komunikasi tidak berpengaruh terhadap pengguliran Dana Sari Tani di Desa Tuabatan
Pengaruh Integrasi Tanaman dan Ternak Sapi terhadap Peningkatan Pendapatan dan Produktivitas Petani (Studi Kasus : Petani Kentang di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir)
This study aims to determine the effect of integrated farming systems of plants and cattle on plant productivity and increase in farmer’s income in the daily Subdistrict of Samosir Regency. This research was conducted in the Partungko Naginjang, Janji Martahan, and Siparmahan in Harian Subdistrict, Samosir Regency. The method of this research is a case study. The data analysis used is the t-Test. The conclusion of this study is that integrated farming of crops and cattle has a significant impact on increasing land productivity with potato crops per farmer participant integrated farming is higher than farmers not participants, with differences in land productivity of 0,99 tons per hectare and integrated crop farming and cattle have a significant impact on increasing farmer’s income. The average income of integrated farmer participant per planting season is higher than the income of farmers who are not the participant with the differences in income IDR 11,562,968 per Ha. The farmers who have not utilized the integration of plants and cattle are expected to participate as participants because this program provide an increase and productivity.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi tanaman dan ternak sapi terhadap produktivitas tanaman dan peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Partungko Naginjang, Janji Martahan, dan Siparmahan di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Metode Penelitian adalah studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah uji t test. Kesimpulan dari penelitian ini adalah integrasi tanaman dan ternak sapi berdampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas lahan dengan tanaman kentang per musim tanam, petani peserta integrasi lebih tinggi dibandingkan dengan petani bukan peserta, dengan perbedaan produktivitas lahan adalah sebesar 0,99 ton per Ha dan integrasi tanaman dan ternak sapi berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani. Rata-rata pendapatan petani peserta integrasi per musim tanam lebih tinggi dibandingkan pendapatan petani bukan peserta, dengan perbedaan pendapatan sebesar Rp. 11.562.968 per Ha. Kepada para petani yang belum memanfaatkan integrasi tanaman dan ternak sapi, diharapkan ikut serta sebagai peserta karena memberikan peningkatan pendapatan dan produktivitas petani
Sikap Petani Terhadap Keberadaan Irigasi dalam Peningkatan Produktivitas Padi Sawah di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
This study aims to determine the attitudes of farmers towards the existence of irrigation in increasing the productivity of lowland rice in Tualene Village, North Biboki District, North Central Timor Regency. The method of collecting data sampling is done from the whole object under study and is considered to represent the entire population data collection methods using primary data and secondary data. Data analysis methods in the study include qualitative analysis, Likert scale. The results of the study concluded that 1.) The attitude of farmers to the existence of irrigation in the village of Tualene with a number of respondents 35 people with a percentage of 70 percent expressed strongly agree with the existence of irrigation because irrigation can help expedite, speed up the irrigation process. The existence of irrigation is very helpful in increasing productivity 2.) In conducting paddy farming the farmers have problems in the process of water distribution in irrigation so that it is sought for farmers to work together in water use so as to increase the productivity of wetland rice farming.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap petani terhadap keberadaan irigasi dalam peningkatkan produktivitas padi sawah di Desa Tualene Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode pengumpulan data pengambilan sampel dilakukan dari keseluruan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis data dalam penelitian meliputi: analisis kualitatif, skala likert. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1.) Sikap petani terhadap keberadaan irigasi di desa Tualene dengan jumlah responden 35 orang dengan persentase sebesar 70 persen menyatakan sangat setuju dengan keberadaan irigasi dikarenakan irigasi dapat membantu memperlancar, mempercepat proses pengairan. Keberadaan irigasi sangat membantu meningkatkan produktifitas 2.) Dalam melakukan usahatani padi sawah para petani mendapatkan kendala pada proses pembagian air pada irigasi sehingga diupayakan kepada petani agar bekerja sama dalam penggunaan air sehingga bisa meningkatkan produktivitas usahatani padi sawah
Inventarisasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Dusun Oelmuke, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur
The distributon of Fern plant (Pterydophyta) in Indonesia is very wide, inculded in Oelmuke Village. However, the information about the existence of fern plant was very limitid even though this information important for utilization and conservation. This research aimed to inventory fern in Oelmuke Village. The result showed that there are 11 ferns spesies from 9 family, are Aspleniaceae, Davalliaceae, Dennstaedtiaceae, Equisetaceae, Neprolepidaceae, Polypodiaceae, Psilotaceae, Pteridaceae, and Thelypteridaceae. Polypodiaceae is dominant family in Oelmuke Village.Persebaran tumbuhan paku (Pterydophyta) sangat luas di Indonesia termasuk di Oelmuke. Meskipun demikian, informasi tentang kerberadaan tumbuhan paku belum tersedia yang semestinya informasi ini penting untuk pemanfaatan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi tumbuhan paku di Oelmuke. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 spesies paku dari 9 famili, yaitu Aspleniaceae, Davalliaceae, Dennstaedtiaceae, Equisetaceae, Neprolepidaceae, Polypodiaceae, Psilotaceae, Pteridaceae, dan Thelypteridaceae. Polypodiaceae merupkan famili yang paling dominan di Oelmuke
Klasifikasi Tingkat Maturitas Katarak Berbasis Citra Digital Berdasarkan Jangkauan (Range) Nilai Histogram
Cataract is an eye disorder that is at risk of causing blindness. The risk of blindness can be prevented by detecting cataracts as well as the right action in the form of surgery. Examination of cataracts in the eye poly usually uses equipment in the form of a slit lamp. This equipment is only available in hospitals that have eye poly. The lack of hospitals that have slit lamps will cause the number of cataract sufferers to increase. To be able to help overcome this we need a cataract detection system that is easy to implement. In this research, a classification system based on digital image based on the range of histogram values ​​was made. The equipment used to obtain digital images is the Nikon D90 12.3 Megapixel camera with Nikon 50 mm F1.8 AFD lens. The results obtained indicate that the range values ​​for normal eyes are 29–46, immature eyes 54 - 67 and mature eyes 91 - 121. It appears that mature eyes have the highest range. It is hoped that this method can help detect and classify cataracts based on digital image processing.Katarak merupakan gangguan mata yang beresiko menyebabkan terjadinya kebutaan. Resiko kebutaan ini dapat dicegah dengan mendeteksi penyakit katarak serta tindakan yang tepat berupa operasi. Pemeriksaan katarak di poli mata biasanya menggunakan peralatan berupa slit lamp. Peralatan ini hanya terdapat pada rumah sakit yang memiliki poli mata. Minimnya rumah sakit yang memiliki slit lamp akan menyebabkan jumlah penderita katarak yang semakin meningkat. Untuk dapat membantu mengatasi hal tersebut diperlukan sistem deteksi katarak yang mudah diimplementasikan. Pada penelitian ini dibuat sistem klasifikasi tingkatan maturitas katarak berbasis citra digital berdasarkan jangkauan (range) nilai histogram. Peralatan yang digunakan untuk memperoleh citra digital yaitu kamera Nikon D90 12,3 Megapixel dengan lensa AFD Nikon 50 mm F1.8. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai range untuk mata normal 29–46, mata imatur 54 – 67 dan mata matur 91 – 121. Terlihat bahwa mata matur memiliki range paling tinggi. Diharapkan metode ini dapat membantu mendeteksi dan mengklasifikasi penyakit katarak berbasis pengolahan citra digital