Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman dalam Menunjang Pengembangan Pertanian Organik Berkelanjutan Berdasarkan Analisis Penguatan Kelembagaan Petani di Kabupaten Konawe Selatan
Management of plant pests and diseases is very important role in efforts to maintain agricultural production. Consumers want a chemical-free agricultural production that can generally be obtained from sustainable organic farming. Institutional strengthening through the practice of organic and sustainable agriculture includes increasing the role and rules of the game as well as re-functioning the roles of the community in the development and utilization of vegetable pesticides that support organic agriculture. The purpose of this study is to analyze the institutional index actual and analyze institutional strengthening in the management of plant pests and diseases in supporting the development of sustainable organic agriculture. This research uses primary data and secondary data. Primary data collection methods are interviews with farmers and through Focus Group Discussion (FGD). Primary data consist of, general condition of research location, area of organic agricultural land and organic agricultural production. Data analysis methods used a weighted approach while strengthening institutional control of pests and plant diseases in support of sustainable organic agriculture were analyzed through the Interpretative Structure Modeling (ISM) reliability matrix approach. The results showed that in the reserach location an institution had been formed even though the index category was not good, namely the farmer group, organic farming union and agricultural village with values of 26.25%, 28.32%, and 32.83% respectively index while institutional improvement in motivation has 44.64% which shows a reasonably good performance. In order to strengthenthe management of plant pests and diseases institutions in supporting the implementation of organic agriculture, key indicators that must be carried out consecutively are: availability of regional regulations on pest control and plant diseases, Role of Village Milim Business Entity in plant pestsand diseases management, assistance, plant pests and diseasesmanagement planning, availability of organic farming markets, certainty of organic production prices, organic farming organizations and increasing community participation in plant pests and diseases management.Pengelolaan hama dan penyakit tanaman sangat penting perannya dalam upaya mempertahankan produksi pertanian organik berkelanjutan. salah satu kelemahan dalam peningkatan pertanian organik adalah kurang berperannya unsur kelembagaan pertanian. Aspek kelembagaan yang perlu diperhatikan adalahpeningkatan peran pemangku kepentinganserta aturan main dalam pengembangan dan pemanfaatan pestisida nabati sehingga dapat menunjang pertanian organik berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis indeks kelembagan aktual dan penguataan kelembagaan dalam pengelolaan hama dan penyakit tanamandalam rangka mewujudkan pembangunan pertanian organik berkelanjutan.Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Metode pengambilan data primer yaitu wawancara dengan petani serta melalui Focus Group Discussion(FGD). Data Primer terdiri atas, keadaan umum lokasi penelitian, luas lahan pertanian organik dan produksi pertanian organik. Metode analisis data yang digunakan dengan pendekatan secara tertimbang sedangkan penguatan kelembagaan pengendalian hama dan penyakit tanaman dalam menunjang pertanian organik berkelanjutan dianalisis melalui pendekatan matriks reabilitasInterpretative Structure Modelling (ISM) Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lokasi penelitian telah terbentuk kelembagaan sekalipun dengan indeks kategori tidak baik, yakni kelompok tani, persatuan pertanian organik dan desa pertanian dengan nilai indeks masing-masing: 26,25%, 28,32%, dan 32,83%, sedangkan kelembagaan peningkatan motivasi mempunyai indeks 44,64% yang menunjukkan kinerja cukup baik. Guna penguatan kelembagaan pengeloaan hama dan pentakit tanaman dalam menunjang penerapan pertanian organik, maka indikator kunci yang mutlak dilakukan secara berturut-turut, yakni: ketersediaan peraturan daerah pengelolaan hama dan penyakit tanaman,peran BUMDes dalam pengelolaan hama dan penyakit tanaman, pendampingan, perencanaan pengelolaan hama dan penyakit tanaman, ketersediaan pasar pertanian organik, kepastian harga produk pertanian organik, organisasi pertanian organik dan peningkatan partispasi masyarakat dalam pengelolaan hama dan penyakit tanaman
Performans Reproduksi Sapi Perah di Peternakan Sapi Fries Holland (FH) Novisiat Claretian Benlutu
Reproductive management is very important as a support for the achievement of high milk production. The better reproductive success of a dairy cow will have an impact on the better production of milk produced. This research has been carried out at the Fries Holland (FH) cattle farm, Claretian Benlutu Novitiate in March 2019, with the aim of obtaining an overview of the reproductive performance of dairy cows at the Claretian Benlutu Novisiat dairy farm. The research method used was a survey method and direct observation to the farm business location, and sampling techniques using total sampling. The research variables observed included: a). Age at first child (Age at first calving), b). Free time (Days open), and c). The calving interval (calving interval). The results showed that the reproductive performance of dairy cows at Fries Holland (FH) Novetian Claretian Benlutu monastery did not show good performance because it exceeded the optimal time for these six variables where the average age of first calving was 37.67 ± 1.53 months, the blank period (Days Open) 170 ± 62.45 days, the interval of calving (Calving Interval) is 450 ± 79.37 days, pubertas is 22,33 ±1,53 months, post partum estrus (PPE) 73,63 ± 10,97 days and post patum mating (PPM) 76,67 ± 11,93 days. In order to improve reproductive performance and better production performance, it is targeted for processors to improve maintenance management according to the management of dairy cattle maintenance.Manajemen reproduksi sangat penting sebagai salah satu penunjang tercapainya produksi susu yang tinggi. Semakin baiknya keberhasilan reproduksi seekor sapi perah akan berdampak pada semakin baiknya produksi susu yang dihasilkan. Penelitian ini telah dilaksanakan di peternakan sapi Fries Holland (FH), Novisiat Claretian Benlutu pada bulan Maret 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang performans reproduksi sapi perah di peternakan sapi perah Novisiat Claretian Benlutu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan pengamatan langsung ke lokasi usaha peternakan, serta teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel penelitian yang diamati antara lain mencakup Umur beranak pertama (Age at first calving), Masa kosong (Days open), Selang beranak (Calving interval), Dewasa kelamin, Post-Partum Estrus (PPE) dan Post-Partum Mating (PMM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa performans reproduksi sapi perah di peternakan sapi Fries Holland (FH) biara Novisiat Claretian Benlutu belum menampilkan kinerja yang baik karena melebihi waktu yang optimal untuk ke-enam variabel tersebut dimana rataan umur beranak pertama(Age of First Calving) adalah37,67±1,53 bulan, masa kosong (Days Open) 170±62,45 hari, selang beranak (Calving Interval) adalah 450±79,37 hari, dewasa kelamin adalah 22,33 ± 1,53 bulan, post-partum estrus (PPE) adalah 73,63 ± 10,97 hari dan post-partum mating (PPM) adalah 76,67 ± 11,93 hari. Guna meningkatkan performans reproduksi dan kinerja produksi yang lebih baik disarakan bagi pengelola untuk memperbaiki tata laksana pemeliharaan sesuai manajemen pemeliharaan ternak sapi perah
Pengaruh Perbedaan Tekanan Pengepresan terhadap Kualitas Briket Arang Kotoran Sapi
This research has been carried out in the laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Timor, lasting for one month from August 7, 2019 to September 5, 2019. The purpose of this study was to determine the effect of different pressures on the quality of cow manure charcoal briquettes. This study used a completely randomized design model (CRD) with 4 treatments and each treatment was repeated 4 times so that there were 16 experimental units. The composition of the briquettes is 95% cow dung and 5% starch while the treatments tested consist of: (R1) = cow dung briquette with a pressing pressure of 10 kg / cm2, (R2): Briquette manure briquettes with a pressing pressure of 20 kg / cm2, (R3): Cow dung briquettes with pressures of 30 kg / cm2 and (R4): Cow dung briquettes with pressures of 40 kg / cm2. Anova variance results showed that the parameters of water content and ash content did not show a real effect between treatments while the combustion rate and heat value showed a real effect between treatments (P <0.05).It was concluded that the best quality of briquettes was seen from the water content and the heating value was in treatment R3 (briquette manure briquettes with a pressing pressure of 30 kg /cm2), while for the best ash content and rate of combustion in treatment R2 (briquette manure briquettes with pressures of 20 kg / cm2).Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Timor, berlangsung selama 1 bulan terhitung dari 07 Agustus 2019 sampai dengan 05 September 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan tekanan pengepresan terhadap kualitas briket arang kotoran sapi. Penelitian ini menggunakan model rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehinggan terdapat 16 unit percobaan. Komposisi briket tersebut yaitu 95% kotoran sapi dan tepung kanji 5% adapun perlakuan yang diuji terdiri dari: (R1) = Briket kotoran sapi dengan tekanan pengepresan10 kg/cm2,(R2) : Briket kotoran sapi dengan tekanan pengepresan 20 kg/cm2,(R3) : Briket kotoran sapi dengan tekanan pengepresan 30 kg/cm2dan (R4) : Briket kotoran sapi dengan tekanan pengepresan 40 kg/cm2. Hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa parameter kadar air dan kadar abu tidak menunjukkan pengaruh nyata antar perlakuan sedangkan laju pembakaran dan nilai kalor menunjukkan pengaruh nyata antar perlakuan (P<0,05). Disimpulkan bahwa kualitas briket terbaik dilihat dari kadar air dan nilai kalor adalah pada perlakuan R3 (Briket kotoran sapi dengan tekanan pengepresan 30 kg/cm2) , sedangkan untuk kadar abu dan laju pembakaran terbaik pada perlakuan R2 (Briket kotoran sapi dengan tekanan pengepresan 20 kg/cm2)
Pengaruh Jenis Bahan Pengkaya Dan Takaran Kompos Biochar terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L. ) di Tanah Entisol Semiarid
This study aims to determine several types of biochar compost and the appropriate dose on the growth and yield of green beans in dry land. Furthermore, to determine the response of green beans to the application dose of biochar compost. This research was carried out in the experimental field of the Faculty of Agriculture, University of Timor, Sasi Village, Kota Kefamenanu District, TTU Regency from June to November 2019. The design used in this study was a 3x3 strip plot design. 3 times. The first faktor is biochar compost which consists of 3 levels, namely pure biochar, chicken manure biochar compost, and cow manure biochar compost. Meanwhile, in the second faktor, the dose of biochar compost is: 0 tons/ha, 5 tons/ha and 10 tons/ha. The results showed that: there was no interaction between all variables observed in mung bean (Vigna Radiata L.), the level of treatment for the type of enrichment material was not significantly different in all observation parameters, while the level of treatment for biochar compost was 5 t/ha and 10 t/ ha is not significantly different in all observation parameters.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa jenis kompos biochar dan takaran yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau di lahan kering. Selanjutnya untuk mengetahui respon kacang hijau terhadap takaran aplikasi kompos biochar. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU mulai dari bulan Juni sampai dengan bulan November 2019. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan petak beralur (Strip Plot Designe) 3x3 yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah kompos biochar yang terdiri dari 3 aras, yaitu biochar murni, kompos biochar kotoran ayam, dan kompos biochar kotoran sapi. Sedangkan pada faktor yang kedua takaran kompos biochar yaitu: 0 ton/ha, 5 ton/ha dan 10 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tidak terjadi interaksi pada semua variabel yang diamati pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.), aras perlakuan jenis bahan pengkaya tidak berbeda nyata pada semua parameter pengamatan sedangkan aras perlakuan takaran kompos biochar 5 t/ha maupun 10 t/ha tidak berbeda nyata pada keseluruhan parameter pengamatan
Peran Penyuluh Pertanian dalam Peningkatan Produktivitas Kelompok Tani di Desa Oesoko Kecamatan Insana Utara
This study aims to see the role of agricultural instructors in the productivity of the Oesoko Village Farmer Group. This research was conducted from June to August. The sampling technique used random techniques with a total sample size of 45 samples. The data analysis methods used are: qualitative descriptive analysis method, and multiple linear regression analysis. The results showed that the role of agricultural instructors in the productivity of the Farmer Group in Oesoko Village as an initiator, motivator, mediator, supervisor, facilitator had a significant effect on É‘ = 0.05. The role of agricultural instructors in increasing the productivity of the Farmer Group in Oesoko Vil-lage with an average score of the role of extension personnel was 2.75.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam peningkatan produktivi-tas Kelompok Tani Desa Oesoko. penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni sampai agustus. teknik penentuan sampel mengunakan teknik acak dengan jumlah sampel sebanyak 45 sampel. Metode analisis data yang digunakan adalah: metode analisis deskriptif kualitatif, dan analisis re-gresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam pen-ingkatan produktivitas Kelompok Tani di Desa Oesoko sebagai inisiator, motivator, mediator, su-pervisor, fasilitator berpengaruh signifikan pada É‘ = 0.05. Peran penyuluh pertanian dalam pening-katan produktivitas Kelompok Tani di Desa Oesoko dengan rata-rata total skor peran penyuluh sebesar 2.75
Respon Karakter Agronomi Cabai Rawit Lokal (Capsicum frutescens L.) terhadap Perlakuan Ekstrak Fitohormon Sebagai Upaya Domestikasi dalam Pemuliaan Tanaman
This study aims to determine the response of the agronomic character of the local island of Timor cayenne to the optimal concentration and frequency treatment of organic phytohormones. The study was conducted at the BBU (Balai Benih Unggul) TTU District Agriculture Office, JL. Eltari Km 6 Sasi Village, Kefamenanu City District, Timor Tengah Utara Regency in June to November 2019. This study uses a completely randomized design (CRD) with a 3x3 factorial pattern repeated 3 times. The first treatment is the concentration of organic matter with 3 levels, namely without the concentration of organic matter, the concentration of 45 ml / L water, the concentration of 95 ml / L water and the second treatment is the frequency of watering time which consists of 3 levels, namely 1 week, 2 weeks, and 3 weeks. The results showed that there was no interaction between phytohormone concentration and application time for each observation parameter. The results showed that the treatment of phytohormone concentration of 95 ml /L with watering once a week was able to increase the yield of timor local cayenne pepper plants.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon karakter agronomi dari cabai rawit lokal Pulau Timor terhadap perlakuan konsentrasi dan frekuensi yang optimal fitohormon organik. Penelitian dilakukan di BBU (Balai Benih Unggul) Dinas Pertanian Kabupaten TTU Jl. Eltari Km 6 Kelurahan Sasi Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan Juni sampai November 2019 dengan menggunakan Rancagan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 di ulang sebanyak 3 kali. Perlakuan pertama adalah konsentrasi bahan organik dengan 3 aras yaitu tanpa konsentrasi bahan organik, konsentrasi 45 ml/L air, konsentrasi 95 ml/L air dan perlakuan kedua adalah frekuensi waktu penyiraman yang terdiri dari 3 aras yaitu 1 minggu, 2 minggu, dan 3 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara konsentrasi fitohormon dan waktu aplikasi pada setiap parameter pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi fitohormon 95 ml/L dengan penyiraman 1 kali dalam seminggu mampu meningkatkan hasil panen tanaman cabai rawit lokal Timor
OPTIMASI VOLUME LARUTAN PREKURSOR NATRIUM SILIKAT HASIL PENGOLAHAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KELENTURAN PLASTIK KOMPOSIT SILIKA TERIMOBILISASI EDTA-AG DAN KITOSAN
It has been done a study, which it aims to know the volume optimazation of precursor solution sodium silicate as a product of rice husk ash processing to the flexibility of EDTA-Ag and chitosan immobilized silica composite plastics. The silica used in this study was a destruction product of rice husk processing. the silica content in rice husk used in this experiment was 93.608 %. The solution volume of sodium silicate used was 10, 30 dan 50 mL. Meanwhile, the chitosan variations used were 0.3 and 0.7 gram. The test result of surface area with a titration method exhibited that the highest surface acidity of EDTA-Ag immobilized silica is 3,4 mmol/g at the volume of sodium silicate 30 mL. While, the area of optimum surface using a blue methyilene is 17,61131 m2/g for the volume of sodium silicate 30 mL at the contact time 80 minutes. Based on characterization result using FTIR, EDTA-Ag immobilized silica has been synthesized contains Si-OH groups from the gel silica (1083.92 cm-1), -CH2- group (1384.79 cm-1) and –NHCOCH3 group from EDTA (1639.38 cm-1). It was done a for mechanical test of plastics from EDTA-Ag and chitosan immobilized silica composite, the highest elongation percentage was obtained, namely 27,5 % at the chitosan variation 0.3 gram.Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui volume optimum larutan prekursor natrium silikat hasil pengolahan abu sekam padi terhadap kelenturan plastik komposit silika terimobilisasi EDTA-Ag dan kitosan. Silika yang digunakan berasal dari hasil destruksi abu sekam padi menggunakan NaOH. Kandungan silika dalam abu sekam padi yang digunakan dalam penelitisn ini adalah 93,608%. Volume larutan natrium silikat yang digunakan adalah 10, 30 dan 50 mL. Sedangkan variasi kitosan yang digunakan adalah 0,3 dan 0,7 gram. Hasil uji luas permukaan dengan metode titrasi menunjukkan bahwa keasaman permukaan silika termobilisasi EDTA-Ag tertinggi yaitu pada volume natrium silikat 30 mL sebesar 3,4 mmol/g. Sedangkan luas permukaan optimum yang diperoleh dengan metode metilen biru yaitu 17,6113 m2/g untuk volume natrium silikat 30 mL pada waktu kontak 80 menit. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan FTIR, silika terimobilisasi EDTA-Ag yang disintesis mengandung gugus –OH dari silika gel (3444,63 cm-1), gugus Si-OH dari silika gel (1083,92 cm-1), gugus –CH2- (1384,79 cm-1) dan gugus –NHCOCH3 dari EDTA (1639,38 cm-1). Pada uji mekanis untuk plastik dari komposit silika terimobilisasi EDTA-Ag dan kitosan, diperoleh persen elongasi tertinggi adalah pada variasi kitosan 0,3 gram sebesar 27,5%
Pengaruh Pakan Komersial Terfermentasi EM4 terhadap Pertambahan Bobot Badan, Konsumsi Pakan, dan Konversi Pakan Ayam Broiler
The aim of this study was to determine the effect of EM4 fermentation at commercial feed on body weight gain, feed intake and feed conversion ratio of broilers. This study was conducted at Kefamenanu, Timor Tengah Utara from April to May 2019. A total of 80 days-old chickens (DOC) were used in this study. The experiment was designed as a Completely Randomized Design (CRD), consisting of 4 treatments and 4 replications. The DOC were divided into 4 treatments groups with 4 replications. The treatment diets were: R0 (commercial feed as control),R1 (EM4 fermentation 5 ml/kg commercial feed), R2 (EM4 fermentation 10 ml/kg commercial feed), R3 (EM4 fermentation 15 ml/kg commercial feed). The data collected were body weight gain, feed intake and feed conversion ratio of broilers. The results of statistical analysis showed that EM4 fermentation at commercial feed gave effected (P<0.05) upon body weight gain, feed intake and feed conversion ratio of broilers. It can be concluded that maintenance of broilers can give EM4 fermentation 5 ml/kg commercial feed.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan komersial terfermentasi EM4 terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Kefamenanu, Timor Tengah Utara dari bulan April sampai Mei 2019. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Day Old Chick (DOC) broiler PT. Wonokoyo sejumlah 80 ekor. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial yang difermentasi dengan EM4. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R0: pakan komersial (kontrol), R1: pakan komersial terfermentasi 5 ml EM4/kg, R2: pakan komersial terfermentasi 10 ml EM4/kg, R3: pakan komersial terfermentasi 15 ml EM4/kg. Variabel yang diteliti adalah pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pakan komersial yang difermentasi dengan EM4 mempengaruhi pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan ayam broiler (P<0,01). Disimpulkan bahwa pakan komersial dapat difermentasi dengan EM4 15 ml/kg memberikan hasil terbaik pada pertambahan berat badan dan konversi pakan ayam broile
Profil Pengaruh Suplementasi L-Lysine HCl dalam Pakan terhadap Dimensi Tubuh Ayam Broiler
The purpose of this experiment was to know the effect of L-lysine HCl supplementation in feed on the body dimensions of broilers. This experiment has been carried out in the Housing of Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, the University of Timor for 39 days, from December 2019 to January 2020. The experiment used 80 fourteen-day broilers. The method used in this experiment is a Completely Randomized Design consisting of 4 treatments and 4 replications. The treatments given were T0 (control feed), T1 (L-lysine HCl supplementation 0,35%), T2 (L-lysine HCl supplementation 0,70%), and T3 (L-lysine HCl supplementation 1,00%). The variables observed in this experiment were body length, chest circle, shoulder height, sternum length, femur length, and tibia length. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance Analysis and Duncan’s Test. The results of the analysis of variance showed that the treatment had a significant effect on body length, chest circle, shoulder height, sternum length, femur length, and tibia length of broilers (P<0,05). It was concluded that supplementation of 0,70% L-lysine HClin feeds increased the body dimensions of broilers.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi L-lysine HCl dalam pakan terhadap dimensi tubuh ayam broiler. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kandang Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Timor selama 39 hari, sejak Desember 2019 sampai Januari 2020. Penelitian ini menggunakan ayam broiler sebanyak 80 ekor umur 14 hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah T0 (pakan kontrol), T1 (suplementasi L-lysine HCl 0,35%), T2 (suplementasi L-lysine HCl 0,70%), dan T3 (suplementasi L-lysine HCl 1,00%). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak, panjang tulang V dada, panjang tulang femur dan panjang tulang tibia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji duncan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan bepengaruh nyata terhadap panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak, panjang tulang V dada, panjang tulang femur dan panjang tulang tibia ayam broiler (P<0,05). Disimpulkan bahwa suplementasi L-lysine HCl 0,70% dalam pakan meningkatkan dimensi tubuh ayam broiler
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS DAN KARAKTERISTIK MORFOMETRIK KELELAWAR DI GUA FATUBAUN DESA MANUFUI KECAMATAN SANTIAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Bats are mammals (lactating animals) in flyng, the bats sleep during the day and engage in nocturnal activities, so bats are nocturnal (Suyanto, 2001). The study aims to identify the bats in the caves of Fatubaun village Manufui west Timor housing district based. The study was carried out in July 2019 in the Manufui sub-district Santian district of south central Timor. The method used in this study is that of surveying with sample retrieval techniques is done by using fog nets. The data analysis is done qualitative descriptive. According to research carried out in the Fatubaun cave we have two types of bats Pteropus vampyrus Linn and Microglossus sobrinus, both varieties belong to I order of the Chiroptera and 1 family of the Pteropodidae family.Kelelawar merupakan mamalia (hewan menyusui) yang dapat terbang, kelelawar tidur pada siang hari dan beraktifitas dimalam hari sehingga kelelawar termasuk binatang nokturnal (Suyanto, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan karakteristik morfometrik kelelawar di Gua Fatubaun Desa Manufui Kecamatan Santian Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2019 di Desa Manufui Kecamatan Santian Kabupaten Timor Tengah selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan jaring kabut (mist net). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. dengan tabel dan narasi yang digunakan untuk menjelaskan data karakter ukuran tubuh. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Gua Fatubaun terdapat 2 jenis kelelawar yaitu kelelawar Pteropus vampyrus Linn dan Microglossus sobrinus, kedua jenis kelelawar tersebut termasuk dalam 1 ordo yaitu ordo chiroptera dan 1 familli yaitu family Pteropodidae