Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
    604 research outputs found

    Pengaruh Modifikasi Media Arang Sekam dan Pemberian Teh Kompos terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)

    Get PDF
    Husk charcoal has an important role as a planting medium to replace soil. The husk charcoal is porous, light, not dirty and sufficient to hold water. The effect of rice husk charcoal produces a higher fruit weight and number of fruit per crop. Besides that, husk charcoal can have a good effect on soil physical properties, soil chemistry, and soil biology. The advantage of husk charcoal is that it can neutralize the pH of the soil, which is used in large quantities, even in organic agriculture the main source comes from husk charcoal and increases soil porosity, which directly increases the availability of ground water. Tea compost has several advantages and is a natural fertilizer product that is environmentally friendly, able to suppress the growth of pathogenic bacteria contained in the compost. Besides being a natural fertilizer, compost tea can also function as a natural pesticide, because tea compost can restore soil fertility naturally and increase plant resistance to pests and diseases. In addition to increasing the nutrient content of the soil, the application of tea compost can also increase the population of microorganisms which are useful for increasing soil fertility. Application on leaves, can suppress the development of pathogens that cause leaf disease. The research objective was to determine the effect media modification of husk charcoal on the growth and yield cayenne pepper and to determine the effect compost tea on the growth and yield cayenne pepper. This research was conducted in KM 9, Sasi Village, Kota District, North Central Timor Regency (TTU). Field research used a 3×3 factorial completely randomized design (CRD) repeated 3 times. The first factor is the modification of the planting media, namely; groundless, semicircular ground cover on polybag surface, full ground cover. The second factor was the spraying of compost tea, namely; without giving tea, gamal compost tea, guano compost tea. Thus obtained 9 treatment combinations that were repeated 3 times so that there were 27 experimental units. The results showed that the highest moisture content and neutral soil pH, highest plant height, largest stem diameter, heaviest plant dry weight, highest number of fruit crops, heaviest fruit weight, and heaviest plant dry weight were obtained from giving guano compost tea and full ground cover.Arang sekam memiliki peranan penting sebagai media tanam pengganti tanah. Arang sekam bersifat porous, ringan, tidak kotor dan cukup dapat menahan air. Pengaruh arang sekam padi menghasilkan bobot buah dan jumlah buah pertanaman lebih tinggi. Selain itu arang sekam dapat berpengaruh baik terhadap sifat fisik tanah, kimia tanah, dan biologi tanah. Kelebihan arang sekam yaitu dapat menetralkan pH tanah, yang digunakan dalam jumlah besar, bahkan dalam pertanian organik sumber utama berasal dari arang sekam dan mempertinggi porositas tanah secara langsung meningkatkan ketersediaan air tanah. Kompos teh memiliki beberapa keuntungan dan merupakan produk pupuk alami yang ramah lingkungan, mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen yang terdapat di dalam kompos. Disamping sebagai pupuk alami kompos teh juga dapat berfungsi sebagai pestisida alami, karena kompos teh mampu mengembalikan kesuburan tanah secara alami serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit. Aplikasi kompos teh selain dapat meningkatkan kandungan nutrisi tanah juga dapat meningkatkan populasi mikroorganisme yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Aplikasi pada daun, dapat menekan perkembangan patogen penyebab penyakit daun.Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui pengaruh modifikasi media arang sekam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit serta untuk mengetahui pengaruh teh kompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian ini telah dilaksanakan di KM 9 Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Penelitian lapangan mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 3 × 3 diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah modifikasi media tanam yaitu; tanpa tanah, penutup tanah setengah lingkaran pada permukaan polybag, penutup tanah penuh. Faktor kedua adalah penyemprotan pupuk teh kompos yaitu; tanpa pemberian teh kompos gamal, teh kompos guano. Dengan demikian diperoleh 9 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar lengas tertinggi dan pH tanah netral, tinggi tanaman tertinggi, diameter batang terbesar, berat kering tanaman terberat, jumlah buah pertanaman terbanyak, berat buah terberat, dan berat kering tanaman terberat diperoleh dari pemberian teh kompos guano dan penutup tanah penuh

    Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong Dengan Menggunakan Paradigma Agribisnis (Studi Kasus Pada Peternakan Sapi Potong Molan) di Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara

    Get PDF
    This study aims to determine the Analysis of Molan Cattle Fattening Business Analysis. This research was carried out at the Molan Cattle Fattening Business in Tanjung Jati Village, Binjai District, Binjai City. The research is a case study. The selection of research locations with consideration of the business of Molan Cattle Farming is a profitable business. The data were collected by doing observation and direct interviews. The Data were analysis with descriptive and quantitative method. The results showed the total variable costs incurred 1 409 600 000 IDR, fixed costs amounting to 75,000,000 IDR with 1 950 000 000 IDR in revenues. The profitability value is 31.34%. The results showed the number of cattle fattening as many as 150 heads with income of 465 400 000 IDR. BEP Fattening Molan Cattle Fattening Business is 267,858,142 IDR by maintaining 21 cows. The conclusion of this research is the profitability of Molan Cattle Fattening is 31.34% higher than the interest bank of 6 percent and The Value of BEP as much as 267 858 142 IDR with maintaining 21 tails.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong Molan. Penelitian ini dilaksanakan pada Usaha Penggemukan Sapi Potong Molan Desa Tanjung Jati Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus. Pemilihan lokasi penelitian dengan pertimbangan usaha Peternakan Sapi Potong Molan merupakan usaha yang menguntungkan. Metode pengambilan data yaitu metode observasi dan wawancara langsung. Metode analisis data secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan Total biaya variabel yang dikeluarkan  1 409 600 000 rupiah,  biaya tetap sebesar 75 000 000 rupiah dengan penerimaan  1 950 000 000 rupiah. Nilai profitabilitas sebesar 31.34 persen. Hasil penelitian menunjukkan jumlah ternak sapi penggemukan sebanyak 150 ekor dengan pendapatan sebesar 465 400 000 rupiah. BEP Usaha Penggemukan Sapi Potong Molan sebesar 267 858 142 rupiah dengan memelihara 21 ekor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah analisis usaha sapi potong Molan mempunyai nilai profitabilitas 31.34 persen lebih tinggi dari suku bunga Bank sebesar 6 persen dan Nilai BEP sebesar 267 858 142 rupiah dengan memelihara 21 ekor

    Analisis Produksi dan Efisiensi Alokatif Usahatani Lada di Desa Ameroro Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur

    Get PDF
    This study aims to analyze the factors that influence the production and efficiency of pepper farming allocations. This research was carried out in Ameroro Village, Tinondo District, East Kolaka Regency, where the location was determined deliberately. This technique takes research samples using simple random sampling and is calculated using the Slovin formula. The number of respondents obtained was 60 households. This research was conducted from December 2018 to April 2019. The type of data analysis used is multiple linear regression and allocation efficiency. The model used is the relationship between the cobb-Douglas production function. The results of this study use simultaneous or together (F test). There is a significant effect on pepper production. With an adjusted R2 value of 0.799. This shows that at 79.9%, pepper production is influenced by land areas (X1), labor (X2), phonska fertilizer (X3), and pesticides (X4). The tukey test shows that the factors of production of land areas, labor, phska fertilizer, and pesticides are very influential on the increase in pepper production. Based on the results of the analysis of the efficiency of production factors: NPMx/Pxis greater than 1, which means it is ineffective, so an increase in the input is needed to produce a more massive output.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan efisiensi alokatif usahatani lada.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ameroro Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur, penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive).Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dan ditentukan dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh jumlah responden sebesar 60 KK. Penelitian ini dilaksanakan sejak Bulan Desember 2018 sampai dengan Bulan April 2019. Adapun jenis analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dan efisiensi alokatif, model yang digunakan adalah persamaan fungsi produksi cobb-douglas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan atau bersama-sama (uji F) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap produksi lada. Dengan nilai adjusted R2 adalah sebesar 0.799. Hal ini berarti sebesar 79.9%, produksi lada dijelaskan oleh luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), pupuk phonska (X3), dan pestisida (X4). Berdasarkan Uji t, diperoleh hasil bahwa faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, pupuk phonska dan pestisida berpengaruh nyata terhadap produksi lada. Berdasarkan hasil analisis efisiensi alokatif diketahui keempat faktor produksi : luas lahan, tenaga kerja, pupuk phonska, dan pestisida mempunyai nilai NPMx/Px lebih besar 1 yang artinya belum efisien sehingga perlu penambahan input untuk menghasilkan output yang selebih besar

    Efektivitas Pemanfaatan Limbah Tahu Cair Melalui Metode Frekuensi Waktu Penyiraman terhadap Pertumbuhan Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)

    Get PDF
    This research was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, University of Timor, Sasi, North Central Timor Regency. The research will last for 1 production period (45 HST), from the end of March to the beginning of June 2019. The purpose of this study is to analyze the value of growth and production of Pennisetum purpureum treated with frequency of time watering liquid tofu waste. This research is an experimental study using a randomized design Complete (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications so that there are 16 units of the experimental unit. The treatments tested consisted of: R0 = Without watering tofu waste, R1 = Frequency of watering once every 2 days, R2 = Frequency of watering once every 4 days, R3 = Frequency of watering once every 6 days. The variables observed in this study were plant height, stem diameter, leaf fresh weight and leaf dry weight. The results showed that giving treatment of the frequency of time of watering the liquid tofu waste, had a significant effect on the fresh weight of leaves produced but did not differ on plant height of stem diameter and dry weight produced. It could be concluded that liquid tofu waste with good watering time frequency was found in the treatment R1 which is 2 days, liquid tofu waste has the ability to improve soil texture and can stimulate the growth of Pennisetum purpureum in this case the growth of plant height, stem diameter, leaf fresh weight, and leaf dry weight.Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian berlangsung selama 1 periode produksi (45 HST) yaitu dari akhir Maret sampai awal juni 2019. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis nilai pertumbuhan dan produksi rumput gajah yang diberi perlakuan frekuensi waktu penyiraman limbah tahu cair. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit satuan percobaan. Perlakuan yang diuji terdiri dari: R0 = Tanpa penyiraman limbah tahu, R1=Frekuensi penyiraman 2 hari sekali, R2= Frekuensi penyiraman 4 hari sekali, R3= Frekuensi penyiraman 6 hari sekali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, diameter batang, berat segar daun dan berat kering daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan frekuensi waktu penyiraman limbah tahu cair, memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat segar daun yang di hasilkan namun tidak berbeda terhadap tinggi tanaman diameter batang dan berat kering yang dihasilkan. Disimpulkan bahwa limbah tahu cair dengan frekuensi waktu penyiraman yang baik terdapat pada perlakuan R1 yaitu 2 hari sekali, limbah tahu cair memiliki kemampuan untuk memperbaiki tekstur tanah dan dapat merangsang pertumbuhan rumput gajah dalam hal ini pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, berat segar daun, dan berat kering daun

    Pengaruh Perbandingan Level Tepung Gamal (Gliricidia sepium) dan Tepung Lamtoro (Leucaena leucocephala) terhadap Kualitas Fisik Wafer sebagai Pakan Ternak Ruminansia Kecil

    Get PDF
    The availability of animal feed in sufficient quantity and quality and sustainability is one of the factors that determines the success of the development of ruminants. One of the feed processing that can be made is making wafers. Wafers are one of the effective feed processing technologies and are expected to maintain the continuity of feed availability, especially in the dry season.The purpose of this study was to determine the physical quality of wafers made by comparing the levels of gamal flour and lamtoro flour as small ruminant feed. The variables measured in this study were density, water content, color and aroma. The materials used in this study were Gliricidia sepium, Leucaena leucocephala, fine bran, corn flour, mineral mix, starch flour, water. The method used is a Completely Randomized Design with variations of treatment as follows: R1 = 20% Gliricidia sepium + 60% Leucaena leucocephala + 8% Corn Fine Bran + Mineral Mix 2%, R2 = 40% Gliricidia sepium + 40% Leucaena leucocephala + Fine Bran 10% + Corn 8% + Mineral mix 2%, R3 = Gliricidia sepium 60% + Leucaena leucocephala 20% + Fine bran 10% + Corn 8% + % Mineral mix 2, R4 = Gliricidia sepium 80% + Leucaena leucocephala 0% + 10% fine bran + Corn 8% + Mineral mix 2%. It was concluded that making wafers for small ruminants with different levels of Gliricidia sepium and Leucaena leucocephala produced different density values with the highest density in the ratio of 40% Gliricidia sepium and 40% Leucaena leucocephala (R2) ie 0.41 g / cm³, while the water content values, the color and flavor are the same for all treatments.Tersedianya pakan ternak yang cukup jumlahnya maupun mutunya dan berkesinambungan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan ternak ruminansia. Salah satu pengolahan pakan yang dapat dibuat adalah membuat wafer. Wafer merupakan salah satu teknologi pengolahan pakan yang efektif dan diharapkan dapat menjaga kontinuitas ketersediaan pakan terutama pada musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik wafer yang dibuat dengan perbandingan level tepung gamal dan tepung lamtoro sebagai pakan ternak ruminansia kecil. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kerapatan wafer, kadar air, warna dan aroma. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung gamal, tepung lamtoro, dedak halus, tepung jagung, mineral mix, tepung kanji, air. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan variasi perlakuan sebagai berikut: R1= Tepung Gamal 20% +Tepung Lamtoro 60% + Dedak halus Jagung 8% + Mineral mix 2%, R2= Tepung Gamal 40% + Tepung Lamtoro 40% + Dedak halus 10% + Jagung 8% + Mineral mix 2%, R3= Tepung Gamal 60% + Tepung Lamtoro 20% + Dedak halus 10% + Jagung 8% + Mineral mix 2%, R4=Tepung Gamal 80% + Tepung Lamtoro 0% + Dedak halus 10% + Jagung 8% + Mineral mix 2%. Disimpulkan bahwa pembuatan wafer untuk ternak ruminansia kecil dengan perbandingan level tepung gamal dan level tepung lamtoro menghasilkan nilai kerapatan yang berbeda. Kerapatan tertinggi pada perbandingan 40% tepung gamal dan 40% tepung lamtoro (R2) yaitu 0,41 g/cm³, sedangkan nilai kadar air, warna dan aroma adalah sama untuk semua perlakuan

    Pengaruh Suplementasi Dl-Methionine terhadap Berat Hidup, Berat Karkas dan Konversi Pakan Ayam Broiler

    Get PDF
    The aim of this study was to know the effect of dl-methionine supplementation on the body weight, carcass weight, and feed conversion of broilers. This study was conducted at the Laboratory of Animal Husbandry Study Program, Agricultural Faculty, University of Timor, Kefamenanu from December 2019 to January 2020. The study used 80 fourteen-day broilers, products by PT. Wonokoyo Surabaya, Was designed with a Completely Randomized Design, consisting of 4 treatments and 4 replications. The dietary treatments were T0 (control feed), T1 (supplementation of 0.30% dl-methionine), T2 (supplementation of 0.50% dl-methionine), and T3 (supplementation of 0.70% dl-methionine). The variables measured were body weight, carcass weight, and feed conversion. Data obtained was analyzed by analysis of variance and Duncan’s test. The result showed that the bodyweight of T0, T1, T2, and T3 were 1875.00±56.79, 2077.25±46.51, 2079.00±57.11, and 2200.50±27.74 g/bird, respectively. The carcass weight, breast weight, thigh weight, and feed conversion were 1287.40±46.14, 1457.82±27.36, 1484.42±45.13, and 1567.32±8.27 g/bird; 512.63±8.60, 584.44±14.27, 598.16±13.93, and 658.69±15.75 g/bird; 511.19±16.57, 587.86±10.48, 604.55±26.86 and 636.35±21.65 g/bird; and 2.03±0.10, 1.70±0.07, 1.66±0.05 and 1.55±0.02, respectively. Statistical analysis showed that levels of dl-methionine significantly affected body weight, carcass weight, and feed conversion (P<0.05). it can be concluded that dl-methionine supplementation of 0.70% in feed increases live weight, carcass, and feed conversion of broiler chickens.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi dl-methionine dalam pakan terhadap berat hidup, berat karkas dan konversi pakan ayam broiler. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kandang Laboratorium Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Timor Kefamenanu selama 7 minggu, sejak Desember 2019 sampai Januari 2020. Penelitian ini menggunakan ayam broiler berumur 14 hari, sebanyak 80 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap pola searah terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah T0 (pakan kontrol tanpa suplementasi dl-metionine), T1 (suplementasi 0,30% dl-methionine dalam pakan), T2 (suplementasi 0,50% dl-methionine dalam pakan), dan T3 (suplementasi 0,70% dl-methionine dalam pakan). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat hidup, berat karkas dan konversi pakan ayam broiler. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat hidup perlakuan T0, T1, T2 dan T3 masing-masing adalah 1875,00±56,79; 2077,25±46,51; 2079,00±57,11; dan 2200,50±27,74 g/ekor. Berat karkas 1287,40±46,14;1457,82±27,36; 1484,42±45,13 dan 1567,32±8,27 g/ekor. Berat dada 512,63±8,60; 584,44±14,27; 598,16±13,93 dan 658,69±15,75 g/ekor. Berat paha 511,19±16,57; 587,86±10,48 604,55±26,86 dan 636,35±21,65 g/ekor. Konversi pakan 2,03±0,10; 1,70±0,07; 1,66±0,05 dan 1,55±0,02. Analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap variabel yang diamati (P<0,05). Disimpulkan bahwa suplementasi dl-methionine sebesar 0,70% dalam pakan meningkatkan berat hidup, karkas dan konversi pakan ayam broiler

    Pengaruh Suplementasi L-Threonine dalam Pakan terhadap Kinerja Organ Dalam Ayam Broiler

    Get PDF
    The research aim was to know the effect of l-threonine supplementation on the performance of the internal organs of broilers. This research was conducted in Kampung Bima, Kelurahan Kefa Selatan, North Central Timor Regency, and the Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Timor, Kefamenanu for 7 weeks, from December 2019 to January 2020. The research used 80 fourteen-day broilers. The research was designed with a Completely Randomized Design, consisting of 4 treatments and 4 replications. The dietary treatments were T0 (control feed), T1 (supplementation of 0.5% l-threonine), T2 (supplementation of 0.1% l-threonine), and T3 (supplementation of 1.5% l-threonine). The variables measured were liver weight, spleen, pancreas, gizzard, small intestinal weight, and intestinal length. Data obtained was analyzed by analysis of variance and Duncan’s test. The results showed that the levels of l-threonine significantly affected to gizzard weight, small intestinal weight, and intestinal lenght (P<0.05). It was concluded that supplementation with 1.0% l-threonine improved the digestive organ performance of broilers.Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Kefa Selatan, dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara selama 39 hari sejak Desember 2019 sampai Januari 2020. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh suplementasi l-threonine dalam pakan terhadap kinerja organ dalam ayam broiler. Penelitian ini menggunakan Day Old Chick broiler sebanyak 80 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan adalah T0: pakan kontrol, T1: kontrol + 0,5% l-threonine, T2: kontrol + 1,0% l-threonine, T3: kontrol + 1,5% l-threonine. Variabel yang diamati adalah berat hati, berat limpa, berat pankreas, berat gizzard, berat usus halus dan panjang usus ayam broiler. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil Analysis menunjukkan bahwa penambahan l-threonine berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap berat gizzard, berat usus halus dan panjang usus. Kesimpulan suplementasi l-threonine 1,0% dalam pakan efektif meningkatkan berat gizzard, berat usus halus dan panjang usus ayam broiler

    Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos terhadap Pertumbuhan Rumput Setaria (Setaria sphacelata. S)

    Get PDF
    This research has been carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, University of Timor, Urban Village Sasi, Kefamenanu City District, North Central Timor Regency. This Study lasted for 2 months From June – July 2019. This study aimed to determine the effect of compost fertilizer on the growth of Setaria grass (Setaria sphacelata. S), the research design used was RAL with 4 treatments and 4 replications. The treatments consisted of R0 : control, R1 : compost 125g / planting hole, R2 : 159g / planting hole, R3 : 375g /palting hole, the results of the study show that composting can increase growth and yield of plants, the highest plant height is found in R3 : 45,07 cm, the highest number of tillers is in R3 4,85, the highest number of leaves is in R3 ; 21,22 strands, fresh weight production is in R3 = 1000 g and dry weight production is in R3 : 35,69 g. The conclusion from the results of this study is that the provision of compost 375 g/ planting hole can increase the growth of setaria grass better and the provision of compost fertilizer is very good to be applied to the cultivation of setaria grass (Setaria sphacelata. S).Penelitian ini telah dilaksanakan pada kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan terhitung dari bulan juni – juli 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan rumput setaria (Setaria sphacelata.S), rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL, dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan.perlakuan terdiri dari R0 = kontrol, R1 =pupuk kompos 125g/lubang tanam, R2 = 150g/lubang tanam, R3 = 375g/lubang tanam, hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kompos dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman, tinggi tanaman tertinggi terdapat pada R3 = 45,07 cm, jumlah anakan terbanyak terdapat pada R3 = 4,85, jumlah daun terbanyak terdapat pada R3 = 21,22 helai, produksi bobot segar terdapat pada R3 = 1000 g dan produksi bobot kering terdapat pada R3 = 35,69 g. Disimpulkan bahwa pemberian pupuk kompos sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput setaria (Setaria Sphacelata.S). Level terbaik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rumput setaria adalah 375 g/lubang tanam yang dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi tanaman : 45,07, jumlah anakan : 4,97, jumlah daun : 20,63, produksi bobot segar : 575,00 dan produksi bobot kering : 31,90

    Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda

    Get PDF
    This study aims to determine the chemical and organoleptic quality of yoghurt made using different milk and yoghurt culture types. This research was carried out on January 2020. Located at the Faculty of Agriculture Laboratory of the University of Timor Kefamenanu (for organoleptic testing of yoghurt) and at the Faculty of Chemistry Laboratory Nusa Cendana Kupang Animal Husbandry (for testing pH, lactic acid levels, protein content and fat content). In this study using the 3 type of (fresh milk, UHT milk (Ultra High Temperature) and powdered milk), the experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 3treatments 3 replications so that there were 9 sample trial units. The treatment consisted of R0= Fresh milk, R1= UHT milk and R2= Milk powder. Based on the results of statistical analysis that the use of different types of milk showed significant or significant differences (PË‚ 0,05). The use of fresh milk can give a good color of yoghurt that is equal to 1,77 which shows the yoghurt is yellowish white. The aroma of the best yoghurt is found in the UHT milk type which is 2,74 which shows the yoghurt is flavorful. The best yughurt texture is found in the type UHT milk that yoghurt is rather thick texture. The best acidity level of yoghurt is found in the UHT milk type which is 3,04 which shows that the yoghurt has acidic level, the good level of yoghurt preference is found in the type of milk powder of 2,37 which indicates that the yoghurt has a level of liking like. The best pH yoghurt in fresh milk is 4,35. The best level of lactic acid in milk powder is 0,78%. The best protein content in fresh milk is 2,86% and the best yoghurt fat content in the type of milk powder 0,30%. The conclusion of this study is the type of UHT milk is a type of milk that is better used in making yoghurt. When compared with the type of fresh milk and milk powder in terms of aroma, texture, acidity, Ph and protein content.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan organoleptik yoghurt yang dibuat menggunakan kultur yoghurt dan jenis susu yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2020. Bertempat di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Timor Kefamenanu (untuk pengujian organoleptik yoghurt) dan di Laboratorium Kimia Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang (untuk pengujian pH, kadar asam laktat, kadar protein dan kadar lemak). Dalam penelitian ini menggunakan jenis susu segar, susu UTH (Ultra High Temperature) dan susu bubuk. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 ulangan sehingga ada 9 unit percobaan sampel. Perlakuan terdiri dari R0= susu segar, R1= susu UHT dan R2= susu bubuk. Berdasarkan hasil analisis statistik bahwa penggunaan jenis susu yang berbeda menunjukkan signifikan atau terjadi perbedaan yang nyata (P<0,05). Penggunaan jenis susu segar dapat memberikan warna yoghurt yang baik yaitu sebesar 1,77 yang menunjukkan yoghurt tersebut berwarna putih kekuningan. Aroma yoghurt yang terbaik terdapat pada jenis susu UHT yaitu sebesar 2,74 yang menunjukkan yoghurt tersebut beraroma khas. Tekstur yoghurt terbaik terdapat pada jenis susu UHT yaitu sebesar 2,30 yang menunjukkan yoghurt tersebut bertekstur agak kental. Tingkat keasaman yoghurt yang terbaik terdapat pada jenis susu UHT yaitu sebesar 3,04 yang menunjukkan yoghurt tersebut memiliki tingkat keasaman yang asam. Tingkat kesukaan yoghurt yang baik terdapat pada jenis susu bubuk sebesar 2,37 yang menunjukkan bahwa yoghurt tersebut memiliki tingkat kesukaan yang suka. pH yoghurt yang terbaik pada jenis susu UHT yaitu sebesar 4.16. Kadar asam laktat yang terbaik pada jenis susu bubuk yaitu sebesar 0.78%. Kadar protein yang terbaik pada jenis susu segar yaitu sebesar 2.86% dan kadar lemak yoghurt yang terbaik pada jenis susu bubuk 0.30%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis susu UHT adalah jenis susu yang lebih baik digunakan dalam pembuatan yoghurt dibandingkan dengan jenis susu segar dan susu bubuk yang ditinjau dari aroma, tekstur, tingkat keasaman, pH dan kadar protein

    Analisis Kelayakan Usaha Produksi Ayam Pedaging Berbasis Pangan Lokal dengan Variasi pada Kalsium dan Fosfor

    Get PDF
    This study aims to determine feasibility of broiler production based on local food with variations in calcium and phosphorus; and knowing difference feasibility of the business it gets. This research was conducted at farmer's cage in Sasi Village, Kefamenanu for 2 months (July-August, 2020). A total of 96 broiler day old chick (DOC) were used in this study. Research was conducted with an experimental method using a completely randomized design consisting of 4 treatments and 4 replications. Each replication consisted of 6 broiler chickens aged 1 day. Parameters observed were body weight, feed cost efficiency, sales price, and business feasibility. Data on body weight, feed cost and selling price of chickens were analyzed by Analysis of Variance (Anova) and Duncan's test, while business feasibility was analyzed by using B / C ratio. The results showed that the highest body weight, feed cost and selling price were found in P3. There is a feed cost efficiency at P3 and P2 compared to P1 and P0 (P <0.05), and highest revenue is at P3. Treatment with 2.0% calcium and 0.5% phosphorus (P3) supplementation be a highest economic feasibility. In addition, variation in treatment provides a significant difference in cost and selling value. Use of local feed of yellow maize and bran with calcium and phosphorus supplementation could reduce costs of broiler production.Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan usaha produksi ayam pedaging berbasis pangan lokal dengan variasi pada kalsium dan fosfor; dan mengetahui perbedaan kelayakan usaha yang diperolehnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kandang peternak KelurahanSasi, Kefamenanu selama 2 bulan (Juli-Agustus, 2020). Sebanyak 96 ekor day old chick(DOC) ayam broiler digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 6 ekor ayam broiler umur 1 hari. Parameter yang diamati adalah berat badan, efisiensi biaya pakan, harga penjualan, dan kelayakan usaha. Data berat badan, biaya pakan dan harga penjualan ayam dianalisis dengan Analisis Varians (Anova) dan uji Duncan, sedangkan kelayakan usaha dianalisis dengan rasio B/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan, biaya pakan dan harga penjualan ayam pedaging tertinggi terdapat pada P3. Terdapat efisiensi biaya pakan pada P3dan P2dibandingkan dengan P1dan P0(P<0,05), dan penerimaan tertinggi pada P3. Perlakuan dengan suplementasi 2,0% kalsium dan 0,5% fosfor (P3) menjadi perlakuan dengan kelayakan ekonomi paling tinggi. Selain itu, variasi perlakuan secara ekonomi memberikan perbedaan yang signifikan dari segi biaya dan nilai jual ayam per ekor. Disimpulkan bahwa penggunaan pakan lokal jagung kuning dan bekatul dengan suplementasi mineral kalsium dan fosfor dapat menekan biaya produksi ayam broiler

    564

    full texts

    604

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇