Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Uji Residu Pupuk Kandang Sapi dan Jarak Tanam Sorgum (Sorghum bicolor L.) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) dalam Tumpangsari
Research to determine the effect and interaction test of cow cage fertilizer residues and spacing of sorghum (sorghum bicolor l.) in intercropping with peanuts (arachis hypogeae l.) on growth and yields of sorghum and peanuts. The research was carried out in July to October 2019 in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, University of Timor, Kelurahan Sasi, Kota Kefamenanu District, TTU Regency, using a 4 x 3 factorial Randomized Block Design (RBD) plus sorghum monoculture plots and peanuts namely: the first factor dosing residue of cow manure: Without fertilizer, the dose of fertilizer 10 t/ha, the dose of fertilizer 20 t/ha, the dose of fertilizer 30 t/ha, the second factor planting spacing: Spacing 20 cm x 70 cm, planting spacing 30 cm x 70 cm, Plant spacing of 40 cm x 70 cm. Each treatment combination was repeated 3 times so that there were 52 research units. The results showed that there was no interaction between cow manure residue and plant spacing on all observation parameters. The treatment of cow manure residue showed significantly different from the control on all growth parameters and yield parameters with dry seed yield per hectare given by cow manure residue 30 t/ha. Spacing treatment showed that there was no significant difference at all treatment levels except for the weight parameter of planting seeds, 20 cm x 70 cm spacing resulted in the heaviest bean seeds.Penelitian untuk mengetahui pengaruh dan interaksi uji residu pupuk kandang sapi dan jarak tanam Sorgum (Sorghum bicolor L.) dalam tumpangsari dengan Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Sorgum dan Kacang Tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4 x 3 ditambah petak monokultur Sorgum dan Kacang Tanah yakni: faktor pertama takaran residu pupuk kandang sapi: tanpa pupuk, takaran pupuk 10 t/ha, takaran pupuk 20 t/ha, takaran pupuk 30 t/ha, faktor kedua jarak tanam: jarak tanam 20 cm x 70 cm, jarak tanam 30 cm x 70 cm, jarak tanam 40 cm x 70 cm. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 52 unit satuan penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara residu pupuk kandang sapi dengan jarak tanam pada semua parameter pengamatan. Perlakuan residu pupuk kandang sapi menunjukkan berbeda nyata dengan kontrol pada semua parameter pertumbuhan maupun parameter hasil dengan hasil biji kering per hektar diberikan oleh residu pupuk kandang sapi 30 t/ha. Perlakuan jarak tanam menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata pada semua aras perlakuan kecuali pada parameter berat biji pertanaman, jarak tanam 20 cm x 70 cm menghasilkan biji kacang terberat
Strategi Pengembangan Model Bisnis Teh Gaharu CV.Barokah Access, Sambas, Kalimantan Barat
Agarwood leaves contain antioxidant compounds so that the potential as a raw material in making tea. One company that produces agarwood leaf tea is CV Barokah Access, Sambas, West Kalimantan, but in business development there are still many obstacles. This study aims to obtain alternative business development strategies through the Business Model Canvas and SWOT approaches. Data collected through observation and interviews, which are then processed using qualitative methods in the form of data reduction, data presentation and drawing conclusions. After conducting research, a strategy was produced for CV Barokah Access in developing the agarwood leaf tea business, namely: market development, product packaging improvement, strengthening partnership networks, increasing the number of employees, increasing human resource capacity, increasing business capital, and managing several business licenses.Daun gaharu mengandung senyawa antioksidan sehingga potensial sebagai bahan baku dalam pembuatan teh. Salah satu perusahaan yang memproduksi teh daun gaharu adalah CV Barokah Access, Sambas, Kalimantan Barat namun dalam pengembangan usaha masih mengalami banyak kendala. Penelitian ini bertujuan memperoleh alternatif strategi pengembangan usaha melalui pendekatan Business Model Canvas dan SWOT. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, yang kemudian diolah menggunakan metode kualitataif berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Setelah dilakukan penelitian, dihasilkan satu strategi untuk CV Barokah Access dalam mengembangkan usaha teh daun gaharu yaitu pengembangan pasar, perbaikan kemasan produk, memperkuat jaringan kerjasama kemitraan, penambahan tenaga kerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penambahan modal usaha, dan pengurusan beberapa perijinan usaha
Kualitas Mikrobiologis Se’i Sapi yang di Curing Menggunakan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
The purpose of this study was to analyze the antibacterial activity of red dragon fruit peel extract against Escherichia coli and its application as a preserfative of beef. Data were processed by analysis of variance (ANOVA) and continued with Duncan test. Based on antagonistic tests using a diffusion method, red dragon fruit peel extract showed the ability to inhibit and even kill E. coli. Microbiological testing of beef shows that the use of red dragon fruit peel extract can inhibit the growth of pathogenic bacteria. This inhibition is caused by the presence of active compounds that act as antibacterial compounds in the skin of red dragon fruit thus suppressing the growth rate of pathogenic bacteria. Microbiological quality of cows with the addition of preservatives (nitrates) is still in accordance with SNI, but the number of bacteria in the addition of preservatives is more when compared to cows with the addition of concentrations of red dragon fruit peel extract which are fewer and still in accordance with SNI. Observation of the presence of E. coli bacteria in beef se'i both in control and treatment using preservatives and the concentration of red dragon fruit peel extract showed that there was no (negative) growth of E coli bacteria. The inhibition of the presence of E. coli bacteria is caused by the presence of red dragon fruit peel extract and bactericidal smoke content so that it can inhibit the growth of E. coli bacteria. It was concluded that the higher concentration of red dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) will be better in the process of inhibition of the growth of Escherichia coli bacteria and potentially as a natural preservative that can be added to se'i products. The use of dragon fruit peel extract by 60% in se'i-making products as a curing agent can also reduce the rate of bacterial growth. The use of red dragon fruit peel extract by 60% in this test is also better when compared to control (-), control (+) and concentration of 50%.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah naga merah terhadap Escherichia coli dan aplikasi sebagai preserfatif se’i daging sapi. Data diolah dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan uji antagonistik menggunakan metode difusi sumuran, ekstrak kulit buah naga merah menunjukkan kemampuan dalam menghambat bahkan membunuh E. coli. Pengujian mikrobiologis se’i daging sapi menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak kulit buah naga merah mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penghambatan ini disebabkan oleh adanya senyawa aktif yang berperan sebagai senyawa antibakteri di dalam kulit buah naga merah sehingga menekan laju pertumbuhan bakteri patogen. Kualitas mikrobiologis sei sapi dengan penambahan pengawet (nitrat) masih sesuai dengan BSNI akan tetapi jumlah bakteri pada penambahan bahan pengawet lebih banyak jika dibandingkan pada se’i sapi dengan penambahan konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah yang jumlahnya lebih sedikit dan masih sesuai dengan BSNI. Pengamatan keberadaan bakteri E. coli pada se’i daging sapi baik pada kontrol maupun pada perlakuan menggunakan pengawet dan konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah menunjukkan bahwa tidak adanya (negatif) pertumbuhan bakteri E coli. Penghambatan keberadaan bakteri E. coli ini disebabkan oleh adanya kandungan ekstrak kulit buah naga merah dan kandungan asap yang bersifat bakterisidal sehingga mampu menghambat pertumbuahan dari bakteri E. coli. Disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) akan semakin baik dalam proses penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli serta berpotensi sebagai bahan pengawet alami yang dapat ditambahkan dalam produk se’i. Penggunaan ekstrak kulit buah naga sebesar 60% dalam produk pembuatan se’i sebagai agen curing juga dapat menekan laju pertumbuhan bakteri. Penggunaan ekstrak kulit buah naga merah sebesar 60% dalam pengujian ini juga lebih baik jika dibandingkan dengan kontrol (-), kontrol (+) dan konsentrasi 50%
Aktivitas Antioksidan dan Total Fenolik Se’i Sapi yang dicuring Menggunakan Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
The purpose of this research is to find out the antioxidant activity, total phenolic, moisture content and the pH of Se'i cow that is riered using red dragon fruit skin ethanol extract. The variables measured in this study are antioxidant activity, total phenolic, moisture content and the pH of se'i cows. The ingredients used in this study are beef back thigh parts and red dragon fruit skins. The method used is complete random design with variations of the following treatment: R0 = beef + seasoning, R1 = Beef + Seasoning + Nitrat 25 mg, R2 = Beef + Seasoning + Red Dragon Fruit Peel Extract 50%, R3 = Beef + Seasoning + Red Dragon Fruit Peel Extract 60%. Based on the results of this study can be concluded that the greater the addition of Red Dragon fruit peel extract, the greater also the antioxidant activity and total phenolic se'i and will decrease the moisture content and the pH of Se'i cow. Where the value of IC50 on R3 treatment is 207.853 ppm and the total phenolic of 1.068 mg/g while the moisture content of R3 is 44.829% and has a pH value of 5.21.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan, total fenolik, kadar air, dan pH se’i sapi yang dicuring menggunakan ekstrak etanol kulit buah naga merah. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah aktivitas antioksidan, total fenolik, kadar air dan pH se’i sapi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging sapi bagian paha belakang dan kulit buah naga merah. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan variasi perlakuan sebagai berikut: R0 = Daging + Bumbu-bumbu, R1 = Daging + Bumbu-bumbu + Nitrat 25 mg, R2 = Daging + Bumbu-bumbu + Ekstrak kulit buah naga merah 50%, R3 = Daging + Bumbu-bumbu + Ekstrak kulit buah naga merah 60%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin besar penambahan ekstrak kulit buah naga merah, maka semakin besar pula aktivitas antioksidan dan total fenolik se’i dan dapat menurunkan kadar air dan pH se’i sapi. Dimana nilai IC50 pada perlakuan R3 sebesar 207,853 ppm dan total fenolik sebesar 1,068 mg/g sedangkan kadar air pada R3 yaitu 44,829% dan memiliki nilai pH sebesar 5,21
Aplikasi Level Biochar dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Raja (Pennisetum purpuphoides)
The purpose of this study is to obtain the level of biochar on the growth and production of king grass and the best planting distance on the growth and production of king grass and the interaction between the levels of biochar and the regulation of growth and production of king grass. The study was conducted in the experimental area of the Faculty of Agriculture, University of Timor, Sasi Village, South Bikomi District, North Central Timor Regency. The research lasted for 48 days or during 1 production period. Each production period lasts for 48 HST. The method used in this study is an experimental method, using a completely randomized design (CRD) factorial pattern of 3x3. The factors tested were the first factor in the biochar level and the second factor was the spacing and each combination of experiments was repeated 3 times. The variables observed in this study were plant height, number of tillers, number of leaves, leaf fresh weight and leaf dry weight. Data were analyzed by analysis of variance (Anova) according to the design used. Data analysis using SAS software version 9.1. The results showed that there was an interaction between the treatment of biochar doses and spacing to plant height growth of king grass, but for other variables there was no interaction. It was concluded that the level of biochar in increasing the growth of king grass varies, for plant height and number of tillers without using biochar can still grow optimally while for increasing the number of leaves at the level of use of 250 g / planting hole. Level 500 g / planting hole is effective in increasing the dry weight and fresh weight of king grass leaves. The best spacing on growth and production of king grass varies for plant height and the number of tillers the best spacing is 20 cm while for the most number of leaves increasing at a spacing of 40 cm. Plant spacing of 60 cm is effective in increasing the dry weight and fresh weight of king grass leaves as well as the interaction between biochar levels and plant spacing on plant height while on other variables there is no interaction.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan level biochar pada pertumbuhan dan produksi rumput raja dengan jarak tanam terbaik serta interaksi antara level biochar dan pengaturan pada pertumbuhan dan produksi rumput raja. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Penelitian berlangsung selama 48 hari atau selama 1 masa produksi. Tiap masa produksi berlangsung selama 48 HST. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3. Adapun faktor yang di uji yaitu faktor pertama level biochar dan faktor kedua adalah jarak tanam dan tiap kombinasi percobaan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, berat segar daun dan berat kering daun. Data di analisis dengan analisis sidik ragam (Anova) sesuai rancangan yang digunakan. Analisis data menggunakan software SAS versi 9.1. Hasil menunjukkan bahwa adanya interaksi antara perlakuan dosis biochar dan jarak tanam terhadap pertumbuhan tinggi tanaman rumput raja, namun untuk variabel lainnya tidak terjadi interaksi. Disimpulkan bahwa level biochar dalam peningkatan pertumbuhan rumput raja bervariasi, untuk tinggi tanaman dan jumlah anakan tanpa menggunakan biochar masih dapat bertumbuh secara optimal sedangkan untuk peningkatan jumlah daun pada penggunaan level 250 g/lubang tanam. Level 500 g/lubang tanam efektif dalam meningkatkan berat kering dan berat segar daun rumput raja. Jarak tanam terbaik pada pertumbuhan dan produksi rumput raja bervariasi untuk tinggi tanaman dan jumlah anakan jarak tanam terbaik adalah 20 cm sedangkan untuk peningkatan jumlah daun terbanyak pada jarak tanam 40 cm. Jarak tanam 60 cm efektif dalam meningkatkan berat kering dan berat segar daun rumput raja serta adanya interaksi antara level biochar dan jarak tanam pada tinggi tanaman sedangkan pada variabel lain tidak ada interaksi
Pengaruh Pemberian Silase Komplit Berbahan Dasar Hijauan yang Berbeda terhadap Kandungan Glukosa Darah dan Urea Darah Kambing Kacang
Utilization of goat fodder can be seen in the absorption of feed nutrients that are in the blood. The consumed food will be absorbed into the blood to flow throughout the body. Blood glucose is used as an indicator of the activity of energy metabolism and utilization of carbohydrates in feed, while blood urea is a compound found in the blood derived from ammonia resulting from protein metabolism.The purpose of this study was to look at the effect of giving complete silage based on different forages on the blood glucose and blood urea content of male goats. The variables measured in this study were blood glucose and blood urea of male goat blood. The materials to be used are forage sorghum, lamtoro, natural grass, king grass, corn flour and pollard as well as materials in laboratory analysis. The method used is a Completely Randomized Design with variations of treatment as follows: T1 = Natural Grass 45% + Leucaena leucocephala 20% + Corn 25% + Brand Pollard 10%, T2 = Sorghum bicolor (L.) Moench 45% + Leucaena leucocephala 20% + Corn 25% + Bran Pollar 10%, T3 = Pennisetum purpuphoides 45% + Leucaena leucocephala 20% + Corn 25% + Bran Pollard 10%. Beset on the results of this study it can be concluded that the blood glucose and blood urea levels of male goats whichwere given a complete silage made from natural grass (T1), Sorghum bicolor (L.) Moench (T2), Pennisetum purpuphoides (T3) gave an unreal effect. Blood glucose and blood urea are produced within normal range.Pemanfaatan pakan ternak kambing dapat dilihat dalam penyerapan nutrisi pakan yang ada di dalam darah. Pakan yang dikomsumsi akan diserap ke dalam darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Glukosa darah digunakan sebagai indikator aktivitas metabolisme energi dan pemanfaatan karbohidrat pada pakan, sedangkan Urea darah merupakan senyawa yang terdapat di dalam darah yang berasal dari ammonia hasil dari metabolisme protein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian silase komplit berbahan dasar hijauan yang berbeda terhadap kandungan glukosa darah dan urea darah kambing kacang jantan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah glukosa darah dan urea darah kambing kacang jantan. Bahan yang akan digunakan adalah hijauan sorgum, lamtoro, rumput alam, rumput raja, tepung jagung dan pollard serta bahan-bahan dalam analisis laboratorium. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan variasi perlakuan sebagai berikut: T1= Rumput Alam 45% + Lamtoro 20% + Jagung 25% + Bran Pollard 10%, T2= Sorgum 45%+ Lamtoro 20%+ Jagung 25% + Bran Pollard 10%, T3= Rumput raja 45% + Lamtoro 20% + Jagung 25% + Bran Pollard 10 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap kandungan glukosa dan urea darah kambing kacang. Disimpulkan bahwa kadar glukosa darah dan urea darah ternak kambing kacang jantan yang diberikan silase komplit berbahan dasar rumput alam (T1), hijauan sorgum (T2), rumput raja (T3) memberikan pengaruh yang tidak nyata. Glukosa darah dan urea darah yang dihasilkan masih dalam kisaran normal
Analisis Ekonomi Penggantian Pakan Komersial dengan Ampas Kecap Ekstrusi dan Ampas Kecap Fermentasi pada Pemeliharaan Ayam Pedaging
The research was conducted to know influence of extruded and fermented soybean pulp in commercial feed on feed conversion, feed cost per gain and income over feed cost. The research use 60 day old chick of broilers which were devided into 4 treatments, that is 1) were given commercial feed without substitution of extruded and fermented soybean pulp (T-0), 2) were given commercial feed with substitution of extruded soybean pulp as much as 5% (T-1), and 3) were given commercial feed with substitution of fermented soybean pulp as much as 5% (T-2). The variables observed is feed conversion, feed cost per gain, and income over feed cost. The result showed that given commercial feed with substitution of extruded and fermented soybean pulp can decrease of feed conversion and feed cost per gain but increase of income over feed cost. Feed conversion is 2.51 (T-0), 2.27 (T-1), and 2.32 (T-2), feed cost per gain Rp. 20.080,- (T-0), Rp. 17.473,33,- (T-1) and Rp. 17.878,50,-/kg (T-2), and Income over feed cost Rp. 4.223,20,- (T-0), Rp. 6.897,85,- (T-1) and Rp. 7.223,15,-/kg (T-2). Research conclusion is substitution of extruded and fermented soybean pulp in commercial feed can decrease of feed conversion and feed cost per gain but increase of income over feed cost.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggantian pakan komersial dengan ampas kecap ekstrusi dan ampas kecap fermentasi terhadap nilai ekonomis pada budidaya ayam pedaging. Materiyang digunakan yaitu 60 ekor day old chick(doc) dengan bobot badan rata-rata 42,8±1,4 gram/ekor.Perlakuan yang diterapkanyaitu pemberian pakan komersialtanpa penggantian ampas kecap ekstrusi dan ampas kecap fermentasi(kontrol; T-0); penggantian pakan komersial dengan ampas kecap ekstrusi sebanyak 5 % (T-1); penggantian pakan komersial dengan penggantian ampas kecap fermentasi sebanyak 5 %(T-2).Variabel yang diamati adalah nilai ekonomis pemeliharaan ayam pedaging yang meliputi konversi pakan, feed cost per gaindan income over feed cost.Hasil penelitian menunjukkan penggantian pakan komersial dengan ampas kecap ekstrusi dan ampas kecap fermentasi dapat menurunkan nilai konversipakan, dan nilai feed cost per gainserta dapat meningkatkan nilai Income over feed cost. Nilai konversipakan untuk masing-masing perlakuan yaitu 2,51(T-0), 2,27(T-1) dan2 , 3 2(T-2), nilai feed cost per gainsebesar Rp. 20.080,-(T-0), Rp. 17.473,33,-(T-1) dan Rp. 17.878,50,-/kg (T-2), dan nilai Income over feed cost sebesar Rp. 4.223,20,-(T-0), Rp. 6.897,85,-(T-1) dan Rp. 7.223,15,-/kg (T-2).Kesimpulan dari penelitian adalah penggantian pakan komersial dengan ampas kecap ekstrusi dan ampas kecap fermentasi mampu menurunkan nilai konversi pakan, biaya pakan dan meningkatkan pendapatan pada usaha budidaya ayam pedaging
Goal Programming untuk Optimasi Jadwal Perkuliahan pada Fakultas Pertanian UNIMOR
The Faculty of Agriculture, University of Timor often has problems scheduling courses. Lectures in 7 study programs with 543 courses and 118 lecturers must be distributed into the 15 available rooms. This limitation causes lecture scheduling not to be evenly distributed for several lecturer. Some lecturers experience schedule buildup on certain days and time periods of the week. In addition, there is a fairly long time lag between one lecture and another on the same day for several lecturers. This scheduling problem is modeled using the Goal Programming method. The LINGO 11.0 software was used to solve this model. The results obtained are that each lecturer gets a lecture schedule that is evenly distributed on each day of the week without experiencing an overlap in lecture schedules. This model also solves the problem of the long time span between lecture schedules of several lecturers by limiting teaching breaks to only one time before starting the next lecture on the same day for each lecturer.Fakultas Pertanian Universitas Timor sering mengalami permasalahan dalam penjadwalan mata kuliah. Perkuliahan 7 program studi dengan 543 mata kuliah dan 118 orang dosen harus didistribusikan ke dalam 15 ruangan yang tersedia. Keterbatasan ini menyebabkan penjadwalan perkuliahan tidak dapat terdistribusi secara merata bagi beberapa dosen. Beberapa dosen mengalami penumpukan jadwal pada hari dan periode waktu tertentu dalam seminggu. Selain itu, terdapat jeda waktu yang cukup panjang antara satu perkuliahan dengan perkuliahan yang lain dalam hari yang sama untuk beberapa dosen. Masalah penjadwalan ini dimodelkan dengan menggunakan metode Goal Programming. Perangkat lunak LINGO 11.0 digunakan untuk menyelesaikan model ini. Hasil yang diperoleh adalah setiap dosen mendapatkan jadwal perkuliahan yang terdistribusi secara merata pada setiap hari dalam seminggu tanpa mengalami tumpang tindih jadwal perkuliahan. Model ini juga menyelesaikan masalah rentang waktu yang panjang antara jadwal perkuliahan dari beberapa pengajar dengan membatasi jeda mengajar hanya satu periode waktu sebelum memulai perkuliahan berikutnya pada hari yang sama untuk setiap pengajar
Analisis Permintaan Konsumsi Cabai Rawit pada Rumah Tangga di Kota Mataram
This study aims to 1) analyze the characteristics of Cayenne Pepper consumers in Mataram, West Nusa Tenggara; and 2) analyze the factors that influence the demand for Cayenne Pepper in Mataram. This research was conducted at Kebun Roek Market, Pagesangan Market, and Tanjung Karang Market, Mataram, West Nusa Tenggara. Respondents were determined by quota sampling of 30 samples with accidental sampling technique. The analytical method used is a descriptive qualitative analysis method and quantitative analysis method using multiple linear regression analysis. The results showed that the consumer characteristics of cayenne pepper in this research were 100 percent female gender. The number of respondents aged 15-64 years old is 100 percent. Respondents who completed education at the Higher Education level were 63.33 percent. Respondents who have a profession as housewives are 36.66 percent. Respondents who have 3 family members are 46.66 percent. The results showed that the variable price of cayenne pepper and variable number of family members had a significant influence on the demand of cayenne pepper in Mataram.Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis karakteristik konsumen cabai rawit di Kota Mataram; dan 2) menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan cabai rawit di Kota Mataram. Penelitian ini dilakukan di Pasar Kebun Roek, Pasar Pagesangan, dan Pasar Tanjung Karang Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Responden yang digunakan ditentukan secara kuota sampling sebanyak 30 Sampel dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen cabai rawit pada penelitian ini sebanyak 100 persen adalah berjenis kelamin perempuan. Jumlah responden yang berusia pada rentang umur 15 – 64 tahun sebanyak 100 persen. Responden yang menyelesaikan pendidikan pada tingkat Perguruan Tinggi sebanyak 63,33 persen. Responden yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga sebanyak 36,66 persen. Responden yang memiliki jumlah anggota keluarga sejumlah 3 anggota sebanyak 46,66 persen. Hasil penelitian menunjukkan variabel harga cabai rawit dan variabel jumlah anggota keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan cabai rawit di Kota Mataram
Analisis Sikap dan Kepuasan Petani dalam Menggunakan Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Bersertifikat di Kabupaten Labuhan Batu Utara
Palm oil farming productivity is largely determinate by seed quality. The growing importance of the use of good quality seed to palm oil production encourages farmer to be more critical in choosing variety of palm oil seed. Attitude dan satisfaction of farmer in using certified palm oil seed is important to understand what the farmer want in farming activities. This research is designed to observe it. The attitudes of farmers were analyzed using fishbein multiatribut approach while customers satisfied using Important Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfied Index (CSI). Based on this research, attributes that affect farmers in using certified seed palm oil are production potential, seed endurance, plant age, seed viability, efficient in use fertilizers, variety, seed size, seed certified label, seed price, fresh fruit bunch price, seed location, seed availability, ease of selling fresh bunch price, and shop promotion. Fishbein multivariate analysis show that neutral attitudes on certified palm oil seed (76 percent). While result CSI on certified palm oil seed are satisfied 70.04 percent farmers.Produktivitas tanaman kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh kualitas benih yang digunakan. Pemakaian benih kelapa sawit bersertifikat dipercayai oleh petani yang kritis dalam memberikan produktivitas tanaman kelapa sawit yang bermutu dan kontinyu. Sikap dan kepuasan petani dalam menggunakan benih kelapa sawit bersertifikat merupakan hal yang perlu dicermati untuk memahami keinginan petani. Penelitian ini dirancang untuk mengamati hal tersebut. Sikap petani dianalisis dengan menggunakan pendekatan multiatribut fishbean sedangkan kepuasan dianalisis dengan menggunakan Important Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfied Index (CSI). Berdasarkan penelitian diketahui bahwa atribut-atribut yang menentukan sikap dan kepuasan petani adalah hasil panen, ketahan terhadap hama dan penyakit, umur tanaman, daya tumbuhbenih, efisiensi penggunaan pupuk, jenis varietas, ukuran benih, sertifikasi benih, harga benih, harga Tandan Buah Segar (TBS), kemudahan dalam akses benih, stok benih, kemudahan dalam menjual TBS, dan promosi toko.Analisis multiatribut Fishbeinmenunjukkan sikap netral terhadap benih kelapa sawit bersertifikat (76 persen). Sementara hasil CSI menunjukkan bahwa 70.04 persen petani merasa puas atas atribut-atribut pada benih kelapa sawit bersertifikat