Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Profil Fisika-Kimia Minyak Feun Kase (Thevetia Peruviana) Sebagai Sumber Baru Energi Terbarukan
The depletion of world fossil energy has led to the development of renewable energy from vegetable oils, including Feun Kase with abundant vegetable oils. The main focus of this research was to identify the physicochemical properties and to explore the potential of Indonesian Feun Kase (Thevetia peruviana) oil as renewable energy. Feun Kase oil has been isolated by press and soxhlet method. The soxhlet (66.32% weight) provided a higher yield than the press (25.58% weight). The oil yielded was directly tested for the physicochemical test according to SNI 7182: 2015 (Indonesian National Standard). The parameters in this research were water content, acid number, saponification number, iodine value, density, viscosity, cetane number, flash point, and cloud point. The GCMS profile showed the presence of several fatty acids such as hexadecenoic acid (palmitic acid), 9,12−octadecadienoic acid (linoleic acid), 9−octadecenoic acid (oleic acid), and octadecenoic acid (stearic acid). Although there was no conclusion in terms of biodiesel, this research could give the report as the basic information that revealed the potential of Feun Kase oil. Several tests revealed that Feun Kase oil can be used as the feedstock for biodiesel. Unlike palm oil, the non-edible oil of Feun Kase does not compete with the food sector. Thus, it indicated that Feun Kase oil is a very competitive feedstock for renewable energy.Ketersediaan energi fosil dunia yang semakin menipis menyebabkan meningkatnya pengembangan energi terbarukan dari minyak nabati, termasuk tanaman Feun Kase dengan kandungan minyak nabati yang berlimpah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sifat fisika kimia dan menggali potensi dari minyak biji Feun Kase (Thevetia peruviana) asal Indonesia sebagai energi terbarukan. Minyak Feun Kase telah diisolasi dengan metode tekan (press) dan soklet. Metode soklet memberikan rendemen yang jauh lebih tinggi (25,58% berat) dibanding metode tekan (66,32% berat). Hasil isolasi tersebut secara langsung dilakukan uji fisika kimia dengan parameter uji sesuai SNI 7182: 2015. Uji parameter yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji kadar air, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iod, densitas, viskositas, angka setana, titik nyala, dan titik kabut. Profil GCMS menunjukkan adanya kandungan beberapa asam lemak seperti asam hexadekanoat (asam palmitat), 9,12−oktadekadinoat (asam linoleat), 9−oktadekanoat (asam oleat), dan asam oktadekanoat (asam stearat). Meskipun penelitian ini tidak memberikan kesimpulan terkait performa biodiesel, namun di sini dilaporkan informasi dasar yang membuktikan potensi dari minyak ini. Beberapa uji parameter membuktikan bahwa minyak Feun Kase dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Tidak seperti minyak sawit, sifat non-edible oil yang tidak bersaing dengan pasar pangan memberikan indikasi bahwa minyak Feun Kase merupakan bahan baku yang sangat kompetitif untuk energi terbarukan
Manajemen Pakan dan Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat di Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Langkat
The purpose of this study is to determine the feed management and profitability of smallholder beef cattle farming. The study was conducted in Langkat Regency with a total of 80 respondents from smallholder beef cattle business. The method of the study is a survey. The data analysis used is descriptive quantitative. Data were analyzed using income analysis, profitability and One Sample T-Test using SPSS. The results showed that the management of feed, namely the feed provided only consisted of forage, feeding was given in the morning and evening and the way of feeding was the Kreman method. Based on the results of calculations during the covid 19 pandemic, the total of revenue were Rp. 16,122,500; production cost of Rp. 12,389,581. The amount of income is Rp. 3,732,919. Profitability value of 23.15% is greater than BRI Bank deposits of 4%, so the beef cattle business is declared profitable and feasible to be developed.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manajemen pakan dan profitabilitas usaha peternakan sapi potong rakyat. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Langkat dengan jumlah responden sebanyak 80 peternak usaha sapi potong rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Analisis data yang digunakan adalah deskriftif kuantitatif. Data dianalisis dengan menggunakan analisis pendapatan, profitabilitas dan One Sample T-Test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan manajemen pakan yaitu pakan yang diberikan hanya terdiri dari hijauan, pemberian pakan diberikan pada pagi dan sore hari dan cara pemberian pakan dengan metode kreman. Berdasarkan hasil perhitungan selama pandemi covid 19, jumlah penerimaan sebesar Rp 16.122.500; biaya produksi sebesar Rp 12.389.581. Besarnya pendapatan sebesar Rp 3.732.919. Nilai Profitabilitas sebesar 23,15% lebih besar dari deposito Bank BRI sebesar 4% maka usaha sapi potong dinyatakan menguntungkan dan layak dikembangkan
Aplikasi Bokashi Cair Berbahan Dasar Berbeda terhadap Pertumbuhan Sentro (Centrocema pubescens)
This research was conducted for 75 days, starting from early September to early November 2020 in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, University of Timor. The purpose of this study was to determine the application of different based liquid bokashi to Sentro growth (Centrocema pubescens). The research method used in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications so that there were 16 experimental units. The treatments given included R0 = without liquid bokashi, R1 = liquid bokashi made from beef feces, R2 = liquid bokashi made from goat feces, R3 = liquid bokashi made from chicken excreta. The variables tested included the number of leaves, stem diameter, and length of spread. The results of analysis of variance showed that the treatment given liquid bokashi from chicken excreta as a base material had a significant effect (P <0.05) where the liquid bokashi treatment from chicken excreta (R3) was better than those given liquid bokashi from other types, namely, with the number of leaves as much as 28.72 strands, stem diameter 0.29 cm, and length of spread 14.08. It can be concluded that the liquid bokashi made from chicken excreta produces good growth in Sentro (Centrocema pubencens) plants, namely with 18.72 leaves, 0.29 cm stem diameter, and 14.08 cm spread length.Penelitian ini telah dilaksanakan selama 75 hari, terhitung dari awal September sampai awal November 2020 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi bokashi cair berbahan dasar berbeda terhadap pertumbuhan sentro (Centrocema pubescens). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan antara lain R0 = Tanpa bokashi cair, R1 = Bokashi cair berbahan dasar feses sapi, R2 = Bokashi cair berbahan dasar feses Kambing, R3 = Bokashi cair berbahan dasar ekskreta ayam. Variabel yang diuji meliputi jumlah daun, diameter batang, dan panjang penyebaran. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan yang diberi bokashi cair dari bahan dasar ekskreta ayam berpengaruh nyata (P<0,05) dimana perlakuan bokashi cair dari bahan dasar ekskreta ayam (R3) lebih baik dibandingkan dengan yang diberi bokashi cair dari jenis lainnya, yaitu dengan jumlah daun sebanyak 28,72 helai, diameter batang 0,29 cm, dan panjang penyebaran 14,08. Dapat disimpulkan bahwa bokashi cair berbahan dasar ekskreta ayam menghasilkan pertumbuhan yang baik pada tanaman Sentro (Centrocema pubencens), yaitu dengan jumlah daun sebanyak 18,72 helai, diameter batang 0,29 cm, dan panjang penyebaran 14,08 cm
Pengaruh Subtitusi Ampas Tahu pada Pakan BR2 terhadap Berat Hidup, Berat Potong, Berat Dada dan Berat Paha Ayam Broiler
This study aims to determine the effect of tofu dregs substitution in BR2 feed on live weight, cut weight, breast weight and thigh weight for broiler chickens. This research was carried out in Poultry Housing of Animal Husbandry Study Program and the Laboratory of Agriculture Faculty, Timor University during 48 days, from July until August, 2020. This research used 96 broilers that is days old chick. The experimental design used the completely randomized design (CRD) consist of four treatments and four replication. The treatment that given is: P0 (100% commercial BR2 feed), P1 (95% commercial BR2 feed + tofu waste 5%), P2 (90% commercial BR2 feed + tofu waste 10%), and P3 (85% commercial BR2 feed + tofu waste 15%). The observed variables are live weight, cut weight, percentage of cut weight, breast weight, percentage of breast weight, thigh weight and percentage of thigh weight. The results of statistical analysis show that substitution of tofu waste in BR2 feed from a level of 0.05% to a level 0,10% can increase breast weight, but had no effect on live weight, cut weight and thigh weight of broiler chickens. It was eliminated that tofu pulp can be used to replace BR2 feed by 10%.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh subtitusi ampas tahu pada pakan BR2 terhadap berat hidup, berat potong, berat dada dan berat paha ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Ternak Unggas Program Studi Peternakan dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kefamenanu selama 42 hari, sejak bulan Juli sampai Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan 96 ekor ayam broiler umur sehari (Day Old Chick). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah, terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0(100% pakan BR2 komersial), P1(95% pakan BR2 komersial + ampas tahu 5%), P2(90% pakan BR2 komersial + ampas tahu 10%) dan P3 (85% pakan BR2 komersial + ampas tahu 15%). Variabel yang diamati adalah berat hidup, berat potong, persentase berat potong, berat dada, persentase berat dada, berat paha dan persentase berat paha. Analisis statistik menunjukkan bahwa subtitusi ampas tahu dalam pakan BR2 dari level 0,5% sampai dengan level 15 % berpengaruh tidak nyata terhadap berat hidup, berat potong, berat dada dan berat paha ayam broiler. Disimpulkan bahwa ampas tahu dapat digunakan untuk menggantikan pakan BR2 sebesar 15%
Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Keberlanjutan Usahatani Alpukat (Persea americana)
The sustainability of avocado fruit farming in Indonesia needs to be considered, this is because avocados have a large market potential in Indonesia. One of the factors in the sustainability of farming is the environment, where environmental factors consist of several indicators. The purpose of this study was to analyze the influence of environmental factors in influencing the sustainability of avocado farming. The method of determining the sample of farmers using stratified random sampling and obtained 125 respondents. Data analysis used path analysis with AMOS 24.0 software. The results of the path analysis show that environmental factors have a direct effect on sustainability with a standardized regression coefficient of 0.290. The forming of environmental factor variables consists of five indicators, including weeding and cleaning garbage, pruning branches, applying insecticides, applying fertilizers, and harvesting. The coefficient value is obtained from the fertilizer application indicator (x11 = 0.990); giving insecticides (x12 = 1.050); pruning branches (x13 = 1.080); weeding and clearing garbage (x14 = 1.050;, and harvesting (x15 = 1.000). Based on these data, it can be concluded that all indicators that form environmental variables have an effect on the sustainability of avocado farming.Keberlanjutan usahatani komoditas buah Alpukat di Indonesia perlu diperhatikan, Hal itu dikarenakan alpukat memiliki potensi pasar yang besar di Indonesia. Keberlanjutan usahatani tersebut salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan, dimana faktor lingkungan ini terdiri dari beberapa indikator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan dalam mempengaruhi keberlanjutan usahatani alpukat. Metode penentuan sampel petani menggunakan stratified random sampling dan didapat 125 responden. Analisis data menggunakan analisis jalur (Path analysis) dengan software AMOS 24.0. Hasil analisis jalur didapatkan bahwa faktor lingkungan berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan dengan koefisien regresi terstandar 0,290. Pembentuk variabel faktor lingkungan terdiri dari lima indikator, meliputi penyiangan rumput dan pembersihan sampah, pemangkasan ranting, pemberian insektisida, pemberian pupuk, dan pemanenan. Nilai koefisien didapat dari indikator pemberian pupuk (x11 = 0,990); pemberian insektisida (x12= 1,050), pemangkasan ranting (x13=1,080), penyiangan rumput dan pembersihan sampah (x14= 1,050), serta pemanenan (x15 = 1,000). Berdasar data tersebut dapat disimpulkan bahwa semua indikator pembentuk variabel lingkungan berpengaruh terhadap keberlanjutan usahatani alpukat
Pengaruh Wadah dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Fisik dan Jumlah Bakteri Susu Sapi Friesian Holstein di Benlutu
This research was conducted at the Chemical Laboratory of Widya Mandira University, Kupang from December 4 to December 22, 2018. This study aims to determine the physical quality of Friesian Holstein cow's milk and the total number of bacteria in each type of container and different storage time and can provide information to the community regarding the type of container and storage time for fresh milk is good so that the quality and quality of the milk is maintained. In this study, fresh milk was used with different storage containers made from glass, plastic and commercial plastic. The experimental design used was a factorial completely randomized design with 4 x 3 treatments and 4 replications. The treatments consisted of W0 = a container made of glass, W1 = a container made of plastic, and W2 = a container made of Tupperware which was stored for 1 day (P0), 3 days (P1), 5 days (P2), and 7 days (P3). The variables observed were an organoleptic test, acidity titration, pH, and TPC test. The results of the ANOVA variety showed that the storage container and storage time had a very significant effect (P <0.05) on the degree of acidity by tetrimetric, pH, and TPC, the interaction of storage containers, and storage time on the degree of acidity and TPC was very significant (P <0, 05) but the interaction for pH was not significant (P> 0.05). The conclusion from this study is that the type of container made from plastic bottles with a storage time of 1 day is better than containers made from glass bottles and tupperware. This can be seen from the results of the organoleptic test, acidity titration, pH, and TPC test.Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Widya Mandira Kupang pada tanggal 4 Desember sampai dengan tanggal 22 Desember 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik susu Sapi Friesian Holstein, jumlah total bakteri dalam jenis wadah dan lama penyimpanan yang berbeda, serta dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jenis wadah dan lama penyimpanan susu segar yang baik sehingga mutu dan kualitas susu tetap terjaga. Penelitian ini menggunakan susu segar dengan wadah penyimpanan yang berbeda, yakni wadah berbahan kaca, plastik, dan plastik komersial. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 4 x 3 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari W0= wadah berbahan kaca, W1= wadah berbahan plastik, dan W2= wadah berbahan Tupperware yang disimpan selama 1 hari (P0), 3 hari (P1), 5 hari (P2), dan 7 hari (P3). Adapun variabel yang diamati adalah uji organoleptik, titrasi keasaman, pH, dan uji TPC. Hasil sidik ragam anova menunjukkan wadah penyimpanan dan lama penyimpanan berpengaruh sangat signifikan (P<0,05) terhadap derajat keasaman secara tetrimetri, pH, dan TPC. Selanjutnya, interaksi dari wadah penyimpanan dan lama penyimpanan terhadap derajat keasaman dan TPC sangat signifikan (P<0,05); namun interaksi untuk pH tidak signifikan (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa susu yang disimpan dalam wadah berbahan botol plastik dengan lama penyimpanan 1 hari memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan susu dalam wadah berbahan botol kaca dan Tupperware. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji organoleptik, titrasi keasaman, pH, dan uji TPC
PENYELESAIAN MASALAH INFILTRASI DARI SALURAN DATAR PERIODIK MENGGUNAKAN DUAL RECIPROCITY BOUNDARY ELEMENT METHOD DENGAN FUNGSI BASIS RADIAL
This research discusses the numerical solution of the infiltration problem of the periodic flat channel and is solved using the Dual Reciprocity Boundary Element Method (DRBEM) numerical method with polynomial radial basis functions. DRBEM is a development of the Boundary Element Method, used for PDP solutions in the fields of mathematical physics and engineering. DRBEM has an important role in obtaining a solution to the Helmholtz equation by describing the reciprocal relation between the fundamental solution of the Laplace equation and the solution to be sought. Furthermore, the term containing the double integral in the calculation is approximated by the radial basis function, in order to obtain an equation containing only the boundary integral. The objective of the obtained numerical solution is then compared with the analytical solution obtained by Batu, in order to obtain an accurate solution of the polynomial radial base function for solving the infiltration problem. The mathematical models used in the infiltration problem are the Richards equations, Kirchoff transformation and the dimensionless variables for obtaining the modified Helmholtz equation. The results of the calculation of the numerical solution have shown that the DRBEM with the radial polynomial base function for the number of boundary elements resulting from the discretization and the number of interior collocation points at (N = 200, L = 400) and (N = 225, L = 400) obtained the approximate value ( error) from the six points in the region, indicating that the greater the value of N, the smaller the error. So that for FBR, and the one with the smallest error is , it means that it is close to the FBR used by Batu, is .. Thus, it is concluded that the more discrete line segments result in the region boundary, the numerical solution will approximate the analytical solution.
Keywords: Infiltration, modified Helmholtz equation, FBR, DRBEM.Abstrak
Penelitan ini mengkaji mengenai solusi numerik masalah infiltrasi dari saluran datar
periodik menggunakan metode Dual Reciprocity Boundary Element Method (DRBEM) dengan fungsi basis radial polinomial. DRBEM merupakan pengembangan dari Metode Elemen Batas, digunakan untuk penyelesaian PDP pada bidang fisika matematis dan teknik. DRBEM mempunyai peranan penting untuk memperoleh solusi persamaan Helmholtz dengan mendeskripsikan relasi reciprocal antara solusi fundamental persamaan Laplace dan solusi yang akan dicari. Selanjutnya, suku yang memuat integral lipat dua (double integral) dalam perhitungannya didekati dengan fungsi basis radial, agar didapat persamaan yang hanya memuat integral batas. Tujuan dari solusi numerik yang diperoleh selanjutnya dibandingkan dengan solusi analitik yang diperoleh Batu, agar diperoleh solusi yang akurat dari fungsi basis radial polinomial untuk penyelesaian masalah infiltrasi tersebut. Model matematika yang digunakan adalah persamaan Richards dan transformasi Kirchoff serta variabel-variabel tak berdimensi menjadi persamaan Helmholtz termodifikasi. Hasil perhitungan solusi numerik telah memberikan hasil bahwa DRBEM dengan fungsi basis radial polinomial tersebut untuk jumlah boundary element hasil diskritisasi dan jumlah titik kolokasi interior pada (N=200, L=400) dan (N=225, L=400) diperoleh nilai pendekatan (error) dari keenam titik di region, menunjukkan semakin besar nilai N maka semakin kecil errornya. Sehingga untuk FBR , dan yang memiliki error terkecil adalah artinya mendekati FBR yang digunakan oleh Batu, yakni . Dengan demikian, disimpulkan bahwa semakin banyak ruas garis hasil diskritisasi pada batas region, solusi numerik akan mendekati solusi analitiknya
Peningkatan Kompetensi Peternak dan Keberlanjutan Usaha Sapi Potong di Desa Oebkim Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara
Competence is the result of an empowerment process. Empowerment is a process that aims to provide power to the community or activities that make the community able to build themselves, able to work together. The purpose of this study was to analyze the characteristics of breeders, counseling support, external environmental support, competency level, level of sustainability and analyze the factors that influence the competence and sustainability of beef cattle business in Oebkim Village, Bikomi Selatan District, Timor Tengah Utara Regency. The results showed that the factors influencing the competence of farmers in Oebkim Village were external environmental support. Farmers' competence is reflected by their ability in marketing. Market and capital institutions have not yet fully functioned in beef cattle business. Some farmers still have difficulty in accessing capital and business credit so that farmers are limited in increasing the scale of their business. The factor influencing the sustainability of the beef cattle business in Oebkim Village is the characteristics of the breeders. Characteristics of farmers are reflected by age and education. Competence does not affect the sustainability of the beef cattle business in Oebkim Village.Kompetensi merupakan hasil dari sebuah proses pemberdayaan. Pemberdayaan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk memberikan daya-daya pada masyarakat atau kegiatan yang membuat masyarakat mampu membangun dirinya sendiri, mampu bekerjasama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik peternak, dukungan penyuluhan, dukungan lingkungan eksternal, tingkat kompetensi, tingkat keberlanjutan serta menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kompetensi dan keberlanjutan usaha ternak sapi potong di Desa Oebkim Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi kompetensi peternak di Desa Oebkim adalah dukungan lingkungan eksternal. Kompetensi peternak direfleksikan oleh kemampuan dalam pemasaran. Kelembagaan pasar dan modal belum sepenuhnya berfungsi pada usaha peternakan sapi potong. Sebagian peternak masih kesulitan dalam mengakses modal dan kredit usaha sehingga peternak terbatas dalam menambah skala usahanya. Faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha peternakan sapi potong di Desa Oebkim adalah karakteristik peternak. Karakteristik peternak di refleksikan oleh umur dan pendidikan. Kompetensi tidak berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha peternakan sapi potong di Desa Oebkim
PEMBUATAN BIODIESEL MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN BIOKATALIS EKSTRAK KASAR LIPASE DARI BIJI KESAMBI (Schleichera oleosa L.)
Biodiesel is one type of alternative diesel fuel that is environmentally friendly,can be updated and used as a substitute for diesel. Used cooking oil has the potential as a raw material for making biodiesel because it contains triglycerides and free fatty acis that can be converted into methyl esters. The general production of biodiesel is produced through esterification and transesterification reactions using chemical and biological catalysts. The purpose of this study was to determine the process of making biodiesel using used cooking oil with biocatalyst crude extract of kesambi seed lipase. The stages of research are, purification of used cooking oil, isolation of crude extract of lipase enzyme, analysis of hydrolysis activity test of transesterification activity, hydrolysis of oil esterification activity test, esterification activity, hydrolysis of oil esterification activity test, esterification reaction, separation of biodiesel, and characterization of biodiesel. The data analysis used was descriptive quantitative data analysis and the transesterification activity test was carried out by multiple linear regression test. Based on the results of the study it was obtained that the density was 0.8605 g/cm2, the viscosity was 1.397 mm2/s and the acid number was 0.65 mgKOH/g.Thus, making used cooking oil biodiesel using a crude lipase extract biocatalyst needs to be done in an effort to develop biodiesel production by utilizing kesambi seeds as biocatalysts.Biodiesel merupakan salah satu jenis bahan bakar diesel alternatif yang ramah lingkungan, dapat diperbaharui dan dimanfaatkan sebagai bahan pengganti solar/diesel. Minyak jelantah berpotensi sebagai bahan baku pembuatan biodiesel karena mengandung trigliserida dan asam lemak bebas yang dapat dikonversi menjadi metil ester. Umumnya pembuatan biodiesel dihasilkan melalui reaksi esterifikasi,dan transesterifikasi dengan menggunakan katalis kimia dan biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan biodiesel menggunakan minyak jelantah dengan biokatalis ekstrak kasar lipase biji kesambi. Tahapan penelitan yaitu, pemurnian minyak jelantah, isolasi ekstrak kasar enzim lipase, analisis aktivitas hidrolisis, uji aktivitas transesterifikasi, hidrolisis minyak uji aktivitas esterifikasi, reaksi esterifikasi, pemisahan biodiesel, dan karaterisasi biodiesel. Analisis data yang digunakan adalah analisis data secara deskriptif kuantitatif dan pada uji aktivitas transesterifikasi dilakukan dengan uji regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh yaitu densitas 0,8605 g/cm2, viskositas 1.397 mm2/s dan angka asam 0,65 mgKOH/g. Dengan demikian, pembuatan biodiesel minyak jelantah menggunakan biokatalis ekstrak kasar lipase perlu dilakukan dalam upaya pengembangan produksi biodiesel dengan memanfaatan biji kesambi sebagai biokatalis
Daya Kecambah Kabesak (Acacia Leucophloea) dan Asam Jawa (Tamarindus Indica) Menggunakan Variasi Bahan dan Waktu Perendaman
In the cultivation of local forest plant species, knowledge of appropriate germination techniques is needed to obtain large quantities of seedlings with good quality seedlings. Kabesak (Acacia leucophloea) and tamarind (Tamarindus indica) were selected for this study because they are plants that have important economic and ecological benefits for local communities. The research objective was to determine the best use of variations of immersion materials and immersion time in increasing the germination of Kabesak and tamarind. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD) with 2 factorials and 3 replications. The first treatment factor was immersion material with 3 treatments, namely immersion using hot water, MSG, and cow urine. The second factor was the immersion time with variations in the length of immersion for 6 hours, 12 hours and 24 hours. The results of the kabesak seed germination test showed that pretreatment was needed to soften the kabesak seed coat so that the imbibition process could run faster to spur the germination process. Soaking treatment with hot water produced the highest germination capacity compared to immersion treatment with other materials for A. leucophloea seeds. The best interaction for the immersion material and the length of soaking on the kabesak germination was the soaking treatment with hot water for 12 hours. For the tamarind germination test, it was found that the immersion material did not significantly affect the germination capacity of the seeds. The tamarind germination was significantly affected by the length of soaking, the best soaking was 6 hours.Dalam pembudidayaan jenis tanaman hutanan lokal perlu pengetahuan mengenai teknik perkecambahan yang tepat, untuk memperoleh semai secara cepat dalam jumlah banyak dengan kualitas semai yang baik. Tanaman kabesak (Acacia leucophloea) dan asam jawa (Tamarindus indica) dipilih untuk penelitian ini karena merupakan tanaman yang memiliki manfaat penting secara ekonomis dan ekologis bagi masyarakat lokal. Tujuan penelitian yakni mengetahui penggunaan variasi bahan perendaman dan waktu perendaman yang paling baik dalam meningkatkan perkecmabahan kabesak dan asam jawa. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktorial dan 3 ulangan. Faktor perlakukan pertama yakni bahan perendaman dengan 3 perlakuan yaitu perendaman menggunakan air panas, MSG, dan urin sapi. Faktor kedua yakni waktu perendaman dengan variasi lama perendaman 6 jam, 12 jam dan 24 jam. Hasil uji daya kecambah benih kabesak menunjukkan bahwa diperlukan perlakuan awal untuk melunakkan kulit biji kabesak sehingga proses imbibisi dapat berjalan lebih cepat untuk memacu proses perkecambahan. Perlakuan perendaman dengan air panas menghasilkan daya kecambah tertinggi dibanding perlakuan perendaman dengan bahan lainnya terhadap benih A. leucophloea. Interaksi terbaik untuk bahan perendaman dan lama perendaman terhadap daya kecambah kabesak yaitu perlakuan perendaman dengan air panas selama 12 jam. Untuk uji daya kecambah asam jawa diketahui bahwa bahan perendaman tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap daya kecambah benih tersebut. Daya kecambah asam jawa secara signifikan dipengaruhi oleh lama perendaman, perendaman terbaik yaitu selama 6 jam