Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Respon Karakter Agronomi Cabai Rawit Lokal (Capsicum Frutescens L.) terhadap Perlakuan Fitohormon sebagai Upaya Domestikasi Pemuliaan Tanaman
This study aims to determine the response of plants through the application of natural phytohormones and to obtain the optimal concentration and frequency of the domestication of local cayenne pepper plants on the island of Timor. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of two treatment factors. The first factor is the dose of organic ZPT (D) which consists of 3 levels, namely D0 control, D1 = 20 ml/water, D2 = 30 ml/water. The second factor is the application time of ZPT (B) which consists of three levels, namely B1 = 1 week, B2 = 2 weeks, B3 = 3 weeks. The results showed that there was no interaction between the time of application of phytohormones and the dose of phytohormones for all observed parameters. However, the best environmental parameters were given by a treatment dose of 90 ml/L with an application time of 2 weeks. The best growth parameters were given by treatment 90 ml/L with a time of application of 2 weeks on plant height parameters, treatment without the best phytohormone measurements on the parameters of stem diameter, weight of seeds per plant, weight of 100 seeds, fruit weight, number of fruits per plant, while the treatment without dose The phytohormone (control) produced higher yield characters than the 45 ml/L and 90 ml/L dose of phytohormone treatment. Treatment of the 45 ml/L dose is the best phytohormone measurement that provides the best fruit length per plant and fruit diameter for the cultivation of local cayenne pepper on the island of Timor.Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon tanaman melalui aplikasi fitohormon alami dan Mendapatkan konsentrasi dan frekuensi yang optimal terhadap domestikasi tanaman cabai rawit lokal Pulau Timor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah takaran penggunaan ZPT organik (D) yang terdiri dari 3 aras yaitu D0 kontrol D1 = 20 ml/air, D2 =30 ml/air. Faktor kedua adalah waktu aplikasi ZPT (B) yang terdiri dari tiga aras yakni B1 = 1 minggu, B2 = 2 minggu, B3 = 3 minggu. Hasil penelitian menunjukkan Tidak terjadi interaksi antara perlakuan waktu aplikasi fitohormon dan takaran fitohormon terhadap semua parameter pengamatan. Namun parameter lingkungan terbaik diberikan oleh perlakuan takaran 90 ml/L dengan waktu aplikasi 2 minggu. Parameter pertumbuhan terbaik diberikan oleh perlakuan 90 ml/L dengan waktu aplikasi 2 minggu pada parameter tinggi tanaman, perlakuan tanpa takaran fitohormon terbaik pada parameter diameter batang, berat biji pertanaman, berat 100 biji, berat buah, jumlah buah per tanaman, sedangkan perlakuan tanpa takaran fitohormon (kontrol) menghasilkan karakter hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan takaran fitohormon 45 ml/L dan 90 ml/L. Perlakuan takaran 45 ml/L merupakan takaran fitohormon terbaik yang memberikan panjang buah per tanaman dan diameter buah terbaik untuk budidaya cabai rawit lokal pulau Timor
Strategi Pengembangan Aneka Dodol Berbasis Bahan Baku Lokal di Kabupaten Lampung Barat
The purpose of this study was to analyze the strategy of developing various dodol based on local raw materials in Sekincau Village, West Lampung Regency. The method used in this research is SWOT analysis. Respondents were chosen purposively, namely in Desa Sekincau with a sample of 20 respondents and 4 experts who were competent in the knowledge of the development of various dodol based on local raw materials. The results of this study indicate that based on the results of the analysis on the SWOT matrix the recommendations that must be given are the "Progressive" strategy. Alternative dodol development strategies that can be applied are (1) Utilizing preservative-free (natural) quality products as a potential market share that is still broadly supported by increasing public interest in products and creating new jobs due to wider markets. (S1, O1.O2.O3) (2) Utilizing production units that are close to sources of raw materials and creating jobs for the surrounding community. (S2, O3)Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pengembangan aneka dodol berbasis bahan baku lokal di Desa Sekincau Kabupaten Lampung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis SWOT. Responden dipilih secara sengaja (purposive) yaitu di Desa Sekincau dengan jumlah sampel 20 responden dan 4 orang ahli yang berkompeten dalam pengetahuan pengembangan aneka dodol berbasis bahan baku lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis pada matrik SWOT rekomendasi yang harus diberikan adalah strategi “Progresifâ€. Alternatif strategi pengembangan aneka dodol yang dapat diterapkan yaitu (1) Memanfaatkan produk berkualitas (alami) bebas bahan pengawet sebagai potensi pangsa pasar yang masih luas didukung dengan peningkatan minat masyarakat terhadap produk dan menciptakan lapangan pekerjaan baru akibat pasar semakin luas. ( S1, O1.O2.O3) (2) Memanfaatkan unit produksi yang dekat dengan sumber bahan baku dan menciptakan lapangan pekejaan bagi masyarakat sekitar. (S2,O3
PEMURNIAN MINYAK GENOAK ( Acorus calamus ) ASAL PULAU TIMOR MENGGUNAKAN DISTILASI PENGURANGAN TEKANAN
A research about Asaron oil purification produced over Stahl distillation has been done. This research was conducted by distillation of genoak’s roots, rhizomes and laeves whilist the purification was carried out through reduced pressure distillation. A yellowish oil was yield respectively 1,83 gram from the roots and rhizomes and 1,26 gram from laeves which the was revealed as 90,49% pure of asaron confirmed by GC-MS, 1H-NMR and FT-IR analysis.Telah dilakukan penelitian mengenai pemurnian minyak asaron hasil distilasi Stahl menggunakan distilasi pengurang tekanan. Pada penelitian ini dilakukan distilasi akar, batang dan daun genoak, kemudian minyak yang diperoleh dimurnikan dengan distilasi pengurangan tekanan. Rendemen hasil pemurnian distilasi pengurangan tekanan yang diperoleh yaitu 19,8%. Hasil analisis FTIR, NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak genoak mengandung kemurnian senyawa asaron sebesar 90,49%
Perubahan Ukuran Linear Tubuh Kambing Kacang Jantan yang diberikan Silase Komplit Berbahan Dasar Hijauan Sorgum, Rumput Raja dan Rumput Alam
The purpose of this study was to determine changes in the linear body size of male goats which were given complete silage based on Sorghum bicolor, Pennisetum purpuphoides and natural grass. The variables studied were body length, chest circumference, and shoulder height. The research method used was a Completely Randomized Design with the treatment given was TI: Sorghum bicolor 45% + Leucaena leococephala 20% + Corn 25% + pollard 10%, T2: Natural Grass 45% + Leucaena leococephala 20% + Corn 25% + Pollard 10%, Q3: Pennisetum purpuphoides 45% + Leucaena leococephala 20% + Corn 25% + pollard 10%. The results showed that shoulder height, body length and chest circumference in male goat goats for the three treatments using natural grass-based (T1), Pennisetum purpuphoides (T3) and Sorghum bicolor (T2) silage feed showed relatively similar results and had no effect. real. It was concluded that the use of different forages (natural grass, Sorghum bicolor, and Pennisetum purpuphoides) as the basis for making complete silage can increase the linear growth of a relatively similar body of goat nuts. The use of Sorghum bicolor (T2) in the manufacture of complete silage showed a higher body length, chest circumference, and shoulder height between treatments (T1 and T3).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perubahan ukuran linear tubuh kambing kacang jantan yang diberikan silase komplit berbahan dasar hijauan sorgum, rumput raja dan rumput alam. Variabel yang diteliti adalah panjang badan, lingkar dada, dan tinggi pundak. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan yang diberikan adalah TI : Sorgum 45% + Lamtoro 20% + Jagung 25% + pollard 10%, T2 : Rumput Alam 45% + Lamtoro 20% + Jagung 25% + pollard 10%, T3 : Rumput Raja 45% + Lamtoro 20% + Jagung 25% + pollard 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada pada ternak kambing kacang jantan untuk ke tiga perlakuan penggunaan pakan silase berbasis rumput alam (T1), rumput raja (T3) dan hijauan sorgum (T2) menunjukkan hasil yang relative sama dan berpengaruh tidak nyata. Disimpulkan bahwa penggunaan hijauan yang berbeda (rumput alam, hijauan sorgum, dan rumput raja) sebagai bahan dasar pembuatan silase komplit relatif sama dalam meningkatkan pertumbuhan linear tubuh kambing kacang namun penggunaan hijauan sorgum (T2) dalam pembuatan silase komplit menghasilkan panjang badan, lingkar dada, dan tinggi pundak lebih tinggi diantara perlakuan (T1 dan T3)
Efisiensi Reproduksi Induk Sapi Bali yang dikawinkan dengan Bangsa Sapi Brangus secara Inseminasi Buatan di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara
This Study aims to determine the reproductive efficiency of Bali cows mated with Brangus cows by artificial Insemination (AI) in west Insana District, Nort central Timor Regency. This research will be conducted for two months in the area of west Insana Sub-district, east Central Timor district in July 2019 until September 2019. The method used in this research in the census method carried out on female Bali cows that have been in the IB at least once pregnant and / or have given birth, using the semen of the Brangus male (sample). Primary data were interviews and observations (guided by prepared questionnaires) with a number of breeders who have a Balinese cow with a minimum of 2 cows. Where as secondary data was obtained from various agencies related to this study such as the livestock service, sub-district monoraphs, and the central statistical office. Conclude that the averange Bali cows mated by AI with semen of Brangus bull males provide good reproductive efficiency and above normal with the values of each variable being: CR: 68,70± 26,83%; S/C: 1,73± 0,79; Long gestation: 272,23 ± 3,96 days CI: 384,62 ± 48,41 days. Reproductive efficiency of Bali cows mated with semen of Brangus male cows has a close ralation ship with: Service per Conception, Conception Rate, Calving Intrval, and Long Gestation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi reproduksi induk sapi Bali yang dikawinkan dengan bangsa sapi brangus secara Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan di wilayah Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan Juli 2019 sampai dengan september 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus yang dilakukan terhadap Induk sapi Bali betina yang pernah di IB minimal satu kali bunting dan atau telah melahirkan, menggunakan semen pejantan Brangus (sampel). Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan pengamatan langsung (berpedoman pada kuesioner yang telah disiapkan) dengan sejumlah peternak yang memiliki induk sapi Bali dengan jumlah pemilikan minimal 2 ekor. Sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai instansi terkait dengan penelitian ini seperti Dinas Peternakan, monografi Kecamatan, dan kantor Badan Pusat Statistik. Disimpulkan bahwa rata-rata induk sapi Bali yang dikawinkan secara IB dengan semen pejantan sapi Bragus memberikan efisiensi reproduksi yang baik dan di atas normal dengan nilai masing-masing variabel adalah: CR: 68,70 ± 26,83%; S/C: 1,73 ± 0,79; Lama kebuntingan: 272,23 ± 3,96 hari, CI: 384,62 ± 48,41 hari. Efisiensi reproduksi induk sapi Bali yang dikawinkan secara IB dengan semen pejantan sapi Brangus memiliki keeratan hubungan dengan Service Per Conception, Conception Rate dan Calving interval
Studi Morfologi Bunga Jantan dan Serbuk Sari pada Genus Musa
Grouping a plant can be done by recognizing the character of the plant. One character can be seen through the difference in the morphology of flowers and pollen. The purpose of this study was to determine the form of variations in male flowers and pollen of the genus Musa which can be used as a source of taxonomic evidence. This study used 10 banana accessions analyzed by descriptive qualitative. The result showed the character difference of male banana flower morphology was more varied than the pollen morphology.Pengelompokan suatu tanaman dapat dilakukan dengan mengenal karakter dari tanaman. Salah satu karakter dapat ditinjau lewat perbedaan morfologi bunga dan serbuk sari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk variasi bunga jantan dan serbuk sari genus Musa yang dapat digunakan sebagai sumber bukti taksonomi. Penelitian ini menggunakan 10 aksesi pisang yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakter morfologi bunga jantan pisang lebih bervariasi dibandingkan dengan morfologi serbuk sari
Identifikasi Cendawan Patogen pada Beberapa Kultivar Benih Kacang Tunggak (Vigna unguicullata L.) Berdasarkan Ketinggian Tempat yang Berbeda di Kabupaten Timor Tengah Utara
Cowpea plant (Vigna unguiculata L.) is one of the legume plants. Physiologically, this plant has a fairly high level of adaptation, both in low and high altitudes so that it becomes a tradition for the people of North Central Timor to continue to cultivate it. Yield of cowpea production in the North Central Timor region every year remains low due to environmental conditions and pathogenic fungus attacks in the storage process that is not quite right. This study aims to determine the types of pathogenic fungi that attack, the resistance of varieties and the influence of altitude on pathogenic activity. The research was conducted in September to October in the Laboratory of the Faculty of Agriculture and Biology Laboratory, University of Timor. The study design uses a completely randomized design (CRD) with 2 factorial patterns, the first factor is the seed variety and the second factor is the area. Each treatment was repeated 3 times so that there were 27 experimental units. Observation of pathogen identification was carried out by morphological characterization, and seed viability viability testing was carried out using the UKDdp method. The observational data were then analyzed using a completely randomized design (ANOV) variance and further tested using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a significant level of 5%. Based on research that has been conducted, that there are five contaminant fungi contaminating red, white, black varieties of cowpea from several regions in the TTU region, including Fussarium sp, Fungi Melanospora sp, Fungi Collectotrichum sp, Fungi Aspergillus sp, and Fungi Altenaria sp. The biggest attack was caused by the fungus Fussarium sp.Tanaman kacang tunggak (Vigna unguiculata L.) merupakan salah satu tanaman leguminose. Secara fisiologis, tanaman ini memiliki tingkat adaptasi yang cukup tinggi, baik didataran rendah maupun tinggi sehingga menjadi tradisi bagi masyarakat Timor Tengah Utara (TTU) untuk terus membudidayakannya. Hasil produksi kacang tunggak di daerah TTU setiap tahun tetap saja rendah oleh karena kondisi lingkungan dan serangan cendawan patogen pada proses penyimpanan yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis cendawan patogen yang menyerang, ketahanan Kultivar dan pengaruh ketinggian tempat terhadap aktivitas patogen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2019 di Laboratorium Fakultas Pertanian dan Laboratorium Biologi Universitas Timor. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 pola faktorial, faktor pertama Kultivar benih dan faktor kedua adalah daerah. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Pengamatan identifikasi patogen dilakukan dengan karakterisasi morfologi, dan pengujian vigor viabilitas benih dilakukan dengan metode UKDdp. Data hasil pengamatan kemudian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (anova) rancangan acak lengkap (RAL) dan diuji lanjut dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat signifikan 5 %. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, bahwa terdapat lima cendawan kontamin yang mengkontaminasi benih kacang tunggak Kultivar merah, putih, hitam dari beberapa daerah di wilayah TTU antara lain Cendawan Fussarium sp, Cendawan Melanospora sp, Cendawan Collectotrichum sp, Cendawan Aspergillus sp, dan Cendawan Altenaria sp. Serangan terbesar disebabkan oleh cendawan Fussarium sp
Pengaruh Diameter Ahukle’an dan Takaran Kompos Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Lokal Putih di Lahan Kering
Corn is one of the main food ingredients besides rice for people on the island of Timor. Therefore, people on this island have a different way of planting corn from people on other islands in Indonesia. One of the existing community cultivation techniques and is a local wisdom of the community is Ahukle’an, which is a corn cultivation technique developed by the community in the Besikama area, West Malaka District, Malaka Regency, East Nusa Tenggara (NTT). The study aims to determine the growth and yield of local maize varieties in the Ahukle’an system and the application of biochar in dry land carried out in May - September 2019 in the experimental gardens of the Faculty of Agriculture, University of Timor, Kota Kefamenanu District, Timor Tengah Utara Regency. This research uses Strip Plot Design in factorial consisting of 2 factors. The first factor is the diameter of the ahukle'an consisting of 2 levels namely 7.5 cm, 15 cm. The second factor is the dose of biochar compost consisting of 3 levels, namely without biochar compost, biochar compost 5 t / ha, biochar compost 10 t / ha. The results showed that there was an interaction between the biochar compost treatment and the ahuklean diameter of the soil temperature observation parameters 28 HST, 35 HST, 42 HST, 56 HST, and 63 HST; leaf number 42 HST, 49 HST, and 63 HST. The 15 cm diameter ahukle’an treatment affected the yield of dry shelled per plant (44.68 g). The dose of 5 t / ha biochar compost significantly affected the yield of dry shelled per plant (31.81 g).Jagung adalah salah satu bahan pangan utama selain padi bagi masyarakat di pulau Timor. Karena itu masyarakat di pulau ini me miliki cara penanaman jagung yang berbeda dari masyarakat di pulau-pulau lain di Indonesia. Salah satu teknik budidaya masyarakat yang ada dan merupakan kearifan lokal masyarakat adalah Ahukle’an, yang merupakan teknik budidaya jagung yang dikembangkan oleh masyarakat di kawasan Besikama, Kabupaten Malaka, Kecamatan Malaka Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil varietas jagung lokal dalam sistem Ahukle’an dan aplikasi biochar di lahan kering yang dilaksanakan pada bulan Mei-September 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kecamatan Kota Kefamenanu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Beralur (Strip Plot Design) pada faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yakni Diameter ahukle’an terdiri dari 2 level yakni 7,5 cm, 15 cm. Faktor kedua yakni takaran kompos biochar yang terdiri dari 3 level yakni tanpa kompos biochar, kompos biochar 5 t/Ha, kompos biochar 10 t/Ha. Hasil penelitian menunjukan bahwa Terjadi interaksi antar perlakuan kompos biochar dan diameter ahukle’an terhadap parameter pengamatan suhu tanah 28 HST, 35 HST, 42 HST, 56 HST, dan 63 HST; jumlah daun 42 HST, 49 HST, dan 63 HST. Terjadi interaksi antar perlakuan kompos biochar dan diameter ahukle’an terhadap parameter pengamatan suhu tanah 28 HST, 35 HST, 42 HST, 56 HST, dan 63 HST; jumlah daun 42 HST, 49 HST, dan 63 HST. Perlakuan diameter ahukle’an 15 cm berpengaruh terhadap hasil berat pipilan kering per tanaman (44,68g). Takaran kompos biochar 5 t/Ha berpengaruh nyata terhadap hasil berat pipilan kering per tanaman (31,81g)
KARAKTERISASI SUBSTRAT DAN SUHU EKSTRAK KASAR LIPASE Aspergillus niger M1407
Isolation of crude extract lipase Aspergillus niger M1407 using kesambi seeds flour medium through solid state fermentation was carried for substrate and temperature characterization fo determenie optimal condition enzyme substarate reaction. The aim of this study are determenie the substrate and temperature profile crude extract lipase Aspergillus niger M1407. This research was conducted in the laboratory (microbiology and chemistry) of the Biology Education Study Program at Artha Wacana Christian University, Kupang, in January 2019 untel March 2019. The method used in this study divided into four stages, namely medium preparation for Aspergillus niger M1407 lipase; Solid-State Fermentation medium for 7 days; substrate characterization using oleic acid + ethanol in isooktan and oleic acid + methanol in isooktan and temperature characterization was done at 20oC, 30oC, 40oC, 50oC, and 60oC. Analysis of crude extract lipase Aspergillus niger M1407 activity using the titration method. Data obtained in quantitative descriptive analysis. The results of this study indicate that the crude extract lipase Aspergillus niger M1407. crude enzyme lipase Aspergillus niger M1407 activity is better on oleic acid methanol + substrate which has 200 U / mL activity while temperature characterization show best activity at 40oC with 580 u / mL lipase activity.Isolasi ekstrak kasar Aspergillus niger M1407 menggunakan medium tepung biji kesambi melalui solid state fermentation telah dilakukan sehingga perlu dilakukan karakterisasi substrat dan suhu untuk menentukan kondisi optimal reaksi enzim substrat ekstrak kasar lipase Aspergillus niger M1407.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil substrat dan suhu ekstrak kasar lipase Aspergillus nigerM1407, Penelitian ini dilakukan di laboratorium (mikrobiologi dan kimia) Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, pada bulan januari 2019 – maret 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi empat tahapan yaitu pembuatan medium untuk isolat lipase Aspergillus niger M1407; pembuatan medium Solid-State Fermentation selama 7 hari; karakterisasi substrat menggunakan asam oleat +etanol dalam isooktan dan asam oleat + metanol dalam isooktan dan karakterisasi suhu pada variasi suhu 20oC, 30oC, 40oC, 50oC, dan 60oC; serta pengujian Analisis aktivitas lipase menggunakan metode titrasi. Data yang di peroleh di analisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas enzim ekstrak kasar lipase Aspergillus niger M1407 lebih baik pada substrat asam oleat dalam metanol yang memiliki aktivitas 200 U/mL sedangkan karakterisasi suhu, merupakan aktivitas ekstrak kasar lipase Aspergillus niger M1407 memiliki suhu optimum pada suhu 40oC dengan aktivitas enzim yaitu 580 u/mL
Pengaruh Skarifikasi Kimia Terhadap Perkecambahan Benih Jambu Mete (Anacardium occidentale L.)
Cashew is a plant that has the potential to help the welfare of farmers in the economic field. In general, cashew has a high economic value. Other benefits of cashew from the roots, stems and leaves can be used as medicine (Prihatman, 2000) and fruit and seeds to be a food source with high nutritional value.This study aims to determine the rate of cashew seed germination and optimum concentration by giving HCl and H2SO4. This research uses factorial pattern.The first factor is HCl with 4 levels of treatment consisting of 0%, 35%, 40%, 45% and 50%. The second factor is H2SO4 with 4 treatment levels consisting of 0%, 35%, 40%, 45% and 50%, and 4 controls.Each treatment consisted of 4 replications. Observation parameters in this study include germination, germination speed, and the average daily germination value. Empirical data obtained were analyzed using ANOVA (F test), followed by DMRT test at 5% level, if Fcount>Ftable (α=0.05). Based on ANOVA results, HCl administration significantly affected all observed parameters while H2SO4 and the interaction between HCl and H2SO4 did not significantly affect germination, germination speed and average daily germination value.DMRT test showed the fastest germination speed was found in the A4 treatment. The treatment with the highest value on the parameter observed was the average daily germination value in the A4 treatment. Thus it can be concluded that the HCl solution has a significant effect on each observation parameter. Whereas H2SO4 and the interaction between HCl and H2SO4 had no significant effectJambu mete merupakan tanaman yang berpotensi membantu kesejahteraan petani dibidang ekonomi. Secara umum jambu mete memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Manfaat lain dari jambu mete mulai dari akar, batang dan daun dapat digunakan sebagai obat-obatan (Prihatman, 2000) serta buah dan biji menjadi sumber makanan dengan nilai gizi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju perkecambahan benih jambu mete dan konsentrasi optimum dengan pemberian HCl dan H2SO4. Penelitian ini menggunakan RAL pola faktorial. Faktor pertama berupa HCl dengan 4 taraf perlakuan terdiri atas 0%, 35%, 40 % , 45% dan 50%. Faktor kedua berupa H2SO4 dengan 4 taraf perlakuan terdiri atas 0%, 35%, 40 % , 45% dan 50%, dan 4 kontrol. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi daya kecambah, kecepatan berkecambah, dan nilai rata-rata perkecambahan harian. Data empiris yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (uji F), dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%, Jika FhitungFtabel (α=0,05). Berdasarkan hasil ANOVA, pemberian HCl berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan sedangkan H2SO4 dan interaksi antara HCl dan H2SO4 tidak berpengaruh nyata terhadap daya kecambah, kecepatan berkecambah dan nilai rata-rata perkecambahan harian. Uji DMRT menunjukan kecepatan berkecambah tercepat terdapat pada perlakuan A4. Perlakuan dengan nilai tertinggi pada parameter pengamatan nilai rata-rata perkecambahan harian pada perlakuan A4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa larutan HCl berpengaruh nyata pada setiap parameter pengamatan. Sedangkan H2SO4 dan interaksi antara HCl dan H2SO4 tidak berpengaruh nyata