Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
    604 research outputs found

    Karakteristik Peternak dan Dukungan Penyuluhan dalam Mendukung Kemampuan Manajerial Beternak Sapi Potong di Desa Oepuah Utara

    Get PDF
    The character of the farmer is something that lies in the nature that is contained in a person when someone implements and has courage. The purpose of this study was to analyze how the influence of breeders and livestock extension support on improving the managerial ability of beef cattle in North Oepuah Village, Biboki Monleu District, North Central Timor Regency. The type of research used is the sampling method carried out by purposive sampling. Data collection was carried out using a questionnaire. The results showed the influence of breeders and extension support on the managerial ability of raising beef cattle in North Oepuah Village, namely education, training intensity, appropriateness of extension methods.Karakteristik peternak merupakan sesuatu yang menyangkut sifat yang terdapat dalam diri seseorang ketika melaksanakan dan mengelola usahanya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh karakteristik peternak dan dukungan penyuluhan peternakan terhadap peningkatan kemampuan manajerial sapi potong di Desa Oepuah Utara Kecamatan Biboki Monleu Kabupaten Timor Tengah Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Metode pengambilan sampel dilakukan secara puposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh karakteristik peternak dan dukungan penyuluhan terhadap kemampuan manajerial beternak sapi potong di Desa Oepuah Utara yaitu pendidikan, intensitas pelatihan, kesesuaian metode penyuluhan

    Efek Multiplier Dana Desa di Masyarakat Tani Desa Perbatasan NKRI-RDTL Kabupaten Timor Tengah Utara

    Get PDF
    Village funds provided by the Central Government to Village Governments are aimed at equitable distribution of the Indonesian economy. The Village Government is expected to be able to manage village funds to accelerate Indonesia's development, especially in disadvantaged areas. This study aims to analyze the multiplier effect of village funds in the border villages of the Republic of Indonesia- Democratic Republic of Timor Leste, North Central Timor Regency. The research was conducted in the border village of the Republic of Indonesia-Democratic Republic of Timor Leste in June-August 2020. The method used in this research is quantitative descriptive. The results of this study indicate that the multiplier effect rate in the research village is below 1.5. This shows that the use of village funds until 2020 has not been optimal because the economic activities carried out in border communities in North Central Timor Regency are still relatively low.Dana desa yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Desa bertujuan untuk mempercepat pemerataan perekonomian Indonesia. Pemerintah Desa diharapkan mampu mengelola dana desa untuk percepatan pembangunan Indonesia khususnya didaerah tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek multiplier dana desa di desa perbatasan NKRI-RDTL Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian dilaksanakan di desa perbatasan NKRI-RDTL pada bulan Juni-September 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa angka multiplier effect pada desa penelitian berada dibawah 1,5. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan dana desa sampai tahun 2020 belum maksimal karena aktivitas ekonomi yang dilakukan pada masyarakat perbatasan di Kabupaten Timor Tengah Utara masih tergolong rendah

    Analisis Perilaku Konsumen dalam Membeli Daging Sapi Di Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara

    Get PDF
    The research was conducted at the TTU Slaughterhouse (RPH) and Pasar Baru Kota Kefamenanu from October to November 2018. This study aims to look at consumer behavior in buying meat, both in terms of meat quality, consumer tastes in choosing meat, and also price. The method used is a survey method with descriptive approaches and correlational methods. The descriptive method aims to make descriptions or descriptions of the facts, characteristics, and relationships of the phenomena being investigated in a particular population or area in a systematic, factual, and accurate manner. The correlational method is a continuation of the descriptive method which aims to study the statistical relationship between the variables under study. The variables observed were consumer tastes where beef buyers both in the new market and at the Kefamenanu City Slaughterhouse (RPH) prefer fresh beef with a slightly brownish-red color with fat color attached to white meat, less fatty meat, distinctive aroma of the meat, or odorless and smooth meat texture. Most consumers choose has to beef because it has a soft texture and contains a little bit of fat, and most consumers who buy beef for business, be it for shops, selling meatballs or salome with a range of buying meat between 1 to 4 kg and above every day. For the reason that consumer prices do not feel influential in buying beef, but the supply system is important in purchasing meat and the satisfaction of prices is felt by consumers today due to the availability of sufficient beef at affordable prices.Penelitian telah dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten TTU dan Pasar Baru Kota Kefamenanu terhitung bulan Oktober sampai dengan November 2018. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku konsumen dalam membeli daging, baik itu dari segi kualitas daging, selera konsumen dalam memilih daging dan juga harga. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan deskriptif dan metode korelasional. Metode deskriptif bertujuan membuat deskripsi atau gambaran mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan dari fenomena yang diselidiki pada suatu populasi atau daerah tertentu secara sistematis, faktual, dan akurat. Metode korelasional merupakan kelanjutan dari metode diskriptif yang bertujuan mempelajari hubungan secara statistik antara variabel-variabel yang diteliti. Variabel yang diamati yaitu selera konsumen dimana pembeli daging sapi baik di pasar baru maupun di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kefamenanu lebih memilih daging sapi segar berwarna merah sedikit kecoklatan dengan warna lemak yang melekat pada daging putih, berlemak daging sedikit, beraroma khas daging atau tidak berbau dan tekstur daging halus. Sebagian besar konsumen memilih daging sapi bagian has karena tekstur yang lembut berisi padat sedikit lemak, dan kebanyakan konsumen yang membeli daging sapi untuk usaha baik itu untuk warung, menjual bakso atau salome dengan kisaran pembelian daging antara 1 sampai 4 kg ke atas setiap hari. Untuk alasan harga konsumen merasa tidak berpengaruh dalam membeli daging sapi akan tetapi sistem penawaran menupakan hal penting dalam pembelian daging dan kepuasan akan harga dirasakan sudah cukup oleh konsumen saat ini dikarenakan ketersediaan daging sapi yang cukup dengan harga yang terjangkau

    Pemanfaatan FMA Dan Tanaman Inang Atsiri Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Cendana (Santalum album. L.)

    No full text
    Sandalwood (Santalum album L.) is one of the native trees of Nusa Tenggara Timur Province because ithas high economic value and is the best endemic species in the world. The essential oil content in it has a very distinctive aroma and can be used to make various products such as handicrafts, wood carvings, incense, and oils for the perfume and cosmetics industry. Sandalwood is a semi parasitic plant whose life requires a host plant to obtain nutrients and water in the soil. There are many types of host plants that have been used, including casuarina equisetifolia, acacia mangium, sesbania grandiflora, alternanthera sp. and capsicum annum. In this research, sandalwood plants will be tested with the host plant Cymbopogon nardus, which from an economic point of view can provide benefits. Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) are a group of fungi from the phylum Glomeromycota which have mutualism symbiosis with higher plant root systems. AMF is able to survive on dry land. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of AMF and the use of essential host plants to increase the growth of Sandalwood seeds in Timor Tengah Utara. In the parameter of high increase, the results of the Duncan test showed that the highest AMF treatment for agroforestry land and host chili plants was 19.01, which was different from AMF for agroforestry land within a host plant, Cymbopogon nardus namely 15.44. In the increase in diameter, the results of the Duncan test showed that the AMF treatment of agroforestry land and host chili plants had a significant effect on all treatments, namely 9.11. Duncan test results on plant biomass parameters showed that AMF treatment and host plants chili and lemongrass gave good treatment, namely 3.54 and 3.53 on shoot dry weight parameters and 3.75 and 3.42 root dry weight compared to control, namely 0.27, while at root and shoot ratio seed quality index, the seeds are suitable for use because they comply with the standard. In the parameters of root colonization, AMF and the host plants of chili and lemongrass were both able to adapt well, namely 56.0 and 54.0.Pohon Cendana (Santalum album L.) merupakan salah satu jenis pohon asli Nusa Tenggara Timur (NTT) karena mempunyai nilai ekonomi tinggi dan menjadi spesies endemik terbaik di dunia. Kandungan minyak atsiri yang ada di dalamnya memiliki aroma yang sangat khas dan dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk seperti kerajinan tangan, ukiran kayu, dupa, dan minyak untuk industri parfum dan kosmetik. Cendana merupakan tanaman yang bersifat semiparasit yang hidupnya membutuhkan tanaman inang untuk mendapatkan unsur hara dan air dalam tanah. Ada banyak jenis tanaman inang yang sudah digunakan antara lain casuarina equisetifolia, acacia mangium, sesbania grandiflora, alternanthera sp. dan capsicum annum. Dalam penelitian ini akan diuji coba tanaman Cendana ditanaman bersama tanaman inang Cymbopogon nardus, yang dari segi ekonomi dapat memberikan keuntungan. Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) merupakan kelompok fungi dari filum Glomeromycota yang bersimbiosis mutualisme dengan sistem akar tanaman tingkat tinggi. FMA mampu bertahan hidup dilahan kering. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas FMA dan pemanfaatan tanaman inang atsiri untuk meningkatkan pertumbuhan bibit Cendana di TTU. Pada parameter pertambahan tinggi hasil uji duncan memperlihatkan bahwa tertinggi untuk pertambahan tinggi adalah pada perlakuan FMA lahan agroforestri dan tanaman inang cabai yakni 19.01 berbeda dengan FMA lahan agroforestri dengan tanaman inang Cymbopogon nardus yakni 15.44. Pada pertambahan diameter hasil uji duncan memperlihatkan bahwa pada perlakuan FMA lahan agroforestri dan tanaman inang cabai berpengaruh nyata pada semua perlakuan yakni 9.11. Hasil uji duncan pada parameter biomassa tanaman menunjukkan pada perlakuan FMA dan tanaman inang cabai dan sereh wangi memberikan perlakuan baik yakni 3.54 dan 3.53 pada parameter berat kering pucuk dan pada berat kering akar 3.75 dan 3.42 dibandingkan dengan kontrol yakni 0.27, sedangkan pada nisbah pucuk akar dan indeks mutu bibit,bibitnya layak digunakan karena sesuai dengan standar. Pada parameter kolonisasi akar, FMA dan tanaman inang cabai dan sereh wangi sama-sama mampu beradaptasi dengan baik yakni 56.0 dan 54.0

    KARAKTERISASI BIJIH MANGAN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

    Get PDF
    The potential for manganese reserves in Indonesia is nquite high nin all islands, including in NTT, especially in North Central Timor Regency. Goverment regbulation No.7 of 2012 concerning the prohibition of selling raw mining materials abroad implies that we must process them into intermediate goods or final products so that these mining materials have a high selling value. The purpose of this study was determine the content of manganese contained in manganese ores scattered in North Centr Timor Regency.Potensi cadangan mangan di Indonesia cukup tinggi di seluruh pulau termasuk di NTT khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara. Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 2012 mengenai aturan pelarangan menjual bahan tambang mentah ke luar negeri mengisyaratkan kita untuk melakukan proses pengolahan menjadi barang stengah jadi atau produk akhir sehingga bahan tambang tersebut memiliki nilai jual yang tinggi (Saut, 2010).  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah utuk mengetahui kandungan logam mangan yang ada dalam bijih mangan yang tersebar di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Bima-Provinsi NTB Menggunakan Fungsi Froduksi Stochastic Frontier Cobb-Douglas

    No full text
    Bima Regency is the center for the development and production of the largest shallot commodity in NTB Province. However, the productivity of shallots in Bima Regency still needs to be increased in order to achieve maximum production. The purpose of this study is to analyze the factors that influence shallot farming and to analyze the technical efficiency of farmers in conducting shallot farming. Bima Regency is the research area determined by purposive sampling because it is the center of shallot development in NTB Province. The research data was taken by conducting interviews with 35 respondents who were determined by proportional sampling. Then the data obtained were analyzed using the Cobb Douglas Stochastic Frontier production function approach using the Frontier 4.1 software program. Based on the results of the analysis, it was found that the production factor of the number of seeds, urea fertilizer and labor had a significant effect on the production of shallots at the alpha level of 5 percent while pesticides and KCL fertilizers had a significant effect on the production of shallots at the alpha level of 15 percent. The level of technical efficiency of onion farming in Bima Regency is classified as efficient because it has a value of 0.9569. Farmers can still improve efficiency in onion farming by optimizing the use of superior seeds, labor, balanced fertilizer application, and increasing farmers' skills in adopting innovation and using onion cultivation technology.Kabupaten Bima merupakan wilayah sentra pengembangan dan produksil komoditas bawang merah terbesar di Provinsi NTB.  Namun produktivitas bawang.merah di Kabupaten Bima masih perlu ditingkatkan guna mencapai produksi yang maksimal. Tujuan penelitianini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh usahatani bawang merah dan menganalisis efisiensi teknis petani dalam melakukan usahatani bawang merah. Kabupaten Bima merupakan daerah penelitian yang ditentukan secara purposive sampling karena merupakan wilayah pusat pengembangan bawang merah di Provinsi NTB. Data penelitian diambil dengan melakukan wawancara terhadap 35 orang responden yang ditentukan secara proportional sampling. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan fungsi produksi Cobb Douglas Stochastic Frontier menggunakan Program software frontier 4.1. berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa faktor produksi jumlah bibit, pupuk urea dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah pada taraf alpha 5 persen sedangkan pestisida dan pupuk  KCL berpengaruh nyata tehadap produksi bawang merah pada taraf alpha 15 persen.  Tingkat efisiensi teknis usahatani bawang merah di Kabupaten Bima sudah tergolong efisien karena memiliki nilai sebesar 0.9569. Petani masih dapat meningkatkan efisiensi dalam melakukan usahatani bawang merah dengan cara mengoptimalisasi penggunaan bibit unggul, tenaga kerja, pemberian pupuk berimbang, dan peningkatan keterampilan petani dalam mengadopsi inovasi dan menggunakan teknologi budidaya bawang merah

    Deteksi Kandungan Formalin dan Boraks pada Bakso Daging yang dijual Di Kota Kefamenanu

    Get PDF
    This study aims to detect the presence of Formalin and borax in meatballs sold in Kefamenanu City. This research was conducted by taking 20 samples of meatballs at stalls selling meatballs. Testing of Formalin and borax on meatballs was carried out qualitatively. Testing the borax content in meatballs was carried out by looking at the color changes that occurred in the residue from the addition of 0.125% curcumin to the supernatant. If the residue is cherry red, the borax is positive. Qualitative testing of Formalin on meatballs was carried out by observing the color change with the addition of chromofatic acid, phosphoric acid, and hydrogen peroxide to the filtrate. If there is a color change to purplish red, the sample is positive for Formalin. The test data obtained were analyzed using descriptive statistical tests in the form of percentage values. The results showed that from 20 samples of meatballs tested; there was no formalin and borax. It was concluded that the producers or sellers of meatballs in Kefamenanu City, North Central Timor Regency did not use borax as a meatball thickener and Formalin as a preservative in the manufacture of meatballs.Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan formalin dan boraks pada bakso daging yang dijual di Kota Kefamenanu. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 20 sampel bakso pada warung yang menjual bakso. Pengujian formalin dan boraks pada bakso dilakukan secara kualitatif yakni dengan melihat perubahan warna yang terjadi pada residu dari penambahan kurkumin 0,125% pada supernatan. Jika residu berwarna merah cerry maka boraks dinyatakan positif. Untuk pengujian formalin pada bakso secara kualitatif dilakukan dengan melihat perubahan warna dengan penambahan asam kromatofat, asam fosfat dan hidrogen peroksida pada filtrat. Jika terjadi perubahan warna menjadi merah keunguan menunjukkan bahwa sampel positif mengandung formalin.Data pengujian yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif berupa nilai persentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 sampel bakso yang diuji tidak terdapat formalin dan juga boraks. disimpulkan bahwa Produsen atau penjual bakso di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara tidak menggunakan boraks sebagai bahan pengeyal bak so dan Formalin sebagai bahan pengawet pada pembuatan bakso

    Efektivitas dan Persepsi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian pada Masa Pandemi Covid 19

    Get PDF
    This study aims (1) to analyze the effectiveness of the implementation of agricultural extension and (2) to analyze farmers' perceptions of the implementation of the agricultural extension during the Covid 19 pandemic. The research was conducted in North Gorontalo Regency, through a survey method from June to September 2020. The sample of research respondents was 60 corn farmers who were taken by purposive sampling. To determine the effectiveness and perception of the research data, the analysis used semantic differential analysis. The results showed that the implementation of the agricultural extension during the Covid 19 pandemic was "effective" because it was carried out under the objectives of the counseling program and health protocol guidelines which had an impact on changing mindsets, attitudes, and abilities of farmers in managing farming during the Covid 19 pandemic. Farmers' perceptions of the implementation of the agricultural extension during the Covid 19 pandemic were “Good†because the implementation of the extension was based on the competence, independence, and motivation of the extension agents, which are key factors in the quality of agricultural extension personnel in achieving the objectives of the extension institution.Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis efektivitas pelaksanaan penyuluhan pertanian dan (2) menganalisis persepsi petani terhadap pelaksanaan penyuluhan pertanian pada masa pandemi Covid 19. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo Utara melalui metode survei pada bulan Juni sampai dengan September 2020. Sampel responden penelitian 60 orang petani yang diambil secara purposive sampling. Untuk mengetahui efektivitas dan persepsi data penelitian di analisis menggunakan semantic diferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyuluhan pertanian pada masa pandemi Covid 19 “Efektif†karena dilaksanakan sesuai dengan tujuan program penyuluhan dan petunjuk protokol kesehatan yang berdampak pada perubahan pola pikir, sikap dan kemampuan petani dalam mengelola usahatani pada masa pandemi Covid 19. Persepsi petani pada pelaksanaan penyuluhan pertanian di masa pandemi Covid 19 “Baik†karena pelaksanaan penyuluhan didasarkan pada kompetensi, kemandirian dan motivasi penyuluh yang merupakan faktor kunci kualitas sumber daya manusia penyuluh pertanian dalam mencapai tujuan dari lembaga penyuluhan

    Simulasi Harga Opsi Barrier Down-and-In Call Dengan Suku Bunga Takkonstan

    Get PDF
    Perhitungan harga opsi barrier down-and-in call pada penelitian ini menggunakan suku bunga yang takkonstan. Kondisi ini sesuai dengan tatanan praktisnya, dimana suku bunga tersebut mengalami fluktuasi. Oleh karena itu, penentuan suku bunga mengandung unsur stokastik. Salah satu model diferensial stokastik yang dapat menggambarkan perubahan tingkat suku bunga adalah Cox-Ingersoll-Ross (CIR). Oleh karena itu, model CIR digunakan dalam penelitian ini untuk membangkitkan suku bunga yang takkonstan. Solusi numerik yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan numerik dengan metode Monte Carlo. Berdasarkan hasil simulasi dari algoritma yang telah dibuat, ada perbandingan lurus antara volatilitas dan harga barrier dengan harga opsi barrier down-and-in call. Sedangkan untuk harga strike dan lama waktu jatuh tempo memiliki perbandingan terbalik dengan harga opsi barrier down-and-in call. Hal ini menyebabkan membesarnya volatilitas dan harga barrier menyebabkan harga opsi barrier down-and-in call juga semakin besar. Dari sisi harga strike, semakin besar harga strike menyebabkan harga opsi barrier down-and-in call semakin kecil. Selanjutnya, semakin panjang lama waktu jatuh tempo opsi, menyebabkan harga opsi barrier down-and-in call semakin kecil.The calculation of the price of down-and-in call barrier options in this study uses non-constant interest rates. This condition is in accordance with the practical order, where the interest rate fluctuates. Therefore, the determination of interest rates contains stochastic elements. One of the stochastic differential models that can describe changes in interest rates is Cox-Ingersoll-Ross (CIR). Therefore, the CIR model was used in this study to raise non-constant rates. The numerical solution used in this paper is a numerical approach to the Monte Carlo method. Based on the simulation results of the algorithm that has been created, there is a straight comparison between volatility and barrier price with the price of down-and-in call barrier options. As for the strike price and the length of maturity time has an inverse comparison with the price of the down-and-in call barrier option. This leads to increased volatility and barrier prices causing the price of down-and-in call barrier options to also increase. In terms of strike price, the larger the strike price causes the price of the down-and-in call barrier option to be smaller. Furthermore, the longer the maturity time of the option, causing the price of the down-and-in call barrier option to get smaller

    Akumulasi α-Tokoferol pada Organ Tanaman dan Kultur Suspensi Sel Jatropha gossypiifolia Dari Nusa Tenggara Timur

    Get PDF
    Jatropha gossypiifolia Linn. is a type of medicinal plant because it has bioactive compounds such as phenolic acids, flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, coumarins, lignins, phenols, steroids, and terpenoids contained in leaves, bark, roots, seeds, fruit, and sap. In addition to these bioactive compounds, another bioactive compound was found, namely tocopherol which is known to have antioxidant activity and can be used to treat several diseases. This study aimed to measure α-tocopherol in plant organs and cell culture of  J. gossypiifolia. Crumb callus was induced using Murashige and Skoog (MS) medium and Vitamin Gamborg with the addition of 1.35 x 10-5 2,4-Dichlorophenoxyacetate (2,4-D) and 4,4 x 10-6 M kinetin. Cell suspension cultures were produced by subculture of crumbled callus on MS medium with the addition of 1.35x10-5 2,4-D and 4.4 x 10-6 M kinetin and 30 g/L sucrose. Measurement of the content of -tocopherol seen in plant organs and culture age 0; 3; 6; 9; 12; 15; 18 days using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) method using methanol:water (95:5) as mobile phase. The results showed that the callus formation of J. gossypiifolia was observed after the explants were incubated for one week. The content of α-tocopherol in cell suspension culture of J. gossypiifolia was detected at the beginning of the culture age and then decreased and increased again until the 9th day. The content of α-tocopherol on day 9 was 0.23%. After the 9th day, the α-tocopherol content began to decrease. In culture medium, α-tocopherol was also found since the beginning of culture and the percentage increased on the 9th day until it reached a maximum on the 12th day of 0.12%. The level of α-tocopherol in the plant organs of J. gossipiifolia was highest in the roots of 0.12%.Jatropha gossypiifolia Linn. merupakan jenis tanaman obat karena memiliki senyawa bioaktif seperti asam fenolat, flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, koumarin,  lignin, fenol, steroid, dan terpenoid yang terkandung pada daun, kulit batang, akar, biji, buah, dan getah. Selain senyawa bioaktif tersebut ditemukan senyawa bioaktif lain yaitu tokoferol yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan serta dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur α- tokoferol pada organ tanaman dan kultur sel J. gossypiifolia. Kalus meremah diinduksi dengan menggunakan medium Murashige dan Skoog (MS) dan Vitamin Gamborg dengan penambahan 1,35 x 10-5 2,4-Diklorofenoksiasetat (2,4-D) dan 4,4 x 10-6 M kinetin. Kultur suspensi sel dihasilkan dengan subkultur kalus meremah pada medium ½ MS dengan penambahan 1,35x10-5 2,4-D dan 4,4 x 10-6 M kinetin serta sukrosa 30 g/L. Pengukuran kandungan α- tokoferol dilihat pada organ tanaman dan umur kultur 0; 3; 6; 9; 12; 15; 18 hari dengan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) menggunakan fase gerak metanol:air (95:5). Hasil pengamatan menunjukkan pembentukan kalus dari J. gossypiifolia mulai teramati setelah eksplan diinkubasi selama satu minggu. Kandungan α-tokoferol pada kultur suspensi sel J. gossypiifolia terdeteksi pada awal umur kultur lalu mengalami penurunan dan kembali meningkat hingga hari ke-9. Kandungan α-tokoferol pada hari ke-9 sebesar 0,23%. Setelah hari ke-9, kandungan α-tokoferol mulai menurun. Pada medium kultur, α-tokoferol juga ditemukan sejak awal kultur dan mengalami peningkatan persentasenya pada hari ke-9 hingga mencapai maksimum pada hari ke-12 sebesar 0,12%. Kadar α-tokoferol dalam organ tanaman J. gossipiifolya, tertinggi pada akar sebesar 0,12 %

    564

    full texts

    604

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇