Jurnal Elektronik STKIP Citra Bakti
Not a member yet
82 research outputs found
Sort by
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA PENDIDIKAN DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN BAJAWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan pemerintah tentang penyediaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di SMP Se-Kecamatan Bajawa yang di tinjau dari aspek, ketersediaan serta ketercukupan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri di wilayah Kecamatan Bajawa. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala bidang SMP/MTs, kepala SMP Negeri di Kecamatan Bajawa, guru-guru penjas dan siswa/i. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumen pencatatan. Teknik validitas yang digunakan adalah trianggulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif melalui tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah Pemerintah daerah dalam hal ini oleh pemerintah kecamatan Bajawa melalui dinas terkait telah membuat kebijakan policy as spesific proposals berupa usulan-usulan ke atas botton-up dengan mekanisme laporan dari sekolah melalui unit pelaksana teknis dinas kecamatan selanjutnya ke dinas pendidikan dan ke pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dibahas dan dianggarkan untuk diberi bantuan sarana dan prasarana olahraga. Bantuan tersebut berupa barang maupun berupa dana yang nantinya dibelanjakan lewat sekolah melalui dana alokasi khusus, namun untuk beberapa tahun ini mengalami ketiadaan dana tersebut sehingga sekolah hanya bersandar dari dana bantuan operasional sekolah yang cukup terbatas di dalam pengelolaannya. Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di SMP Negeri di Kecamatan Bajawa telah memenuhi standar minimum berdasarkan standar sarana dan prasarana olahraga di SMP/MTs meliputi peralatan pendidikan, media dan sumber belajar,tempat berolahraga serta tempat bermain dan rekreasi yang diperlukan untuk proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Ketercukupan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di SMP Negeri se-kecamatan Bajawa secara umum telah memiliki prasarana yang baik (lapangan dan area berolahraga),akan tetapi untuk sarana seperti alat-alat olahraga masih kurang yang berbanding terbalik dengan rasio jumlah siswa di setiap kelasnya. Rata-rata siswa perkelas untuk rombel kelas VII-IX jumlahnya sebanyak 35-40 siswa, sementara sarana dan fasilitas olahraga jumlahnya sebanyak 10 buah untuk tiap set alat tersebut tidak termasuk dengan yang telah rusak atau tidak layak paka
EVALUASI STATUS KEBUGARAN JASMANI DAN TINGKAT PENGUASAAN KETERAMPILAN OLAHRAGA SEPAKBOLA DAN BOLA VOLI MAHASISWA PJKR SEMESTER V STKIP CITRA BAKTI NGADA BERDASARKAN AKTIVITAS PERKULIAHAN PRAKTEK DAN PEMBINAAN KEGIATAN UKM
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik tes dan pengukuran untuk mengevaluasi status kebugaran jasmani dan tingkat penguasaan keterampilan olahraga berdasarkan keterlibatan mahasiswa pada perkuliahan praktek dan pembinaan kegiatan UKM sepakbola dan bola voli. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa PJKR semester V yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peneliti yang berjumlah 20 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI), tes keterampilan sepakbola menurut STO Bandung dan tes keterampilan bola voli menurut AAHPERD Volleyball Test. Hasil tes dan pengukuran dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan diperoleh simpulan penelitian bahwa: secara keseluruhan status tingkat kesegaran jasmani dan penguasaan keterampilan kecabangan olahraga mahasiswa PJKR semester V berada pada kategori “SEDANGâ€, sehingga pelaksanaan kegiatan perkuliahan praktek dan pembinaan kegiatan UKM keolahragaan harus benar-benar ditingkatkan dengan pendampingan yang lebih serius, displin dan terprogram secara baik dari para dosen PJKR dengan kemasan berbagai model, formasi, serta strategi pembelajaran dan latihan untuk meningkatkan status kesegaran jasmani dan keterampilan kecabangan olahraga sebagai salah satu kompetensi dasar yang diperlukan mahasiswa PJKR
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH ) MELALUI TEHNIK LATIHAN DAN BIMBINGAN PADA GURU TK/PAUD GUGUS I KECAMATAN WOLOMEZE TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Rencana pelaksanaan pembelajaran Harian melalui kegiatan latihan dan bimbingan pada guru TK/PAUD di Gugus I, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, TA 2018/2019. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan sekolah. Prosedur penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, yang dilakukan dalam dua siklus. Tempat penelitian di TK/PAUD gugus I, Kecamatan Wolomeze. Subyek dalam penelitian ini adalah guru - guru di TK/PAUG gugus I Kecamatan Wolomeze  yang berjumlah 6 orang. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, obeservasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh dideskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutnya dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran di Kelas. Dari rata-rata nilai dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH)   pada kondisi awal diperoleh 59% berada pada kategori kurang . Pada ahir Siklus I rata – rata nilai yang diperoleh 67,83% berada pada kategori cukup, di akhir siklus II diperoleh 84,67%, berada pada kategori baik. Dari kondisi awal sampai dengan akhir siklus II nilai kemampuan guru dalam meyusun RPPH  meningkat sebesar 25,67%.  Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan melaksanaka latihan dan bimbingan, maka dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) pada Guru TK/PAUD di Gugus I , Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada TA 2018/2019
MAKNA SIMBOLIK DALAM BAHASA RITUAL REBA PADA MASYARAKAT LUBA DESA TIWORIWU KECAMATAN JEREBUU KABUPATEN NGADA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata cara pelaksanaan upacara Reba dalam budaya masyarakat Kampung Luba  Desa Tiworiwu Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada, mendeskripsikan makna simbol-simbol bahasa ritual Reba di Desa Tiworiwu. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan masukan bagi masyarakat Luba  dalam memaknai nilai-nilai upacara ritual Reba, sebagai bahan untuk memperkaya kekhasan kearifan lokal bangsa sebagai suatu nilai luhur yang dianut oleh masyarakat Ngada pada umumnya dan masyarakat Luba  Desa Tiworiwu pada khususnya, sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang ingin mengkaji lebih lanjut masalah yang berkaitan dengan penelitian ini, sebagai informasi untuk membangkitkan dan menumbuhkan rasa cinta kearifan lokal lokal. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu suatu analisis yang menggambarkan secara rinci hasil-hasil temuan di lapangan yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan mewawancarai dan mengobservasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upacara ritual Reba pada masyarakat Luba  Desa Tiworiwu Kecamatan Jerebuu mempunyai tata cara atau pelaksanaan yang dilakukan pada saat upacara ritul Reba seperti didalam nilai-nilai tersebut antara lain: nilai religius, nilai filosofis, nilai kesenian, nilai moral, nilai magis, nilai ekonomi, nilai sosial, nilai hukum,dan nilai pendidikan.Ritual Reba merupakan sebuah acara yang patut dilaksanakan selama setahun sekali perlu ditaati sejak dari leluhur pada zaman dahulu kala dan harus terbawa terus sampai anak cucu. Apabila disia-siakan ritual Reba ini maka segala usaha tidak terkabul oleh perlindungan leluhur karena leluhur inilah yang membentuk budaya adat ritual Reba sehingga dikembangkan oleh generasi penerus. Dengan adanya upacara Reba dapat mengingatkan pesanan yang telah ditinggalkan oleh leluhur (Sili Ana Wunga) sebagai pioner pertama penyelenggara budaya Reba. Perayaan adat Reba merupakan upacara ritual magis karena seluruh tahapan upacara Reba wajib didahului dengan pemberian sesajian Roh arwah leluhur agar dapat menguasai alam sehingga perayaan Reba dapat berjalan dengan baik.     Kata Kunci: Makna Simbolik Bahasa Ritual Reba  ABSTRACTThe background of this research is very important for the community as a ritual ceremony Luba  Reba embrace the values of the humanitarian nature that need to be maintained for the younger generations are relevant to the procedures established by the ancestral ceremonies. With the ritual Reba, Luba  people still believe in good faith that is not extinct and still retain its own culture and do not care about foreign cultures. The purpose of this study is to describe procedures for Reba ceremony in the village of Luba  culture Tiworiwu Jerebuu Ngada District, describes the meaning of symbols in a ceremony at Village Tiworiwu Reba. The benefits of this research is as an input for the Luba  in meaning values Reba ritual ceremonies, as a material to enrich the cultural distinctiveness of the nation as a virtue embraced by the community and society in general Ngada Luba  Village Tiworiwu in particular, for information for researchers others who wish to further examine the problems associated with this research, as information to generate and foster a love of local culture. This study is a qualitative descriptive analysis that describes in detail the findings in the field who use the questions. This study uses data collection techniques that is by interviewing and observing. Data analysis technique used is descriptive qualitative.The results showed that in the ritual ceremony at the Luba  Village Reba Tiworiwu Jerebuu District has procedures or operations to be carried during the ceremony ritual Reba like in those values among others: the religious, philosophical values, artistic values, moral values, the magical , economic value, social value, legal value, and value education. Reba ritual is an event that should be implemented over a year since it need to be adhered to from ancestors in ancient times and must be carried on until our children and grandchildren. If the ritual Reba wasted this then all the effort is not granted by the ancestors for protection of ancestral indigenous culture that has shaped so that Reba rituals developed by future generations. With the ceremony to remind Reba orders that have been left by the ancestors (Sili Ana Wunga) as the first pioneer of cultural organizers Reba. Reba is the customary celebration of a magical ritual for all phases of the ceremony must be preceded by Reba Spirit giving offerings to ancestral spirits can control nature so that the celebration of Reba can run well. Keywords: symbolic language meaning of the ceremony Reb
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MODEL GENIUS LEARNING STRATEGY PADA MATERI BARISAN DAN DERET SMP NEGERI 4 GOLEWA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika yang valid, praktis dan efektif dengan model Genius Laerning Strategi (GLS) pada materi barisan dan deret untuk siswa kelas IX SMP Negeri 4 Golewa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan model pengembangan Plomp yang terdiri atas 3 fase yaitu: (a) Penelitian Awal (Preliminary Research), (b) Fase pengembangan (Prototyping Phase) (c) Fase Penilaian (Assessment Phase). Perangkat yang dikembangkan pada penelitian ini berupa Lembar Kerja Siswa (LKS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembalajaran tersebut Valid. Hal ini ditunjukkan oleh hasil validasi yang dilakukan oleh dua validator yang berbeda. Kepraktisan didapat dari hasil observasi keterlaksanaan aktivitas guru dan menunjukkan kriteria baik. Sedangkan keefektifan dinilai dari tiga hal, yaitu observasi aktivitas siswa dan hasil respon siswa dengan kategori baik dan positif.  Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Genius Learning Strategy, Barisan Dan Deret Abstract This research aimed at developing Mathematics learning devices which valid, practical, and effective with Genius Laerning Strategi (GLS)model in line and series materials of class IX SMP Negeri 4 Golewa. The research design used was Plomp development model design consisted of three phases, which were: Preliminary Research, Prototyping Phase, and Assessment Phase. The devices developed in this research were Students Worksheet. The result of research showed that the learning devices were valid. This indicated by the result of validation which done by two different valuators. The practicality was obtaining from the result of observing the implementation of the teacher activities and showed good criteria. Whereas the effectiveness was judged by three things namely the observation of students activity and the result of students responds in good and positive category. Keywords: learning devices, genius learning strategy, line and series material
PENERAPAN SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SEKOLAH DASAR INPRES TARAWAJA SEMESTER GANJIL TAHUN 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif di SDI Tarawaja, Kecamatan Soa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Tempat penelitian di SDI Tarawaja, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada. Subyek dalam penelitian ini adalah guru-guru di SDI Tarawaja yang berjumlah 8 orang, yang terdiri dari 6 orang guru kelas dan 2 orang guru mata pelajaran. Metode pengumpulan data menggunakan metode obeservasi kelas. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh dideskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutnya dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran di Kelas. Hasil penelitian diketahui pada kondisi awal nilai supervise klinis kepala sekolah dalam kegiatan pembelajaran diperoleh rata-rata 69,81, pada Siklus I mengalami peningkatan dengan rata–rata peroleh nilai pada supervise klinis sebesar 76,92 mengalami peningkatan sebesar 7,11. Pada siklus II nilai supervise klinis diperoleh rata–rata 83,08. Mengalami peningkatan dari siklus I ke Siklus II sebesar 6, 16. Dari data ini berarti terjadi peningkatan nilai supervise klinis kepala sekolah dalam kegiatan pembelajaran dari kondisi awal hingga akhir siklus II sebesar 13, 93%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan Penerapan Supervisi Klinis Oleh Kepala Sekolah dapat Meningkatkan Kemampuan Guru Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif di Sekolah Dasar Inpres Tarawaja semester Ganjil Tahun 2018/2019
PENGARUH LATIHAN STRATEGI MENYERANG MENGGUNAKAN POLA 1-2-1 DAN POLA 2-2 TERHADAP EFEKTIVITAS MENCETAK GOL PADA SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL MAN 2 SAMARINDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan strategi menyerang menggunakan pola 1-2-1 dan pola 2-2 terhadap efektivitas mencetak gol pada siswa ekstrakurikuler futsal MAN 2 Samarinda. Penelitian ini bersifat eksperimen lapangan dengan melibatkan dua variable bebas dan satu variable terikat yaitu efektivitas mencetak gol. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa ektrakurikuler futsal MAN 2 Samarinda. Sampel penelitian ini sebanyak 20 orang dengan menggunakan machid ordinat, yang dibagi kedalam dua kelompok latihan yaitu kelompok A dengan metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 1-2-1 dan kelompok B dengan metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 2-2, masing-masing kelompok terdiri 10 orang. Teknik analisis data diolah dengan menggunakan bantuan komputer melalui program SPSS 21.0. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil: (1) Ada pengaruh metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 1-2-1 terhadap efektivitas mencetak gol pada siswa ekstrakurikuler futsal MAN 2 Samarinda, terbukti dengan nilai t hitung (to) = 3.096 > t-tabel α 0.05 = 1.734. (2) Ada pengaruh metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 2-2 pada siswa ekstrakurikuler futsal MAN 2 Samarinda, terbukti dengan nilai t hitung (to) = 2.228 > t-tabel α 0.05 = 1.734. Metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 1-2-1 memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 2-2 terhadap efektivitas mencetak gol pada siswa ekstrakurikuler futsal MAN 2 Samarind
PENGARUH PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD GUGUS 2 KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA-FLORES
ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan matematika realistik berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan menggunakan dasain faktorial 2 × 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 2 Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada-Flores, dengan anggota sampel sebanyak 80 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling terhadap kelas. Data yang dikumpulkan ada dua yaitu angket motivasi dan instrumen pilihan ganda. Analisis data menggunakan analisis varians dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (FA = 2,95, p < 0,05); 2) terdapat interaksi antara pembelajaran dan motivasi balajar terhadap hasil belajar matematika (FAB = 3,132, p < 0,05); 3) Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Qhitung = 4,61 dan Qtabel 5%= 3,96, Qhitung > Qtabel); 4) Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik (QHitung = 5,76 dan Qtabel 5%= 3,96, Qhitung > Qtabel). Kata kunci: Hasil belajar matematika, motivasi belajar, Pendidikan Matematika Realistik  ABSTRACTThe present study examines the effect of realistic mathematics education using students’ work sheet (LKS) on mathematics achievement viewed from students’ learning motivation. The study was quasi experimental by using 2 × 2 factorial design. The population in this study was the fifth grade primary school students of cluster 2 from Bajawa sub-district, Ngada regency, Flores. Samples in this study were 80 students which were chosen randomly . There were two collected data; motivational questionnaires and multiple choice instruments. Data were analyzed by using double stripe variant analysis and continued with Tukey test. The result of study showed that: 1) mathematics achievement of students following realistic mathematics education was better than the students following conventional learning (FA = 2,95, p < 0,05); 2) there was an interaction between learning and learning motivation on mathematics achievement (FAB = 3,13, p < 0,05); 3) to the students having higher learning motivation, mathematics achievement of students following realistic mathematics education was higher than mathematics achievement of students following conventional learning (Qobserved= 4,61 danQtable5% = 3,96, Qobserved>Qtable); 4) to the students having lower learning motivation, mathematics achievement of students following conventional learning was higher than mathematic achievement of students following realistic mathematics education (Qobserved= 5,76 danQtable5% = 3,96, Qobserved>Qtable). Key words: Mathematics achievement, learning motivation, Realistic Mathematics Educatio
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN DI SMPN SATU ATAP I BAJAWA KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA TAHUN 2019
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada Kurikulum 2013 melalui Pendampingan yang berkelanjutan. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru-guru SMPN SATAP I Bajawa. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, akting, pengamatan, dan refleksi. Pada umumnya, RPP yang digunakan belum sesuai dengan RPP standar dan belum mematuhi kaidah-kaidah penyusunan RPP. Hal ini terjadi karena kurangnya kemampuan guru dalam menyusun RPP dan juga untuk pemetaan materi yang tertera dalam silabus. Oleh karena itu, dibutuhkan bimbingan berkelanjutan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam menyusun RPP dan juga untuk meningkatkan kemampuan guru. Metode yang digunakan adalah Metode Penelitian Tindakan Sekolah dengan 2 (dua) siklus. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan angket. Terkait dengan permasalahan di atas, perlu adanya bantuan penanganan yang memadai. Dalam hal ini, upaya yang  dilakukan adalah dengan melaksanakan pendampingan, yang bertujuan  pada peningkatan kompetensi guru melalui siklus yang sistematis. Teknik analisis data adalah menggunakan diskriptif komparatif. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 (empat) langkah meliputi : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pada kondisi awal memperoleh nilai rata–rata kemampuan guru dalam menyusun RPP yakni 67,61. Pada siklus pertama memperoleh nilai rata–rata kemampuan guru dalam menyusun RPP yakni 78,91. Pada siklus kedua memperoleh nilai rata-rata kemampuan guru dalam menyusun RPP adalah 91,47. Hasil penelitian ini, agar guru memiliki kebiasaan dan menunjukkan peningkatan kompetensi sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dalam menyusun RPP. Saran yang diajukan adalah : (1) perlu diintensifkan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP melalui kegiatan pendampingan atau sejenisnya (2) untuk meningkatkan kompetensi guru, sekolah, perlu adanya wahana semacam In House Training (IHT), agar mereka dapat saling bertukar pengalaman melalui dialog akademis.Kata kunci: Kompetensi Guru Menyusun RPP, Pendampingan Berkelanjutan ABSTRACT This study aims to improve the competence of teachers in preparing a lesson plan (RPP) on Curriculum 2013 through ongoing mentoring. Subjects in this study were teachers SMPN SATAP I Bajawa. The study consisted of two cycles, each cycle consisting of four stages: planning the action, acting, observing and reflecting. In general, the RPP is used not in accordance with standard CSP and has not complied with the rules of preparation of the RPP. This happens because of the lack of ability of teachers in preparing lesson plans and also for mapping the material contained in the syllabus. Therefore, it needs continuous counseling conducted by the principals in preparing the RPP and also to improve the ability of teachers. The method used is the method of Action Research School with two (2) cycles.Related to the above problems, the need for adequate management assistance. In this regard, the efforts made by implementing the assistance, which aims at improving the competence of teachers through a systematic cycle. The data analysis technique is using descriptive comparative. This research was conducted in stages, cycles, each cycle consisting of four (4) steps include: planning, implementation, observation and reflection, In the initial condition of obtaining the average value of the ability of teachers in preparing a lesson plan that is 67.61. In the first cycle of obtaining the average value of the ability of teachers in preparing a lesson plan that is 78.91. In the second cycle obtain the average value of the ability of teachers in preparing the RPP is 91.47, The results of this study, so that teachers have the habit and showed an increase of competence in accordance with predetermined indicators of success in preparing the RPP. Suggestions put forward are: (1) need to be intensified to increase the competence of teachers in preparing lesson plans through mentoring or the like (2) to improve the competence of teachers, schools, the need for some sort of vehicleIn House Training (IHT), so that they can exchange experience through academic dialogue. Keywords: Develop Teacher Competence RPP, Sustainable Assistanc
UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI KELAS DENGAN MELAKSANAKAN SUPERVISI AKADEMIK DI SEKOLAH DASAR KATOLIK WAEPANA, KECAMATAN SOA, KABUPATEN NGADA TA 2018/2019
Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk meningkatkan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran di SDK Waepana, Kecamatan Soa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan,observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Tempat penelitian di SDK Waepana, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada. Subyek dalam penelitian ini adalah guru - guru di SDK Waepana  yang berjumlah 9 orang, yang terdiri dari 6 orang guru kelas dan 3 orang guru mata pelajaran. Metode pengumpulan data menggunakan metode obeservasi kelas. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh dideskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutnya dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran di Kelas. Dari rata-rata nilai supervise akademik guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas  pada kondisi awal diperoleh 63 % . Pada ahir Siklus I rata – rata nilai yang diperoleh 79, 89%, di akhir siklus II diperoleh 88, 33%, dan dari kondisi awal sampai dengan akhir siklus II nilai supervisi akademik meningkat sebesar 25,33%.  Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan Pelaksanaan Supervisi akademik , maka dapat meningkatkan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran di SDK Waepana, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada TA 2018/201