Jurnal Elektronik STKIP Citra Bakti
Not a member yet
82 research outputs found
Sort by
PENERAPAN SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SEKOLAH DASAR KATOLIK PIGASEMSTER GANJIL TAHUN 2018/2019
Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif di SDK Piga, Kecamatan Soa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan,observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Tempat penelitian di SDK Piga, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada. Subyek dalam penelitian ini adalah guru - guru di SDK Piga   yang berjumlah 8 orang, yang terdiri dari 6 orang guru kelas dan 2 orang guru mata pelajaran. Metode pengumpulan data menggunakan metode obeservasi kelas. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh dideskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutnya dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran di Kelas. Hasil penelitian  diketahui pada kondisi awal nilai supervisi klinis kepala sekolah dalam kegiatan pembelajaran diperoleh rata-rata 69,81, pada Siklus I mengalamai peningkatan dengan rata – rata peroleh nilai pada supervisi klinis sebesar 76,92 mengalami peningkatan sebesar 7,11. Pada siklus II nilai supervisi klinis diperoleh rata – rata 83,08. Mengalami peningkatan dari siklus I ke Siklus II sebesar 6, 16. Dari data ini berarti terjadi peningkatan nilai supervise klinis kepala sekolah dalam kegiatan pembelajaran dari kondisi awal hingga akir siklus II sebesar 13, 93%.Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan Penerapan Supervisi Klinis Oleh Kepala Sekolah dapat Meningkatkan Kemampuan Guru Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif di Sekolah Dasar Katolik Piga semster Ganjil Tahun 2018/201
PENGEMBANGAN VIDEOSCRIBE BERFIKIR SIMBOLIK REPRESENTASI BERBAGAI MACAM BENDA PADA KELOMPOK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD LAB ANANDA CITRA BAKTI
Penelitian ini merupakan penelitian Desain dan Pengembangan (Design & Development Research, DDR). Tujuan pengembangan  adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan videoscribe berfikir simbolik berbagai macam benda pada kelompok anak usia 5-6 tahun. Model  pengembangan mengadopsi kerangka model pengembangan produk multimedia pathways Cathie Sherwood. Tahapan multimedia patways terdiri dari (1) initiation, (2) specification, (3) design, (4) production, (5) review and evaluation dan (6) delivery and implementation. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Adapun hasil pengembangan adalah produk videoscribe yang telah diuji dengan parameter hali isi, media dan desain pembelajaran. Analisis draft I pengembangaan dengan tingkat pencapaian kualitas isi videoscribe sebesar 92%, setelah dikonversi berada dalam kualifikasi Sangat Baik. Kemudian Analisis draft II pengembangan dengan tingkat pencapaian kualitas media videoscribe sebesar 90%, setelah dikonversi berada sangat baik. Begitupun tingkat pencapaian kualitas desain pembelajaran videoscribe sebesar 94,67%, setelah dikonversi berada dalam kualitas sangat baik. Sedangkan analisis draft III pengembangan, tingkat pencapaian kualitas dalam uji perseorangan sebesar 93%. Setelah dikonversi berada dalam kualifikasi sangat baik. Begitupun tingkat pencapaian kualitas videoscribe dalam uji kelompok kecil sebesar 88% dan setelah dikonversi berada dalam kualifikasi juga baik. Dengan demikian, mengacu pada parameter-parameter diatas maka dapat disimpulkan pengembangan videoscribe berfikir simbolik representasi berbagai macam benda untuk anak usia dini 5-6 tahun layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran anak usia dini, khususnya untuk mencapa Kompotensi Dasar (KD) 3.3, 3.5, 3.6 dan 3,9.This research is a Design & Development Research (DDR). The purpose of the development is to determine the feasibility of videoscribe to symbolic thinking of various objects in the group of children aged 5-6 years. The development model adopts Cathie Sherwood\u27s pathway for multimedia product development model frameworks. The stages of multimedia patways consist of (1) initiation, (2) specification, (3) design, (4) production, (5) review and evaluation and (6) delivery and implementation. The method of data analysis uses quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of the development are videoscribe products that have been tested with content, media and learning design parameters. Analysis of draft I development with the level of achieving video quality content of 92%, after being converted is in a Very Good qualification. Then Analysis II draft development with the level of achieving video quality video subscription by 90%, after being converted is very good. Likewise the level of quality achievement of videocribe learning design is 94.67%, after being converted it is in very good quality. While the analysis of draft III development, the level of quality achievement in individual tests was 93%. Having converted is in very good qualifications. Likewise, the level of achieving videocribe quality in the small group test was 88% and after being converted was also in good qualifications. Thus, referring to the parameters above, it can be concluded that the development of videoscribe to think symbolic representations of various objects for early childhood 5-6 years is feasible to be implemented in early childhood learning, especially to achieve Basic Compotence (KD) 3.3, 3.5, 3.6 and 3.9 Keyword:  videoscribe development, symbolic mindset, AUD 5-6 Tahu
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AGAMA KATOLIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS V SDK WAEPANA KECAMATAN SOA, KABUPATEN NGADA TA 2018/2019
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Agama Katolik siswa kelas V SDK Waepana dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Taggart yang terdiri atas dua siklus dan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Waepana  yang berjumlah 40 orang . Objek penelitian ini adalah hasil belajar Agama Katolik dan model Pembelajaran Quantum Teaching. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes dan instrumen penelitian berupa tes obyektif, dan data dianalisis dengan menggunakan statistik kuantitatif. Rata – rata hasil belajar yang dicapai siswa pada siklus I sebesar 62,25%, dengan ketuntasan klasikal 17,5% dan rata – rata hasil belajar pada siklus II sebesar 81,25% dan ketuntasan klasikal 87,5%. Berarti telah terjadi peningkatan hasil belajar Agama Katolik dari siklus I ke Siklus II sebesar 18,99% dan pingkatan hasil belajar ini sudah melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 75. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Pembelajaran Quantum  Teaching dapat meningkatkan hasil belajar Agama Katolik siswa kelas V SDK Waepana Tahun Pelajaran 2018/201
KOMPARASI BELAJAR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH PERSAMAAN LINEAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA
AbstrakKenyataan yang masih sering ditemui adalah masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika. Beberapa penyebab kesulitan tersebut antara lain pelajaran matematika tidak tampak kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, cara penyajian pelajaran matematika yang monoton dari konsep abstrak menuju ke kongkrit, tidak membuat anak senang belajar. Penelitian tentang perbandingan belajar siswa merupakan suatu hal yang penting untuk merencanakan pembelajaran yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan cara belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran matematika realistik Indonesia dan yang tidak menggunakan model pembelajaran matematika realistik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran matematika realistik Indonesia berada pada kualifikasi tinggi sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran matematika realistik Indonesia pada kualifikasi rendah. AbstractThe facts that often faced were there were a lot of students who have difficulties in learning Mathematics. Some difficulties reason were learning Mathematics has no relation related to everyday life, the way to presented Mathematics subject was monotonous from abstract concept to concrete, and did not make the students happy to learn. The research about students learning comparison was something important to plan an appropriate learning. This research aimed at comparing how students learned through Realistic Mathematic Indonesian learning model and students who did not learned through Realistic Mathematic Indonesian learning model. The result of research showed that the average of students learning achievement on class which used Realistic Mathematic Indonesian learning model being in high qualification, while that the average of students learning achievement on class which did not use Realistic Mathematic Indonesian learning model being in low qualification.Kata Kunci: Komparasi belajar siswa, PMR
KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI BACAAN MELALUI FABEL
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman siswa dan peran dongeng dalam pembelajaran di sekolah dasar GMIH Paca kelas tinggi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dalam penelitian ini mencakup data tentang kemampuan membaca pemahaman siswa dan peran dongeng dalam belajar dengan sumber data adalah 3 guru kelas tinggi, 30 siswa dan dokumentasi dalam bentuk nilai harian siswa. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Setelah itu data dikurangi, disajikan dan disimpulkan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) siswa di kelas empat dan lima memiliki kemampuan membaca kurang, 2) ketidakmampuan membaca siswa disebabkan oleh pembelajaran monoton yang membuat siswa tidak menyukai pelajaran yang terkandung di dalamnya, 3) kreativitas guru kurang dalam menggunakan strategi pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa untuk belajar
PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK BAGI SISWA KELAS V SDI TARAWAJA TAHUN PELAJARAN 2018 / 2019
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar melalui penggunaan pendekatan saintifik bagi siswa kelas V SDI Tarawaja Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis Penelitan penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan Mc Taggart yang pada hakikatnya terdiri dari 3 tahap yaitu, perencanaan, tindakan & pengamatan, dan refleksi yang mana ke 3 tahap diatas merupakan satu siklus. Metode atau Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode tes dengan bentuk tes pilihan ganda. Sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada siklus I setelah diterapkan dengan pendekatan saintifik  telah menunjukan bahwa rata-rata  skor hasil belajar yang dicapai oleh siswa sebesar 69,5% dan berada pada kategori cukup aktif. Sedangakan pada siklus II, rata-rata skor hasil belajar yang diperoleh peserta didik yaitu 80,5% dan berada pada kategori baik. Sedangkan peningkatan dari siklus I ke siklus II adalah 11%, hal ini menunjukan bahwa penggunaan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran pendidikan agama katolik di kelas V SDI Tarawaja. Peningkatan ini terjadi karena siswa telah memahami materi, pendekatan yang diterapkan membuat siswa aktif, kreatif dan mengasah pikiran siswa untuk mampu memecahkan tugas yang diberikan guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar pendidikan agama katolik bagi siswa kelas V SDI Tarawaja tahun pelajaran 2018/201
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN SIRKUIT PASING BAWAH T-DESAIN (SPBT-DESAIN) BOLA VOLI SEBAGAI BENTUK AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PJOK UNTUK TINGKAT SEKOLAH MENENGAH
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) level 3 menurut Borg and Gall dalam Sugiyono (2016) dan merupakan penelitian multi years yang dilaksanakan dalam dua tahap penelitian yaitu; Penelitian tahap 1; berfokus pada penelitian dan pengembangan produk sampai pada uji kelayakan penggunaan, dan Penelitian tahap 2; berfokus pada penelitian uji efektivitas produk pada aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah: (a) Mengembangkan model latihan Sirkuit Pasing Bawah T-Desain (SPBT-Desain) Bola Voli yang dapat digunakan sebagai bentuk aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran PJOK untuk tingkat sekolah menengah, (b) Menguji kelayakan penggunaan produk yang dikembangkan dalam hal pelaksanaan pembelajarannya. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa dari beberapa sekolah menengah yang ada di Kecamatan Golewa dan Bajawa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan instrument validasi ahli dan instrument uji kelayakan penggunaan produk yang diberikan pada 3 (tiga) orang ahli yaitu: 1 orang dosen, 1 orang pengawas PJOK dan 1 guru PJOK tempat pelaksanaan penelitian. Hasil penelitian berupa produk akhir pengembangan disusun dalam sebuah buku pedoman yang dilengkapi dengan video aktivitas latihan dan diberi judul: “Buku Panduan Model Latihan Sirkuit Pasing Bawah T-Desain (SPBT-Desain) Bola Voli“, sedangkan hasil validasi dan uji kelayakan penggunaan produk dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan diperoleh simpulan penelitian bahwa: berdasarkan hasil penilaian dari para ahli dalam uji kelayakan penggunaan produk pada uji skala kecil dan uji skala besar menunjukan bahwa: model latihan Sirkuit Pasing Bawah T-Desain (SPBT-Desain) Bola Voli “Baik dan Layak†digunakan sebagai bentuk aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran PJOK materi permainan bola besar (bola Voli) untuk tingkat sekolah menengah
AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII G SMP NEGERI 2 SIDEMEN DENGAN MODEL SIKLUS BELAJAR TRI PRAMANA
Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa dengan menerapkan Model Siklus Belajar Tri Pramana pada pembelajaran IPA. Subjek penelitian yaitu siswa di kelas VIII G pada semester I tahun pelajaran 2017/2018 di SMP Negeri 2 Sidemen. Sedangkan objeknya aktivitas dan prestasi belajar siswa. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif berupa prestasi belajar yang dikumpulkan melalui instrumen tes dan data aktivitas siswa yang dikumpulkan dengan instrumen lembar observasi. Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Dari pelaksanaan penelitian rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 71,90% dengan kategori baik meningkat menjadi 77,36% di siklus II juga dengan kategori baik. Prestasi belajar mengalami peningkatan dari data awal dengan rata-rata 63, pada siklus I menjadi 72,30 dan pada siklus II menjadi 76,46. Ketuntasan belajar awal 58% menjadi 73,07% pada siklus I, dan meningkat menjadi 88,46% pada siklus II. Kesimpulan yang didapat bahwa pembelajaran dengan Model Siklus Belajar Tri Pramana mampu meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa di kelas VIII G SMP Negeri 2 Sidemen semester I tahun pelajaran 2017/2018 pada pembelajaran IPA.This research is classified as a classroom action research that aims to increase student activity and achievement by applying Tri Pramana Learning Cycle Model to science learning. Research subjects are students in class VIII G in the first semester of the academic year 2017/2018 in SMP Negeri 2 Sidemen. While the object activity and student achievement. The data obtained are quantitative data in the form of learning achievement collected through test instrument and student activity data collected with instrument observation sheet. The results obtained were analyzed descriptively. From the average research activity of student activity in cycle I was 71,90% with good category increased to 77,36% in cycle II also with good category. Achievement learn to increase from initial data with average 63, in cycle I become 72,30 and in cycle II become 76,46. 58% initial learning completeness to 73.07% in cycle I, and increased to 88.46% in cycle II. The conclusion is that learning with Tri Pramana Learning Cycle Model able to increase student\u27s activity and achievement in class VIII G SMP Negeri 2 Sidemen semester I of academic year 2017/2018 on science lesso
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE TGTDAN MOTIVASI BERPRESTASITERHADAP HASIL BELAJAR PENJAS SISWA KELAS XISMA NEGERI 2 ELAR KAB. MANGGARAI TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGTditinjau dari motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Penjas. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XISMA Negeri 2Elardengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 108  orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey.      Hasil penelitiannya adalah : (1) secara keseluruhan, hasil belajar Penjas siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional , (2) untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, hasil belajar siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGTlebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional , (3) untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, hasil belajar penjas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional lebih rendah daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGTdan (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa.Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGTdan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap hasil belajar Penjaspada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Elar.      Penelitian ini memberikan implikasi antara lain : 1) model pembelajaran kooperatif tipe TGTmerupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran, dan 2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGThendaknya mempertimbangkan tingkat motivasi berprestasi siswa.This study aimed at finding out and analyzing the effect ofTGTTyped Cooperative Learning Model And Prestige Motivation on the increase of Sport Science learning chievement in Sport Scienceteaching and learning. This study was conducted at SMA Negeri 2 Elar with Post Test Only Control Group Design. The sample of this study consisted of 108 students that were selected by using Random Sampling. The data obtained were analyzed by ANAVA two path (Analysis of Varians) with F test, which was followed by Tukey test. The result of the study show the followings : (1) on the whole, the achievement of Sport Scienceof the students who studied by TGTTyped Cooperative Learning Model was higher than those who studied by conventional , (2) the student who had high prestige motivation and studied by TGTTyped Cooperative Learning Model had higher on sportlearning achievement than those who had high prestige motivation and studied by conventional, (3) the student who had low prestige motivation and studied by conventional had higher on sportlearning achievement than those who had low prestige motivation and studied TGTTyped Cooperative Learning Model and (4) there was an interaction effect between the use of teaching learning model and prestige motivation From the result of the study, it can be concluded that the TGTTyped Cooperative Learning Model And Prestige Motivation effected the increase of learning achievement in sportteaching and learning at class XISMA Negeri 2 Elar       Some implications of this study were : 1) the TGTTyped Cooperative Learning Model is one of the teaching learning model must be used in learning sportand 2) in applying TGTTyped Cooperative Learning Model, one should consider the prestige motivation
PENGARUH LATIHAN LARI KIJANG DAN LARI GAWANG TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH DITINJAU DARI DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 GOLEWA
Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen yang menggunakan non-equivalent control group design. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja lompat jauh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh latihan lari kijang dan lari gawang untuk meningkatkan kemampuan lompat jauh siswa di tinjau dari daya ledak otot tungkai. Sampel penelitian berjumlah 84 orang siswa kelas VIII yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan tes, kemudian dianalisis dengan analisis varian (Anava dua jalur). Hasil penelitian menemukan sebagai berikut. (1) terdapat perbedaan kemampuan lompat jauh antara siswa yang mengikuti model latihan lari kijang dengan siswa yang mengikuti model latihan lari gawang (Fhitung= 4,06>Ftabel(a=5%)) = 4,00, signifikan). (2) Terdapat pengaruh interaksi antara model latihan dengan daya ledak otot tungkai terhadap lompat jauh (Fhitung= 23,39>Ftabel(a=5%) = 4,00, signifikan). (3) Tidak terdapat perbedaan lompat jauh antara siswa yang mengikuti latihan lari kijang dan lari gawang untuk siswa yang memiliki daya ledak otot tungkai tinggi (Qhitung= 16,43>Qtabel = 4,00 signifikan). (4) Terdapat perbedaan lompat jauh antara siswa yang mengikuti model latihan lari kijang dan lari gawang untuk siswa yang memiliki daya ledak otot tungkai rendah (Qhitung = 5,919 >Qtabel= 4,00 signifikan).This study was quasi experiment used non-equivalent control design. The data collected in this study was the student performance test of long jump. This study aims to determine and analyze the influence of the practice of lari kijang and lari gawang to improve students\u27 long jump ability in review of the explosive muscle limb power. The sample of the study was 84 students of grade VIII chosen by random sampling technique. The data was collected by test then analyzed with variant analysis (ANAVA) two ways) and t-test. The result of the study showed that: (1) There is a difference in long jump ability between students who follow the model of lari kijang training with students who follow the model of lari gawang (Fhitung= 4,06 >Ftabel(a=5%)) = 4,00, significant) (2) There is an interaction effect between the exercise model and the explosive muscle limb power against the long jump (Fhitung= 23,39 >Ftabel(a=5%) = 4,00, significant). (3) There is no difference in long jump between students who follow lari kijang and lari gawang for students who have high limb muscle explosive power (Qhitung= 16,43>Qtabel = 4,00 significant) (4) There is a long jump difference between students who follow the model of lari kijang and lari gawang for students who have low limb muscle explosiveness (Qhitung = 5,919 >>Qtabel = 4,00 significant)