Jurnal Elektronik STKIP Citra Bakti
Not a member yet
82 research outputs found
Sort by
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMPN 4 GOLEWA SEBAGAI SALAH SATU SEKOLAH PENGGERAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di SMPN 4 Golewa. Penulisan artikel ini menggunakan studi literatur dengan mengkaji beberapa jurnal yang relevan dengan topik yang dibahas secara kualitatif. Tahapan yang dilakukan penulis untuk mengumpulkan bahan bacaan pada artikel ini, adalah mengumpulkan data-data dengan menggunakan metode wawancara. Responden penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru mata pelajaran yang ada di SMPN 4 Golewa. Hasil dari penelitian ini adalah SMPN 4 Golewa sudah menerapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada kelas VII. Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka dilakukan dengan perencanaan yang matang mampu meningkatkan mutu pendidikan indonesia serta dapat menyiapkan lulusan yang berprestasi dan mampu bersaing secara global. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa di SMPN 4 Golewa sudah menerapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada kelas VII dan sekolah ini merupakan sekolah penggerak
Pengembangan LKS berbasis pendidikan matematika realistik (PMR ) pada materi sistem persamaan Linear dua variabel (spldv) siswa kelas VIII SMPN SATAP 3 SO’A
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan LKS dengan pendekatan PMR pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), dengan prosedur pengembangan ADDIE yaitu (Analize) Analisis, (Design) Desain, (Development) Pengembangan, (Implementation) Implementasi, (Evalution) Evaluasi.Penelitian ini juga, bertujuan untuk menghasilkan LKS dengan materi SPLDV dengan pendekatan PMR  yang valid dan praktis. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN Satap 3 So’a sebagai calon pengguna produk yang berskala kecil dengan jumlah siswa sebanyak 5 orang. Jenis data yang dipakai dalam penelitian pengembangan ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Dimana analisis kualitatif berupa komentar dan saran yang diperoleh dari para ahli, sedangkan analisis data kuantitatif yaitu mengukur kevalidan dan kepraktisan bahan ajar. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah interview atau wawancara dan kuisioner atau angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kusioner ahli desain dan ahli materi untuk mengukur kevalidan bahan ajar, angket respon siswa dan angket respon guru untuk mengukur kepraktisan bahan ajar.Hasil dari penelitian ini adalah bahan ajar berupa LKS dengan pendekatan PMR  pada materi SPLDV. Dalam penelitian ini data yang diperoleh melalui instrumen dari validator serta kuisioner atau angket respon guru dan siswa. Hasil uji coba dari para ahli dengan rata-rata kevalidan LKS adalah 4,1 atau berkriteria baik. Hasil uji kepraktisan terhadap guru dan siswa dengan menggunakan kuisioner atau angket diperoleh hasil 4,5 atau berkriteria sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan peneliti berkriteria valid dan praktis dan layak digunakan. Kata Kunci: Pengembangan, Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), Lembar Kerja Siswa (LKS), PMR ABSTRACTThis research is a development research worksheet with the PMR approach on the material of the Two-Variable Linear Equation System (SPLDV), with the ADDIE development procedure namely (Analyze) Analysis, (Design) Design, (Development) Development, (Implementation) Implementation, (Evaluation) Evaluation. This study also aims to produce LKS with SPLDV material with a valid and practical PMR approach. The test subjects in this study were class VIII students of SMPN Satap 3 So\u27a as potential users of the product on a small scale with a total of 5 students. The types of data used in this development research are qualitative data and quantitative data. Where qualitative analysis is in the form of comments and suggestions obtained from experts, while quantitative data analysis is measuring the validity and practicality of teaching materials..Keywords: Development, Two Variable Linear Equation System (SPLDV), Student Worksheet (LKS), PM
SOSIALISASI PENGGUNAAN APE KELAS AWAL DI SD CITRA BAKTI
Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memperkenalkan kepada guru dan murid tentang penggunaan media pembelajaran yaitu dalam bentuk Alat Permainan Edukatif (APE). Sosialisasi ini diharapkan agar guru mampu meningkatkan keterampilan dalam menciptakan alat permainan edukatif yang beragam yang disesuaikan dengan materi dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan minat dan keaktifan siswa kelas awal dalam peroses pembelajaran tersebut. Kelas awal di SD Citra Bakti sendiri terdiri dari kelas 1, 2, dan kelas 3. Pada fase ini, guru sangat membutuhkan media pembelajaran yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa dalam belajar yang salah satu bentukanya adalah APE. APE mengandung kesesuaian dengan kebutuhan dan indikator capaian kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa, memiliki kemudahan dalam penggunaannya, serta meningkatkan minat siswa dalam kegiatan belajar. Kegiatan pengabdian dalam bentuk sosialisasi ini, dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama sosialisasi penggunaan APE pada tingkat SD kelas awal di SD Citra Bakti dan tahap kedua yaitu penyerahan hasil pengembangan APE kepada SD Citra Bakti. Diharapkan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tentang sosialisasi penggunaan APE kelas awal di SD Citra Bakti ini, dapat meningkatkan kreatifitas guru dalam menciptakan APE yang semakin beragam, dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa SD kelas awal di SD Citra Bakti
Pengembangan Modul Ajar Bermuatan Coding Fase Fondasi Usia 5-6 Tahun Tema Alam Semesta dan Kendaraan Di Kabupaten Ngada
Telah dilaksanakan penelitian pengembangan dengan tujuan mengetahui tingkat kelayakan modul ajar bermuatan coding. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan design and development (DDR). Model pengembangannya mengadopsi model pengembangan produk Multimedia Pathways dari Cathie Sherwood. Model ini memiliki beberapa langkah: (1) fase awal, (2) fase spesifikasi produk, (3) fase desain produk, (4) fase produksi, (5) fase review dan evaluasi, dan (6) pengiriman dan implementasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam pengembangan ini adalah kuesioner dan checklist untuk lima sekolah PAUD di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur. Angket digunakan untuk mengumpulkan pendapat para ahli, dan daftar periksa digunakan untuk mengumpulkan data individu dan kelompok kecil. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Teknik analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data dari ahli konten, ahli desain, ahli media, guru, individu, dan nilai tes kelompok. Teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengolah data dari kuesioner dan checklist dalam bentuk deskriptif persentase, adapun kualitas  produk yang dikembangkan adalah sebagai berikut: Ahli Isi Sangat Valid (Nilai Rata-rata 87,6), Ahli Media Valid (Nilai Rata-rata 82,1), Ahli Desain Pembelajaran Valid (Rata-rata 83,1), Uji perseorangan (rata-rata 84,6) dan tanggapan dalam jumlah kecil tes kelompok dengan kualifikasi yang sangat valid (rata-rata 89,4). AbstractDevelopment research has been carried out with the aim of knowing the level of feasibility of teaching modules containing coding. The type of research used is design and development (DDR) research. The development model adopts the Multimedia Pathways product development model from Cathie Sherwood. This model has several steps: (1) the initial phase, (2) product specification phase; (3) the product design phase; (4) the production phase, (5) review and evaluation phase, and (6) delivery and implementation. The instruments used to collect data in this development were questionnaires and checklists for five PAUD schools in Ngada District, East Nusa Tenggara. Questionnaires were used to gather expert opinion, and checklists were used to collect individual and small group data. While the data analysis methods used are descriptive qualitative analysis method and quantitative descriptive statistical analysis. Qualitative descriptive analysis techniques were used to process data from content experts, design experts, media experts, teachers, individuals, and group test scores. Quantitative descriptive statistical analysis techniques were used to process data from questionnaires and checklists in the form of descriptive percentages, while the quality of the products developed was as follows: Content Expert is Very Valid (Average Score 87.6), Media Expert is Valid (Average Score is 82.1), Valid Learning Design Expert (mean 83.1), Individual Test (mean 84.6), and a small number of response group tests with highly valid qualifications (mean 89.4). Kata Kunci: Pengembangan, Modul Ajar Coding, PAUD
Pengembangan Modul Ajar Bermuatan Coding Fase Fondasi Tema Alam Semesta Sub Tema Tata Surya di TK Negeri Nazareth Were
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan modul ajar bermuatan coding fase fondasi tema alam semesta sub tema tata surya untuk anak usia 5-6 tahun, (2) Mengetahui kelayakan hasil uji coba produk modul ajar bermuatan coding fase fondasi tema alam semesta sub tema tata surya. Penelitian ini dilakukan di TK Negeri Nazaret Were, Desa Were 1, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah satu ahli materi pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, dan 5 (lima) orang anak usia 5-6 tahun TK Negeri Nazareth Were.Metode analisis data ini menggunakan dua teknik analisis data yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis statistic deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan instrument angket untuk ahli isi, ahli desain, ahli media, uji coba perorangan, dan uji coba kelompok kecil dalam bentuk deskriptif presentase.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: media modul ajar bermuatan coding fase fondasi tema alam semesta sub tema tata surya dengan kelayakan berdasarkan hasil uji ahli materi pembelajaran diperoleh hasil dengan  presentase 90,66%  dengan kualifikasi “Sangat Validâ€, penilaian dari  ahli media pembelajaran memperoleh presentase 82,66% dengan kualifikasi â€Validâ€, penilaian dari ahli desain pembelajaran memperoleh presentase 81,33% dengan kualifikasi “Validâ€, penilaian pada uji coba perorangan memperoleh presentase93,33% dengan kualifikasi “Sangat Validâ€, dan penilaian uji coba kelompok kecil memperoleh presentase75%dengan kualifikasi “Validâ€. Dari hasil diatas menunjukan bahwa media modul ajar bermuatan coding fase fondasi tema alam semesta sub tema tata surya layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu meningkatkan kemampuan kognitif dalam berikir logis anak usia dini 5-6 tahun di TK Negeri Nazareth Were.Kata kunci: pengembangan modul Ajar bermuatan coding ABSTRACTThis study aims to: (1) Produce teaching modules charged with the coding phase of the foundation of the universe theme, sub-theme of the solar system, for children aged 5-6 years, (2) Feasibility of test results for teaching module products filled with the coding phase of the foundation of the universe theme, Tata sub-theme Sun. This research was conducted at Nazaret Were State Kindergarten, Were 1 Village, Golewa District, Ngada District, East Nusa Tenggara Province. The subjects in this study were one learning materials expert, one learning media expert, one learning design expert, and 5 (five) children aged 5-6 years at Nazareth Were State Kindergarten. This data analysis method uses two data analysis techniques, namely qualitative descriptive analysis techniques and quantitative descriptive statistical analysis techniques, using a questionnaire instrument obtained from content experts, design experts, media experts, personal trials, and small group trials in the form of descriptive presentations.The results of this study show that: the teaching module media contains the coding phase, the foundation of the universe theme, the solar system sub-theme with feasibility based on the results of the learning material expert test results with a percentage of 90.66% with the qualification "Very Valid", an assessment from learning media experts obtained a presentation 82.66% with the qualification "Valid", the assessment from the learning design expert obtained a presentation of 81.33% with the qualification "Valid", the assessment on private trials obtained a presentation of 93.33% with the qualification "Very Valid", and the assessment of group trials small get 75% prize with "Valid" qualification. The results above show that the teaching module media is filled with coding, the foundation phase, the theme of the universe, the sub-theme of the solar system, is suitable for use as a learning medium to help improve cognitive abilities in logical thinking for early childhood 5-6 years in Nazareth Were State Kindergarten. Keywords: teaching module development of coding conten
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERMUATANCODING TEMA KENDARAAN SUB TEMA KENDARAAN UDARA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKK NEGERI DOLUPORE KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) dapat menghasilkan modul ajar bermuatan coding yang dilengkapi dengan video animasi tema kendaraan sub tema kendraan udara  yang sesuai dengan aspek kognitif pada berpikir logis anak usia 5-6 tahun di Tkk Negeri Dolupore, (2) untuk mengetahui kualitas dari hasil uji coba produk pengembangan modul ajar bermuatan coding yang dilengkapi dengan vidoe animasi pembelajaran tema kendaraan sub tema kendaraan udara yang sesuai dengan aspek perkembangan kognitif pada berpikir logis anak usia 5-6 tahun di Tkk Negeri Dolupore. Penelitian ini dilakukan dikecamatan Golewa kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Media yang digunakan yaitu media modul ajar bermuatan coding yang dilengkapi dengan video animasi pembelajaran yang relevan dan terintegarasi dengan tema kendraan sub tema kendaraa udara. Modul ajar bremuatan coding yang dilengkapi dengan video animasi pembelajaran dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE. Model ini terdiri atas lima tahap sebagai berikut : (1) Analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaliation. Hasil penelitian pengembangan modul ajar bermuatan coding yang dilengkapi dengan video animasi pembelajaran tema kendaraan sub tema kendaraan udara berdasarkan hasil uji coba oleh ahli dan anak sebagai pengguna produk antara lain : (1) kualitas media modul ajar bermuatan coding yang dilengkapi dengan video animasi pembelajaran pada kelayakan isi/materi berdasarkan hasil uji coba ahli materi/isi berada pada kategori “Sangat Validâ€Â (2) kualitas media modul ajar bremuatan coding yang dilengkapi dengan vidoe animasi pembelajaran berdasarkan hasil uji coba oleh ahli media pembelajaran pembelajaran berada pada kategori “Validâ€, (3) kualitas media modul ajar bermuatan coding yang dilengkapi dengan video animasi pembelajaran berdasarkan hasil uji coba oleh ahli desain pembelajaran berada pada kategori “ Validâ€, (4) kualiatas media modul ajar bermuatan coding yang dilengkapi dengan vidoe animasi pembelajaran berdasarkan hasil uji coba perorangan berdada pada kategori “ Sangat Validâ€, (5) kualitas media modul ajar bermuatan coding yang dilemgakapi dengan video animasi pembelajaran berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil berada pada kategori “Validâ€. Dengan demikian hasil uji coba oleh ahli dan anak sebagai pengguna produk dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam berpikir logis dinyatakan layak digunakan untuk anak usia 5-6 tahun di Tkk Negeri Dolupore.Kata Kunci: modul ajarABSTRACT This thesis has been approved and has been reviewed by supervisor I: This study aims to: (1) produce a coding teaching module that is equipped with an animated video for the vehicle theme of the air vehicle sub-theme which is in accordance with the cognitive aspects of logical thinking for children aged 5-6 years at Dolupore State Kindergarten, (2) to determine the quality of the results of product trials for developing coding teaching modules equipped with animated learning videos for the vehicle theme, sub-theme of air vehicles, which are in accordance with aspects of cognitive development in logical thinking of children aged 5-6 years in Kindergarten. Dolupore Country. This research was conducted in Golewa sub-district, Ngada district, East Nusa Tenggara province. The media used is teaching module media containing coding which is equipped with animated learning videos that are relevant and integrated with the vehicle theme, air vehicle sub-theme. The teaching module containing coding which is equipped with an animated learning video was developed using the ADDIE model. This model consists of five stages as follows: (1) Analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. The results of the research on the development of coding teaching modules equipped with learning animation videos for the vehicle theme of the air vehicle sub theme based on the results of trials by experts and children as product users include: (1) the quality of the teaching module media containing coding equipped with learning animation videos on the feasibility content/material based on the test results of material/content experts are in the "Very Valid" category (2) the quality of the coding teaching module media equipped with learning animation videos based on the results of trials by learning media experts is in the "Valid" category, ( 3) the quality of the teaching module media containing coding equipped with learning animation videos based on the results of trials by learning design experts is in the "Valid" category, (4) the quality of the teaching module media containing coding equipped with learning animation videos based on the results of chested individual trials in the "Very Valid" category, (5) kua The media litas of teaching modules containing coding equipped with learning animation videos based on the results of small group trials is in the "Valid" category. Thus the results of trials by experts and children as users of products in the learning process to improve cognitive abilities in logical thinking are declared suitable for use for children aged 5-6 years in Dolupore State Kindergarten.Keywords: teaching modul
KRISIS KARAKTER BERAKIBAT HILANGNYA JATI DIRI BANGSA (Kajian Teoritis Praktis)
Berbagai pikiran terlintas di benak ketika mendengar kata Indonesia. Seribu wajah yang dimiliki Indonesia saat ini tidak terlepas dari masa lalu dan setiap fenomena yang sedang dialami saat ini. Sayangnya lebih banyak hal negatif yang bisa diceritakan mengenai kondisi Indonesia saat ini. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya krisis multidimensi, seperti krisis karakter, krisis ekonomi, krisis hukum, krisis sosial, krisis budaya, krisis agama, krisis kedaulatan yang berlangsung cukup lama di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan semakin terpuruknya nama baik bangsa Indonesia di dunia Internasional. Berbagai tontonan mengenai krisis multidimensi yang setiap hari disajikan di tengah keluarga melalui media televisi, tanpa ada upaya dari pemerintah untuk menyaring dan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi masyarakat lambat laun akan mampu mempengaruhi dan menjadi alasan bagi masyarakat untuk “ikut serta†terjun dan melakukan hal negatif yang mengakibatkan kondisi negeri ini semakin dalam terpuruk
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERPIKIR SIMBOLIK BERBASIS VIDEOSCRIBE DALAM SETTING PANDEMI COVID 19 ANAK USIA DINI KELOMPOK UMUR 5-6 TAHUN DI KABUPATEN NGADA
Penelitian pengembangan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media audio visual dalam format video scribe. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan design and development (DDR). Model pengembangannya adalah model pengembangan produk Multimedia Pathways dari Cathie Sherwood. Model ini memiliki beberapa langkah: (1) fase awal, (2) fase spesifikasi produk, (3) fase desain produk, (4) fase produksi, (5) fase review dan evaluasi, dan (6) pengiriman dan implementasi. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam studi pengembangan ini adalah kuesioner dan checklist untuk empat sekolah PAUD di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur. Survei digunakan untuk mengumpulkan peringkat ahli, dan daftar periksa digunakan untuk mengumpulkan data individu dan kelompok kecil. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Teknik analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data dari profesional konten, profesional desain, profesional media, guru, individu, dan nilai tes kelompok. Teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengolah data dari kuesioner dan checklist dalam bentuk deskriptif persentase, namun hasil R&D untuk produk yang dikembangkan adalah sebagai berikut: Ahli Memenuhi Syarat Isi Sangat Valid (Nilai Rata-rata 93), Ahli Media Memenuhi Syarat Valid (Nilai Rata-rata 85,3), Ahli Desain Berkualifikasi Valid (Rata-rata 83,95), Jawaban Tes Berkualifikasi Sangat Valid (rata-rata 88,31) dan tanggapan dalam jumlah kecil tes kelompok dengan kualifikasi yang valid (rata-rata 85,8)
Musik Beghu Dan Fungsinya Dalam Kehidupan Adat Budaya Masyarakat Gezu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menyajikan dan mendeskripsikan musik beghu serta fungsinya dalam kehidupan adat dan budaya masyarakat di kampung Gezu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo dengan menggunakan keseluruhan metode penelitian yang bersifat kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan bahwa musik tradisional beghu sesungguhnya adalah sebuah musik ansambel yang mengintegrasikan 3 (tiga) jenis alat musik yakni gendang panjang (laba lewa), gendang pendek (laba bhado) dan gong bambu (toda).Keseluruhan permainan alat musik adalah eksplorasi ritmis yang dipadukan sedemikian rupa sehingga terdengar indah. Musik beghu memiliki fungsi yang menyertai beberapa ritual adat antara lain; upacara adat ye yang menyerupai semacam upacara tolak bala untuk memmbuang segala kesialan serta musik penyerta yang disajikan dalam ritual syukur panen tahunan. Penyertaan musik beghu dalam dua ritual tersebut memiliki makna dan nilai masing-masing
BERPIKIR KREATIF- INOVATIF DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN MUSIK UNTUK ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN MSTSET (MINDSET, SKILLSET, TOOLSET)
Berpikir kreatif-inovatif merupakan kunci sukses dalam mengelola pembelajaran musik untuk anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk membantu guru agar mampu mengembangkan cara berpikir yang kreatif agar tercipta inovasi dalam pembelajaran musik untuk anak usia dini dengan pendekatan MSTset. Literature review digunakan sebagai metode untuk melakukan kajian ini. Penenlitian ini menyimpulkan berpikir kreatif-inovatif dapat dikembangkan dan ditingkatkan dengan pendekatan MSTset (Mindset, Skillset dan Toolset). Guru harus mempunyai pola pikir yang senantiasa bertumbuh menyesuaikan dengan situasi dan kebutuhan. Guru harus memiliki keterampilan untuk mengadopsi pola pikir itu dan alat atau metode yang dibutuhkan untuk membantu guru membangun keterampilan