Jurnal Pengolahan Pangan (Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
110 research outputs found
Sort by
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN GLUTEN COOKIES TEPUNG MODIFIKASI SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN WHEY PROTEIN KONSENTRAT
Indonesia is one of the largest cassava producers in the world. Cassava can be processed into modified cassava flour (MOCAF) which has many functions. A lot of studies about MOCAF have been conducted to know the potency of replacing wheat flour. One of the popular snack products made from wheat flour is cookies with high protein. This study aimed to see the potential of the MOCAF as a raw material replacing wheat flour to produce low-gluten soft cookies with the addition of concentrated whey protein to increase the protein value. This research used 2 types of formulations, MOCAF: wheat flour (30%:70% and 40%:60%) and the addition of whey protein concentrate with the evaluation of protein content, fat content, water content, and gluten. This study showed that both types of formulations have the potential as a substitute for wheat flour to make soft cookies. All formulations can be claimed to be gluten-free products and the second formulation can almost be claimed to be a source of protein. The resulting cookies have the potential to reduce dependence on wheat flour and can be consumed by consumers who have gluten allergies or have high protein requirements
PENGOLAHAN IKAN LOKAL MELALUI INOVASI CURING DENGAN SQUID, VANILLA SALT, DAN ISOMALT
Penelitian ini membahas jenis pengolahan ikan lokal melalui inovasi curing dengan menggunakan squid ink, vanilla salt, dan isomalt dengan metode penggaraman, mecari tahu perbedan yang terjadi dengan dilakukananya curing dengan garam tersebut, dari rasa yang terbuat dari hasil curing dan aroma yang dikelurkan oleh ikan dari vania dalam salt nya . Uji proksimat menunjukkan bahwa hamper semua Parameter yang diujikan sesaui dengan Standar SNI seperti kadar air sebanyak 58,10 didapatkan hasil sesuai SNI. .Dengan uji organoleptic dengan Tekstur yang di hasilkan oleh ikan marlin adalah padat dan kenyal. Sedangkan ikan kakap merah dan tenggiri yang dihasilkan adalah terkstur kenyal, Aroma yang palingn disukai ialah ikan kakap merah, dikarenakan aroma amis yang menghilang dan bau vanilla dari vanilla salt yang kuat dikelurakan oleh ikan tersebut. Rasa ikan curing yang paling disukai adalah ikan marlin dikarenakan rasanya yang gurih, hal ini terjadi dikarenakan adanya penggabungan isomalt dan vanilla salt sebagai pemberi rasa dan agen pengeringan
PENGAMATAN CACAT KEMASAN PADA PRODUK MIE KERING MENGGUNAKAN PETA KENDALI DAN DIAGRAM FISHBONE DI PERUSAHAAN PRODUSEN MIE KERING SEMARANG, JAWA TENGAH
Cacat kemasan produk mie kering merupakan salah satu masalah yang perlu dilakukan pengamatan untuk selanjutnya melakukan analisis lebih lanjut terkait penyebab masalah yang terjadi sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk meminimalkan kerugian yang dialami oleh perusahaan akibat masalah kemasan. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis jumlah cacat kemasan pada produk mie kering, menganalisis faktor penyebab cacat kemasan pada produk mie kering, dan menganalisis untuk meminimalkan terjadinya cacat kemasan pada produk mie kering. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil pengamatan cacat kemasan produk mie kering dengan metode analisis peta kendali (P-Chart) menunjukkan cacat kemasan tertinggi dan terendah yaitu 0,012158055 dan 0,00297619. Diagram tulang ikan menunjukkan faktor-faktor penyebab terjadinya cacat kemasan produk mie kering yang dipengaruhi oleh manusia, metode, mesin, dan lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan analisis peta kendali (P-Chart) menunjukkan 4 titik kemasan cacat yang melebihi batas pengendalian, diagram analisis tulang ikan menunjukkan faktor dominan yang menyebabkan terjadinya cacat kemasan yaitu faktor manusia dan mesin, adapun solusi untuk meminimalisir terjadinya cacat kemasan dengan melakukan pelatihan
KARAKTERISTIK FISIK BIOPLASTIK RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DENGAN PENAMBAHAN GETAH POHON KAYU JAWA (Lannea coromandelica)
Plastik adalah bahan yang sering digunakan didalam kehidupan sehari- hari. Salah satu penggunaan plastik ialah sebagai bahan pengemas. Penggunaan plastik semakin meningkat karena plastik memiliki keunggulan dibandingkan kemasan lainnya. Semakin banyak plastik yang digunakan maka akan semakin banyak pula sampah plastik yang dihasilkan, sehingga dilakukan penelitian pembuatan bioplastik. Bioplastik adalah plastik yang mudah terurai oleh mikroorganisme. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik bioplastik dari rumput laut (Eucheuma cottonii) dengan penambahan getah pohon kayu jawa (Lannea coromandelica). Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali perlakuan dan 4 kali ulangan untuk mengetahui nilai kuat tarik, elongasi, ketahanan air, dan ketebalan pada bioplastik. Hasil penelitian menunjukan bahwa bioplastik dengan kuat tarik terbaik terdapat pada P5(40 gr) 7.87 MPa, persen elongasi P2(10 gr) 24.43%, ketahanan air P5(40 gr) 97.13%, dan nilai ketebalan P4(30 gr) 0.22 mm
KANDUNGAN NUTRISI ABON IKAN SAPU-SAPU (Pterygoplichthys pardalis) ASAL SUNGAI CILIWUNG, INDONESIA
Ikan merupakan bahan baku pengolahan makanan dengan kandungan nutrisi berupa protein, lemak, mineral dan vitamin yang baik bagi manusia. Salah satu ikan yang belum dimanfaatkan dengan baik adalah ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) yang populasinya melimpah di daerah Sungai Ciliwung. Ikan sapu-sapu memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu lebih dari 20% dan kandungan lemak yang rendah yaitu kurang dari 5%. Hal tersebut membuat ikan sapu-sapu berpotensi menjadi bahan baku pengolahan makanan seperti abon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan nutrisi berupa kadar abu, air, protein dan lemak dari abon daging ikan sapu-sapu. Metode yang digunakan berupa analisis proksimat berupa pengukuran kadar abu, kadar air, protein menggunakan metode Kheldahl dan lemak menggunakan metode ekstraksi. Hasil kandungan nutrisi diperoleh kadar abu 5,47%, kadar air 2,24%, protein 39,08% dan lemak 30,59%. Kadar abu, air dan protein memenuhi persyaratan mutu abon SNI 7690.1 2013. Sedangkan, lemak tidak memenuhi persyatan abon sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)
PENGARUH PEMBERIAN GULA SEMUT AREN PADA KOPI ROBUSTA (Caffea canephora) TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gula semut aren terhadap uji organoleptik kopi robusta. Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Ilmu-ilmu Pertanian Mujahidin Tolitoli Kelurahan Tuweley Kabupaten Tolitoli, Pada bulan Februari Sampai Maret 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 Perlakuan yaitu e0: tanpa pemberian gula semut aren, e1: pemberian gula semut aren 10 g, e2: pemberian gula semut aren 15 g, e3: pemberian gula semut aren 20 g, e4: pemberiangulasemutaren 25 g, e5: pemberian gula semut aren 30 g. setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan diuji menggunakan uji organoleptik dengan 32 panelis. Data diolah menggunakan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gula semut aren pada kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap warna, aroma, rasa dan keseluruhan. semakin banyak pemberian gula semut aren pada kopi robusta maka nilai organoleptik dari panelis semakin tinggi. Perlakuan terbaik pemberian gula semut aren pada kopi robusta dengan pemberian gula semut aren sebanyak 30 g, dengan nilai kesukaan panelis secara keseluruhan sebesar 4.91 (sangat suka)
PENGARUH PENAMBAHAN DAUN ANTIMIKROBA DAN MODIFIKASI PENYIMPANAN TERHADAP ORGANOLEPTIK LEMANG DALAM MEMPERTAHANKAN UMUR SIMPAN
Lemang is one of malay culinary that was served at ceremonies, eid and etc. Lemang was made from glutinous rice and coconut milk. It was grilled on embers, but it was very easy deterioration. Antimicroba leaves and bamboo storage position was one of experiment to make lemang be survive, but antimicroba leaves had its own characteristics like color, taste, and texture. So, the object of this research was analyze effect antimicroba leaves addition (Pandanus amayllifolius Roxb, Syzygium samarangense and Mangifera indica) and storage modification (normal position and flipped position) to characteristic of lemang organoleptic characteristic. The characteristic of lemang organoleptic was tested by organoleptic test for 30 panelists. The panelists gave score 1 if they dislike, scored 2 if they feel usual, and scored 3 if they feel very like for 7 days. The scored was calculated by Analysis sidik ragam and Beda Nyata Terkecil. The result showed that all treatment gave real effect to aroma, texture and taste to lemang. The all of lemang in normal storage position treatment had dislike scores at the 3rd day. While lemang in flipped storage position treatment had dislike score at the 5th day. The best leaves that for addition lemang processing was Pandanus amayllifolius Roxb. It gave stable aroma, texture and dark color for leman
ANALISIS NILAI TAMBAH KULIT KOPI ARABIKA (Coffea arabica) SEBAGAI PRODUK OLAHAN TEH CELUP CASCARA DI DESA TAJI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG
Desa Taji Kecamatan Jabung menghasilkan produksi kopi 300 ton per bulannya. Akibat produksi kopi yang tinggi, berdampak pada banyaknya limbah kulit kopi yang dihasilkan. Sejauh ini, pengolahan kopi yang dilakukan di Desa Taji sebatas panen lalu diolah menjadi produk akhir berupa bubuk kopi. Salah satu upaya pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dengan cara melakukan diversifikasi olahan, yakni teh cascara Arabika. Teh cascara merupakan teh dari kulit buah kopi matang berwarna merah yang dikeringkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio penyeduhan teh celup cascara Arabika, selanjutnya akan dikembangkan ke aspek nilai tambah pengolahan teh cascara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktorial, yakni rasio penyeduhan teh kering : air (1:200; 3:200; 5:200). Variabel pengamatan uji organoleptik adalah warna, rasa, dan aroma. Analisis data yang digunakan adalah uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan teh cascara dilakukan dengan proses pencucian buah kopi, pemisahan kulit dengan buah kopi, pengeringan kulit kopi, penggilingan dan pengepakan teh cascara yang dibuat dengan metode pengeringan food dehydrator. Rasio penyeduhan 3:200 merupakan perlakuan yang paling disukai oleh panelis menunjukkan rank Warna (2.80), Rasa (2.48), Aroma (2.62). Besar nilai tambah yang dihasilkan teh celup cascara adalah Rp. 16.072 dalam satu kali produksi
PROFIL ASAM LEMAK, RASIO ASAM LEMAK JENUH : ASAM LEMAK TIDAK JENUH RANTAI TUNGGAL : ASAM LEMAK TIDAK JENUH RANTAI JAMAK PADA NUGGET AYAM YANG DIFORMULASI DENGAN MINYAK KEDELAI
Pengembangan produk pangan dewasa ini diupayakan rendah lemak dan kolesterol, serta memiliki proporsi lemak jenuh dan lemak tidak jenuh seimbang. Dilakukan penelitian pada olahan nugget ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil asam lemak, rasio SFA:MUFA:PUFA, omega 3, 6, 9 nugget ayam yang diformulasi dengan minyak kedelai. Prosedur penelitian pembuatan nugget ayam modifikasi menurut Amertaningtyas dkk, (2001) dengan substitusi minyak kedelai. Hasil penelitian menunjukkan subtitusi lemak ayam dengan minyak kedelai sampai 7,5% dapat meningkatkan asam lemak tidak jenuh PUFA dari (PUFA dan MUFA) dan menurunkan kandungan asam lemak jenuh (SFA) . Subtitusi lemak ayam dengan minyak kedelai sampai 7,5%, menunjukan rasio PUFA:MUFA:SFA (36.42% : 41.81% : 21.66 %) yang terbaik karena mendekati yang disarankan oleh FAO